BAB II : KAJIAN PUSTAKA
B. Kajian Teoritis
15. Komunikasi dan Kepuasan Kerja dalam Perspektif
Sedangkan komunikasi menurut Islam yaitu kita tidak dapat menghindari komunikasi. Diam merupakan salah satu bentuk dari komunikasi. Dengan komunikasi manusia bisa mengekspresikan dirinya dan mengembangkan kepribadiannya. Komunikasi merupakan satu hal yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Al-qur’an menyebutkan komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia. Terdapat beberapa ayat Al-qur’an yang menunjukkan arti komunikasi. Dalam Al- Qur’an terdapat kata Al-Bayyan dan Al-Qawl yang dapat digunakan sebagai kata kunci untuk komunikasi. Diantaranya adalah:
a. Pandai Berbicara
☺
Artinya :”(Tuhan) yang Maha pemurah,Yang Telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.”
Ayat tersebut menunjukkan akan pentingnya suatu komunikasi sehingga Allah SWT mengajarkan kepada manusia pandai berbicara. Begitu pentingnya komunikasi sehingga terdapat beberapa ayat Al- Qur’an yang menunjukkan etika dalam berkomunikasi.
b. Berkata Benar
Artinya :”Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (An-Nisa’:9).
QS. Al-Ahzab ayat 70 yang menunjukkan arti dari komunikasi adalah sebagai berikut:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar” (al-Ahzab:70).
Dua ayat diatas menyebutkan kata “qawlan sadidan” yang artinya perkataan yang benar, jujur, dan sesuai dengan kenyataan atau fakta. Khusus pada surat An-Nisa’ ayat 9 menunjukkan bahwa perkataan yang
benar berfungsi untuk mengantisipasi adanya generasi yang lemah keadaannya. Maka dari itu sebagai hamba yang mengaku beriman kepada-Nya maka sudah seharusnya kita wajib menjaga setiap perkataan yang kita ucapkan.
Bila dikaitkan dengan organisasi yang ada dalam perusahaan maka ayat tersebut menganjurkan kepada setiap pimpinan perusahaan agar selalu jujur dan terbuka atau transparansi dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan perusahaan. Tujuan dari keterbukaan atau transparansi tersebut adalah untuk menghindari adanya kesalahpahaman antara atasan dengan bawahan.
c. Berkata Jelas dan Terang
Perintah untuk berkata secara jelas dan terang terdapat dalam surat An-Nisa’ ayat 63, dimana dengan berkata jelas dan terang akan menimbulkan kesan dalam hatinya.
Artinya :”Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan Katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka” (An-Nisa’:63)
Untuk bisa berbicara dengan jelas dan lugas hendaklah menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami, yaitu
bahasa yang sesuai dengan sasarannya, sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Ibrahim ayat 4 yang berbunyi:
Artinya: ”Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya,supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki. dan Dia-lah Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”.(Ibrahim:4)
Ayat tersebut diatas menganjurkan kepada setiap pemimpin agar dalam memberikan tugas kepada bawahannya hendaklah disampaikan dengan jelas dan terang sehingga menimbulkan rasa puas dalam diri karyawan karena mampu menyelesaikan tugasnya dengan benar.
d. Berkata Pantas
Selain tujuan dari komunikasi yang telah disebutkan di atas kita juga harus mengetahui etika dalam berkomunikasi. Salah satu ayat Al- Qur’an yang menyebutkan berkata pantas merupakan salah satu etika berkomunikasi adalah surat Al-Isra’ : 28.
Artinya: “Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh Rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.” (Al-Isra’ : 28).
Qawlan Masyuran, menurut Jalaluddin, sebenarnya lebih tepat diartikan ”ucapan yang menyenangkan”. Bila Qawlan Ma’rufan berisi petunjuk, Qawlan Masyuran berisi hal-hal yang menyenangkan (Amir, 1999:91). Ketika kita berkomunikasi, kita bukan hanya menyampaikan isi tetapi juga mendefinisikan hubungan sosial. Isi yang sama dalam suatu komunikasi dapat menjauhkan atau mendekatkan antara komunikator dengan komunikan.
e. Berkata Baik
Selain itu berkata baik juga merupakan etika dalam berkomunikasi, sebagaimana dalam QS. Al-Isra’ ayat 53:
⌧
⌧
Artinya: ”Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia (Al-Isra’:53).
Artinya: ”Barang siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir maka hendaklah diam” (HR. Bukhari Muslim).
f. Berkata Mulia
Anjuran untuk berkata mulia terdapat pada kata Qawlan Kariman, pada Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 23:
⌧
☺
☺
⌧
⌧
☺
☺
☺
☺
Artinya :”Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua- duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali- kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia mengucapkan kata ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu” (Al- Isra’:23).
Ayat ini memerintahkan sebagai anak untuk berbakti kepada orang tuanya, salah satu cara untuk berbakti kepadanya adalah dengan menghindari perkataan kasar. Hal ini menunjukkan etika komunikasi yaitu penghormatan.
Dalam ayat Al-qur’an yang lain juga disebutkan bagaimana seharusnya etika dalam berkomunikasi dengan orang lain adalah surat Thoha : 44.
⌧
Artinya: ”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut" (Thoha:44).
Kata Qawlan layyinan secara harfiah berarti berkomunikasilah dengan lemah-lembut (Amir, 1999:93). Allah membenci orang yang berbicara dengan nada keras sebagaimana telah tertulis dalam surat Luqman ayat 19 sebagai berikut:
☺
Artinya:”Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (Luqman:19).
Menurut Riva’I (2004:) kepuasan kerja adalah penilaian dari dari pekerja tentang seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya. Kepuasan kerja juga adalah sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri, dan hubungan sosial individu diluar kerja. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan kepuasan kerja adalah:
2. Pangkat dan jabatan 3. Masalah umur
4. jaminan finansial dan jaminan sosial
5. Mutu pengawasan
Dalam Islam, ketika seorang muslim telah mengalami kepuasan dalam arti kebutuhannya telah terpenuhi dan mengalami kelebihan dalam hal materi hendaknya mengeluarkan sebagian hartanya seperti zakat, infaq, dan shodaqoh sebagai bukti rasa syukur dan pernyataan terima kasih seorang hamba kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat dan nikmat-Nya yang berupa kekayaan.
Rahman (1995:80) dalam mengeluarkan harta tersebut hendaknya berupa harta yang baik atau harta yang dicintainya. Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah 177:
☺
☺
⌧
☺
☺
☺
☺
☺
☺
Artinya: ”Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.(Al- Baqarah:177)