• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Preferensi

IV. GAMBARAN UMUM PARIWISATA KOTA BOGOR

5.1 Preferensi Wisatawan Berwisata ke Kota Bogor

5.1.2 Kondisi Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Preferensi

Responden dalam penelitian ini adalah wisatawan nusantara yang berkunjung ke kota Bogor. Berdasarkan Gambar 4. usia yang menjadi responden sebagian besar berusia 21-25 tahun yaitu sebesar 37 persen, dan yang paling kecil yaitu yang berusia 15-20 tahun.

Gambar 4. Usia Responden

Sebagian besar tingkat pendidikan dari reponden adalah tamatan SMU yaitu sebesar 43 persen,disusul oleh tamatan Sarjana/Pascasarjana yaitu sebesar 23 persen. Untuk tingkat pendidikan yang paling kecil yaitu tidak tamat SD yaitu sebesar 1 persen.

Gambar 5. Pendidikan Responden

Pekerjaan responden sebagian besar adalah bekerja yaitu sebesar 52 persen, dan tidak bekerja yaitu sebesar 48 persen. Hal ini dikarenakan orang cenderung melakukan kegiatan berwisata bila sudah mempunyai pendapatan. Baik itu pendapatan pribadi ataupun pendapatan keluarga.

Pendapatan rata-rata keluarga perbulan responden sebagian besar berjumlah kurang dari satu juta sebanyak 31 persen. Sedangkan responden yang pendapatan rata-rata keluarganya paling kecil yaitu dua juta sampai dua juta lima ratus yaitu sebesar enam persen.

Gambar6. Pendapatan Rata-Rata Responden 5.1.2.2. Faktor-Faktor Perilaku Wisatawan

Perilaku wisatawan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu terkait dengan intensitas berwisata yang dilakukan wisatawan tiap tahunnya dan juga biaya yang dikeluarkan setiap melakukan kegiatan wisatanya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata wisatawan melakukan kegiatan wisatanya yaitu 10 kali per tahun. Besarnya pendapatan seseorang tidak menjadi ukuran seseorang mempunyai intensitas yang sering pula. Karena setiap orang mempunyai kebutuhan berwisata yang berbeda-beda dan kegiatan berwisata ini erat kaitannya dengan hobi atau kesenangan seseorang. Dari hasil penelitian ini menunjukkan orang yang pendapatannya lebih kecil memiliki intensitas yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang pendapatannya lebih besar.

Sedangkan rata-rata biaya yang dikeluarkan wisatawan setiap melakukan kegiatan wisatanya yaitu sebesar Rp. 244904,76 atau jika dibulatkan yaitu sama dengan Rp. 250.000,00. Biaya yang dikeluarkan dalam berwisata tergantung jauh tidaknya tempat objek wisata yang menjadi tujuan wisatanya. Hal ini berkaitan dengan pendapatan seseorang, biaya yang dikeluarkan untuk transportasi, tarif masuk dan yang lainnya di objek wisata yang dituju, harga souvenir-souvenir di objek wisata, dan yang tak kalah pentingnya yaitu pola konsumsi seseorang. Orang yang konsumtif akan mengeluarkan biaya yang lebih besar daripada orang yang tidak konsumtif.

5.1.2.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata Yang Ada di Kota Bogor

Suatu daerah tujuan wisata harus menyediakan berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh wisatawan, agar tujuan kunjungan seorang wisatawan dapat terpenuhi. Sarana prasarana, aksestabilitas, termasuk daya tarik objek-objek wisata yang ada di daerah tujuan. Hal-hal yang menjadi ciri khas dari suatu daerah akan menjadikan citra tersendiri bagi suatu daerah. Setiap daerah tujuan wisata mempunyai citra (image) tertentu, yaitu kesan seseorang terhadap suatu destinasi yang mengandung keyakinan dan persepsi.

Persepsi wisatawan terhadap objek wisata yang ada di kota Bogor yang dikaji dalam penelitian ini yaitu dilihat dari segi, biaya yang dikeluarkan, kualitas pariwisata kota Bogor, kelengkapan fasilitas kota Bogor, kebersihan, kenyamanan, keamanan kota Bogor, letak kota Bogor, atraksi yang ditawarkan, pelayanan dari pengelola tiap objek wisata yang ada di kota Bogor, dan fasilitas yang ada di dalam tiap objek wisata yang ada di kota Bogor.

Tabel 14. Persepsi Wisatawan Terhadap Biaya yang Dikeluarkan Ketika Berwisata di Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%)

1 Sangat Besar 2 2

2 Besar 13 12

3 Kecil 71 68

4 Sangat Kecil 19 18

Total 105 100

Tabel 14 menunjukkan persepsi wisatawan terhadap anggaran biaya yang dikeluarkan ketika para wisatawan berekreasi di kota Bogor. Sebagian besar wisatawan yaitu 68 persen setuju bahwa biaya yang dikeluarkan ketika berekreasi di kota Bogor tidak terlalu besar. Biaya yang dimaksud disini yaitu semua anggaran yang dikeluarkan ketika melakukan kegiatan berwisata di kota Bogor. Termasuk di dalamnya yaitu biaya tarif masuk objek wisata, transportasi, biaya akomodasi, dan pengeluaran lainnya.

Tabel 15. Persepsi Wisatawan Terhadap Kualitas Pariwisata Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Berkualitas 2

2 Tidak Berkualitas 34 32 

3 Berkualitas 67 64 

4 Sangat Berkualitas 2

Total 105 100

Tabel 15 menunjukkan 64 persen wisatawan berpendapat pariwisata kota Bogor mempunyai kualitas yang cukup baik. Kualitas pariwisata berkaitan dengan daya tarik dari tiap objek wisata, pelayanan yang diberikan, fasilitas yang tersedia, sarana pendukung seperti akomodasi, souvenir-souvenir yang

ditawarkan, atraksi yang ditawarkan, dan kondisi kenyamanan dan keamanan tempat tujuan wisata.

Tabel 16. Persepsi Wisatawan Terhadap Kelengkapan Fasilitas Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Lengkap 0

2 Tidak Lengkap 12 11 

3 Lengkap 82 78 

4 Sangat Lengkap 11 10 

Total 105 100

Tabel 16 menunjukkan 78 persen wisatawan setuju bahwa kota Bogor memiliki fasilitas yang lengkap. Sedangkan yang menyatakan tidak setuju bahwa fasilitas kota Bogor lengkap hanya sebesar 11 persen wisatawan yang menjadi responden dalam penelitian ini. Fasilitas yang dimaksud yaitu meliputi bank, pasar, rumah makan, hotel/penginapan, layanan telekomunikasi, dan rumah sakit/ puskesmas.

Tabel 17. Persepsi Wisatawan Terhadap Kebersihan Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Bersih 12 11 

2 Tidak Bersih 49 47 

3 Bersih 41 39 

4 Sangat Bersih 3

Total 105 100

 

Tabel 17 menunjukkan persepsi wisatawan terhadap kebersihan kota Bogor. Sebanyak 47 persen wisatawan menyatakan kota Bogor masih belum bersih. Kebersihan kota masih kurang diperhatikan. Kebersihan berhubungan dengan sampah yang masih berserakan dimana-mana. Hal ini memerlukan kesadaran dari semua pihak baik pemerintah, pengelola objek wisata, masyarakat

setempat dan juga wisatawan itu sendiri. Tidak hanya cukup dengan penyediaan tempat sampah dan peringatan saja seperti tulisan-tulisan jangan buang sampah sembarangan. Hal ini saja tidak cukup untuk meningkatkan kesadaran setiap manusia akan pentingnya kebersihan lingkungan. Pemerintah setempat juga perlu memperhatikan banyaknya tempat sampah yang tersedia dan juga letak tempat sampah tersebut.

Tabel 18. Persepsi Wisatawan Terhadap Kenyamanan Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Nyaman 5 5

2 Tidak Nyaman 37 35

3 Nyaman 57 54

4 Sangat Nyaman 6 6

Total 105 100

Tabel 18 menunjukkan persepsi wisatawan terhadap kenyamanan kota Bogor. Sebanyak 54 persen wisatawan menyatakan bahwa ketika berekreasi di kota Bogor mereka merasa nyaman. Kenyamanan suatu tempat akan berpengaruh tehadap kesan wisatawan terhadap tempat tersebut. Bila tempat tersebut dapat memberikan kenyamanan terhadap wisatawan yang datang, maka akan membuat wisatawan untuk datang ke tempat itu lagi. Hal ini akan membawa kesan yang positif bagi wisatawan terhadap tempat tersebut, dan memberikan citra yang baik bagi kota secara keseluruhan.

Tabel 19. Persepsi Wisatawan Terhadap Keamanan Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Aman 3 3

2 Tidak Aman 31 30

3 Aman 66 63

4 Sangat Aman 5 5

 

Tabel 19 menunjukkan persepsi wisatawan terhadap keamanan kota Bogor. Sebanyak 63 persen wisatawan merasa aman ketika mereka berekreasi di kota Bogor. Keamanan suatu tempat merupakan salah satu hal yang dijadikan pertimbangan wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat wisata. Karena dalam melakukan kegiatan wisatanya wisatawan harus merasa aman.

Tabel 20. Persepsi Wisatawan Terhadap Letak Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Strategis 0 0

2 Tidak Strategis 11 10

3 Strategis 79 75

4 Sangat Strategis 15 14

Total 105 100

Tabel 20 menunjukkan sebanyak 75 persen wisatawan menyatakan bahwa letak kota Bogor cukup strategis. Hal ini didukung pula oleh akses tol yang mudah, berdekatan dengan Jakarta, dan merupakan salah satu kota yang menjadi jalur utama.

Tabel 21. Persepsi Wisatawan Terhadap Atraksi yang Ditawarkan di Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Menarik 4 4

2 Tidak Menarik 46 44

3 Menarik 54 51

4 Sangat Menarik 1 1

Total 105 100

Tabel 21 menunjukkan persepsi wisatawan terhadap atraksi yang ditawarkan di kota Bogor. Sebesar 51 persen responden menyatakan atraksi yang ditawarkan di kota Bogor menarik. Atraksi (objek dan daya tarik) merupakan

komponen yang sangat vital, karena atraksi merupakan faktor penyebab utama, mengapa seseorang wisatawan mengunjungi suatu daerah tujuan wisata.

Tabel 22. Persepsi Wisatawan Terhadap Kualitas Pengelola Obyek Wisata di Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Berkualitas 3 3

2 Tidak Berkualitas 41 39

3 Berkualitas 59 56

4 Sangat Berkualitas 2 2

Total 105 100

Tabel 22 menunjukkan persepsi wisatawan terhadap kualitas pengelola objek wisata di kota Bogor. Sebesar 56 persen wisatawan menyatakan pengelola objek wisata yang ada di kota Bogor mempunyai kualitas yang baik. Kualitas pengelola yang dimaksud yaitu menyangkut pelayanan terhadap wisatawan yang datang. Bila suatu objek wisata tempatnya menarik tetapi pelayanannya tidak memuaskan, kesan menarik itu akan berkurang bahkan hilang. Kualitas dari pengelola objek wisata ini juga erat kaitannya dengan kualitas dari masing-masing sumber daya manusianya. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusianya maka semakin berkualitas juga pelayanan dari para pengelola objek wisata. Hal ini sangat mendukung terhadap kualitas dari suatu objek wisata.

Tabel 23. Persepsi Wisatawan Terhadap Fasilitas Yang Ada di Obyek Wisata di Kota Bogor

Nilai Keterangan Jumlah Persentase(%) 1 Sangat Tidak Lengkap 2 2

2 Tidak Lengkap 34 32

3 Lengkap 64 61

4 Sangat Lengkap 5 5

Tabel 23 menunjukkan persepsi wisatawan terhadap fasilitas yang ada di dalam objek wisata di kota Bogor. Sebesar 61 persen wisatawan menyatakan fasilitas yang ada dalam objek wisata di kota Bogor lengkap. Fasilitas yang dimaksud disini yaitu sarana penunjang di dalam tiap objek wisata seperti toilet, tempat parkir, musola, kantin, ruang sekertariat, ruang pameran, ruang informasi dan sebagainya.

5.1.3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Wisatawan dalam Berwisata ke Bogor

Nilai Probability LR stat sebesar 0,0000654 atau 6,54 x 10-5. Nilai ini lebih kecil dari dari taraf nyata yang digunakan (α = 10 persen), jika H0= variabel-variabel independen tidak berpengaruh nyata terhadap variabel-variabel dependen dan H1= variabel-variabel independen berpengaruh nyata terhadap variabel dependen, karena 0.000148< 0,1 maka tolak H0. Hal ini berarti secara bersama-sama variabel-variabel independen berpengaruh nyata terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan software E-views 4.1 dengan menggunakan model Binary (Probit) didapat hasil seperti pada Tabel 24.

Variabel pendidikan wisatawan berpengaruh nyata terhadap variabel dependen dengan nilai p sebesar 0.0615 pada taraf alpha 10 persen. Nilai koefisien variabel pendidikan sebesar -0.282596 artinya semakin tinggi pendidikan maka semakin memperkecil kecenderungan wisatawan untuk berwisata ke Bogor. Hal ini membuktikan bahwa adanya kemungkinan adanya hubungan positif antara tingkat pendidikan dan pilihan berwisata. Semakin tinggi tingkat pendidikan memberikan peluang kepada wisatawan untuk lebih leluasa memilih obyek wisata yang dikehendaki.

Tabel 24. Hasil Estimasi Model Binary (Probit)

Variabel Independen Koefisien P-value

C Konstanta -3.270328 0.1587

X1 Umur Wisatawan -0.034504 0.1557 X2 Pendidikan wisatawan -0.282596 0.0615 X3 Pendapatan wisatawan per bulan 0.018525 0.8839 X4 Intensitas berwisata 0.043331 0.0251 X5 Biaya yang dikeluarkan ketika berwisata 0.672368 0.0217 X6 Kualitas pariwisata kota Bogor 0.078148 0.8257 X7 Fasilitas kota Bogor -0.314532 0.4285 X8 Kebersihan kota Bogor -0.390209 0.2482 X9 Kenyamanan ketika berwisata 1.090626 0.0011 X10 Keamanan kota Bogor 0.357723 0.2967 X11 Letak kota Bogor 0.539379 0.1562 X12 Atraksi yang ditawarkan di kota Bogor 0.171016 0.5641 X13 Pengelola obyek wisata di kota Bogor -0.290701 0.4394 X14

Sarana & Prasarana di dalam obyek wisata

-0.138069 0.6482

D1 Pekerjaan wisatawan 0.224627 0.5600 D2 Tempat Tinggal Wisatawan -0.036526 0.9199 LR statistic (16 df) 44.82683

Probability(LR stat) 0.000148 Alpha = 10 persen

Variabel intensitas melakukan kegiatan berwisata berpengaruh nyata terhadap variabel dependen dengan nilai p sebesar 0.0251 pada taraf alpha 10 persen. Nilai koefisien variabel intensitas sebesar 0.043331 artinya semakin tinggi intensitas berwisata seseorang maka semakin besar kecenderungan preferensi wisatawan untuk berwisata ke Bogor. Hal ini membuktikan bahwa kota Bogor masih menjadi pilihan obyek wisata.

Variabel biaya yang dikeluarkan ketika berwisata di kota Bogor berpengaruh nyata terhadap variabel dependent dengan nilai p 0.0217 sebesar

pada taraf alpha 10 persen. Nilai koefisien variabel biaya sebesar 0.672368 artinya semakin tinggi tingkat penilaian faktor biaya yang dikeluarkan ke Bogor relatif murah maka semakin besar kecenderungan preferensi wisatawan untuk berwisata ke kota Bogor. Hal ini membuktikan bahwa dalam melakukan kegiatan wisatanya wisatawan mempertimbangkan biaya yang harus mereka keluarkan.

Variabel kenyamanan berwisata di kota Bogor berpengaruh nyata terhadap variabel dependen dengan nilai p sebesar 0.0011pada taraf alpha 10 persen. Nilai koefisien variabel kenyamanan sebesar 1.090626 artinya semakin tinggi tingkat kenyamanan maka semakin besar kecenderungan preferensi wisatawan untuk berwisata ke kota Bogor.

Variabel umur wisatawan, pendapatan wisatawan, kualitas pariwisata kota Bogor, fasilitas kota Bogor, keamanan kota Bogor, letak kota Bogor, atraksi yang ditawarkan di kota Bogor, pengelola obyek wisata, sarana dan prasarana yang ada dalam objek wisata, pekerjaan wisatawan dan tempat tinggal wisatawan tidak berpengaruh nyata terhadap preferensi wisatawan dalam berwisata ke kota Bogor.

5.2. Potensi dan Kondisi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Daya Saing

Dokumen terkait