• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 Deskripsi Proyek

9.1 Konsultasi selama AMDAL

174. Konsultasi proyek terjadi lebih dari horison dua tahun kebanyakan pada 2009 dan 2010. Mereka mengambil bentuk pertemuan umum dan dicatat sebagai lampiran dalam masing-masing dokumen AMDAL yang disetujui BPLHD DKI. Konsultasi publik selama persiapan AMDAL untuk lokasi proyek Tahap 1 dilakukan sebelum selesainya DED. Diskusi Kelompok Fokus dilakukan untuk semua lokasi proyek sejajar dengan persiapan DED dan AMDAL untuk lokasi Tahap 2, juga dalam persiapan awal RP untuk lokasi WTP. Wawancara dengan sampel anggota masyarakat (hingga 10% rumah tangga) dilakukan untuk melengkapi informasi dasar lingkungan dan sosial, aspirasi masyarat dan perhatian pada pelaksanaan proyek diperoleh dalam konsultasi selama persiapan AMDAL. Aspirasi utama, persoalan dan perhatian yang dimunculkan oleh para partisipan di sepanjang semua lokasi proyek diperoleh melalui konsultasi dan wawancara selama persiapan AMDAL adalah: (a) dukungan dan pengakuan bahwa hasil dari proyek akan mengurangi banjir tapi akan menjadi singkat untuk mengantarai gangguan selama konstruksi; (b) pengakuan bahwa kapasitas aliran kanal telah berkurang karena sedimentasi, pembuangan sampah yang tak layak, dan bangunan dan hunian liar di atas badan air dan sekelilingnya; (c) keinginan untuk memiliki rincian lebih tentang proyek, termasuk jadwal waktu; (d) keinginan agar konstruksi mesti

80

dilakukan secara wajar, termasuk penanganan tumpahan material kerukan selama transportasi, kebisingan, debu; (e) jenis dan tingkat kompensasi yang akan diberikan jika pemukiman kembali terjadi; (f) kesempatan bagi bisnis dan tenaga kerja lokal; (g) keinginan memiliki konsultasi bermakna, terutama selama konstruksi; dan (h) kemauan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan sampah padat. 175. Mengenai CDF Ancol, konsultasi dimulai pada 2005/2006 ketika AMDAL pertama untuk CDF Ancol disiapkan. AMDAL CDF Ancol pertama disetujui pada 2006 untuk reklamasi menggunakan terutama pasir sebagai material pengisi dan karena itu sebelum pra-tanggal JUFMP, ia tak mempertimbangkan proyek JUFMP sama sekali. Konsultasi publik pada 2005 meliputi beberapa pertemuan untuk mempertimbangkan draft AMDAL dengan notulen pertemuan yang menyorot persoalan yang dimunculkan, termasuk dampak sosial/masyarakat. Perbaikan RKL/RPL CDF Ancol didasarkan pada rancangan umum yang sama dan prinsip-prinsip seperti dalam AMDAL terdahulu, tapi perbaikan dilakukan secara khusus untuk membolehkan bagi penggunaan material kerukan JUFMP sebagai material isian dan untuk menambah lebar saluran yang ada antara garis pantai yang ada dan daerah isian dari kira-kira 80 m hingga kira-kira-kira-kira 200 m. Satu proses konsultasi publik tambahan diadakan selama proses perbaikan per persyaratan aturan dari Peraturan Pemerintah No: 27/199975.

176. Tabel 9-1 meringkaskan persoalan kunci yang muncul selama proses konsultasi AMDAL dan tindakan yang diambil untuk menjawab persoalan ini.

Tabel 9-1 Persoalan yang muncul pada konsultasi AMDAL Tahap 1 dan CDF Ancol Persoalan yang

muncul dan Diskusi (Tematis)

Ringkasan tanggapan dari yang dikonsultasikan

Ringkasan Aksi yang Diambil oleh Proyek untuk menjawab keprihatinan ini

Tahap 1 Konsultasi AMDAL Sasaran,

Komponen, dan Rancangan Institusional Proyek

Umumnya umpan balik mendukung kegiatan pengendalian banjir.

Disain proyek untuk melanjutkan

memaksimalkan kesempatan pengendalian banjir melalui pemilihan sungai dan waduk kunci.

Informasi tentang daerah sub-proyek

• Memberikan sejarah wilayah (informasi umum)

• Pemukiman kembali dan orang-orang yang kembali

• Banjir juga terjadi karena datangnya air pasang

• Usulan persyaratan teknik

• Diberikan informasi teknis yang berguna untuk disain proyek.

• Metode dilembagakan untuk menjamin daerah pemukiman kembali tetap bebas. • Lingkup proyek tetap kerukan darurat dan

faktor pasang surut akan ditimbang dalam disain.

• Dipertanggungjawabkan oleh insinyur disain jika layak.

Informasi tentang Proyek

Jadwal waktu, batas-batas, metode konstruksi, konsultasi nanti, dll.

FGD pada lebih dari 60 kelurahan dilakukan dan konsultasi berlanjut akan dilakukan di sepanjang proyek.

Persoalan Pemukiman kembali

• Maukah saya dimukimkan lagi • Kapan saya akan tahu jika saya akan

dimukimkan lagi

• Semua point terhubung pemukiman lagi dijawab dalam Kerangka Kebijakan Pemukiman kembali (RPF)dan

75

81

• Kapan pemukiman lagi akan terjadi • Apa kompensasi/kelayakan yang saya

akan dapat

• Kompensasi/kelayakan harus pada nilai pasar

• JIka pemukiman lagi terjadi, orang lain tak akan kembali masuk

• Kompensasi yang layak tak selalu terjadi • Setelah sensus tak ada lagi perpindahan

properti bagi spekulan

• Satu kasus pedagang mendesak agar kuasa hukumnya mesti hadir waktu sensus

• Sedikit berkata bahagia untuk pindah, kebanyakan mau pindah dengan kompensasi yang layak

• Beberapa condong membuat rancangan mereka sendiri untuk pemukiman lagi, termasuk perumahan

pertimbangan untuk persoalan yang muncul dipadukan – orang-orang menyadari perkembangan kompensasi penghidupan dalam RPF

• Tentang spekulan, dianjurkan agar batas-batasnya ditetapkan segera

• Pertanyaan sensus tidak dipaksakan pada orang-orang untuk menghindari konflik.

Perhatian pada akibat

• Perhatian terbesar pada tumpahan material kerukan dari truk

• Minimalisir gangguan dan kebisingan

• Don‟t leave dredged materials behind on the dredging site

• RKL/RPL ditempatkan dalam kontrak dan mendesak tidak ada tumpahan dari truk, kurangi bising dan bau, dan menjamin pengelolaan yang layak dan kebersihan lokasi.

Rancangan

Pelaksanaan • Masyarakat bingung tentang kemana keluhan akan ditujukan.

• POSKO di lokasi-basis akan memberi jalan untuk memberanikan partisipasi masyarakat, keterlibatan dan perpaduan kepentingan.

• Tambahan info proyek, penyebaran (misalnya brosur) akan disediakan. Ingin untuk

konsultasi dan keterlibatan rutin

• Pernyataan umum dari masyarakat agar mereka ingin terus dilibatkan melalui proses konsultasi selama pelaksanaan proyek juga.

• POSKO di basis-lokasi akan menyediakan jalan untuk memberanikan keterlibatan dan partisipasi masyarakat , dan perpaduan kepentingan. Konsultasi CDF Ancol Sasaran Proyek, Komponen, dan Rancangan Institusional

Umumnya suportif (per Perbaikan RKL/RPL Ancol 2009) karena ini adalah bagian dari pengendalian banjir JUFMP.

PT. PJA siap kerjasama dengan JUFMP untuk menjamin agar konstruksi dan operasi fasilitas pembuangan tertutup persyaratannya yang diterapkan dalam proyek JUFMP.

Informasi tentang proyek

• Jadwal waktu, batas-batas, cara konstruksi, konsultasi nanti, dll.

• Dampak positif proyek CDF Ancol untuk masyarakat.

• Menugaskan Divisi Humas untuk menjembatani antara PT PJA dan

masyarakat. Melalui program

Tanggungjawab Sosial Perusahaan, dua SMP di Pademangan Barat dan Kel. Ancol dibangun. PT PJA dan kelurahan lokal terus mendukung program "Ancol Cintal Lingkungan".

• Menyebarkan rencana ke masyarakat umum. • Mendirikan forum komunikasi dan koordinasi dengan kegiatan lain di wilayahnya.

• Tindakan pemantauan meliputi pelaporan tentang frekwensi temu forum komunikasi. Persoalan sosial • Umumnya, semua responden berharap • PT. PJA telah kerjasama dengan masyarakat

82

selain pemukiman kembali

agar pelaksanaan kerja proyek dapat menyerat tenaga kerja dan membuka kesempatan usaha warga kelurahan Ancol dan agar dampak negatif dapat dikelola dengan baik oleh PT PJA Ancol, Tbk.

• Kira-kira 15% dari responden yang diwawancara selama proses AMDAL tak setuju proyek karena dampak negatif yang mungkin mereka derita, seperti gangguan ke daerah dimana mereka cari ikan, udang, dan kepiting dan cumi.

lokal yang tetap diinfokan dengan rekrutan tenaga kerja yang memprioritaskan pekerja lokal.

• Daerah tangkapan ikan di sekitar CDF Ancol telah ditaksir tak layak karena air terus-menerus menerima polutan dari kali-kali perkotaan kota Jakarta.

Perhatian pada akibat.

• Komisi AMDAL di BPLHD DKI menyatakan perhatian terbesar mereka jika sedimen ditemukan sampah berbahaya (limbah B3). • Polusi air laut.

• Gangguan dan kebisingan.

• Tumpahan lumpur (dari truk JUFMP) di sekitar daerah Ancol dan jalan rusak.

• Dampak di luar lokasi (jika kerukan JUFMP tak cukup memenuhi semua ruang CDF, darimana sumber material isian?).

• PMU mengembangkan prosedur uji untuk mencegah sampah B3 memasuki CDF Ancol.

• Perbaikan RKL/RPL mengharuskan PT PJA membangun fasilitas pembuangan tertutup, untuk dikompletkan sebelum pembuangan Proyek dimulai.

• RKL/RPL ditaruh dalam kontrak dan menegakkan tidak ada tumpahan truk, mengurangi bising dan bau, dan menjamin pengelolaan dan kebersihan yang layak. • PT PJA diminta (per Kesepakatan dengan

DKI Jakarta) untuk menyediakan pembersih truk sebelum truk-truk JUFMP

meninggalkan CDF Ancol. Kontraktor juga diharuskan untuk mendeposit dana tunai yang akan dipakai untuk jalan rusak karena alat angkutnya tidak diperbaiki oleh kontraktor.

• PT. PJA akan menjamin agar sumber material isian selain dari material kerukan akan berasal dari sumber yang sah yang ada ijin lingkungan (misalnya AMDAL). Rancangan

pelaksanaan

• Koordinasi dengan JUFMP (yang melakukan apa dan tanggungjawab). • Jadwal Pelaksanaan (ketika tanggul

siap).

• PT. PJA telah aktif berpartisipasi dalam diskusi sehubungan persiapan JUFMP.

• PT. PJA akan menjamin, dan Bank Dunia akan menegaskan, agar fasilitas pembuangan tertutup selayaknya sebelum pembuangan material kerukan.

Ingin konsultasi dan keterlibatan terus-menerus.

• Pernyataan umum untuk AMDAL Tahap 1, dimana masyarakat mengharapkan ada pekerjaan dan kesempatan usaha.

• Menugaskan Divisi Humas PT PJA untuk terus menjembatani antara PT PJA dan masyarakat.

• Mendirikan forum komunikasi dan koordinasi dengan kegiatan/instansi lain di wilayah.

• Pemantauan tindakan meliputi pelaporan frekwensi temu forum komunikasi.