C. Fokus Iklim Berinvestasi
24. KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
NO MASALAH SOLUSI
1 Masih terbatasnya sarana jaringan teknologi informatika dalam mendukung E-goverment.
Membangun sarana dan prasarana jaringan teknologi informatika secara bertahap dalam upaya ke arah E-Goverment.
2 Kurangnya koordinasi antar satuan kerja dalam pengolahan data capaian kinerja pemerintah kota dengan Pusat Data dalam hal ini Bagian Pengolahan Data Elektronik.
Melakukan sosialisasi dan memprogramkan pelatihan dibidang Jaringan Informasi agar terdapat koordinasi antara unit pengolah data atau client dengan pusat data atau server.
3 Belum terbangunnya aplikasi program
strategis dan terintegrasi Membangun aplikasi program yang strategis dan terintegrasi secara bertahap di Kota Pekanbaru dalam rangka mendukung pembangunan Kota Pekanbaru, melalui bagian Pengolahan Data elektronik.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru Tahun 2016 II- 49 menjadi pertokoan dan pemukiman penduduk (peningkatan jumlah penduduk yang pesat).
Terus berkurangnya lahan pertanian di Kota Pekanbaru akibat alih fungsi lahan sehingga menurunkan produksi pertanian dapat diatasi dengan pemanfaatan lahan-lahan tidur yang produktif serta pemanfaatan lahan perkarangan sehingga menghasilkan produk pertanian
2 Belum optimalnya masyarakat Kota Pekanbaru dalam menggarap lahan pertanian.
Belum optimalnya masyarakat Kota Pekanbaru dalam menggarap lahan pertanian dapat diupayakan dengan:
o Di giatkan usaha penyuluhan kepada masyarakat perkotaan sehingga meningkatkan pengetahuan/wawasan bertani.
Meningkatkan SDM petani melalui bimbingan-bimbingan.
Memberikan bantuan dana stimulan berupa pinjaman lunak kepada petani sebagai tambahan modal dalam rangka pengembangan usaha agribisnis.
Membangun infrastruktur pertanian.
Membantu petani dalam hal pemasaran produk pertanian baik produk jadi maupun olahan.
3 Kurang tersosialisasikannya tentang penataan ruang kawasan pertanian di Kota Pekanbaru.
Sosialisasi tata ruang pertanian di butuhkan dalam menata perkembangan kota, hal ini berdampak terhadap K3 baik berupa sanitasi lingkungan dari dampak tempat pemeliharaan hewan ternak (kandang ternak, bangunan sarang walet) dengan pemukiman penduduk. Berkembangnya penyakit zoonosis (penularan dari hewan ke manusia) seperti flu burung (avian fluensa) dapat membahayakan kesehatan masyarakat maka perlu di giatkan sosialisasi ini baik di media cetak maupun elektronik ataupun penyuluhan secara langsung kepada pelaku usaha agribisnis.
2. KEHUTANAN
NO MASALAH SOLUSI
1 Kurangnya peran serta masyarakat dalam rehabilitasi lahan dan hutan maupun menjaga / memelihara pelestarian lingkungan sekitar yang telah tertanam pohon penghijauan.
Peran serta masyarakat perlu ditingkatkan demi mendukung kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dinas berupa penanaman pepohonan pada sarana umum, turus jalan maupun daerah aliran sungai dalam rehabilitasi lingkungan mengingat pentingnya fungsi lahan terbuka hijau di pertengahan kota bagi kualitas udara yang
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru Tahun 2016 II- 50
NO MASALAH SOLUSI
baik. Diperlukan juga koordinasi yang baik antar instansi terkait dalam pengaturan penanaman supaya jangan terjadi tumpang tindih penanaman pohon penghijuan kota.
2 Banyaknya lahan kritis di Kota Pekanbaru yang tidak dapat ditanami pepohonan penghijauan baik oleh dinas terkait maupun pihak-pihak swasta yang peduli lingkungan.
Untuk meningkatkan kualitas udara (O2) di butuhkan ruang terbuka hijau yang tersebar di Kota pekanbaru, untuk itu diperlukan lahan yang dapat ditanami pepohonan baik yang bisa menghasilkan buah maupun jenis kayu-kayuan. Banyak lahan kritis yang tidak bisa ditanami disebabkan oleh pemilik lahan tidak menginginkan lahannya untuk ditanami, untuk itu diperlukan adanya tindakan yang tegas dari pemerintah atau instansi terkait dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Meningkatkan sarana dan prasarana kawasan wisata alam Danau Buatan sehingga merupakan suatu kawasan yang cukup representatif sebagai wisata alam di kota Pekanbaru serta mampu bersaing dengan kawasan wisata alam yang sudah menasional yang dimiliki daerah-daerah lain.
Dalam upaya pengembangannya, Pemerintah Kota Pekanbaru telah menyusun Master Plan Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Alam Danau Buatan. Dalam Pengelolaannya supaya memiliki nilai jual dibidang pariwisata alam, Pemerintah kota merencanakan “dijual” (dikelola) oleh Investor.
2 Sosialisasi dan promosi produksi industri pariwisata di kota Pekanbaru relatif masih kurang, sehingga masih kecilnya pemasaran potensi wisata kota Pekanbaru, terutama potensi wisata budaya kota Pekanbaru.
Pembuatan dan Penyebaran informasi potensi kepariwisataan secara kontinu melalui pembuatan liflet, brosur serta baner yang disebarkan pada setiap hotel, wisma atau penginapan lainnya dan media lainnya.
3 Lemahnya pemberdayaan masyarakat
obyek wisata Meningkatkan peran serta pelaku industri wisata, terutama wisata budaya yang menghasilkan produk-produk kerajinan seni tradisional dengan kreasi baru yang
mengarah pada wisata belanja, melalui pembinaan kerajinan tradisional.
4 Lemahnya koordinasi dan sinkronisasi program/kegiatan agar tercapai sinergi yang baik antara program-program pariwisata dan program/kegiatan penunjang.
Peningkatan koordinasi antar urusan pemerintahan yang terkait dan menunjang urusan pariwisata serta para stakeholder membangun kepariwisataan Kota Pekanbaru sehingga terintegrasi dalam penyusunan program/kegiatan.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru Tahun 2016 II- 51 4. KELAUTAN DAN PERIKANAN
NO MASALAH SOLUSI
1 Pesatnya pertumbuhan penduduk dan semakin naiknya tingkat pencemaran air dikarenakan limbah rumah tangga maupun industri di sungai-sungai dapat berdampak pada penurunan hasil tangkapan ikan di perairan umum .
Perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam baik berupa kebersihan sungai maupun memelihara pepohonan pelindung sepanjang daerah aliran sungai sekaligus pencegah banjir.
Selain itu diperlukan juga pelatihan atau penyuluhan diberikan kepada nelayan tangkap supaya tidak lagi bergantung dari hasil ikan tangkapan alam dan secara bertahap memulai budidaya ikan keramba, namun hal tersebut membutuhkan bantuan dana dari pemerintah sebagai modal awal usaha.
2 Banyaknya lahan-lahan yang berpotensi untuk budidaya perikanan tidak termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Banyaknya lahan-lahan yang berpotensi untuk budidaya perikanan tidak termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat salah satunya disebabkan oleh tingginya harga pakan ikan mengakibatkan semakin kecilnya keuntungan yang diperoleh petani perikanan, hal ini dapat memicu turunnya minat petani perikanan dalam mengusahakan budidaya ikan, untuk itu di harapkan kepada pemerintah agar dapat mengontrol harga pakan ikan atau membuat pakan ikan alternatif, sehingga keuntungannya dapat meningkat.
3 Terjadinya alih fungsi lahan perikanan
menjadi perumahan/pertokoan. Menurunnya produksi perikanan akibat alih fungsi lahan perikanan menjadi daerah perumahan dapat diatasi dengan menumbuhkan minat masyarakat perkotaan dalam usaha perikanan skala rumah tangga.
Saat ini tehnik budidaya perikanan dapat dilakukan pada lahan sempit/pekarangan seperti menggunakan drum bekas atau kolam terpal. Hal ini perlu di sosialisasi secara gencar kepada masyarakat perkotaan.
5. PERDAGANGAN
NO MASALAH SOLUSI
1 Kurang berfungsinya penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap pelaku usaha yang menjalankan usahanya secara tidak jujur dan bertanggung jawab.
Dengan tidak memindahkan
pegawai/aparatur yang telah mengikuti diklat PPNS ke instansi lain,
2 Belum adanya aparatur Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru yang ahli dalam bidang Tera Ulang alat ukur dan timbangan.
Melengkapi sumber daya manusia tera ulang alat ukur dan timbangan dengan mengirim aparatur yang berpotensi untuk mengikuti pendidikan di ITB Bandung.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru Tahun 2016 II- 52 6. PERINDUSTRIAN
NO MASALAH SOLUSI
1 Rendahnya kualitas SDM sektor industri baik dari segi keterampilan, jiwa kewirausahaan serta rendahnya penguasaan teknologi dan manajemen;
Melaksanakan training motivasi dan managemen secara intensif kepada pelaku usaha serta mengirimkan pelaku usaha untuk magang ke daerah yang lebih maju,
2 Kemitraan sektor industri dengan pelaku
usaha lainnya belum optimal; Memantau dan menindaklanjuti temu usaha yang telah dilaksanakan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha,
3 Rendahnya akses unit-unit usaha sektor industri terhadap sumber-sumber pembiayaan dan permodalan.
Memberikan jaminan/rekomendasi kepada sumber-sumber pembiayaan dan permodalan bahwa pelaku usaha tersebut layak mendapat kredit lunak.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru Tahun 2016 III-1