• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sirkumfiks per- …-an

Dalam dokumen DIKTAT MATA KULIAH SINTAKSIS (Halaman 62-0)

6 Derivasi Morfologi Nomina

6.15 Sirkumfiks per- …-an

Proses derivasi morfologi untuk membentuk nomina dapat dilakukan dengan menggunakan sirkumfiks per-…-an. Makna yang dihasilkan berhubungan dengan proses atau hasil dari suatu kegiatan. Berikut ini beberapa contoh proses derivasi tersebut.

Akar kata Derivasi nomina

Ubah Perubahan

Remaja Peremajaan

Lindung Perlindungan

Sengketa Persengketaan

Teman Pertemanan

Saudara Persaudaraan

Tali Pertalian

Sahabat Persahabatan

Musuh Permusuhan

Tikai Pertikaian

Satu Persatuan

Akar kata Derivasi nomina

Baik Perbaikan

Cepat Percepatan

Ganti Pergantian

Silat Persilatan

Singgung Persinggungan

Undang Perundangan

Table 20. Sirkumfiks per-…-an

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Gubernur berinisiatif melakukan peremajaan alat-alat transportasi yang tersedia.

• Pergantian ketua dilakukan dengan cepat mengingat banyak tugas yang harus diselesaikan.

Sirkumfiks per-…-an dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan akar kata verba transitif. Proses morfologi ini menghasilkan nomina yang bermakna kegiatan yang diindikasikan oleh akar kata verba tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh.

Akar kata verba Derivasi nomina Banding Perbandingan Gempur Penggempuran Tolong Pertolongan Lawan Perlawanan

Atur Pengaturan

Table 21. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata verba transitif

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Mereka mengambil kasus ini hanya sebagai perbandingan.

• Perlawanan tidak akan terjadi jika pasukan bersenjata itu tidak memaksa masuk.

Sirkumfiks per-…-an dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan akar kata nomina untuk membentuk nomina yang mengacu pada tempat dimana suatu kegiatan dilakukan. Berikut ini beberapa contoh.

Akar kata nomina Derivasi nomina

Adab Peradaban

Simpang Persimpangan

Ikan Perikanan

Ladang Perladangan Rantau Perantauan

Bandar Perbandaran

Batas Perbatasan

Bengkel Perbengkelan

Gudang Pergudangan

Guru Perguruan

Candi Percandian

Hutan Perhutanan

Api Perapian

Table 22. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Kegiatan itu dilakukan di area persawahan di desa kami.

• Wilayah pergudangan dijaga ketat oleh aparat.

Beberapa nomina di bawah ini mengandung sirkumfiks per-…-an. Kata-kata tersebut memiliki dasar verba dengan prefiks per-. Kemudian dalam proses derivasi morfologinya terjadi penambahan sufiks -an. Berikut ini beberapa contoh proses derivasi ini.

Kata dasar verba Derivasi nomina

Mempertahankan Pertahanan

Memperadabkan Peradaban

Mempertarungkan Pertarungan

Memperagakan Peragaan

Memperalatkan Peralatan

Memperapikan Perapian

Memperasakan Perasaaan

Memperbandingkan Perbandingan

Memperbanyakkan Perbanyakan

Memperbaurkan Perbauran

Memperbedakan Perbedaan

Memperbincangkan Perbincangan

Mempercabangkan Percabangan

Mempercakapkan Percakapan

Mempercekcokkan Percekcokan

Mempercontohkan Percontohan

Memperdagangkan Perdagangan

Memperdamaikan Perdamaian

Memperdebatkan Perdebatan

Memperedarkan Peredaran

Mempergulatkan Pergulatan

Table 23. Nomina dengan sirkumfiks per-…-an

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Ini adalah pertarungan ideologis.

• Kedua negara itu menyetujui kesepakatan di bidang perdagangan.

6.16. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina

Sirkumfiks per-…-an dapat melalui proses derivasi morfologi dengan nomina.

Proses ini menghasilkan nomina yang bermakna ‘perihal (sesuai dengan akar kata)’. Berikut ini adalah beberapa contoh.

Kata dasar Derivasi nomina

Racun Peracunan

Bulu tangkis Perbulu tangkisan

Buruh Perburuhan

Calo Percaloan

Cengkih Percengkihan

Cinta Percintaan

Gabung Pergabungan

Gaduh Pergaduhan

Kata dasar Derivasi nomina

Gantung Pergantungan

Gula Pergulaan

Iklan Periklanan

Ipar Periparan

Table 24. Sirkumfiks per-…-an dengan akar nomina

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Proses peragian dilakukan di rumah masing-masing.

• Jika dilihat lebih jauh, dunia percaloan juga terjadi pada tes-tes kemampuan sejenis.

Sirkumfiks per-…-an dapat melalui proses derivasi morfologi dengan akar kata nomina untuk menghasilkan nomina dengan makna ‘koleksi dari nomina atau tempat dimana banyak nomina ditemukan’. Berikut ini ditampilkan beberapa contoh.

Akar nomina Derivasi nomina

Taman Pertamanan

Pustaka Perpustakaan

Toko Pertokoan

Rumah Perumahan

Kemah Perkemahan

Table 25. Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Dinas Lingkungan Hidup mengurusi urusan pertamanan di kota kami.

• Komplek pertokoan itu ludes dibakar api.

Beberapa hasil derivasi morfologi sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina memiliki makna yang sama dengan kata dasarnya, seperti beberapa contoh di bawah ini.

Akar kata nomina Derivasi nomina

Syarat Persyaratan

Janji Perjanjian

Surat Persuratan

Muka Permukaan

Cabang Percabangan

Debat Perdebatan

Saing Persaingan

Batas Perbatasan

Masalah Permasalahan

Table 26.Sirkumfiks per-…-an dengan akar kata nomina dengan makna yang sama dengan kata dasar

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Persyaratan itu seharusnya disampaikan di awal sebelum kontrak ditanda tangani.

• Para tentara berjaga di wilayah perbatasan.

Sirkumfiks per-…-an dapat juga mengalami proses derivasi morfologi dengan kelas kata numeralia. Makna yang dihasilkan dari proses derivasi morfologi ini adalah ‘persimpangan jalan’. Berikut ini adalah beberapa contoh.

Numeralia Derivasi nomina

Dua Perduaan

Tiga Pertigaan

Empat Perempatan

Lima Perlimaan

Table 27.Sirkumfiks per-…-an dengan kelas kata numeralia

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Hati-hati melalui perempatan itu karena lampu lintasnya sedang rusak.

• Jika ke kantor, kami pasti melewati pertigaan itu.

6.17. Sirkumfiks pe-…-an

Nomina yang dapat dihasilkan dari proses derivasi morfologi dengan sirkumfiks pe-…-an jumlahnya tidak terlalu banyak. Proses derivasi ini menghasilkan kelas kata nomina yang bermakna ‘tempat’ dan ‘berhubungan dengan [kata dasar]’.

Berikut ini beberapa contoh.

Kata dasar Derivasi nomina

Mukim Pemukiman

Kata dasar Derivasi nomina

Laut Pelautan

Lintas Pelintasan

Sanggrah Pesanggrahan

Table 28. Sirkumfiks pe-…-an

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Dengan sangat terpaksa ia mampir juga ke pegadaian tersebut.

• Pelataran kampus itu kini sepi karena perkuliahan dilaksanakan secara daring.

6.18. Sufiks -wan, -wati

Beberapa nomina dapat dibentuk melalui proses derivasi morfologi dengan penambahan sufiks wan- dan -wati. Proses ini menghasilkan nomina yang bermakna ‘orang yang berhubungan dengan kata dasar’. Penggunaan sufiks ini berdasarkan gender, sufiks -wan digunakan untuk maskulin dan sufiks -wati digunakan untuk feminin. Berikut ini beberapa contoh derivasi nomina tersebut.

Kata dasar Derivasi nomina

Cendikia Cendikiawan/cendikiawati

Peraga Peragawan/peragawati

Karya Karyawan/karyawati

Warta Wartawan/wartawati

Sosia Sosiawan/sosiawati

Kata dasar Derivasi nomina

Sejarah Sejawan

Wisuda Wisudawan/wisudawati

Table 29. Sufiks -wan, -wati

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Para cendikiawan telah bersepakat untuk membentuk sebuah perkumpulan.

• Para relawan ke lapangan memberikan edukasi kepada masyarakat.

6.19. Sufiks -anda dan -nda

Sufiks -anda dan -nda dapat melalui proses derivasi morfologi dengan pronominal atau kata yang menunjukkan kekerabatan untuk membentuk nomina. Hasil dari proses derivasi ini adalah kata sapaan yang mengandung perhargaan. Sufiks -anda digunakan untuk kata yang berakhiran dengan huruf konsonan, sementara sufiks -nda digunakan dengan kata yang berakhiran dengan huruf 65okum. Pada beberapa kasus, konsonan akhir -k mengalami penghilangan, lalu dilakukan penambahan sufiks -nda. Berikut ini adalah beberapa contoh.

Kata dasar Derivasi nomina

Ayah Ayahanda

Table 30. Sufiks -anda dan -nda

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Kunjungan kakanda sangat dinantikan di rumah kami.

• Ibunda selalu berpesan agar senantiasa menjaga diri.

6.20. Prefiks ke-

Prefiks ke- dapat mengalami proses derivasi morfologi dengan beragam kata dasar untuk membentuk nomina. Berikut ini adalah beberapa contoh.

Kata dasar Derivasi nomina

Cimpung Kecimpung

Hendak Kehendak

Kanak Kekanak

Kasih Kekasih

Lelep Kelelep

Tua Ketua

Rangka Kerangka

Table 31. Prefiks ke-

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Apa yang terjadi bukan kehendak mereka.

• Semua diserahkan kepada ketua untuk mengambil keputusan.

6.21. Prefiks ter-

Proses derivasi morfologi dapat pula dihasilkan dari penggabungan prefiks ter- dengan kata dasar verba dan nomina. Hasil dari proses derivasi morfologi ini adalah nomina yang digunakan di bidang 66okum. Berikut beberapa contoh.

Kata dasar Derivasi nomina

Sangka Tersangka

Dakwa Terdakwa

Kata dasar Derivasi nomina

Tanggung Tertanggung

Table 32. Prefiks ter-

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Walaupun belum dijadikan tersangka, ia telah ditangkap.

• Terpidana mati kasus kematian hakim tersebut menangis ketika mendengar vonis yang diterimanya.

6.22. Prefiks pra-

Prefix pra- adalah prefiks yang berasal dari bahasa Sansekerta yang dapat mengalami proses derivasi morfologi untuk membentuk kelas kata nomina.

Berikut ini adalah beberapa contoh.

Kata dasar Derivasi nomina

Sejarah Prasejarah

Anggapan Praanggapan

Bayar Prabayar

Desa Pradesa

Duga Praduga

Jabatan Prajabatan

Konsepsi Prakonsepsi

Kata dasar Derivasi nomina

Pensiun Prapensiun

Peradilan Praperadilan

Promosi Prapromosi

Syarat Prasyarat

Table 33. Prefiks pra-

Berikut ini beberapa contoh penggunaan derivasi nomina di atas dalam kalimat.

• Azas praduga tak bersalah harus didahulukan sebelum menangkap orang.

• Para CPNS mengikuti prajabatan sebelum diangkat menjadi PNS.

TERMINOLOGI

Agent Biasanya adalah subjek gramatikal dari sebuah klausa aktif.

Agent secara prototipe melakukan tindakan secara fisik dan secara sadar dan efek dari tindakannya dapat dilihat

Adjective clause Klausa adjektiva

Animate Kategori nomina yang referensinya adalah manusia atau binatang.

Argument Konstituen seperti frase nomina

Beneficiary Peran semantis dimana suatu referen mendapatkan keuntungan ataupun kerugian dari sebuah peristiwa

Cardinal Numeral yang meliputi numeral dasar, digunakan dalam berhitung, digunakan dalam mengekspresikan berapa jumlah objek

Classifier Kata atau afiks yang mengekspresikan klasifikasi nomina Co-referential Referen dari suatu ekspresi yang sama dengan referen pada

ekspresi lainnya

Experiencer Peran semantis dari sebuah entitas yang menerima dan mengalami efek dari suatu tindakan

Force Peran semantis dari suatu entitas yang memulai suatu tindakan tanpa disadari ataupun tanpa disengaja

Goal Peran semantis dari tempat kemana sesuatu bergerak atau kemana suatu tindakan diarahkan

Head Elemen yang menentukan fungsi sintaksis dari keseluruhan frase

Imperative Konstruksi ditandai dengan perintah

Instrument Peran semantis dari benda mati yang digunakan oleh agent dalam suatu peristiwa.

Measure Peran semantis yang digunakan untuk menghitung dalam suatu peristiwa

Modifier Pewatas

Oblique argument Argument yang kehadirannya disertai dengan preposisi Participant Seseorang atau sesuatu yang memiliki peran dalam suatu

peristiwa

Patient Peran semantis yang biasanya merupakan objek dari verba Possessor Pronominal yang mengekspresikan kepemilikan

Prepositional phrase Frase yang headnya adalah preposisi Recipient Argument yang menerima sesuatu Reflexive Memiliki referen yang sama

relative clause Klausa yang mendeskripsikan referen dari head nomina Relative marker Pemarkah yang

Result Peran semantis yang mengekspresikan hasil dari suatu peristiwa

Spatial Ruang

Temporal Waktu

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). KKBI V. n.p.

Givón, T. (2001). Syntax: An introduction. (Vol I). Amsterdam/Philadelphia: John Benjamins Publishing Company.

Miller, J. (2002). An introduction to English syntax. Edinburgh: Edinburgh University Press.

SIL. (2003). Glossary of linguistic terms. Retrieved from https://glossary.sil.org/term/semantic-role

Sneddon, J. N., Adelaar, A., Djenar, D. N., & Ewing, M. C. (2010). Indonesian reference grammar (2nd ed.).NSW: Allen & Unwin.

Tallerman, M. (2015). Understanding syntax. New York: Routledge.

Dalam dokumen DIKTAT MATA KULIAH SINTAKSIS (Halaman 62-0)

Dokumen terkait