• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kota Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive (contoh berdasarkan pertimbangan tentang beberapa karakteristik yang cocok berkaitan dengan anggota contoh yang diperlukan untuk menjawab tujuan penelitiannya) karena Bogor merupakan salah satu kota yang sangat dekat dengan Ibukota negara, merupakan potensi yang strategis bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dan jasa, pusat kegiatan nasional untuk industri, perdagangan, transportasi, ekonomi dan pariwisata. Waktu penelitian dimulai dari bulan Juni 2008 sampai bulan Juli 2008.

3.2. Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer diperoleh melalui metode survei dengan menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara. Kuesioner yang disebarkan berupa daftar pertanyaan yang telah disusun dengan rapi. Data kepariwisataan beserta instansi terkait lainnya, seperti: Disparbud kota Bogor, BPS kota Bogor, Dispenda kota Bogor dan Deperindagkop kota Bogor. 3.3. Metode Penarikan Sampel

Penelitian ini menggunakan metode penarikan contoh yang disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Metode penarikan contoh untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi wisatawan dalam berekreasi ke kota Bogor dengan menggunakan accidental sampling, yaitu ketika responden yang

dijadikan sampel sedang berada di lokasi penelitian dan mau diwawancarai. Ada screening di awal kuesioner dimana pengunjung yang dijadikan responden adalah pelaku utama yang mempunyai minat ingin berekreasi ke kota Bogor dan pengunjung pernah berkunjung sebelumnya ke kota Bogor minimal satu kali. Penyebaran kuesioner dilakukan di tempat-tempat rekreasi seperti Kebun Raya Bogor, The Jungle, dan tempat-tempat rekreasi serta hiburan lainnya. Responden yang diambil sebagai sampel adalah wisatawan yang berada di tempat wisata selama penelitian dilaksanakan.

Ukuran sampel yang diambil, mengacu pada pendapat Slovin (Umar, 2005) sesuai dengan rumus seperti sebagai berikut :

dimana : n = ukuran sampel

N= ukuran populasi

e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir

Ukuran populasi mengacu pada data jumlah kunjungan yang diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Budaya kota Bogor, yakni data kunjungan tahun 2007 yaitu sebanyak 1.212.285 orang dan persen kelonggaran yang ditentukan adalah 10 persen. Berdasarkan data kunjungan yang dimasukkan ke dalam rumus Slovin, maka diperoleh jumlah sampel yang akan diambil adalah :

Untuk memudahkan perhitungan maka jumlah sampel yang diambil dibulatkan menjadi 100 orang. Tetapi yang dimasukkan ke dalam perhitungan dan pengolahan data yaitu sebanyak 105 responden. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan hasil yang baik dalam pengolahan data.

3.4. Metode Pengolahan dan Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan analisis statistik Regresi Binary dengan menggunakan model Probit. Dalam penelitian ini pengolahan data dengan menggunakan Microsoft Excel dan Eviews 4.1.

Penelitian ini mengikuti beberapa tahap yang disesuaikan dengan tujuan penelitian, yaitu:

1. Deskripsi Data

Tahapan ini dilakukan untuk melihat karakteristik seluruh data yang diperoleh. Data diperoleh dari wisatawan yang menjadi responden dalam pengisian kuesioner. Terdapat dua jenis kuesioner dengan responden yang berbeda. Kuesioner pertama ditujukan untuk wisatawan yang sedang berwisata di kota Bogor. Kuesioner yang pertama ini digunakan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengeruhi preferensi wisatawan dalam berwisata di kota Bogor. Kuesioner yang kedua ditujukan untuk pemerintah daerah, para pengelola obyek wisata, dan pengusaha untuk melihat potensi dan kondisi faktor-faktor yang

mempengaruhi daya saing kepariwisataan kota Bogor. Sebelum dilakukan pengolahan data dilakukan pengkodean data kualitatif dan mengklasifikasikan kategori jawaban untuk disesuaikan dengan tujuan penelitian.

2. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan porter’s diamond. Analisis dengan pendekatan porter’s diamond digunakan untuk menganalisa kondisi dan potensi daya saing kepariwisataan di kota Bogor. Dalam menganalisis kondisi dan potensi daya saing kepariwisataan kota Bogor dilakukan dengan survey melihat langsung ke lapangan dan selain itu juga dilakukan wawancara kepada pihak-pihak terkait seperti kepala dinas pariwisata, pengelola tempat wisata, pengembang pariwisata, pengusaha-pengusaha industri yang berhubungan dengan pariwisata. Adapun untuk melihat kondisi permintaan selain dilakukan wawancara terhadap wisatawan juga dilakukan dengan pengisian kuesioner yang pertanyaan-pertanyaannya sudah disusun teratur dan sistematis sebelumnya. Analisis dengan menggunakan metode frekuensi digunakan untuk menjelaskan berbagai variabel yang berkaitan dengan jumlah dan persentase karakteristik responden.

3. Model Probit

Model Probit digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi wisatawan dalam berekreasi ke kota Bogor. Menurut Arief (1993), model Probit didasarkan atas asumsi bahwa variabel dependen yang diteliti mengikuti fungsi distribusi kumulatif yang berbentuk normal. Oleh karena

didasarkan atas normal cumulative distribution function, maka model ini disebut juga model normit (normit model).

Menurut Gujarati (1997), penggunaan model Probit yaitu untuk menjelaskan perilaku suatu variabel tak bebas (dependen) yang dummy atau dichotomous. Variabel dependennya bernilai 0 atau 1. Modelnya secara sederhana sebagai berikut:

Yi = α + βXi + Ui………..………..(2.1) Yi bersifat dikotomi sebagai fungsi linier dari variable yang menjelaskan Xi€ (Yi/Xi) merupakan harapan bersyarat dari Yi untuk Xi tertentu.

Sedangkan menurut Koop (2003), model probit digunakan ketika variabel dependennya berupa data kualitatif sebagai dummy yang bernilai 0 dan 1. Ketika individu membuat sebuah pilihan diantara dua pilihan, secara ekonomi akan dirumuskan dengan fungsi utilitas. Jika utilitas dari individu i dan Uji (Untuk J= 0,1). Individu akan memilih 1 jika Uji > U01 dan sebaliknya jika pilihannya 0. Dengan demikian pilihan tergantung dari perbedaan utiltas. Model Probit mengasumsikan perbedaan utilitas ini mengikuti regresi linier normal yang dinyatakan sebagai berikut:

Yi* = Xi’β +εi………(2.2) Ahli ekonomi tidak meninjau Yi* secara langsung, tetapi hanya pilihan yang sebenarnya dibuat oleh individu i.

Menurut Maddala (1994) dalam prakteknya Yi* tidak dapat diobservasi. Sedangkan yang dapat kita observasi adalah variable dummy yang didefinisikan sebagai berikut :

Y= 1 jika Yi* > 0

Y= 0 jika sebaliknya

Prob (Yi = 1) = Prob (Ui > β’Xi)

= 1- F (-β’Xi)t………...……….(2.3) Nilai pengamatan dari Y dalam model Probit ini hanya dapat direalisasikan sebagai sebuah proses binomial dengan probabilitas seperti di atas. Oleh karena itu kemungkinan fungsinya adalah

L = yi = 0 F(-β’Xi) yi=1 {1- F(-β’Xi)}……….(2.4) Variabel dependen yang digunakan untuk model Probit dalam penelitian ini adalah preferensi wisatawan yang berekreasi di kota Bogor. Model persamaan regresinya dapat ditulis sebagai berikut:

Y = β1 + β2X1 + β3X2 + β4D1 + β5X3 + β6X 4+ β7X5 + β8X6 + β9X7 + β10 X8+ β11

X9+ β12 X10+ β13X11 + β14 X12+ β15 X13+ β16 X14+ui...(3.1) Keterangan :

Y = 1 jika preferensi wisatawan berwisata di kota Bogor 0 jika preferensi wisatawan berwisata selain kota Bogor

Variabel dependen (Y) diambil dari poin E pertanyaan nomor 2 pada kuesioner pertama dengan responden wisatawan.

X1 = Umur(tahun)

Variabel independen (X1) diambil dari poin A pertanyaan nomor 1 pada kuesioner pertama dengan responden wisatawan.

X2 = Pendidikan (tahun)

Variabel independen (X2) diambil dari poin A pertanyaan nomor 2 pada kuesioner pertama dengan responden wisatawan.

X3 = Pendapatan rata-rata wisatawan per bulan (Rupiah)

Variabel independen (X3) diambil dari poin A pertanyaan nomor 5 pada kuesioner pertama dengan responden wisatawan.

X4 = Intensitas berwisata (kali/tahun)

Variabel independen (X4) diambil dari poin C pertanyaan nomor 1 pada kuesioner pertama dengan respoden wisatawan.

X5 = Biaya yang dikeluarkan

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal yang bernilai 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “ biaya yang dikeluarkan ketika berekreasi di kota Bogor tidak terlalu besar”. Bila penilaian responden adalah 1 artinya biaya yang dikeluarkan ketika berekreasi di kota Bogor adalah terlalu besar. Bila penilaian responden adalah 2 maka berarti biaya yang dikeluarkan adalah besar. Bila penilaian responden 3 artinya biaya yang dikeluarkan ketika berekreasi di kota Bogor tidak terlalu besar. Bila

penilaian responden 4 artinya biaya yang dikeluarkan ketika berekreasi di kota Bogor adalah murah.

Variabel independen (X5) sampai (X14) diambil dari poin F pada kuesioner pertama dengan responden wisatawan.

X6 = Kualitas Wisata Kota Bogor

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “Kualitas Kepariwisataan Kota Bogor baik”.

X7 = Kelengkapan fasilitas Kota Bogor

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “Fasilitas di kota Bogor lengkap”.

X8 = Kebersihan Kota Bogor

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “Kondisi Kota Bogor Bersih ”.

X9 = Kenyamanan Kota Bogor

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4

adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “Berwisata di kota Bogor terasa nyaman”.

X10 = Keamanan Kota Bogor

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “Berwisata di kota Bogor terasa aman”.

X11 = Letak kota Bogor

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “Letak kota Bogor cukup strategis”.

X12 = Atraksi yang ditawarkan di obyek wisata

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “Atraksi yang ditawarkan di obyek wisata yang ada di kota Bogor cukup menarik”.

X13 = Pengelola obyek wisata

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap

pernyataan “Pengelola yang ada di obyek wisata yang ada di kota Bogor bekerja cukup baik”.

X14 = Sarana dan Prasarana yang ada di obyek wisata

Penilaian terhadap variabel ini yaitu skala ordinal 1 hingga 4. Nilai 1 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat tidak setuju dan nilai 4 adalah untuk pendapat wisatawan yang sangat setuju terhadap pernyataan “Sarana dan Prasarana yang ada di obyek wisata yang ada di kota Bogor lengkap”.

D1 = Dummy pekerjaan, 1 jika wisatawan bekerja dan 0 jika wisatawan tidak bekerja.

Variabel independen (D1) diambil dari poin A pertanyaan nomor 2 pada kuesioner pertama dengan respoden wisatawan.

D2 = Dummy tempat tinggal, 1 jika wisatawan tinggal di kota Bogor dan 0 jika wisatawan tinggal di luar kota Bogor.

Variabel independen (D2) diambil dari data responden pada kuesioner pertama dengan responden wisatawan.

i = Responden ke i ui = error

β1 = intersep

β2…….. β13 = Koefisien-koefisien estimasi 3.5. Strategi Peningkatan Daya Saing

Strategi peningkatan daya saing kepariwisataan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Importance Performance Analysis. Gambar 3

merupakan bagan Importance Performance Analysis. Terdapat empat kuadran dalam bagan ini, yaitu Kuadran I (priorotas), Kuadran II (maintain), Kuadran III (low priority), dan Kuadran IV (over).

                Koefisien Indeks Nilai Persepsi Rata-rata Persepsi Rata-rata Koefisien Prioritas Maintain Low Priority Over

Gambar 3. Importance Performance Analysis

Koefisien indeks diperoleh dari koefisien variabel-variabel yang berpengaruh nyata dalam metode probit. Nilai persepsi wisatawan dalam penelitian ini bernilai 1, 2, 3 dan 4. Rata-rata yang diperoleh dari koefisien indeks dan persepsi wisatawan dapat menentukan batas dari tiap kuadran. Koordinat yang diperoleh dari perpotongan titik koefisien indeks dan persepsi wisatawan akan menunjukkan letak titik tersebut.

Bila terletak di kuadran I berarti variabel tersebut merupakan prioritas utama yang perlu diperbaiki. Bila terletak di kuadran II berarti variabel tersebut

merupakan hal yang harus dijaga dan dipertahankan. Bila berada di kuadran III berarti variabel tersebut bukan merupakan prioritas utama untuk diperbaiki. Bila berada di kuadran IV berarti variabel tersebut sudah diberi perlakuan berlebihan.                                            

Dokumen terkait