• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Lagu “An Meinem Herzen, an Meiner Brust”

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

3.6 Analisi Lagu “Fraunliebe und Leben”

3.6.8 Analisa Lagu “An Meinem Herzen, an Meiner Brust”

Gambar 3.27. Lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” Karya Robert Schumann Sumber: Schuman Lieder

Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” adalah tangga nada D Mayor. Dalam lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” memiliki jangkauan nada untuk vokal dari E1–E2. Frekuensi penggunaan nada dalam karya ini adalah nada D dengan jumlah 41 kali dan nada paling sedikit adalah nada B dan C# dengan jumlah satu kali. Penggunaan jumlah interval dari lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” didominasi interval 1P.

Untuk interval 7M/7m dan interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini. Pola kadens yang terdapat pada lagu karya ini adalah authentic cadence.

Bentuk komposisi Lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust” karya Robert Schumann adalah stropic form, berikut rincian form pada karya ini:

Birama Form Keterangan

Tabel 3.14. Form lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust “

Komponis Robert Schumann dalam lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust”

menggunakan frase yang simetris. Bentuk lagu ini adalah stropic form maka akan terjadi pengulangan frase pada bagian pengulangan bentuk A. Berikut ini adalah kontur melodi A yang terdapat pada lagu ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust”.

5 . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Keterangan: (1-6) nada dalam satu kwint (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu

Gambar 3.28. Kontur Melodi Frase A ”An Meinem Herzen, an Meiner Brust”

Karya Robert Schumann

3.6.9 Analisa Lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan”

Tangga nada yang digunakan dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” adalah tangga nada D minor. Nada dasar lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” adalah nada D, hal ini terlihat jelas pada penutupan karya di birama 2. Dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” memiliki jangkauan nada untuk vokal dari C#–D.2.

Frekuensi penggunaan nada dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” untuk bagian vokal adalah nada D dengan jumlah 24 kali dan dan frekuensi penggunaan nada paling sedikit adalah nada B dan Des dengan jumlah satu kali. Pergerakan melodi dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” didominasi interval 1P. Untuk interval 6M/6m, interval 7M/7m dan interval 8P tidak ada muncul dalam lagu ini. Pola kadens yang terdapat pada lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” adalah authentic cadence dapat ditemukan pada birama 20-21, sedangkan tekstur karya ini adalah jalinan homofonik.

Gambar 3.29. Lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” Karya Robert Schumann Sumber: Schumann Lieder

Bentuk komposisi lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” karya Robert Schumann menggunakan ternary form, berikut rincian penggunaan form:

Birama Form Keterangan

1-6 A -

7-14 B -

15-21 A -

22-42 - coda

Tabel 3.15. Form Lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan”

Komponis Robert Schumann dalam lagu ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan” menggunakan frase yang simetris. Bentuk lagu ini adalah ternary form maka akan terjadi pengulangan frase pada bagian pengulangan bentuk A. Berikut ini adalah kontur melodi frase A yang terdapat pada lagu lagu

”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan”.

5 . . . . . . . . . . . . 4 . . . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . . .

Keterangan: (1-5) nada dalam satu kwint (. . .) frekuensi / jumlah nada ( - ) gerak melodi lagu

Gambar 3.30. Kontur Melodi Frase ”Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Getan”

Karya Robert Schumann

3.7 Pola Sajak Lieder “Frauenliebe und Leben”

3.7.1 Pola Sajak Lagu “Seit ich ihn Gedehen”

Seit ich ihn gesehen, ... a

Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Seit ich ihn gesehen” karya Robert Schumann menggunakan pola sajak tidak beraturan.

3.7.2 Pola Sajak Lagu “Er, der Herrlichste von allen"

Er, der Herrlichste von allen, ... a Bait Pertama

Wie so milde, wie so gut! ... b Holde Lippen, klares Auge, ... c Heller Sinn und fester Mut. ... b

So wie dort in blauer Tiefe, ... a Bait Kedua

Hell und herrlich, jener Stern, ... b Also er an meinem Himmel, ... c Hell und herrlich, hehr und fern. ... b

Wandle, wandle deine Bahnen, ... a Bait Ketiga

Nur betrachten deinen Schein, ... a Nur in Demut ihn betrachten, ... a Selig nur und traurig sein! ... a

Höre nicht mein stilles Beten, ... a Bait Keempat

Deinem Glücke nur geweiht; ... b Darfst mich niedre Magd nicht kennen, ... a Hoher Stern der Herrlichkeit! ... b

Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Er, der Herrlichste von allen” karya Robert Schumann menggunakan tiga jenis pola sajak, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan pada bait pertama dan kedua; untuk bait ketiga memakai pola sajak yang sama setiap baris; dan bait keempat dan kelima menggunakan pola sajak berpasangan silang.

3.7.3 Pola Sajak Lagu “ Ich kann's nicht fassen, nicht glauben "

Ich kann's nicht fassen, nicht glauben, ... a Bait Pertama

Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Ich kann's nicht fassen, nicht glauben”

karya Robert Schumann menggunakan dua jenis pola sajak, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan pada bait kedua; dan untuk bait pertama dan bait ketiga memakai pola sajak berpasangan silang.

3.7.4 Pola Sajak Lagu “ Du Ring an meinem Finger "

Du Ring an meinem Finger, ... a Bait Pertama

Mein goldenes Ringelein, ... b Ich drücke dich fromm an die Lippen, ... b

Ich hatt ihn ausgeträumet, ... a Bait Kedua

Der Kindheit friedlich schönen Traum, ... b Ich fand allein mich, verloren ... c Im öden, unendlichen Raum. ... b

Du Ring an meinem Finger ... a Bait Ketiga

Da hast du mich erst belehrt, ... b Hast meinem Blick erschlossen ... c Des Lebens unendlichen, tiefen Wert. ... b

Ich will ihm dienen, ihm leben, ... a Bait Keempat

Ihm angehören ganz, ... b Hin selber mich geben und finden ... a Verklärt mich in seinem Glanz. ... b

Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Du Ring an meinem Finger” karya Robert Schumann menggunakan dua jenis pola sajak, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan pada bait pertama, bait kedua dan bait ketiga; dan untuk bait keempat memakai pola sajak berpasangan silang.

3.7.5 Pola Sajak Lagu “ Helft mir, ihr Schwestern "

Helft mir, ihr Schwestern, ... a Bait Pertama

Freundlich mich schmücken, ... a Dient der Glücklichen heute mir, ... b Windet geschäftig ... c Mir um die Stirne ... d Noch der blühenden Myrte Zier. ... b

Als ich befriedigt, ... a Ungeduldig den heutigen Tag. ... c

Helft mir, ihr Schwestern, ... a Bait Ketiga

Helft mir verscheuchen ... a Eine törichte Bangigkeit, ... b Daß ich mit klarem ... c Aug ihn empfange, ... d Ihn, die Quelle der Freudigkeit. ... b

Bist, mein Geliebter, ... a

Streuet ihm, Schwestern, ... a Bait Kelima

Streuet ihm Blumen, ... a Bringet ihm knospende Rosen dar, ... b Aber euch, Schwestern, ... a Grüß ich mit Wehmut ... c Freudig scheidend aus eurer Schar. ... b

Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Helft mir, ihr Schwestern” karya Robert

Schumann menggunakan satu jenis pola sajak untuk setiap bait, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan.

3.7.6 Pola Sajak Lagu “ Süßer Freund, du blickest "

Süßer Freund, du blickest ... a

Hier an meinem Bette ... a

Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Süßer Freund, du blickest” karya Robert Schumann menggunakan satu jenis pola sajak untuk setiap bait, yaitu: pola sajak yang tidak beraturan.

3.7.7 Pola Sajak Lagu “ An meinem Herzen, an meiner Brust "

An meinem Herzen, an meiner Brust, ... a

Hab überschwenglich mich geschätzt ... a Bin überglücklich aber jetzt. ... a

Bait Keempat

Du schauest mich an und lächelst dazu, ... a Du lieber, lieber Engel, du ... a An meinem Herzen, an meiner Brust, ... b Du meine Wonne, du meine Lust! ... b

Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “An meinem Herzen, an meiner Brust” karya Robert Schumann menggunakan dua jenis pola sajak, yaitu: untuk bait pertama, bait kedua dan bait keempat menggunakan pola sajak berpasangan; dan untuk baik ketiga memakai pola sajak yang sama setiap barisnya.

3.7.8 Pola Sajak Lagu “ Nun hast du mir den ersten Schmerz getan "

Nun hast du mir den ersten Schmerz getan, ... a Bait Pertama

Der aber traf. ... b

Du schläfst, du harter, unbarmherz'ger Mann, ... a

Den Todesschlaf. ... b

Berdasarkan analisis pola sajak mulai bait pertama dan bait kedua di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lagu “Nun hast du mir den ersten Schmerz getan”

karya Robert Schumann menggunakan dua jenis pola sajak, yaitu: untuk bait pertam, bait kedua dan bait keempat menggunakan pola sajak berpasangan; dan untuk baik ketiga memakai pola sajak yang sama setiap barisnya

3.8. Pola Meter Lieder “Frauenliebe und Leben“

3.8.1 Pola Meter Lagu “Seit ich ihn gesehen”

Seit-ich-ihnge-se-hen, 5

Dari pemenggalan setiap suku kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola meter lagu ”Seit-ich-ihn-ge-se-hen” karya Robert Schumann untuk semua bait memakai pola meter Irregular Meter (IM).

3.8.2 Pola Meter Lagu “Er, der Herrlichste von allen”

Wand-le- wand-le-dei-ne-Bah-nen, 8 Bait Ketiga

Soll-te-mir-das-Herz-auch-bre-chen, 8 Brich,-o-Herz,-was-liegt-da-ran? 7

Dari pemenggalan setiap suku kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola meter lagu ” Er, der Herrlichste von allen” karya Robert Schumann untuk semua bait memakai pola Irreguler Meter (IM).

3.8.3 Pola Meter Lagu “ Ich kann's nicht fassen, nicht glauben ” Bait Pertama

Ich-kann's-nicht-fas-sen,-nicht –glau-ben, 8 Es-hat-ein-Traum-mich-be-rückt; 7

Wie-hätt-er-doch-un-ter-al-len 8

Mich-Ar-me-er-höht-und-be-glückt? 8

Bait Kedua

Mir-war's,-er-ha-be-ge-spro-chen: 8

"Ich-bin-auf-e-wig-dein," 6 Mir-war's-ich-träu-me-noch-im-mer, 8

Es-kann-ja-nim-mer-so-sein. 7

Bait Ketiga

O-laß-im-Trau-me-mich-ster-ben, 8

Ge-wie-get-an-sei-ner-Brust, 7

Den-se-li-gen-Tod-mich-schlür-fen 8 In-Trä-nen-un-end-li-cher-Lust. 8

Dari pemenggalan setiap suku kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola meter lagu ” Ich kann's nicht fassen, nicht glauben” karya Robert Schumann untuk semua bait pertama memakai pola Irreguler Meter (IM).

3.8.4 Pola Meter Lagu “ Du Ring an meinem Finger ”

Dari pemenggalan setiap suku kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola meter lagu ”Du Ring an meinem Finger” karya Robert Schumann untuk semua

3.8.5 Pola Meter Lagu “ Helft-mir, -ihr-Schwes-tern ”

Ihn, -die-Quel-le-der-Freu-dig-keit. 8

Bist, -mein-Ge-lieb-ter, 5

Bait Keempat

Du-mir-er-schie-en, 5

Giebs- du-mir, -Son-ne, -dei-nen-Schein? 8

Laß-mich-in-An-dacht, 5

Laß-mich-in-De-mut, 5

Laß-mich-ver-nei-gen-dem-Her-re- mein. 9

Streu-et-ihm, -Schwes-tern, 5

Bait Kelima

Streu-et-ihm-Blu-men, 5

A-ber- euch, -Schwes-tern, 5

Grüß-ich-mit-Weh-mut 5

Freu-dig-schei-dend-aus-eu-rer-Schar. 8

Dari pemenggalan setiap suku kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola meter lagu ” Helft mir, ihr Schwestern ” karya Robert Schumann untuk semua bait pertama memakai pola Irreguler Meter (IM).

3.8.6 Pola Meter Lagu “ Süßer Freund, du blickest ”

Sü-ßer-Freund,-du-blic-kest 6

Daß-ich-fes- und-fe-ster 6

Dari pemenggalan setiap suku kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola meter lagu ”Süßer Freund, du blickest ” karya Robert Schumann untuk semua bait pertama memakai pola Irreguler Meter (IM).

3.8.7 Pola Meter Lagu “ An meinem Herzen, an meiner Brust ”

An-mei-nem-Her-zen,-an-mei-ner-Brust, 9

O,-wie-be-daur'-ich-doch-den-Mann, 8

Dari pemenggalan setiap suku kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola meter lagu ”An meinem Herzen, an meiner Brust” karya Robert Schumann untuk semua bait pertama memakai pola Irreguler Meter (IM).

3.8.8 Pola Meter Lagu “Nun Hast du mir den Ersten Schmerz Geten”

Nun-hast-du-mir-den-er-sten-Schmerz-ge-tan, 10

Dari pemenggalan setiap suku kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola meter lagu ” Nun hast du mir den ersten Schmerz getan” karya Robert Schumann untuk semua bait pertama memakai pola Irreguler Meter (IM).

3.9 Makna Lagu “Lieder Fauenliebe und Leben”

3.9.1 Makna Lagu “Seit ich ihn gesehen“

Bagian ini menggambarkan tentang gadis muda yang bersahaja dan menarik. Pada suatu saat gadis ini melihat seorang pria dan menyatakan pada dirinya sendiri bahwa ia menginginkan pria tersebut menjadi suaminya, karena hal ini masih dalam tahap awal maka si gadis ini sepertinya berpikir bahwa dia

“buta”. Kondisi ini juga didukung dengan iringan piano tidak rumit, namun lambat dan manis yang menunjukkan "kesederhanaan gadis muda serta ketidak pastiannya". Iringan piano di bagian pertama ini penting bagi pendengar, karena melodi yang sama akan kembali dimunculkan pada akhir siklus lagu (bagian delapan dari karya Fraunliebe und leben).

3.9.2 Makna Lagu “Er, der herrlichste von Allen“

Bagian ini menonjolkan karakter yang gembira dan penuh “gairah".

Perempuan ini bersumpah dalam hatinya bahwa hanya wanita yang terbaiklah berhak mendapatkannya, dan jika ia tidak dalam posisi itu maka hatinya akan hancur. Keadaan ini tergambar jelas dengan iringan piano yang mencerminkan perasaannya dengan suasana hati yang gembira.

3.9.3 Makna Lagu ” Ich kann’s nicht fassen, nicht glauben“

Bagian ini menunjukkan kasih sayang, bahwa ia telah jatuh cinta dengan pria yang dilihatnya. Saya tidak dapat memahami atau percaya, saya seperti kena mantra dan bermimpi. Bagian ketiga ini adalah bagian satu-satunya menunjukkan karakter pria masuk dalam siklus. “Dia bilang, saya berpikir aku milikmu selamanya”.

3.9.4 Makna Lagu ” Du Ring an meinem Finger“

Bagian keempat dari siklus karya ini. Bagian ini mempunyai perbedaan dalam suasana hati bila dibandingkan dengan tiga bagian sebelumnya. Si gadis

“menatap cincin di jarinya, dia menyadari bahwa hidupnya berubah”. Ini adalah bagian yang menonjolkan suasana hati yang lembut, dan melodi yang indah.

Untuk penyanyi, bagian ini memerlukan garis legato halus dengan dukungan nafas yang kuat untuk mencapai kualitas yang diinginkan dari musik.

3.9.5 Makna Lagu ” Helft mirr ihr schwestern“

Bagian ini menampilkan perubahan suasana hati yang didukung dengan iringan piano. Secara teknis, ini adalah salah satu bagian yang paling sulit dinyanyikan karena tempo cepat dicampur dengan pemenggalan teks dan melodi.

Bagian ini menceritakan dimana si gadis meminta adik-adiknya untuk membantunya dalam persiapan hari pernikahannya. Bagian ini ditandai dengan ritme bertitik yang menggambarkan pawai pernikahan, keadaan yang serius dan menyenangkan.

3.9.6 Makna Lagu ” Süßer Freund, du blickest“

Bagian ini menceritakan bahwa ia telah hamil dan kabar ini ia sampaikan kepada suaminya. Seorang penyanyi pada bagian ini harus sadar akan sensitivitas dalam hal teks, dan harus mencerminkan adanya perubahan warna nada yang mengungkapkan kualitas suara yang manis dan lembut.

3.9.7 Makna Lagu ” An meinem Herzen, an meiner Brust“

Bagian ini begitu menantang dengan tempo cepat dan melodi upbeat yang mengungkapkan karakter emosi, kegembiraan dari sukacita menjadi seorang Ibu.

Schumann ingin mengekspresikan bentuk sukacita seorang Ibu muda saat ia memegang bayinya. Frase vokal dengan irama berulang-ulang seperti menggambarkan seorang ibu yang berbicara dengan bayi kecilnya.

3.9.8 Makna Lagu ” Nun hast du mir den ersten Schmerz getan“

Bagian ini adalah bagian paling dramatis dari tujuh bagian siklus sebelumnya, terdapat kontras yang jelas dan nyata bila dibandingkan dengan bagian sebelumnya dan bagian ini merupakan akhir cerita. Pada saat ini, perempuan tadi sudah menjadi seorang janda, dan sedang menatap tubuh suaminya yang telah meninggal dunia. Iringan piano hanya memainkan akord yang bermakna kesedihan Vokal dalam interval yang rendah dan bernyanyi seperti resitativo mendukung suasana kematian. Bagian ini menggambarkan kondisi dimana kebahagiaan yang dirasakan perempuan itu telah jatuh dan hilang dan hanya kekosongan yang ada saat ini dalam hatinya. Setelah baris terakhir,

iringan dan melodi piano kembali ke melodi dari lagu pertama yang bertujuan agar perempuan tersebut mengingat masa-masa yang dilalui meskipun dia telah menjadi janda.

BAB IV

TEKNIK VOKAL DAN ADAPTASI

Dalam Bab IV penulis akan membahas tentang teknik bernyanyi lagu seriosa pada tujuh lagu yang sudah dipilih sebelumnya. Hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan Ibu Aning Katamsi dan Catharina Wiriadinata Leimena terkait penggunaan teknik bernyanyi dalam lagu seriosa, beliau mengatakan bahwa seluruh teknik-teknik bernyanyi barat digunakan dalam bernyanyi lagu seriosa. Oleh karena itu, dalam Bab ini penulis akan menjelaskan teknik-teknik yang digunakan dalam bernyanyi seriosa dan pada ketujuh lagu tersebut. Selain itu penulis juga akan membahas tentang persamaan dan perbedaan konsep komposisi secara umum antara lagu lied dan lagu seriosa.

4.1 Teknik Vokal

Bernyanyi memiliki teknik-teknik fundamental yang wajib dan harus dikuasai oleh seorang vokalis/penyanyi. Teknik-teknik vokal yang dimaksud penulis dalam hal ini adalah segala hal yang dapat dilakukan untuk dapat bernyanyi dengan baik yaitu: meliputi sikap tubuh dalam posisi berdiri dan duduk;

teknik produksi suara, warna suara, artikulasi huruf vokal dan konsonan.

4.1.1 Sikap Tubuh

Sikap tubuh yang baik penting untuk mengontrol sikap bernyanyi juga untuk membentuk sikap pribadi yang menarik dan kesehatan suara. Seorang vokalis haruslah berdiri dengan alami. Hal ini tidak mengandung arti bahwa vokalis dapat sesuka hati melakukan hal yang dianggap alami, yang dalam kenyataannya merupakan hal yang salah. Agar mampu bernyanyi dengan alami, vokalis bernyanyi dengan bebas dan benar, hal ini dimulai dari sikap tubuh yang benar.

Sikap bernyanyi menuntut kelenturan posisi dan beberapa gerakan tubuh yang berhubungan erat dengan produksi suara. Dalam hal ini, dada, bahu, lengan dan tangan harus tenang. Ketika bernyanyi, tubuh harus tegak, seimbang, stabil dan lentur, tidak kaku dan dada dibusungkan dengan nyaman. Posisi tegak menuntut sikap kaki, pinggang, punggung dan leher dalam satu garis lurus.

Kepala harus seimbang terhadap poros tulang punggung.

Keseimbangan terletak pada kaki dan jari-jari kaki. Tumit kaki tidak diangkat, namun perasaan haruslah sekan-akan siap melompat. Dalam posisi berdiri, tinggi tumit sepatu yang tidak terlalu jauh dari lantai sangat membantu dalam sikap tubuh yang benar. Kaki tidak terkunci kaku pada lutut akan tetapi rileks dan ringan.

Punggung dan tulang punggung harus meregang membentuk satu garis lurus. Punggung terasa menjadi lebar dan memanjang. Leher merupakan kelanjutan dari tulang punggung, pertahankan untuk tetap merasa panjang, meregang dan tidak maju ke depan atau mundur.

Gambar 4.1. Posisi Berdiri (sebelah kiri posisi salah & sebelah kanan posisi benar) Sumber: Christy dalam Expresive Singing

Kepala harus seimbang di atas poros tulang punggung, pertahankan tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kepala harus ditundukkan sedikit tetapi tidak tenggelam di dalam dada karena tulang punggung meregang lebih banyak oleh tekanan nafas. Sebaiknya saat bernyanyi, alis mata dinaikkan dan bukan kepala yang naik untuk nada-nada yang tinggi. Gerakan rileks dari posisi kepala ke bawah harus merupakan suatu perputaran yang ringan, karena jika dagu dan dada bertemu maka leher terasa meregang lebih kuat. Kepala sedikit bergerak ke atas untuk kualitas suara ”terang” dan sedikit menunduk untuk kualitas suara”gelap”.

Dada membusung dengan nyaman sebelum menghirup udara hingga mengakhiri sebuah frase dari keseluruhan lagu. Bahu harus sejajar dan lentur ke bawah dan ke belakang, bahu terasa ringan tidak kaku atau terangkat dan maju ke depan sewaktu-waktu. Waspadalah untuk tidak menarik bahu ke atas untuk nada-nada tinggi.

Ada tiga bentuk posisi tangan yang dapat dilakukan ketika bernyanyi, yaitu: (1) mengatup ringan ke depan dan ke atas pinggang, punggung tangan yang satu di atas telapak tangan yang satu lagi; (2) terkulai dan rileks di kedua sisi tubuh; (3) satu tangan terkulai di satu sisi tubuh dan yang satu lagi mengenggam di depan tubuh.

Gambar 4.2. Posisi tangan saat berdiri berdiri Sumber: Christy dalam Expresive Singing

Bila sikap tubuh berdiri dilakukan dengan benar, maka perasaan, stabilitas yang lentur serta keseimbangan akan terasa nyaman. Ayunkan tubuh dari sisi

Bila sikap tubuh berdiri dilakukan dengan benar, maka perasaan, stabilitas yang lentur serta keseimbangan akan terasa nyaman. Ayunkan tubuh dari sisi