• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : KAUM MUDA DAN KOMUNITAS KAUM MUDA DI

B. Gambaran komunitas kaum muda di Paroki Hati Kudus Yesus

2. Komunitas kaum muda yang ada di paroki Pugeran

Komunitas kaum muda yang hidup di Paroki Pugeran cukup banyak dan juga mempunyai ciri khas tersendiri. Untuk mengetahui lebih lanjut dan juga melihat perkembangan komunitas kaum muda yang ada, berikut ini akan disampaikan sekilas dari komunitas-komunitas kaum muda yang ada di Paroki Pugeran.

a. JD (Jubilate Deo)

Berawal dari latihan koor gabungan yang menyatukan hampir semua pekerja koor dan para aktivis lingkungan separoki dalam rangka tahbisan Imam Praja tahun 2000, lahirlah JD yang masih bertahan sampai sekarang, walaupun dengan anggota yang silih berganti. Kegiatan JD antara lain:

konser, mengikuti lomba koor, Natalan, Paskahan bersama, tugas koor di gereja, dan menjadi kelompok koor panggilan.

b. Bank Darah

Berawal dari keprihatinan beberapa aktivis mudika senior, mereka terdorong untuk berkumpul dan mengorganisasikan diri dalam sebuah paguyuban KKMPP. KKMPP memulai aktivitasnya dengan mengadakan “outbond” di Kaliurang April 2002. Untuk beberapa lama KKMPP menjadi payung baru bagi berlangsungnya komunikasi dan koordinasi kegiatan kaum muda separoki. Sayang KKMPP menjadi surut karena kesibukan para pengeraknya. Kegiatan-kegiatannya antara lain mengorganisir Ekaristi Kaum Muda, ajang pertemuan aktivis – aktivis Gereja dan kini berkembang mengorganisir bank darah di Paroki Pugeran.

c. Para pendamping PIA (Pendampingan Iman Anak )

Pendamping PIA merupakan sebuah wadah untuk saling bertukar pengalaman dalam mendampingi adik-adik dalam Sekolah Minggu. Para pendamping PIA beranggotakan para pendamping Sekolah Minggu di tingkat lingkungan. Setelah beberapa tahun tidak ada kepengurusan inti di tingkat paroki, kegiatan dan komunikasi antar anggota sedikit terhambat. Kebangkitan pendamping PIA diawali dengan adanya “Week End” pada bulan April 2004 lalu di Kaliurang, dan berkelanjutan dengan menjadikan

Tanggal 22 Mei 2004 dijadikan sebagai tanggal bersejarah kebangkitan PIA Paroki, dan pada tanggal ini pula dipilih nama pelindung PIA yaitu Santa Renata. Kegiatannya antara lain: mengorganisir Misa Natal Anak di tingkat Paroki, mengorganisir Misa Paskah Anak di tingkat Paroki, mengorganisir Perayaan Ekaristi anak tiap bulannya, dan mengorganisir BKS di tingkat Paroki.

d. MPP (Mudika Paroki Pugeran)

Berbicara tentang kaum muda gereja tak dapat dilepaskan dari perbincangan tentang mudika paroki. Peran yang dimainkannya memang tidak kecil, baik dalam arti membawa semangat beraktivitas lewat aneka kegiatan tingkat paroki seperti lomba olah raga dan kemping , atau sekedar kumpul-kumpul santai, maupun dalam membangun jaringan interaksi antar aktivis diberbagai mudika lingkungan. Seperti umumnya sebuah paguyuban, kegiatan didalamnya akan ada dinamikanya, kadang hidup dan terkadang macet. Namun mulai tanggal 15 Mei 2005 MPP kembali hidup setelah adanya pelantikan pengurus baru dan pengantian nama santo pelindung dari Gerardus Mayela menjadi Yohanes Paulus.

e. PA (Putra Altar)

Paguyuban Putra Altar merupakan paguyuban yang sudah ada sejak Paroki Pugeran berdiri. Putra Altar merupakan paguyuban yang sampai

saat ini masih mengadakan pertemuan secara rutin setiap Sabtu. Paguyuban ini secara resmi didampingi oleh para Suster yang juga melibatkan para putra altar senior yang memang masih senang untuk berkumpul dengan adik-adik yuniornya. Pertemuan rutin putra altar diisi dengan pembagian jadwal tugas (harian, Mingguan), keakraban, latihan rutin, dan pendampingan iman. Selain kegiatan rutin yang mereka lakukan, ada kegiatan lain yang mereka lakukan, seperti “week end” , rekoleksi, pesta Natal dan Paskah. Putra altar diikuti oleh anak-anak dari seluruh Paroki Pugeran yang berusia antara 11 – 18 tahun.

f. PS (Putri Sakristi)

Paguyuban PS lahir dan terbentuk berawal dari sebuah keprihatinan yang ada. Anak laki-laki mempunyai wadah untuk menampung mereka yang sudah menerima Komuni Suci dan mereka tidak lagi mau mengikuti Sekolah Minggu. Sementara anak-anak perempuan yang sudah menerima Komuni Suci dan malu untuk mengikuti Sekolah Minggu tidak mempunyai wadah untuk menampung mereka. Anak-anak ini juga membutuhkan pedampingan iman, karenanya lalu dibentuklah paguyuban PS untuk menampung mereka. Anggota putri sakrisi yang rata-rata adalah mereka yang berusia 11 – 18 tahun mengadakan pertemuan rutin setiap hari Sabtu. Kegiatan putri sakristi antara lain membersihkan sakristi, merawat dan menjaga kebersihan peralatan Ekaristi, mengatur pemberkatan

anak-anak, tugas koor Ekaristi harian maupun Ekaristi Mingguan, pendalaman iman, rekoleksi, BKS, Advent, dan APP.

g. Kelompok Beasiswa

Paguyuban beasiswa biasa juga dikatakan sebagai kelompok PIR paroki beranggotakan mereka yang menerima beasiswa dari paroki. Tingkat pendidikan mereka berbeda-beda, dari mulai SD sampai dengan SMU. Anggota kelompok ini berasal dari berbagai lingkungan di Paroki Pugeran. Pertemuan rutin diadakan setiap hari Minggu di Aula SMP Stella Duce II. Kegiatan kelompok beasiswa antara lain pembagian beasiswa setiap bulan, latihan koor, tugas di Gereja, pendalaman iman, dan “week end”.

h. Lektor

Paguyuban lektor paroki sudah ada sejak Paroki Pugeran berdiri. Sebenarnya tidak semuanya anggota lektor adalah kaum muda, ada juga satu dua bapak ibu yang terlibat menjadi lektor. Namun karena mayoritas anggota lektor adalah anak muda maka tidak salah jika dikatakan bahwa lektor paroki termasuk salah satu komunitas kaum muda yang ada di Paroki Pugeran. Anggota lektor paroki terdiri dari berbagai usia, dan tingkat pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMU, sampai PT. Komunitas ini mengadakan pertemuan rutin setiap hari Kamis. Dalam pertemuan ini mereka berlatih bersama dan juga bersama-sama membagi jadwal tugas.

Kegiatan mereka yang lain antara lain, pembinaan keakraban dengan lektor dari paroki lain, anjangsana, rekoleksi, latihan rutin, Natalan bersama, dan Paskahan bersama.

i. Gemapala (Gerardus Mayela Pecinta Alam)

Anggota Gemapala berasal dari berbagai lingkungan yang ada di Paroki Pugeran dan beberapa diantaranya ada yang berasal dari paroki lain. Kegiatannya antara lain, naik gunung, jalan kaki Yogya-Sendang Sono minimal 1 tahun sekali, mengadakan pelatihan untuk mudika, menjaga keamanan gereja dan “outbond”.

j. Mudika Wilayah

Tidak semua di semua lingkungan di Paroki Pugeran kaum mudanya hidup dan berkembang. Saat ini komunitas kaum muda yang hidup dan berkembang di wilayah yang ada di Paroki Pugeran adalah komunitas mudika wilayah Gunung Sempu. Wilayah Gunung Sempu terdiri dari 8 lingkungan, dan kaum mudanya memilih untuk bergabung dalam berbagai kegiatan mudika. Komunitas kaum muda di Gunung Sempu menjadi panutan komunitas kaum muda yang lain, karena komunitas mudika Gunung Sempu hidup dan berkembang dengan baik, dan yang terutama mereka mampu menjaga kehidupan komunitas mereka.

k. Mudika Lingkungan

Komunitas mudika juga tidak hidup di semua lingkungan di Paroki Pugeran. Banyak alasan yang menjadikan komunitas mudika tidak tumbuh di lingkungan, entah tidak adanya pendampingnya, tidak ada yang memotori, terlalu monotonnya kegiatan mudika dan juga karena kurangnya dukungan dari lingkungan. Komunitas mudika lingkungan yang saat ini tumbuh dan berkembang dan juga cukup disegani adalah komunitas mudika di lingkungan Ngestiharjo Kidul, Ngestiharjo Kulon dan Kadipaten Wetan.

C. PENDAMPINGAN KOMUNITAS KAUM MUDA DI PAROKI HATI

Dokumen terkait