• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Utama dan Pendukung Pada Mesin Tempel

Dalam dokumen MOTORIS. 1. Pengantar (Halaman 27-37)

MODUL 2 MOTOR TEMPEL

1. Komponen Utama dan Pendukung Pada Mesin Tempel

3. Sistem Bahan Bakar

4. Sistem Starter (Starting System)

5. Sistem Pengisian baterai (Charging System) 6. Sistem Pengapian Pada Motor Tempel 7. Pemeliharaan Dan Merawat Motor Tempel.

Metode Pembelajaran

1. Metode Ceramah.

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang motor tempel.

2. Metode Brainstroming

Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi motor tempel (Out Board).

3. Metode Tanya Jawab

Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan.

4. Metode Penugasan

Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan.

5. Metode Praktik

Metode ini digunakan untuk mempraktekkan materi Pemeliharaan dan Merawat Mesin Tempel.

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 24 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat/Media a. papan tulis b. OHP/ LCD c. laptop

d. sketsa gambar mesin e. mesin dan tool kit

2. Bahan a. Kertas;

b. Alat Tulis c. bensin

3. Sumber Belajar

a. Diktat Permesinan Kapal. Hasan Habli, M. M & Huse Mahutaher, M. Si.

Kegiatan Pembelajaran

1. Tahap awal : 10 menit

Pendidik melaksanakan apersepsi:

a. Pendidik melakukan refleksi;

b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan;

c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Tahap inti : 340 menit

a. Pendidik menyampaikan materi motor tempel (Out Board).

b. Pendidik menggali pendapat tentang materi yang telah disampaikan

c. Pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau menanggapi materi;

d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk mempraktekkan

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 25 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR pemeliharaan dan merawat Mesin Tempel.

e. Pendidik memfasilitasi pelaksanaan praktek.

f. Pendidik membahas hasil praktek dikaitkan dengan materi yang sudah diberikan.

3. Tahap akhir : 10 menit a. Penguatan materi.

Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum;

b. Cek penguasaan materi.

Pendidik mengecek penguasaan materi pembelajaran dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik.

c. Learning point.

Pendidik merumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.

4. Tes Sumatif : 90 menit

Tagihan / Tugas

-

Lembar Kegiatan

Peserta didik mempraktikkan pemeliharaan dan merawat Mesin Tempel

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 26 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Bahan Bacaan

MOTOR TEMPEL

1. Komponen Utama dan Pendukung Pada Mesin Tempel a. Komponen utama

Gambar 1.1 : mesin tempel

Komponen mesin tempel terdiri dari blok silinder, piston, katup,poros engkol (Crank Shaft), batang penggerak (Connecting Rod Ass’y), poros nok, dan roda pemberat (flywheel). (Gambar 1.1.) antara lain :

1) Silinder

Silinder dan blok motor ada yang dibuat menjadi satu tapi ada pula yang dibuat terpisah. Bahannya dibuat dari besi tuang kelabu. Untuk motor-motor yang ringan bahan ini dicampur dengan aluminium. Bahan blok dipilih agar memenuhi syarat-syarat pemakaian yaitu : Tahan terhadap suhu yang tinggi, dapat menghantarkan panas dengan baik dan tahan terhadap gesekan.

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 27 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Gambar 1.2 : Silinder.

2) Piston

Mempunyai bentuk seperti silinder, bekerja dan bergerak secara transplasi (gerak bolak-balik) didalam silinder. Fungsi Piston adalah menerima tekanan sebagai hasil pembakaran dan merubah tenaga tekanan tersebut menjadi gerak lurus. Selain itu piston merupakan bagian yang utama dari sebuah motor karena proses motor yang terdiri dari langkah pengisian, kompresi, usaha dan pembuangan gas bekas dilakukan oleh Piston.

Piston dibuat dari campuran aluminium karena bahan ini dianggap cukup memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a) Tahan terhadap temperatur yang tinggi.

b) Sanggup menahan tekanan yang bekerja padanya.

c) Mudah menghantarkan panas pada bagian sekitarnya.

d) Ringan tapi kuat.

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 28 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Gambar 1.3 : Piston 3) Cincin piston

Setiap Piston dilengkapi lebih dari satu buah cincin piston. Cincin-cincin tersebut terpasang longgar pada alur cincin. Cincin piston dibedakan atas dua macam yaitu :

a) Cincin Kompresi,

Jumlahnya satu atau dua dan untuk motor- motor yang lebih besar lebih dari dua. Fungsinya untuk merapatkan antara piston dengan dinding silinder sehingga tidak terjadi kebocoran pada waktu kompresi.

b) Cincin Minyak.

Dipasang pada deretan bagian bawah dan bentuknya sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah membawa minyak pelumas untuk melumasi dinding silinder.

Gambar : 1.4: Cincin Piston

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 29 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR c) Katup

Terdapat pada motor empat langkah, sedangkan umumnya motor dua langkah tidak memakai katup. Tugas Katup adalah untuk membuka dan menutup ruang bakar. Setiap silinder dilengkapi dengan dua buah katup. “Katup Masuk” adalah mengatur udara baru untuk masuk kedalam silinder dan “Katup Buang” adalah untuk mengatur pengeluaran gas bekas sesudah adanya pembakaran. Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang disebut Poros Nok (Chamshaft). Katup juga dibuat dari bahan yang keras dan mudah menghantarkan panas.

Gambar 1.6 : Katup

Gambar 1.5 : Batang Penggerak dan Piston

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 30 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR d) Poros engkol dan batang penggerak

Poros Engkol dan Batang Penggerak adalah untuk merubah gerak Translasi Piston menjadi gerak putar. Kedua bagian ini selalu menderita tegangan dan regangan yang sangat besar.

Karena itu harus dibuat dari bahan yang khusus dan ukuran yang tepat. Dalam keadaan diam dan berputar poros engkol selalu seimbang (Balance). bagian permukaan bantalan dikeraskan dan harus licin untuk mengurangi keausan.

Poros Engkol berputar dengan didukung oleh beberapa buah bantalan utama. Banyaknya bantalan tergantung dari jumlah silinder. Motor empat silinder mempunyai 3 (tiga) bantalan dan motor enam silinder mempunyai 4 (empat) bantalan utama. Bantalan ini dibuat dari baja yang dicampur dengan Babbit atau ada juga dengan aluminium.

Batang Penggerak dan Poros Engkol dibuat dari besi tuang. Pemasangan Batang Penggerak pada Poros Engkol juga dengan dengan memakai bantalan.

Gambar 1.7

Poros Engkol dan Batang Penggerak

e) Roda pemberat (flywheel)

Roda Pemberat berfungsi untuk meratakan putaran motor. Roda Pemberat merupakan roda gigi yang besar dan berat. Dengan adanya roda

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 31 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR pada waktu pembakaran motor dapat dikurangi.

Untuk roda pemberat tergantung dari besar kecilnya motor dan jumlah silinder. Motor yang mempunyai jumlah silinder lebih banyak, roda pemberatnya dapat dibuat lebih kecil, karena putarannya sudah lebih rata.

Disamping itu roda pemberat juga berfungsi sebagi penghubung antara putaran motor dengan kopling dan menerima putaran starter motor pada waktu starter.

Gambar 1.8 : Roda pemberat (flywheel) f) Poros nok (camshaft)

Poros Nok (Camshaft) adalah poros yang dilengkapi dengan beberapa Nok. Banyaknya nok pada sumbu ini tergantung dari jumlah silinder motor yang bersangkutan. Untuk motor 4 silinder ada 4 Nok untuk menggerakkan katup masuk, 4 untuk menggerakkan katup buang dan satu untuk menggerakkan pompa bensin. Pada waktu poros nok berputar pada sumbunya maka masing-masing nok berputar secara eksentris.

Gerakan ini menyebabkan batang katup bergerak turun dan naik.

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 32 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Poros Nok dipasang paralel dengan poros engkol. Dihubungkan dengan poros engkol dengan perantaraan roda gigi yang saling menangkap atau dengan sebuah rantai.

Perbandingan roda gigi tersebut 1 : 2. Berarti poros nok berputar satu kali maka poros engkol berputar dua kali.

Gambar 1.9 : Poros nok b. Komponen pendukung

1) Pompa pendingin air

Mesin ini menggunakan sistem pendingin air, yaitu dengan menggunakan water pump yang digerakkan / diputar langsung oleh mesin melalui AS penerus propeler (DRIVE SHAFT COMPONENT).

Gambar 1.10 Skema pompa jenis midle

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 33 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Gambar 1.11 : Skema pompa jenis low

2) Transmisi (Gear box)

Yang terdiri dari gigi pinion,gigi maju dan gigi mundur, tanpa menggunakan kopling (dari putaran mesin melalui Drive shaft component langsung menggerakkan AS Propeller. (Gambar 2.3)

3) Drive shaft component

Mesin ini berfungsi untuk memindahkan putaran mesin menjadi tenaga pendorong melalui AS dan propeller.

Dalam dokumen MOTORIS. 1. Pengantar (Halaman 27-37)

Dokumen terkait