• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONDISI UMUM Administrasi dan Geografis

Taman Narmada terletak di Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Desa Narmada merupakan satu dari 21 desa yang berada di Kecamatan Narmada, dengan batas-batas wilayah administratif sebagai berikut:

timur : Desa Suranadi dan Desa Golong selatan : Desa Presak

barat : Desa Narmada

utara : Desa Nyur Lembang dan Desa Selat

Secara geografis Desa Narmada berada diantara 116o10’0” BT-116o28’0” BT dan 8o56’0” LS-7o73’0” LS. Desa Narmada memiliki luas wilayah sebesar 2,10 Km2 atau 1,86% luas keseluruhan Kecamatan Narmada. Desa Narmada terdiri dari 32 RT yang dibagi menjadi 5 Dusun. Jarak Desa Narmada ke Ibukota Kecamatan Narmada adalah 0,5 Km.

Kondisi Fisik dan Biofisik Topografi

Topografi Desa Narmada, Kecamatan Narmada memiliki ketinggian sekitar 150 mdpl dengan kontur yang relatif datar. Dan memiliki kemiringan lahan yang landai pada bagian timur yang banyak dipergunakan sebagai area persawahan.

Aksesibilitas

Taman Narmada terletak di Desa Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Desa ini berjarak 10 Km dari Kota Mataram. Pengunjung dapat mengunjungi

tempat ini dengan menggunakan kendaraan pribadi, taksi dan kendaraan sewaan. Harga penyewaan mobil berkisar Rp 400.000 – Rp 600.000 per hari tergantung jenis mobil yang dipilih, sedangkan untuk penyewaan motor sebesar Rp 50.000 per hari.

Land Use

Penggunaan lahan di Desa Narmada didominasi oleh bangunan dan lahan sawah. Sisanya merupakan tanah kering dan lahan lainnya. Rincian penggunaan lahan Desa Narmada dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 10 Luas Wilayah Desa Narmada Menurut Jenis Penggunaan Tanah

No Tata Guna Lahan Luas (Ha)

1 Tanah Sawah 95

2 Tanah Kering 98

3 Bangunan/Pekarangan 16

4 Lainnya 1

Jumlah 210

Sumber: BPS Kabupaten Lombok Barat 2014 Fasilitas

Pada survei lapang yang dilakukan di Taman Narmada terdapat banyak fasilitas yang sudah disediakan untuk membuat pengunjung nyaman. Diantara fasilitas tersebut antara lain museum, loket tiket, tempat sampah, tempat bermain anak, tempat duduk, wahana flying fox, wahana perahu, toilet umum, food court, tempat penjualan souvenir, dan pendopo.

(a) (b)

(c) (d)

Gambar 7 (a) Karcis; (b) Tempat sampah di kompleks taman; (c) Tempat duduk; (d) Flying Fox.

Sumber: Dokumentasi lapang 2015

Bangunan yang dipergunakan sebagai museum adalah Bale Loji yang terletak di Halaman Mukedas, di dalam museum ini disimpan beberapa barang peninggalan kerajaan seperti foto, reruntuhan, sampai senjata yang dipakai

prajurit. Loket tiket di Taman Narmada berada di dua titik, yang pertama berada di pintu masuk dengan harga tiket Rp 6.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk wisatawan mancanegara. Loket kedua berada di area kolam renang dengan harga tiket sebesar Rp 5.000. Di seluruh area Taman Narmada tersebar tempat sampah dimana pengunjung dapat tetap menjaga keindahan dan kebersihan Taman Narmada tanpa harus membuang sampah sembarangan. Fasilitas berupa pendopo dan tempat duduk yang tersebar di beberapa titik berguna untuk memberikan pengunjung tempat untuk beristirahat sekaligus menikmati pemandangan yang indah. Untuk fasilitas umum lainnya seperti toilet, took souvenir, dan food court juga disediakan di beberapa titik untuk kenyamanan pengunjung.

(a) (b)

(c) (d)

(e) (f)

Gambar 8 (a) Museum Taman Narmada; (b) Kolam renang; (c) Toilet umum; (d) Children playground; (e) Food court; (f) Souvernir shop.

Sumber: Dokumentasi lapang 2015

Sedangkan untuk wahana yang ada di Taman Narmada dapat dijumpai di Telaga Agung, dimana terdapat wahana perahu dan flying fox yang dapat dimanfaatkan pengunjung yang ingin menikmati Taman Narmada dengan cara yang berbeda namun dengan biaya tambahan.

Vegetasi

Berdasarkan pengamatan banyaknya vegetasi di Taman Narmada ini sudah banyak yang berubah. Dari sekian banyak vegetasi yang ada hanya dua vegetasi lokal yang dari dulu ada di Taman Narmada yaitu Manggis (Garcinia mangostana) dan Duren (Durio zubethinus). Berikut rincian vegetasi yang ada di Taman Narmada (Tabel 11).

Tabel 11 Jenis Tanaman di Taman Narmada

No Nama Lokal Nama Imiah

Tanaman Estetik

1 Akasia Acacia mangium

2 Cemara Lilin Cupressus sempervirens

3 Ketapang Terminalia catappa

4 Kamboja Plumeria

5 Soka Ixora sp

6 Rumput Gajah Axonopus compressus

7 Taiwan Beauty Cuphea hyssopifolia

8 Hanjuang Cordyline

9 Sambang Darah Excoecaria cochinchinensis

10 Palem Putri Veitchia merillii

11 Bougenville Bougainvillea

12 Tanjung Mimusops elengi

13 Puring Codiaeum variegatum

14 Cemara Kipas Thuja orientalis

15 Suji Dracena angustifolia

16 Wali Songo Schefflera grandiflora

Tanaman Produksi

1 Duren Durio zubethinus

2 Manggis Garcinia mangostana

3 Mangga Mangifera indica

4 Kelapa Cocos nucifera

5 Jambu Air Syzygium aqueum Sumber: Survei lapang.

Hidrologi

Narmada termasuk sebagai Kota “Air”, karena di Kecamatan Narmada terdapat banyak sumber mata air dari beberapa sungai yang ada di kecamatan tersebut yang berfungsi untuk mengairi sawah masyarakat dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan sebagai sumber mata air bagi Perusahaan Air Minum (PDAM) Mataram guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Sumber mata air yang terdapat di Kecamatan Narmada terdiri dari 18 sumber mata air yang tersebar di Kecamatan Narmada (Tabel 13).

Tabel 12 Daftar Mata Air di Kecamatan Narmada

Sumber: BAPPEDA Kabupaten Lombok Barat 2014

No Tempat Nama Mata Air

1 Lembuak Timur -

2 Lembuak Barat - Rasani - Golkar 3 Lembuak Kebon - Orong

Tabel 12 Daftar Mata Air di Kecamatan Narmada (lanjutan)

Sumber: BAPPEDA Kabupaten Lombok Barat 2014

Gambar 9 Neraca Air Pulau Lombok Sumber: BISDA Prov. NTB 2015

Iklim

Iklim di kompleks Taman Narmada sama seperti di daerah Lombok lainnya, yaitu beriklim tropis. Data dari BMKG pada tahun 2014 (Tabel 14) suhu udara rata - rata 26,4 °C dengan suhu rata-rata minimum 25 °C dan suhu rata-rata maksimum 27 C. Kelembaban udara rata – rata berkisar 3,1 %. Curah hujan rata – rata 158,33 mm perbulan dengan periodik tertinggi pada bulan November – Januari.

No Tempat Nama Mata Air

4 Mekar Indah - Keselit - Lingkok 5 Gandari - Gandari - Pure 6 Gondawari - Gondawari - Pancor Mame - Pancor bangak 7 Muhajirin - Muhajirin

8 Temas - Pesisor Remeneng - Petong Sebanteng 9 Batu Kantar - Pancor Nyet

- Pancor Nyebo 10 Telage Ngembeng Dasa - Pancor Kubur

Tabel 13 Data Iklim Tahun 2014

Indikator Bulan

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des

T °C 26.8 26.8 26.6 27.0 27.2 25.9 25.0 25.0 25.5 27.0 27.6 27.1 CH mm 525 197 134 177 48 - 23 - - 42 387 367 RH % 87 85 85 85 82 84 84 80 78 77 82 85 Kecepatan angin knots 3 3 2 2 1 1 1 4 5 6 5 5

Sumber: BMKG Lombok Barat 2014

Aspek Sosial

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Lombok Barat 2014, Jumlah Penduduk Desa Narmada berjumlah 2588 jiwa dengan rincian bisa dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14 Jumlah Penduduk Desa Narmada

No Jenis Kelamin Jumlah

1 Laki-laki 1263

2 Perempuan 1325

Total 2588

Sumber: BPS Kabupaten Lombok Barat 2014

Dengan demikian kepadatan penduduk di Desa Narmada yang mempunyai luas wilayah 2,10 Km2 adalah sebanyak 1232 Jiwa/Km2 dan Desa Lembuak memiliki 550 keluarga.

Dalam bidang pendidikan, Desa Narmada hanya memiliki 3 buah SD dengan jumlah murid 832. Sedangkan untuk pesebaran agama di Kecamatan saat ini didominasi oleh agama Islam dan beberapa agama lain, dengan rincian sebagai berikut; Agama Islam 77.736 Jiwa, Protestan 22 Jiwa, Katolik 18 Jiwa, Hindu 10.264 Jiwa, dan Budha sebanyak 56 Jiwa.

Kondisi Umum Taman Narmada Aspek Legal

Dari segi aspek legal, dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Lombok Barat 2011-2031, Taman Narmada termasuk dalam Kawasan Cagar Budaya, Kawasan Wisata Budaya, dan juga Kawasan Peruntukan Pariwisata. Taman Narmada merupakan kompleks bangunan cagar budaya sesuai dengan UU Cagar Budaya No 11 Tahun 2010 dengan daftar induk inventarisasi peninggalan sejarah dan purbakala pusat nomor 1829.

Aspek Pengunjung

Jumlah pengunjung yang datang ke Taman Narmada bersifat fluktuatif, para pengunjung akan memenuhi Taman Narmada lebih banyak pada hari libur dengan rincian jumlah pengunjung di Tabel 15 dan Tabel 16.

Tabel 15 Pengunjung Tahun 2013 (jiwa)

Bulan Asing Domestik Jumlah

Januari 871 19406 20277 Februari 512 9124 9636 Maret 333 14169 14502 April 316 12247 12563 Mei 437 23798 24235 Juni 422 39080 39502 Juli 628 9591 10219 Agustus 718 32794 33512 September 593 11458 12051 Oktober 602 16646 17248 November 597 11250 11847 Desember 500 18472 18972 Jumlah 6529 218031 224560

Sumber: Pengelola Taman Narmada 2015 Tabel 16 Pengunjung Tahun 2014 (jiwa)

Bulan Asing Domestik Jumlah

Januari 1067 18383 19450 Februari 1039 12214 13253 Maret 619 15311 15930 April 456 14888 15344 Mei 547 24811 25358 Juni 477 34725 35202 Juli 690 13479 14169 Agustus 971 32484 33455 September 820 12644 13464 Oktober 785 19221 20006 November 548 16562 17110 Desember 644 18874 19518 Jumlah 8663 233596 242259

Sumber: Pengelola Taman Narmada 2015

Aspek Pengelola

Sebagai peninggalan sejarah dan purbakala, keberadaan Taman Narmada dilindungi oleh UU Cagar Budaya No 11 Tahun 2010. Oleh karena itu sedikitnya ada tiga pihak yang berkepentingan dan berkewajiban menjaga keberadaan taman ini, antara lain:

1. Pemerintah daerah tingkat I NTB, karena Taman Narmada termasuk Benda Cagar Budaya tingkat nasional. Dengan pelaksana tugas instansi yang ada dibawahnya seperti Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BAPPEDA Kabupaten Lombok Barat dan PT. Patut Patuh Patju selaku pihak yang ditunjuk oleh Pemerintah kabupaten Lombok Barat sebagai pengelola Taman Narmada.

2. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) sebagai unit pelaksana teknis dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Balai ini berada dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. Balai

ini memiliki tugas antara lain melaksanakan perlindungan peninggalan purbakala bergerak maupun yang tidak bergerak serta situs yang berada di lapangan maupun yang tersimpan di ruangan, melaksanakan pemugaran peninggalan purbakala, dan melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang peninggalan sejarah dan budaya.

3. Masyarakat Hindu Dharma, selaku pengelola dan pelaksana di bangunan peribadatan seperti Pura Kelasa dan Bale Pentirtaan agar nilai religius dan budaya yang telah lama ada tetap terjaga.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait