• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH

B. Komponen Gaji

Hak gaji yang timbul atas pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil oleh pejabat yang berwenang mulai berlaku pada tanggal yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugasnya yang dinyatakan dengan surat pernyataan oleh kepala kantor/satuan organisasi yang bersangkutan dengan catatan tidak berlaku surut sebelum tanggal surat keputusan pengangkatan sebagai CPNS. Besaran gaji pokok PNS diatur dalam daftar skala gaji yang terinci menurut golongan dan ruang serta masa kerja golongan yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah, khusus bagi Calon Pegawai Negeri Sipil diberikan pokok gaji yang besarnya 80 % dari pokok gaji pada daftar skala gaji tersebut.

Gaji pokok Pegawai Negeri akan mengalami kenaikan skala gajinya sehubungan dengan bertambahnya masa kerja, kenaikan gaji istimewa karena penghargaan dan kenaikan pangkat serta perubahan akibat penyesuaian gaji pokok berdasarkan Peraturan Pemerintah.

a. Kenaikan Gaji Berkala

Seorang Pegawai Negeri Sipil (termasuk CPNS) apabila telah mencapai masa kerja tertentu serta memenuhi persyaratan nilai Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 77

dibidang tugas pekerjaannya, berhak untuk memperoleh kenaikan gaji secara berkala.

Tata cara pemberian kenaikan gaji berkala dan hak pembayarannya, sebagai berikut :

1) Pemberian kenaikan gaji berkala dilakukan dengan surat pemberitahuan oleh kepala kantor/satuan kerja setempat atas nama Pejabat yang berwenang;

2) Pemberian kenaikan gaji berkala tidak dapat berlaku surut lebih dari 2 (dua) tahun;

3) Penundaan kenaikan gaji berkala ditetapkan dengan surat keputusan oleh pejabat yang berwenang.

b. Kenaikan Gaji Istimewa

Pegawai Negeri Sipil yang menurut Sasaran Kerja Pegawai (SKP) menunjukkan nilai “amat baik”, sehingga ia patut dijadikan teladan, dapat diberikan kenaikan gaji istimewa sebagai penghargaan dengan memajukan saat kenaikan gaji berkala yang akan datang dan saat-saat kenaikan gaji berkala selanjutnya dalam pangkat yang dijabatnya pada saat pemberian kenaikan gaji istimewa itu.

Pemberian kenaikan gaji istimewa dilakukan oleh pejabat yang berwenang.

c. Kenaikan Pangkat

Kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas pengabdian PNS yang bersangkutan terhadap Negara. Selain dari pada itu, kenaikan pangkat juga dimaksudkan sebagai dorongan kepada PNS untuk lebih meningkatkan pengabdiannya. Oleh karena itu kenaikan pangkat diberikan pada orang yang tepat dan tepat waktunya.

Kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu pangkat yang lebih tinggi dari pangkat lama, diberikan gaji pokok baru berdasarkan pangkat baru yang segaris dengan gaji pokok dan masa kerja golongan dalam golongan ruang menurut pangkat lama.

Pemberian kenaikan pangkat dilaksanakan berdasarkan : 1) Kenaikan Pangkat Reguler

Kenaikan Pangkat Reguler adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada PNS yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan tanpa memperhatikan jabatan yang dipangkunya. Kenaikan pangkat reguler dapat diberikan setiap kali setingkat lebih tinggi apabila PNS yang bersangkutan:

a. Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya dan setiap unsur penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sekurang-kurangnya bernilai baik; atau

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 78

b. telah 5 (lima) tahun dalam pangkat yang dimilikinya dan setiap unsur penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sekurang-kurangnya bernilai cukup.

2) Kenaikan Pangkat Pilihan

Kenaikan Pangkat Pilihan adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada PNS yang memangku jabatan struktural atau fungsional tertentu yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Kenaikan pangkat pilihan dalam batas-batas jenjang pangkat yang ditentukan untuk jabatan yang bersangkutan.

3) Kenaikan Pangkat Istimewa

Kenaikan pangkat istimewa adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada PNS yang menunjukan prestasi kerja yang luar biasa baiknya, atau menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara.

4) Kenaikan Pangkat Pengabdian

Kenaikan Pangkat Pengabdian bagi Pegawai Negeri Sipil yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun, dapat diberikan Kenaikan Pangkat Pengabdian setingkat lebih tinggi apabila memiliki masa kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil selama :

a. sekurang-kurangnya 30 (Tiga Puluh ) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah 1 (satu) bulan dalam pangkat terakhir;

b. sekurang-kurangnya 20 (Dua Puluh ) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir;

c. sekurang-kurangnya 10 (Sepuluh ) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah 2 (Dua) tahun dalam pangkat terakhir;

d. setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir;

e. tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam 1 (satu) tahun terakhir.

5) Kenaikan Pangkat Anumerta

Kenaikan pangkat anumerta adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada PNS yang tewas dalam melaksanakan tugas.

2. Tunjangan Keluarga

Disamping gaji pokok, Pegawai Negeri Sipil yang telah berkeluarga berhak memperoleh tunjangan keluarga, yaitu :

a. Tunjangan isteri/suami sebesar 10 % dari gaji pokok;

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 79

b. Tunjangan anak sebesar 2 % dari gaji pokok dengan pembatasan untuk 2 (dua) orang anak termasuk anak tiri dan satu orang anak angkat.

Pengertian anak yang dimaksud dalam hal ini adalah :

- Anak Kandung adalah anak yang dilahirkan oleh ibu yang terikat pernikahan yang sah antara suami-istri;

- Anak Tiri adalah anak yang dibawa oleh suami/istri dari pernikahan yang terdahulu;

- Anak Angkat adalah anak orang lain yang telah diangkat oleh PNS/CPNS dengan Keputusan Pengadilan Negeri, dan hanya mendapat 1(satu) tunjangan anak angkat;

Dalam hal tunjangan keluarga, setiap PNS wajib melaporkan status susunan keluarganya tiap kali terjadi perubahan, disamping laporan rutin di setiap awal tahun anggaran.

3. Tunjangan Beras

Pegawai Negeri Sipil beserta keluarganya diberikan tunjangan beras dalam bentuk uang dan pemberian tunjangan beras diatur hal-hal sebagai berikut :

a. Harga beras sebagai dasar pemberian tunjangan pangan dalam bentuk uang di tetapkan oleh Menteri Keuangan;

b. Pemberian tunjangan anak dan tunjangan beras untuk anak dibatasi untuk 2 (dua) orang anak;

c. Dalam hal PNS yang pada saat tanggal 1 Maret 1994 telah memperoleh tunjangan anak dan tunjangan beras untuk lebih dari 2 (dua) orang anak, kepadanya tetap diberikan tunjangan untuk jumlah menurut keadaan pada tanggal tersebut;

d. Apabila setelah tanggal tersebut jumlah anak yang memperoleh tunjangan anak berkurang karena menjadi dewasa, kawin atau meninggal, pengurangan tersebut tidak dapat diganti, kecuali jumlah anak menjadi kurang dari 2 (dua);

e. Batas usia anak yang berhak atas tunjangan anak dan tunjangan beras maksimal 21 tahun;

f. Batas umum anak tersebut dapat diperpanjang dari 21 tahun hingga 25 tahun apabila anak tersebut masih bersekolah dengan menunjukkan Surat Pernyataan masih sekolah dari Kepala Sekolah/Perguruan Tinggi di setiap awal tahun anggaran;

g. Pembayaran tunjangan anak dan tunjangan beras dapat diberhentikan sebelum usia 21 tahun, apabila anak tersebut sudah kawin atau telah mempunyai pekerjaan/penghasilan sendiri.

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 80

4. Tunjangan Jabatan Struktural

Tunjangan Jabatan Struktural adalah tunjangan jabatan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam jabatan struktural yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural berhak mendapat tunjangan jabatan struktural setiap bulannya, dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Pengangkatan dalam jabatan struktural dilakukan oleh pejabat yang berwenang dengan surat keputusan serta menyebutkan tingkat eselon dan besaran tunjangan yang menjadi haknya, yang mana besaran tunjangannya ditetapkan oleh Peraturan Presiden;

b. Tunjangan jabatan struktural dibayar pada bulan berikut pelantikan berdasarkan surat pernyataan pelantikan yang dibuat oleh pejabat yang berwenang;

c. PNS yang menduduki jabatan struktural dan berdasarkan ketentuan harus dirangkap dengan jabatan fungsional, hanya berhak satu tunjangan jabatan yang paling menguntungkannya;

d. Pembayaran atas tunjangan jabatan struktural diberhentikan karena : 1) yang bersangkutan mengundurkan diri dari jabatan yang didudukinya;

2) mencapai batas usia pensiun;

3) diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil;

4) diangkat dalam jabatan struktural lain atau jabatan fungsional;

5) cuti di luar tanggungan negara, kecuali cuti di luar tanggungan Negara karena persalinan; atau

6) hal-hal lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Tunjangan Jabatan Fungsional

Tunjangan Jabatan Fungsional adalah tunjangan jabatan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam jabatan fungsional didasarkan pada keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan telah ditetapkan angka kreditnya diberikan tunjangan jabatan fungsional, dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Jabatan fungsional yang berhak memperoleh tunjangan adalah jabatan – jabatan fungsional yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah, yang mana besaran tunjangannya ditetapkan oleh Keputusan Presiden;

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 81

b. Pengangkatan dalam jabatan fungsional dilakukan oleh pejabat yang berwenang dengan surat keputusan serta menyebutkan jenis/tingkat fungsional dan besaran tunjangan yang menjadi haknya;

c. PNS yang menduduki jabatan fungsional serta ditugaskan secara penuh dalam jabatan tersebut berhak memperoleh tunjangan pada bulan berikutnnya sejak yang bersangkutan secara nyata menjalankan tugasnya;

6. Tunjangan Umum

Tunjangan Umum adalah tunjangan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (termasuk CPNS) yang tidak menerima Tunjangan Jabatan Struktural atau Tunjangan Jabatan Fungsional atau tunjangan yang dipersamakan dengan tunjangan jabatan dan diberikan setiap bulan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2006.

Selain ketentuan tersebut, Tunjangan Umum diberikan pula kepada Calon Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan sebagai Guru dan dihentikan pembayarannya pada saat yang bersangkutan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil selanjutnya menerima Tunjangan Tenaga Kependidikan.

Dalam hal penghasilan Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, termasuk tunjangan umum belum mencapai jumlah Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) sebelum dipotong iuran wajib Pegawai Negeri Sipil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, kepada Pegawai Negeri Sipil bersangkutan diberikan Tambahan Tunjangan Umum.

Besarnya Tambahan Tunjangan Umum yang diberikan adalah sebesar selisih antara Rp 1.000.000,00 dikurangi jumlah penghasilan.

Contoh : Agus adalah CPNS Golongan I/a mempunyai gaji pokok Rp 600.000,-setelah ditambahkan Tunjangan Keluarga, Tunjangan Beras dan Tunjangan Umum, akhirnya jumlah gaji brutonya sebesar Rp 900.000,-.

Karena penerimaan Brutonya belum mencapai Rp 1.000.000,-, maka dia berhak Tambahan Tunjangan Umum sebesar Rp

100.000,-Pembayaran Tunjangan Umum dihentikan apabila Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan:

a. menerima tunjangan jabatan struktural atau tunjangan jabatan fungsional;

b. menerima tunjangan yang dipersamakan dengan tunjangan jabatan;

c. menjalani cuti besar atau cuti di luar tanggungan negara (kecuali karena persalinan anak ke-1 dan ke-2);

d. berhenti sebagai Pegawai Negeri Sipil;

e. diberhentikan dari jabatan organik;

f. diberhentikan sementara dari jabatan negara;

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 82

7. Tunjangan PPh

Pegawai Negeri Sipil diberikan tunjangan pajak sebesar Pajak Penghasilan yang terhutang atas penghasilan berupa gaji, uang pensiun, dan tunjangan-tunjangan lainnya yang dibebankan kepada Keuangan Negara. Pemberian tunjangan atas kewajiban pajak penghasilan ini adalah dalam rangka meningkatkan kesadaran wajib pajak di lingkungan pemerintahan dan menjadi teladan bagi wajib pajak lainnya. Perihal tata cara perhitungan dan pemotongan PPh 21 akan dijelaskan pada bab lain.

8. Tambahan Penghasilan

Pemerintah Daerah dapat memberikan tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Persetujuan tersebut dilakukan pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA).

Tambahan penghasilan dimaksud diberikan dalam rangka peningkatan kesejahteraan pegawai berdasarkan beban kerja atau tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi kerja dan/atau pertimbangan obyektif lainnya.

Kriteria pemberian tambahan penghasilan tersebut ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

Jenis – jenis tambahan penghasilan untuk PNS sebagai berikut :

a. Tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang dibebani pekerjaan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinilai melampaui beban kerja normal.

b. Tambahan penghasilan berdasarkan tempat bertugas diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang dalam melaksanakan tugasnya berada di daerah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan daerah terpencil.

c. Tambahan penghasilan berdasarkan kondisi kerja diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang dalam melaksanakan tugasnya berada pada lingkungan kerja yang memiliki resiko tinggi.

d. Tambahan penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang dalam mengemban tugas memilliki ketrampilan khusus dan langka.

e. Tambahan penghasilan berdasarkan prestasi kerja bertugas diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang memiliki prestasi kerja yang tinggi dan/atau inovasi.

f. Tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan obyektif lainnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan umum pegawai, seperti pemberian uang makan.

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 83

C. POTONGAN –POTONGAN YANG MELEKAT PADA GAJI

Dokumen terkait