• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Penyiapan Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Perumda Air Minum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pedoman Penyiapan Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Perumda Air Minum"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

Pedoman Penyiapan Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik

pada Perumda Air Minum

(2)
(3)

PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK

PADA PERUMDA AIR MINUM

(4)

PEDOMAN PENYIAPAN INTEGRASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK PADA PERUMDA AIR MINUM TIM PENGARAH:

Prasetyo

TIM PENYUSUN:

Marsaulina Pasaribu Suharsono Adi Broto Anggia Satrini Sarwono Rochmat Asri Indiyani Dian Ariarsanti Niken Sri Hartiwi Indah Alfira Chairunnisa Rin Mulyadi

Sabbath Marchend Nurul Madina Puji Setiyowati Saiful Amin

Leoni Noor Damarani Fatmawati Agustina Lutvi Hastowo Riska Wahida APRESIASI:

Susmono, Sjukrul Amien, Handy B. Legowo, Prabawa Eka Soesanta, Riris Prasetyo, Tim IUWASH PLUS, PERPAMSI, FORKALIM, Perumda Air Minum Toyo Wening Kota Surakarta, Perumda Air Minum Tirtawening Kota Bandung, Perumda Air Minum Tirta Manggar Kota Balikpapan, Perumda Air Minum Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara

DESAIN DAN TATA LETAK:

Zafrazad Adiba FOTO:

Dokumentasi Direktorat Sanitasi Direktorat Jenderal Cipta Karya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat DITERBITKAN OLEH:

Direktorat Sanitasi

Direktorat Jenderal Cipta Karya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Cetakan Pertama 2020

(5)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan kuasa-Nya kami dapat menyusun buku “Pedoman Penyiapan Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum”.

Pedoman ini disusun sebagai bahan rujukan dalam penyiapan integrasi pengelolaan air limbah domestik pada Perumda Air Minum. Diharapkan dengan tersedianya pedoman ini nantinya dapat meningkatkan peran Perumda Air Minum sebagai penyedia jasa layanan pengelolaan air limbah domestik.

Pedoman ini dibagi 3 (tiga) tahapan dalam penyiapan integrasi pengelolaan air limbah, yaitu: tahapan identifikasi, tahapan kelayakan dan tahapan pra operasional. Pengintegrasian pengelolaan air limbah domestik pada Perumda Air Minum dilakukan dengan memperhatikan aspek pasar, teknis, keuangan, peran serta masyarakat, kelembagaan, dan peraturan. Hal ini dilakukan agar pengambilan keputusan pengintegrasian air limbah domestik telah dipertimbangkan secara komperhensif.

Pedoman ini disusun melalui rangkaian diskusi terbatas yang melibatkan pakar pemerhati air limbah domestik, Perumda Air Minum Kota Surakarta, Perumda Kota Bandung, PDAM Kota Balikpapan, dan PDAM Provinsi Sumatera Utara.

Kami berharap semoga pedoman ini bermanfaat bagi upaya pengintegrasian pengelolaan air limbah domestik bagi Perumda Air Minum. Akhir kata kami ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga tersusunnya pedoman ini.

Direktur Sanitasi

Ir. Prasetyo, M.Eng.

(6)

DAFTAR ISI

vi Kata Pengantar vii Daftar Isi viii Daftar Tabel ix Daftar Gambar x Daftar Istilah 1 Bab 1: Pendahuluan 2 1.1 Latar Belakang 2 1.2 Maksud dan Tujuan 3 1.3 Landasan Hukum 4 1.4 Tapan Penyiapan Integrasi 7 Bab 2: Tahapan Identifikasi

8 2.1 Kinerja dan Kesiapan Perumda Air Minum dalam Perluasan Usaha Mengelola Air Limbah Domestik

15 2.2 Pengelolaan Air Limbah Domestik Saat Ini 24 2.3 Analisis Situasi

26 2.4 Pelayanan Umum dan Kebutuhan Masyarakat dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik

27 Bab 3: Tahapan Penyiapan 28 3.1 Pendekaran Aspek Pasar 31 3.2 Pendekatan Aspek Teknis 35 3.3 Pendekatan Aspek Keuangan

38 3.4 Pendekatan Aspek Peran Serta Masyarakat 40 3.5 Pendekatan Aspek Kelembagaan 48 3.6 Pendekatan Aspek Peraturan 53 Bab 4: Tahapan Pra Operasional

54 4.1 Pilihan Opsi Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik

(7)

58 4.2 Penyelarasan Pengambilan Keputusan Pemerintah Daerah 58 4.3 Penetapan Peraturan Daerah Pendirian Perumda Air Minum

59 4.4 Penetapan Struktur Organisasi dan Kepegawaian Perumda Air Minum

60 4.5 Penetapan Tarif Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Rencana Bisnis Perumda

62 4.6 Penetapan Rencana Bisnis Perumda yang Telah Memasukkan Lingkup Usaha Pengelolaan Air Limbah Domestik

63 4.7 Penetapan SOP Operasional Pengelolaan Air Limbah Domestik

64 4.8 Penetapan Status Barang Milik Daerah yang Digunakan Perumda dalam Pelayanan Air Limbah Domestik

65 4.9 Langkah Tindak Lanjut dan Evaluasi 68 Daftar Pustaka

69 Lampiran

(8)

DAFTAR TABEL

8 Tabel 2-1 Hasil Penilaian Kinerja Perumda AM dalam Kurun Waktu 5 (Lima) Tahun Terakhir 10 Tabel 2-2 Cakupan Pelayanan Perumda Air Minum Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir 10 Tabel 2-3 Tingkat Pelayanan Perumda Air Minum Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

11 Tabel 2-4 Persentase Jumlah Pengaduan pada Perumda Air Minum Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir 11 Tabel 2-5 Jumlah Minimum Kas Perumda AM Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

11 Tabel 2-6 Tren Perolehan Laba Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

12 Tabel 2-7 Pemberian Penyertaan Modal Daerah Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir 12 Tabel 2-8 Komputerisasi Billing Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

12 Tabel 2-9 Jangka Waktu Penagihan Piutang Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir 12 Tabel 2-10 Efektivitas Penagihan Piutang Selama 5 (Lima) Tahun Terkahir 13 Tabel 2-11 Rasio Pegawai Selama 5 (Lima) Tahun Terkahir

13 Tabel 2-12 Perda Terkait Perumda Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

14 Tabel 2-13 Bobot Penialaian Kesiapan Perumda Air Minum Mengelola Air Limbah Domestik 14 Tabel 2-14 Hasil Penilaian Kesiapan Perumda Air Minum Mengelola Air Limbah Domestik 16 Tabel 2-15 Perda Terkait Perumda Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

17 Tabel 2-16 Contoh Gambaran Akses Sanitasi Layak di Kota XYZ Tahun 2019 17 Tabel 2-17 Contoh Gambaran Akses Sanitasi Aman di Kota XYZ Tahun 2017-2019 18 Tabel 2-18 Kondisi Sarana Prasarana SPALD-S Eksisting

20 Tabel 2-19 Kondisi Sarana Prasarana SPALD-T Eksisting

21 Tabel 2-20 Contoh Belanja Operasi dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik pada UPTD Pengelolaan Air Limbah Domestik Kota XYZ Tahun 2017-2019

21 Tabel 2-21 Contoh Pendapatan Asli Daerah dari Retribusi Pengolahan Limbah Cair Kota XYZ Tahun 2017-2019

23 Tabel 2-22 Contoh Identifikasi Ketersediaan Personil UPTD PALD Kota XYZ Tahun 2019 25 Tabel 2-23 Kekuatan dan Kelemahan Perumda AM Dalam Perluasan Usaha

36 Tabel 2-24 Peluang dan Tantangan Pengelolaan Air Limbah Domestik

(9)

29 Tabel 3-1 Perkiraan Calon Pelanggan Layanan Air Limbah Domestik oleh Perumda Air Minum 30 Tabel 3-2 Proyeksi Jumlah Calon Pelanggan Layanan Air Limbah Domestik

32 Tabel 3-3 Jenis Pelayanan dan Kebutuhan Sarana Prasarana ALD yang Dibutuhkan 34 Tabel 3-4 Identifikasi Jumlah dan Kapasitas Kebutuhan Sarana Prasarana SPALD 41 Tabel 3-5 Kelebihan dan Kekurangan Setiap Pendekatan Desain Struktur Organisasi 45 Tabel 3-6 Contoh Level Struktural dan Tugasnya dalam Organisasi

48 Tabel 3-7 Contoh Jenis Teknisi dan Tugasnya dalam Organisasi

55 Tabel 4-1 Contoh Langkah Tindak Lanjut Menuju Operasional Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik

64 Tabel 4-2 Komponen Biaya dalam Pengalihan Status Aset

66 Tabel 4-3 Contoh Langkah Tindak Lanjut Menuju Operasional Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik

(10)

DAFTAR GAMBAR

5 Gambar 1-1 Tahapan Penyiapan Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik Perumda Air Minum 43 Gambar 3-1 Alternatif 1 Struktur Organisasi dengan Pendekatan Fungsi dan Produk

43 Gambar 3-2 Alternatif 2 Struktur Organisasi dengan Pendekatan Fungsi dan Produk 44 Gambar 3-3 Alternatif 1 Struktur Organisasi dengan Pendekatan Produk dan Proses 44 Gambar 3-4 Alternatif 2 Struktur Organisasi dengan Pendekatan Produk dan Proses 45 Gambar 3-5 Alternatif 1 Struktur Organisasi dengan Pendekatan Produk dan Wilayah 45 Gambar 3-6 Alternatif 2 Struktur Organisasi dengan Pendekatan Fungsi dan Wilayah

(11)

DAFTAR ISTILAH

ALD Air Limbah Domestik

BABS Buang Air Besar Sembarangan

BUMD Badan Usaha Milik Daerah

IPLT Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja LLTT/L2T2 Layanan Lumpur Tinja Terjadwal L2T3 Layanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal

MCK Mandi Cuci Kakus

PALD Pengelolaan Air Limbah Domestik Perumda AM Perusahaan Umum Daerah Air Minum

PD Perusahaan Daerah

PDAM Perusahaan Daerah Air Minum PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

RISPAL Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah/Master Plan Air Limbah

RoA Return on Assets adalah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba

RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMN Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional SPALD Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik

SPALD-S Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat SPALD-T Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

SR Sambungan Rumah

SSK Strategi Sanitasi Kota

STBM Sanitasi Total Berbasis Masyarakat UPTD Unit Pelaksana Teknis Daerah pada Dinas

(12)
(13)

Pendahuluan 01.

(14)

1.1 Latar Belakang

Air limbah merupakan sub urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah domestik dalam daerah kabupaten/kota menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota, sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Tanggung jawab pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah domestik dilaksanakan oleh perangkat daerah yang tugas dan fungsinya terkait dengan sub urusan air limbah bidang pekerjaan umum dan penataan ruang. Untuk menangani pengelolaan air limbah domestik, pemerintah daerah dapat membentuk UPTD atau BUMD SPALD.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, pemerintah menargetkan adanya peningkatan akses sanitasi dan air minum yang layak dan berkelanjutan. Dalam RPJMN tersebut, ditargetkan terdapat 100% rumah tangga yang sudah memiliki akses air minum layak dan 90% rumah tangga dengan sanitasi yang layak dan aman pada 2024. Dari 90% akses sanitasi tersebut, sudah mencakup 15% aman dengan praktik buang air besar sembarangan (BABS) di tempat terbuka mencapai 0%. Untuk mencapai layanan sanitasi layak dan berkelanjutan, diwujudkan salah satunya melalui peningkatan kapasitas institusi dalam layanan pengelolaan sanitasi, yaitu penguatan peran dan kapasitas PDAM sebagai penyedia jasa layanan pengelolaan air limbah domestik, terutama bagi daerah dengan cakupan air perpipaan lebih dari 50 persen.

Penyelenggaraan sistem penyediaan air minum harus dilaksanakan secara terpadu dan terintegrasi dengan penyelenggaraan sistem air limbah domestik untuk mencegah pencemaran air baku dan menjamin keberlanjutan fungsi penyediaan air minum. Penyelenggaraan kedua sistem tersebut akan efektif, efisien dan berkelanjutan dalam bidang pelayanan apabila dilakukan oleh satu lembaga. Penyelenggaraan layanan air minum dan air limbah domestik terintegrasi bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum yang aman dan berkelanjutan, serta pengelolaan air limbah domestik yang aman.

Salah satu upaya meningkatkan akses air limbah domestik adalah dengan meningkatkan peran BUMD sebagai pengelola air limbah domestik. Saat ini, pengelolaan air limbah domestik di beberapa daerah telah dilakukan oleh Perusahaan Daerah, yang meliputi: PDPAL Provinsi DKI Jakarta dan PDPAL Kota Banjarmasin, atau menggabungkan dengan pengelola air minum dalam bentuk Perumda AM (dahulu PDAM) seperti yang dilakukan oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Perumda Tirtawening Kota Bandung, Perumda AM Kota Surakarta, dan PDAM Kota Balikpapan.

Dalam rangka mendorong peningkatan peran Perumda AM untuk memperluas usaha melalui pengelolaan air limbah domestik, maka disusun buku pedoman penyiapan integrasi pengelolaan air minum dan pengelolaan air limbah domestik pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum.

1.2 Maksud dan Tujuan

Dengan tersedianya pedoman ini diharapkan meningkatkan peran Perusahaan Umum Daerah Air Minum sebagai penyedia jasa layanan pengelolaan air limbah domestik.

Buku Pedoman ini disusun sebagai petunjuk dalam penyiapan integrasi pengelolaan air limbah domestik pada perusahaan umum daerah air minum.

(15)

1.3 Landasan Hukum

Peraturan perundangan yang terkait dalam penyusunan kajian ini, antara lain:

a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

c. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;

d. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

e. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

f. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum;

h. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

i. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah;

j. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal;

k. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2019 tentang Investasi Pemerintah;

l. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;

m. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah;

n. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah;

o. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 04/PRT/M/2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik;

p. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 29/PRT/M/2018 tentang Standar Teknis Standar Pelayanan Minimal Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat;

q. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah;

r. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 118 Tahun 2018 tentang Rencana Bisnis, Rencana Kerja Dan Anggaran, Kerja Sama, Pelaporan dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah;

s. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

t. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum.

(16)

1.4 Tahapan Penyiapan Integrasi

Lingkup tahapan penyiapan integrasi meliputi:

a. Tahapan Identifikasi, berupa identifikasi kondisi eksisting dari Perumda AM dan pengelolaan air limbah domestik yang saat ini dilaksanakan oleh perangkat daerah baik dinas maupun unit pelaksana teknis dinas. Pada tahapan ini dilakukan analisis situasi atas kekuatan dan kelemahan serta kesempatan dan tantangan pengelolaan air limbah domestik oleh Perumda AM. Pengelolaan air limbah domestik oleh Perumda AM harus sejalan dengan arah dan kebijakan bidang sanitasi baik RPJMN maupun RPJMD. Hasil identifikasi akan digunakan dalam penyusunan kelayakan usaha pada tahapan penyiapan

b. Tahapan Kelayakan, merupakan penyusunan kelayakan operasional perluasan usaha perumda dalam pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan air limbah domestik merupakan pelayanan umum dan kebutuhan masyarakat. Kajian/studi kelayakan operasional meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek keuangan, aspek peran dan masyarakat, aspek kelembagaan, serta aspek peraturan.

Kelayakan yang dimaksud merupakan kelayakan dalam mengelola pelayanan air limbah domestik dimana prasarana pengelolaan air limbah domestik pembangunannya dilakukan oleh pemerintah.

c. Tahapan Pra Operasional, merupakan langkah sebelum operasional pengelolaan air limbah domestik oleh Perumda AM. Setelah opsi integrasi dipilih, diawali dengan penyelarasan dengan pengambilan kebijakan pemerintah daerah, antara lain: pembagian tugas teknis operasional dengan UPTD (bila daerah telah memiliki UPTD PALD), kemudian mendapatkan persetujuan kepala daerah, dan setelahnya adalah langkah-langkah persiapan operasional, antara lain kelengkapan regulasi, kelembagaan serta aset dan menyesuaikan dengan pilihan opsi integrasi.

(17)

Gambar 1-1 Tahapan Penyiapan Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik Pada Perumda Air Minum

Tahapan IdentifikasiTahapan Pra OperasionalTahapan Kelayakan Identifikasi Kondisi Eksisting Perumda Air Minum Aspek KelembagaanAspek Peraturan

Aspek TeknisAspek Keuangan Identifikasi Kondisi Eksisting Pengelolaan Air Limbah Domestik Aspek Peraturan

Aspek Kelembagaan

Aspek TeknisAspek Keuangan Aspek Peran Serta Masyarakat

Analisis Situasi Peluang dan Tantangan Pengelolaan Air Limbah Domestik

Kekuatan dan Kelemahan Perumda AM dalam Perluasan UsahaPALD merupakan Pelayanan Umum

& Kebutuhan Masyarakat Pilihan Opsi Integrasi SPALD

Langkah Tindak Lanjut Pengesahan atas perubahan Peraturan Daerah Pendirian Perumda yang telah memuat lingkup usaha PALD Penetapan susunan organisasi, uraian tugas fungsi dan tata kerjatelah memuat pengelolaan air limbah domestik Pengangkatan Pegawai dan Pengurus Perumda Penetapan tarif PALD Penetapan Rencana Bisnis Perumda yang telah memasukkan lingkup usaha PALD Penetapan SOP oper

asional PALD Penetapan status BMD yang Operasikan dalam PALD

Penyusunan Studi Kelayakan Operasional Integrasi PALD pada Perumda Air Minum Aspek Peraturan

Peraturan perundangan yang terkait penyiapan payung hukum lingkup usaha PALD pada Perumda

Desain Struktur Organisasi & Uraian Tugas

Kesadaran PHBS

Rasio laba usaha dan Return on Asset

Ketersediaan & Kebutuhan Sarana Prasarana PALD

Potensi pelanggan air limbah domestik Aspek Kelembagaan

Aspek Peran Serta Masyarakat

Aspek Keuangan

Aspek Teknis

Aspek Pasar Risiko dan Mitigasi Risiko setiap opsi lingkup usaha integrasi PALD

Penyelarasan

Pengambilan Keputusan Pemerintah Daerah

Persetujuan Kepala Daer

ah dan DPRD Pembagian tugas teknis operasional PALD dengan UPTD (bila ada)

(18)
(19)

Tahapan Identifikasi 02.

(20)

2.1 Kinerja dan Kesiapan Perumda Air Minum dalam Perluasan Usaha Mengelola Air Limbah Domestik

2.1.1 Deskripsi

Sebelum dilakukan kajian kelayakan, didahului dengan identifikasi terkait kondisi internal Perusahaan Umum Daerah Air Minum yang akan melakukan perluasan usaha dalam pengelolaan air minum.

Kondisi internal Perumda AM tersebut terkait dengan Kinerja dan Penilaian Kesiapan Dalam Perluasan Usaha Pengelolaan Air Limbah Domestik.

2.1.2 Lingkup

a. Laporan evaluasi kinerja Perumda AM (PDAM) yang diterbitkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). meliputi hasil penilaian dari indikator kinerja sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Penilaian Kinerja PDAM.

b. Hasil penilaian atas kesiapan Perumda AM dalam perluasan usaha pengelolaan air limbah domestik, menggunakan indikator penilaian kesiapan dari Buku Tools Penilaian Kesiapan PDAM dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik, 2018.

2.1.3 Instrumen Identifikasi

A. Kinerja Perumda Air Minum

Analisis atas kinerja dilakukan dengan pendekatan tren kinerja Perumda AM selama 5 tahun terakhir, menggunakan Indikator Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Penilaian Kinerja PDAM. Hasil penilaian kinerja Perumda AM dituangkan dalam tabel sebagaimana berikut ini.

Aspek NIlai

Tahun (n-5) Tahun (n-4) Tahun (n-3) Tahun (n-2) Tahun (n-1) Keuangan

Operasional Administrasi

Nilai Total

Tabel 2-1 Hasil Penilaian Kinerja Perumda AM dalam Kurun Waktu 5 (Lima) Tahun Terakhir

Buku Pedoman ini disusun sebagai petunjuk dalam penyiapan integrasi pengelolaan air limbah domestik pada perusahaan umum daerah air minum.

Tren nilai tingkat kesehatan dan kinerja yang membaik dari tahun ke tahun merupakan salah satu indikator dalam menilai konsistensi baiknya tata kelola perusahaan. Apabila terlihat ada tren penurunan, perlu didalami dari aspek mana dan indikator apa, sebagai salah satu dalam pertimbangan akankah berdampak pada perluasan usaha.

Berikut ini indikator setiap aspek penilaian kinerja dari Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Penilaian Kinerja PDAM.

(21)

1) Aspek Keuangan:

a) Rasio laba terhadap aktiva produktif;

b) Rasio laba terhadap penjualan;

c) Rasio aktiva lancar terhadap utang lancar;

d) Rasio utang jangka panjang terhadap total utang;

e) Rasio total aktiva terhadap total utang;

f ) Rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi;

g) Rasio laba operasi sebelum biaya penyusulan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo;

h) Rasio aktiva produktif terhadap penjualan air;

i) Jangka waktu penagihan piutang;

j) Efektivitas penagihan.

2) Aspek Operasional a) Cakupan pelayanan;

b) Kualitas air distribusi;

c) Kontinuitas air;

d) Produktifitas pemanfaatan instalasi produksi;

e) Tingkat kehilangan air;

f ) Peneraan meter air;

g) Kecepatan penyambungan baru;

h) Kemampuan penanganan pengaduan rata-rata per bulan;

i) Kemudahan pelayanan;

j) Rasio karyawan per 1.000 pelanggan.

3) Aspek Administrasi:

a) Rencana jangka panjang (corporate plan);

b) Rencana organisasi dan uraian tugas;

c) Prosedur operasi standar;

d) Gambar nyata laksana (as built drawing);

e) Pedoman penilaian kerja karyawan:

f ) Rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP);

g) Tertib laporan internal;

h) Tertib laporan eksternal;

i) Opini auditor independen;

j) Tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun terakhir.

(22)

B. Kesiapan Perumda Air Minum dalam Perluasan Usaha

Analisis atas kesiapan Perumda AM dalam perluasan usaha pengelolaan air limbah domestik dilakukan dengan pendekatan tren dari setiap parameter masing-masing yang meliputi: aspek teknis, aspek keuangan dan aspek kelembagaan, serta nilai total akhir keseluruhan.

1) Aspek Teknis

Aspek Teknis, dilihat dari parameter sebagai berikut:

a) Cakupan Pelayanan

Perumda AM dengan tingkat pelayanan rendah menunjukkan bahwa Perumda AM masih membutuhkan konsentrasi untuk pelayanan air minum dan sebaliknya bila cakupan pelayanan lebih tinggi, ada peluang untuk menambah/memperluas jenis usaha baru dalam hal ini pengelolaan air limbah domestik tanpa menurunkan kinerja pengelolaan air minum. Cakupan pelayanan dilihat dari tren 5 tahun terakhir, yang dituangkan dalam tabel sebagaimana berikut ini.

Cakupan Pelayanan Satuan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1) a. Jumlah penduduk terlayani jiwa

b. Jumlah penduduk wilayah pelayanan jiwa

% Cakupan Pelayanan (a:b)

Tabel 2-2 Cakupan Pelayanan Perumda AM Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

Cakupan Pelayanan Satuan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1)

Tingkat pelayanan jam

Tabel 2-3 Tingkat Pelayanan Perumda AM Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir b) Tingkat Pelayanan

Untuk tingkat pelayanan yang diukur dari jumlah jam pelayanan Perumda AM kepada pelanggan, apakah semua pelanggan mendapatkan pelayanan 24 jam dari Perumda AM. Apabila kurang dari 24 jam, berapa jam pelanggan mendapatkan pelayanan air dari Perumda AM. PDAM yang telah mampu melayani pelanggannya dengan optimal diharapkan PDAM tersebut dapat mengelola pelayanan air limbah domestik tanpa risiko kemunduran pelayanan air minum. Dituangkan dalam tabel sebagaimana berikut ini.

c) Jumlah Pengaduan

Semakin rendah tingkat pengaduan maka diharapkan memberikan gambaran bahwa pelanggan PDAM saat ini puas dengan pelayanan yang diberikan. Pengaduan yang dimaksud adalah pengaduan terkait pelayanan, yang dituangkan dalam tabel sebagaimana berikut ini.

(23)

2) Aspek Keuangan

Aspek keuangan dinilai dari parameter sebagai berikut:

a) Jumlah Minimum Kas

Kas Perumda AM adalah gambaran kondisi kas Perumda AM pada periode tertentu.

Jumlah kas diharapkan lebih tinggi dari kebutuhan minimum kas sebesar 45 hari.

Penilaian jumlah minimum kas bertujuan untuk menilai kemampuan kas dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya, yang dituangkan dalam tabel sebagaimana berikut ini.

Jumlah Pengaduan Satuan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1)

a. Jumlah pengaduan pelanggan

b. Jumlah pengaduan pelanggan

%Jumlah pengaduan (a:b)

Tabel 2-4 Persentase Jumlah Pengaduan pada Perumda AM Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

Jumlah Pengaduan Satuan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1) a. Minimum

1. Biaya operasional tahunan Rp juta 2. Biaya operasional harian Rp juta

b. Kas Rp juta

Jumlah hari kas (b:a.2) hari Rata-rata jumlah hari kas hari

Tabel 2-5 Jumlah Minimum Kas Perumda AM Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

b) Tren Perolehan Laba 5 Tahun Terakhir

Perumda AM yang memperoleh laba selama 5 tahun terakhir menunjukkan kinerja operasional, teknis, dan keuangan berjalan baik. Perumda AM dengan kondisi ini sudah tidak mengalami kesulitan dalam pengelolaan pelayanan air minum, yang dituangkan dalam tabel sebagaimana berikut ini.

Data Laba Bersih Perumda AM Satuan Tahun (n-5)

Tahun (n-4)

Tahun (n-3)

Tahun (n-2)

Tahun (n-1) Laba bersih tahun berjalan Rp juta

Keterangan Laba/Rugi

Tabel 2-6 Tren Perolehan Laba Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

(24)

c) Pemberian Penyertaan oleh Pemerintah Daerah

Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Perumda AM dalam bentuk Penyertaan Modal Daerah (PMD) akan memperkuat kondisi keuangan.

PMD Pemda Satuan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1) Penyertaan Modal Daerah Rp juta

Tabel 2-7 Pemberian Penyertaan Modal Daerah Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

d) Komputerisasi Billing

Komputerisasi billing adalah pengelolaan rekening pelanggan dengan menggunakan komputerisasi (tidak dengan sistem manual). Dengan telah teritegrasinya sistem billing dan baca meter maka Perumda AM akan lebih mudah dalam pengelolaan pelanggan limbah domestik.

Pengelolaan Rekening

Pelanggan Keterangan Tahun (n-5)

Tahun (n-4)

Tahun (n-3)

Tahun (n-2)

Tahun (n-1) Komputerisasi Biling Sudah/Belum

Tabel 2-8 Komputerisasi Billing Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

e) Jangka Waktu Penagihan Piutang

Semakin lama umur penagihan piutang akan semakin menyulitkan kondisi kas Perumda AM karena uang yang terkumpul bulan berjalan tidak cukup untuk membayar pengeluaran operasional.

Jangka Waktu Penagihan Piutang Satuan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1)

a. Piutang usaha Rp juta

b. Jumlah penjualan per hari Rp juta Jangka waktu penagihan piutang hariri

Tabel 2-9 Jangka Waktu Penagihan Piutang Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

f ) Efektifitas Penagihan

Semakin rendah persentase penagihan maka nilai piutang Perumda AM akan semakin besar dan akan menyulitkan kondisi keuangan khususnya kas Perumda AM.

Cakupan Pelayanan Satuan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1)

a. Rekening tertagih Rp juta

b. Jumlah penjualan air Rp juta Efektifitas penagihan piutang %

Tabel 2-10 Efektifitas Penagihan Piutang Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

(25)

3) Aspek Kelembagaan dan Peraturan

Aspek kelembagaan yang dinilai adalah rasio pegawai dan perda PDAM.

a) Rasio Pegawai

Rasio pegawai adalah mengukur efektivitas jumlah karyawan terhadap jumlah pelanggan. Perhitungan idealnya adalah perbandingan antara jumlah pegawai terhadap 1.000 pelanggan.

Jumlah Pengaduan Satuan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1) a. Jumlah karyawan (pegawai) karyawan

b. Jumlah pelanggan pelanggan

Rasio karyawan / 1.000 pelanggan hari

Tabel 2-11 Rasio Pegawai Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

b) Perda Perumda AM

Peraturan Daerah mengenai pendirian Perumda AM merupakan penugasan yang tertulis yang akan menjadi acuan kelancaran Perumda AM untuk mengelola air limbah domestik.

Jumlah Pengaduan Keterangan Tahun

(n-5) Tahun

(n-4) Tahun

(n-3) Tahun

(n-2) Tahun (n-1) a. Telah mengatur pengelolaan air

minum dan air limbah domestik Ya/Tidak b. Proses perubahan Perda,

mengatur pengelolaan air minum dan air limbah domestik

Ya/Tidak

c. Hanya mengatur pengelolaan air

minum pelanggan

Tabel 2-12 Perda Terkait Perumda Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

(26)

1. Aspek Teknis

a. Cakupan Pelayanan c. Jumlah Pengaduan

>80% 5 ≤3% dari jumlah pelanggan 5

>60-80% 4 >3-8% jumlah pelanggan 4

>40-60% 3 >8-12% jumlah pelanggan 3

>20-40% 2 >12-15% jumlah pelanggan 2

≤ 20% 1 >15% jumlah pelanggan 1

b. Tingkat Pelayanan

Semua pelanggan mendapat aliran air 24 jam 5 Pelanggan mendapat aliran air 20-24 jam 4 Pelanggan mendapat aliran air 16-20 jam 3 Pelanggan mendapat aliran air 12-16 jam 2 Pelanggan mendapat aliran air <12 jam 1 2. Aspek Keuangan

a. Jumlah Hari Kas d. Komputerisasi Billing

Di atas 45 hari 5 Integrasi dengan baca meter 5

40-45 hari 4 Terpisah 3

30-40 hari 3 Tidak ada 1

20-30 hari 2

Kurang dari 20 hari 1

b. Laba Bersih e. Jumlah Hari Piutang

Selalu laba tiap tahun 5 ≤ 60 hari 5

Laba 4 tahun terakhir 4 > 60-90 hari 4

Laba 3 tahun terakhir 3 > 90-150 hari 3

Laba 2 tahun terakhir 2 >150-180 hari 2

Laba 1 tahun terakhir 1 > 180 hari 1

c. PMD f. Tingkat Penagihan

Setiap tahun 5 > 90% 5

Dua tahun 4 > 85-90% 4

Tiga tahun 3 > 80-85% 3

Empat tahun 2 > 75-80% 2

Lima tahun 1 ≤ 75% 1

Tabel 2-13 Bobot Penilaian Kesiapan Perumda Air Minum Mengelola Air Limbah Domestik c) Hasil Penilaian Kesiapan Perumda AM Mengelola Air Limbah Domestik

Masing-masing parameter dalam setiap aspek dinilai 1 hingga 5, seperti sebagai berikut:

(27)

Hasil penilaian setiap aspek disajikan ke dalam tabel seperti berikut ini:

3. Aspek Kelembagaan

a. Rasio Karyawan b. Perda

≤ 6 5 Mengatur pengelolaan air minum 5

< 6-7 4 Proses perubahan 3

< 7-9 3 Hanya mengatur air minum 1

< 9-10 2

> 10 1

Tabel 2-13 Bobot Penilaian Kesiapan Perumda Air Minum Mengelola Air Limbah Domestik (Lanjutan)

Penilaian Bobot (n-4) (n-3) (n-2) (n-1) (n)

- Teknis 40

- Keuangan 50

- Kelembagaan dan Peraturan 10

Jumlah 100

Tabel 2-14 Hasil Penilaian Kesiapan Perumda Air Minum Mengelola Air Limbah Domestik

Penilaian Kesiapan PDAM Mengelola Air Limbah

Jumlah Penilaian

(n-4) (n-3) (n-2) (n-1) (n)

Dapat mengelola > 85

Perlu peningkatan kinerja > 60-85 Fokus pada pengelolaan air minum < 60

2.2 Pengeloaan Air Limbah Domestik Saat Ini 2.2.1 Deskripsi

Identifikasi pengelolaan air limbah domestik saat ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kondisi pengelolaan air limbah saat ini yang dilaksanakan oleh dinas atau UPTD. Diharapkan dari gambaran pengelolaan saat ini, dapat memberikan informasi dalam opsi awal integrasi pengelolaan air limbah yang dapat dilakukan oleh Perumda AM.

2.2.2 Lingkup

Identifikasi yang menggambarkan pengelolaan air limbah domestik saat ini, baik yang dilakukan UPTD sebagai operator dan/atau dinas selaku regulator, meliputi aspek teknis, aspek keuangan, aspek peran serta masyarakat, aspek kelembagaan, dan aspek peraturan.

(28)

2.2.3 Instrumen Identifikasi

A. Aspek Teknis

Aspek teknis yang diidentifikasi berupa ketersediaan (baik jumlah maupun jenis) sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestik yang ada atau sedang dibangun, cakupan pelayanan, serta gambaran sistem pengelolaan air limbah domestik yang sedang berjalan. Jumlah dan kondisi sarana prasarana air limbah domestik yang diidentifikasi adalah semua komponen sarana prasarana yang dikelola oleh rumah tangga, kelompok masyarakat, maupun pemerintah daerah, serta layanan yang sedang berjalan.

Merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 04 Tahun 2017 tentang Penyelengaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) dikelompokkan menjadi dua tipe, yakni SPALD-S dan SPALD-T.

Data kondisi sarana prasarana yang dikompilasi minimal dapat menggambarkan hulu-hilir pengelolaan air limbah yang ada saat ini, baik yang melalui sistem setempat maupun sistem terpusat. Dengan mengetahui jumlah dan kondisi sarana-prasarana yang ada, Perumda AM dapat mempertimbangkan manajemen pengelolaan aset yang akan diambil dalam integrasi pengelolaan air limbah sehingga tidak mempengaruhi cash flow perusahaan yang sudah berjalan.

Capaian cakupan pelayanan sanitasi suatu kota terdiri dari penilaian akses sanitasi layak dan akses sanitasi aman, yang dinilai dari komponen sarana prasarana dan pelayanan air limbah domestik yang ada. Kriteria yang digunakan dalam menilai komponen sarana prasarana dan layanan yang masuk dalam kategori akses sanitasi layak dan akses sanitasi aman dapat dilihat pada tabel berikut:

Komponen Akses Layak Akses Aman

Bangunan atas Kloset leher angsa Kloset leher angsa

Bangunan bawah Tangki septik atau Sistem Pengolahan Air

Limbah (SPAL) Tangki septik atau sistem

pengolahan air limbah Pengguna Digunakan oleh rumah tangga sendiri atau

bersama dengan rumah tangga lain tertentu. Satu rumah tangga Frekuensi

penyedotan

(Tidak dinilai) Minimal sekali dalam jangka waktu

5 tahun terakhir.

Sumber: Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Berbasis Hasil (Outcome), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas (2019)

Tabel 2-15 Perda Terkait Perumda Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir

Data jumlah sambungan rumah yang telah menggunakan akses sanitasi layak dapat diperoleh dari data yang terdapat di dalam dokumen Profil Kesehatan Kota yang disusun oleh Dinas Kesehatan Kota atau data prasarana air limbah yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik setiap tahun.

Sedangkan data jumlah sambungan rumah yang telah menggunakan sanitasi aman diperoleh dari UPTD dinas/instansi yang menangani pengelolaan lumpur tinja pada SPALD-S atau yang menangani SPALD-T.

(29)

Berikut contoh cara menghitung capaian cakupan akses sanitasi layak dan akses sanitasi aman di suatu kota.

1) Contoh gambaran akses sanitasi layak

No. Uraian Jumlah per Kecamatan Jumlah

A B C

1 Jumlah rumah tinggal di Kota XYZ 39.586 27.711 43.546 199.938

2 Jumlah rumah tersambung dengan SPALD-T

skala permukiman 5.365 546 1.815 12.190

3 Jumlah rumah tersambung dengan SPALD-T

skala permukiman dengan IPAL lengkap 1.819 - - 2.922

4 Jumlah rumah tersambung dengan SPALD-T

skala kota - - - -

5 Jumlah rumah tersambung dengan SPALD-S 32.230 16.358 31.852 152.875 Total rumah memiliki sarana/akses sanitasi layak 39.414 16.904 33.667 167.987

99,6% 61,0% 77,3% 84,0%

Tabel 2-16 Contoh Gambaran Akses Sanitasi Layak di Kota XYZ Tahun 2019

2) Contoh gambaran akses sanitasi aman

No. Uraian 2017 2018 2019

1 Jumlah rumah tinggal di Kota XYZ yang tersambung dengan

SPALD-S dan telah dilakukan pengurasan pada SPLD-S 3.396 11.082 14.769 2 Jumlah rumah tinggal di Kota XYZ yang tersambung dengan

SPALD-T skala permukiman dan telah dilakukan pengurasan SPALD-T skala permukiman

517 517 517

3 Jumlah rumah tinggal di Kota XYZ yang tersambung dengan SPALD-T skala kawasan yang dilengkapi bangunan pengolah lumpur tinja

1.227 1.227 1.227

Jumlah rumah yang memiliki akses sanitasi aman 5.140 12.826 16.513 Jumlah rumah tinggal di Kota XYZ 197.938 197.938 199.938 Persentase akses sanitasi aman Kota XYZ 2,60% 6,48% 8,26%

Tabel 2-17 Contoh Gambaran Akses Sanitasi Aman di Kota XYZ Tahun 2017-2019

I. SPALD Setempat (SPALD-S)

SPALD Setempat (SPALD-S) adalah sistem pengelolaan yang dilakukan dengan mengolah air limbah domestik di lokasi sumber, yang selanjutnya lumpur hasil olahan diangkut dengan sarana pengangkut ke unit Pengolahan Lumpur Tinja. Pengelolaan air limbah domestik sistem setempat terdiri dari 3 komponen, yaitu:

a) Sub-sistem Pengolahan Setempat, merupakan prasarana dan sarana untuk mengumpulkan dan mengolah air limbah domestik dengan cara pengolahan biologis di lokasi sumber, yang dibedakan berdasarkan kapasitas pengolahan terdiri atas:

(30)

• skala individual, yang diperuntukkan 1 (satu) unit rumah tinggal; dan

• skala komunal, yang diperuntukkan untuk 2-10 unit rumah tinggal atau dari bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK).

b) Sub-sistem Pengangkutan, merupakan sarana untuk memindahkan lumpur tinja dari Sub-sistem Pengolahan Setempat ke Sub-sistem Pengolahan Lumpur Tinja. Sarana yang digunakan berupa kendaraan pengangkut yang dilengkapi dengan tangki penampung dan alat penyedot lumpur tinja serta diberi tanda pengenal khusus.

c) Sub-sistem Pengolahan Lumpur Tinja, merupakan prasarana dan sarana untuk mengolah lumpur tinja berupa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), yang terdiri dari bangunan pengolahan lumpur tinja dan sarana penunjangnya.

Gambaran kondisi teknis layanan air limbah SPALD-S eksisting disajikan melalui data-data sebagai berikut:

a) data sambungan rumah yang menggunakan SPALD-S yang menunjukkan cakupan pelayanan SPALD-S;

b) data sarana pengangkutan lumpur tinja meliputi jumlah sarana, jenis sarana, volume, dan ritasi;

c) IPLT yang terpasang meliputi jumlah dan kapasitas IPLT, tahun pembangunan, proses pengolahan air limbah domestik, disertai dengan denah lokasi.

Pada tabel berikut dapat dilihat contoh gambaran kondisi sarana prasarana SPALD-S eksisting.

Selain data-data tersebut perlu juga dideskripsikan operasional layanan yang sudah berjalan beserta masalah yang masih ditemui dalam SPALD-S.

Sarana dan Prasarana yang Ada Keterangan

Sub Sistem Pengolahan Setempat

1. Jamban/kloset + Tangki septik individu ... unit SR (...% penduduk) 2. Jamban/kloset + Tangki septik komunal ... unit SR (...% penduduk) Sub Sistem Pengangkutan

1. Truk tinja, kapasitas ... m3 ... unit (kondisi baik/tidak), milik Pemda/swasta 2. Motor tinja, kapasitas ... m3 ... unit (kondisi baik/tidak), milik Pemda/swasta Sub Sistem Pengolahan

1. IPLT ... (lokasi), Kapasitas ... m3/hari Dibangun tahun ..., Beroperasi dengan baik/tidak 2. IPLT ... (lokasi), Kapasitas ... m3/hari Dibangun tahun ..., Beroperasi dengan baik/tidak

Tabel 2-18 Kondisi Sarana Prasarana SPALD-S Eksisting

(31)

Pelayanan Penyedotan Lumpur Tinja

Pelayanan penyedotan lumpur tinja merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari sistem pengelolaan air limbah setempat, di mana lumpur tinja yang ditampung di tangki septik yang dikelola masyarakat, baik secara individu maupun komunal, perlu dikeluarkan dari dalam tangki septik secara berkala (jika sudah penuh). Jika tidak, jamban yang ada tidak dapat berfungsi dengan baik dan akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Di beberapa daerah, kegiatan penyedotan lumpur tinja sudah diwajibkan sebagai upaya pengendalian pencemaran lingkungan, di mana pelayanannya dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan kepada seluruh masyarakat pengguna tangki septik yang dikenal dengan istilah Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).

Gambaran tentang kondisi pelayanan penyedotan lumpur tinja saat ini diberikan oleh institusi yang diberi kewenangan pengelolaannya. Informasi yang didapat meliputi data kelembagaan, data teknis, dan data keuangan yang ada saat ini. Data kelembagaan meliputi peraturan terkait tupoksi penyedotan lumpur tinja, jumlah SDM yang melayani, serta informasi kerja sama dengan pihak swasta jika ada. Data teknis meliputi banyaknya tangki septik yang telah dilayani penyedotan, jumlah rumah yang telah bersedia menjadi pelanggan LLTT, berapa jumlah ritasi truk tinja per hari, berapa jumlah volume lumpur yang masuk dan diolah di bangunan IPLT, serta kendala maupun permasalahan teknis yang ditemui dalam pengelolaannya. Data keuangan yang perlu disampaikan meliputi tarif retribusi penyedotan yang berlaku, jumlah penerimaan dan pengeluaran biaya operasional dari layanan tersebut, serta upaya-upaya dalam penjaringan pelanggan.

II. SPALD Terpusat (SPALD-T)

Pengelolaan SPALD Terpusat (SPALD-T) adalah sistem pengelolaan yang dilakukan dengan mengalirkan air limbah domestik dari sumber secara kolektif ke sub-sistem pengolahan terpusat untuk diolah sebelum dibuang ke badan air permukaan. Ditinjau dari komponennya, SPALD-T memiliki tiga sub-sistem, yakni:

a) sub-sistem pelayanan;

b) sub-sistem pengumpulan; dan c) sub-sistem pengolahan terpusat.

Sub-sistem Pelayanan merupakan prasarana dan sarana untuk menyalurkan air limbah domestik dari sumber, baik toilet maupun dapur, melalui perpipaan persil ke sub-sistem pengumpulan. Sub-sistem pelayanan berada di pekarangan rumah yang menjadi tanggung jawab masyarakat dalam pengoperasian dan perawatannya. Sub-sistem pelayanan terdiri dari pipa tinja, pipa non-tinja, bak perangkap lemak dan minyak dari dapur, pipa persil, bak kontrol, dan bak inspeksi.

Sub-sistem pengumpulan merupakan prasarana dan sarana untuk menyalurkan air limbah domestik melalui perpipaan dari sub-sistem pelayanan ke sub-sistem pengolahan terpusat.

Secara umum, prasarana dan sarana sub-sistem pengumpulan terdiri dari pipa retikulasi, pipa induk, serta prasarana dan sarana pelengkap.

(32)

Sub-sistem pengolahan terpusat merupakan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) pada SPALD-T ditujukan untuk mengolah air limbah domestik yang terkumpul jaringan perpipaan sehingga dapat memenuhi baku mutu lingkungan yang sudah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan sebelum dialirkan masuk ke badan air penerima.

Penentuan jenis sub-sistem pengolahan terpusat yang digunakan dilakukan dengan mempertimbangkan skala atau cakupan pelayanan. Berdasarkan cakupan pelayanannya, SPALD-T dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

a) skala permukiman, untuk lingkup permukiman dengan layanan 50 (lima puluh) sampai 20.000 (dua puluh ribu) jiwa;

b) skala kawasan tertentu, seperti kawasan komersial dan kawasan rumah susun; dan c) skala perkotaan, untuk lingkup perkotaan dan/atau regional dengan minimal layanan

20.000 (dua puluh ribu) jiwa.

Gambaran kondisi teknis layanan air limbah SPALD-T eksisting disajikan melalui data-data sebagai berikut:

• data sambungan rumah yang menggunakan SPALD-T yang menunjukkan cakupan pelayanan SPALD-T;

• data panjang dan diameter jaringan perpipaan air limbah domestik yang terpasang;

• IPALD yang terpasang meliputi jumlah dan kapasitas IPALD, tahun pembangunan, proses pengolahan air limbah domestik, disertai dengan denah lokasi.

Pada tabel berikut dapat dilihat contoh gambaran kondisi sarana prasarana SPALD-T eksisting.

Selain data-data tersebut perlu juga dideskripsikan operasional layanan yang sudah berjalan beserta masalah yang masih ditemui dalam SPALD-T.

Sarana dan Prasarana yang Ada Keterangan

SPALD-T Skala Permukiman

1. Lokasi ... Kapasitas ... m3/hari Dibangun tahun ... melayani ... unit SR (... % penduduk), berfungsi/tidak

2. Lokasi ... Kapasitas ... m3/hari Dibangun tahun ... melayani ... unit SR (... % penduduk), berfungsi/tidak

SPALD-T Skala Kawasan Tertentu

1. Lokasi ... Kapasitas ... m3/hari Dibangun tahun ... melayani ... unit SR (... % penduduk), berfungsi/tidak

2. Lokasi ... Kapasitas ... m3/hari Dibangun tahun ... melayani ... unit SR (... % penduduk), berfungsi/tidak

SPALD-T Skala Kota

1. Lokasi ... Kapasitas ... m3/hari Dibangun tahun ... melayani ... unit SR (... % penduduk), berfungsi/tidak

2. Lokasi ... Kapasitas ... m3/hari Dibangun tahun ... melayani ... unit SR (... % penduduk), berfungsi/tidak

Tabel 2-19 Kondisi Sarana Prasarana SPALD-T Eksisting

(33)

B. Aspek Keuangan

Kondisi eksisting terkait aspek keuangan menggambarkan belanja pada dinas/UPTD yang menangani operasional pengelolaan air limbah domestik selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah, beserta alokasi anggarannya, yang meliputi kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik dalam Daerah Kabupaten/Kota, khususnya pada sub kegiatan pada:

• Pembinaan Teknik Pengelolaan Air Limbah Domestik;

• Sosialisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Rangka Penyediaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik;

• Pengembangan SDM dan Kelembagaan Pengelolaan Air Limbah Domestik; dan

• Operasi dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Berikut ini, contoh identifikasi belanja pada sub kegiatan operasi dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik pada UPTD PALD Kota XYZ.

Belanja 2015 2016 2017 2018 2019

Pagu - - 306.045.000 580.000.000 666.480.000

Realisasi - - 287.274.000 568.132.350 603.866.432

% Kinerja - - 93,86% 97,95% 90,61%

Tabel 2-20 Contoh Belanja Operasi dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik pada UPTD Pengelolaan Air Limbah Domestik Kota XYZ Tahun 2017-2019

Pada contoh di atas, UPTD baru beroperasi tahun 2017, maka indentifikasi yang dilakukan pada tahun 2020 hanya sampai dengan tahun 2017.

Alokasi anggaran pada program tersebut sebagai gambaran kasar awal kebutuhan operasional di awal integrasi. Selain terkait belanja, dijelaskan juga terkait penerimaan dari retribusi air limbah (bila daerah telah memiliki perda retribusi terkait pengelolaan air limbah domestik) yang meliputi target dan realisasinya selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Pendapatan dari retribusi dapat menjadi gambaran kasar di awal terkait pendapatan dari pengelolaan air limbah domestik.

Berikut ini format yang dapat digunakan dalam menuangkan gambaran pendapatan dari retribusi pengelolaan air limbah domestik.

Retribusi Pengolahan Limbah Cair

Landasan Hukum Peraturan Daerah Kota XYZ Nomor 03 Tahun 2015 tentang Retribusi Jasa Umum

PAD Retribusi Tahun

2015 2016 2017 2018 2019

Target - - 8.000.000 34.000.000 45.000.000

Realisasi - - 14.865.000 55.200.000 73.800.000

% Kinerja - - 186% 162% 164%

Tabel 2-21 Contoh Pendapatan Asli Daerah dari Retribusi Pengolahan Limbah Cair Kota XYZ Tahun 2017-2019

(34)

Pada contoh, dikarenakan perda ditetapkan pada tahun 2019, maka pada kasus identifikasi tahun 2020 hanya diperoleh data sampai dengan tahun 2017.

Potensi pengelolaan air limbah domestik dapat dilihat dari salah satunya perkembangan realisasi retribusi pengelolaan air limbah domestik, selain itu jumlah rumah tangga yang belum memiliki akses air limbah domestik.

C. Aspek Peran Masyarakat dan Swasta

Keberhasilan pengelolaan air limbah domestik juga tidak terlepas dari seberapa besar peran serta masyarakat dalam pengelolaannya. Informasi mengenai peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik bisa diperoleh dari beberapa data berikut:

• data kepemilikan sarana prasarana sanitasi layak dan aman;

• data penilaian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bisa diperoleh dari Laporan STBM Kota yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan Kota atau hasil SurveI Kebutuhan Nyata (RDS) dan survei EHRA yang pernah dilakukan;

• data tentang jumlah usulan masyarakat untuk penyediaan sarana air limbah pada forum musrenbang serta; dan/atau

• data jumlah masyarakat yang berinisiatif melakukan penyedotan lumpur tinja atau menyambung dengan jaringan perpipaan air limbah pada sistem pengelolaan terpusat.

Data peran serta masyarakat tersebut juga dapat memberikan gambaran awal tentang potensi pelanggan air limbah yang akan dilayani oleh Perumda AM, sekaligus juga untuk menentukan upaya pemasaran layanannya.

Selain data peran serta masyarakat secara umum, dalam kegiatan penyiapan integrasi air limbah domestik perlu juga didata adanya keterlibatan swasta dalam pengelolaan air limbah domestik.

Data tersebut dapat berupa adanya kerja sama usaha atau bisnis dengan institusi pengelola maupun adanya hibah atau bantuan bagi penyelenggaraan pengelolaan air limbah domestik.

D. Kelembagaan

Pada aspek kelembagaan, dijelaskan peran regulator dan operator air limbah domestik ada pada dinas apa saja serta bidang/seksi yang terkait langsung dalam tugas dan fungsi air limbah domestik. Operator yang melaksanakan tugas teknis operasional pengelolaan air limbah domestik apakah telah dilaksanakan UPTD atau masih pada biang/seksi pada dinas.

Pada pelaksana teknis operasional pengelolaan air limbah domestik, juga menjelaskan terkait SDM/

personil yang menanganinya yang meliputi nama jabatan dan jumlah personilnya masing-masing, serta status apakah PNS, PPPK, atau tenaga harian lepas (THL). Berikut ini contoh identifikasi pada aspek kelembagaan.

(35)

Contoh narasi penjelasan terkait aspek kelembagaan eksisting:

Kewenangan air limbah Kota XYZ dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota XYZ Nomor 05 tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota XYZ. Kewenangan air limbah diwadahi pada Bidang Cipta Karya, Seksi Air Minum, Air Limbah Domestik dan Sumber Daya Air sesuai Peraturan Walikota XYZ Nomor 64 tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota XYZ.

Kegiatan teknis operasional (operator) pengelolaan air limbah domestik menjadi tugas dari Unit Pelaksana Teknis Pengolahan Air Limbah Daerah, sesuai dengan Peraturan Walikota XYZ Nomor 88 Tahun 2019 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengolahan Air Limbah Domestik pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Ketersediaan jumlah personil yang menangani pengelolaan air limbah domestik pada UPTD PALD, dapat dilihat sebagai berikut:

No. Jabatan Jumlah Keterangan

1 Kepala UPTD 1

2 Pengadministrasi Umum 1 THL

3 Pengadministrasi Keuangan 1 THL

4 Pramu Bakti 3

5 Pengemudi 2 1 THL

6 Teknisi Keciptakaryaan (petugas pada sub- sistem pengolahan setempat dan sub-sistem pengangkutan)

3 2 THL

7 Teknisi Keciptakaryaan (Petugas di IPLT/sub-sistem

pengolahan lumpur tinja) 6 3 THL

8 Petugas Keamanan 1 THL

Jumlah 18 9 THL

Tabel 2-22 Contoh Identifikasi Ketersediaan Personil UPTD PALD Kota XYZ Tahun 2019

Gambar

Gambar 1-1 Tahapan Penyiapan Integrasi Pengelolaan Air Limbah Domestik Pada Perumda Air Minum
Tabel 2-1 Hasil Penilaian Kinerja Perumda AM dalam Kurun Waktu 5 (Lima) Tahun Terakhir
Tabel 2-4 Persentase Jumlah Pengaduan pada Perumda AM Selama 5 (Lima) Tahun Terakhir
Tabel 2-13 Bobot Penilaian Kesiapan Perumda Air Minum Mengelola Air Limbah Domestikc)  Hasil Penilaian Kesiapan Perumda AM Mengelola Air Limbah Domestik
+7

Referensi

Dokumen terkait

pengelolaan sarana limbah cair domestik secara terpusat, kurang memadainya sistem pengelolaan limbah cair domestik rumah tangga individual atau semi komunal

Fokus penelitian ini ditekankan pada bagaimana perilaku masyarakat terhadap pengelolaan air limbah domestik, bagaimana sistem pengaliran dan penampungan air limbah, bagaimana

(1) Pemerintah Daerah membangun sarana pengelolaan air limbah domestik dengan sistem setempat komunal pada kawasan yang tidak terjangkau jaringan sistem terpusat dan/atau

Secara umum pengelolaan air limbah domestik di kawasan kumuh Kecamatan Karanganyar menggunakan tipe pengelolaan on site dengan jamban pribadi dan saluran drainase,

Oleh karena itu jika air limbah domestik tidak dikelola dengan baik maka setiap tahun beban pencemaran limbah organik terhadap sungai yang melintasi Kota Praya

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini bagi masyarakat dan pengelola/pemerintah adalah memberikan alternatif strategi dan program pengelolaan air limbah domestik

Berdasarkan analisis kedua tabel peluang dan ancaman di atas, nilai hasil faktor eksternal yang ada untuk meningkatkan pengelolaan air limbah domestik Kecamatan

Buku ini membahas tentang sistem pengelolaan air limbah domestik setempat tangki septik dengan up-flow