• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Lambung Selama 1 Hari

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Tumbuhan

4.4 Hasil Uji Efek Anti-Ulkus Beads Alginat yang Mengandung Dispersi Padat Ekstrak Kunyit Padat Ekstrak Kunyit

4.4.3 Kondisi Lambung Selama 1 Hari

Penyembuhan lesi lambung setelah 1 hari dapat diamati dengan menghitung jumlah ulkus dan indeks ulkus dari masing – masing kelompok tikus. Hasil pengamatan secara makroskopik dan mikroskopik diketahui bahwa kelompok tikus yang diberikan HCl 0,6 N yang terlihat pada Gambar 4.3 menunjukkan kerusakan pada mukosa lambung pada makroskopik dan erosi pada sel epitel dan mukosa pada

1 2

4 3

2

3

4

39

mikroskopik. Hasil pengamatan pada kelompok tikus yang diberikan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb yang terlihat pada gambar 4.4 menunjukkan kerusakan pada mukosa lambung yang lebih sedikit pada makroskopik dan erosi pada sel epitel dan mukosa pada mikroskopik. Hasil pengamatan pada kelompok tikus yang diberikan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb yang terlihat pada gambar 4.5 menunjukkan kerusakan pada mukosa lambung yang lebih sedikit dibanding dengan lambung yang diberikan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb pada makroskopik dan erosi pada sel epitel dan mukosa pada mikroskopik. Hasil pengamatan pada kelompok tikus yang diberikan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb

yang terlihat pada gambar 4.6 menunjukkan tidak terdapat luka pada mukosa lambung dibandingkan dengan kelompok beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb dan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb pada makroskopik dan tidak ada erosi atau ulkus dari sel epitel dan hal ini menunjukkan kohesi antar sel mukosa yang cukup bagus pada mikroskopik.

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

1

40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.3 Lambung yang diinduksi dengan HCl 0,6 N setelah 1 hari Keterangan :

 : Luka lambung,  : erosi pada sel epitel dan lamina propria A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran 10x10 Perbesaran 10x40

Tikus 2 Perbesaran 10x10 Perbesaran 10x40

Tikus 3 Perbesaran 10x10 Perbesaran 10x40

A B

Gambar 4.4 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb selama 1 hari

Keterangan :

 : Luka lambung,  : erosi pada sel epitel dan lamina propria A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

1

41

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.5 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb selama 1 hari

Keterangan :

 : Luka lambung,  : erosi pada sel epitel dan lamina propria A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.6 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb selama 1 hari

Keterangan :

 : Luka lambung

A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

1

42 4.4.4 Kondisi Lambung Selama 2 Hari

Penyembuhan lesi lambung setelah 2 hari dapat diamati dengan menghitung jumlah ulkus dan indeks ulkus dari masing – masing kelompok tikus. Hasil pengamatan secara makroskopik dan mikroskopik diketahui bahwa kelompok tikus yang diberikan HCl 0,6 N yang terlihat pada gambar 7 menunjukkan kerusakan pada mukosa lambung pada makroskopik dan erosi pada sel epitel dan mukosa pada mikroskopik. Hasil pengamatan pada kelompok tikus yang diberikan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb yang terlihat pada gambar 8 menunjukkan kerusakan pada mukosa lambung yang lebih sedikit dibandingkan setelah 1 hari pada makroskopik dan erosi pada sel epitel dan mukosa pada mikroskopik. Hasil pengamatan pada kelompok tikus yang diberikan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb dan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb

yang terlihat pada gambar 9 dan gambar 10 menunjukkan tidak terdapat luka pada mukosa lambung dibandingkan dengan kelompok beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb pada makroskopik dan tidak ada erosi atau ulkus dari sel epitel dan hal ini menunjukkan kohesi antar sel mukosa yang cukup bagus pada mikroskopik.

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

1

43

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.7 Lambung yang diinduksi dengan HCl 0,6 N setelah 2 hari Keterangan :

 : Luka lambung,  : erosi pada sel epitel dan lamina propria, A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

. Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.8 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb selama 2 hari

Keterangan :

 : Luka lambung,  : erosi pada sel epitel dan lamina propria, (a). makroskopik lambung (b). mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

1

44

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.9 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb selama 2 hari

Keterangan :

A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.10 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb selama 2 hari

Keterangan :

A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

1

45 4.4.5 Kondisi Lambung Selama 3 Hari

Penyembuhan lesi lambung setelah 3 hari dapat diamati dengan menghitung jumlah ulkus dan indeks ulkus dari masing – masing kelompok tikus. Hasil pengamatan secara makroskopik dan mikroskopik diketahui bahwa kelompok tikus yang diberikan HCl 0,6 N yang terlihat pada Gambar 4.11 menunjukkan kerusakan pada mukosa lambung pada makroskopik dan erosi pada sel epitel dan mukosa pada mikroskopik. Hasil pengamatan pada kelompok tikus yang diberikan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb, beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb dan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb yang terlihat pada gambar 4.12, gambar 4.13 dan gambar 4.14 yang masing – masing kelompok menunjukkan tidak terdapat luka pada mukosa lambung dan tidak terdapat kerusakan dibagian epitel dan mukosa atau tidak ada erosi atau ulkus dari epitel, dan hal ini menunjukkan kohesi antar sel mukosa yang cukup bagus pada mikroskopik. Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

1

46

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.11 Lambung yang diinduksi dengan HCl 0,6 N setelah 3 hari.

Keterangan :

 : Luka lambung,  : erosi pada sel epitel dan lamina propria A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.12 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb selama 3 hari.

Keterangan :

A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

1

47

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.13 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb selama 3 hari.

A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.14 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb selama 3 hari.

Keterangan :

(A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung 4.4.6 Kondisi Lambung Selama 4 Hari

Penyembuhan lesi lambung setelah 4 hari dapat diamati dengan menghitung jumlah ulkus dan indeks ulkus dari masing – masing kelompok tikus. Hasil pengamatan secara makroskopik dan mikroskopik diketahui bahwa kelompok tikus yang diberikan HCl 0,6 N yang terlihat pada Gambar 4.15 menunjukkan kerusakan pada mukosa lambung pada makroskopik dan erosi pada sel epitel dan mukosa pada mikroskopik. Hasil pengamatan pada kelompok tikus yang diberikan beads alginat

1

48

yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb, beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb dan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb yang terlihat pada gambar 4.16, gambar 4.17 dan gambar 4.18 yang masing – masing kelompok menunjukkan tidak terdapat luka pada mukosa lambung dan tidak terdapat kerusakan dibagian epitel dan mukosa atau tidak ada erosi atau ulkus dari epitel, dan hal ini menunjukkan kohesi antar sel mukosa yang cukup bagus pada mikroskopik. Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.15 Lambung yang diinduksi HCl 0,6 N setelah 4 hari

Keterangan :

 : Luka lambung,  : Erosi dari sel epitel sampai submukosa A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

1

49

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.16 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb selama 4 hari

Keterangan :

A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.17 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb selama 4 hari

Keterangan :

A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung

Keterangan: Tikus 1 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

1

50

Tikus 2 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

Tikus 3 Perbesaran10x10 Perbesaran10x40

A B

Gambar 4.18 Lambung yang diberi beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb selama 4 hari

Keterangan :

A : makroskopik lambung, B : mikroskopik lambung Tabel 4.2 Rata – rata jumlah ulkus setiap kelompok

Hari

Rata – rata Jumlah Ulkus (n=5) (X  SD)

51

Gambar 4.19 Perbandingan jumlah ulkus lambung antara kelompok kontrol tanpa pengobatan dengan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb; 300 mg/kg bb; 400 mg/kg bb.

Data pengamatan rata – rata jumlah ulkus yang tertera pada tabel 4.2 dan indeks ulkus pada tabel 4.3. Hasil pengamatan jumlah ulkus dan indeks ulkus dan indeks ulkus pada hari ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) dari uji Kruskal Wallis (dapat dilihat pada lampiran 13). Grafik perbandingan jumlah ulkus pada mukosa lambung dapat dilihat pada gambar 4.19 dan grafik perbandingan indeks ulkus pada mukosa lambung dapat dilihat pada gambar 4.20.

0 2 4 6 8 10 12

0 1 2 3 4

Jumlah Ulkus

Waktu (Hari) Kontrol Tanpa Pengobatan

Beads Alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200mg/kg BB

Beads Alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300mg/kg BB

Beads Alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400mg/kg BB

52

Tabel 4.3 Rata – rata Indeks Ulkus setiap kelompok

Hari

Rata – rata Indeks Ulkus (n=5) (X  SD) Gambar 4.20 Perbandingan indeks ulkus lambung antara kelompok kontrol tanpa

pengobatan dengan beads alginat yang men gandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb; 300 mg/kg bb; 400 mg/kg bb.

Data pengamatan rata – rata pH lambung yang tertera pada tabel 4.4. Hasil pengamatan hari ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 menunjukkan kenaikan pH lambung setiap hari nya dapat dilihat pada gambar 4.21 dan lampiran 15.

0

Beads Alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200mg/kg BB

Beads Alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300mg/kg BB

Beads Alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400mg/kg BB

53 Tabel 4.4 Rata – rata pH setiap kelompok

Hari Gambar 4.21 Perbandingan pH lambung antara kelompok kontrol tanpa

pengobatan dengan beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb; 300 mg/kg bb; 400 mg/kg bb.

Berdasarkan pada tabel dan grafik mengenai jumlah ulkus, pada tabel dan grafik mengenai indeks ulkus maka hasil pengamatan secara makroskopik pada semua lambung tikus kelompok yang diinduksi dengan HCl 0,6 N menunjukkan

0

Beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200mg/kg BB

Beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300mg/kg BB

Beads alginat yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400mg/kg BB

54

rata-rata jumlah ulkus yang paling banyak dan pH lambung yang lebih kecil dibandingkan dengan kelompok dengan pemberian beads alginat dispersi padat ekstrak kunyit. Beads alginat dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg bb menunjukkan penurunan rata-rata jumlah ulkus dan indeks ulkus hingga pada hari ke-3 dengan indeks ulkus 0,00 ± 0,00 dan menunjukkan kenaikan pH, Sedangkan dengan pemberian beads alginat dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb menunjukkan penurunan rata-rata jumlah ulkus dan indeks ulkus hingga pada hari ke-2 dengan indeks ulkus 0,00 ± 0,00 dan juga menunjukkan kenaikan pH.

Sedangkan pemberian beads alginat dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb menunjukkan rata-rata jumlah ulkus 0,00 ± 0,00 dan indeks ulkus 0,00 ± 0,00 hari pertama dan juga menunjukkan kenaikan pH. Hal ini menunjukkan bahwa adanya efek penyembuhan terhadap ulkus pada lambung lebih cepat dengan kelompok pemberian beads alginat dispersi padat ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg bb, dibandingkan kelompok pemberian beads alginat dispersi padat ekstrak kunyit dosis 300 mg/kg bb dan beads alginat dispersi padat ekstrak kunyit dosis 200mg/kg bb. Hal ini juga menunjukkan bahwa dengan pemberian dosis yang semakin tinggi maka akan mengalami penyembuhan yang lebih cepat juga menurunkan keasaman cairan lambung dan pada kelarutan ekstrak kunyit lebih baik dengan menggunakan metode dispersi padat dan memberikan efek penyembuhan tukak lambung yang efektif.

Ulkus terjadi akibat kenaikan sekresi asam atau penurunan pertahanan mukosa lambung. Sebaliknya penyakit peptik asam dapat diatasi dengan pengurangan asam atau peningkatan pertahanan mukosa lambung. Rasa sakit yang dimediasi oleh asam terjadi ketika pH lambung dibawah 2. Penyembuhan ulkus

55

lambung terjadi ketika pH dipertahankan diatas 3-4 atau efikasi diperoleh dengan meningkatkan pH cairan lambung sampai 3,5 atau lebih besar (Tolman, 2000).

Efek anti tukak dari kurkumin dikarenakan sifatnya yang menurunkan sekresi asam lambung dan meningkatkan mekanisme pertahanan mukosa melalui penekanan peradangan yang diperantarai enzim NO sintase (Mahattanadul dkk., 2009).

Aktivitas anti ulkus dari kurkumin muncul dari aktivitas antioksidannya (Jovanovic dkk., 2001). Kurkumin lebih aktif terhadap COX-2 dan TXA 2 dibandingkan dengan COX-1 (Lantz dkk., 2005). Ini didukung oleh temuan Morimoto dkk., 2008 bahwa kurkumin memiliki aktivitas penghambatan COX-2 dan TXA2 tanpa mempengaruhi aktivitas COX-1. Artinya, kurkumin hanya dapat menghambat sintesis prostaglandin inflamasi (PGI2) tanpa mempengaruhi sintesis prostaglandin pelindung (PGE2), yang merupakan mediator pelindung terhadap kerusakan yang dihasilkan oleh lambung. Efek anti-inflamasi dari kurkumin, lebih besar, dimediasi melalui kemampuannya untuk mengatasi COX-2, lipoxygenase (LOX), dan diinduksi nitric oxide synthase (iNOS). COX-2, LOX, dan iNOS adalah enzim penting yang memediasi proses inflamasi. Kurkumin dapat meningkatkan asam arakidonat dengan menggunakan fosforilasi fosfolipase sitosol dan dapat menghilangkan COX-2. Selain itu, ia juga menghambat aktivitas katalitik 5-LOX.

Menurut Rafatullah dkk., 1990 bahwa ekstrak kunyit dapat meningkatkan mukus pada dinding lambung dan juga mengembalikan kandungan sulfhidril non-protein dalam lambung tikus, dan akhirnya menyimpulkan bahwa ekstrak tersebut memiliki efek anti-ulkus, antisekresi, dan gastroprotektif yang signifikan pada tikus.

56

Kurkumin memiliki kelarutan yang rendah maka di buat dalam bentuk dispersi padat untuk meningkatkan kelarutannya. Dispersi padat menghasilkan pelepasan yang lebih cepat dibandingkan formulasi sediaan konvensional biasa (Singh dkk., 2011). Dispersi padat kurkumin menghasilkan efek anti tukak lambung dengan menghambat sekresi asam lambung, menurunkan keasaman cairan lambung, menghambat aktivitas pepsin dan meningkatkan penyembuhan tukak (Mei dkk, 2009).

Maka dibuat dispersi padat kurkumin dalam bentuk sediaan gastroretentif dapat bertahan dilambung untuk waktu yang lama sehingga memperpanjang waktu retensi obat pada lambung (Nayak dkk., 2010). Sediaan gastroretentif dapat bertahan di lambung untuk waktu yang lama sehingga memperpanjang waktu retensi obat pada lambung (Nayak, dkk., 2010). Gastroretentif penting untuk zat aktif yang diserap di lambung, sedikit larut atau terdegradasi dalam pH usus, dan senyawa aktif yang absorpsinya dapat diatur dengan perubahan waktu pengosongan lambung (Cora, dkk., 2007; Bruschi, 2015), sehingga dibuat sediaan gastroretentif dengan menggunakan beads yang mengandung dispersi padat ekstrak kunyit, akan lebih efektif dan meningkatkan efikasi obat sehingga penyembuhan ulkus lebih cepat.

57 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait