• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya Komunikasi Penyiar Radio Songgolangit dalam Program Sendu (Senandung Rindu) untuk Menarik Minat Pendengar Secara

A. Paparan Data

1. Gaya Komunikasi Penyiar Radio Songgolangit dalam Program Sendu (Senandung Rindu) untuk Menarik Minat Pendengar Secara

62 BAB IV

PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN

maksud untuk membatasi, memaksa, dan mengatur perilaku, pikiran, dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau one-way communications. Controlling style of Communication ini lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berharap pesan. Seperti yang dilakukan penyiar dengan menanggapi pesan yang telah dikirim oleh pendengar, gaya the controlling style ini terlihat dalam siaran yang disampaikan oleh Mas Heru sebagai berikut:

“Coba kita sapa dulu satu per satu. Ada Mas Yanto, selamat malam aja, selamat bertugas Mas Heru Malaysia hadir. Ada Edy Kusuma, mas apa kabar ini, semoga mala mini dalam lindungan Allah SWT ya, salam kami dari Pekanbaru Riau.

Ada bunda Tri Amini selamat malam juga Mas Heru, selamat malam selamat bertugas. Ada Tio Marko request lagunya Hati Yang Luka aja, mas Tio kenapa hatinya terluka, lagi patah hati atau ada yang menyakiti siapa yang menyakiti.

Saya ingatkan juga kepada semuanya kalau mau request ke WA aja ya, biar gampang dan InsyaAllah kebaca semua dan lagunya InsyaAllah bisa keputar kalau requestnya di FB nanti biasanya ketutup kepotong-potong sama komen yang lain, jadi mungkin kadang ngilang. Mudah-mudahan bisa lama facebooknya malam ini semoga sinyal nya enak.”65

Selain bentuk hasil transkip siaran diatas peneliti juga mewawancarai penyiar Program Sendu di Radio Songgolangit FM untuk menguatkan data tersebut. Menurut Mas Heru seorang penyiar harus selain menjalin keakraban juga harus menjaga jarak.

“Seorang penyiar itu jangan terlalu dekat dan fokus dengan pendengar itu-itu saja. Kadang yang kita takutkan kalau

65 Transkrip siaran program Sendu(Mas Heru), 21 November 2022.

terlalu dekat itu takut ada hal-hal yang menimbulkan fitnah.

Takut ada salah paham, jadi ya netral aja. Ketika berinteraksi pun jangan sampai penyiar ini terlalu terbawa dan larut dalam obrolan, harus bisa memiliki control.

Namun, untuk mencairkan suasana sedikit bercanda tidak masalah jika memang diperlukan. Asal jangan sampai kebablasan atau berlebihan”66

Hal ini juga sesuai dengan yang diutarakan Mas Zaki pada saat siaran program Sendu yang merupakan penyiar juga pada program Sendu sebagai berikut :

“Malam ini ada Om Indro ada bunda Novita selamat malam sugeng dalu, juga ada Hendro Putra tetap semangat pokoknya. Ada Kaylani Yudhi selamat malam juga, Bunda Zia, Alhamdulillah bisa berjumpa kembali bertatap muka, semoga perjumaapan kali ini tidak ada halangan suatu apapun, Muhammad hambali dari bekasi. Terimakasih sudah absen. Bunda Novi di hongkong, terimakaksih sudah menyimak. Request lagu Desember kelabu mas.Memang November memberi berita baik semoga Desember kali ini memberi berita baik juga tidaklah kelabu seperti lagunya, Desember bahagia, baik-baik saja. Ini dia lagu Desember Kelabu untuk Mitra Songgolangit semua. Untuk yang request nanti lagunya di play.Di malam minggu ini jangan capek-capek jangan galau-galau, sesuai dengan request selanjutnya semoga lagunya sedikit mewakili perasaan, mewakili suasa hari ini atau mengambarkan sebuah situasi pokoknya kita nikmati saja malam minggu ini dengan hiburan suka cita, jangan sedih-sedih tetap semangat.”67 Selain berdasarkan data tersebut, peneliti juga melakukan wawancara dengan Mas Zaki. Pada Program Sendu, penyiar juga menyelipkan beberapa info saat siaran. Hal ini yang membuat program Sendu menggunakan gaya komunikasi controlling style.

Dikatakan demikian karena hanya memusatkan perhatian kepada

66 Wawancara dengan Penyiar Program Sendu (Mas Heru), 12 Januari 2023.

67 Transkrip siaran program Sendu (Mas Zaki), 12 November 2022.

pengiriman pesan saja yaitu seorang penyiar, yang didalamnya hanya memberikan informasi yang bersifat umum maupun informasi internal, bersifat satu arah (one way communication). Selain itu seorang penyiar harus fokus dan mengatur semua kegiatan yang ada di Program Sendu misal ketika request lagu tentunya kan banyak orang yang menginginkan lagu favoritnya untuk diputarkan, maka dari itu penyiar harus tetap mengatur mana yang harus didahulukan dan mengarahkan agar para pendengar sabar atau tersulut emosinya.

Seperti yang dikatakan Mas Zaki saat di wawancarai sebagai berikut:

“Terutama kalau request lagu ya kami pastinya mendahulukan mana yang request dulu, kalau ada yang protes kok lagu saya tidak diputar bagaimana ini ya tetap semua kendali ada dipihak kami, mereka tidak boleh memaksa kehendak mereka sendiri toh kalau sudah tiba giliran lagu request mereka kan nantinya juga akan diputarkan.”68

Berdasarkan dari data diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa gaya komunikasi yang digunakan yaitu the controlling style, mengapa demikian karena dalam program acaranya penyiar fokus pada para pendengar yang berkirim pesan dengan penyiar menanggapinya, selain itu penyiar juga dapat mengendalikan pendengar dan penyiar dapat mengatur programnya dengan baik sampai acara selesai.

2) The equalitarian style merupakan gaya komunikasi yang memiliki aspek penting ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian

68 Wawancara dengan Penyiar Program Sendu (Mas Zaki), 16 Januari 2023.

style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah (two-way traffic of communication). Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka.

Artinya, setiap gagasan ataupun pendapat disampaikan dalam suasana yang rileks, santai, dan informal. Dapat dilihat berikut ini yang dikatkan Mas Heru saat siaran, bahwa penyiar menggunakan gaya tersebut :

“Semoga malam ini seprti lagu yang baru saja saya hadirkan Jangan Ada Dusta Diantara Kita, semoga saja.

Semoga Mitra Songgolangit semua tidak pernah berdusta kepada saya atau kepada lainnya. Kita masih di 99,2 pastinya hari ini kita bakalan ditemani dihadirkan sama lagu-lagu kenangan semua, jadi jangan sampai kelewat dan jangan sampai tertinggal, tapi tidak masalah ya karena nanti sampai jam 12 malam jadi cukup lama waktu kebersamaan kita, pokoknya kita happy-happy bareng kita seneng-seneng bareng, kita bernostalgia, kita coba untuk mengenang masa-masa indah dulu mungkin kalau kita punya kenangan indah tapi kalau kenangannya buruk gimana dong ? ya nggak masalah dong karena yang namanya kenangan ada yang baik ada yang buruk ada yang pengen dilupakan ada yang pengen di kenang selalu. Selamat malam yang di Facebook sepertinya sudah banyak sekali yang sudah bergabung malam ini, halo selamat malam yang di facebook, jangan lupa like komen atau share ke temannya malam ini. Biar makin rame ikut bergabung malam hari ini. Yang lagi mendengarkan sudah banyak sekali terimakasih sudah stay tune.”69

Penyiar di Radio Songgolangit dalam membawakan acara Sendu (Senandung Rindu) atau acara hiburan yang menampilkan request lagu-lagu hitz era 80 dan 90-an biasa disebut juga pesona tembang

69 Transkrip siaran program Sendu (Mas Heru), 21 November 2022.

kenangan menggunakan equalitarian style, karena program ini melibatkan interaksi antara penyiar dan pendengar. Maka dari itu komunikasi yang berlangsung adalah komunikasi verbal dua arah ((two-way traffic of communication). Selain itu, penyiar juga membawakan pesan-pesan secara santai, dan nonformal. Mas Heru mengungkapkan:

“Kalau di radio itu kan informasi itu sifatnya sekilas, jadi saya mengubah bahasa media cetak menjadi bahasa bahasa Indonesia sehari-hari. Jadi seperti kita ngobrol dengan pendengar saja. Justru kalau saya menggunakan bahasa yang terlalu tinggi pendengar malah susah memahami atau bahkan tidak mengerti sama sekali. acara Senandung Rindu mayoritas menggunakan bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa karena kebanyakan pendengar setia juga berasa dari wilayah Ponorogo sini aja, ya intinya menyesuaikan dengan Bahasa daerah masing-masing lah.”70

Selain Mas Heru, peneliti juga melakukan observasi pada transkip siaran dan wawancara dengan Mas Zaki yang juga menggunakan gaya the equlitarian style dalam memandu Program sendu. Berikut adalah ungkapan yang dikatakan Mas Zaki saat siaran program Sendu:

“Bagi mitra songgolangit yang ingin berbagi cerita hari ini, permasalahan keresahan atau yang bingung ingin mengungkapkan uneg-unegnya langsung saja penuhi kolom komentar sekarang juga kita berbagi cerita dan berbagi pengalaman bersama, bisa dikirmkan melalui WA kami di 0811 3555 992 atau juga bisa memberikan informasi baik via WA atau FB. Oh ya Mitra Songgolangit tenang saja kita akan menemani anda semua sampai nanti jam 12.”71

70 Wawancara dengan Penyiar Program Sendu (Mas Heru), 12 Januari 2023.

71 Transkrip siaran program Sendu (Mas Zaki), 22 November 2022.

Selain data tersebut peneliti juga melakukan wawancara dengan Mas Zaki untuk memperkuat data yang sudah ada. Berikut penuturannya:

“Kita biasa melalukan interaksi dengan pendengar melalui live streaming fb, selain itu bisa juga memanfaatkan whatsapp”72

Pentingnya pemilihan bahasa dalam siaran radio, maka pemilihan bahasa dalam siaran perlu diperhatikan, sesuai dengan segmentasi pendengar. Dalam siarannya Mas Zaki sebagai penyiar pada program Senandung Rindu melakukan komunikasi secara low contex atau kontak rendah, bahasa yang digunakan Mas Zaki adalah bahasa sehari-sehari. Meski demikian Mas Zaki tetap memperhatikan pemilihan bahasa dan cara penyampaian, terlebih program yang dibawakan Mas Zaki ini mayoritas pendengarnya berusia 25-40an tahun. Jadi walaupun bahasanya nonformal setidaknya terkadang juga menggunakan Bahasa Jawa yang halus (Kromo). Menurut Mas Zaki komunikasi langsung dengan kontek rendah akan lebih cepat dipahami oleh pendengarnya.

“Lalu untuk bahasa yang penyiar disini kita pakai bahasa sehari-hari, dan tidak baku Bahasa Indonesia dan bahasa jawa. Walaupun bahasa sehari-hari yang digunakan akan tetapi tetap harus sopan dan santun. Ya intinya komunikasi yang terjalin enak lah, dan lebih akrab dengan pendengar.

Di radio ini tidak bisa sembarangan kita berbicara, harus tetap extra hati-hati dalam pemilihan kata dan penyampaian, tidak bisa asal-asalan.”73

72 Wawancara dengan Penyiar Program Sendu (Mas Zaki), 16 Januari 2023.

73 Wawancara dengan Penyiar Program Sendu (Mas Zaki), 16 Januari 2023.

Pada saat siaran penyiar harus dapat membangun suasana keakraban dan kedekatan dengan pendengarnya. Kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik oleh pendengar mampu menciptakan suasana yang hangat untuk pendengar, sehingga dapat membuat pendengar merasa nyaman dan terjalin koneksi dengan penyiar.

Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, penyiar akan mampu mengakrabkan diri dengan pendengar.

“Ya, ketika opening saya selalu perkenalan terlebih dahulu, karena bisa jadi ada pendengar baru. Dengan tujuan mengakrabkan diri. Setelah itu saya menyapa pendengar, jadi saya mempunyai panggilan khusus untuk para pendengar radio yaitu mitra songgolangit.”74

Dari hasil data di atas, dapat disimpulkan bahwa gaya komunikasi yang digunakan saat membawakan acara Sendu (Senandung Rindu) menggunakan equalitarian style atau santai dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan dari para pendengarnya, yaitu ketika berhadapan dengan pendengarnya, terutama dari segi penggunaan bahasa. Selain itu pada program tersebut terdapat interaksi juga dengan pendengar, sehingga terjadinya komunikasi verbal secara dua arah (two way traffic of communication). Pada program Senandung Rindu interaksi yang terjalin antara penyiar dan pendengar bisa melalui live facebook maupun whatsapp.

3) The relinquishing style merupakan gaya komunikasi yang lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat, ataupun

74 Ibid

gagasan orang lain daripada keinginan untuk memberi perintah meskipun pengirim pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain. Seperti yang di sampaikan Mas Heru dan Mas Zaki setiap siarannya.

“Silahkan bagi yang ingin memberikan informasi, saran maupun request lagu dipersilahkan, malam ini kita bernostalgia Bersama bagi yang ingin mengirim salam atau pesan kepada seseorang juga dipersilahkan, dan terimakasih juga teruntuk mitra songgolangit yang sudah memberikan informasi dan berita apapun kepada kami itu sangat bermanfaat.”75

Dari sini dapat kita lihat bahwa program Senandung Rindu ini penyiar dan pendengar saling berkesinambungan satu sama lain.

Controlling style yang ada hanya sebatas mengatur jalanya proram selebihnya tetap pendengar tetap berpatisipasi untuk menyampaikan curahan hati atau aspirasinya. Hal ini juga diungkapkan mas Heru dalam sebuah wawancara yang dilakukan:

“Pada program sendu ini kami perlu kontribusi dari seluruh mitra songgolangit, kalua tidak ada yang mau bercerita atau mengungkapkan curahan hatinya itu saya berasa ngomong sendiri jadi kurang seru gitu kan program acara ini memang hiburan dan tempat kita semua berbagi cerita, kalau cuma saya yang ngomong nanti namanya ceramah dong.”76

Dalam wawancaranya Mas Zaki menambahkan bahwa pada program Sendu khususnya penyiar menerima segala masukan yang diberikan oleh pendengar, seperti yang diutarakan sebagai berikut:

“Dengan senang hati kami menerima semua keluh kesah atau aspirasi yang diutarakan mitra songgolangit baik yang tua

75 Transkrip siaran program Sendu (Mas Heru & Mas Zaki).

76 Wawancara dengan Penyiar Program Sendu (Mas Heru), 12 Januari 2023.

maupun yang muda pasti akan kami tampung yang nantinya akan dipertimbangkan dan didiskusikan dengan senior. Semisal berkomentar di live kami pasti akan kami bacakan pesan-pesannya, request lagu dari mereka juga akan kami putarkan walaupun kadang ada kendala dan harus antri ya yang jelas pendengar sangat berperan sekali demi keberlangsungan program acara ini karena penyiar di sini tidak bersifat memaksa harus begini-begini apa yang pendengar minta apa yang pendengar ceritakan akan kami terima semua.”77

Berdasarkan data diatas telah didapat peneliti menemukan dalam membawakan Program Sendu penyiar juga menggunakan gaya komunikasi The relinquishing style yaitu dengan menerima saran dari pendengar dan meminta pendengar untuk aktif dan memberikan informasi atau bercerita.

Dari data-data yang telah didapatkan diatas dari hasil transkrip siaran selama bulan November dan wawancara dengan penyiar program Sendu dapat disimpulkan gaya komunikasi yang digunakan penyiar Radio Songgolangit ada tiga gaya komunikasi, yaitu the controlling style, the equalitarian style, dan the relinquishing style.

2. Hambatan Komunikasi Penyiar pada Program Sendu (Senandung