Tahapan Penyiapan 03
A. Kondisi eksisting PDAM
1) Pendapatan Usaha dan Laba Bersih
Pendapatan usaha yang tinggi tidak selalu akan menghasilkan laba bersih yang tinggi apabila beban yang harus dibayar oleh perusahaan juga tinggi. Selain itu laba bersih yang tinggi atau rendah tidak dapat dijadikan sebagai ukuran yang mutlak untuk mengukur baik atau
tidaknya sebuah perusahaan dalam menjalankan usahanya, hal ini disebabkan adanya faktor lain yang memiliki keterkaitan dengan laba, yaitu: seperti pendapatan lain-lain di luar usaha utama perusahaan.
2) Nilai Aset di Luar Tanah dan Beban Penyusutan
Nilai penyusutan cenderung menurun, hal ini menunjukkan bahwa beberapa aset telah habis umur penyusutannya. Sedangkan nilai penyusutan stabil, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada tambahan aset yang berarti.
3) Tarif Rata-rata dan Harga Pokok Produksi
Satu kendala pengembangan pelayanan air minum oleh Perumda Air Minum adalah harga jual air atau tarif yang dikenakan pada pelanggan masih dibawa harga pokok produksi, belum mencapai full cost recovery (FCR). Sebelum Perumda melakukan perluasan usaha, Perumda telah efisien dalam operasionalnya sehingga dinilai mampu mempertahankan kesinambungan pelayanan, dan dapat memperluas usaha. Hal ini dapat dilihat dari tren tingkat FCR.
4) Rasio Keuangan a) Rasio Laba Usaha
Rasio laba usaha digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan mencari keuntungan dari aktivitas bisnisnya. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.
Formulasi rasio laba usaha adalah sebagai berikut:
Rasio Laba = Laba Bersih
Pendapatan
b) Return on Asset
RoA menggambarkan sejauh mana kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba bersih.
Formulasi rasio laba usaha adalah sebagai berikut:
Rasio Return on Asset = Laba Bersih
Total Aktiva
B. Pendapatan
Pendapatan pengelolaan limbah domestik dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu:
1) SPALD – T
Pendapatan dari SPALD-T bersumber dari masyarakat yang terdaftar menjadi pelanggan SPALD-T. Pembayaran dari pelanggan adalah pembayaran bulanan dengan tarif yang berbeda berdasarkan golongan pelanggan.
Tarif yang dibebankan kepada pelanggan dapat dibedakan antara lain sebagai berikut:
a) satuan per pelanggan per bulan, b) satuan m2 per bulan per pelanggan, c) persentase pemakaian air minum.
2) SPALD – S
Pendapatan dari SPALD-S bersumber dari masyarakat yang mendapatkan layanan penyedotan tangki septik. Pola penyedotan pelanggan dapat dibedakan menjadi terjadwal atau on call sesuai permintaan dari masyarakat.
Pola pembayaran dari masyarakat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a) Pembayaran sekaligus pada saat mendapat pelayanan
b) Pembayaran bulanan dalam jangka waktu 36 bulan dengan pelayanan penyedotan 1 (satu) kali.
Dengan 2 pola pembayaran di atas, diharapkan tidak membebani keuangan karena pengeluaran biaya diikuti dengan penerimaan pendapatan.
3.3.3 Instrumen Analisis
Kelayakan usaha yang diperhitungkan adalah nilai laba yang diperoleh dengan adanya tambahan lingkup usaha untuk pengelolaan limbah domestik.
a. Tambahan pengelolaan limbah domestik disebut mempunyai kelayakan usaha bila perhitungan rasio laba usaha dan return on asset adalah positif. Hal ini mengacu pada integrasi air minum dan air limbah bahwa tambahan usaha untuk Perumda AM adalah:
• untuk memastikan kondisi keuangan eksisting Perumda AM cukup baik
• untuk memastikan tambahan beban tidak menyulitkan kondisi saat ini
b. Bila rasio laba usaha dan return on asset bernilai negatif menunjukkan bahwa tambahan usaha pengelolaan limbah domestik membawa pengaruh negatif atau akan membebani keuangan Perumda AM saat ini.
3.4 Pendekatan Aspek Peran Serta Masyarakat 3.4.1 Deskripsi
Keberhasilan dalam pelayanan air limbah domestik sebagian besar ditentukan oleh besarnya peran serta masyarakat, baik masyarakat umum maupun masyarakat dunia usaha (swasta). Semakin besar masyarakat yang peduli dan sadar terhadap pentingnya pengelolaan air limbah yang baik akan mempermudah daerah untuk melakukan penanganan air limbahnya, demikian pula kalau yang terjadi sebaliknya, akan berakibat sebaliknya juga.
Peran serta masyarakat membuka kemungkinan keputusan yang diambil didasarkan kebutuhan, prioritas dan kemampuan masyarakat, hal ini akan dapat menghasilkan rancangan rencana, program dan kebijaksanaan yang lebih realistis. Masyarakat diikutsertakan dalam aktivitas pengelolaan air limbah yang dapat menjamin penerimaan dan apresiasi yang lebih besar terhadap segala sesuatu yang dihasilkan.
Betapa pentingnya peran serta masyarakat ini, sehingga dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik diatur secara khusus dalam pasal tersendiri, yaitu pada Pasal 39. Dijelaskan bahwa peran serta masyarakat dalam pelayanan publik dimulai sejak penyusunan standar pelayanan sampai dengan evaluasi dan pemberian penghargaan, dengan demikian masyarakat juga memiliki peran serta dalam pemberian pelayanan publik, hal tersebut diwujudkan dalam bentuk kerja sama, pemenuhan hak dan kewajiban masyarakat, serta peran aktif dalam penyusunan kebijakan pelayanan publik. Mengapa pelayanan air limbah dikaitkan dengan UU pelayanan publik, karena pada dasarnya yang dilakukan dalam pengelolaan pelayanan air limbah merupakan pelayanan yang diberikan kepada publik atau masyarakat. Pada dasarnya peran masyarakat disini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pengelolaan air limbah agar terwujud pelayanan air limbah yang sesuai dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Secara umum peran serta masyarakat yang diwujudkan dalam kontribusi peran serta berupa bantuan sumbangan berbentuk gagasan, tenaga dan materi dalam proses perencanaan pengelolaan diantaranya adalah: pemberian informasi, saran, pertimbangan dalam penyusunan strategi pengelolaan dan pengidentifikasian berbagai potensi dan masalah pengelolaan limbah termasuk bantuan untuk memperjelas hak atas perencanaan pengelolaan.
Peran serta masyarakat dunia usaha (swasta) dalam pengelolaan air limbah domestik dapat dilihat dari adanya kerja sama antara pengelola air limbah dalam hal pengadaan layanan jasa maupun sarana prasarana pengelolaan air limbah domestik.
3.4.2 Lingkup
Peran yang dapat lakukan oleh masyarakat dalam konteks pengelolaan air limbah domestik, antara lain:
a. Peran sebagai individu terhadap kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat;
b. Peran sebagai pelanggan yang secara langsung berdampak pada penyelenggaraan pelayanan air limbah;
c. Peran sebagai masyarakat pengguna layanan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
d. Peran sebagai penyedia layanan oleh masyarakat dunia usaha (swasta) dalam penyediaan sarana prasarana pengelolaan air limbah.
3.4.3 Instrumen Analisis
Dalam konteks pengelolaan air limbah, peran serta masyarakat ini setidaknya dapat dibedakan dalam 3 peran yang lakukan oleh masyarakat:
a. Peran sebagai individu terhadap kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat i. Memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang hidup bersih dan sehat;
ii. Memiliki akses terhadap informasi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan
iii. Memiliki pengetahuan mengelola limbah yang baik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan b. Peran secara langsung berdampak pada penyelenggaraan pelayanan air limbah:
i. Kesediaan menjadi pelanggan air limbah
ii. Kesediaan membayar sesuai ketentuan yang telah diatur
iii. Kesediaan memberikan informasi dan atau menyampaikan pengaduan
c. Peran masyarakat sebagaimana diatur dalam UU Pelayanan publik i. Penyusunan kebijakan Pelayanan Publik
ii. Penyusunan Standar Pelayanan
iii. Pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan Pelayanan Publik iv. Pemberian penghargaan
Dari ketiga hal tersebut penyelenggara pelayanan air limbah dapat menentukan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam membangun peran serta masyarakat antara lain:
• Adanya ruang atau akses bagi kedua belah pihak, antara penyelenggara pelayanan dan masyarakat, misal dengan penyebaran kuesioner dan survei langsung ke calon pelanggan.
• Keterbukaan informasi melalui sosialisasi dan promosi baik tentang kebijakan, standar dan pengaduan pelayanan dan tarif;
• Saling menguatkan dalam membangun kepercayaan pelaksanaan pelayanan dengan meminta umpan balik tentang kualitas pelayanan baik melalui mekanisme pengaduan pelanggan maupun pelaksanaan survei kepuasan pelanggan yang diadakan secara rutin.
• Saling membuka komunikasi intensif: bisa melalui forum pelanggan dan lainnya
Salah satu cara untuk mengukur pengetahuan dan kepentingan masyarakat tentang pengelolaan air limbah adalah dengan melakukan survei kebutuhan nyata (real demand survey, RDS). Melalui RDS ini juga bisa digali tentang kesediaan dan kemampuan masyarakat dalam penyediaan sarana sanitasi dan
jasa pengelolaan air limbah. Survei ini akan membantu pengambil keputusan mengenai rencana dan biaya pelayanan air limbah yang akan dilaksanakan, serta menyiapkan tahapan upaya peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik.
Setelah masyarakat menjadi pelanggan ALD yang dilayani oleh Perumda AM, masyarakat masih bisa memberikan peran sertanya melalui mekanisme pengaduan pelanggan ataupun sebagai responden dari survei kepuasan pelanggan yang disediakan oleh Perumda AM. Masyarakat juga dapat terus meningkatkan peran sertanya hingga ikut terlibat dalam penyusunan kebijakan pengelolaan air limbah domestik baik melalui forum pelanggan maupun dalam kegiatan musenbang daerah.
Peran serta masyarakat yang lainnya adalah peran serta masyarakat dunia usaha (swasta) dalam pengelolaan ALD dapat difasilitasi oleh Perumda AM dengan pola kemitraan. Data keberadaan operator/perusahaan yang menyediakan produk/jasa pelayanan dapat dilakukan dengan mencari di daftar perusahaan yang telah memiliki izin usaha dari dinas terkait.
Selanjutnya Perumda AM menyiapkan dokumen lelang kerja sama dan mengundang mitra operator untuk mengikuti pelelangan. Hanya pengusaha‐pengusaha yang dianggap layak yang dapat dijadikan calon mitra operasi dan menyiapkan dokumen penawaran kerja sama yang nantinya akan dinilai hingga diperoleh pemenang dari proses lelang tersebut.
3.5 Pendekatan Aspek Kelembagaan 3.5.1 Deskripsi
Integrasi pengelolaan air limbah domestik pada Perumda AM memiliki konsekuensi terjadi perubahan organisasi, yang meliputi lingkup usaha, struktur organisasi dan uraian tugas, serta SDM. Tinjauan aspek kelembagaan/manajemen ditujukan pada penyiapan perangkat kelembagaan/manajemen.
3.5.2 Lingkup
Perubahan pada lingkup usaha Perumda AM dengan menambahkan pengelolaan air limbah domestik akan dipayungi dalam peraturan daerah tentang Perumda AM. Penyusunan desain struktur organisasi dipengaruhi lingkup layanan pengelolaan air limbah yang akan dilaksanakan Perumda AM. Sebagai perusahaan, lingkup layanan pengelolaan air limbah domestik yang dapat dilakukan, antara lain:
a. penyediaan dan pemasangan tangki septik sesuai standar;
b. penyedotan tangki septik dan/atau pengolahan lumpur tinja;
c. penyambungan jaringan dan pengolahan air limbah terpusat;
d. kerja sama pengelolaan sistem air limbah domestik terpusat pada kawasan tertentu;
e. penyediaan perlengkapan sanitasi, seperti: bio filter;
f. pemeriksaan laboratorium (kualitas air limbah);
g. pemanfaatan hasil olahan air limbah domestik.
Penambahan SDM dilakukan dengan memperhatikan hasil penilaian atas efisiensi pegawai terhadap
pelanggan, yang dihitung dari rasio jumlah pegawai per 1.000 pelanggan. Jumlah SDM yang saat ini mengelola air limbah domestik pada dinas (bidang/seksi) atau UPTD menjadi acuan awal kebutuhan SDM.
3.5.3 Instrumen Analisis
Desain struktur organisasi dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, antara lain:
a. Struktur Organisasi Atas Dasar Fungsi;
b. Struktur Organisasi Atas Dasar Tahap-Tahap dari “Proses”;
c. Struktur Organisasi Atas Dasar Produk/Jasa;
d. Struktur Organisasi Atas Dasar “Pasar” atau “Wilayah Kerja”.
Setiap pilihan pendekatan, memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini keunggulan dan kekurangan dari setiap pendekatan.
Pendekatan
Fungsi Proses Produk Pasar/Wilayah
Kelebihan - Adanya spesialisasi
keahlian - Adanya kesatuan
tanggung jawab - Koordinasi antar fungsi dalam Kekurangan - Personil harus
memiliki
- Koordinasi antar produk tidak
- Organisasi menjadi besar, karena setiap wilayah akan memiliki unit-unit organisasi Tabel 3-5 Kelebihan dan Kekurangan Setiap Pendekatan Desain Struktur Organisasi
Pemilihan struktur organisasi menyesuaikan lingkup layanan usaha yang akan diintegrasikan. Berikut ini beberapa contoh pendekatan dalam penyusunan struktur organisasi.
A. Desain Struktur Organisasi