MODUL 2 MOTOR TEMPEL
6. Sistem Pengapian Pada Motor Tempel
a. Sistem Pengapian
Untuk pembakaran motor dipergunakan rangkaian listrik.
Rangkaian ini merupakan rangkaian yang lebih kompleks yang terdiri dari baterai, kunci kontak, amper meter, koil, distributor, busi dan akhirnya terus ke massa. Massa pada busi berhubungan dengan massa baterai dan jadilah ia rangkaian tertutup. Tegangan listrik ke luar dari baterai mengalir terus ke kunci kontak, amper meter dan masuk ke koil besarnya 12 Volt atau 6 Volt. Kemudian keluar dari koil, terus ke distributor dan akhirnya ke busi adalah arus tegangan tinggi, sehingga diperlukan kabel yang lebih tebal.
b. Engine Control Module (ECM)
Menerapkan system control terpadu yang berfungsi mengontrol injeksi bahan bakar, pengapian, putaran stasioner/trolling (Idle Air) dsb melalui ECM.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 49 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar 9.1 : ECM
c. Fungsi Koil
Agar arus listrik sanggup untuk mengadakan loncatan diantara kedua elektroda pada busi, diperlukan tegangan yang lebih tinggi sekali. Arus listrik yang tersedia hanya mempunyai tegangan 6 atau 12 Volt yang berasal dari baterai. Karena itu diperlukan sebuah Koil. Cara kerjanya adalah sama dengan Transformater, yang terdiri dari 2 (dua) macam gulungan yaitu Primer dan Sekunder. Besarnya tegangan yang dihasilkan tergantung daripada perbandingan antara jumlah gulungan sekunder dan primer. Makin besar angka perbandingannya makin besar pula tegangan yang dihasilkan.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 50 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar 9.2 : Sistem Pengapian
Untuk mengadakan loncatan pada jarak 0,6 mm diperlukan sekurang-kurangnya 8000 Volt. Untuk mengadakan pembakaran yang lebih baik dan sesuai dengan kenaikkan tekanan kompresi, maka Voltage yang diperlukan juga makin tinggi.
Konstruksi dan cara kerja dari sebuah Koil dapat dilihat dari gambar Koil. Arus listrik yang berasal dari baterai masuk ke Koil pada gulungan primer. Ujung kawat gulungan primer yang satu lagi dihubungakan dengan gulungan sekunder.
Dengan adanya arus listrik pada gulungan primer, maka besi inti menjadi magnit. Berdasarkan teori induksi, maka pada gulungan sekunder yang mempunyai gulungan sangat benyak akan menghasilkan listrik tegangan tinggi. Tegangan tersebut akan menjadi jauh lebih tinggi lagi dengan adanya pemutusan aliran yang berulang -ulang pada Platina.
Akhirnya listrik tegangan tinggi tersebut dikeluarkan dari koil melalui ujung lain gulungan sekunder pada terminal koil.
Dengan perantara kabel tegangan tinggi arus tersebut diteruskan ke distributor untuk dibagikan ke busi-busi.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 51 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar 9.3 : Koil
d. Fungsi Busi
Fungsi Busi adalah untuk mengadakan pengapian yang diperlukan untuk pembakaran motor. Karena itu ia terpasang pada kepala silinder busi hanya dipakai untuk motor bensin.
Pada motor diesel sebagai penggantinya dipasang Injektor dan untuk pembakaran tidak diperlukan aliran listrik.
Bagian-bagian yang utama adalah :
1) Isolator gunanya untuk mengisolasi agar tidak terjadi kebocoran aliran listrik dari Elektroda tengan ke Massa.
Karena aliran listrik yang mengalir pada Elektroda mempunyai tegangan tinggi , maka isolatornya juga harus berkualitas sangat baik dan tahan terhadap temperatur tinggi. Yang terbanyak dipergunakan adalah Porselen. Bagi motor yang memakai sistem pembagian udara dimana temperaturnya lebih tinggi sebagai Isolator dipakai Mika.
2) Kulit busi (Shell) yang terbuat dari besi adalah yang menghubungkan elektroda samping dengan massa.
Dibuat menjadi satu dengan ulir busi, sehingga pada waktu busi sedang terpasang elektroda busi seolah- olah menjadi satu dengan kepala silinder dan berfungsi sebagai massa. Untuk merapatkan pemasangan busi pada kepala silinder dipasang sebuah ring (cincin) yang dibuat dari tembaga. Cincin ini juga berfungsi sebagai
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 52 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR penghantar panas dengan cepat dari ruang bakar kepala silinder dalam usaha pendinginan.
3) Elektroda tengan dan elektroda samping. Arus listrik tegangan tinggi dari koil melalui Distributor, dihubungkan dengan elektroda tengah. Sifat dari listrik selalu akan berusaha untuk mencari massa. Dengan adanya isolator yang sangat baik antara elektroda tengah dan massa (kepala silinder), maka massa yang terdekat adalah Elektroda Samping. Akan tetapi anatara kedua elektroda ini terdapat jarak sekitar 0,8 mm. Dengan adanya tegangan tinggi tersebut maka elektron dapat meloncat pada jarak tersebut sehingga menimbulkan bunga api yang menyebabkan terjadinya pembakaran. Untuk mendapatkan pembakaran yang lebih sempurna, warna api tersbut haruslah biru.
4) Jarak antar kedua elektroda tersebut harus disesuaikan dengan petunjuk pabrik dan pada setiap periode tertentu harus diperiksa dan disetel kembali.
e. Jenis Busi
Busi hanya dibedakan atas 2 (dua) macam busi yaitu Busi Panas dan Busi Dingin. Pembagian jenis busi ini hanya didasarkan atas kemampuan busi tersebut untuk mengantarkan panas kepada media pendingin. Motor-motor dengan ciri tertentu membutuhkan busi panas sedangkan motor yang lain, walaupun mempunyai ukuran busi yang sama dibutuhkan busi dingin. Masing-masing tidak dapat ditukarkan pemakaiannya begitu saja.
1) Busi Panas
Dapat dikenal dengan melihat ukuran ulirnya yang lebih pendek. Pada waktu terpasang pada kepala silinder, kontak antara busi dengan kepala silinder lebih kecil.
Karena itu pendinginannya kurang baik dan akan selalu dalam keadaan panas. Busi jenis ini dipakai untuk motor tekanan kompresi yang rendah atau di sebut juga “Motor Dingin”
2) Busi Dingin
Mempunyai ulir yang lebih panjang sehingga lebih mudah menghantarkan panas ke kepala silinder. Karena busi jenis ini lebih mampu menghantarkan panas untuk keperluan pendinginan maka ia dipakai untuk motor yang panas. Yang dimaksud dengan Motor yang panas adalah Motor yang mempunyai tekanan kompresi yang tinggi dan putaran cepat.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 53 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Diameter ulir pada busi diukur dengan satuan milimeter.
Standar ukuran yang ada adalah 18 mm; 14 mm; 10 mm dan masih ada yang lebih kecil untuk motor-motor yang lebih kecil pula. Yang perlu diingat adalah pada waktu pemasangan busi ulir harus bersih dan dijaga agar ulir pada kepala silinder jangan sampai rusak; terutama jika kepala silinder terbuat dari aluminium. Untuk mengencangkan busi pergunakanlah kunci busi yang cocok dan jangan terlalu kencang.
Gambar 9.4 : busi
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 54 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
Lampiran-lampiran
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 55 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 56 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 57 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 7. Pemeliharaan Dan Merawat Motor/Mesin Tempel.
a. Spesifikasi Motor/Mesin 1) Dimensi
a) Panjang total
(1) E40XW 1073 mm (42.2 in) (2) 40XW 675 mm (26.6 in) (3) 40XWH 1073 mm (42.2 in) (4) 40XWT 675 mm (26.6 in) (5) E40XMH 1073 mm (42.2 in) b) Lebar total
(1) E40XW 402 mm (15.8 in) (2) 40XW 362 mm ( 14.3 in ) (3) 40XWH 402 mm (15.8 in) (4) 40XWT 362 mm (14.3 in) (5) E40XMH 402 mm (15.8 in) c) Tinggi S total :1237 mm (48.7 in) d) Tinggi L total :1364 mm (53.7 in) e) Tinggi X total :1476 mm (58.1 in)
f) Ketinggian transom S : 424 mm (16.7 in) g) Ketinggian transom L : 550 mm (21.7 in) h) Ketinggian transom X : 649 mm (25.6 in) i) Berat (AL) S
(1) E40XW 72.0 kg (159 lb) (2) 40XW 74.6 kg (164 lb) (3) E40XMH 72.0 kg (159 lb) j) Berat (AL) L
(1) E40XW 73.6 kg (162 lb) (2) 40XW 76.2 kg (168 lb) (3) 40XWH 78.0 kg (172 lb) (4) 40XWT 80.7 kg (178 lb) (5) E40XMH 73.6 kg ( 162 lb) k) Berat (AL) X : 76.7 kg (169 lb)
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 58 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2) Penampilan
a) Kisaran pengoperasian akselerasi penuh :4500 – 5500 putaran/menit
b) Out put maximum :29.4 kW @ 5000 putaran/menit ( 40 HP @ 5000 putaran/menit)
c) Kecepatan tanpa beban (pada posisi netral) :1000 + 50 putaran/menit
3) Motor/mesin
a) Jenis : 2 tak L
b) Pemindahan : 703.0 cm3 (42.90 cu.in)
c) Diameter x langkah :80.0 x 70.0 mm (3.15 x 2.76 in) d) Sistem pengapian :CDI
e) Busi (NGK) : B7HS
f) Busi dengan resister (NGK): BR7HS g) Celah busi : 0.6- 0.7 mm (0.024- 0.028 in) h) Sistem control :
(1) E40XW pasak kemudi (2) 40XW Remote kontrol (3) 40XWH Pasak kemudi (4) 40XWT Remote kontrol (5) E40XW Pasak kemudi i) Sistem starter :
(1) E40XW manual dan listrik (2) 40XW manual dan listrik (3) 40 XWH manual dan listrik (4) 40 XWT manual dan listrik (5) E40XMH manual
j) Sistem kerburator starter : Katup cok
k) Ampere pengengkolan dingin min. (CCA / EN) : 430.0 A
l) Kapasitas terpasang min. (20HR/IEC) :70.0 Ah m) Output Alternator :80 W
n) Alternator output untuk aki DC :6.0 A
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 59 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 4) Unit penggerak
a) Posisi gigi perseneling :Maju-Netral-Mundur b) Rasio gigi perseneling :2.00 ( 26/13 )
c) Sistem keseimbangan dan kemiringan : (1) E40XW Kemiringan Manual
(2) 40XW Kemiringan Manual (3) 40XWH Kemiringan Manual
(4) 40 XWT Keseimbangan dan Kemiringan Daya (5) E40XMH Kemiringan Manual
d) Tanda baling-baling : G
5) Bahan bakar dan oli
a) Bahan bakar yang dianjurkan :Bensin Regular tanpa Timbal
b) Oli motor/mesin yang dianjurkan :YAMALUBE oli motor/mesin tempel 2 tak
6) Perbandingan bahan bakar:oli a) Bensin Premium tanpa timbal
50:1
b) Pelumasan
Bahan bakar campur oli
c) Oli gigi perseneling yang dianjurkan : Oli gigi perseneling Hipoid SAE 90 d) Kuantitas oli gigi perseneling :
430.0 cm3 (14.54 US oz ) ( 15.17 lmp.oz )
7) Torsi pengencangan a) Busi
25.0 Nm (18.4 ft-lb) (2.55 kgf-m) b) Mur baling-baling
40.0 Nm (29.5 ft-lb) (4.08 kgf-m)
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 60 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b. Mengangkut dan Menyimpan Motor/Mesin Tempel
1) Perangkat pendukung tambahan untuk mengamankannya pada posisi miring
Motor/mesin tempelharus diangkut di atas kereta gandengan dan disimpan dalam posisi pengoperasian normalnya. Apabila tidak ada ruang jalan yang cukup untuk mengangkut motor/mesin dalam posisi ini, angkutlah motor/mesin tempel dalam posisi dimiringkan dengan menggunakan perangkat penyokong motor/mesin seperti batang pemelihara transom.
Yang harus diingat dan diperhatikan dalam mengangkut dan menyimpan motor/mesin tempel adalah sebagai berikut :
a) Bahan bakar yang bocor menimbulkan bahaya kebakaran. Ketika mengangkut dan menyimpan motor/mesin tempel tutup sekrup ventilasi udara dan tombol bahan bakarnya untuk mencegah kebocoran bahan bakar.
b) Berhati-hatilah ketika mengangkut tangki bahan bakar baik diatas perahu maupun di mobil.
c) Jangan mengisi wadah bahan bakar hingga kapasitas maksimumnya. Bensin akan memuai cukup besar ketika terpanaskan dan dapat mengakibatkan kebocoran bahan bakar dan kemungkinan bahaya kebakaran.
d) Jangan sekali-kali menempatkan diri dibawah unit bawah ketika motor/mesin sedang dimiringkan bahkan meskipun batang penyokong digunakan.
Cedera parah dapat terjadi bila motor/mesin tempel secara tidak disengaja jatuh.
e) Jangan menggunakan tuas atau kenop penyokong kemiringan ketika mengangkut perahu dengan kereta gandengan. Motor/mesin tempel dapat terguncang dan lepas dari penyokong kemiringan itu dan jatuh. Apabila motor/mesin tidak dapat diangkut dengan kereta gandeng dalam posisi pengoperasian normalnya gunakan perangkat pendukung tambahan untuk mengamankannya pada posisi miring.
2) Model yang dipasang dengan sekrup kepitan
Ketika mengangkut atau menyimpan motor/mesin tempel yang telah dilepas dari perahunya, pertahankan motor/mesin tempel pada posisi yang ditidurkan, dengan catatan tempatkan handuk atau benda yang serupa dibawah motor/mesin tempel untuk melindungi dari kerusakan.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 61 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 3) Menyimpan motor/mesin tempel
Jika menyimpan motor/mesin tempel untuk periode waktu yang panjang (2 bulan atau lebih), beberapa prosedur penting harus dilaksanakan untuk mencegah timbulnya banyak kerusakan.
Yang harus diperhatikan dalam menyimpan motor/mesin tempel adalah sebagai berikut :
a) Jangan tempatkan motor/mesin tempel pada bagian sampingnya sebelum air pendingin telah benar–benar kering, kalau tidak air dapat masuk kedalam silinder melalui lubang pembuangan asap dan menyebabkan motor/mesin bermasalah.
b) Simpanlah motor/mesin tempel ditempat yang kering dengan ventilasi udara yang baik, tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Disarankan untuk menservice motor/mesin tempel ke dealer resmi sebelum penyimpanan, akan tetapi kita dengan peralatan minimum dapat melaksanakan prosedur sebagai berikut :
a) Membilas dalam sebuah tangki tes
(1) Cuci badan motor/mesin tempel dengan air bersih.
(2) Lepaskan saluran bahan bakar dari motor/mesin atau matikan tombol bahan bakar, bila dilengkapi.
(3) Lepaskan penutup atas motor/mesin dan tutup peredam suara. Lepaskan baling-baling.
(4) Pasang motor/mesin tempel pada tangki tes.
Isi tangki tes dengan air bersih hingga diatas level pelat anti kavitasi.
(5) Jalankan motor/mesin pada kecepatan tinggi tanpa beban selama beberapa menit dengan perseneling pada posisi netral.
(6) Penyemprotan atau pembilasan sistem pendingin sangat penting untuk mencegah tersumbatnya sistem pendinginan oleh garam, pasir atau pengotor. Selain itu pengabutan/pelumasan motor/mesin wajib dilakukan untuk mencegah kerusakan motor/mesin yang berlebihan akibat karat.
Lakukan penyemprotan dan pengabutan pada saat bersamaan.
(7) Tepat sebelum mematikan motor/mesin dengan cepat semprotkan “Oli Pengabut”
secara berganti-ganti kedalam setiap karburator atau lubang pengabutan pada tutup
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 62 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR peredam suara, bila dilengkapi. Apabila dilakukan dengan tepat motor/mesin akan banyak mengeluarkan asap sangat banyak dan hampir kehilangan daya dorong.
(8) Lepaskan motor/mesin tempel dari tangki tes.
(9) Pasang penutup/tutup peredam suara lubang pengabutan dan penutup atas motor/mesin.
(10) Apabila “Oli Pengabut” tidak tersedia, jalankan motor/mesin pada kecepatan tinggi tanpa beban sampai sitem bahan bakar menjadi kosong dan motor/mesin berhenti.
(11) Keluarkan air pendingin seluruhnya dari motor/mesin. Bersihkan badan motor/mesin secara menyeluruh.
(12) Apabila “Oli Pengabut” tidak tersedia lepaskan busi dari motor/mesin. Tuangkan satu sendok teh penuh oli motor/mesin bersih kedalam setiap silinder. Engkol beberapa kali secara manual. Pasang kembali busi.
(13) Keluarkan bahan bakar dari tangki bahan bakar.
Yang harus diperhatikan, diingat dan dicatat dalam membilas dalam sebuah tangki tes adalah sebagai berikut :
(1) Jangan menjalankan motor/mesin tanpa menyediakan pasokan air pendingin. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada pompa air motor/mesin atau rusaknya motor/mesin akibat pemanasan yang berlebihan. Sebelum menstarter motor/mesin pastikan untuk memasukkan air kedalam saluran–saluran air pendingin.
(2) Apabila level air bersih lebih rendah daripada level pelat anti kavitasi atau bila pasokan air tidak mencukupi gesekan motor/mesin akan terjadi.
(3) Jangan menyentuh atau melepaskan komponen-komponen kelistrikan ketika menstarter atau mengoperasikan motor/mesin.
(4) Jauhkan tangan, rambut dan pakaian dari roda gendeng dan komponen-komponen lain yang berputar selama motor/mesin berjalan.
(5) Simpanlah tangki bahan bakar ditempat yang kering dengan ventilasi yang baik, jangan terkena sinar matahari langsung.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 63 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b) Pelumasan (kecuali model dengan injeksi oli)
(1) Lumasi uliran busi dan pasang busi dan kencangkan hingga tenaga putar atau torsi yang tepat sesuai spesifikasi.
(2) Ganti oli gigi perseneling. Periksa oli dari adanya kandungan air yang menunjukkan adanya kebocoran penutup. Penggantian penutup harus dilaksanakan oleh dealer resmi sebelum digunakan.
(3) Lumasi semua fiting pelumas.
c) Perawatan aki
Jenis aki bermacam-macam karenanya dalam perawatan aki kita perlu mengikuti beberapa prosedur dan instruksi adalah sebagai berikut : (1) Lepaskan kabel-kabel dan ambil aki dari
perahu. Selalu lepaskan kabel hitam negatif terlebih dahulu, untuk mencegah resiko hubungan pendek atau korsleting.
(2) Bersihkan kotak dan terminal-terminal aki. Isi stiap sel hingga level atas dengan air suling.
(3) Simpan aki diatas permukaan yang rata ditempat yang sejuk, kering dan berventilasi baik, serta tidak terna sinar matahari langsung.
(4) Sebulan sekali periksa berat jenis elektrolitnya dan isi ulang sesuai ketentuan untuk memperpanjang usia pakai aki.
d) Membersihkan motor/mesin tempel
Setelah digunakan cuci bagian luar motor/mesin tempel dengan air bersih. Bilas sistem pendingin dengan air bersih.
e) Memeriksa permukaan motor/mesin yang bercat Periksa motor/mesin dari goresan, torehan atau cat yang mengelupas. Bagian-bagian yang catnya rusak lebih mungkin mengalami perkaratan. Bila perlu bersihkan dan cat bagian tersebut. Cat perbaikan tersedia pada dealer.
Yang harus diingat dalam perawatan aki adalah cairan elektrolit aki berbahaya bagi manusia; cairan ini mengandung asam sulfat dan karena itu beracun dan sangat korosif.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 64 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Selalu ikuti tindakan-tindakan pencegahannya adalah sebagai berikut :
(1) Hindari kontak badan dengan cairan elektrolit karena dapat mengakibatkan luka bakar serius atau cedera mata permanen.
(2) Kenakan alat pelindung mata ketika menangani atau bekerja didekat aki.
Penawar racun (eksternal) : (1) Kulit-bilas dengan air.
(2) Mata-bilas dengan air selama 15 menit dan segera dapatkan bantuan medis.
Penawar racun (internal) :
Minum air atau susu dalam jumlah besar diikuti dengan obat pencuci perut, telur kocok atau minyak sayur. Segera dapatkan bantuan medis.
Aki juga menimbulkan gas hidrogen yang mudah meledak; karena itu kita harus selalu mengikuti tindakan-tindakan pencegahan sebagai berikut ini : (1) Lakukan pengisian ulang aki ditempat yang
berventilasi baik.
(2) Jauhkan aki dari api, percikan api atau nyala api terbuka (misalnya : peralatan las, rokok yang menyala, dan lain sebagainya.)
(3) Jangan merokok ketika mengisi atau
Apabila komponen-komponen pengganti diperlukan gunakan hanya suku cadang asli atau suku cadang dengan jenis yang sama dan memiliki kekuatan serta bahan yang setara. Komponen yang memiliki kualitas rendah dapat tidak berfungsi dan hilangnya kontrol yang dapat mengakibatkan dapat membahayakan operator dan penumpang perahu. Suku cadang dan peralatan tambahan asli tersedia di dealer.
2) Daftar perawatan
Frekuensi perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi pengoperasian, namun tabel berikut ini memberikan pedoman umum. Untuk penjelasan mengenai masing-masing tindakan khusus bagi pemakai/operator
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 65 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR motor/mesin tempel.
Simbol “ “ menunjukkan pemeriksaan–pemeriksaan yang dapat dilakukan sendiri.
Simbol “O” menunjukkan pekerjaan yang harus dilakukan oleh dealer.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 66 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Baling-baling
Termostat inspeksi O
Penghubung
Dengan catatan jika mengoperasikan motor/mesin dilaut, air keruh atau dilumpur, motor/mesin harus dibilas dengan air bersih setiap kali selesai digunakan.
3) Pelumasan
a) Pelumasan A Yamaha (pelumas tahan air)
b) Pelumasan B Yamaha (pelumas anti karat ; untuk tangkai baling-baling )
4) Membersihkan dan menyetel busi
Busi merupakan komponen motor/mesin yang penting dan mudah untuk diperiksa. Kondisi busi dapat memberikan beberapa petunjuk tentang kondisi motor/mesin. Misalnya : porselin elektroda tengah yang sangat putih dapat merupakan petunjuk adanya kebocoran aliran udara masuk atau gangguan karburasi dalam silinder tersebut. Jangan berusaha untuk mendiagnosa suatu masalah sendiri, melainkan bawalah motor/mesin tempel ke dealer. Kita harus secara berkala melepaskan dan memeriksa busi karena panas dan endapan akan menyebabkan busi secara perlahan–
lahan rusak dan terkikis. Apabila pengikisan elektroda telah sangat berlebihan atau bila karbon atau endapan lainnya terlalu banyak harus mengganti busi dengan busi lain yang jenisnya tepat. (Busi standar adalah B7HS dan BR7HS).
Sebelum memasangkan busi, ukur celah elektrodanya dengan pengukur ketebalan kawat, sesuaikan celah tersebut dengan spesifikasi bila perlu. Celah Busi adalah 0,6 – 0,7 mm (0.024 – 0.028 in).
Ketika memasang busi, selalu bersihkan permukaan pakingnya dan gunakan paking yang baru. Bersihkan
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 67 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR segala pengotor dari ulirannya dan ulirkan masuk busi tersebut hingga mencapai tenaga putar atau torsi yang tepat. Tenaga putar busi adalah 25.0 Nm (18.4 ft – lb) (2.55- kgf – m).
Yang harus diingat dan dicatat dalam membersihkan busi adalah:
a) Ketika melepaskan atau memasang busi berhati–
hatilah untuk tidak merusak penyekatnya. Penyekat yang rusak dapat memungkinkan timbulnya percikan api luar yang dapat menimbulkan ledakan atau kebakaran.
b) Apabila alat pengukur tenaga putar tidak tersedia ketika memasang busi, perkiraan yang baik untuk tenaga putaran yang tepat adalah ¼ hingga ½ putaran melebihi kekencangan yang dapat dicapai dengan jari. Sesuaikan kekencangan busi hingga ke tenaga putaran yang tepat sesegera mungkin dengan sebuah alat pengukur tenaga putaran.
5) Memeriksa sistem bahan bakar.
Periksa saluran bahan bakar dari kebocoran, keretakan atau gangguan fungsi. Apabila ditemukan masalah harus segera diperbaiki. Titik-titik yang perlu diperiksa adalah sebagai berikut:
a) Kebocoran komponen sistem bahan bakar b) Kebocoran sambungan saluran bahan bakar
c) Keretakan saluran bahan bakar atau kerusakan lain d) Kebocoran penghubung bahan bakar
Yang harus dingat dalam memeriksa sistem bahan bakar adalah:
a) Bensin dan uapnya sangat mudah menyala dan mudah meledak, jauhkan dari percikan api, rokok, nyala api atau sumber-sumber penyulut lainnya.
b) Bahan bakar yang bocor dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.
c) Periksa adanya kebocoran bahan bakar secara teratur.
d) Apabila ditemukan adanya kebocoran bahan bakar, sistem bahan bakar harus diperbaiki oleh ahlinya.
Perbaikan yang kurang tepat dapat membuat motor/mesin tempel tidak aman untuk dioperasikan.
6) Memeriksa dan membersihkan filter bahan bakar.
a) Lepaskan mur yang menahan bagian–bagian filter bahan bakar, bila ada.
b) Lepaskan sekrup mangkok filter dan tampung
PENGETAHUAN TEKNIKA (MOTOR TEMPEL) 68 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR bahan bakar yang tumpah dengan kain lap.
c) Lepaskan elemen filter dan cucilah dalam solven.
Biarkan mengering. Periksa elemen filter tersebut dan ring “O” nya untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi baik. Ganti bila perlu. Bila ada air didalam bahan bakar, tangki bahan bakar portabel atau tangki bahan bakar lainnya harus diperiksa dan dibersihkan.
d) Pasang kembali elemen filter didalam mangkok.
Pastikan bahwa ring “O” berada pada posisinya didalam mangkok. Sekrupkan kembali mangkok kuat-kuat pada penutup filter.
e) Pasang bagian-bagian filter pada siku–siku sehingga selang bahan bakar terpasang pada bagian-bagian filter tersebut.
f) Hidupkan motor/mesin dan periksa filter serta saluran-saluran dari kebocoran.
Yang harus diingat memeriksa filter bahan bakar adala:
a) Bensin sangat mudah menyala dan uapnya mudah menyala serta mudah meledak.
b) Jangan melakukan tanpa prosedur dan jangan melakukan prosedur pada motor/mesin yang masih panas atau sedang berjalan. Biarkan motor/mesin menjadi dingin terlebih dahulu.
c) Filter bahan bakar terisi dengan bahan bakar, jauhkan dari percikan api rokok, nyala api atau sumber-sumber penyulut lainnya.
d) Prosedur akan memungkinkan tumpahnya sejumlah bahan bakar. Tampung bahan bakar pada kain lap, seka bahan bakar yang tumpah dengan segera.
e) Filter bahan bakar harus dirangkai kembali dengan cermat bersama ring “O”, mangkok filter dan selangelang ditempat masing-masing. Perakitan
e) Filter bahan bakar harus dirangkai kembali dengan cermat bersama ring “O”, mangkok filter dan selangelang ditempat masing-masing. Perakitan