1. Pengertian Gaya Komunikasi
Gaya adalah segala hal yang terkait dengan bagaimana cara menyampaikan atau presentasi simbol, mulai dari pemilihan sistem simbol hingga makna yang kita berikan terhadap simbol termasuk perilaku simbolis mulai dari kata dan tindakan, pakaian yang dikenakan hingga perabotan yang digunakan. Penyampaian merupakan perwujudan simbol ke dalam bentuk fisik yang mencangkup berbagai pilihan mulai dari nonverbal, bicara, tulisan hingga pesan yang diperantarai (mediated message).31
Komunikasi menurut Louis Forsdale adalah proses memberikan signal menurut aturan tertentu sehingga suatu sistem dapat didirikan, dipelihara dan diubah. Dari pengertian ini, komunikasi juga dipandang sebagai proses, proses komunikasi dapat diartikan sebagai transfer informasi atau pesan (message) dari pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada penerima sebagai komunikan. Komunikasi adalah hubungan kontak langsung maupun tidak langsung antar manusia, baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak, komunikasi adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia melakukan
31 Morissan, Teori Komunikasi Individu Hingga Massa (Jakarta: Kencana, 2013), 63.
komunikas dalam pergaulan dan kehidupannya.32 Dalam proses komunikasi tersebut bertujuan untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi.33
Gaya komunikasi diartikan sebagai seperangkat perilaku antarpribadi yang dikhususkan dalam suatu situasi terentu. Gaya komunikasi merupakan cara penyampaian dan gaya bahasa yang baik. Gaya tersebut dapat berupa kata-kata verbal atau nonverbal berupa vokalik, bahasa badan, penggunaan waktu, dan penggunaan jarak. Gaya komunikasi terdiri dari seprangkat perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respon atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan, bergantung pada maksud dari pengirim (sender) dan harapan dat penerima (receiver).34
Menurut Raynes gaya komunikasi diartikan sebagai campuran unsur-unsur komunikasi lisan dan ilustraktif. Pesan-pesan verbal individu yang digunakan untuk berkomunikasi diungkapkan dalam kata-kata tertentu yang mencirirkan gaya komunikasi. Ini termaksud nada, volume atas semua pesan yang diucapkan.
Gaya komunikasi dipengaruhi situasi, bukan kepada tipe seseorang, gaya komunikasi bukan tergantung pada tipe seseorang melainkan
32 Widjaya, Ilmu Komunikasi Pengantar Studi (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2000), 26.
33 Tommy Suprapto, Pengantar Ilmu Komunikasi dan Peran Manajemen dalam Komunikasi (Yogyakarta: Caps, 2011), 5.
34 Dasrun Hidayat, Komunikasi Antarpribadi dan Medianya: Fakta Penelitian Fenomenologi Orang Tua Karier dan Anak Remaja (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), 10.
kepada sitauasi yang dihadapi. Setiap orang akan menggunakan gaya komunikasi yang berbeda-beda ketika mereka sedang gembira, sedih, marah, tertari, atau bosan. Begitu juga dengan seseorang yang berbicara dengan sahabat baiknya, orang yang baru dikenal dan dengan anak-anak akan berbicara dengan gaya yang berbeda. Selain itu gaya yang digunakan dipengaruhi oleh banyak faktor, gaya komunikasi adalah sesuatu yang dinamis dan sangat sulit untuk ditebak. Sebagaimana budaya, gaya komunikasi adalah sesuatu yang relative.35
Para ahli komunikasi telah mengelompokkan beberapa tipe dan kategori gaya komunikasi ke dalam sepuluh jenis, sebagai berikut :
a. Gaya dominan (dominant style), gaya seseorang individu untuk mengontrol situasi sosial.
b. Gaya dramatis (dramatic style), gaya seseorang individu yang selalu
“hidup” ketika dia bercakap-cakap.
c. Gaya kontroversial (controversial style), gaya seseorang yang selalu berkomunikasi secara argument atau cepat untuk menantang orang lain.
d. Gaya animasi (animated style), gaya seseorang yang berkomunikasi secara aktif dengan memakai bahasa nonverbal.
e. Gaya berkesan (impression style), gaya berkomunikasi yang merangsang orang lain sehingga mudah diingat, gaya yang sangat mengesankan.
35 Hariyana, Komunikasi Dalam Organisasi (Jakarta: Universitas Indonesia, 2009), 14–
18.
f. Gaya santai (relaxed style), gaya seseorang yang berkomunikasi secara tenang dan senagn, penuh senyuman dan tawa.
g. Gaya atentif (attentive style), gaya seseorang yang berkomunikasi dengan memberkan perhatian penuh kepada orang lain, bersikap simpati dan empati, mendengarkan orang lain dengan sungguh-sungguh.
h. Gaya terbuka (open style), gaya seseorang yang berkomunikasi yang ditmapilkan seseorang secara terbuka yang ditunjukkan dalam tampilan jujur dan mungkin saja blakblakan.
i. Gaya bersahabat (friendly style), gaya komunikasi yang sitampilkan seseorang secara ramah, measa dekat, selalu memberikan respons positif, dan mendukung.
j. Gaya yang tepat (precise style), gaya yang tepat dimana komunikator meminta untuk membicarakan suatu konten yang tepat dan akurat dalam komunikasi lisan.36
Manusia untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang memotivasi dan menyampaikan pesan agar cepat tersampaikan dapat dengan mengucapkan atau menulis kata-kata. Keterampilan berkomunikasi melalui “gaya komunikasi”, mengisyaratkan kesadaran diri pada level yang tinggi. Setiap orang mempunyai gaya komunikasi yang bersifat personal, itu gaya khas seseorang waktu berkomunikasi.
36 Alo Liliweri, Komunikasi: Serba Ada Serba Makna (Jakarta: Kencana, 2011), 309.
2. Jenis Gaya Komunikasi
Berikut ini gaya komunikasi yang akan dijadikan acuan dalam penelitian ini37:
a. The controlling style, yaitu gaya komunikasi bersifat mengendalikan, ditandai dengan adanya suatu maksud untuk membatasi, memaksa, dan mengatur perilaku, pikiran, dan tanggapan orang lain. Gaya komunikasi ini lebih memusatkan perhatian kepada pengirim pesan dibandingkan upaya untuk berharap pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian untuk berbagi pesan, pemberian umpan balik, kecuali umpan balik itu digunakan untuk kepentingan mereka. Para komunikator tidak khawatir dengan pandangan negatif orang lain, tetapi justru menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memaksa orang lain mematuhi pandangan-pandangnnya.
b. The equalitarian style, yaitu gaya komunikasi beraspek kesamaan, hal ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah. Dalam gaya komunikasi ini, komunikasi dilakukan secara terbuka, setiap anggota organisasi dapat mengungkapkan ide atau gagasan secara santai, rileks, dan informal. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini merupakan orang yang mempunyai tingkat kepedulian tinggi serta memiliki
37 Dasrun Hidayat, Komunikasi Antarpribadi dan Medianya: Fakta Penelitian Fenomenologi Orang Tua Karier dan Anak Remaja (Yogyakara: Graha Ilmu, 2012), 7.
kemampuan dalam membina hubungan yang baik dengan orang lain, baik secara pribadi maupun dalam lingkungan pekerjaan.
Ketika menggunakan gaya komunikasi ini akan mempermudah dalam komunikasi organisasi khusunya dalam memelihara empati dan kerja sama. Gaya komunikasi ini juga menjamin berlangsungnya tindak berbagi informasi dengan orang lain.
c. The structuring style, yaitu gaya komunikasi yang memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas, dan pekerjaan serta struktur organisasi.
Seorang pengirim pesan lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk mempengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan, dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut.
d. The dynamic style, yaitu gaya komunikasi yang dinamis dan memiliki kecenderungan agresif karena pesan memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan. Gaya komunikasi ini sering dipakai oleh para juru kampanye atau supervisor yang membawa para salesmen. Tujuan dari gaya komunikasi ini adalah untuk menstimulasi karyawan agar lebih cepat dan lebih baik dalam bekerja. Gaya komunikasi dinamis digunakan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang bersifat kritis.
e. The relinquishing style, yaitu gaya komunikasi yang mecerminkan kesediaannya untuk menerima saran, pendapat, dan ide yang diberikan oleh orang lain daripada keinginan untuk memberi perintah meskipun pengirim pesan mempunyai hak untuk memberi perintah. Pesan-pesan dalam gaya komunikasi ini akan lebih efektif ketika pengirim pesan sedang bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti, serta bersedia untuk bertanggungjawab atas tugas atau pekerjaan yang diberikan.
f. The withdrawl style, yaitu gaya komunikasi tertutup yang mengakibatkan melemahnya tindak komunikasi, banyak orang yang yang merasa kesulitan dan timbul beberapa persoalan antarpribadi saat menggunakan gaya komunikasi tersebut.
Dalam hal ini gaya komunikasi tersebut tidak layak untuk dipakai untuk berkomunikasi dengan orang lain.