• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPLIKASI Tidak ada.

Dalam dokumen Buku saku klinik penyakit dalam PENTING (Halaman 159-165)

PROGNOSIS

Dubia ad bonam , tergantung tipe dan jenis histopatologinya • ARTRITIS-TINJAUAN • Gambar 8-1. pendekatan terhadap artritis

Artritis

Monoartikular oligoartikular poliartikular

Infeksi infeksi osteoartritis

Trauma/hemartrosis deposit kristal artritis reumatoid Deposit kristal seronegatif

Oligo/poliartikular dini oliartikular dini

Perbandingan Artritis Mayor

Gambaran OA RA Kristal Seronegatif

Onset Bertahap Bertahap Akut Bervariasi

Inflamasi -

Patologi Degenerasi Pannus Mikrotofi Entesitis

Jumlah sendi Poli Poli Mono Oligo atau poli

Jenis sendi Besar Kecil Kecil atau besar Besar

Lokasi DIP penyangga berat badan MCP pergelangan tangan MTP kaki, pergelangan kaki Sakroiliaka Spina, perifer Perubahan artikular khusus Nodus Bouchard Nodus Heberden Deviasi ulna leher angsa bountonniere

Kristal Blok spina Entesopati Perubahan tulang Osteofit Osteoporosis Erosi Erosi Erosi Ankilosis Gambaran ekstra-artikular Nodul subakut Paru Jantung Splenomegali Tofi Nefrolitiasis Nefritis Uveitis Konjungtivitis Jantung Paru

Psoriasis IBD Data

laboratorium Normal RF⊕, ↑ ESR ↑ asam urat HLA-B27

Analisis Cairan Sendi

Uji Normal Non-inflamasi Inflamasi Septik

Tampilan Jernih Jernih, kuning Jernih hingga buram Putih-kekuningan

Buram Leukosit/mm3 < 200 200-3000 > 3000 Biasanya > 50.000

PMN < 25% < 25% 50% ≥ 75%

Kultur - - -

Glukosa = serum = serum 25 < glukosa < serum Glukosa < 25

Kondisi OA, trauma RA

Kristal Seronegatif

Infeksi (diadaptasi dari Tierney, McPhee, dan Papadakis, eds, Current Medical Diagnosis and Treatment, ed. 34, 1995)

• REUMATOID ARTRITIS (RA) • Definisi dan Epidemiologi

• Poliartritis destruktif yang memburuk secara kronis

• Etiologi yang mendasari tidak diketahui. Faktor genetik berperan penting. ↑ MHC DR1 dan DR4 kelas II

• Prevalensi = 1% orang dewasa; predominan pada perempuan.

Kriteria (perlu 4 dari 7 kriteria; sensitivitas dan sfesifisitas ∼ 90%; Arthritis Rheum 31 : 315,

1988)

• Kekakuan sendi pada pagi hari ≥ 1 jam selama 6 minggu • Artritis ≥ 3 sendi secara bersamaan selama 6 minggu • Artritis sendi tangan selama 6 minggu

• Terkenanya sendi yang simetris selama 6 minggu

• Nodul Reumatoid (nodul subkutan diatas permukaan ekstensor) • Faktor Reumatoid (RF, rheumatoid factor)⊕

• Perubahan radiografik yang menetap disertai RA (seperti; erosi dan dekalsifikasi periartikular)

Manifestasi klinis

• Sinovitis sendi yang kronis, simetris, steril, erosif (khususnya PIP, MCP, pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, MTP, dan spina servikalis)

• Imobilisasi sendi, spasme dan pemendekan otot, destruksi tulang dan kartilago, serta deformitas sendi

Deviasi ulna

Deformitas Boutonniere (fleksi PIP, hiperekstensi DIP) Deformitas cock-up dan subluksasi bagian atas metatarsal

• Instabilitas C1-C2; dapat menyebabkan mielopati sehingga harus dibuat foto servikal sebelum melakukan intubasi elektif.

• Nodul reumatoid (biasanya pada pasien dengan RF ⊕); nodul subkutaneus sepanjang selubung tendon dan didalam bursa, dan bisa juga terdapat di paru, pleura, perikardium, dan sklera

• Malaise, demam, penurunan berat badan

• Paru : penyakit paru intersisialis (intersitial lung disease), efusi pleura (secara karakteristik

terjadi penurunan hebat glukosa)

• Jantung : perikarditis, efusi perikardium, aortitis • Carpal tunnel syndrome

• Fenomena Raynaud, infark lipatan kuku kecil, purpura yang dapat dipalpasi, vaskulitis leukositoklastik

• Amiloidisis sekunder (AA) dengan RA aktif yang berjalan lama • Sindrom Felty: RA aktif, splenomegali, dan neutropenia Laboratorium dan pemeriksaan radiologi

• RF⊕ (Ab IgM anti-IgG) pada 85% pasien RA, namun juga terlihat pada 3% populasi sehat dan karena itu menjadi tidak spesifik; kadarnya hanya berhubungan secara kurang bermakna dengan aktivitas penyakit

• ↑ ESR dan CRP; ↑ globulin dan ↓ kadar komplemen selama masa penyakit aktif • Anemia karena penyakit kronis

• Radiografi tangan dan pergelangan tangan → erosi, deformitas dan “dekalsifikasi” tulang juksta-artikular

Terapi (N Engl J Med 330:1368, 1994; Ann Intern Med 124:699, 1996; Med Clin North Am

1:57, 1997)

• NSAID/glukokortikoid + terapi fisik

• Obat anti-reumatik kerja lambat (slow-acting anti-rheumatic drugs, SAARD) = obat anti- reumatik yang mampu memodifikasi penyakit (disease-modifying anti rheumatic drugs,

DMARD)

Pertimbangkan penggunaan awal SAARD (Ann Intern Med 124:699, 1996) dan pertimbangkan

kombinasi SAARD pada pasien yang gagal 1 SAARD (N Engl J Med 334:1287, 1996)

Obat lini pertama : hidroksiklorokuin (plakuenil), sulfasalazin, metotreksat

Obat lini kedua : penghambat TNF (N Engl J Med 337:141, 1997 dan 340:253, 1999), preparat

emas IM, azatioprin, siklosporin

• Ingat bahwa sendi reumatoid dapat mengalami superinfeksi

• ARTRITIS DEPOSISI KRISTAL • Definisi

• Penyakit metabolik yang disebabkan deposisi urat yang abnormal (monosodium urat monohidrat)

• “Artritis gout” = serangan hebat artritis artikular dan peri-artikular yang akut atau rekuren karena “mikrotofi”

• “tofi” = defosit nodular kristal urat → reaksi benda asing; khususnya setelah ∼ 10 tahun mengalami artritis gout

Patogenesis

• Akut : fagositosis kristal urat → melepaskan mediator peradangan

• Kronis : granuloma benda asing yang mengelilingi sebuah inti kristal urat; peradangan tofaseus kronis pada jaringan artikular dan periartikular

Epidemiologi

• Lebih sering pada laki-laki dibandingakan perempuan; puncak insiden pada dekade ke-5 • Penyebab artritis inflamatorik paling sering pada laki-laki berusia lebih dari 30 tahun • Jarang pada perempuan pramenopause (estrogen meningkatkan eksresi asam urat di ginjal),

sehingga untuk mengkonfirmasi diagnosis gout, tentukan penyebab hiperurisemia sekunder (lihat di bawah)

• Faktor predisposisi : obesitas, hipertrigliseridemia, diabetes melitus Etiologi

• Asam urat (uric acid, UA) merupakan produk akhir katabolisme purin dan diksresi melalui

ginjal. Kadar serum menunjukkan keseimbangan antara produksi dan eksresi asam urat.

Kelebihan produksi Kekurangan

produksi Hiperurisemia primer

(kelainan metabolisme asam urat yang

diturunkan)

Idiopatik

Defisiensi enzim yang jarang (HGPRT, PRPP)

Idiopatik

Hiperurisemia sekunder (↑ asam urat karena proses yang didapati)

Diet purin atau alkohol yang berlebihan

Kelainan mielo-dan limfoproliteratif Karsinoma yang meluas

Anemia hemolotik kronis Obat sitotoksik, psoriasis Kerja otot yang berat

Dehidrasi atau diuretik ↓ fungsi ginjal Obat : PZA, ETM, CSA

Keto- atau asidosis laktat

Manifestasi klinis

• Artritis akut : onset mendadak, sering pada malam hari (nokturnal), artritis monoartikular yang nyeri lokasi : MTP ibu jari (“podagra”), kaki, pergelangan kaki, lutut

Kadang-kadang poliartikular (pada perempuan lebih sering daripada laki-laki) kulit diatasnya hangat, tegang, merah kehitaman, demam

Pencetus : perubahan UA cepat; kelebihan purin atau alkohol; infeksi; diuretik, dehidrasi Pemulihan : hilang dalam 3-10 hari dengan deskuamasi dan pruritus menutupi daerah yang terkena

• Gout interkritikal : interval diantara serangan selama kristal urat dapat diaspirasi dari sendi • Tofi : nodul subkutan pada nodus Heberden, sinovium, tulang subkondral, atau tendon

Achilles; lebih jarang pada dinding aorta, katup jantung, kelopak mata, kartilago nasal dan pinna aurikularis.

• Bursitis : olekranon, patela

• Artritis kronis : deformitas nyata, kehilangan fungsi, kecacatan • Ginjal : batu asam urat; nefritis gout (deposit interstisial)

Pemeriksaan diagnosis

• ↑ asam urat, namun bisa salah dan tidak membuat diagnosis serangan akut • Artrosentesis

Mikroskop polarisasi → kuning terang, berbentuk jarum, kristal birefringent pada sisi negatif (negatively birefringent crystals) (paralel terhadap sumbu yang ditandai pada polarisasinya), intra- atau ekstraselular

Hitung leukosit 20.000-100.000/mm3, > 50% PMN

Infeksi dapat ditemukan bersamaan dengan serangan akut, jadi selalu periksa kultur dan pewarnaan gram.

• Radiografi

Awal → menunjukkan pembengkakan jaringan lunak; bermanfaat untuk menyingkirkan kondrokalsinosis atau perubahan septik

Lambat → erosi tulang dengan tepi yang sklerotik, kalsifikasi Terapi Akut untuk Gout

Obat Mekanisme Keterangan

NSAID ↓ peradangan Efek samping pada saluran

pencernaan; dosis ↓ pada insufisiensi ginjal

Kolkisin

(PO atau IV) Menghambat polimerisasi mikrotubulus → pencegahan kemotaksis

dan fagositosis

Mual, muntah dan diare pada dosis efektif

Dengan IV dan dosis tinggi PO, berhubungan dengan toksisitas berat

termasuk supresi sumsum tulang, gagal ginjal, hipokalsemia, kelemahan neuromuskular, DIC,

miopati dan rabdomiolosis Dosis ↓ pada insufisiensi ginjal Kortikosteroid

(PO atau intra- artikular) atau ACTH (M)

↓ peradangan Sangat efektif, terutama terhadap kasus rekalsifikasi

Jangan dipergunakan secara intra- artikular apabila dicurigai ada infeksi

sendi.

Kortikosteroid lebih disukai daripada ACTH

(N Engl J Med 334:445, 1996)

Penatalaksanaan kronis

• Gout interkritikal : ↓ produksi asam urat dengan menghindari makanan yang tinggi purin (seperti : daging, buncis, kacang-kacangan, bayam, bir); ↓ alkohol; hindari dehidrasi; hindari obat hiperurisemik (seperti : diuretik, ASA)

• Profilaksis : kolkisin atau NSAID apabila serangan sering terjadi

• Menurunkan kadar serum asam urat dengan alopurinol (penghambat oksidase xantin) namun, jangan memulai terapi hingga 2-4 minggu setelah serangan akut karena perubahan konsentrasi serum asam urat dapat memicu terjadinya serangan.

Komplikasi

• Nefrolitiasis urat : insiden terbentuknya kembali batu rendah. Insiden meningkat dengan peningkatan eksresi asam urat, PH urine menurun, riwayat keluarga atau diri sendiri pernah memiliki batu asam urat. Profilaksis dengan dilusi pada saluran kemih dan alkalinisasi serta alopurinol.

• Gagal ginjal akut : dapat terjadi setelah pelepasan massif asam urat yang berlangsung pada pasien yang telah menjalani pengobatan karena kelainan mielo- atau limfoproliferatif (seperti : sindrom lisis tumor). Profilaksis dengan dilusi pada saluran kemih dan alkalinisasi serta allopurinol.

Dalam dokumen Buku saku klinik penyakit dalam PENTING (Halaman 159-165)