• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komplikasi pada bayi baru lahir normal a. Komplikasi atau masalah yang lazim terjadi

D. Konsep dasar tentang asuhan pada bayi baru lahir 1. Pengertian

8. Komplikasi pada bayi baru lahir normal a. Komplikasi atau masalah yang lazim terjadi

1) Bercak mongol

Pembentukan pigmen gelap atau bercak biru keunguan seperti memar pada bagian bawah belakang atau daerah pinggang bawah dan bokong bayi.

2) Hemangioma

Area menonjol, sembab, berwarna merah tua atau terang seperti strawberry yang dibentuk oleh penumpukan pembuluh darah prematur.

3) Ikterus

Ikterus fisiologis pada bayi baru lahir adalah warna kuning yang ditemukan pada hari ke-3 sampai hari ke-14, tidak disertai tanda dan gejala ikterus patologis.

Muntah adalah mengeluarkan atau regurgitasi susu yang telah diminum dalam jumlah kecil. Muntah merupakan hal yang biasa, bayi sering meludahkan sejumlah susu ketika setelah menyusu, seringkali disertai sendawa.

5) Oral trush

Lesi pada mulut bayi karena iritasi, iritasi bisa terjadi pada saat bayi menyusu.

6) Diaper rush

Ruam popok merupakan ruam merah terang disebabkan oleh iritasi dari kulit terkena urin atau kotoran yang berlangsung lama dibagian mana saja dibawah popok bayi.

7) Seborrhea

Penyakit kulit berwarna merah dan kuning, ruam berkulit keras yang terjadi pada kepala bayi dan lipatan kulit.

8) Bisulan

Infeksi pada kulit, dengan gejala kulit merah atau bengkak pada jaringan subkutan manapun.

9) Milliaris

Bercak putih kecil dank eras seperti jerawat padda hidung bayi baru lahir.

10) Diare

Bayi baru lahir buang air besar yang sering atau lebih dari 6 kali per hari.

Keadaan bayi baru lahir yang tidak bisa buang air besar selama 5 hari atau lebih.

12) Infeksi

Infeksi pada bayi baru lahir terjadi karena setelah lahir bayi terpapar dengan kuman yang juga berasal dari orang lain.

13) Bayi mati mendadak

Suatu kematian yang mendadak dan tidak terduga pada bayi yang tampaknya sehat (Muslihatun WN, 2010;h.100).

b. Komplikasai Atau Masalah Dengan Kelainan Bawaan 1) Labiospalatoskizis

Kelainan ini terjadi jika selama masa perkembangan janin, jaringan mulut atau bibir tidak terbentuk sebagaimana mestinya. Bibir sumbing adalah suatu celah diantara bibir bagian atas dengan hidung. Langit-langit sumbing adalah suatu celah di antara Langit-langit-Langit-langit mulut dengan rongga hidung.

2) Atresia Oesophagus

Gangguan kontinuitas esophagus dengan atau tanpa hubungan dengan kerongkongan yang tidak terbentuk secvara sempurna.

3) Atresia Anus

Atresia anus merupakan suatu keadaan dimana lubang anus tidak terbentuk.

4) Hirschprung

Kelainan yang terjadi karena adanya permasalahanya pada persyarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus diatasnya.

5) Obstruksi Billiaris

Tersumbatnya saluran empedu, sehingga empedu tidak mengalir kedalam usus untuk dikeluarkan sebagai sterkobilin dalam feses. 6) Atresia Billiaris

Keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal.

7) Omfalokel

Penonjolan dari usus atau isi perut lainya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum dan tidak dilapisi oleh kulit.

8) Hernia Diafragma

Lubang pada diafragma yang hanya ditutup oleh lapisan pleura dan peritoneum, yang kemungkinan isi rongga perut dapat masuk kedalam rongga dada.

9) Meningokel dan Ensefalokel

Meningokel adalah meninges yang menonjol melalui ertebra yang tidak utuh dan teraba sebagai suatu benjolan berisi cairan bawah kulit. Ensefalokel adalah suatu kelainan tabung saraf yang ditandai dengan adanya peninjolan meninges dan otak yang berbentuk seperti kantung melalui suatu lubang pada tulang tengkorak.

10) Hydrocephalus

Penimbunan cairan serebrospinal yang berlebihan dalam otak. 11) Phimosis

Keadaan kulit penis melekat pada bagian kepala penis dan mengakibatkan tersumbatnya lubang saluran air kemih, sehingga bayi

12) Hipospadia

Suatu keadaan dengan lubang uretra terdapat di penis bawah, bukan ujung penis.

13) Epispadia

Suatu kelainan bawaan pada bayi laki-laki, dengan lubang uretra terdapat dibagian punggung penis atau uretra tidak berbentuk tabung, tetapi terbuka (Muslihatun,W.N, 2010;h.100).

c. Komplikasi atau Masalah Bayi Baru Lahir Resiko Tinggi 1) Asfiksia

Keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernafas dengan spontan. Tanda dan gejalanya seperti:

a). Pernafasan megap-megap b). Denyut jantung terus menurun c). Bayi terlihat lemas

d). Penurunan tekanan O2 Penanganan asfiksia a). Pengaturan suhu

Segera setelah lahir badan dan kepala hendaknya segera dikeringkan seluruhnya dengan kain kering dan hangat dan diletakan telanjang dibawah alat atau pemanas atau pelukan ibunya.

b). Lakukan tindakan A-B-C-D

Airway/membersihkan jalan nafas, memastikan saluran nafas terbuka dengan memposisikan bayi atau kepala bayi diganjal.Menghisap lender dimulut, hidung dan trachea.Breathing/melakukan ventilasi, memulai pernafasan dengan rangsang taktil dan memakai VTP seperti

sungkup dan balon dari mulut kemulut bila perlu. Circulation/memperbaiki sirkulasi tubuh, mempertahankan sirkulasi darah dengan kompres pada daerah dada.Drug/member obat, Epinephrin bila DJJ dibawah 80x/menit 0,1-0,3mg untuk larutan 1: 10000 melalui IV Intravena (Muslihatun WN, 2010;h.174).

Tabel 2.2 Apgar Skor

(

Sumber: Matondang dkk, 2000 dalam Muslihatun,WN,2009)

2) Hipotermi dan Hipertermi

Disebut Hipotermi ketika suhu bayi < 320C, hipotermi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang mengakibatkan

Tanda 0 1 2

Appearance

(Warna kulit) Biru atau pucat Tubuh

kemerahan,ekster mitas biru Seluruh tubuh kemerahan Pulse (Denyut jantung) Tidak ada <100 >100 Grimace

(releks) Tidak bereaksi Sedikit gerakan Reaksi

melawan,menangi s

Activity

(Tonus otot) Lumpuh Ekstermitas sedikit Ekstermitas baik

Respiratory Effort (Usaha bernafas)

Tidak ada Lambat tidak teratur

Bayi kehilangan panas melalui empat cara:

a) Konduksi: kehilangan panas melalui benda-benda padat yang berkontak dengan kulit bayi.

b) Konveksi: kehilangan panas melalui aliran udara disekitar bayi. c) Evaporasi: kehilangan panas melalui penguapan air pada kulit bayi

yang basah.

d) Radiasi : kehilangan panas melalui benda padat didekat bayi yang tidak berkontak langsung dengan kulit bayi (Prawiroharjo S,2009). Hipertermi merupakan keadaan dimana bayi memiliki suhu > 37,50C, keadaan ini terjadi apabila bayi diletakan didekat api atau dalam ruangan yang berudara panas juga karena kondisi bayi yang tidak sehat (Muslihatun, WN, 2010;h.189).

3) BBLR

Bayi berat lahir rendah adalah bayi baru lahir yang berat badanya saat lahir kurang dari 2500 gram. Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah dibedakan dalam:

Bayi berat lahir rendan (BBLR), berat lahir 1500-2500 gram. Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), berat lahir < 1500 gram. Bayi berat lahir ekstrim rendah (BBLER), berat lahir < 1000 gram (Muslihatun WN, 2010;h.173).

4) Ikterus

Ikterus dapat merupakan suatu gejala fisiologis atau dapat juga hal yang patologis.

Ikterus fisiologis ialah:

b) Tidak mempunyai dasar patologis

c) Kadarnya tidak melampaui kadar yang membahayakan d) Tidak mempunyai potensi menjadi kern-icterus

e) Tidak menyebabkan suatu mordibitas pada bayi Ikterus patologis ialah:

a) Ikterus yang mempunyai dasar patologis b) Bilirubinya mencapai nilai hiperbilirubinemia 5) Tetanus Neonatorum

Penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus yang disebabkan oleh Clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin dan menyerang sistem saraf pusat (Muslihatun WN, 2010;h.183).

6) Kejang

Kejang pada bayi baru lahir sering tidak dikenali karena bentuknya berbeda dengan orang dewasa. Hali ini disebabkan karena ketidakmatangan korteks pada bayi baru lahir (Saifuddin,2009;h.330). 11. Tujuan asuhan pada bayi baru lahir normal

Memahami manajemen bayi baru lahir sebagai upaya menata laksana secara tepat dan akurat (Prawiroharjo, 2010;h.366).