• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. ADMINISTRASI PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

G. Pengadaan

---Nomor :...

Pada hari ini..., tanggal,...tahun Dua ribu tiga belas, kami yang bertanda tangan dibawah ini

1. Nama : ...Nip. ...Jabatan Ketua 2. Nama : ...Nip. ...Jabatan Sekretaris 3. Nama : ...Nip. ...Jabatan Anggota 4. Dst.nya ( Jumlah harus Gasal )

Berdasarkan :

1. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan barang dan jasa Pemerintah yang telah dirubah dengan Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

2. Keputusan PA/KPA. Tanggal ...Nomor ...tentang Penunjukan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan ( PPHP ) pada ...Kabupaten Blitar Tahun ...

3. Dokumen Kontrak /SPK/Dokumen Swakelola tanggal...Nomor ...untuk pelaksanaan Paket Pekerjaan...

Kami Selaku Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, telah menerima, memeriksa dan meneliti terhadap barang/Pekerjaan yang diserahkan Oleh Penyedcia Barang/Jasa/Pekerjaan :

Nama : ...

Alamat : ...

Nama Paket Pekerjaan : ...,

Nilai Pekerjaan : Rp...( ... ) Sebagaimana tersebut dalam daftar sebagai berikut :

No. Jenis Barang/Pekerjaan Kuantitas Satuan Ukuran Keterangan ( * )

Baik Tidak Baik 1.2.

3.4.

Beri Tanda ( V ) *

Senjutnya selaku PPHP. Akan ( Menerima, Menolak,Mengembalikan) baik sebagaian atau seluruh hasil pekerjaan ini sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Demikian Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan ini dibuat rangkap 5 ( lima ) selanjutnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Penyedia Jasa/Barang PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN

( Rekanan )

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 66

KOP SURAT SATUAN KERJA

...

___________________________________________________________________

BERITA ACARA

PEJABAT PENERIMAAN HASIL PEKERJAAN ( PPHP )

---Nomor :...

Pada hari ini..., tanggal,...tahun Dua ribu tiga belas, kami yang bertanda tangan dibawah ini

1. Nama : ...Nip. ...Jabatan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.

Berdasarkan :

1. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan barang dan jasa Pemerintah yang telah dirubah dengan Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

2. Keputusan PA/KPA. Tanggal ...Nomor ...tentang Penunjukan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan ( PPHP ) pada ...Kabupaten Blitar Tahun

3. Dokumen Kontrak/SPK/ Swakelola tanggal...Nomor ...untuk pelaksanaan Paket Pekerjaan...

Telah memeriksa dan meneliti terhadap barang/Pekerjaan yang diserahkan Oleh : Nama Penyedia Jasa/Barang : ...

Alamat : ...

Nama Paket Pekerjaan : ...,

Nilai Pekerjaan : Rp...( ... ) Sebagaimana tersebut dalam Daftar sebagai berikut :

No. Jenis Barang/Pekerjaan Kuantitas Satuan Ukuran Keterangan ( * )

Baik Tidak Baik 1.2.

3.4.

Beri Tanda ( V ) *

Selanjutnya selaku PPHP. Akan ( Menerima, Menolak,Mengembalikan) baik sebagaian atau seluruh hasil pekerjaan ini sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Demikian Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan ini dibuat rangkap 5 ( lima ) selanjutnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Penyedia Jasa/Barang PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN

( Rekanan )

_________________ ___________________

CONTOH : 4

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 67

KOP SURAT SATUAN KERJA

...

___________________________________________________________________

BERITA ACARA

PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN ( PPHP )

---Nomor :...

Pada hari ini..., tanggal,...tahun Dua ribu tiga belas, kami yang bertanda tangan dibawah ini

1. Nama : ...Nip. ...Jabatan Ketua PPHP Yang selanjutnya disebut Pihak yang Menyerahakan

2. Nama :...Nip. ...Jabatan Pejabat Pembuat Komitmen Yang selanjutnya disebut Pihak yang Menerima

Berdasarkan Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan Tanggal...Nomor ...kami selaku Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan, Telah menerima dan memeriksa serta meneliti Hasil Pekerjaan yang telah diserahkan Oleh Penyedia barang/Jasa/Pekerjaan

Nama : ...

Alamat : ...

Nama Paket Pekerjaan :...

Nilai Pekerjaan : Rp...(...) Sebagaimana tersebut dalam Daftar sebagai berikut :

No. Jenis Barang/Pekerjaan Kuantitas Satuan Ukuran Keterangan ( * )

Baik Tidak Baik 1.2.

3.4.

Beri Tanda ( V ) *

Dengan kesimpulan bahwa, Barang/jasa/.Pekerjaan sebagaimna tersebut diatas dalam keadaan baik, sesuai dengan ketentuan perjanjian / kontrak. Selanjutnya barang- barang /jasa/ Pekerjaan tersebut kami serahkan sepenuhnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) pada Dinas/Kantar/Badan...

Demikian Berita Acara Penyerahan Hasil Pekerjaan ini dibuat rangkap 5 ( lima ) selanjutnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Pihak Penerima Pihak Yang Menyerahkan

SELAKU PPK. PANITIA /PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN

KETUA

_________________ _______________________

CONTOH : 5

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 68

KOP SURAT SATUAN KERJA

...

___________________________________________________________________

SURAT KETERANGAN PENCAIRAN DANA ...

(DAK, DBHCHT, BANPROP, TPP GURU dan Dana tranfer lainnya) TAHUN 2014

Yang bertanda tangan dibawah ini, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada ... menerangkan dengan sebenarnya bahwa :

1. Kegiatan : ………..

2. Jumlah Dana : Rp..………..

3. No. SPP : ………..

4. No. SPM : ………..

Berkas pengajuan penyerapan sebagaimana tersebut diatas dari : ………

Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui dan menyetujui PA

________________

Blitar, ……….

PPTK

_________________

CONTOH : 6

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 69

REKAPITULASI PENYERAPAN ANGGARAN ...

(DAK, DBHCHT, BANPROP, TPP GURU dan Dana Tranfer Lainnya)

Kegiatan : ...

Tahun Anggaran : ...

SKPD : ...

NO URAIAN

KEGIATAN PAGU ANGGARAN

JUMLAH PENYERAPAN

S/D YANG LALU

PENYERAPAN SAAT INI

JUMLAH PENYERAPAN

S/D SAAT INI SISA

Jumlah

PPTK

________________

Blitar, ……….

Bendahara Pengeluaran

_________________

CONTOH : 7

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 70

D. LAIN – LAIN KETENTUAN DALAM HAL PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH

1. LEMBUR

a. Pegawai Negeri Sipil dapat diperintahkan untuk melakukan kerja lembur untuk menyelesaikan tugas-tugas kedinasan yang mendesak;

b. Kepada Pegawai Negeri Sipil yang melakukan kerja lembur tiap-tiap kali selama paling sedikit 1 (satu) jam penuh dapat diberikan uang lembur;

c. Kerja lembur yang dilaksanakan pada hari kerja, pembayaran Uang Lembur paling banyak diberikan 2 (dua) jam kerja lembur sehari.

d. Jika kerja lembur dilaksanakan pada hari libur kerja, maka pembayaran Uang Lembur paling banyak diberikan 8 (delapan) jam kerja lembur;

e. Tarif Uang Lembur pada hari libur kerja sebesar 200 % dari besarnya uang lembur;

f. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur paling kurang 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1 (satu ) kali per hari ;

g. Pembayaran uang Lembur didasarkan pada daftar hadir lembur Pegawai Negeri Sipil dan dapat diajukan untuk beberapa bulan sekaligus;

h. Kelengkapan pembayaran uang lembur, terdiri dari :

- Surat Perintah Kerja Lembur yang ditandatangani PA/KPA/PPK;

- Daftar Hadir lembur.

- Daftar Pembayaran perhitungan Uang Lembur;

i. Uang lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang.

2. PERJALANAN DINAS

Untuk Perjalanan Dinas Bagi Bupati/Wakil Bupati, Pimpinan dan Anggota DPRD, Pegawai Negeri dan Pegawai Tidak Tetap akan diatur tersendiri melalui Peraturan Bupati No 47 Tahun 2014, untuk pelaksanaan perjalanan dinas Tahun Anggaran 2015

3. PERJALANAN DINAS KE LUAR NEGERI

Pemberian ijin dinas keluar negeri bagi pejabat/ pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perjalanan Dinas ke Luar Negeri dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pedoman Perjalanan Dinas ke Luar Negeri bagi Pejabat/

Pegawai di Lingkungan Kementerian dalam Negeri, Pemerintah Daerah dan

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 71

Pimpinan serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sedangkan ketentuan mengenai tarif uang harian dan tiket perjalanan dinas luar negeri mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/PMK.02/2014 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2015 :

1. Kegiatan Perjalanan Dinas ke Luar Negeri (PDLN).

a) PDLN yang diatur oleh dua ketentuan diatas dalam rangka : 1) Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Pihak Luar Negeri;

2) Pendidikan dan Pelatihan;

3) Studi Banding;

4) Seminar/ Lokakarya/ Konferensi;

5) Promosi Potensi Daerah;

6) Kunjungan Persahabatan/ Kebudayaan;

7) Pertemuan Internasional; dan/ atau

8) Penandatanganan Perjanjian Internasional.

b) PDLN dapat dilakukan apabila pelaksanaan tugasnya didalam negeri tidak ada yang mendesak. Kegiatan yang mendesak antara lain adalah :

1) Terjadi bencana alam;

2) Pemilihan Umum anggota DPR, DPD dan DPRD;

3) Pemilihan Presiden danWakil Presiden; dan

4) Pemilihan Umum Kepala Daerah danWakil Kepala Daerah.

2. Dokumen Perjalanan Dinas Luar Negeri

a) Pejabat/Pegawai yang melakukan perjalanan dinas luar negeri harus memiliki dokumen administrasi perjalanan dinas ke Luar Negeri;

b) Dokumen perjalanan dinas ke luar negeri sebagaimana dimaksud pada huruf (a) meliputi :

1) Surat izin pemerintah;

2) Paspordinas (service passport);

3) Exit permit;

4) Visa;

5) Kerangka Acuan Kerja; dan 6) Surat Undangan.

3. Tata cara Administrasi Perjalanan Dinas ke Luar Negeri

a) Bupati mengajukan surat permohonan ijin PDLN bagi Bupati/Wakil Bupati, Pimpinan dan Anggota DPRD serta pejabat/pegawai lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar kepada Sekretaris Jenderal melalui Gubernur.

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 72

b) Surat permohonan memuat : 1) Nama dan jabatan;

2) Nomor Induk Pegawai bagi Pegawai Negeri Sipil;

3) Tujuan Kegiatan;

4) Manfaat;

5) Kota/ Negara yang dituju;

6) Agenda;

7) Waktu pelaksanaan; dan 8) Sumber Pembiayaan.

c) Selain dokumen administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat 2b, diperlukan dokumen lain dalam hal kegiatan :

1) Kerjasama Pemerintah Daerah dengan pihak Luar Negeri, ditambah dengan Dokumen Naskah Kerjasama, Surat Kuasa Penuh dalam rangka kerjasama, dan Surat Konfirmasi Perwakilan Republik Indonesia di Negara tujuan.

2) Pendidikan dan pelatihan, ditambah dengan dokumen surat keterangan beasiswa.

3) Promosi potensi daerah, ditambah dengan Dokumen Surat Konfirmasi Perwakilan Republik Indonesia di Negara tujuan.

4) Kunjungan persahabatan/ kebudayaan, ditambah dengan Dokumen Surat Konfirmasi Perwakilan Republik Indonesia.

5) Penandatanganan perjanjian internasional, ditambah dengan Dokumen Naskah Kerjasama, Surat Kuasa Penuh dalam rangka kerjasama, dan Surat Konfirmasi Perwakilan Republik Indonesia di Negara tujuan.

d) Permohanan ijin PDLN diterima oleh Menteri Dalam Negeri/ Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri/ Kepala Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Kementerian Dalam Negeri paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan kecuali untuk hal-hal yang sangat mendesak, untuk mendapat rekomendasi perjalanan dinas keluar negeri.

e) Menteri Dalam Negeri/ Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri/

Kepala Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Kementerian Dalam Negeri dapat menolak atau menyetujui permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat d.

f) Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat e, disertai dengan alasan-alasan. Pejabat yang memberikan penolakan sebagai berikut :

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 73

1) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri atas nama Menteri Dalam Negeri bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi, Bupati/Wakil Bupati, Ketua danWakil Ketua DPRD Kabupaten, Anggota DPRD, Pejabat Eselon I dan atau Pejabat Eselon II.

2) Kepala Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Kementerian Dalam Negeri atas nama Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri bagi Pejabat Eselon III, Eselon IV dan atau staf.

g) Perjalanan dinas luar negeri yang dilaksanakan secara rombongan paling banyak 5 (lima) orang termasuk pimpinan rombongan dan dapat dilakukan lebih dari 5 (lima) orang termasuk pimpinan rombongan dan dapat dilakukan lebih dari 5 (lima) orang dalam hal :

1) Pendidikan dan pelatihan;

2) Perundingan dalam rangka kerjasama dengan pihak luar negeri; dan 3) Delegasi kesenian dalam rangka promosi potensi daerah.

h) Jangka waktu pelaksanaan perjalanan dinas keluar negeri paling lama 7 (tujuh) hari, kecuali untuk hal-hal yang sangat penting dan tidak memungkinkan untuk ditinggalkan.

i) Menteri Dalam Negeri/ Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri/

Kepala Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Kementerian Dalam Negeri sesuai tingkatan kewenangannya memberikan rekomendasi meneruskan rencana perjalanan dinas luar negeri kepada pejabat yang berwenang untuk mendapatkan paspor dinas, exit permit, dan rekomendasi visa setelah mendapat ijin pemerintah.

4. Pembiayaan

a) Pembiayaan perjalanan dinas luar negeri bersumber dari : 1) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;

2) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

3) Sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

b) Satuan biaya perjalanan dinas luar negeri disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan.

5. Surat Perintah Tugas (SPT)

a) Untuk Bupati/Wakil Bupati, Pejabat Eselon II dan Staf Ahli ditandatangani oleh Bupati.

b) Untuk Pimpinan dan Anggota DPRD ditandatangani oleh Ketua DPRD.

c) Untuk pejabat Eselon III, IV dan atau staf ditandatangani oleh Sekretaris Daerah atas nama Bupati.

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 74

6. Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD)

Untuk penandatanganan SPPD Lembar II dilakukan oleh Pejabat Perwakilan RI di Luar Negeri atau Penanggungjawab/ Lembaga tempat yang dituju.

7. Pelaporan

Pejabat/ Pegawai yang melakukan perjalanan dinas luar negeri wajib membuat laporan tertulis hasil perjalanan dinas keluar negeri.

a) Bupati melaporkan hasil-hasil perjalanan dinas keluar negeri kepada Sekretaris Jenderal melalui Gubernur.

b) Pejabat/ Pegawai selain Bupati melaporkan hasil-hasil perjalanan dinas ke luar negeri kepada Gubernur melalui Bupati.

c) Laporan perjalanan dinas ke luar negeri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah selesai melakukan perjalanan dinas.

d) Pejabat/ Pegawai dapat melaksanakan perjalanan dinas keluar negeri berikutnya setelah menyelesaikan seluruh laporan yang dijadikan sebagai bahan pembinaan oleh Gubernur dan Bupati.

4. BELANJA MAKAN DAN MINUM

Atas pelaksanaan belanja makanan dan minuman yang dibiayai dari APBD, berlaku ketentuan sebagai berikut :

a. Pengguna Anggaran harus tetap mempertimbangkan kecukupan pagu anggaran dan hanya dilakukan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat penting;

b. Untuk menumbuhkan dunia usaha tata boga di Kabupaten Blitar, diupayakan dalam menyediakan makanan dan minuman untuk keperluan dinas mengutamakan menu makanan dan minuman khas Blitar;

c. Untuk meningkatkan PAD Kabupaten Blitar, dalam membelanjakan makanan dan minuman untuk keperluan dinas, mengutamakan pembelian makanan dan minuman yang ada di wilayah Kabupaten Blitar;

d. Belanja makanan dan minuman pada kegiatan SKPD dikenakan Pajak Restoran sebesar 10% dari nilai yang dibelanjakan, oleh Bendahara Pengeluaran di setor ke Bank Jatim menggunakan SSPD dan dilaporkan ke Dinas Pendapatan dengan blangko SPTPD.

5. PENGELOLAAN DANA TRANSFER

Dalam rangka tertib administrasi pengelolaan dana tranfer (DAK, DBHCHT, Bantuan Propinsi dan Dana tranfer lainnya), maka demi proses pengajuan pencairan harus dilampiri :

BAB III. Penatausahaan Keuangan Daerah Page 75

a. Surat keterangan yang menyatakan bahwa dana yang dicairkan tersebut bersumber dari DAK, DBHCHT, Bantuan Propinsi dan Dana tranfer lainnya.

b. Rekapitulasi penyerapan anggaran setiap penyerapan sesuai blangko sebagaimana terlampir dalam pedoman ini, sehingga akan diketahui sampai sejauh mana realisasi penyerapan anggarannya.

6. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PEMUNGUTAN DAN

PENYETORAN PAJAK PIHAK III

Dalam rangka tertib administrasi pengendalian dan pengawasan pajak pihak III (PPh dan PPN) yang dipungut bendahara pengeluaran SKPD maupun BUD, maka setiap bulannya diwajibkan melaporkan Data Transaksi Harian (DTH) atas pajak yang dipungut oleh bendahara pengeluaran ke BPKAD yang selanjutnya akan direkap dalam Rekapitulasi Data Harian (RTH) dan dikirimkan oleh BUD/ Kuasa BUD ke kantor pajak Pratama.

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 76

BAB IV

GAJI DAN TUNJANGAN

A. PENGERTIAN UMUM

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2010 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil beserta perubahannya, bahwa setiap Pegawai Negeri berhak memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Pada dasarnya setiap Pegawai Negeri beserta keluarganya harus dapat hidup layak dari gajinya, sehingga dengan demikian ia dapat memusatkan perhatian dan kegiatannya untuk melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya. Pemerintah setiap tahun berusaha meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri, namun besarnya gaji yang dibayar harus memperhatikan kemampuan Keuangan Negara.

Sistem penggajian yang dianut untuk Pegawai Negeri Sipil adalah sistem skala tunggal digabung dengan skala ganda atau sistem skala gabungan. Dengan sistem penggajian semacam ini, Negara memberikan gaji sama kepada pegawai yang berpangkat sama dan diberikan tunjangan jabatan kepada pegawai negeri yang memikul tanggung jawab yang berat atau melakukan pekerjaan tertentu yang sifatnya memerlukan ketrampilan khusus.

B. KOMPONEN GAJI 1. Gaji Pokok

Hak gaji yang timbul atas pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil oleh pejabat yang berwenang mulai berlaku pada tanggal yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugasnya yang dinyatakan dengan surat pernyataan oleh kepala kantor/satuan organisasi yang bersangkutan dengan catatan tidak berlaku surut sebelum tanggal surat keputusan pengangkatan sebagai CPNS. Besaran gaji pokok PNS diatur dalam daftar skala gaji yang terinci menurut golongan dan ruang serta masa kerja golongan yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah, khusus bagi Calon Pegawai Negeri Sipil diberikan pokok gaji yang besarnya 80 % dari pokok gaji pada daftar skala gaji tersebut.

Gaji pokok Pegawai Negeri akan mengalami kenaikan skala gajinya sehubungan dengan bertambahnya masa kerja, kenaikan gaji istimewa karena penghargaan dan kenaikan pangkat serta perubahan akibat penyesuaian gaji pokok berdasarkan Peraturan Pemerintah.

a. Kenaikan Gaji Berkala

Seorang Pegawai Negeri Sipil (termasuk CPNS) apabila telah mencapai masa kerja tertentu serta memenuhi persyaratan nilai Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 77

dibidang tugas pekerjaannya, berhak untuk memperoleh kenaikan gaji secara berkala.

Tata cara pemberian kenaikan gaji berkala dan hak pembayarannya, sebagai berikut :

1) Pemberian kenaikan gaji berkala dilakukan dengan surat pemberitahuan oleh kepala kantor/satuan kerja setempat atas nama Pejabat yang berwenang;

2) Pemberian kenaikan gaji berkala tidak dapat berlaku surut lebih dari 2 (dua) tahun;

3) Penundaan kenaikan gaji berkala ditetapkan dengan surat keputusan oleh pejabat yang berwenang.

b. Kenaikan Gaji Istimewa

Pegawai Negeri Sipil yang menurut Sasaran Kerja Pegawai (SKP) menunjukkan nilai “amat baik”, sehingga ia patut dijadikan teladan, dapat diberikan kenaikan gaji istimewa sebagai penghargaan dengan memajukan saat kenaikan gaji berkala yang akan datang dan saat-saat kenaikan gaji berkala selanjutnya dalam pangkat yang dijabatnya pada saat pemberian kenaikan gaji istimewa itu.

Pemberian kenaikan gaji istimewa dilakukan oleh pejabat yang berwenang.

c. Kenaikan Pangkat

Kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas pengabdian PNS yang bersangkutan terhadap Negara. Selain dari pada itu, kenaikan pangkat juga dimaksudkan sebagai dorongan kepada PNS untuk lebih meningkatkan pengabdiannya. Oleh karena itu kenaikan pangkat diberikan pada orang yang tepat dan tepat waktunya.

Kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu pangkat yang lebih tinggi dari pangkat lama, diberikan gaji pokok baru berdasarkan pangkat baru yang segaris dengan gaji pokok dan masa kerja golongan dalam golongan ruang menurut pangkat lama.

Pemberian kenaikan pangkat dilaksanakan berdasarkan : 1) Kenaikan Pangkat Reguler

Kenaikan Pangkat Reguler adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada PNS yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan tanpa memperhatikan jabatan yang dipangkunya. Kenaikan pangkat reguler dapat diberikan setiap kali setingkat lebih tinggi apabila PNS yang bersangkutan:

a. Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya dan setiap unsur penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sekurang-kurangnya bernilai baik; atau

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 78

b. telah 5 (lima) tahun dalam pangkat yang dimilikinya dan setiap unsur penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sekurang-kurangnya bernilai cukup.

2) Kenaikan Pangkat Pilihan

Kenaikan Pangkat Pilihan adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada PNS yang memangku jabatan struktural atau fungsional tertentu yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Kenaikan pangkat pilihan dalam batas-batas jenjang pangkat yang ditentukan untuk jabatan yang bersangkutan.

3) Kenaikan Pangkat Istimewa

Kenaikan pangkat istimewa adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada PNS yang menunjukan prestasi kerja yang luar biasa baiknya, atau menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara.

4) Kenaikan Pangkat Pengabdian

Kenaikan Pangkat Pengabdian bagi Pegawai Negeri Sipil yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun, dapat diberikan Kenaikan Pangkat Pengabdian setingkat lebih tinggi apabila memiliki masa kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil selama :

a. sekurang-kurangnya 30 (Tiga Puluh ) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah 1 (satu) bulan dalam pangkat terakhir;

b. sekurang-kurangnya 20 (Dua Puluh ) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir;

c. sekurang-kurangnya 10 (Sepuluh ) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah 2 (Dua) tahun dalam pangkat terakhir;

d. setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir;

e. tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam 1 (satu) tahun terakhir.

5) Kenaikan Pangkat Anumerta

Kenaikan pangkat anumerta adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada PNS yang tewas dalam melaksanakan tugas.

2. Tunjangan Keluarga

Disamping gaji pokok, Pegawai Negeri Sipil yang telah berkeluarga berhak memperoleh tunjangan keluarga, yaitu :

a. Tunjangan isteri/suami sebesar 10 % dari gaji pokok;

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 79

b. Tunjangan anak sebesar 2 % dari gaji pokok dengan pembatasan untuk 2 (dua) orang anak termasuk anak tiri dan satu orang anak angkat.

Pengertian anak yang dimaksud dalam hal ini adalah :

- Anak Kandung adalah anak yang dilahirkan oleh ibu yang terikat pernikahan yang sah antara suami-istri;

- Anak Tiri adalah anak yang dibawa oleh suami/istri dari pernikahan yang terdahulu;

- Anak Angkat adalah anak orang lain yang telah diangkat oleh PNS/CPNS dengan Keputusan Pengadilan Negeri, dan hanya mendapat 1(satu) tunjangan anak angkat;

Dalam hal tunjangan keluarga, setiap PNS wajib melaporkan status susunan keluarganya tiap kali terjadi perubahan, disamping laporan rutin di setiap awal tahun anggaran.

3. Tunjangan Beras

Pegawai Negeri Sipil beserta keluarganya diberikan tunjangan beras dalam bentuk uang dan pemberian tunjangan beras diatur hal-hal sebagai berikut :

a. Harga beras sebagai dasar pemberian tunjangan pangan dalam bentuk uang di tetapkan oleh Menteri Keuangan;

b. Pemberian tunjangan anak dan tunjangan beras untuk anak dibatasi untuk 2 (dua) orang anak;

c. Dalam hal PNS yang pada saat tanggal 1 Maret 1994 telah memperoleh tunjangan anak dan tunjangan beras untuk lebih dari 2 (dua) orang anak, kepadanya tetap diberikan tunjangan untuk jumlah menurut keadaan pada tanggal tersebut;

d. Apabila setelah tanggal tersebut jumlah anak yang memperoleh tunjangan anak berkurang karena menjadi dewasa, kawin atau meninggal, pengurangan tersebut tidak dapat diganti, kecuali jumlah anak menjadi kurang dari 2 (dua);

e. Batas usia anak yang berhak atas tunjangan anak dan tunjangan beras maksimal 21 tahun;

f. Batas umum anak tersebut dapat diperpanjang dari 21 tahun hingga 25 tahun apabila anak tersebut masih bersekolah dengan menunjukkan Surat Pernyataan masih sekolah dari Kepala Sekolah/Perguruan Tinggi di setiap awal tahun anggaran;

g. Pembayaran tunjangan anak dan tunjangan beras dapat diberhentikan sebelum usia 21 tahun, apabila anak tersebut sudah kawin atau telah mempunyai pekerjaan/penghasilan sendiri.

BAB IV. Gaji dan Tunjangan Page 80

4. Tunjangan Jabatan Struktural

4. Tunjangan Jabatan Struktural

Dokumen terkait