5 Kata majemuk nomina
5.8 Komposisi Adverbia + Nomina
Kata majemuk selanjutnya dapat juga dihasilkan dari proses penggabungan kelas kata adverbia dan kelas kata nomina sehingga menghasilkan makna baru. Kelas kata nomina pada konstruksi ini berada di posisi kedua. Berikut ini adalah contoh pembentukan kata majemuk dengan penggabungan kelas kata adverbia dan kelas
kata nomina. Pada contoh (59), terjadi penggabungan kelas kata adverbia sekejap yang berarti ‘sebentar saja, sesaat’ dan kelas kata nomina mata yang berarti ‘indra untuk melihat’. Penggabungan kedua kelas kata ini menghasilkan kata majemuk sekejap mata yang memiliki makna baru, yaitu ‘sangat sebentar’. Adanya penyisipan elemen lain di antara kedua kata ini menjadikannya tidak gramatikal seperti pada contoh (60).
(59). Sekejap mata = Sekejap mata
ADV N Kata majemuk
(60). *Sekejap untuk mata
Contoh penggunaan kata majemuk dalam kalimat:
Tanpa ia sadari, uangnya lenyap sekejap mata.
Contoh selanjutnya adalah pembentukan kata majemuk dengan penggabungan kelas kata adverbia sebelah yang berarti ‘setengah, separuh, bagian dari suatu pasangan’ dan kelas kata nomina mata yang berarti ‘indra untuk melihat’. Kata majemuk sebelah mata ini memiliki arti baru, yaitu ‘memandang rendah orang lain’ seperti pada contoh (61). Penyisipan unsur lain menghasilkan konstruksi yang tidak berterima secara semantis seperti pada contoh (62).
(61). Sebelah mata = Sebelah mata
ADV N Kata majemuk
(62). *Sebelah untuk mata
Contoh penggunaan kata majemuk dalam kalimat:
Dia memandangku sebelah mata.
Contoh lain adalah penggabungan kelas kata adverbia atas yang berarti
‘bagian atau tempat yang lebih tinggi’ dan kelas kata nomina angin yang berarti
‘gerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah’. Hasil penggabungan kedua kata ini adalah kata majemuk atas angin yang memiliki makna baru, yaitu ‘suatu hal yang bersifat sedang terkenal atau termasyur karena mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak’ seperti pada contoh (63). Penambahan leksikal di antara kedua kata ini menghasilkan konstruksi yang tidak gramatikal seperti pada contoh (64).
(63). Atas angin = Atas angin ADV N Kata majemuk
(64). *Atas dari angin = Atas angin
Contoh penggunaan kata majemuk dalam kalimat:
Memang mereka saat ini sedang di atas angin.
6. Morfologi Derivasi Nomina
Kelas kata nomina dapat dibentuk dari proses morfologi derivasi. Morfologi derivasi ini dilakukan dengan proses afiksasi atau penambahan afiks. Proses afiksasi ini dapat mengubah kelas kata lain menjadi kelas kata nomina. Berikut ini adalah penjabaran proses morfologi derivasi kelas kata nomina yang diadopsi dari Sneddon et. al. (2010).
6.1. Prefiks peN- dengan akar verba
Prefiks peN- dapat digabungkan dengan akar verba untuk membentuk kelas kata nomina yang bermakna ‘orang yang melakukan tindakan yang diekspresikan oleh akar kata’. Berikut ini adalah contoh-contohnya.
Verba Derivasi nomina Makna nomina
Mengarang Pengarang Orang yang mengarang Mencuri Pencuri Orang yang mencuri Menipu Penipu Orang yang menipu
Menduduki Penduduk Orang yang menduduki suatu daerah atau tempat Menumpang Penumpang Orang yang yang menumpang (misalnya
kendaraan umum) Membaca Pembaca Orang yang membaca Menyelam Penyelam Orang yang menyelam Menjahit Penjahit Orang yang menjahit Merajut Perajut Orang yang merajut
Table 2. Prefiks peN- dengan akar verba
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Pengarang buku itu mendapatkan loyalty yang tiada habis-habisnya.
• Penyelam itu menemukan harta karun di dasar lautan.
6.2. Prefiks peN- merujuk pada inanimate object
Proses derivasi prefiks peN- yang merujuk pada inanimate object menjelaskan alat atau instrument yang digunakan untuk melakukan tindakan. Bentuk seperti ini dapat memodifikasi nomina yang mengikutinya. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Verba Derivasi nomina Makna nomina
Memantik Pemantik (api) Alat untuk memantik api Memutar Pemutar (film) Alat untuk memutar film Menghapus Penghapus (papan
tulis)
Alat untuk untuk menghapus papan tulis
Memanaskan Pemanas (makanan) Alat untuk memanaskan makanan Membersihkan Pembersih (lantai) Alat untuk membersihkan lantai Menabuh Penabuh (beduk) Alat untuk menabuh beduk Memotong Pemotong (rumput) Alat untuk memotong rumput
Table 3. Prefiks peN- merujuk pada inanimate object
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Makanan beku itu dimasukkan ke dalam pemanas.
• Rumput di halaman sudah tinggi karena pemotongnya rusak.
6.3. Prefiks peN- dengan akar kata adjektiva
Prefiks PeN- dapat melalui suatu proses derivasi morfologi dengan akar kata adjektiva untuk membentuk kelas kata nomina. Makna yang dihasilkan dari proses derivasi ini adalah ‘nomina yang diasosiasikan dengan adjektiva yang menjadi akar kata’. Berikut ini adalah beberapa contoh proses derivasi tersebut.
Adjektiva Derivasi nomina
Makna nomina
Bebas Pembebas Orang yang membebaskan sesuatu atau seseorang
Adjektiva Derivasi nomina
Makna nomina
Berani Pemberani Orang yang berani
Panjang Pemanjang Alat untuk memanjangkan sesuatu Bulat Pembulat Alat untuk membulatkan sesuatu Dendam Pendendam Orang yang suka menyimpan dendam Dengki Pendengki Orang yang dengki
Dingin Pendingin Alat untuk mendinginkan sesuatu Encer Pengencer Alat untuk mengencerkan sesuatu Halus Penghalus Alat untuk menghaluskan sesuatu
Harum Pengharum Alat untuk mengharumkan sesuatu (misalnya, untuk ruangan)
Kagum Pengagum Orang yang mengagumi sesuatu atau seseorang Keras Pengeras Alat untuk mengeraskan sesuatu
Kering Pengering Alat untuk mengeringkan sesuatu Rekat Perekat Alat untuk merekatkan sesuatu Malas Pemalas Orang yang malas
Table 4. Prefiks peN- dengan akar kata adjektiva
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Para pendengki tak dapat menerima kenyataan bahwa ia sering mendapatkan penghargaan.
• Sebagai pengagum Rasul, mereka mengikuti sunnahnya.
6.4. Prefiks pe- dengan akar kata verba
Proses derivasi prefiks pe- dengan akar kata verba menghasilkan kelas kata nomina yang memiliki makna ‘seseorang yang melakukan kegiatan seperti yang diekspresikan oleh akar kata’. Berikut ini adalah beberapa contoh proses derivasi kelas kata nomina tersebut.
Verba Derivasi nomina Makna nomina Bekerja Pekerja Orang yang bekerja Belajar Pelajar Orang yang belajar Berdagang Pedagang Orang yang berdagang Berjalan Pejalan Orang yang berjalan kaki
Table 5. Prefiks pe- dengan akar kata verba
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Banyak pekerja terpaksa diPHK karena pabrik berhenti beroperasi.
• Menjadi pedagang sukses adalah impiannya sedari dulu.
6.5. Prefiks pe- yang mengekspresikan kegiatan olahraga
Kombinasi prefiks pe- dengan cabang olah raga tertentu dapat menghasilkan kelas kata nomina yang bermakna ‘atlit cabang olah raga yang diekspresikan oleh akar kata’. Berikut ini adalah beberapa contoh kombinasi tersebut.
Olahraga Derivasi nomina Makna nomina Gulat Pegulat Atlit gulat Tinju Petinju Atlit tinju Silat Pesilat Atlit silat Lari Pelari Atlit lari Catur Pecatur Atlit catur Renang Perenang Atlit renang Tenis Petenis Atlit tenis Sepak bola Pesepak bola Atlit sepak bola Panahan Pemanah Atlit panahan
Table 6. Prefiks pe- yang mengekspresikan kegiatan olahraga
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Pegulat itu memutuskan untuk berpindah kewarga negaraan karena ia tidak dihargai di negaranya.
• Ia memutuskan untuk berkarir sebagai petenis.
6.6. Sufiks -an dengan akar kata verba
Proses derivasi suffiks -an dengan akar kata verba dapat menghasilkan nomina yang menjadi objek dari kegiatan yang diekspresikan verba. Verba yang dapat digunakan dalam proses derivasi adalah verba transitif yang mensyaratkan kehadiran objek dalam konstruksinya. Hasil derivasi nomina ini mengandung makna ‘apa yang di-verba’. Berikut ini adalah beberapa contoh proses derivasi tersebut.
Verba Derivasi nomina Antar Antaran
Antre Antrean Masuk Masukan Bayar Bayaran Kumpul Kumpulan Letus Letusan Lipat Lipatan Lompat Lompatan Raih Raihan Ramu Ramuan Rangkum Rangkuman Rembes Rembesan Rintih Rintihan
Table 7. Sufiks -an dengan akar kata verba
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Posisinya sebagai direktur membuatnya mendapat bayaran yang mahal.
• Ramuan tradisional itu setiap hari dikonsumsinya.
6.7. Sufiks -an dengan akar verba dengan makna ‘alat’
Akar verba dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan sufiks -an untuk menghasilkan kelas kata nomina yang memiliki makna ‘alat yang digunakan untuk melakukan verba atau tempat dimana kegiatan yang diekspresikan oleh verba berlangsung’. Berikut ini adalah beberapa contoh proses derivasi tersebut.
Verba Derivasi nomina
Table 8. Sufiks -an dengan akar verba dengan makna ‘alat’
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Sebaiknya kita tidak lagi menggunakan sedotan plastik karena akan menambah limbah plastik.
• Hal ini menjadi catatan bagi BUMN tersebut agar dapat memperbaiki layanannya.
6.8. Sufiks -an dengan proses reduplikasi nomina
Derivasi morfologi kelas kata nomina dengan proses reduplikasi akar kata nomina dan penambahan sufiks -an dapat menghasilkan nomina baru dengan makna
‘variasi nomina’. Berikut ini adalah beberapa contoh proses derivasi tersebut.
Akar kata Derivasi nomina Makna nomina
Batu Batu-batuan Bermacam-macam batu Umbi Umbi-umbian Bermacam-macam umbi Akar Akar-akaran Bermacam-macam akar Kayu Kayu-kayuan Bermacam-macam kayu Jamur Jamur-jamuran Bermacam-macam jamur Serbuk Serbuk-serbukan Bermacam-macam serbuk Tepung Tepung-tepungan Bermacam-macam tepung Biji Biji-bijian Bermacam-macam biji Butir Butir-butiran Bermacam-macam butir Bedak Bedak-bedakan Bermacam-macam bedak Pohon Pohon-pohonan Bermacam-macam pohon Kaca Kaca-kacaan Bermacam-macam kaca Botol Botol-botolan Bermacam-macam botol
Table 9. Sufiks -an dengan proses reduplikasi nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Petani menanam umbi-umbian di belakang rumah.
• Mereka meneliti jamur-jamuran dan hubungannya dengan budaya setempat.
6.9. Sufiks -an dengan proses reduplikasi nomina bermakna diminutive
Proses reduplikasi akar kata nomina dengan penambahan sufiks -an dapat menghasilkan nomina yang bermakna diminutive atau menyerupai nomina dasar.
Berikut ini diberikan beberapa contoh proses morfologi tersebut.
Akar kata Derivasi nomina Makna nomina
Orang Orang-orangan Mainan yang menyerupai orang Ikan Ikan-ikanan Mainan yang menyerupai ikan Kursi Kursi-kursian Mainan yang menyerupai kursi Pistol Pistol-pistolan Mainan yang menyerupai pistol Dapur Dapur-dapuran Mainan yang menyerupai dapur Kompor Kompor-komporan Mainan yang menyerupai kompor Rumah Rumah-rumahan Mainan yang menyerupai rumah Setrika Setrika-setrikaan Mainan yang menyerupai setrika Tikar Tikar-tikaran Mainan yang menyerupai tikar Motor Motor-motoran Mainan yang menyerupai motor Sandal Sandal-sandalan Mainan yang menyerupai sandal Table 10. Sufiks -an dengan proses reduplikasi nomina bermakna diminutive
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Orang-orangan kertas itu berserakan di lantai.
• Membeli pistol-pistolan itu adalah keputusan yang salah karena walaupun hanya mainan, pistol-pistolan ini dapat menyakiti orang lain.
6.10. Sufiks -an dengan proses reduplikasi parsial
Akar kata nomina dapat melalui proses reduplikasi parsial disertai dengan penambahan sufiks -an. Makna yang dihasilkan dari proses morfologi ini adalah
‘variasi nomina’. Berikut adalah beberapa contoh proses morfologi tersebut.
Akar kata Derivasi nomina Makna nomina
Batu Bebatuan Bermacam-macam batu Rumput Rerumputan Bermacam-macam rumput Pohon Pepohonan Bermacam-macam pohon Rumah Perumahan Sejumlah rumah
Table 11. Sufiks -an dengan proses reduplikasi parsial
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Bebatuan di daerah sini dikumpulkan untuk menjadi sampel.
• Rerumputan di sekitar pekarangan menambah asri perumahan itu.
6.11. Sirkumfiks ke-…-an dengan akar adjektiva
Proses derivasi morfologi sirkumfiks ke-…-an dengan akar adjektiva dapat membentuk nomina yang abstrak yang sesuai dengan karakteristik akar adjektiva yang melalui proses derivasi tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh dari proses derivasi tersebut.
Adjektiva Derivasi nomina Abadi Keabadian
Adjektiva Derivasi nomina Jengkel Kejengkelan Lucu Kelucuan Lugu Keluguan Palsu Kepalsuan Pandai Kepandaian
Table 12. Sirkumfiks ke-…-an dengan akar adjektiva
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Rakyat akan damai dan tidak berdemo jika keadilan telah ditegakkan.
• Ucapan yang penuh kontroversi tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Beberapa derivasi sirkumfiks ke-…-an dengan kata dasar adjektiva tidak dapat diprediksi maknanya hanya dengan melihat kata dasar adjektiva tersebut.
Berikut adalah contoh-contohnya.
Adjektiva Derivasi nomina Tinggi Ketinggian Berat Keberatan Ringan Keringanan Malu Kemaluan
Table 13.Sirkumfiks ke-…-an dengan akar adjektiva yang tidak bisa diprediksi maknanya
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Kita tidak mendapatkan jaringan yang baik di ketinggian.
• Ia mengaku salah dan meminta keringanan hukuman.
Elemen negasi tidak dapat disisipkan dalam sirkumfiks ke-…-an yang terbentuk dari kata dasar adjektiva seperti contoh berikut ini.
Adjektiva Derivasi nomina Pasti Ketidak pastian Peka Ketidak pekaan Paham Ketidak pahaman Nyaman Ketidak nyamanan Jujur Ketidak jujuran Aman Ketidak amanan Teliti Ketidak telitian Harmonis Ketidak harmonisan Becus Ketidak becusan Tentu Ketidak tentuan Tahu Ketidak tahuan Sopan Ketidak sopanan Serius Ketidak seriusan
Table 14. Penyisipan negasi tidak dalam sirkumfiks ke-…-an
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Ketidak becusan karyawan dibiarkan saja oleh HRD.
• Ketidak seriusan penguasa dalam menyikapi hal tersebut tercermin dari kebijakan yang diambil.
6.12. Sirkumfiks ke-…-an dengan akar verba intransitive
Proses derivasi morfologi dapat dilakukan dengan penggabungan sirkumfiks
ke-…-an dengan akar verba intransitive seperti contoh-contoh di bawah ini.
Verba intransitive Derivasi nomina
Mundur Kemunduran
Maju Kemajuan
Datang Kedatangan
Hidup Kehidupan
Naik Kenaikan
Verba intransitive Derivasi nomina
Pergi Kepergian
Datang Kedatangan
Bablas Kebablasan
Mati Kematian
Bangkit Kebangkitan
Perlu Keperluan
Pindah Kepindahan
Table 15. Sirkumfiks ke-…-an dengan akar verba intransitive
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Kenaikan harga BBM di tengah masa pandemi ini bukanlah kebijakan yang populis.
• Kepindahan beliau adalah suatu keputusan yang bijaksana.
6.13. Sirkumfiks ke-…-an dengan akar nomina
Proses derivasi morfologi sirkumfiks ke-…-an dengan akar kata nomina dapat dilakukan dan menghasilkan makna yang umum ‘berkenaan dengan kata dasar’.
Nomina Derivasi nomina Wanita Kewanitaan Militer Kemiliteran Polisi Kepolisian Bidan Kebidanan Dokter Kedokteran Pemimpin Kepemimpinan Daerah Kedaerahan
Table 16. Sirkumfiks ke-…-an dengan akar nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Kepemimpinannya akan dicatat dalam sejarah.
• Isu kedaerahan menjadi sangat laku dalam momen pilkada.
Selain itu, sirkumfiks ke-…-an ini dapat juga digabungkan dengan nomina untuk menghasilkan nomina baru yang bermakna ‘wilayah yang dipimpin secara administrasi oleh akar kata nomina’. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Akar kata nomina Deriva nomina Menteri Kementerian
Duta Kedutaan
Sultan Kesultanan
Raja Kerajaan
Lurah Kelurahan
Kaisar Kekaisaran
Table 17. Sirkumfiks ke-…-an dengan nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Semua kementerian diharapkan dapat berkoordinasi agar aturan yang dihasilkan tidak tumpang tindih.
• Pihak kelurahan memberikan izin untuk pelaksanaan acara sunatan tersebut.
6.14. Sirkumfiks peN- …-an dengar akar kata verba
Proses derivasi sirkumfiks peN-…-an dengan akar kata verba dapat menghasilkan nomina dengan makna ‘kegiatan yang dilakukan’. Berikut ini adalah beberapa contoh proses derivasi tersebut.
Verba Derivasi nomina Makna
Balas Pembalasan Kegiatan membalas
Runding Perundingan Kegiatan merundingkan sesuatu Tata Penataan Kegiatan menata sesuatu
Kirim Pengiriman Kegiatan mengirimkan sesuatu Rampas Perampasan Kegiatan merampas sesuatu Lari Pelarian Kegiatan berlari dari sesuatu
Bunuh Pembunuhan Kegiatan membunuh orang atau binatang Kemas Pengemasan Kegiatan mengemas sesuatu
Rangkum Perangkuman Kegiatan merangkum sesuatu Gabung Penggabungan Kegiatan menggabungkan sesuatu Buka Pembukaan Kegiatan membuka (biasanya acara) Tutup Penutupan Kegiatan menutup (biasanya acara)
Terima Penerimaan Kegiatan menerima sesuatu atau seseorang Tolak Penolakan Kegiatan menolak sesuatu atau seseorang
Table 18. Sirkumfiks peN- …-an dengar akar kata verba
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Perundingan itu menghasilkan kesepakatan yang baik untuk semua pihak.
• Proses pengemasan dilakukan secara teliti dan mengikuti prosedur yang baik.
Beberapa proses derivasi sirkumfiks peN-…-an dengan akar kata verba dapat menghasilkan makna ‘tempat dimana kegiatan dilakukan’. Berikut ini adalah beberapa contoh derivasi nomina tersebut.
Akar kata verba Derivasi nomina
Ungsi Pengungsian
Tangkar Penangkaran Cuci Pencucian
Akar kata verba Derivasi nomina
Table 19. Sirkumfiks peN- …-an dengar akar kata verba dengan makna ‘tempat’
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Tim SAR langsung menuju ke tempat pengungsian.
• Bukti kejahatan itu ditemukan di tempat pembuangan.
6.15. Sirkumfiks per-…-an
Proses derivasi morfologi untuk membentuk nomina dapat dilakukan dengan menggunakan sirkumfiks per-…-an. Makna yang dihasilkan berhubungan dengan proses atau hasil dari suatu kegiatan. Berikut ini beberapa contoh proses derivasi tersebut.
Akar kata Derivasi nomina
Ubah Perubahan
Remaja Peremajaan
Lindung Perlindungan
Sengketa Persengketaan
Teman Pertemanan
Saudara Persaudaraan
Tali Pertalian
Sahabat Persahabatan
Musuh Permusuhan
Tikai Pertikaian
Satu Persatuan
Akar kata Derivasi nomina
Baik Perbaikan
Cepat Percepatan
Ganti Pergantian
Silat Persilatan
Singgung Persinggungan
Undang Perundangan
Table 20. Sirkumfiks per-…-an
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Gubernur berinisiatif melakukan peremajaan alat-alat transportasi yang tersedia.
• Pergantian ketua dilakukan dengan cepat mengingat banyak tugas yang harus diselesaikan.
Sirkumfiks per-…-an dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan akar kata verba transitif. Proses morfologi ini menghasilkan nomina yang bermakna kegiatan yang diindikasikan oleh akar kata verba tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Akar kata verba Derivasi nomina Banding Perbandingan Gempur Penggempuran Tolong Pertolongan Lawan Perlawanan
Atur Pengaturan
Table 21. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata verba transitif
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Mereka mengambil kasus ini hanya sebagai perbandingan.
• Perlawanan tidak akan terjadi jika pasukan bersenjata itu tidak memaksa masuk.
Sirkumfiks per-…-an dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan akar kata nomina untuk membentuk nomina yang mengacu pada tempat dimana suatu kegiatan dilakukan. Berikut ini beberapa contoh.
Akar kata nomina Derivasi nomina
Adab Peradaban
Simpang Persimpangan
Ikan Perikanan
Ladang Perladangan Rantau Perantauan
Bandar Perbandaran
Batas Perbatasan
Bengkel Perbengkelan
Gudang Pergudangan
Guru Perguruan
Candi Percandian
Hutan Perhutanan
Api Perapian
Table 22. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Kegiatan itu dilakukan di area persawahan di desa kami.
• Wilayah pergudangan dijaga ketat oleh aparat.
Beberapa nomina di bawah ini mengandung sirkumfiks per-…-an. Kata-kata tersebut memiliki dasar verba dengan prefiks per-. Kemudian dalam proses derivasi morfologinya terjadi penambahan sufiks -an. Berikut ini beberapa contoh proses derivasi ini.
Kata dasar verba Derivasi nomina
Mempertahankan Pertahanan
Memperadabkan Peradaban
Mempertarungkan Pertarungan
Memperagakan Peragaan
Memperalatkan Peralatan
Memperapikan Perapian
Memperasakan Perasaaan
Memperbandingkan Perbandingan
Memperbanyakkan Perbanyakan
Memperbaurkan Perbauran
Memperbedakan Perbedaan
Memperbincangkan Perbincangan
Mempercabangkan Percabangan
Mempercakapkan Percakapan
Mempercekcokkan Percekcokan
Mempercontohkan Percontohan
Memperdagangkan Perdagangan
Memperdamaikan Perdamaian
Memperdebatkan Perdebatan
Memperedarkan Peredaran
Mempergulatkan Pergulatan
Table 23. Nomina dengan sirkumfiks per-…-an
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Ini adalah pertarungan ideologis.
• Kedua negara itu menyetujui kesepakatan di bidang perdagangan.
6.16. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina
Sirkumfiks per-…-an dapat melalui proses derivasi morfologi dengan nomina.
Proses ini menghasilkan nomina yang bermakna ‘perihal (sesuai dengan akar kata)’. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Kata dasar Derivasi nomina
Racun Peracunan
Bulu tangkis Perbulu tangkisan
Buruh Perburuhan
Calo Percaloan
Cengkih Percengkihan
Cinta Percintaan
Gabung Pergabungan
Gaduh Pergaduhan
Kata dasar Derivasi nomina
Gantung Pergantungan
Gula Pergulaan
Iklan Periklanan
Ipar Periparan
Table 24. Sirkumfiks per-…-an dengan akar nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Proses peragian dilakukan di rumah masing-masing.
• Jika dilihat lebih jauh, dunia percaloan juga terjadi pada tes-tes kemampuan sejenis.
Sirkumfiks per-…-an dapat melalui proses derivasi morfologi dengan akar kata nomina untuk menghasilkan nomina dengan makna ‘koleksi dari nomina atau tempat dimana banyak nomina ditemukan’. Berikut ini ditampilkan beberapa contoh.
Akar nomina Derivasi nomina
Taman Pertamanan
Pustaka Perpustakaan
Toko Pertokoan
Rumah Perumahan
Kemah Perkemahan
Table 25. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Dinas Lingkungan Hidup mengurusi urusan pertamanan di kota kami.
• Komplek pertokoan itu ludes dibakar api.
Beberapa hasil derivasi morfologi sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina memiliki makna yang sama dengan kata dasarnya, seperti beberapa
Beberapa hasil derivasi morfologi sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina memiliki makna yang sama dengan kata dasarnya, seperti beberapa