• Tidak ada hasil yang ditemukan

191. Kejadian banjir adalah peristiwa sepanjang tahun di Jakarta dan makin bertambah dalam kedahsyatan selama sepuluh tahun terakhir. Bencana banjir di Jakarta pada Januari 1996, Februari 2002, dan Februari 2007, sangat merusak. Peristiwa 2007 menggenangi lebih dari 235 km2 (kira-kira 36%) dearah kota81, hingga 7 meter di beberapa tempat. Banjir 2007 mengenai lebih dari 2,6 juta orang dan memaksa 340.000 orang lari dari rumah mereka. Lebih dari 70 orang meninggal dan ledakan penyakit mengenai lebih dari 200.000 orang. Kerugian ekonomi dan finansial dari banjir 2007 kira-kira 99 juta US$82. Pada tahun 2008, bencana banjir menutup jalan tol bandara, membatalkan lebih dari 1000 penerbangan dan menyebabkan gangguan berat di kota. Banjir pada 2009 juga terjadi intensitas tinggi dan berlanjut pada 2010. Genangan berlanjut terjadi di bawah kondidi curah hujan berkelanjutan.

80 Informasi dari hasil diskusi dengan masyarakat.

81

Peta keluasan banjir, DKI Jakarta (Dinas PU). 82

88

Komunikasi Eksternal

192. Di sepanjang periode persiapan proyek, proses konsultasi sehubungan perlindungan lingkungan dan sosial dari proyek (selama periode tiga tahun 2009-2011) telah menjadi satu kunci jalan bagi penyebaran informasi tentang rincian proyek (ini dijelaskan dalam Pasal 0) kepada publik, terutama kepada masyarakat dan di lokasi-lokasi yang dekat dengan proyek. Semua perlindungan sehubungan proses konsultasi (dan terutama konsultasi di daerah proyek sehubungan perlindungan sosial) telah memasukkan penyebaran disain, ruang lingkup dan status proyek terakhir. Harus dicatat bahwa proses konsultasi pada umumnya mencatat dukungan positif untuk proyek in dan tujuan pengendalian banjirnya. 193. Perlindungan sehubungan konsultasi dipasangkan dengan penyebaran informasi oleh DKI Jakarta melalui berbagai saluran83 yang memposisikan JUFMP sebagai potongan penting dari strategi terdekat untuk mengendalikan banjir di Jakarta. Berdasarkan latar belakang kejadian terkini, banjir telah menjadi persoalan mendesak dan sedang dibicarakan di kota. Jadi, usaha penyebaran informasi oleh DKI pada umumnya diambil oleh media lokal. Sebagai akibatnya, kesadaran publik pada proyek JUFMP (baik pada tingkat masyarakat maupun tingkat kota) makin bertambah selama periode persiapan proyek.

194. Pemantauan media dan audit yang dilakukan selama periode Januari 2010 hingga Januari 2011 menunjukkan pada keberlanjutan dan pertambahan paparan media pada proyek84, terutama melalui portal media online, blog masyarakat dan media cetak, dan pada tingkat yang lebih sedikit melalui media penyiaran elektronik dan situs pemerintah dan NGO. Harus dicatat bahwa paparan media-media ini menyorot bukan hanya rencana proyek dan disainnya untuk mengurangi kejadian banjir di Jakarta, tapi mayoritas mereka mendiskusikan dan melaporkan persoalan yang lebih kompleks tentang tantangan perlindungan lingkungan dan sosial yang dihadapi selama persiapan proyek. Nada dari media diskusi tentang usaha pengendalian banjir mengalir nada negatif ke netral hingga netral ke positif, tapi secara signifikan, nada ini telah makin berkembang menuju ke arah positif dan lebih positif selama periode audit.

195. Usaha komunikasi eksternal diharapkan berlanjut selama pelaksanaan proyek. Perlindungan sosial sehubungan konsultasi akan berlanjut di sepanjang persiapan dan pelaksanaan RP lokasi-khusus. Di tingkat masyarakat, pusat informasi publik berbasis di kantor lokasi proyek (POSKO) yang akan

dipertahankan di tiap lokasi proyek akan memainkan peran kritis, dimana informasi proyek (termasuk status pelaksanaan terakhir) akan tersedia dan gampang dijangkau oleh publik. Walaupun secara keseluruhan komunikasi eksternal dari DKI Jakarta akan memerlukan perbaikan, JUFMP telah menyediakan momentum koordinasi penyebaran rencana pengendalian banjir Jakarta yang telah luas diliput media. Usaha ini akan berlanjut ke dalam pelaksanaan proyek. Di pihaknya sendiri, Bank Dunia sedang menyiapkan situs internet proyek dimana informasi proyek terakhir dapat tersedia selama pelaksanaan. Adapun budget DKI Jakarta untuk proyek komunikasi mencapai US$ 155.000. Catatan bahwa ini tidak termasuk budget dari Dinas Informasi dan Komunikasi DKI yang mencapai lebih dari US$ 500 juta per tahun (APBD 2011).

83

Termasuk pengumuman penting dari Gubernur DKI. 84

89

Komunikasi internal

196. Komunikasi antar-instansi. Pertemuan Panitia Pengarah Bersama secara periodik(lihat bagian 3.6.1) telah menjadi alat dalam menyediakan panggung bagi komunikasi dan pembagian informasi antar-instansi tentang perkembangan terakhir dan status proyek. Inilah satu-satunya jalan dimana semua pemegang saham instansi pemerintah diwakili secara serentak.

197. Komunikasi internal DKI Jakarta. Ketika pemerintah lokal dengan mandat bagi pengembangan, pengelolaan dan administrasi kota, DKI Jakarta secara alamiah dilihat oleh publik sebagai instansi utama yang bertanggungjawab bagi pengelolaan banjir di kota85. DKI Jakarta telah menggunakan kesempatan proses konsultasi sehubungan perlindungan sosial proyek sebagai jalan penting bagi penyebaran informasi rincian lain dari proyek (ini dijelaskan dalam Pasal 9 - lihat khususnya Bagian 9.3) di dalam DKI Jakarta hingga tingkat terendah (perwakilan dari walikota dari semua 4 kotamadya di DKI, dinas dan biro DKI yang relevan, dan pemerintah sub-lokal hingga tingkat kecamatan dan kelurahan). Sosialisasi sepanjang kantor DKI di tingkat pemerintahan propinsi terutama dalam bentuk lokakarya metode pendekatan/transfer ilmu pengetahuan "mentoring" yang dianggap pendekatan paling layak di tingkat kecamatan dan kelurahan.

198. Usaha komunikasi internal diharapkan berlanjut selama pelaksanaan proyek. Panggung Panitia Pengarah Bersama akan tetap, karena komite akan melanjutkan bertemu secara periodik selama pelaksanaan proyek untuk menyediakan pengawasan tingkat tinggi. DKI Jakarta juga menugaskan Biro Prasarkot dengan tugas mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan proyek sepanjang DKI Jakarta dan instansi pemerintah lainnya. Biro Prasarkot akan juga membentuk jembatan komunikasi antara pendirian institusi proyek dan pendirian institusi DKI. Kegiatan Biro Prasarkot secara langsung diperiksa oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan DKI, yang selanjutnya melapor ke Gubernur DKI. Asisten juga adalah anggota Panitia Pengarah Bersama. Susunan ini akan membolehkan bagi koordinasi vertikal melalui rantai komando juga lintas semua instansi dan juga menghubungkan struktur institusional proyek kepada koordinasi dan komunikasi yang diharuskan untuk melakukan pengendalian banjir secara berkelanjutan.

85

Hal ini selanjutnya dikonfirmasi oleh audit media seperti dijelaskan di atas. Diantara temuan audit, mayoritas media terkait melaporkan DKI Jakarta sebagai lembaga yang paling erat berurusan dengan banjir.

90

Gambar 11-1 Komunikasi antara instansi