• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : PROGRAM PENDAMPINGAN KOMUNITAS KAUM

B. Usulan program pendampingan komunitas kaum muda di Paroki

2. Tujuan Program

Tujuan dari disusunnya program adalah tersedianya landasan atau acuan dalam melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan. Adanya program menunjukan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan adalah kegiatan yang terencana, baik itu jangka pendek maupun panjang, dan bukan kegiatan yang spontan saja atau terburu-buru. Di samping itu, adanya program menunjukkan juga bahwa kegiatan tersebut mempunyai tujuan dan arah yang jelas. Dengan

demikian tujuan program adalah tersedianya landasan atau acuan bagi dilaksanakannya suatu kegiatan.

Penyusunan program pendampingan mempunyai tujuan agar

pendampingan mempunyai kejelasan arah dan rencana sehingga sungguh dapat memenuhi kebutuhan peserta pendampingan. Sedangkan untuk penyusun satuan pendampingan, penyusunan program pendampingan bertujuan membantu untuk memikirkan dan menemukan tema-tema yang sesuai dan pengembangan materi dalam proses katekese.

3. Usulan Pembuatan Program

a. Pemikiran dasar usulan pembuatan program

Komunitas kaum muda di Paroki Pugeran cukup banyak dan terus berkembang. Sayang sekali perkembangan komunitas kaum muda tidak disertai dengan peningkatan mutu dan kualitas pendampingannya. Kurangnya pendampingan yang didapatkan komunitas kaum muda membuat komunitas kaum muda yang ada juga menjadi sedikit terhambat dalam berkegiatan. Banyak komunitas kaum muda mengalami kegagalan dalam melaksanakan suatu kegiatan. Salah satu faktor kegagalan tersebut antara lain karena tidak adanya perencanaan pendampingan yang matang.

Salah satu cara untuk memperbaiki mutu dan kualitas pendampingan adalah dengan membuat perencanaan yang matang. Perencanan mutlak perlu dilakukan agar pendampingan komunitas kaum muda dapat mencapai hasil

yang diharapkan. Perencanaan dapat dibuat dengan menyusun program. Program dipersiapkan dan dirancang dalam suatu arah tertentu untuk jangka waktu tertentu pula.

Program yang ditawarkan ini bersifat usulan dan selalu terbuka terhadap masukan yang lebih menunjang terpenuhinya kebutuhan peserta. Program yang ditawarkan ini merupakan sumbangan pemikiran penulis untuk membantu komunitas kaum muda di Paroki Pugeran agar mendapatkan pendampingan yang lebih baik. Program pendampingan ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan. Berikut ini disampaikan usulan program pendampingan komunitas kaum muda dalam jangka waktu 4 bulan. Program pendampingan komunitas kaum muda ini terdiri dari 8 judul pertemuan, maka dalam satu bulan dapat dilakukan dua kali pertemuan pendampingan. Secara lebih rinci, usulan program pendampingan komunitas kaum muda ini dapat dilihat pada matrik usulan program pendampingan komunitas kaum muda berikut.

Tema : Membangun komunitas kaum muda yang siap bergerak.

Tujuan : Mewujudkan komunitas kaum muda yang senantiasa siap sedia dalam situasi dan kondisi apapun untuk maju dan mengembangkan diri mereka melalui segala tantangan hidup yang ada.

No. Judul pertemuan Tujuan pertemuan Materi Metode Sarana Sumber bahan

1 2 3 4 5 6 7

1. Alam adalah sahabat kita. Peserta bersama fisilitator menyadari, memahami, dan menghayati bahwa alam adalah sahabat manusia, sehingga perlu adanya usaha untuk ramah kepadanya dan berusaha melestarikannya.

- Allah menciptakan alam semesta sungguh baik adanya. - Manusia mendapat kepercayaan untuk menjadi penjaga, pemelihara dan pengelola ciptaan. - Perencanaan untuk kegiatan tindak lanjut.

- Penyampaian informasi - “Outbond” - Sharing - Menyanyi - Penugasan - Renungan - Evaluasi - Alam - Tempat sampah - Tali rafia - Galon aqua - Ember

- Teks Kitab Suci Kej 1:1-29 ; 2:15 - Teks lagu “Alam Raya Karya Bapa” - Teks lagu

“Cerahnya hari ini” - Tape recorder dan kaset Civita

- Kej 1:1-29 ; 2:15 - Pusat Musik Liturgi. Madah Bakti. No. 352, “Alam Raya Karya Bapa” (Yogyakarta : PML). - KWI (1996). Iman Katolik, Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta : Kanisius. 2. Orang lain adalah bagian

dari hidupku.

Peserta bersama fasilitator menyadari bahwa untuk dapat hidup di dunia ini manusia membutuhkan orang lain.

- Manusia adalah mahkluk sosial, yang membutuhkan orang lain untuk hidup. - Mengasihi dan peduli kepada orang lain, berarti mengasihi dan peduli kepada diri sendiri.

- Penyampaian informasi - “Outbond” - Sharing - Menyanyi - Tugas - Renungan - Evaluasi - Sesama - Tali rafia - Telur ayam - Teks Kitab Suci Mrk 12: 28-33 - Tape recorder dan kaset Civita - Teks lagu “Kasih”

- Mrk 12 : 28–33 - KWI (1996). Iman Katolik, Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta : Kanisius. 3. Allah menciptakan manusia

dengan bakat-bakatnya.

Peserta bersama fasilitator menyadari, dan memahami

- Allah menciptakan manusia dengan bakat-

- Penyampaian informasi

- Sesama

- Teks Kitab Suci

bahwa setiap manusia terlahir dengan anugerah bakat-bakat yang unik.

bakat yang unik. - Manusia wajib mengembangkan bakat yang dimilikinya. - Perencanaan untuk kegiatan tindak lanjut.

- Latihan dasar teater - Sharing - Menyanyi - Penugasan - Evaluasi Luk 19 : 11 - 26 - Teks lagu “Bapa Surgawi” - Alat tulis - Kertas

4. Mengembangkan bakat bersama dan untuk orang lain.

Peserta bersama fasilitator menyadari bahwa bekerja sama dengan orang lain akan membantu

mengembangkan bakat yang dimiliki masing-masing pribadi.

- Menghargai dan menghormati bakat yang dimiliki orang lain. - Berlomba dengan sehat untuk mengembangkan bakat yang dimiliki. - Perencanaan untuk kegiatan tindak lanjut.

- Penyampaian informasi - Latihan teater - Sharing - Penugasan - Evaluasi - Sesama

- Teks Kitab Suci 1 Korintus 12 : 4-11 - Teks lagu

- Alat Tulis

1 Korintus 12 : 4-11

5. Hormat dan peduli terhadap sesama anggota komunitas

Peserta bersama fasilitator memahami dan menyadari betapa pentingnya sikap hormat dan peduli terhadap sesama anggota komunitas seperti pada dirinya sendiri.

- Semua anggota komunitas adalah satu tubuh.

- Menghargai dan menghormati setiap anggota komunitas. - Perencanaan untuk kegiatan tindak lanjut.

- Penyampaian Informasi - SCP - Sharing - Menyanyi - Penugasan - Evaluasi

- Teks Kitab Suci 1 Kor 12:12-26 - Teks cerita - Teks lagu “Terlibat” - Alat tulis - Kertas 1 Kor 12: 12-26

6. Menghargai dan terbuka pada keberadaan komunitas kaum muda yang lain.

Peserta bersama fasilitator memahami dan menyadari betapa pentingnya sebuah kerjasama dengan orang lain dalam hidup ini.

- Banyak anggota tapi satu tubuh dalam Gereja. - Semua karya-karya yang ada adalah untuk

- Penyampaian informasi - Sharing - SCP - Menyanyi

- Teks Kitab Suci 1 Kor 12:12-31 - Teks berita - Teks lagu - Alat tulis

kehidupan Gereja. - Perencanaan untuk kegiatan tindak lanjut.

- Penugasan - Evaluasi

- Kertas

7. Peraturan dan kebijakan umum itu milik siapa ?

Peserta bersama fasilitator memahami dan menyadari betapa pentingnya kepekaan sikap kriitis dalam

menyikap berbagai peraturan dan kebijakan yang terjadi di tengah masyarakat.

- Peraturan dan kebijakan menguntungkan siapa ? - Usaha dan upaya mengatasi “kebijakan” yang tidak bijak.

- Penyampaian informasi - Analisa sosial - Diskusi - Evaluasi

- Teks Kitab Suci - Teks berita - Kertas - Alat tulis

Mat 25 : 31-46

8. Masyarakat tanggung jawab kaum muda Gereja juga.

Peserta bersama fasilitator memahami dan menyadari pentingnya terlibat aktif dalam kehidupan di tengah masyarakat.

- Masyarakat milik siapa ?

- Usaha dan upaya mengembangkan masyarakat. - Penyampaian informasi - Diskusi - Analisa sosial - Evaluasi

- Teks Kitab Suci - Teks cerita - Kertas flap - Spidol Flp 2 : 1-5 Gal 6 : 1-6 Mat 14 : 13 - 21 Keterangan :

1. Sub. Tema no. 1 dan 2 menggunakan “outbond” sebagai media pendampingan komunitas kaum muda. 2. Sub. Tema no. 3 dan 4 menggunakan teater sebagai media pendampingan komunitas kaum muda.

3. Sub. Tema no. 5 dan 6 menggunakan Shared Christian Praxis sebagai media pendampingan komunitas kaum muda. 4. Sub. Tema no. 7 dan 8 menggunakan Analisa sosial sebagai media pendampingan komunitas kaum muda.

C. CONTOH PERSIAPAN BAHAN PENDAMPINGAN KOMUNITAS

Dokumen terkait