• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTORIS. 1. Pengantar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MOTORIS. 1. Pengantar"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

MOTORIS 1 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 1. Pengantar

Sebelum mulai bekerja atau melakukan praktek menggunakan mesin Out Boat maka para peserta didik harus mengenal dan mengetahui fungsi serta bagaimana cara bekerja masing-masing komponen dari sebuah Motor Tempel.

Untuk itu buku ini bisa dipakai sebagai pedoman kerja dalam menunjang tugas sebagai motoris dilapangan.

Pada modul ini tentu saja tidak dapat mencakup seluruh komponen motor dengan berbagai variasi, model, dan tipenya, akan tetapi hanya ditekankan pada. Komponen yang utamanya saja dengan tipe yang umum terdapat pada mesin-mesin tempel yang digunakan di daerah.

Untuk membekali kemampuan tersebut di atas, maka dalam modul ini akan diuraikan secara garis besar mengenai : komponen-komponen utama dan bagaimana cara mengatasi kendala-kendala / kerusakan-kerusakan kecil yang terjadi dalam pelaksanaan tugas sebagai motoris di lapangan.

2. Standar Kompentensi

Memahami dan mampu menerapkan perawatan motor tempel (out board)

(2)

MOTORIS

Penyusun :

Tim Pokja Lemdiklat Polri T. A. 2019

Editor :

1. Kombes Pol Dr. S. M. Handayani, M. Si.

2. AKBP Noffan Widyayoko, S. IK., M. A.

3. AKBP Edi Hendrawiyatno, S. E.

4. AKP Yanto, S. H.

5. AKP Benny Satriawan

6. Penata Wita Puspitaari, S. Pd.

7. IPDA Achmad Subekti T., S. Pd.

8. Penda Paramita Rahmadani, A. Md.

Bahan Ajar (Hanjar Pendidikan Polri) Pendidikan Pembentukan Tamtama Polair

Diterbitkan oleh:

Bagian Kurikulum Bahan Ajar Pendidikan Pembentukan Biro Kurikulum

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri

Hak cipta dilindungi Undang-Undang

Dilarang menggandakan sebagian atau seluruh isi Bahan Ajar (Hanjar) Pendidikan Polri ini, tanpa izin tertulis dari Kalemdiklat Polri.

(3)

PIPANISASI v PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

DAFTAR ISI

Sambutan Kalemdiklat Polri ... i

Kep Kalemdiklat Polri ... iii

Lembar Identitas buku ... v

Daftar Isi ... vi

Pendahuluan ... 1

Standar Kompetensi ... 1

MODUL 1 MOTOR BAKAR Pengantar ... 2

Kompetensi Dasar ... 2

Materi Pelajaran ... 2

Metode Pembelajaran ... 3

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar ... 3

Kegiatan Pembelajaran ... 4

Tagihan / Tugas ... 4

Lembar Kegiatan ... 5

Bahan Bacaan ... 5

1. Pengertian Dan Cara Kerja Motor Bakar; ... 5

2. Proses Pembakaran Pada Motor Bakar;... 10

3. Sistem Pelumas Motor Bakar ... 17

Rangkuman ... 21

Latihan ... 21

MODUL 2 MOTOR TEMPEL Pengantar ... 22

Kompetensi Dasar ... 22

Materi Pelajaran ... 23

Metode Pembelajaran ... 23

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar ... 24

Kegiatan Pembelajaran ... 24

(4)

PIPANISASI vi PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Tagihan / Tugas ... 25

Lembar Kegiatan ... 25

Bahan Bacaan ... 26

1. Komponen Utama dan Pendukung Pada Mesin Tempel ... 26

2. Sistem Pendingin pada Motor Tempel ... 33

3. Sistem Bahan Bakar ... 37

4. Sistem Starter (Starting System) ... 40

5. Sistem Pengisian Baterai (Charging System) ... 44

6. Sistem Pengapian Pada Motor Tempel ... 48

7. Pemeliharaan Dan Merawat Mesin Tempel ... 57

Rangkuman ... 75

Latihan ... 76

(5)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 1 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

HANJAR

MOTOR TEMPEL

12 JP ( 540 menit)

Pendahuluan

Sebelum mulai bekerja atau melakukan praktek menggunakan mesin Out Boat maka para peserta didik harus mengenal dan mengetahui fungsi serta bagaimana cara bekerja masing-masing komponen dari sebuah Motor Tempel. Hanjar bisa dipakai sebagai pedoman kerja dalam menunjang tugas sebagai motoris dilapangan.

Pada hanjar ini tentu saja tidak dapat mencakup seluruh komponen motor dengan berbagai variasi, model, dan tipenya, akan tetapi hanya ditekankan pada komponen yang utamanya saja dengan tipe yang umum terdapat pada mesin-mesin tempel yang digunakan di Polair.

Untuk membekali kemampuan tersebut di atas, maka dalam hanjar ini akan diuraikan secara garis besar mengenai : komponen- komponen utama dan bagaimana cara mengatasi kendala-kendala / kerusakan-kerusakan kecil yang terjadi dalam pelaksanaan tugas sebagai motoris di lapangan.

Standar Kompetensi

Memahami dan mampu menerapkan pengoperasionalan dan pemeliharaan serta perawatan motor tempel (out board).

(6)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 2 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Pengantar

Dalam hanjar ini membahas materi tentang pengertian, cara kerja, proses pembakaran dan sistem pelumas mesin motor bakar.

Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami motor bakar.

Kompetensi Dasar

Memahami Motor Bakar Indikator hasil belajar :

1. Menjelaskan pengertian dan cara kerja motor bakar;

2. Menjelaskan proses pembakaran pada motor bakar;

3. Menjelaskan sistem pelumas motor bakar.

Materi Pelajaran

Pokok Bahasan:

Motor Bakar

Sub Pokok Bahasan:

1. pengertian dan cara kerja motor bakar;

2. proses pembakaran pada motor bakar;

3. sistem pelumas motor bakar

HANJAR

01

MOTOR BAKAR

2 JP ( 90 menit)

(7)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 3 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Metode Pembelajaran

1. Metode Ceramah.

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang motor bakar.

2. Metode Brainstorming (curah pendapat)

Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi motor bakar.

3. Metode Tanya Jawab

Metode ini digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang materi yang telah diberikan.

4. Metode Penugasan

Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan.

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat/Media a. papan tulis b. OHP/ LCD c. laptop

d. sketsa gambar mesin

2. Bahan a. Kertas;

b. Alat Tulis

3. Sumber Belajar

a. Diktat Permesinan Kapal. Hasan Habli, M. M & Huse Mahutaher, M. Si.

(8)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 4 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Kegiatan Pembelajaran

1. Tahap awal : 10 menit

Pendidik melaksanakan apersepsi:

a. Pendidik memperkenalkan diri b. Pendidik melakukan pencairan

c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Tahap inti : 70 menit

a. Pendidik menyampaikan materi Motor Bakar;

b. Pendidik menggali pendapat tentang materi yang telah disampaikan;

c. Pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau menanggapi materi;

d. Pendidik menyimpulkan materi pelajaran.

3. Tahap akhir : 10 menit a. Penguatan materi.

Pendidikmemberikan ulasan dan penguatan materi secara umum;

b. Cek penguasaan materi.

Pendidikmengecek penguasaan materi pembelajaran dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik;

c. Learning point.

Pendidikmerumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.

d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk membuat resume.

Tagihan / Tugas

Peserta didik mengumpulkan hasil resume materi cara kerja Motor Bakar.

(9)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 5 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Lembar Kegiatan

Peserta didik meresume materi motor bakar

Bahan Bacaan

MOTOR BAKAR

1. Pengertian dan Cara Kerja Motor Bakar a. Pengertian motor bakar

Motor Pembakaran didalam atau yang lazim disebut dengan Motor Bakar adalah Pesawat yang dapat mengubah tenaga yang terkandung didalam bahan bakar menjadi panas dan dari panas diubah menjadi tenaga gerak. Pembakaran itu berlangsung didalam silinder, karena itulah ia disebut dengan motor pembakaran didalam (The Internal Combustión Engine).

Yang termasuk Motor Pembakaran didalam adalah: Motor Bensin, Motor Diesel dan Turbin Gas. Sedangkan Turbin Uap yang dibuat untuk tujuan yang sama dengan motor bakar digolongkan pada motor pembakaran diluar.

Proses pembakaran yang terjadi pada motor, tidak lain dari suatu reaksi kimia yang berlangsung pada temperatur yang tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat. Reaksi Kimia ini disebut suatu reaksi yang Exotherm, dimana dari reaksi ini dilepaskan/dihasilkan sejumlah besar panas. Panas tersebut merupakan tenaga aliran yang kuat dan mendorong Piston.

Dan akibatnya Piston bergerak. Gerakan Piston merupakan gerak lurus bolak-balik yang disebut juga gerak Tranlasi.

Oleh poros engkol dan betang penggerak gerakan ini diubah menjadi gerak putar.

b. Motor bensin empat langkah

Yang dimaksud dengan Motor Bensin Empat Langkah adalah bila satu kali proses pembakaran, terjadi pada setiap langkah gerakan Piston atau dua kali putaran poros engkol.

Dengan anggapan bahwa katup masuk dan katup buang terbuka dan tertutup tepat pada waktu Piston berada pada

(10)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 6 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Titik Mati Atas (TMA) dan Titik Mati Bawah (TMB) maka siklus motor empat langkah dapat diterangkan sebagai berikut :

1) Langkah Pengisian

Piston bergerak dari TMA ke TMB. Pada ruangan di atas Piston terjadi pembesaran volume yang menyebabkan tekanan menjadi berkurang. Tekanan kurang tersebut mengakibatkan terjadinya hisapan terhadap campuran udara bahan bakar dari karburator.

Keadaan katup masuk terbuka dan katup buang tertutup.

2) Langkah Kompresi

Piston bergerak dari TMB ke TMA mengadakan Kompresi terhadap campuran udara bahan bakar yang baru saja masuk pada langkah pengisian. Tekanan dan temperatur menjadi naik sedemikian rupa sehingga campuran udara bahan bakar berada dalam keadaan yang mudah sekali untuk terbakar. Sebelum langkah Kompresi berakhir maka busi mengadakan pembakaran. Kedua katup tertutup.

3) Langkah Usaha

Akibat adanya pembakaran maka pada ruang bakar terjadi panas dan pemuaian yang tiba-tiba. Pemuaian tersebut mendorong Piston untuk bergerak dari TMA ke TMB. Kedua katup masih dalam keadaan tertutup rapat sehingga seluruh tenaga panas men dorong Piston untuk bergerak.

4) Langkah Buang

Gas bekas yang tidak banyak mengandung tenaga lagi dikeluarkan melalui katup buang. Katup buang dalam keadaan terbuka sementara Piston bergerak dari TMB ke TMA.

(11)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 7 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar 1.1 : Motor bensin empat langkah

c. Motor bensin dua langkah

Pada Motor Bensin Dua Langkah, setiap siklus terdiri dari dua langkah Piston atau satu kali putaran poros engkol. Jadi satu kali langkah usaha terjadi pada setiap dua langkah Piston . Proses yang terjadi pada motor empat langkah juga terjadi pada motor dua langkah, hanya masing-masing proses tidak terjadi pada satu langkah penuh. Langkah- langkah tersebut adalah :

Position, intake stroke and compression stroke

(12)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 8 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 1) Langkah Naik (Upward Stroke) gambar 1.4

Piston bergerak dari TMB ke TMA. Beberapa saat sebelum Piston sampai di TMB, gas bekas pembakaran sudah mulai dikeluarkan dan campuran udara bahan bakar barupun sudah mulai dimasukkan.

Langkah ini merupakan langkah Kompresi. Pada waktu Piston hampir mencapai TMA busi mengadakan pembakaran.

2) Langkah Turun (Downward Stroke)

Dengan adanya pembakaran pada akhir langkah naik maka terjadi panas dan pemuaian yang tiba-tiba. Piston bergerak dari TMA ke TMB. Sebelum Piston mencapai TMB maka lobang buang sudah terbuka. Lobang masukpun kemudian terbuka pula. Gas baru masuk dan sekaligus mendorong gas bekas keluar.

Suatu hal yang sangat penting pada motor dua langkah ini adalah adanya lubang-lubang masuk dan buang sebagai pengganti katup. Piston yang bergerak dari TMB ke TMA dan sebaliknya menutup dan membuka lubang-lubang tersenut. Jadi motor dua langkah umumnya tidak mempunyai katup masuk dan katup buang.

Kelemahan yang paling menonjol pada motor dua langkah adalah sangat singkatnya waktu yang tersedia untuk pemasukkan dan pembuangan gas bekas.

Akibatnya bahan bakar baru, ada yang tercampur dengan gas bekas atau sudah terbuang keluar bersama gas bekas sebelum sempat terbakar. Tapi kelemahan ini telah diusahakan untuk memperkecilnya dengan membuat bermacam sistem pembilasan.

Pada motor bensin dua langkah, karena pemasukkan dan pengeluaran gas baru dan gas bekas tidak diatur oleh klep maka terdapat beberapa kelemahan yaitu : a) Dengan adanya lubang Tranfer (Transfer Port) dan

lubang Buang (Exhaust Port), maka kompresi tidak dimulai dari TMB. Kerugian ini tidak sama pada masing-masing motor, berkisar antara 20-45 %.

Berarti lubang baru tertutup pada waktu Piston sudah bergerak adakalanya 80o putaran sesudah TMB (lihat diagram pembukaan-pemasukkan motor dua langkah).

b) Terlalu sedikit waktu untuk pemasukkan gas baru dan pembuangan gas bekas, sehingga besar

(13)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 9 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR kemungkinan sebagian gas bekas tidak sempat keluar dan sebaliknya ada juga gas baru yang sudah keluar sebelum terbakar.

d. Cara Memasukkan Gas Baru

Dilihat dari cara pemasukkan gas baru yang terdiri dari campuran bahan bakar dan udara maka konstruksi motor dua langkah, ada dua macam yaitu :

1) Gas baru masuk melalui lubang masuk, yang terletak tepat diatas garis TMB. Oleh Piston yang bergerak dari TMA ke TMB gas tersebut didesak masuk ke ruang karter. Pada ruangan ini gas tersebut berpusar sehingga campurannya menjadi lebih baik. Selanjutnya jika Piston mencapai TMB maka lubang transfer terbuka dan gas tersebut langsung masuk ke dalam silinder.

2) Gas buang keluar melalui klep buang, jika untuk jenis pertama di atas terdapat tiga lubang, maka jenis ini ada satu lubang masuk dan satu klep. Cara ini umumnya dipakai untuk motor diesel dua langkah, sedangkan cara pertama dipakai untuk motor bensin. Pemasukkan gas baru dibantu dengan sebuah Supercharger.

Gambar 1.2 : motor bensin dua langkah

(14)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 10 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2. Proses Pembakaran Pada Motor Bakar

a. Proses pembakaran

Proses Pembakaran adalah Peristiwa perubahan yang berlangsung mulai dari bahan bakar sampai terjadinya tenaga yang berguna dalam bentuk gerak (Tenaga Kinetis) dengan memanfaatkan campuran sebagai berikut :

1) Panas

Motor Pembakaran Didalam seluruh tenaga yang ada adalah hasil pembakaran bahan bakar didalam silinder atau lebih tepatnya didalam Ruang Bakar. Bahan Bakar jenis bensin dibakar dengan Oksigen yang tersedia didalam udara, dihasilkan ”Tenaga Panas”. Kemudian tenaga panas tersebut segera diubah menjadi tenaga yang berguna.

Tenaga Panas dapat diukur dengan bilangan (satuan) Joule atau Kalori. Saat ini yang lazim dipergunakan British Thermal Unit (BTU) dan Kalori untuk mengukur tenaga panas dengan konversi sebagai berikut :

1 Kj = 0,948 Btu atau 1 Btu = 1,06 kJ 1 Btu = 0,252 kkal atau 1 kkal = 3.968 Btu Satuan tenaga panas tersebut diatas dihitung sebagai panas yang dihasilkan oleh bahan bakar pada berat tertentu.

2) Bahan bakar

Bahan bakar yang dipakai untuk kendaraan bermotor adalah bensin dan solar (minyak Diesel). Sifatnya mudah menguap dan tidak berwarna, didapatkan dengan mendestilasi minyak mentah (Crude Oil).

Komposisiya terdiri dari Carbon dan Hidrogen dengan perbandingan kira-kira 85% dan 15% dalam berat.

Bahan bakar ini akan bercampur dengan udara, yang terdiri dari sekitar 23% Oksigen dan 77% Nitrogen. Bila bunga api (Spark) dinyalakan didalam silinder maka terjadilah pembakaran. Dengan adanya peristiwa pembakaran, maka Hidrogen akan menjadi air (H2O) dengan Oksigen; sedangkan Carbon akan membentuk CO2 dan CO.

Pada motor Diesel juga terjadi hal yang sama, akan tetapi terdapat suatu perbedaan yang Prinsip yaitu Pembakaran terjadi tidak disebabkan oleh bunga api, melainkan pembakaran itu terjadi akibat temperatur yang cukup tinggi, akibat kompresi.

(15)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 11 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 3) Perbandingan campuran dan udara dan bahan bakar

Campuran antara lain udara dan bahan bakar, haruslah pada perbandingan tertentu, jika kita menginginkan suatu pembakaran yang sempurna. Perbandingan yang baik adalah kira-kira 15 : 1 dalam berat. Artinya 15 kg udara membutuhkan 1 kg bahan bakar atau dapat juga dikatakan untuk pembakaran 1 cc bahan bakar dibutuhkan lebih kurang 1 M3 udara. Jika ternyata pada waktu pembakaran jumlah udara jumlah udara kurang dari perbandingan tersebut, maka dikatakan campuran tersebut gemuk. Akibatnya tidak semua Carbon terbakar menjadi CO2, tetapi sebagian akan membentuk CO (Karbon Monoksida). Pembakaran yang tidak sempurna ini tidak saja menyebabkan kerugian tenaga, tetapi juga gas CO sisa pembakaran adalah berbahaya (racun).

Jika campuran kelebihan udara, dikatakan campuran tersebut kurus. Sebagian Oksigen tidak ikut bereaksi dan akan keluar dari silinder. Hal ini juga mengakibatkan kerugian tenaga. Dan bila campuran terlalu kurus, motor dengan cepat akan menjadi panas.

Untuk penghematan pemakaian bahan bakar, jika motor tidak berbeban, biasanya penyetelan campuran udara dan bahan bakar dibuat sedikit kurus, kira-kira 17 : 1.

Akan tetapi jika kita menginginkan tenaga yang agak besar, campuran dibuat lebih gemuk sampai 13 : 1.

Berarti semua oksigen yang masuk dimanfaatkan akan tetapi memang pemakaian bahan bakar akan lebih banyak. Untuk penambahan tenaga sebanyak 6 %, dibutuhkan penambahan bahan bakar sebanyak 18 %.

b. Induksi ( pemasukan udara )

Induksi adalah proses pemasukan udara kedalam silinder.

Masalah ini juga mempunyai pertalian yang sangat besar dengan proses pembakaran. Untuk motor bensin, masuknya udara kedalam silinder sekaligus membawa bahan bakar.

Bahkan keduanya datang bersama – sama dalam bentuk campuran.

Pada waktu Piston bergerak dari TMA ke TMB pada langkah pengisian, maka didalam silinder terjadi

”Tekanan Kurang”. Udara dari atmosfir akan segera mengisi melalui karburator. Karena udara tersebut masuk dengan suatu kecepatan, maka tekanan udara didalam silinder tersebut dapat mencapai 1,01 atm. Bagi motor yang

(16)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 12 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR mempunyai silinder lebih dari satu, sebelum masuk ke dalam silinder ia melalui sebuah Manifold. Manifold berfungsi untuk mengatur distribusi pemasukan campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder dan sekaligus memanaskan campuran tersebut.

c. Perbandingan kompresi

Untuk mendapatkan pembakaran yang cepat dan sempurna sehingga dihasilkan suatu tekanan yang sangat kuat pada langkah tenaga (Power), maka campuran udara dan bahan bakar haruslah dikompresi (dipadatkan). Pemadatan (Kompresi) campuran ini dilakukan didalam ruang bakar.

Perbandingan Kompresi adalah perbandingan ”Volume”

ruang diatas Piston, pada posisi TMB dengan posisi TMA.

Pada saat ini rata-rata angka kompresi yang dipergunakan 8 : 1 ; sampai 9,5 : 1. Dengan menaikkan perbandingan kompresi berarti menaikkan “Tekanan Kompresi”. Hasil yang positif yang didapatkan adalah naiknya

“Thermal Effisiensi”. Akan tetapi usaha untuk menaikkan Thermal Effisiensi ini dibatasi oleh adanya peristiwa detonasi.

Definisi yang lain untuk perbandingan kompresi yaitu sama dengan jumlah volume langkah ditambah volume ruang bakar, dibagi volume ruang bakar.

(17)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 13 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar 1.3 : pengukuran kompresi

d. Tekanan kompresi

Tekanan Kompresi adalah tekanan campuran udara dan bahan bakar didalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi. Motor yang perbandingan kompresinya lebih tinggi juga mempunyai tekanan kompresi yang tinggi. Sesudah terjadi pembakaran maka tekanan didalam ruang bakar akan naik lebih kurang menjadi empat kali tekanan kompresi.

Misalnya bila tekanan kompresi besarnya 7 Kg/cm2, maka sesudah pembakaran, tekanan akan naik menjadi + 28 kg/cm². Apabila tekanan kompresi dapat dinaikkan menjadi 10 kg/cm², maka tekanan yang dihasilkan sesudah pembakaran akan lebih jauh tinggi yaitu 40 kg/cm².

Salah satu usaha untuk mendapatkan tekanan kompresi yang lebih tinggi yaitu dengan mengatur agar udara luar dapat masuk kedalam silinder dengan kecepatan yang lebih tinggi. Khusus untuk motor diesel dipergunakan Supercharger dan Turbocharger yang bekerja seperti kompresor untuk membantu dan memperbanyak jumlah udara yang masuk kedalam silinder.

(18)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 14 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR e. Detonasi

Bila tekanan kompresi terlalu tinggi, maka campuran bahan bakar dan udara cenderung untuk terbakar (meledak) dengan sendirinya. Hal yang demikian disebut dengan detonasi atau mengetuk (Knocking). Akibatnya akan terjadi:

1) Timbulnya bunyi yang mengganggu.

2) Hilangnya sebagian tenaga.

3) Motor menjadi panas.

4) Meningkatnya pemakaian bahan bakar.

5) Rusaknya komponen-komponen motor; Piston , batang penggerak, poros engkol dan busi.

Perencanaan bentuk dan susunan ruang bakar yag baik, sangat banyak membantu untuk mengurangi detonasi.

Beberapa usaha yang penting diketahui untuk mencegah detonasi adalah :

1) Memelihara sistem pendinginan dengan baik, sehingga temperatur ruang bakar tidak memungkinkan bahan bakar terbakar dengan sendirinya.

2) Penempatan busi yang lebih dekat dengan katup buang (bagian yang lebih panas), menyebabkan bahan bakar akan mulai terbakar mulai dari daerah yang panas tersebut.

3) Membersihkan lapisan terak carbon yang sudah tebal pada kepala silinder. Lapisan Carbon tersebut selain memperkecil volume ruang bakar, juga akan menghalangi pendinginan kepala silinder.

4) Mempergunakan bahan bakar dengan nilai Oktan yang lebih tinggi.

f. Nilai oktan

Kemampuan dari suatu bensin untuk mencegah detonasi disebut Oktan atau (Anti Knock-Rating). Para ahli dari industri minyak bumi telah menentukan suatu cara untuk mengatur nilai oktan dari bensin. Pengukuran tersebut dilakukan dengan mempergunakan sebuah motor satu silinder dengan perbandingan kompresi yang dapat diatur, dan dikenal dengan C.F.R. (Cooperative Fuel Research).

Iso Oktan adalah bahan bakar yang sangat sukar untuk mengetuk, dipakai sebagai Standar dengan nilai Oktan 100, sedangkan n (Normal) Heptan adalah bahan bakar yang

(19)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 15 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR sangat mudah mengetuk ditetapkan sebagai standar nilai Oktan (0). Banyaknya iso-oktan yang terdapat didalam campurannya dengan n-heptan dalam prosentase dinyatakan sebagai ”Nilai Oktan” dari bahan bakar terbakar tersebut.

Misalnya untuk bahan bakar yang mempunyai nilai Oktan 87, berarti ia terdiri dari 87% iso oktan dan 13% n-heptan.

Bilangan Oktan dari bensin yang berkualitas terendah adalah 50 dan untuk pemakaian khusus dapat mencapai sekitar 120.

Bila nilai oktan suatu bahan bakar terlalu rendah, maka pada waktu pembakaran hanya akan menghasilkan tenaga yang kecil. Tenaga tersebut hanya mampu menghasilkan ketukan (pukulan) saja terhadap Piston. Keadaan yang diinginkan adalah tenaga yang dihasilkan tersebut mendorong Piston, jadi tidak hanya berbentuk pukulan saja.

Pada kenyataannya sekarang banyak orang mempergunakan bahan bakar yang bernilai oktan 100 atau lebih. Timbullah pertanyaan bagaimana caranya untuk mencapai nilai Oktan yang lebih dari 100 tersebut ?

Nilai Oktan suatu bahan bakar tidak hanya dapat dinaikkan dengan penambahan prosentase dari iso-oktan, tapi cara yang lebih lazim dipergunakan ialah dengan menambah unsur TEL (Tetra Ethyl Lead). Premium yang dipakai sekarang adalah bensin yang ditingkatkan nilai Oktannya.

Penambahan TEL untuk mendapatkan nilai Oktan tinggi adalah sekitar 0,05% dalam volume.

g. Gas bekas

Merupakan gas sisa-sisa pembakaran yang terdiri dari Carbon, Hydrogen, Oksigen dan Nitrogen. Carbon dengan Oksigen membentuk CO dan CO2 dan Hidrogen dengan Oksigen menjadi air. Sedangkan Nitrogen merupakan unsur ikutan saja (tidak turut terbakar) dan keluar dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti pada waktu masuk kedalam silinder.

Makin sempurna pembakaran, jumlah CO makin sedikit.

Pada pembakaran yang tidak sempurna sejumlah bahan bakar (unsur-unsur C dan H) terbuang ke udara. Selain mengotori udara (polusi), Gas ini juga berbahaya dan tergolong sebagai racun industri.

Pada beberapa jenis motor, gas buang yang masih mempunyai temperatur tinggi ini, panasnya dimanfaatkan.

Motor dilengkapi dengan sebuah Turbocharger yaitu alat untuk membantu pemasukkan udara baru kedalam silinder pada waktu langkah pengisian. Caranya cukup sederhana yaitu dengan mengambil sebagian kecil gas buang tersebut

(20)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 16 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR dari manifold buang.

h. Pengaturan katup

Pembukaan dan penutupan katup dilakukan oleh gerakkan poros Nok. Karena itu posisi poros nok terhadap putaran poros engkol tidak boleh berubah sedikitpun. Poros nok dan poros engkol dihubungkan oleh roda gigi yang saling menangkap atau dengan perantaraan sebuah rantai. Untuk menjamin posisi yang tepat dan tidak berubah pada waktu bongkar pasang maka pada kedua gigi yang berhubungan diberi tanda ( Gambar 1.6 )

Gambar 1.4 : roda gigi yang saling menangkap

Hal lain yang sangat perlu untuk diketahui adalah adanya masalah pembukaan pendahuluan dan penutupan susulan pada katup masuk dan katup buang. Dalam mempelajari proses motor 4 langkah, pada mulanya katup masuk dan katup buang dianggap terbuka dan tertutup tepat pada waktu Piston berada di TMA dan atau di TMB. Dalam praktek hal itu tidak pernah terjadi, bahkan ada yang menyimpang cukup jauh. Katup masuk sudah membuka sebelum Piston melewati TMB. Gunanya adalah untuk mendapatkan pemasukkan udara yang lebih banyak. Begitu juga katup buang telah terbuka sebelum Piston mencapai TMB dan tertutup pada waktu Piston mencapai TMA. Pada gambar 1.7 dapat dilihat sebagai contoh dengan keterangan sebagai berikut :

(21)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 17 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 1) Katup masuk terbuka selama 15o + 180o + 57o = 252o

putaran.

2) Katup buang terbuka selama 57o + 180o + 15o = 252o putaran.

Penyimpangan pembukaan dan penutupan katup – katup ini pada berbagai jenis motor tidak ada yang sama dan tentu saja tergantung pada perencanaannya. Pada buku petunjuk motor selalu dicantumkan pembukaan dan penutupan katup- katup ini. Dalam jangka waktu tertentu harus disesuaikan melalui penyetelan katup

3. Sistem Pelumas Motor Bakar a. Kegunaan dari pelumas

Setiap motor terdiri dari bagian-bagian yang bergerak satu sama lainnya. Karena itu pada setiap motor juga terjadi banyak sekali peristiwa gesekan. Jika hal ini dibiarkan sebagaimana adanya maka dalam waktu beberapa detik saja

Gambar 1.5 : diagram pembukaan dan penutupan katup

Keterangan:

The four-stroke cycle 1=TDC

2=BDC A: Intake

B: Compression C: Power D: Exhaus

(22)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 18 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR mesin itu akan menjadi panas. Sesuai dengan sifat fisik dari Logam, motor tersebut akan segera pecah atau meledak.

Untuk menghindarkan hal yang demikian, maka gesekan yang terjadi haruslah dikurangi sebesar mungkin. Caranya dengan memberikan pelumasan, yaitu dengan memebrikan suatu lapisan minyak (film) antara dua permukaan yang bergesek. Dengan demikian tidak terjadi gesekan yang langsung antara logam dengan logam. kegunaan dari pelumasan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Mengurangi terjadinya panas pada gesekan.

2) Mengurangi kerugian tenaga akibat gesekan yang berarti memperbesar randemen mekanis.

3) Menghindari adanya bunyi.

4) Mendinginkan.

5) Menutup kebocoran.

b. Jenis Miyak Pelumas

Ditinjau dari bentuknya minyak pelumas terbagi menjadi dua macam jenis yaitu :

1) Minyak Pelumas Cair/liquid ( Oli )

Mempunyai bermacam-macam kekentalan.

Untuk masing-masing penggunaan dipakai kekentalan tertentu sesuai dengan petunjuk yang diizinkan oleh perencana motor tersebut. Satuan yang paling umum dipakai adalah The Society of Automotive Engineer (SAE). Angka yang lebih besar menunjukkan minyak yang lebih kental. Didalam perdagangan tersedia minyak pelumas dengan kekentalan SAE 5 W; SAE 10 W; SAE 20 W; SAE 30 W; SAE 40 W; SAE 60 W;

SAE 90 W dan SAE 140 W. Disamping itu masih terdapat pelumas dengan kekentalan SAE 5 W dan 10 W yang dipakai untuk daerah yang mengalami musim dingian (Winter), jadi tidak dipakai di Indonesia.

Standartd kekentalan SAE diukur pada temperature 210o F. Sedangkan SAE Winter diukur pada temperature 0o F.

Pada motor tempel penggunaan minyak pelumas (Mesin 2 tak) SAE 20 W (Mesin 4 tak) klasifikasi API : SE, SF, SG, SH, SJ, nilai viskositasnya SAE 10 W - 50 dengan perbandingan 25 : 1 baik mesin baru maupun mesin lama, dengan ketentuan sebagai berikut :

BBM 1 L

( 0,26 US gal, 0, 22 lmp gal )

12 L ( 3,2 US gal, 2,6 lmp gal )

14 L ( 3,7 US gal, 3,1 lmp gal )

24 L ( 6,3 US gal,

5,3 lmp gal ) BMP 0,04 L 0, 48 L 0,56 L 0,96 L

(23)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 19 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR ( 0,04 US qt,

0,04 lmp qt )

( 0, 51 US qt, 0, 42 lmp qt )

( 0,569 US qt, 0,49 lmp qt )

( 1,01 US, qt 0,84 lmp qt )

2) Minyak Pelumas Setengah Padat/semi solid (Gemuk)

Memiliki daya lekat (Adhesive) yang lebih tinggi daripada minyak pelumas cair. Dipergunakan untuk melumasi titik-titik putar dan bantalan. Pemakaian minyak pelumas gemuk tidak dapat digantikan oleh minyak pelumas cair. Bantalan peluru harus selalu dilumasi dengan gemuk. Gemuk dapat berfungsi dengan baik dalam waktu yang relative cukup lama tanpa penggantian. Dalam perdagangan kekentalan gemuk hanya dibedakan dengan memakai nomor seperti No. 1 sampai No. 5.

c. Sistem Pelumasan Motor

Bagian-bagian yang memerlukan pelumasan pada motor yaitu bantalan, roda gigi, dinding silinder dan lain- lain.

Minyak pelumas harus dapat didistribusi ke bagian tersebut.

Ada 2 (dua) sistem pelumasan yaitu : 1) Sistem Recik (The Splash Sistem)

Sistem ini merupakan sistem yang sederhana dan dipakai untuk motor yang berukuran kecil. Pada batang penggerak dilengkapi dengan alat yang berbentuk sendok, sehingga pada waktu bergerak, bagian tersebut mencebur kedalam karter yang berisi minyak pelumas dan melemparkan minyka tersebut pada bagian – bagian yang memerlukan pelumasan. Bagian yang banyak memerlukan minyak pelumasan yaitu bantalan utama dari poros engkol, diperlukan pompa untuk mengantarkan minyak pelumas melalui saluran – saluran. ( Gambar 1.6)

Gambar 1.6: Pelumasan Sistem Recik 2) Sistem Tekan (The Pressure Sistem)

(24)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 20 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Sistem yang lebih sempurna. Minyak pelumas dialirkan pada bagian yang memerlukan pelumasan dengan suatu tekanan dari pompa minyak pelumas. Ada dua macam konstruksi pompa (lihat gambar) yang banyak digunakan adalah dengan memakai roda gigi. Dengan suatu tekanan, minyak pelumas mengalir melalui saluran dan pipa ke bagian-bagian seperti bantalan, roda gigi, ring Piston . Sedangkan untuk melumasi dinding silinder tetap dengan mempergunakan sistem recik. Cara ini sebenarnya merupakan gabungan dan sistem recik dan dibantu dengan sistem pompa.

(Gambar 5.2) Pompa Minyak Pelumas

Gambar 1.7 : konstruksi pompa

Gambar 1.8: konstruksi pompa

(25)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 21 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Rangkuman

1. Motor Pembakaran didalam atau yang lazim disebut dengan Motor Bakar adalah Pesawat yang dapat mengubah tenaga yang terkandung didalam bahan bakar menjadi panas dan dari panas diubah menjadi tenaga gerak. Pembakaran itu berlangsung didalam silinder, karena itulah ia disebut dengan motor pembakaran didalam (The Internal Combustión Engine).

2. Yang dimaksud dengan Motor Bensin Empat Langkah adalah bila satu kali proses pembakaran, terjadi pada setiap langkah gerakan Piston atau dua kali putaran poros engkol

3. Induksi adalah proses pemasukan udara kedalam silinder.

Masalah ini juga mempunyai pertalian yang sangat besar dengan proses pembakaran. Untuk motor bensin, masuknya udara kedalam silinder sekaligus membawa bahan bakar. Bahkan keduanya datang bersama-sama dalam bentuk campuran.

4. Kegunaan dari pelumasan dapat disimpulkan sebagai berikut:

a. mengurangi terjadinya panas pada gesekan.

b. mengurangi kerugian tenaga akibat gesekan yang berarti memperbesar randemen mekanis.

c. menghindari adanya bunyi.

d. mendinginkan.

e. menutup kebocoran

Latihan

1. Jelaskan pengertian dan cara kerja motor bakar!

2. Jelaskan proses pembakaran pada mesin bakar!

3. Jelaskan sistem pelumas motor bakar!

(26)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 22 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

HANJAR

02

MOTOR TEMPEL

10 JP ( 450 menit)

Pengantar

Dalam hanjar ini membahas materi tentang komponen utama dan pendukung pada mesin tempel, sistem pendingin pada motor tempel, sistem bahan bakar, sistem starter (Starting System), sistem pengisian baterai (Charging System), sistem pengapian pada motor tempel serta pemeliharaan dan merawat mesin tempel.

Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami dan mampu menerapkan motor tempel (Out Board).

Kompetensi Dasar

Memahami dan mampu menerapkan motor tempel (Out Board) Indikator hasil belajar :

1. Menjelaskan Komponen Utama dan Pendukung Pada motor Tempel;

2. Menjelaskan Sistem Pendingin pada Motor Tempel;

3. Menjelaskan Sistem Bahan Bakar;

4. Menjelaskan Sistem Starter (Starting System);

5. Menjelaskan Sistem Pengisian (Charging System Battery);

6. Menjelaskan Sistem Pengapian Pada Motor Tempel;

7. Menjelaskan pemeliharaan dan perawatan motor tempel;

8. Mempraktikkan cara kerja motor tempel;

9. Mempraktikkan pemeliharaan dan perawatan motor tempel.

(27)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 23 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Materi Pelajaran

Pokok Bahasan:

Motor Tempel

Sub Pokok Bahasan:

1. Komponen Utama dan Pendukung Pada Mesin Tempel 2. Sistem Pendingin pada Motor Tempel

3. Sistem Bahan Bakar

4. Sistem Starter (Starting System)

5. Sistem Pengisian baterai (Charging System) 6. Sistem Pengapian Pada Motor Tempel 7. Pemeliharaan Dan Merawat Motor Tempel.

Metode Pembelajaran

1. Metode Ceramah.

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang motor tempel.

2. Metode Brainstroming

Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi motor tempel (Out Board).

3. Metode Tanya Jawab

Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan.

4. Metode Penugasan

Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan.

5. Metode Praktik

Metode ini digunakan untuk mempraktekkan materi Pemeliharaan dan Merawat Mesin Tempel.

(28)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 24 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat/Media a. papan tulis b. OHP/ LCD c. laptop

d. sketsa gambar mesin e. mesin dan tool kit

2. Bahan a. Kertas;

b. Alat Tulis c. bensin

3. Sumber Belajar

a. Diktat Permesinan Kapal. Hasan Habli, M. M & Huse Mahutaher, M. Si.

Kegiatan Pembelajaran

1. Tahap awal : 10 menit

Pendidik melaksanakan apersepsi:

a. Pendidik melakukan refleksi;

b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan;

c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Tahap inti : 340 menit

a. Pendidik menyampaikan materi motor tempel (Out Board).

b. Pendidik menggali pendapat tentang materi yang telah disampaikan

c. Pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau menanggapi materi;

d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk mempraktekkan

(29)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 25 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR pemeliharaan dan merawat Mesin Tempel.

e. Pendidik memfasilitasi pelaksanaan praktek.

f. Pendidik membahas hasil praktek dikaitkan dengan materi yang sudah diberikan.

3. Tahap akhir : 10 menit a. Penguatan materi.

Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum;

b. Cek penguasaan materi.

Pendidik mengecek penguasaan materi pembelajaran dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik.

c. Learning point.

Pendidik merumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.

4. Tes Sumatif : 90 menit

Tagihan / Tugas

-

Lembar Kegiatan

Peserta didik mempraktikkan pemeliharaan dan merawat Mesin Tempel

(30)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 26 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Bahan Bacaan

MOTOR TEMPEL

1. Komponen Utama dan Pendukung Pada Mesin Tempel a. Komponen utama

Gambar 1.1 : mesin tempel

Komponen mesin tempel terdiri dari blok silinder, piston, katup,poros engkol (Crank Shaft), batang penggerak (Connecting Rod Ass’y), poros nok, dan roda pemberat (flywheel). (Gambar 1.1.) antara lain :

1) Silinder

Silinder dan blok motor ada yang dibuat menjadi satu tapi ada pula yang dibuat terpisah. Bahannya dibuat dari besi tuang kelabu. Untuk motor-motor yang ringan bahan ini dicampur dengan aluminium. Bahan blok dipilih agar memenuhi syarat-syarat pemakaian yaitu : Tahan terhadap suhu yang tinggi, dapat menghantarkan panas dengan baik dan tahan terhadap gesekan.

(31)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 27 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Gambar 1.2 : Silinder.

2) Piston

Mempunyai bentuk seperti silinder, bekerja dan bergerak secara transplasi (gerak bolak-balik) didalam silinder. Fungsi Piston adalah menerima tekanan sebagai hasil pembakaran dan merubah tenaga tekanan tersebut menjadi gerak lurus. Selain itu piston merupakan bagian yang utama dari sebuah motor karena proses motor yang terdiri dari langkah pengisian, kompresi, usaha dan pembuangan gas bekas dilakukan oleh Piston.

Piston dibuat dari campuran aluminium karena bahan ini dianggap cukup memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a) Tahan terhadap temperatur yang tinggi.

b) Sanggup menahan tekanan yang bekerja padanya.

c) Mudah menghantarkan panas pada bagian sekitarnya.

d) Ringan tapi kuat.

(32)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 28 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Gambar 1.3 : Piston 3) Cincin piston

Setiap Piston dilengkapi lebih dari satu buah cincin piston. Cincin-cincin tersebut terpasang longgar pada alur cincin. Cincin piston dibedakan atas dua macam yaitu :

a) Cincin Kompresi,

Jumlahnya satu atau dua dan untuk motor- motor yang lebih besar lebih dari dua. Fungsinya untuk merapatkan antara piston dengan dinding silinder sehingga tidak terjadi kebocoran pada waktu kompresi.

b) Cincin Minyak.

Dipasang pada deretan bagian bawah dan bentuknya sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah membawa minyak pelumas untuk melumasi dinding silinder.

Gambar : 1.4: Cincin Piston

(33)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 29 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR c) Katup

Terdapat pada motor empat langkah, sedangkan umumnya motor dua langkah tidak memakai katup. Tugas Katup adalah untuk membuka dan menutup ruang bakar. Setiap silinder dilengkapi dengan dua buah katup. “Katup Masuk” adalah mengatur udara baru untuk masuk kedalam silinder dan “Katup Buang” adalah untuk mengatur pengeluaran gas bekas sesudah adanya pembakaran. Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang disebut Poros Nok (Chamshaft). Katup juga dibuat dari bahan yang keras dan mudah menghantarkan panas.

Gambar 1.6 : Katup

Gambar 1.5 : Batang Penggerak dan Piston

(34)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 30 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR d) Poros engkol dan batang penggerak

Poros Engkol dan Batang Penggerak adalah untuk merubah gerak Translasi Piston menjadi gerak putar. Kedua bagian ini selalu menderita tegangan dan regangan yang sangat besar.

Karena itu harus dibuat dari bahan yang khusus dan ukuran yang tepat. Dalam keadaan diam dan berputar poros engkol selalu seimbang (Balance). bagian permukaan bantalan dikeraskan dan harus licin untuk mengurangi keausan.

Poros Engkol berputar dengan didukung oleh beberapa buah bantalan utama. Banyaknya bantalan tergantung dari jumlah silinder. Motor empat silinder mempunyai 3 (tiga) bantalan dan motor enam silinder mempunyai 4 (empat) bantalan utama. Bantalan ini dibuat dari baja yang dicampur dengan Babbit atau ada juga dengan aluminium.

Batang Penggerak dan Poros Engkol dibuat dari besi tuang. Pemasangan Batang Penggerak pada Poros Engkol juga dengan dengan memakai bantalan.

Gambar 1.7

Poros Engkol dan Batang Penggerak

e) Roda pemberat (flywheel)

Roda Pemberat berfungsi untuk meratakan putaran motor. Roda Pemberat merupakan roda gigi yang besar dan berat. Dengan adanya roda pemberat ini maka kejutan- kejutan yang terjadi

PORT

Top Mark “

“95J”Mark

STBD

“95J”Mark Top Mark “

Piston, Connecting Rod, Crankshaft

Piston, Connecting Rod, Crankshaft

(35)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 31 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR pada waktu pembakaran motor dapat dikurangi.

Untuk roda pemberat tergantung dari besar kecilnya motor dan jumlah silinder. Motor yang mempunyai jumlah silinder lebih banyak, roda pemberatnya dapat dibuat lebih kecil, karena putarannya sudah lebih rata.

Disamping itu roda pemberat juga berfungsi sebagi penghubung antara putaran motor dengan kopling dan menerima putaran starter motor pada waktu starter.

Gambar 1.8 : Roda pemberat (flywheel) f) Poros nok (camshaft)

Poros Nok (Camshaft) adalah poros yang dilengkapi dengan beberapa Nok. Banyaknya nok pada sumbu ini tergantung dari jumlah silinder motor yang bersangkutan. Untuk motor 4 silinder ada 4 Nok untuk menggerakkan katup masuk, 4 untuk menggerakkan katup buang dan satu untuk menggerakkan pompa bensin. Pada waktu poros nok berputar pada sumbunya maka masing-masing nok berputar secara eksentris.

Gerakan ini menyebabkan batang katup bergerak turun dan naik.

(36)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 32 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Poros Nok dipasang paralel dengan poros engkol. Dihubungkan dengan poros engkol dengan perantaraan roda gigi yang saling menangkap atau dengan sebuah rantai.

Perbandingan roda gigi tersebut 1 : 2. Berarti poros nok berputar satu kali maka poros engkol berputar dua kali.

Gambar 1.9 : Poros nok b. Komponen pendukung

1) Pompa pendingin air

Mesin ini menggunakan sistem pendingin air, yaitu dengan menggunakan water pump yang digerakkan / diputar langsung oleh mesin melalui AS penerus propeler (DRIVE SHAFT COMPONENT).

Gambar 1.10 Skema pompa jenis midle

(37)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 33 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Gambar 1.11 : Skema pompa jenis low

2) Transmisi (Gear box)

Yang terdiri dari gigi pinion,gigi maju dan gigi mundur, tanpa menggunakan kopling (dari putaran mesin melalui Drive shaft component langsung menggerakkan AS Propeller. (Gambar 2.3)

3) Drive shaft component

Mesin ini berfungsi untuk memindahkan putaran mesin menjadi tenaga pendorong melalui AS dan propeller.

2. Sistem Pendingin pada Motor Tempel

a. Pengertian pendingin motor

Yang dimaksud dengan pendinginan motor ini adalah usaha untuk menghindarkan kenaikkan temperatur yang tinggi yang disebabkan oleh adanya pembakaran yang terjadi didalam silinder. Panas akibat pembakaran akan dapat merusak piston, silinder, katup dan bagian lainnya termasuk minyak pelumas yang seharusnya berfungsi untuk melumasi bagian-bagian tersebut. Disamping itu pendinginan juga berfungsi untuk mengontrol temperatur

(38)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 34 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR kerja pada bermacam-macam keadaan, kecepatan, muatan, dan kalau diperlukan membantu menaikkan temperatur motor dengan cepat jika temperatur terlalu rendah.

Sistem pendinginan Motor dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu :

1) Pendinginan air

Air secara keseluruhan mendinginkan bagian- bagian yang memerlukannya. Dengan sendirinya air itupun akan menjadi panas. Oleh karena itu air tersebut juga harus didinginkan agar ia tetap berfungsi selalu.

Dengan perantaraan sebuah radiator/cooler. panas yang dikandungnya dikeluarkan ke udara/laut Jadi sebenarnya pendinginan dengan air adalah juga pendinginan dengan udara secara tidak langsung.

Dalam hal ini air bersirkulasi dalam menjalankan fungsinya. Untuk motor-motor yang kecil tidak diperlukan pompa air untuk membantu sirkulasi. Air yang lebih panas berat jenisnya akan berkurang dan ia akan naik dan tempatnya akan digantikan oleh air yang lebih dingin. System ini dikenal dengan nama

“Thermosyphon Cooling”.

Umumnya pada mobil sekarang, karena sudah tergolong motor berukuran sedang, maka panas yang timbul lebih banyak, maka dalam sirkulasi air diperlukan pompa air. Pendinginan seperti ini dinamakan “Pump Cooling”.

Bagian – bagian utama terdiri dari : a) Ruang air (water jacket)

b) Pompa air c) Kipas Angin d) Thermostat e) Pipa – pipa air f) Radiator/cooler g) Tutup Radiator

(39)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 35 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2) Pendinginan udara

Yang dimaksud dengan pendinginan udara adalah pendinginan yang tidak menggunakan air sebagai perantara. Udara langsung mendinginkan motor.

Kendaraan yang mempergunakan pendinginan udara biasanya mesin ditempatkan di bagian belakang.

Udara adalah media pendinginan yang sangat baik karena tersedia dalam jumlah yang tidak terbatas.

Yang menjadi persoalan ialah bagaimana caranya udara tersebut dapat mendinginkan mesin motor yang temperatur begitu tinggi sehingga dapat dicapai temperatur kerja yang ideal, yaitu sekitar 80o C. Untuk itu ada beberapa usaha, antara lain :

a) Membuat rusuk-rusuk pendinginan pada permukaan blo silinder dan kepala silinder.

Dengan adanya rusuk-rusuk tersebut berarti memperluas permukaan bagian motor ysng memerlukan pendinginan untuk berhubungan langsung dengan udara, sehingga mempercepat proses pendinginan.

b) Disamping adanya rusuk-rusuk pendingin, dipasang sebuah kipas angin untuk mempercepat dan memperbanyak hembusan udara.

b. Ruang air (water jackets)

Merupakan ruangan yang menjadi satu dengan silinder dan kepala silinder. Ruangan ini berisi air dan mengelilingi bagian-bagian yang akan didinginkan yaitu Dinding Silinder, Kepala Silinder dan Katup (Gamber 6.1). Dengan demikian panas akibat pembakaran dengan mudah akan mengalir dan diterima oleh air pendingin.

(40)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 36 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar 5.1 : Pemindahan panas ke air pendingin

c. Pompa air

Agar sirkulasi air dapat berlangsung dengan cepat, maka dipasang sebuah Pompa air / kipas pompa air (water pump / impeller water pump). Pompa ini ditempatkan pada bagian bawah (lower unit) dan digerakkan oleh poros engkol dengan perantaraan as panjang (driveshaft). Jika putaran motor bertambah, maka putaran pompa juga makin cepat sehingga sirkulasi air akan lebih cepat.

Gambar 5.2 : water pump

(41)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 37 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR d. Thermostat

Thermostat adalah alat pengontrol suhu, merupakan bagian yang sangat penting dari suatu sistem pendinginan motor.

Sesuai dengan namanya, maka thermostat betul-betul berfungsi untuk memelihara temperatur kerja dari motor.

Pada waktu motor dihidupkan dalam keadaan dingin, thermostat menghalangi sirkulasi air melalui radiator.

Dengan demikian temperatur motor yang belum mencapai temperatur kerja tidak mengalami pendinginan. Hal ini sangat berarti terutama pada daerah- daerah yang mengalami musim dingin.

Bagian utama dari sebuah thermostat adalah sebuah katup yang membuka dan menutup pada suatu temperatur tertentu. Jika temperatur kerja mencapai antara 76 sampai 82⁰ C., maka katup pada thermostat terbuka. Air pendingin akan bersikulasi melalui radiator.

Gambar 5.3 : thermostat

3. Sistem Bahan Bakar

a. Fungsi Tangki

Fungsi utama dari tangki bahan bakar adalah untuk menyimpan persediaan bahan bakar, memompakan ke karburator dan kemudian dikabutkan. Bahan bakar motor merupakan persenyawaan Hidrokarbon yang diolah dari minyak bumi. Untuk motor bensin dipakai bensin untuk motor diesel disebut minyak diesel. Premium yang banyak dipakai sekarang adalah bensin dengan mutu yang diperbaiki.

(42)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 38 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b. Pompa Bensin Mekanis

Pompa bensin mekanis merupakan jenis yang lebih banyak dipakai. Dipasang pada bagian samping blok silinder. Pompa ini digerakkan dengan Kompresi motor itu sendiri dengan perantaraan lubang Kompresi.

Gambar 6.1 : Pompa Bensin Mekanis c. Fungsi Karburator.

Fungsi dari karburator adalah :

1) Mengatur perbandingan campuran antara udara dan bahan bakar.

2) Mengubah campuran tersebut menjadi kabut.

3) Menambah atau mengurangi jumlah campuran tersebut sesuai dengan kecepatan dan beban motor yang berubah-ubah.

(43)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 39 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Sejak sebuah motor dihidupkan sampai motor tesebut berjalan pada kondisi yang stabil perbandingan campuran mengalami beberapa kali perubahan. Jika motor dihidupkan dalam keadaan dingin, perbandingan tersebut bahkan diperlukan 1:1. Kemudian segera sesudah hidup, berubah menjadi 11,5:1. Untuk tenaga yang maksimum perbandingan yang diperlukan sekitar 12:1 dan pada tekanan 80 sampai 90% kecepatan maksimum (kecepatan ideal) perbandingannya adalah 16:1.

d. Cara Kerja Karburator.

Sebuah karburator terdiri dari banyak sekali komponen yang fungsinya satu sama lain berbeda. Untuk motor yang sederhana dipakai karburator yang sederhana, sedangkan umumnya motor yang tergolong modern mempunyai karburator yang lebih rumit. Yang dimaksud dengan motor yang sederhana disini adalah motor yang tidak memerlukan bermacam-macam kecepatan dan beban yang berubah.

Untuk dapat memenuhi bermacam-macam kebutuhan beban dan kecepatan maka karburator dilengkapi dengan beberapa sirkuit. Makin sederhana sebuah karburator, makin sedikit sirkuit yang dimilikinya. Biasanya sangat sukar untuk dapat memahami cara kerja sebuah karburator yang kompleks.

Metode yang sederhana dan yang sampai sekarang masih dianggap yang paling mudah adalah dengan mempelajari masing-masing sirkuit. Dengan demikian sekaligus mulai dari karburator yang sederhana sampai bermacam-macam karburator yang kompleks dengan mudah dapat dimengerti.

Memang banyak sekali jenis karburator dengan bentuk yang berbeda -beda. Sebelum mempelajari masing-masing sirkuit terlebih dahulu ditentukan sirkuit apa yang ada pada karburator tersebut. Sedangkan setiap jenis sirkuit mempunyai proses yang sama untuk semua jenis karburator.

e. Perbandingan Campuran Udara dan Bahan Bakar (Air Fuel Ratio).

Agar pembakaran terjadi, maka dibutuhkan Oksigen yang diambil dari udara. Udara mengandung 21 sampai 23 % Oksigen dan kira-kira 78% Nitrogen, lainnya sebanyak 1%

Argon dan beberapa unsur yang dapat diabaikan. Untuk keperluan pembakaran, Oksigen tidak dipisahkan dari unsur lainnya tapi disertakan bersama-sama. Yang ikut bereaksi pada pembakaran Oksigen, sedangkan unsur lainnya tidak bereaksi dan tidak memberikan pengaruh apapun. Nitrogen akan keluar bersama gas sisa pembakaran dalam jumlah dan bentuk yang sama seperti semula.

(44)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 40 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Pembakaran yang terjadi ádalah tidak lain dari reaksi kimia yang berlangsung dalam waktu yang amat pendek, dan dari reaksi tersebut dihasilkan sejumlah panas. Karena itu untuk sejumlah tertentu bahan bakar dibutuhkan pula sejumlah oksigen. Perbandingan antara jumlah udara dan bahan bakar tersebut dapat dihitung dengan persamaan reaksi pembakaran. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa perbandingan tersebut 15:1 dalam berat. Artinya 15 bagian udara membutuhkan 1 bagian bahan bakar. Berdasarkan bahwa Berat Jenis udara 1,3 kg/mᶟ dan Berat Jenis bahan bakar 770 kg/mᶟ, maka perbandingan volume antara udara dan bahan bakar dalam reaksi pembakaran adalah + 62:1.

(Gambar 7.1) Pompa Bensin Mekanis

Gambar 6.2 : Carburator

4. Sistem Starter (Starting System)

a. Starter

Merupakan sirkuit listrik yang bekerja pada waktu motor dihidupkan. Sirkuit ini merupakan rangkaian tersendiri yang terlepas dari rangkaian lainnya. Rangkaian tertutup tersebut terdiri dari Battery, Solenoid, Motor Starter dan pada motor starter terus ke Massa. Massa ini menjadi satu dengan massa yang dihubungkan dengan salah satu kutub baterai, sehingga menjadi rangkaian tertutup.

(45)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 41 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar 7.1 : Sistem Starter

Konstruksi Motor Starter pada dasarnya sama dengan Generator yaitu terdiri dari Angker, Komutator, Gulungan Medan, Sepatu Kutub dan Sikat Arang. Pada motor starter ditambah dengan unit yang mengatur bekerjanya Gigi Pinion untuk keperluan Starter. Satu lagi bedanya adalah Gulungan Angker yang dipakai harus sanggup dilalui arus yang lebih besar, maka ia diganti dengan batang tembaga. Pada waktu menghidupkan motor, arus yang mengalir pada motor starter mencapai 150 sampai 200 Amper. Biasanya Sepatu Kutub dan Gulungan dipakai sebanyak 4 buah yang berfungsi sebagai kutub utara 2 buah kutub dan kutub selatan 2 buah.

Kutub – kutub tersebut dipasang selang – seling

(46)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 42 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar 7.2 : Motor Starter

b. Cara Kerja Motor Starter

Bila saklar starter atau kunci kontak diputar pada posisi starter, maka arus akan mengalir dari baterai melalui kunci kontak, ampermeter dan solenoid terus ke starter. Arus masuk ke gulungan medan pada sepatu kutub, sehingga sepatu kutub berubah menjadi magnit. Sebuah sepatu kutub menjadi kutub utara dan lawannya yang berhadapan menjadi kutub negatif. Berdasarkan hukum-hukum kemagnetan, maka gulungan yang terdapat didalam angker akan didorong dan angker akan berputar pada sumbunya. Di samping itu pada gulungan tersebut akan timbul listrik. Listrik ini merupakan aliran tertutup dengan kedua ujungnya adalah Lamel-lamel pada posisi jarak 900 pada Komutator. Pada Komutator melekat satu atau dua pasang sikat arang, masing-masing pasangan terdiri dari satu sikat arang isolasi dan satu sikat arang massa.

Putaran angker berbentuk putaran dengan kejutan. Kejutan ini menyebabkan gigi pinion yang dipasang didepan komutator terdorong kedepan sehingga berpegangan dengann gigi-gigi roda pemberat. Gigi pinion akan memutar roda pemberat, yang berarti pula memutar poros engkol.

Dengan demikian mesin (motor) akan berputar.

Perbandingan banyaknya gigi pada roda pemberat dan pada

(47)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 43 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR pinion adalah 15:1. Berarti satu kali mesin berputar maka pinion akan berputar sebanyak 15 kali. Jika pada waktu starter putaran motor 1000 rpm, maka roda gigi pinion dan angker akan berputar 15.000 rpm. Keadaan ini dapat mengakibatkan hancurnya angker tersebut akibat gaya sentrifugal yang dialaminya. Untuk itulah angker untuk motor starter dikonstruksi lebih kuat dengan mengganti gulungannya dengan batang tembaga.

Sekarang yang menjadi persoalan bagaimanakah cara gigi pinion tersebut dapat segera lepas dari Flywheel (Roda Pemberat) atau hubungan antara Flywheel dan angker segera terputus. Ada 2 (dua) cara yaitu :

1) Cara Bendix

Pada waktu motor dihidupkan arus mengalir dari Baterai ke angker dan angker mendorong gigi pinion.

Roda gigi pinion menangkap gigi flywheel, sehingga berputar. Mesin mulai hidup maka flywheel berputar dengan cepat. Karena kedua gigi masih berpegangan, sekarang flywheel berusaha memutar gigi pinion dan armature (angker). Tapi usaha ini hanya mengakibatkan gigi pinion terdorong keluar dari pegangan gigi flywheel, sehingga terputuslah hubungannya dengan armatur.

Dengan sistem Bendix ini pengemudi hanya menghubungkan arus dari baterai ke starter. Bila motor sudah hidup secara otomatis hubungan terlapas walaupun saklar starter masih pada posisi star. Gigi pinion terpasang pada sumbu angker yang berbentuk ulir (lihat gambar). Jumlah gigi biasanya 9 (sembilan) buah atau lebih.

2) Sistem Kopling Kecepatan Lebih (Over-Running Clutch) Sistem starter seperti ini biasanya dengan injakan pada tombol starter.

Pada waktu tombol starter diinjak, terjadi dua hal sekaligus yaitu :

a) Rangkaian Listrik Starter tertutup atau arus mengalir dari baterai ke motor starter. Angker berputar bersama gigi pinion

b) Gigi pinion terdorong ke depan dan menangkap gigi flywheel.

Dengan sistem Kopling Kecepatan Lebih, gigi pinion dapat memutar flywheel akan tetapi sebaliknya flywheel tidak dapat memutar gigi pinion bersama armatur. Pada waktu motor sudah hidup gigi pinion masih tetap berpegangan dengan gigi flywheel selama rangkaian starter masih tertutup. Tapi hubungan dengan armature sudah terlepas. Jika rangkaian starter terputus gigi

(48)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 44 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR pinion ditarik kembali oleh pegas. (lihat gambar)

Fungsi dari pegas disamping untuk mendorong dan menarik gigi pinion juga untuk memberikan tekanan dari gigi pinion kepada flywheel sehingga memudahkan gigi pinion menangkap gigi pada flywheel.

c. Solenoid

Aliran listrik dari baterai ke starter motor pada rangkaian starting tidaklah langsung, melainkan melalui sebuah alat pengaman yang disebut “Solenoid”. Alat ini terpasang pada rumah starter motor atau dekat kunci kontak. Fungsi Solenoid adalah agar tidak terjadi loncatan api pada tombol starter atau kunci kontak pada waktu menghidupkan motor. Seperti telah diketahui bahwa arus listrik yang dipergunakan untuk starter adakalanya mencapai 260-300 Amper, sehingga pengamanan ini mutlak diperlukan.

Bagaimana cara bekerja solenoid ini dapat dilihat pada gambar. Arus listrik dari baterai masuk ke sebuah besi inti dan sebuah plunyer. Keduanya saling menguatkan bila dialiri arus. Plunyer yang sudah berubah jadi magnit mendorong besi yang di depannya yang juga sudah mempunyai tenaga magnit. Dorongan ini menyebabkan plat kontak maju dan terjadilah hubungan langsung dari baterai ke starter motor.

Ada beberapa macam Solenoid diantaranya disebut Solenoid Massa diluar dan Solenoid Massa didalam. Akan tetapi prinsip kerjanya adalah seperti di atas ditambah beberpa perbaikan untuk penyempurnaan.

5. Sistem Pengisian Baterai (Charging System)

a. Sistem Pengisian Baterai (charging system)

Kalau pada rangkaian starter arus listrik keluar dari baterai, maka pada rangkaian pengisian arus berasal dari Generator atau Alternator dan masuk ke baterai, melalui Regulator dan Ampermeter.

Ampermeter atau Ammeter adalah alat untuk mengukur besarnya kuat arus yang mengalir dari atau ke baterai.

Biasanya mempunyai skala dari 0 sampai 30 Amper. Jika jarum Amper menunjuk ke kanan (+), berarti arus mengalir dari Generator ke baterai artinya baterai diisi. Sebaliknya bila jarum menunjuk ke kiri (-), berarti arus mengalir dari baterai ke Generator.

Sirkuit sistem pengisian baterai/Accu tampak pada gambar dibawah ini. Sirkuit ini terdiri dari Koil pengisi battery Rectifier dan Regulator serta baterai. Arus AC 3 (tiga) phase yang dihasilkan dari koil pengisi baterai diubah oleh Rectifier dan Regulator menjadi arus DC yang dipakai untuk mengisi

(49)

PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 45 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Baterai.

Gambar 8.1 : Sistem Pengisian b. Fungsi Alternator

Untuk keperluan pengisian Baterai dan melayani alat -alat lain diperlukan arus searah (DC). Karena itu arus listrik yang dihasilkan oleh Generator ini perlu dirubah menjadi arus searah dengan alat yang disebut Rectifier/Diode. Kapasitas dari Alternator adalah 30 sampai 60 Amper, tergantung kepada kebutuhan pemakaian.

Sebuah Alternator terdiri dari bagian-bagian yang sama seperti Generator, tapi dengan cara kerja yang berbeda.

Sebagai pengganti medan magnit disebut Rotor, merupakan bagian yang berputar dan sebagai angker adalah Stator yang tidak berputar. Rectifier yang merubah arus bolak-balik menjadi arus searah dapat dibandingkan dengan Komunator dan sikat pada Generator DC, Silikondiode Rectifier yang dipakai banyaknya 6 (enam) buah, terdiri dari 3 (tiga) positif (+) diode dan 3 (tiga) negatif (-) diode. Diode tersebut dipasang pada dinding rumah Alternator, dihubungkan dengan gulungan pada Stator dan pada bagian luar dengan terminal Alternator. Dengan demikian arus listrik AC yang dibangkitkan pada bentuk arus searah. Disamping itu diode juga berfungsi sebagai pemutus arus, sehingga motor yang memakai Alternator tidak lagi memerlukan pemutus arus.

c. Fungsi Regulator

Merupakan alat pengontrol dan pelindung Generator dan Baterai. Karena itu Regulator dipasang antara Generator dan

Referensi

Dokumen terkait

a. Langkah isap, yaitu waktu torak bergerak dari TMA ke TMB. Udara diisap melalui katup isap sedangkan katup buang tertutup. Langkah kompresi, yaitu ketika torak bergerak dari

Mekanisme kerja mesin bensin bergerak dimulai putaran motor starter yang memutar fly wheel , dengan bergeraknya piston dari TMA ke TMB maka bahan bakar masuk ke

Proses pembakaran motor bensin 4 langkah terjadi secara periodik, yaitu piston bergerak akibat adanya ledakan (pembakaran) dalam ruang bakar antara campuran

Pada akhir langkah hisap, katup masuk dan katup buang tertutup. Saat ini piston menekan udara yang terdapat di dalam silinder dengan pergerakan dari TMB ke

gas akan mengembang dan memuai, sehingga energi panas yang dihasilkan oleh pembakaran dalam ruang bakar menimbulkan tekanan ke segala arah dan mendesak piston ke

Pada langkah hisap campuran udara-bahan bakar dari karburator terhisap masuk ke dalam silinder dengan bergeraknya piston ke bawah, dari TMA menuju TMB. Katup hisap pada

 Langkah ketiga Langkah Usaha expansion stroke: terjadi pembakaran atau ledakan dari proses kompresi udara dan pengabutan bahan bakar di ruang pembakaran, sehingga piston akan

Kapasitas motor Pada saat langkah isap piston bergerak dari TMA ke TMB terjadi perubahan volume dari kecil menjadi besar, sehingga terjadi kevacuman dan campuran bahan bakar dan udara