Situasi dan kondisi awal UNS pada saat penyusunan rencana strategis bisnis ini adalah sebagai berikut:
a. UNS merupakan perguruan tinggi negeri dengan susunan organisasi yang mengacu pada statuta UNS sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 0201/O/2004, Keputusan Menteri Keuangan Nomor. 52l/KMK,05/2009 tentang Penetapan Universitas Sebelas Maret Surakarta pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum; dan Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan No.
82 tahun 2014 tentang organisasi dan tata kerja universitas sebelas maret.
b. Sebagian besar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai non-PNS.
c. Organisasi dan manajemen UNS telah diupayakan untuk bertransformasi menuju universitas mandiri yang bertatakelola baik (good university governance).
d. Peringkat 894 dunia/ 5 PTN Indonesia dalam pemeringkatan 4 International Colleges and Universities (4ICU), pada bulan Januari 2014.
e. Peringkat 486 dunia/ 6 PTN Indonesia dalam versi webometric ranking web of repositories, 1.629 dunia/ 12 PTN Indonesia dalam pemeringkatan webometric ranking web of universities, pada bulan Februari 2014.
Rencana Strategis Bisnis Universitas Sebelas Maret
RSB UNS 2015-2019 | 41 f. Diperolehnya akreditasi A untuk akreditasi institusi yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional, Ditjen Dikti, Kemdikbud, pada bulan Januari 2014.
g. Penilaian opini “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” dari Badan Pemeriksa Keuangan RI selama 3 tahun berturut-turut, sejak tahun 2010-2013.
h. Peringkat 7 PTN se Indonesia dalam program “Green Campus” versi UI-Green metrics, Januari 2014.
i. Peringkat 9 tingkat keketatan masuk UNS dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2014 untuk kelompok ujian Sains Teknologi (Sainstek) dan Sosial Humaniora (Soshum).
j. Sertifikat ISO 9001-2008 untuk: layanan administrasi 4 (empat) Biro;
9 (sembilan) Fakultas; SPMB; UPT Bahasa; UPT UNS Press; UPT Perpustakaan; UPT Lab Pusat MIPA; LPPM; Fak. Hukum; Jurusan P MIPA FKIP; Jurusan Teknik Sipil-Fak.Teknik.
k. Memperoleh Proyek Pinjaman Hibah Luar Negeri/Loan untuk Pengembangan Rumah Sakit Pendidikan UNS, yang dibiayai dari Islamic Development Bank (IDB) dan Saudi Fund Development (SFD) dengan total anggaran Rp. 400 Milyar Rupiah.
l. Prestasi Internasional yang diraih oleh organisasi UKM Paduan Suara Voca Erudita UNS pada kejuaraan Hongkong International Youth and Children’s Choir Festival, 2013 di Hongkong, sebagai Juara I category D-Follore, any Voice Combination;
m. Indeks partisipasi dan daya saing dosen dalam kegiatan penelitian strategis dan unggulan meningkat, pada tahun 2013 angka partisipasi riset dosen adalah 99,2% (1.523 judul penelitian);
n. Meningkatkan jumlah dosen yang berkualifikasi Doktor (S-3) per tahun.
Sampai dengan akhir bulan Pebruari 2014 jumlah dosen yang bergelar
Doktor sebanyak 356 orang. Sedangkan jumlah dosen yang sekarang sedang studi lanjut program Doktor di dalam maupun diluar negeri sebanyak 293 orang. Jika dikaitkan dengan Jumlah dosen UNS seluruhnya yakni 1.530 orang, maka persentase jumlah doktor UNS baru mencapai 25%.
o. Mempercepat penambahan dosen yang bergelar Doktor dengan mengalokasikan anggaran dari sumber PNBP/BLU sebesar Rp. 6,5 Milyar per tahun dalam bentuk memberikan beasiswa studi lanjut dosen untuk mengikuti pendidikan program Doktor.
p. Menyediakan skema pemberian insentif kepada para Doktor untuk melakukan penulisan publikasi ilmiah yang dimuat dalam jurnal internasional terakreditasi. Pada tahun 2013, UNS menyediakan anggaran tersebut diatas melalui sumber PNBP/BLU sebesar Rp.235.333.671.940. Langkah ini merupakan salah satu bagian dari strategi kami untuk mendorong percepatan para dosen yang bergelar Doktor segera mengajukan usulan Profesor/Guru Besar.
q. Produktifitas hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional dan internasional meningkat, tahun 2013, jumlah hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi sebanyak 84 judul penelitian dan jurnal internasional 156 judul.
Peningkatan jumlah usulan Paten UNS. Saat ini paten yang terdaftar sebanyak 5 (lima) judul, sedangkan yang masih dalam proses invensi berjumlah sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) judul.
r. Kesuksesan mengembangkan mobil Samudra Generasi II rakitan Tim Bengawan dari Fakultas Teknik UNS dibeberapa kejuaraan berhasil meraih prestasi bergengsi sebagai juara di tingkat Internasional. Pada tanggal 6-9 februari 2014 meraih juara 2 (Runner Up) kategori Gasoline Urban Concept kompetisi hemat bahan bakar Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2014 di Manila. Mobil ini mampu bersaing dan mengalahkan Tim dari luar negeri (Phillipines, India, Qatar dan Pakistan).
Rencana Strategis Bisnis Universitas Sebelas Maret
RSB UNS 2015-2019 | 43 4.2. Identifikasi Isu-Isu Penting, Asumsi – Asumsi Dasar, dan Faktor
Penentu Keberhasilan
Pada era kompetisi antar bangsa saat ini, pemerintah di banyak negara berupaya meningkatkan kontribusi ekonomis pendidikan tinggi dalam memproduksi dan menyebarkan ilmu dengan meningkatkan modal insani (human capital). Pemerintah Indonesia (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) telah melakukan review struktur sistem pendidikan tinggi, misi institusi, dan pola pendanaanya. Restrukturisasi ini difokuskan pada pembentukan modal insani melalui pendidikan dan pelatihan, alokasi sumberdaya untuk riset dan pengembangan, dan pembenahan tata kelola kelembagaan dan manajemen perguruan tinggi. Hal ini tercermin dalam visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dahulu Kementerian Pendidikan Nasional) 2025: “Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan Kamil/Insan Paripurna)”
Situasi dunia saat ini (dan masa depan) ditandai dengan lingkungan yang terus berubah dengan kecepatan yang tinggi, proses akselerasi pertumbuhan, kompleksitas problematika dimana setiap elemen berada dalam interdependensi yang erat, kait-mengait dan saling mempengaruhi.
Menyadari bahwa lingkungan bisnis pendidikan tinggi yang makin kompetitif, UNS memerlukan tipe manajemen yang tidak hanya merespon perubahan yang akan terjadi tetapi juga perlu menciptakan masa depan melalui perubahan-perubahan yang dilaksanakan.
4.2.1. Isu – Isu Penting yang Berkembang
Berikut ini disusun isu-isu yang berhasil diidentifikasi tentang posisi dan peranan UNS.
a. Perubahan peraturan perundangan pendidikan tinggi dan keuangan pendidikan tinggi
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menuntut seluruh institusi pendidikan
menjadi subjek hukum dalam bentuk Badan Hukum Pendidikan.
Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, Undang-Undang Nomor 9 2009 tentang BHP, Undang-Undang Nomor 14 tentang Guru dan Dosen dan PP 23 tahun 2005 tentang BLU.
Berdasarkan Undang-Undang tersebut, Rencana stategis Kemendiknas memuat kebijakan pokok; yaitu [1] pemerataan dan perluasan akses; [2]
peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, [3] penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik. Selanjutnya, Ditjen Dikti menetapkan Higher Education Long Term Strategies (HELTS) 2003-2010 yang menekankan desentralisasi pengelolaan pendidikan tinggi untuk mencapai daya saing bangsa, kesehatan organisasi, dan otonomi.
Ketiga kebijakan ini mendorong UNS saat itu untuk bertransformasi menjadi PTBHP, meningkatkan mutu untuk mencapai standar internasional, sekaligus tetap membuka akses yang luas terhadap publik.
Setelah dicabutnya Undang-Undang PT BHP oleh Mahkamah Konstitusi, UNS terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang otonom.
Regulasi keuangan negara saat ini mengamanatkan pengelolaan keuangan yang profesional, terbuka, dan bertanggung jawab. Regulasi ini jelas menuntut perubahan dalam UNS untuk mengelola dirinya berbasis Good University Governance (GUG).
b. Kompetensi dan pergeseran kualifikasi tenaga kerja
Dunia kerja baik sektor pemerintah, swasta, maupun Non-Government Organization (NGO), tumbuh makin kompleks, melintas batas negara dan budaya. Kompetensi dan kualifikasi tenaga kerja pun bergeser seiring dengan tuntutan pasar. Masyarakat menuntut tenaga kerja profesional berkualitas yang memiliki kemampuan softskills. Selain itu, tenaga kerja berpendidikan setara S-1 dan S-2 semakin banyak dibutuhkan untuk mengisi posisi-posisi kunci.
Rencana Strategis Bisnis Universitas Sebelas Maret
RSB UNS 2015-2019 | 45 c. Mutu dan globalisasi pendidikan
UNS perlu memperhatikan kinerja layanannya dan menetapkan standar mutu yang diakui internasional. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan stakeholders terhadap layanan prima, serta menghadapi penetrasi gencar dari perguran tinggi asing, dan upaya konkret universitas pesaing untuk meningkatkan reputasi mereka.
d. Keadilan sosial
Masyarakat menuntut UNS untuk lebih peduli dalam perluasan dan pemerataan akses pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
e. Otonomi daerah
UNS dituntut menemukan potensi lokalnya untuk diangkat sebagai kekuatan global. UNS dapat menjadi motor dan sumber daya pengembangan otonomi daerah dengan memberikan kontribusi yang lebih besar.
f. Lingkungan dan dampak ekologis
UNS dituntut untuk berperan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan memperkecil dampak ekologis dengan memberikan kontribusi lewat tridharma perguruan tinggi.
g. Open source platform dalam jaringan sistem informasi
Dengan dikembangkannya open source platforms, UNS memiliki peluang economics values yang luas untuk memanfaatkan dan mendayagunakannya dalam rangka manajemen dan transfer pengetahuan.
4.2.2. Asumsi – Asumsi Dasar
Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan Rencana Strategis Bisnis adalah sebagai berikut.
a. UNS berfungsi memasok pengetahuan dan keterampilan kunci sebagai universitas riset (research university).
b. UNS berpeluang untuk mewujudkan misi rencana strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c. UNS dapat membiayai kegiatan operasional dan pengembangan tridharma dan manajemen perguruan tinggi.
d. UNS dapat mewujudkan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan.
Asumsi tersebut didasarkan pada kondisi sebagai berikut.
a. Tuntutan kompetensi tenaga kerja lebih tinggi.
b. Angka partisipasi kasar (APK) nasional pendidikan tinggi mencapai 14,26%, dari prakiraan 25 juta atau 10 % penduduk Indonesia usia 19-24 tahun, dengan target 18%, yang merupakan dampak dari jumlah lulusan SMU/SMK meningkat karena program wajib belajar pendidikan dasar dan menengah.
c. Sebagian orangtua menganggap bahwa pendidikan bukan lagi komponen pengeluaran (cost/expenses), melainkan investasi untuk peluang taraf hidup lebih baik. Selain itu, sebagian masyarakat memiliki daya daya beli cukup terhadap pendidikan di perguruan tinggi.
d. Proyeksi jumlah peminat UNS yang meningkat, dengan kualitas yang baik melalui seleksi yang ketat, sehingga berimplikasi pada pencitraan publik terhadap kualitas lulusan.
e. Sebagai perguruan tinggi negeri, UNS mendapatkan anggaran pemerintah dengan mekanisme DIPA.
f. Tambahan anggaran dapat diupayakan melalui PNBP, kerjasama, PHK, block grant, HAKI, dan sumber lain yang tidak mengikat.
g. 20% dari APBN dialokasikan untuk anggaran pendidikan nasional.
h. Status PK-BLU memungkinkan fleksibilitas dan diversifikasi program studi sesuai kebutuhan stakeholder.
Rencana Strategis Bisnis Universitas Sebelas Maret
RSB UNS 2015-2019 | 47 i. Lulusan dengan kecakapan akademik dan non akademik yang lebih tinggi
sehingga dapat proaktif terhadap perubahan masyarakat.
4.2.3. Faktor Penentu Keberhasilan
Keberhasilan pelaksanaan Rencana stategis Bisnis UNS ini ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut.
a. Proporsi tenaga pendidik bergelar S-3 sebagai pendorong peningkatan kuantitas dan kualitas riset.
b. Tenaga kependidikan berkompetensi tinggi.
c. Roadmap penelitian disusun terarah untuk mewujudkan riset unggulan dalam bidang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperhitungkan potensi dan keunggulan UNS, alokasi sumberdaya yang proporsional, menarik minat peneliti, mendorong produktivitas karya ilmu, pengetahuan, teknologi, seni.
d. Sistem perencanaan berbasis kinerja dengan tata kelola keuangan yang tepat, yang meliputi perhitungan biaya satuan pendidikan, penetapan tarif yang tepat, dan pelaporan yang akuntabel.
e. Sistem informasi manajemen terpadu.
f. Sistem informasi pengetahuan bersifat open source platform untuk mewujudkan knowledge based society.