BAB III ANALISIS KOMPOSISI
3.5 Gaya Bahasa dan Makna Syair
3.5.7 Gaya Bahasa dan Makna Lagu “Embun”
Syair lagu ”Embun” karya G.R.W Sinsoe ini menggunakan gaya bahasa Apostrophe pada baris pertama (Engkau embun turun dini hari). Baris ke delapan menggunakan gaya bahasa Pesonifikasi (Dijadikan lambang segar tiap masa).
Engkau embun turun dini hari Dikala rumput kering melayu Engkaulah hujan, intan menyirami Lapangan cita-cita hatiku
Bait ini menceritakan tentang keresahan hati, cinta diibaratkan seperti embun datang dipagi hari menyirami rumput yang kering. Ini diartikan bahwa cinta sejati itu dapat memberikan ketenangan dan kedamaian. Dengan demikian tujuan atau cita-cita dapat difokuskan dalam hal pencapaiannya.
Keresahan,hasratku di kalbu Ditabur cemerlang kasihku Merujuk menghidupkan s’lalu
Dijadikan lambang segar tiap masa Dikala langit,haus dahaga
Bait ini menceritakan bahwa kekasihnya selalu membuat hatinya resah. Ia
Sehingga dengan demikian, kesempatan ini menjadi kenangan yang akan diingat setiap masa dikala ada masalah dan musibah yang datang. Momen perdamaian dan menjalin cinta yang baru adalah sebuah ’senjata’ yang ampuh dalam menyelesaikan segala macam permasalahan yang datang.
3.6 Analisis Lagu ” Fraunliebe und Leben”
3.6.1 Pengantar
Lagu “Fraunliebe und Leben” adalah karya Robert Schumann, mempunyai bentuk siklus dan terdiri dari delapan bagian. Teks yang digunakan komposer adalah diambil dari puisi Adelbert von Chamisso (1731-1838) sekitar tahun 1830. Sepuluh tahun setelah puisi ini dibuat oleh Chamisso, kemudian Schumann mengambil teks puisi sebagai bagian dari komposisi setelah melalui
penyesuaian-penyesuaian teks dengan musik. Lagu ini
menggambarkan/mengisahkan kisah kehidupan seorang wanita dari sudut pandang komponis. Karya ini menceritakan saat-saat penting dalam kehidupan wanita mulai dari mengenal pria, pernikahan, melahirkan, dan kematian suaminya.
Karya ini khusus diciptakan sang komponis sebagai hadiah pernikahan mereka, Schumann dan isterinya Clara. Dari perjalanan penciptaan karya ini, penulis memahami bahwa komposisi ini mempunyai arti yang sangat penting bagi sang komposer. Karya ini bisa sangat sulit untuk dibawakan dalam pertunjukan/resital karena selain karya ini sudah dikenal luas dan bagaimana untuk dapat menciptakan eskpresi yang absolut. Selain itu, karya ini sangat emosional bagi penulis karena adanya rangkaian cerita yang sudah jelas diberikan dan karakter tokoh yang ditonjolkan.
3.6.2 Analisa Lagu ”Seit ich ihn Gesehen”
Gambar 3.15. “Seit ich ihn Gesehen” Karya Robert Schumann Sumber: Schuman Lieder
Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”seit ich ihn Gesehen” adalah tangga nada Bes Mayor. Karya ini dimulai dengan iringan piano sepanjang satu birama dengan progressi harmoni Bes-Es-F7. Dalam lagu “Seit ich ihn Gesehen”
memiliki jangkauan nada untuk vokal dari Es.1-Es.2.
Pemakaian jumlah nada dalam lagu “Seit ich ihn gesehen” untuk bagian vokal dapat disimpulkan bahwa frekuensi penggunaan nada paling banyak dalam lagu “Seit ich ihn gesehen” adalah nada Bes dengan frekuensi 23 kali dan frekuensi penggunaan nada paling sedikit adalah nada As dengan jumlah dua kali.
Dalam hal penggunaan interval, dapat disimpulkan bahwa pergerakan melodi dalam lagu “Seit ich ihn Gesehen” didominasi interval 2M/2m dan interval 1P.
Untuk interval 6M/6m dan interval 7M/7m hanya muncul satu kali. Dengan
dalam karya ini adalah jalinan homofonik, sedangkan pemakaian pola kadens adalah menggunakan deceptive cadence. Bentuk komposisi Lagu “Seit ich ihn Gesehen” karya Robert Schumann adalah Sthropic form (A-A’).
Birama Form Keterangan
1 - Intro
2-15 A -
16-17 - interlude
18-31 A’ -
32-36 - coda
Tabel 3.8. Form “Seit ich ihn Gesehen”
Komponis Robert Schumann, dalam lagu “Seit ich ihn Gesehen”
menggunakan frase yang tidak simetris karena bentuk lagu “Seit ich ihn Gesehen”
maka terjadi pengulangan frase yang sama pada bagian pengulangan dengan birama yang berbeda. Berikut adalah beberapa penggunaan frase dalam lagu “Seit ich ihn Gesehen”. Dalam hal motif, Robert Schumann menggunakan berberapa bentuk motif untuk vokal. Karya ini terdapat pengulangan kontur melodi akibat dari pengulangan materi yang sama pada bagian yang lain. Berikut adalah kontur melodi frase A pada lagu “Seit ich ihn Gesehen”.
5 . . . . . . . . . . . 4 . . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . .
Keterangan : (1-5) nada dalam satu kwin (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu
Gambar 3.16. Kontur Frase A Karya Robert Schumann
3.6.3 Analisa Lagu ”Er, der Herrlichste von allen ”
Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”Er, der Herrlichste von allen”
adalah tangga nada Es Mayor. Karya ini dimulai dengan iringan piano sepanjang satu birama dengan akord Es pada tangan kanan. Tekstur yang dipakai dalam karya ini adalah jalinan homofonik. Nada dasar lagu “Er, der Herrlichste von allen” adalah nada Es, hal ini terlihat jelas pada penutupan pada birama 66.
Jangkauan nada lagu “Er, der Herrlichste von allen” adalah mulai dari nada Es.1-Ges.2.
Gambar 3.17. “Er, der Herrlichste von allen” Karya Robert Schumann Sumber: Schuman Lieder
Frekuensi penggunaan nada dalam lagu “Er, der Herrlichste von allen” untuk bagian vokal adalah nada Es dan nada Bes dengan frekuensi 40 kali dan frekuensi penggunaan nada paling sedikit adalah nada B dan nada Ges dengan jumlah satu kali. Pergerakan melodi dalam lagu “Er, der Herrlichste von allen” didominasi interval 1P, interval 2M/2m dan interval 3M/3m. Interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini. Dengan demikian, pergerakan melodi dalam karya ini lebih banyak didominasi gerak melangkah dan gerak melompat dalam interval kecil.
Pola kadens yang terdapat pada lagu “Er, der Herrlichste von allen” karya Robert Schumann adalah Authentic Cadence. Dalam hal tekstur, karya ini menggunakan jalinan homofonik. Bentuk komposisi Lagu “Er, der Herrlichste von allen” karya Robert Schumann adalah rondo form. Berikut rincian penggunaan form dalam karya ini.
Tabel 3.9. Form Lagu “Er, der Herrlichste von allen”
Komponis Robert Schumann dalam lagu “Er, der Herrlichste von allen”
menggunakan frase yang simetris. Akibat bentuk lagu “Er, der Herrlichste von allen” adalah rondo form maka terjadi pengulangan frase di beberapa bagian
terutama pengulangan bentuk A. Berikut ini adalah pembagian frase dalam lagu
“Er, der Herrlichste von allen”.
Berikut ini adalah kontur melodi frase A yang terdapat pada lagu “Er, der Herrlichste von allen”.
8 . . . . . . . . . . . . . . . . 7 . . . . . . . . . . . . . . . . 6 . . . . . . . . . . . . . . . . 5 . . . . . . . . . . . . . . . . 4 . . . . . . . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . . . . . . .
Keterangan : (1-8) nada dalam satu oktaf (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu
Gambar 3.18. Kontur Melodi Frase A (Birama 2-5) Lagu “Er, der Herrlichste von allen”
Karya Robert Schumann
3.6.4 Analisa Lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben”
Gambar 3.19. Lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” Karya Robert Schumann Sumber: Schumann Lieder
Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” adalah tangga nada C minor. Nada dasar lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” adalah nada C, hal ini terlihat jelas pada penutupan pada birama 15. Dalam lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” memiliki jangkauan nada untuk vokal dari C (middle C) - F2. Untuk penggunaan jumlah pemakaian nada dalam lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” untuk bagian vokal dapat disimpulkan bahwa frekuensi penggunaan nada paling banyak
dalam lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” adalah nada G dan frekuensi penggunaan nada paling sedikit adalah nada B dengan jumlah satu kali.
Lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” dilihat dari aspek interval, ditemukan bahwa pergerakan melodi didominasi interval 1P dan interval 2M/2m, sedangkan untuk interval 7M/7m dan interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini.
Pola kadens yang terdapat pada lagu Lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” Karya Robert Schumann adalah Authentic Cadence. Dari segi kontur melodi, karya ini menggunakan jalinan homofonik.
Dari hasil analisis ditemukan bahwa form komposisi lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” karya Robert Schumann adalah memakai sthropic form. Berikut penjelasan form yang digunakan.
Birama Form Keterangan
1-15 A -
17-35 A’ -
36-67 A -
68-86 - coda
Tabel 3.10. Form Lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben”
Komponis Robert Schumann dalam lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben” menggunakan frase yang tidak simetris. Diakibatkan bentuk lagu ini adalah stropic form maka akan terjadi pengulangan frase pada bagian pengulangan bentuk A. Dalam hal motif, Robert Schumann menggunakan berberapa bentuk motif untuk bagian vokal.
Dalam hal kontur melodi, pengulangan garis melodi diulang dalam bagian yang lain. Berikut adalah kontur melodi frase A yang terdapat pada lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben”.
5 . . . . . . . . . . . . . . . 4 . . . . . . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . . . . . .
Keterangan: (1-5) nada dalam satu kwin (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu
Gambar 3.20. Kontur Melodi Frase A Lagu ”Ich Kann’s Nicht Fassen, Nicht Glauben”
Karya Robert Schumann
3.6.5 Analisa Lagu ”Du Ring an Meinem Finger”
Gambar 3.21. Lagu ”Du Ring an Meinem Finger Karya Robert Schumann Sumber: Schumann Lieder
Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”Du Ring an Meinem Finger”
adalah tangga nada Es mayor. Nada dasar lagu ”Du Ring an Meiner Finger”
adalah nada Es, hal ini terlihat jelas pada penutupan pada birama 40. Dalam lagu
”Du Ring an Meiner Finger” memiliki jangkauan nada untuk vokal dari C (middle C) - F. Frekuensi penggunaan jumlah nada yang dipakai dalam lagu ”Du Ring an Meiner Finger” adalah nada G dengan juhlah 34 kali dan dan frekuensi penggunaan nada paling sedikit adalah nada Ges dengan jumlah satu kali.
Dari hasil analisis interval diketahui bahwa pergerakan melodi dalam lagu”Du Ring an Meinem Finger” didominasi interval 2M/2m. Untuk interval 7M/7m dan interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini. Pola kadens yang terdapat pada lagu ”Du Ring an Meinem Finger” adalah authentic cadence dan half cadence. Bentuk komposisi lagu ”Du Ring an Meinem Finger” karya Robert Schumann menggunakan rondo form. Berikut rincian penggunaan form dalam karya ini.
Birama Form Keterangan
1-8 A -
8-16 B -
16-24 A -
24-32 C -
32-40 A
41-44 - coda
Tabel 3.11. Form Lagu ”Du Ring an Meinem Finger”
Komponis Robert Schumann dalam lagu ”Du Ring an Meinem Finger”
menggunakan frase yang simetris. Bentuk lagu ini adalah rondo form maka akan terjadi pengulangan frase pada bagian pengulangan bentuk A. Berikut penggunaan frase dalam lagu ”Du Ring an Meinem Finger”.
Dalam karya ini, penggunaan kontur melodi yang sama terjadi di beberpa bagian karena berhubungan dengan form. Berikut adalah kontur melodi frase A yang terdapat pada lagu ”Du Ring an Meinem Finger”.
7 . . . . . . . . . . . . . . . . 6 . . . . . . . . . . . . . . . . 5 . . . . . . . . . . . . . . . . 4 . . . . . . . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . . . . . . .
Keterangan: (1-7) nada dalam satu septim (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu
Gambar 3.22. Kontur Melodi Frase A (Birama 2-5) ”Du Ring an Meinem Finger”
Karya Robert Schumann
3.6.6 Analisa Lagu ”Helft mir, ihr Schwestern”
Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”Helft mir, ihr Schwestern”
adalah tangga nada Bes Mayor. Nada dasar lagu ”Helft mir, ihr Schwestern”
adalah nada Bes, hal ini terlihat jelas pada penutupan karya di birama 46.
Jangkauan nada dalam lagu ”Helft mir, ihr Schwestern” adalah dari nada Bes –G2.
Gambar 3.23. Lagu ” ”Helft mir, ihr Schwestern” Karya Robert Schumann Sumber: Schuman Lieder
Frekuensi penggunaan jumlah nada dalam lagu ”Helft mir, ihr Schwestern” untuk bagian vokal vokal adalah nada F dengan juhlah 65 kali dan dan frekuensi penggunaan nada paling sedikit adalah nada Des dan nada F# dengan jumlah satu kali. Pergerakan melodi dalam lagu ”Helft mir, ihr Schwestern” didominasi interval 1P dan interval 2M/2m. Untuk interval 7M/7m dan interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini. Pola kadens yang terdapat pada lagu ”Helft mir, ihr Schwestern” Karya Robert Schumann adalah half cadence dan Authentic Cadence.
Bentuk komposisi lagu ”Helft mir, ihr Schwestern” karya Robert Schumann adalah stropic form. Berikut rincian bentuk karya ini.
Birama Form Keterangan
1-2 - intro
3-10 A -
11-18 A’ -
19-26 A’’ -
27-35 A’’’ -
36-43 A’’’’ -
47-52 - Coda
Tabel 3.12. Form Lagu ”Helft mir, ihr Schwestern”
Komponis Robert Schumann dalam lagu ”Helft mir, ihr Schwestern”
menggunakan frase yang simetris. Bentuk lagu ini adalah stropic form maka akan terjadi pengulangan frase pada bagian pengulangan bentuk A.
Berikut ini adalah kontur melodi frase A yang terdapat pada lagu ”Helft mir, ihr Schwestern”.
7 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Keterangan: (1-7) nada dalam satu septim (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu
Gambar 3.24. Kontur Melodi Frase A ”Helft mir, ihr Schwestern”
Karya Robert Schumann
3.6.7 Analisa Lagu ”Suber Freund, du Blickest”
Tangga nada yang digunakan dalam lagu ” Suber Freund, du Blickest”
adalah tangga nada G dan C mayor. Nada dasar lagu ”Suber Freund, du Blickest”
adalah nada G, hal ini terlihat jelas pada penutupan karya di birama 58. Jangkauan nada lagu ”Suber Freund, du Blickest” adalah dari nada E1–E2.
Gambar 3.25. Lagu ” Suber Freund, du Blickest” Karya Robert Schumann Sumber: Schuman Lieder
Frekuensi pemakaian nada dalam lagu ”Suber Freund, du Blickest” untuk bagian vokal adalah nada G dengan juhlah 47 kali dan dan frekuensi penggunaan nada paling sedikit adalah nada C# dengan jumlah satu kali. Pergerakan melodi dalam lagu ”Suber Freund, du Blickest” didominasi interval 2M/2m dan interval 1P. Untuk interval 7M/7m dan interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini. Pola kadens yang terdapat pada lagu ”Suber Freund, du Blickest” adalah authentic cadence yang dapat dilihat pada birama 10. Tekstur dari karya ini adalah jalinan homofonik. Bentuk komposisi lagu ”Suber Freund, du Blickest” karya Robert Schumann menggunakan ternary form. Berikut rincian form komposisi yang dipakai dalam karya ini:
Birama Form Keterangan
1 - intro
2-24 A -
25-44 B -
45-54 A’
55-58 - coda
Tabel 3.13. Form Lagu ” Suber Freund, du Blickest”
Komponis Robert Schumann dalam lagu ”Suber Freund, du Blickest”
menggunakan frase yang simetris. Bentuk lagu ini adalah ternary form maka akan
terjadi pengulangan frase pada bagian pengulangan bentuk A. Dalam hal motif, Robert Schumann menggunakan berberapa bentuk motif untuk vokal. Berikut ini adalah kontur melodi frase A yang terdapat pada lagu ”Suber Freund, du Blickest”.
6 . . . . . . . . . . . . 5 . . . . . . . . . . . . 4 . . . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . . .
Keterangan: (1-6) nada dalam satu sekst (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu
Gambar 3.26. Kontur Melodi Frase A Lagu A ” Suber Freund, du Blickest”
Karya Robert Schumann
3.6.8 Analisa Lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust”
Gambar 3.27. Lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” Karya Robert Schumann Sumber: Schuman Lieder
Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” adalah tangga nada D Mayor. Dalam lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” memiliki jangkauan nada untuk vokal dari E1–E2. Frekuensi penggunaan nada dalam karya ini adalah nada D dengan jumlah 41 kali dan nada paling sedikit adalah nada B dan C# dengan jumlah satu kali. Penggunaan jumlah interval dari lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” didominasi interval 1P.
Untuk interval 7M/7m dan interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini. Pola kadens yang terdapat pada lagu karya ini adalah authentic cadence.
Bentuk komposisi Lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” karya Robert Schumann adalah stropic form, berikut rincian form pada karya ini:
Birama Form Keterangan
Tabel 3.14. Form lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust “
Komponis Robert Schumann dalam lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust”
menggunakan frase yang simetris. Bentuk lagu ini adalah stropic form maka akan terjadi pengulangan frase pada bagian pengulangan bentuk A. Berikut ini adalah kontur melodi A yang terdapat pada lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust”.
5 . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Keterangan: (1-6) nada dalam satu kwint (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu
Gambar 3.28. Kontur Melodi Frase A ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust”
Karya Robert Schumann
3.6.9 Analisa Lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan”
Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” adalah tangga nada D minor. Nada dasar lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” adalah nada D, hal ini terlihat jelas pada penutupan karya di birama 2. Dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” memiliki jangkauan nada untuk vokal dari C#–D.2.
Frekuensi penggunaan nada dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” untuk bagian vokal adalah nada D dengan jumlah 24 kali dan dan frekuensi penggunaan nada paling sedikit adalah nada B dan Des dengan jumlah satu kali. Pergerakan melodi dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” didominasi interval 1P. Untuk interval 6M/6m, interval 7M/7m dan interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini. Pola kadens yang terdapat pada lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” adalah authentic cadence dapat ditemukan pada birama 20-21, sedangkan tekstur karya ini adalah jalinan homofonik.
Gambar 3.29. Lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” Karya Robert Schumann Sumber: Schumann Lieder
Bentuk komposisi lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” karya Robert Schumann menggunakan ternary form, berikut rincian penggunaan form:
Birama Form Keterangan
1-6 A -
7-14 B -
15-21 A -
22-42 - coda
Tabel 3.15. Form Lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan”
Komponis Robert Schumann dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” menggunakan frase yang simetris. Bentuk lagu ini adalah ternary form maka akan terjadi pengulangan frase pada bagian pengulangan bentuk A. Berikut ini adalah kontur melodi frase A yang terdapat pada lagu lagu
”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan”.
5 . . . . . . . . . . . . 4 . . . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . . .
Keterangan: (1-5) nada dalam satu kwint (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu
Gambar 3.30. Kontur Melodi Frase ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan”
Karya Robert Schumann
3.7 Pola Sajak Lieder “Frauenliebe und Leben”
3.7.1 Pola Sajak Lagu “Seit ich ihn Gedehen”
Seit ich ihn gesehen, ... a
Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Seit ich ihn gesehen” karya Robert Schumann menggunakan pola sajak tidak beraturan.
3.7.2 Pola Sajak Lagu “Er, der Herrlichste von allen"
Er, der Herrlichste von allen, ... a Bait Pertama
Wie so milde, wie so gut! ... b Holde Lippen, klares Auge, ... c Heller Sinn und fester Mut. ... b
So wie dort in blauer Tiefe, ... a Bait Kedua
Hell und herrlich, jener Stern, ... b Also er an meinem Himmel, ... c Hell und herrlich, hehr und fern. ... b
Wandle, wandle deine Bahnen, ... a Bait Ketiga
Nur betrachten deinen Schein, ... a Nur in Demut ihn betrachten, ... a Selig nur und traurig sein! ... a
Höre nicht mein stilles Beten, ... a Bait Keempat
Deinem Glücke nur geweiht; ... b Darfst mich niedre Magd nicht kennen, ... a Hoher Stern der Herrlichkeit! ... b
Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Er, der Herrlichste von allen” karya Robert Schumann menggunakan tiga jenis pola sajak, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan pada bait pertama dan kedua; untuk bait ketiga memakai pola sajak yang sama setiap baris; dan bait keempat dan kelima menggunakan pola sajak berpasangan silang.
3.7.3 Pola Sajak Lagu “ Ich kann's nicht fassen, nicht glauben "
Ich kann's nicht fassen, nicht glauben, ... a Bait Pertama
Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Ich kann's nicht fassen, nicht glauben”
karya Robert Schumann menggunakan dua jenis pola sajak, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan pada bait kedua; dan untuk bait pertama dan bait ketiga memakai pola sajak berpasangan silang.
3.7.4 Pola Sajak Lagu “ Du Ring an meinem Finger "
Du Ring an meinem Finger, ... a Bait Pertama
Mein goldenes Ringelein, ... b Ich drücke dich fromm an die Lippen, ... b
Ich hatt ihn ausgeträumet, ... a Bait Kedua
Der Kindheit friedlich schönen Traum, ... b Ich fand allein mich, verloren ... c Im öden, unendlichen Raum. ... b
Du Ring an meinem Finger ... a Bait Ketiga
Da hast du mich erst belehrt, ... b Hast meinem Blick erschlossen ... c Des Lebens unendlichen, tiefen Wert. ... b
Ich will ihm dienen, ihm leben, ... a Bait Keempat
Ihm angehören ganz, ... b Hin selber mich geben und finden ... a Verklärt mich in seinem Glanz. ... b
Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Du Ring an meinem Finger” karya Robert Schumann menggunakan dua jenis pola sajak, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan pada bait pertama, bait kedua dan bait ketiga; dan untuk bait keempat memakai pola sajak berpasangan silang.
3.7.5 Pola Sajak Lagu “ Helft mir, ihr Schwestern "
Helft mir, ihr Schwestern, ... a Bait Pertama
Freundlich mich schmücken, ... a Dient der Glücklichen heute mir, ... b Windet geschäftig ... c Mir um die Stirne ... d Noch der blühenden Myrte Zier. ... b
Als ich befriedigt, ... a Ungeduldig den heutigen Tag. ... c
Helft mir, ihr Schwestern, ... a Bait Ketiga
Helft mir verscheuchen ... a Eine törichte Bangigkeit, ... b Daß ich mit klarem ... c Aug ihn empfange, ... d Ihn, die Quelle der Freudigkeit. ... b
Bist, mein Geliebter, ... a
Streuet ihm, Schwestern, ... a Bait Kelima
Streuet ihm Blumen, ... a Bringet ihm knospende Rosen dar, ... b Aber euch, Schwestern, ... a Grüß ich mit Wehmut ... c Freudig scheidend aus eurer Schar. ... b
Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Helft mir, ihr Schwestern” karya Robert
Schumann menggunakan satu jenis pola sajak untuk setiap bait, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan.
3.7.6 Pola Sajak Lagu “ Süßer Freund, du blickest "
3.7.6 Pola Sajak Lagu “ Süßer Freund, du blickest "