6 Derivasi Morfologi Nomina
6.15 Sirkumfiks per- …-an
Proses derivasi morfologi untuk membentuk nomina dapat dilakukan dengan menggunakan sirkumfiks per-…-an. Makna yang dihasilkan berhubungan dengan proses atau hasil dari suatu kegiatan. Berikut ini beberapa contoh proses derivasi tersebut.
Akar kata Derivasi nomina
Ubah Perubahan
Remaja Peremajaan
Lindung Perlindungan
Sengketa Persengketaan
Teman Pertemanan
Saudara Persaudaraan
Tali Pertalian
Sahabat Persahabatan
Musuh Permusuhan
Tikai Pertikaian
Satu Persatuan
Akar kata Derivasi nomina
Baik Perbaikan
Cepat Percepatan
Ganti Pergantian
Silat Persilatan
Singgung Persinggungan
Undang Perundangan
Table 20. Sirkumfiks per-…-an
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Gubernur berinisiatif melakukan peremajaan alat-alat transportasi yang tersedia.
• Pergantian ketua dilakukan dengan cepat mengingat banyak tugas yang harus diselesaikan.
Sirkumfiks per-…-an dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan akar kata verba transitif. Proses morfologi ini menghasilkan nomina yang bermakna kegiatan yang diindikasikan oleh akar kata verba tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Akar kata verba Derivasi nomina Banding Perbandingan Gempur Penggempuran Tolong Pertolongan Lawan Perlawanan
Atur Pengaturan
Table 21. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata verba transitif
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Mereka mengambil kasus ini hanya sebagai perbandingan.
• Perlawanan tidak akan terjadi jika pasukan bersenjata itu tidak memaksa masuk.
Sirkumfiks per-…-an dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan akar kata nomina untuk membentuk nomina yang mengacu pada tempat dimana suatu kegiatan dilakukan. Berikut ini beberapa contoh.
Akar kata nomina Derivasi nomina
Adab Peradaban
Simpang Persimpangan
Ikan Perikanan
Ladang Perladangan Rantau Perantauan
Bandar Perbandaran
Batas Perbatasan
Bengkel Perbengkelan
Gudang Pergudangan
Guru Perguruan
Candi Percandian
Hutan Perhutanan
Api Perapian
Table 22. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Kegiatan itu dilakukan di area persawahan di desa kami.
• Wilayah pergudangan dijaga ketat oleh aparat.
Beberapa nomina di bawah ini mengandung sirkumfiks per-…-an. Kata-kata tersebut memiliki dasar verba dengan prefiks per-. Kemudian dalam proses derivasi morfologinya terjadi penambahan sufiks -an. Berikut ini beberapa contoh proses derivasi ini.
Kata dasar verba Derivasi nomina
Mempertahankan Pertahanan
Memperadabkan Peradaban
Mempertarungkan Pertarungan
Memperagakan Peragaan
Memperalatkan Peralatan
Memperapikan Perapian
Memperasakan Perasaaan
Memperbandingkan Perbandingan
Memperbanyakkan Perbanyakan
Memperbaurkan Perbauran
Memperbedakan Perbedaan
Memperbincangkan Perbincangan
Mempercabangkan Percabangan
Mempercakapkan Percakapan
Mempercekcokkan Percekcokan
Mempercontohkan Percontohan
Memperdagangkan Perdagangan
Memperdamaikan Perdamaian
Memperdebatkan Perdebatan
Memperedarkan Peredaran
Mempergulatkan Pergulatan
Table 23. Nomina dengan sirkumfiks per-…-an
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Ini adalah pertarungan ideologis.
• Kedua negara itu menyetujui kesepakatan di bidang perdagangan.
6.16. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina
Sirkumfiks per-…-an dapat melalui proses derivasi morfologi dengan nomina.
Proses ini menghasilkan nomina yang bermakna ‘perihal (sesuai dengan akar kata)’. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Kata dasar Derivasi nomina
Racun Peracunan
Bulu tangkis Perbulu tangkisan
Buruh Perburuhan
Calo Percaloan
Cengkih Percengkihan
Cinta Percintaan
Gabung Pergabungan
Gaduh Pergaduhan
Kata dasar Derivasi nomina
Gantung Pergantungan
Gula Pergulaan
Iklan Periklanan
Ipar Periparan
Table 24. Sirkumfiks per-…-an dengan akar nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Proses peragian dilakukan di rumah masing-masing.
• Jika dilihat lebih jauh, dunia percaloan juga terjadi pada tes-tes kemampuan sejenis.
Sirkumfiks per-…-an dapat melalui proses derivasi morfologi dengan akar kata nomina untuk menghasilkan nomina dengan makna ‘koleksi dari nomina atau tempat dimana banyak nomina ditemukan’. Berikut ini ditampilkan beberapa contoh.
Akar nomina Derivasi nomina
Taman Pertamanan
Pustaka Perpustakaan
Toko Pertokoan
Rumah Perumahan
Kemah Perkemahan
Table 25. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Dinas Lingkungan Hidup mengurusi urusan pertamanan di kota kami.
• Komplek pertokoan itu ludes dibakar api.
Beberapa hasil derivasi morfologi sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina memiliki makna yang sama dengan kata dasarnya, seperti beberapa contoh di bawah ini.
Akar kata nomina Derivasi nomina
Syarat Persyaratan
Janji Perjanjian
Surat Persuratan
Muka Permukaan
Cabang Percabangan
Debat Perdebatan
Saing Persaingan
Batas Perbatasan
Masalah Permasalahan
Table 26.Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina dengan makna yang sama dengan kata dasar
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Persyaratan itu seharusnya disampaikan di awal sebelum kontrak ditanda tangani.
• Para tentara berjaga di wilayah perbatasan.
Sirkumfiks per-…-an dapat juga mengalami proses derivasi morfologi dengan kelas kata numeralia. Makna yang dihasilkan dari proses derivasi morfologi ini adalah ‘persimpangan jalan’. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Numeralia Derivasi nomina
Dua Perduaan
Tiga Pertigaan
Empat Perempatan
Lima Perlimaan
Table 27.Sirkumfiks per-…-an dengan kelas kata numeralia
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Hati-hati melalui perempatan itu karena lampu lintasnya sedang rusak.
• Jika ke kantor, kami pasti melewati pertigaan itu.
6.17. Sirkumfiks pe-…-an
Nomina yang dapat dihasilkan dari proses derivasi morfologi dengan sirkumfiks pe-…-an jumlahnya tidak terlalu banyak. Proses derivasi ini menghasilkan kelas kata nomina yang bermakna ‘tempat’ dan ‘berhubungan dengan [kata dasar]’.
Berikut ini beberapa contoh.
Kata dasar Derivasi nomina
Mukim Pemukiman
Kata dasar Derivasi nomina
Laut Pelautan
Lintas Pelintasan
Sanggrah Pesanggrahan
Table 28. Sirkumfiks pe-…-an
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Dengan sangat terpaksa ia mampir juga ke pegadaian tersebut.
• Pelataran kampus itu kini sepi karena perkuliahan dilaksanakan secara daring.
6.18. Sufiks -wan, -wati
Beberapa nomina dapat dibentuk melalui proses derivasi morfologi dengan penambahan sufiks wan- dan -wati. Proses ini menghasilkan nomina yang bermakna ‘orang yang berhubungan dengan kata dasar’. Penggunaan sufiks ini berdasarkan gender, sufiks -wan digunakan untuk maskulin dan sufiks -wati digunakan untuk feminin. Berikut ini beberapa contoh derivasi nomina tersebut.
Kata dasar Derivasi nomina
Cendikia Cendikiawan/cendikiawati
Peraga Peragawan/peragawati
Karya Karyawan/karyawati
Warta Wartawan/wartawati
Sosia Sosiawan/sosiawati
Kata dasar Derivasi nomina
Sejarah Sejawan
Wisuda Wisudawan/wisudawati
Table 29. Sufiks -wan, -wati
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Para cendikiawan telah bersepakat untuk membentuk sebuah perkumpulan.
• Para relawan ke lapangan memberikan edukasi kepada masyarakat.
6.19. Sufiks -anda dan -nda
Sufiks -anda dan -nda dapat melalui proses derivasi morfologi dengan pronominal atau kata yang menunjukkan kekerabatan untuk membentuk nomina. Hasil dari proses derivasi ini adalah kata sapaan yang mengandung perhargaan. Sufiks -anda digunakan untuk kata yang berakhiran dengan huruf konsonan, sementara sufiks -nda digunakan dengan kata yang berakhiran dengan huruf 65okum. Pada beberapa kasus, konsonan akhir -k mengalami penghilangan, lalu dilakukan penambahan sufiks -nda. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Kata dasar Derivasi nomina
Ayah Ayahanda
Table 30. Sufiks -anda dan -nda
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Kunjungan kakanda sangat dinantikan di rumah kami.
• Ibunda selalu berpesan agar senantiasa menjaga diri.
6.20. Prefiks ke-
Prefiks ke- dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan beragam kata dasar untuk membentuk nomina. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Kata dasar Derivasi nomina
Cimpung Kecimpung
Hendak Kehendak
Kanak Kekanak
Kasih Kekasih
Lelep Kelelep
Tua Ketua
Rangka Kerangka
Table 31. Prefiks ke-
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Apa yang terjadi bukan kehendak mereka.
• Semua diserahkan kepada ketua untuk mengambil keputusan.
6.21. Prefiks ter-
Proses derivasi morfologi dapat pula dihasilkan dari penggabungan prefiks ter- dengan kata dasar verba dan nomina. Hasil dari proses derivasi morfologi ini adalah nomina yang digunakan di bidang 66okum. Berikut beberapa contoh.
Kata dasar Derivasi nomina
Sangka Tersangka
Dakwa Terdakwa
Kata dasar Derivasi nomina
Tanggung Tertanggung
Table 32. Prefiks ter-
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Walaupun belum dijadikan tersangka, ia telah ditangkap.
• Terpidana mati kasus kematian hakim tersebut menangis ketika mendengar vonis yang diterimanya.
6.22. Prefiks pra-
Prefix pra- adalah prefiks yang berasal dari bahasa Sansekerta yang dapat mengalami proses derivasi morfologi untuk membentuk kelas kata nomina.
Berikut ini adalah beberapa contoh.
Kata dasar Derivasi nomina
Sejarah Prasejarah
Anggapan Praanggapan
Bayar Prabayar
Desa Pradesa
Duga Praduga
Jabatan Prajabatan
Konsepsi Prakonsepsi
Kata dasar Derivasi nomina
Pensiun Prapensiun
Peradilan Praperadilan
Promosi Prapromosi
Syarat Prasyarat
Table 33. Prefiks pra-
Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.
• Azas praduga tak bersalah harus didahulukan sebelum menangkap orang.
• Para CPNS mengikuti prajabatan sebelum diangkat menjadi PNS.
TERMINOLOGI
Agent Biasanya adalah subjek gramatikal dari sebuah klausa aktif.
Agent secara prototipe melakukan tindakan secara fisik dan secara sadar dan efek dari tindakannya dapat dilihat
Adjective clause Klausa adjektiva
Animate Kategori nomina yang referensinya adalah manusia atau binatang.
Argument Konstituen seperti frase nomina
Beneficiary Peran semantis dimana suatu referen mendapatkan keuntungan ataupun kerugian dari sebuah peristiwa
Cardinal Numeral yang meliputi numeral dasar, digunakan dalam berhitung, digunakan dalam mengekspresikan berapa jumlah objek
Classifier Kata atau afiks yang mengekspresikan klasifikasi nomina Co-referential Referen dari suatu ekspresi yang sama dengan referen pada
ekspresi lainnya
Experiencer Peran semantis dari sebuah entitas yang menerima dan mengalami efek dari suatu tindakan
Force Peran semantis dari suatu entitas yang memulai suatu tindakan tanpa disadari ataupun tanpa disengaja
Goal Peran semantis dari tempat kemana sesuatu bergerak atau kemana suatu tindakan diarahkan
Head Elemen yang menentukan fungsi sintaksis dari keseluruhan frase
Imperative Konstruksi ditandai dengan perintah
Instrument Peran semantis dari benda mati yang digunakan oleh agent dalam suatu peristiwa.
Measure Peran semantis yang digunakan untuk menghitung dalam suatu peristiwa
Modifier Pewatas
Oblique argument Argument yang kehadirannya disertai dengan preposisi Participant Seseorang atau sesuatu yang memiliki peran dalam suatu
peristiwa
Patient Peran semantis yang biasanya merupakan objek dari verba Possessor Pronominal yang mengekspresikan kepemilikan
Prepositional phrase Frase yang headnya adalah preposisi Recipient Argument yang menerima sesuatu Reflexive Memiliki referen yang sama
relative clause Klausa yang mendeskripsikan referen dari head nomina Relative marker Pemarkah yang
Result Peran semantis yang mengekspresikan hasil dari suatu peristiwa
Spatial Ruang
Temporal Waktu
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). KKBI V. n.p.
Givón, T. (2001). Syntax: An introduction. (Vol I). Amsterdam/Philadelphia: John Benjamins Publishing Company.
Miller, J. (2002). An introduction to English syntax. Edinburgh: Edinburgh University Press.
SIL. (2003). Glossary of linguistic terms. Retrieved from https://glossary.sil.org/term/semantic-role
Sneddon, J. N., Adelaar, A., Djenar, D. N., & Ewing, M. C. (2010). Indonesian reference grammar (2nd ed.).NSW: Allen & Unwin.
Tallerman, M. (2015). Understanding syntax. New York: Routledge.