• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II: KERANGKA PEMIKIRAN

2.2 Teori dan Konsep yang Digunakan

2.2.4 Komunikasi Pemasaran

Cassata dan Asante (dikutip dalam Mulyana, 2007, h. 69) menyatakan bahwa komunikasi pemasaran merupakan gabungan dari kata komunikasi dan pemasaran. Komunikasi adalah transmisi informasi dengan tujuan mempengaruhi khalayak.

Sedangkan pemasaran menurut Kotler (2012, h. 8) adalah “A

social and managerial process by which individuals and organizations obtain what they need and want through creating and exchanging

35

value with others”. Maksudnya pemasaran merupakan proses sosial

dan manajerial oleh individu atau organisasi untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai dengan pihak lain.

Menurut Kotler (dalam Kennedy 2006, h. 3) bauran pemasaran terdiri dari 4P (product, price, place, promotion) jika digabung dengan aplikasi pemasaran atau 4C (customer solutions, customer cost,

convenience, communication) maka produk berkaitan dengan customer solutions, price berkaitan dengan customer cost, place

berkaitan dengan convenience, dan promotion berkaitan dengan

36 Tabel 2.2

POSISI KOMUNIKASI DALAM BAURAN PEMASARAN

Sumber: Kennedy, J.E. dan Soemanagara, Dermawan. 2006.

Marketing Communications: Taktik dan Strategi. Jakarta:

Bhuana Ilmu Populer. Hal. 3.

4P 4C

Product Customer Solutions Price Customer Cost Place Convenience Promotion Communications

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa pemasaran dan komunikasi memiliki hubungan yang erat. Penggabungan antara kajian pemasaran dan komunikasi yang matang akan menghasilkan kajian baru yang disebut komunikasi pemasaran/marketing communications.

Menurut Morissan (2010, h. 5) komunikasi penting dilakukan ketika melaksanakan kegiatan pemasaran, terutama pada elemen promosi yang menjadi inti dari komunikasi pemasaran. Dengan melakukan kegiatan promosi yang tepat, maka target audience dapat lebih aware terhadap produk perusahaan. Salah satu aspek yang

37

MARKET GOALS

MARKETING MIX

Product Price Promotion Channels Sales

PROMOTION MIX

Advertising Sales Promotion Public Relations Personal Selling Direct Marketing Internet Marketing menjadi pendukung dari kegiatan marketing mix adalah promotion mix yang terdiri dari

Gambar 2.2

PROMOTION MIX SEBAGAI BAGIAN DARI MARKETING MIX

Sumber: Morissan. 2010. Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana. Hal. 3.

1. Advertising (iklan) merupakan bentuk komunikasi nonpersonal tentang ide, jasa, produk, atau organisasi yang dibayar oleh pihak tertentu karena memiliki kepentingan tertentu

38

2. Sales promotion (promosi penjualan) adalah kegiatan pemasaran

yang bertujuan mendorong penjualan secara langsung kepada konsumen

3. PR and Publicity merupakan bentuk komunikasi nonpersonal

mengenai ide, jasa, produk, atau organisasi yang dibayar dan dijalankan oleh pihak yang mempunyai kepentingan tetapi tidak diketahui secara langsung

4. Personal Selling adalah bentuk komunikasi dari orang ke orang

yang terjadi ketika penjual berusaha untuk membantu dan membujuk calon pembeli untuk membeli produk atau jasa perusahaan yang ditawarkan

5. Direct Marketing merupakan komunikasi langsung yang

dilakukan perusahaan kepada target customers guna mendapatkan respon atau transaksi langsung melalui internet, telemarketing, emal, pengiriman katalog, dan direct mail

6. Internet Marketing, yakni pemasaran yang dilakukan melalui platform internet sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi

dua arah dan pengguna dapat memeroleh informasi pada saat itu juga, misalnya melalui sosial media.

Jika dikaitkan dengan studi kasus yang diangkat, kegiatan

39 diulas secara rinci oleh peneliti, khususnya pada fungsi internet

marketing yang menjadi bahasan utama dari penelitian ini.

Departemen komunikasi pemasaran bertugas mengatur dan mengoordinasi publisitas yang berhubungan dengan produk perusahaan baik yang baru maupun yang sudah ada dan juga mengatur aktivitas yang berhubugan dengan konsumen. Kini, pemasaran bukan hanya mengiklankan produk melalui iklan internet, televisi, telepon, dan surat langsung, melainkan juga harus membangun hubungan dan memuaskan kebutuhan customernya. Oleh sebab itu, dalam marketing terdapat proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi customer-nya dan membangun hubungan yang kuat agar customer kembali melakukan permintaan pada produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. (Kotler, 2012, h. 5)

Tujuan komunikasi pemasaran menjadi salah satu hal utama yang perlu diidentifikasi oleh suatu perusahaan. Perusahaan harus dapat mengidentifikasi level awareness dari brand yang dimiliki. Menurut Keller (2001, h. 75) terdapat beberapa tahapan dalam brand

40 Gambar 2.3

BRAND AWARENESS PYRAMID

Sumber: Keller, Kevin L. 2001. Strategic Brand Management. New York: Pearson. Hal. 75.

Dalam penelitian ini, komunikasi pemasaran terjadi ketika PT Bank Central Asia, Tbk. berusaha untuk memasarkan produknya yakni Tahapan Xpresi dengan cara memengaruhi target marketnya melalui medium yang ada yakni sosial media Facebook. Upaya promosi dan publisitas ini dilakukan untuk mencapai objektif dari Sub-Divisi Komunikasi Pemasaran yaitu untuk menciptakan awareness nasabah akan produk Tahapan Xpresi BCA.

Strategi komunikasi pemasaran merupakan logika pemasaran dimana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan

41 mencapai hubungan yang menguntungkan (Kotler dan Armstrong, 2008, h. 58). Perusahaan harus menentukan siapa sajakah pelanggan yang akan disasar (segmentasi target) dan bagaimana perusahaan melayaninya (positioning). Strategi ini disebut dengan STP yang terdiri dari segmenting, targeting, dan positioning.

A. Segmenting

Kegiatan pemasaran akan menjadi lebih fokus jika perusahaan melakukan segmentasi pasar. Segmentasi juga membantu perusahaan dalam melakukan pemasaran yang tepat sasaran bagi tiap segmen. Adapun segmentasi terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Geographic: merupakan jenis pengelompokkan berdasarkan lokasi atau tempat konsumen berada seperti pengelompokkan berdasarkan pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

2. Demographic: merupakan jenis pengelompokkan berdasarkan variabel demografis seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, status ekonomi, status pendidikan, dan lain-lain. Segmentasi ini cukup menjelaskan ruang lingkup pasar secara signifikan tetapi tidak terlalu bersifat personal seperti psikografis dan behavioral/ perilaku.

42

3. Psychographic: merupakan pengelompokkan berdasarkan gaya

hidup, kepribadian, sifat, dan pola pikir dari konsumen. Segmentasi ini perlu ditentukan untuk memahami karakteristik konsumen yang tepat dengan produk/jasa yang ditawarkan.

4. Behavioral: merupakan pengelompokkan berdasarkan tingkah

laku, kebiasaan, situasi pemakaian konsumen, perasaan, dan loyalitas merek.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan segmentasi antara lain:

1. Mengelompokkan pasar berdasarkan variabel permintaan seperti manfaat yang dicari konsumen, kebutuhan konsumen, dan situasi pemakaian

2. Deskripsikan segmen pasar berdasarkan variabel-variabel yang dapat digunakan perusahaan untuk memahami cara memenuhi kebutuhan konsumen dan cara berkomunikasi dengannya.

B. Targeting

Menurut Solomon dan Elnora (2003, h. 232), target market adalah “Group that a firm selects to turn into customers as a result of

43 beberapa segmen, penting bagi perusahaan untuk menentukan target market secara spesifik beserta dengan strateginya. Adapun langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan targeting antara lain:

1. Mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen pasar dengan variabel-variabel yang mampu mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari tiap segmen, kesesuaian antara kompetensi utama perusahaan dan peluang target market, dan biaya layanan setiap segmen.

2. Memilih satu atau lebih target market yang ingin dilayani berdasarkan kesesuaiannya dengan strategi perusahaan dan potensi laba segmen.

C. Positioning

Menurut Solomon dan Elnora (2003, h. 235), postioning adalah “Developing a marketing strategy aimed at influencing how a

particular market segment perceives a good or service in comparison to the competition”. Positioning yang dimiliki oleh perusahaan dapat

menjadi suatu identitas utama yang membedakan produk/jasa perusahaan dengan kompetitornya. Adapun beberapa positioning yang dapat dilakukan antara lain:

1. Positioning berdasarkan perbedaan produk: merupakan pendekatan yang dilakukan jika produk perusahaan memiliki kelebihan atau

44 kekuatan dibandingkan dengan produk kompetitor sehingga konsumen benar-benar harus dapat merasakan perbedaan dan manfaatnya.

2. Positioning berdasarkan kentungan atau atribut produk: merupakan

positioning yang berusaha mengidentifikasikan atribut yang

dimiliki produk dan manfaat yang akan diterima oleh konsumen 3. Positioning berdasarkan pengguna produk: merupakan positioning

yang lebih menekankan pada pengguna produk.

4. Positioning berdasarkan pemakaian produk: positioning yang menjelaskan kapan produk tersebut dapat digunakan.

5. Positioning berdasarkan pesaing: merupakan positioning yang dilakukan dengan membandingkan keunggulan kompetitor sehingga konsumen dapat menentukan produk mana yang akan dipilih

6. Positioning berdasarkan kategori produk: merupakan positioning yang dilakukan dengan cara bersaing secara langsung dalam kategori produk. Hal ini ditujukan untuk memecahkan masalah yang sering dialami konsumen

7. Positioning berdasarkan asosiasi: positioning dengan cara mengasosiasikan produk perusahaan dengan produk lain.

45 Harapannya adalah sebagian asosiasi dapat memberikan kesan positif terhadap produk perusahaan.

8. Positioning berdasarkan masalah: digunakan untuk membuktikan kepada konsumen bahwa produk perusahaan memiliki positioning sebagai produk yang dapat memecahkan masalah konsumen.

Dokumen terkait