• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA TEORETIS

2.2. Komunikasi Interpersonal

Sari (2004:33) mengatakan bahwa sesuai dengan kodratnya manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain. Sebagai makhluk sosial, setiap manusia memerlukan kehadiran maunusia lain untuk berkomunikasi, berkelompok, saling bantu membantu

dalam memenuhi kebutuhannya. Usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya tersebut ternyata tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, sehingga memerlukan bantuan dan kerja sama dengan orang lain

Komunikasi antar individu yang disebut juga dengan komunikasi interpersonal, yang akan berlangsung dengan efektif dan efisien apabila setiap individu menghormati dan mematuhi norma dan nilai-nilai yang mengatur perilakunya dalam berkomunikasi dengan peran masing-masing dalam kelompomnya. Komunikasi adalah inti dari sebuah interaksi sosial, tidak mungkin melakukan interaksi sosial tanpa komunikasi.

Baron dalam Sari (2004) mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana orang, kelompok atau organisasi mengirimkan beberapa informasi kepada orang, kelompok atau organisasi lainnya. Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan komunikator cocok dengan pengalaman dan pengertian yang diperoleh komunikan. Jika pengalaman komunikator sama dengan pengalaman komunikan maka komunikasi akan berjalan dengan lancar. Lebih lanjut dikatakan bahwa komunikator yang berpengalaman akan selalu menaruh perhatian kepada arus balik dan selalu mengubah cara penyampaian pesannya sesuai dengan tanggapan komunikan. Tanggapan arus balik berguna untuk mengontrol sukses tidaknya proses komunikasi.

Untuk melaksanakan komunikasi agar menjadi efektif terdapat dua faktor penting pada diri komunikator yaitu kepercayaan (source credibility) dan daya tarik (source atractiveness).

2.2.1. Pengertian Komunikasi Interpersonal

Gouran, Miller, dan Wiethoff dalam Sari (2004:37), mendefinisikan komunikasi interpersonal adalah interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam beberapa waktu dimana keduanya saling beradaptasi sebagai individu yang unik. Ketiga ahli ini memandang bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang unik dan berbeda dengan komunikasi lainnya karena:

1) Adanya beberapa partisipan yang terlibat 2) Interaksi yang terjadi sangat dekat

3) Interaksinya dapat dengan meihat, mendengar, menyentuh, tersenyum dengan melalui beberapa aluran

4) Umpan balik dapat terjadi dengan segera

Sedangkan Borchers dalam Sari (2004) juga mengatakan bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang telah saling kenal dan berlangsung kapan saja.

Rakhmat (2000) mengatakan bahwa komunikasi interpersonal adalah proses informasi yang meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berfikir. Dengan kata lain sensasi merupakan bagaimana seseorang menerima dan menangkap stimuli atau rangsangan. Setelah menerima sensasi kemudian seseorang memberikan makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengalaman baru. Dengan kata lain persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berfikir adalah mengolah dan memanipulasikan informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respon.

Sudarmo (2000) mengartikan komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi adalah pertukaran informasi yang terjadi antara dua orang. Dalam melakukan komunikasi antarpribadi masing-masing memiliki cara sendiri-sendiri dalam hubungannya dengan orang lain.

Sedangkan Devito dan Sari (2004) memberikan definisi komunikasi interpersonal sebagai komunikasi yang terjadi diantara dua orang dan terbangun suatu

relationship (hubungan), sehingga makhluk sosial manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Ada kebutuhan dalam diri manusia yang hanya dipenuhi dengan berkomunikasi dengan orang lain.

2.2.2. Peranan Komunikasi Interpersonal

Johnson seperti yang dikutip oleh Supratiknya dalam Sari (2004) mengatakan bahwa sekurang-kurangnya ada empat peranan yang disumbangkan oleh komunikasi antarpribadi dalam yang menciptakan kebahagiaan manusia dalam kehidupannya, yaitu:

1) Komunikasi antarpribadi dapat membantu perkembangan intelektual dan sosial kita. Perkembangan manusia sejak bayi sampai mengikuti pola semakin luasnya ketergantungan dengan orang lain.

2) Identitas atau jati diri seseorang akan terbentuk melalui komunikasi. Selama berkomunikasi sadar atau tidak seseorang akan mengamati, memperhatikan tanggapan-tanggapan yang diberikan oleh orang lain kepadanya, yang akhirnya seseorang akan menemukan jati dirinya.

3) Dalam rangka memahami realitas serta menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang dimilki tentang dunia perlu membandingakn dengan kesan-kesan dan pengertian orang lain tentang realitas yang sama. Perbandingan sosial (social comparison) semacam itu hanya dapat dilakukan melalui komunikasi dengan orang lain.

4) Kesehatan mental seseorang sebagai besar ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungannya dengan orang lain.

2.2.3. Komunikasi Interpersonal Yang efektif

Thoha dalam Sari (2004) mengatakan bahwa ada lima hal yang membuat komunikasi interpersonal menjadi efektif, yaitu:

1) Keterbukaan, maksudnya adalah keinginan untuk terbuka antara seseorang yang ingin berkomunikasi dengan orang lain

2) Empati, artinya merasakan perasaan seperti yang dialami oleh orang lain 3) Dukungan, baik yang diucapkan maupun tidak diucapkan

4) Kepositifan, mengandung arti yang positif terhadap diri orang lain

5) Kesamaan, artinya mengetahui kesamaan pribadi atau saling menyadari bahwa kedua belah pihak yang berkomunikasi mempunyai hak yang sama walaupun mungkin kedudukannya berbeda.

2.3. Prestasi Belajar

3.3.1. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah proses pengamatan (observasi) terhadap pelaksanaan pembelajaran seorang mahasiswa, tentang relevansi antara pembelajaran yang diberikan dengan pelaksanaannya. Hasil observasi tersebut dilakukan sebagai pengukuran yang dinyatakan dalam bentuk penetapan keputusan mengenai keberhasilan atau kegagalannya dalam belajar.

3.3.2. Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Prestasi belajar dipengaruhi oleh bermacam-macam ciri pribadi dan individu. Dalam perkembangan yang kompetitif, lembaga pendidikan membutuhkan mahasiswa yang berprestasi tinggi. Pada saat yang sama mahasiswa membutuhkan umpan balik atas prestasi mereka. Jika lembaga pendidikan hanya berpegang pada asumsi bahwa mahasiswa tidak akan belajar kecuali jika mereka diawasi dan dikendalikan dengan ketat, maka dalam hal ini cenderung diterapkan cara penilaian yang bersifat rahasia. Sebaliknya jika lembaga pendidikan mempunyai pandangan bahwa mahasiswa akan belajar dengan potensi yang dimilikinya dan bahwa kemampuan mahasiswa dapat dikembangkan, lembaga pendidikan akan mengusahakan sistem penilaian yang berusaha mengenali, memperjelas, mengembangkan dan memanfaatkan potensi dan kemampuan mahasiswa.

Pada umumnya penilaian prestasi belajar mahasiswa digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan prilaku mahasiswa untuk mengetahui kebutuhan pelatihan dan pengembangan mahasiswa yang bersangkutan.

3.3.3. Penilaian Prestasi Belajar

Sistem penilaian prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:

1) Yang dinilai adalah di samping memiliki kemampuan tertentu juga tidak luput dari berbagi kelemahan dan kekurangan.

2) Penilaian yang dilakukan pada penilaian tertentu yang realistik dan objektif. 3) Hasil penilaian harus disampaikan kepada siswa yang dinilai maksudnya yaitu :

a) Penilaian positif, menjadi dorongan kuat bagi mahasiswa yang untuk lebih berprestasi di masa yang akan datang

b) Penilaian negatif, mahasiswa bersangkutan mengetahui kelemahannya sehingga dapat mengambil berbagai langkah yang diperlukan untuk mengatasi kelemahan tersebut.

c) Jika mahasiswa merasa penilaiannya tidak objektif, kepadanya kesempatan untuk mengajukan keberatannya, sehingga pada akhirnya dapat memahami dan menerima hasil penilaian yang diperolehnya.

d) Hasil penilaian yang dilakukan secara berkala itu terdokumentasikan dengan rapi dalam arsip sekolah setiap mahasiswa, sehingga tidak ada informasi yang hilang, baik yang sifatnya menguntungkan maupun merugikan mahasiswa.

BAB III

Dokumen terkait