KONDISI PERBATUBARAAN NASIONAL
4.3. Kondisi Pengusahaan Batubara di Provinsi Jambi
Provinsi Jambi memiliki potensi cadangan batubara yang cukup besar dan sebagian besar potensi cadangan tersebut berada di 7 (tujuh) kabupaten, yaitu : Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sebagian dari potensi cadangan yang ada tersebut telah diusahakan, baik pada tahap eksplorasi maupun produksi. Berdasarkan data cadangan batubara dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jambi, jumlah cadangan batubara keseluruhan berjumlah 417.200.356 ton. Dari jumlah cadangan batubara tersebut terdiri atas cadangan deposit sebesar 5.300.356 ton, cadangan terukur sebesar 85.900.000 ton, cadangan hipotetik sebesar 157.000.000 ton, cadangan tereka sebesar 169.000.000 ton, sedangkan indikasi cadangan berupa singkapan belum diketahui secara pasti. Sementara itu nilai kalori yang ada berkisar antara 3.313 – 6.359 kal/g, namun dalam peninjauan lapangan ke beberapa perusahaan batubara ternyata sebagian besar memiliki nilai kalori 4.800 – 5.100 kal/g dengan kadar air yang cukup tinggi sehingga perlu adanya proses pengeringan terlebih dahulu sebelum dipasarkan (Tabel 4.15).
Di Provinsi Jambi terdapat 24 perusahaan pertambangan yang telah berproduksi, masing-masing; 14 perusahaan di Kabupaten Bungo, 3 perusahaan di Kabupaten Muara Bungo, 2 perusahaan di Kabupaten Batanghari, dan 5 perusahaan di Kabupaten Tebo. Produksi/ penjualan batubara di Provinsi Jambi per April 2011 sebesar 1.780.662,74 ton, dimana PT. NTC / Subkon paling besar produksi/
Kondisi Perbatubaraan Nasional
Kajian Implikasi Penetapan Kebijakan Nilai Tambah Upgrading Batubara untuk Ekspor thd Pengusahaan Batubara di Indonesia…2011,.Bambang Yunianto, dkk. IV - 17
penjualannya sebesar 346.410,83 ton, kemudian disusul PT. Tanjung Batang Asam sebesar 312.309,12 ton, semuanya berada di Kabupaten Bungo.
Untuk perusahaan batubara di Kabupaten Batanghari yang produksi/ penjualannya cukup besar adalah PT. Nan Riang sebesar 210.856,73 ton, di Kabupaten Muara Jambi PT. Gea Lestari sebesar 58.350,00 ton, dan di Kabupaten Tebo PT. Hasil Tambang Raya sebesar 95.794,00 ton (Tabel 4.16).
Tabel 4.15. Sebaran Cadangan Batubara di Provinsi Jambi
NO
LOKASI ENDAPAN BATUBARA NILAI KALORI
(Dalam kal/g)
JUMLAH CADANGAN
(Dalam Ton) JENIS CADANGAN
DAERAH LOKASI
1. Mumpun Pandan Rantau Pandan, Bungo 6.160 40.000.000 Terukur
2. Jujuhan Jujuhan, Bungo 157.000.000 Hipotetik
3. Sungai Serdang/
Sungai Beringin
Pelepat, Bungo 5.205 – 6.075 9.750.000 Terukur
4. Lubuk Mandarsah Tengah Ilir, Tebo 4.915 – 4.957 210.356 Cadangan
5. Mangupeh Tengah Ilir, Tebo Indikasi/singkapan
6. Mengkua Limun, Sorolangun 4.685 – 5.630 58.000.000 Tereka
7. Sungai Gedang Pamenang, Merangin 4.171 – 5.750 2.250.000 Terukur
8. Mensao Limun, Sorolangun 4.980 – 6.885 1.500.000
34.000.000
Terukur Tereka
9. Air Meruap Sarolangun, Sorolangun 5.250 – 5.640 32.400.000 Terukur
10. Lubuk Gaung Bangko, Merangin Indikasi/singkapan
11. Bedeng Rejo Bangko, Merangin Indikasi/singkapan
12. Tanjung Putus Tabir Ulu, Merangin Indikasi/singkapan
13. Guruh Baru Mandiangin, Sorolangun 4.820 – 5.455 Indikasi/singkapan
14. Lubuk Resam Limun, Sorolangun Indikasi/singkapan
15. Jangga Batin XXIV, Batanghari Indikasi/singkapan
16. Sungai Telisa Pauh, Sorolangun Indikasi/singkapan
17. Tempino Mestong, Muarajambi 5.315 – 5.975 70.000.000 Tereka
18. Jebak Muaratembesi, Batanghari 4.712 – 5.410 4.700.000 Cadangan
19. Ladang Peris Muara Bulian, Batanghari 4.000 - 4500 390.000 Cadangan
20. Lubuk Kambing Tungkai Ulu, Tjg Jabung
23. Dusun Mudo Merlung, Tjg Jabung Barat Indikasi/singkapan
24. Rantau Benar Merlung, Tjg Jabung Barat Indikasi/singkapan
25. Lubuk Kepayang Pauh, Sarolangun Indikasi/singkapan
26. Bajubang Bajubang, Batanghari 5.000 – 5.500 Ketebalan ± 3 mtr.
27. Sukadamai Mestong, Muarajambi Indikasi/singkapan
28. Petaling JambiLuar Kota, Batanghari Indikasi/singkapan
29. Lubuk Napal Pauh, Sorolangun Indikasi/singkapan
30. Sungai Dingin Limun, Sorolangun 3.318 – 6.359 Ketebalan 1–7 mtr.
31. Desa Baru Mestong, Muarajambi 7.000.000 Tereka
32. Sekeladi Batang Asai, Sorolangun Indikasi/singkapan
Sumber : Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jambi, 2011 (data diolah kembali)
Kondisi Perbatubaraan Nasional
Kajian Implikasi Penetapan Kebijakan Nilai Tambah Upgrading Batubara untuk Ekspor thd Pengusahaan Batubara di Indonesia…2011,.Bambang Yunianto, dkk. IV - 18
4.3.1. PT. Intirta Primasakti
PT. Intirta Prima Sakti merupakan perusahaan pertambangan batubara di Provinsi Jambi yang berizin PKP2B. Pada saat survei dilakukan, perusahaan ini baru sampai tahap eksplorasi, sehingga tidak dilakukan kunjungan ke lokasi tambang, cukup di kantor perwakilan di kota Jambi. Luas wilayah konsesi perusahaan ini pada tahap eksplorasi seluruhnya sebesar 48.174,80 ha, yang operasinya berada pada 3 kabupaten, yaitu: Batanghari, Sarolangon, dan Musi Banyuasin. Sumberdaya hipotetik diperkirakan mencapai 481.073.973 ton, dan yang sumberdaya terukur hingga saat ini sekitar 95.932.406 ton.
Sementara itu, berdasarkan hasil eksplorasi diketemukan cadangan terbukti sebesar 79.944.097 ton dan cadangan yang terkira sebesar 182.892.702 ton.
Berdasarkan data kualitas batubara TM sebesar 40,62% dengan kalori rata-rata 5.100 kcal/kg. Tahun 2011 ini direncanakan akan selesai sampai Studi Kelayakan dan AMDAL, dan tahun 2012 dengan tingkat produksi awal 90.000 ton.
Kondisi Perbatubaraan Nasional
Kajian Implikasi Penetapan Kebijakan Nilai Tambah Upgrading Batubara untuk Ekspor thd Pengusahaan Batubara di Indonesia…2011,.Bambang Yunianto, dkk. IV - 19
Tabel 4.16. Data Produksi/ Penjualan Batubara di Provinsi Jambi Per April Tahun 2011
NO. KABUPATEN NAMA
PERUSAHAAN
PENJUALAN/PRODUKSI (TON) PER APRIL TAHUN 2011
JUMLAH
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL
1 BUNGO
PT. NTC / Subkon 159.514,50 109.540,85 31.828,33 45.527,15 346.410,83 2 PT. Kuansing Inti Makmur 70.530,44 75.059,37 61.959,84 35913,88 207.549,65 3 PT. Tanjung Batang Asam 41.559,58 41.721,50 108.112,11 120.915,93 312.309,12
4 PT. Sungai Pangean Jaya 259,20 0,00 0,00 0,00 259,20
5 PT.Altra Kartika Sejahtera 0,00
6 PT. Dekalindo Sumber Makmur 1.523,54 5.080,68 414,58 727,60 7.746,40 7 PT. Andalas Nusa Indah 3.931,08 560,94 2.020,40 5.200,48 11.712,90 8 PT. Basmal Utama Nusantara 11.164,41 9.946,16 8.679,35 17.013,00 46.802,92
9 PT. Tambulun Pangean Jaya 0,00
10 PT. Marga Bara Tambang 0,00 429,48 0,00 0,00 429,48
11 PT. Bumi Bara Perkasa 6.732,49 1.165,97 1.468,33 0,00 9.366,79
12 PT. Bara Harmonis Batang
Asam 16.451,47 42.296,16 61.440,92 82.163,76 202.352,31
13 PT. Tambulun Pangean Indah 4.391,40 765,30 8.015,76 4.571,20 17.743,66 14 PT. Khatulistiwa Makmur
Persada 22.493,00 21.163,00 5.671,09 2.799,38 52.126,47
1 Batanghari
PT. Nan Riang 44.596,85 44.495,03 101.820,30 19.944,55 210.856,73 2 PT. Bangun Energi Indonesia 12.141,41 20.381,78 32.667,40 65.190,59
Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jambi, 2011
4.3.2. PT. Karya Bumi Baratama
PT. Karya Bumi Baratama berizin PKP2B, beroperasi di Kabupaten Sarolangon dan Kabupaten Musi Rawas dengan memegang izin tahap konstruksi dan kegiatan kajian kelayakan. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 421.K/30/DJB/2011 tertanggal 7 Maret 2011, luas wilayah konsesi PT. Karya Bumi Baratama seluruhnya 18.440 ha, dimana seluas 2.120 ha dalam status perpanjang ke III dengan tahap kegiatan kajian kelayakan dan wilayah konsesi sebesar 16.320 ha memasuki tahap konstruksi. Sementara itu, izin prinsip penggunaan hutan seluas 869 ha telah dikantongi perusahaan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.
S.443/Menhut-VII/ 2011 tertanggal 16 Agustus 2011. Izin prinsip ini sedang digunakan untuk mengurus izin pinjam pakai ke Menteri Kehutanan.
Kondisi Perbatubaraan Nasional
Kajian Implikasi Penetapan Kebijakan Nilai Tambah Upgrading Batubara untuk Ekspor thd Pengusahaan Batubara di Indonesia…2011,.Bambang Yunianto, dkk. IV - 20
4.3.3. PT. Nan Riang
PT. Nan Riang beroperasi mengantongi IUP Operasi berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Batanghari No.
503/33/IUPOP/BPTSP/2010 tertanggal 8 April 2010. IUP Operasi PT. Nan Riang meliputi luas konsesi sebesar 1.000 ha, yang berumur 15 tahun, dengan perincian 5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa operasi. Jumlah cadangan hasil eksplorasi pada luasan 80 ha sebesar 371.399,59 MT, rencana produksi direncanakan 400.000 MT dan dapat produksi yang dapat direalisasikan tahun 2010 sebesar 371.399,59 MT, dan realisasi penjualan selama tahun 2010 sebesar 367.765,76 MT dengan tujuan penjualan di dalam negeri terutama untuk mencukupi kebutuhan energi PLTU dan pabrik kertas di Provinsi Jambi. bahan baku. Pada tahun 2011 direncakan produksi sebesar 1.020.000 MT dengan kualitas batubara PT. Nan Riang TM sebesar 40%-45% dengan kalori antara 4.800-5.200 adb.
4.3.4. PT. Asia Multi Investama (PT. Titan Mining Indonesia)
Lokasi kegiatan PT. Asia Multi Investama berada di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Izin produksi yang dikantongi perusahaan ini berdasar Keputusan Bupati Tebo No. 636/PERINDAGTAMBEN/2007 tertanggal 10 Desember 2007 dengan luas konsesi sebesar 198 ha. IUP ini merupakan tahap I, saat ini PT. Asia Multi Investama sedang mengusulkan IUP Eksploitasi Tahap II dan III dengan luas masing-masing sebesar 912 ha dan 3.890 ha yang sekarang memasuki kajian AMDAL. Produksi awal PT. Asia Multi Investama dimulai pada bulan April 2008 dengan produksi total tahun 2008 sebesar 258.000 ton yang dijual ke pasar domestik maupun untuk ekspor. Pengangkutan batubara PT. Asia Multi Investama dari lokasi penambangan diangkut menggunakan dump truck dengan jarak 180 km ke Talang Duku tempat penumpukan batubara dan fasilitas muat tongkang. Selanjutnya produk batubara diangkut dengan tongkang sejauh 80 km melalui sungai Batanghari menuju Muara Sabak, lokasi pengapalan di laut untuk dijual kepada buyer.
Jenis batubara PT. Asia Multi Investama merupakan batubara kalori rendah dengan TM yang sangat tinggi sebesar 50% saat musim kemarau dan hingga 56% pada saat musim penghujan. Padahal pembeli batubara umumnya menginginkan kadar TM paling tinggi sebesar 48%, maka produksi PT. Asia Multi Investama ini susah dipasarkan dan kegiatan produksinya berhenti beroperasi. Hal ini dicoba dicarikan solusi oleh PT. Asia Multi Investama dengan menggandeng PT. Titan Mining Indonesia untuk melakukan kerjasama membangun pabrik pengeringan batubara.
Pabrik ini hanya dapat bekerja menurunkan kadar air TM hingga 10-14%, sehingga dalam penjualan PT. Asia Multi Investama memberlakukan pengepakan khusus terhadap produk yang sudah dikeringkan agar pada saat dijual kadar airnya tidak kembali naik. Pada saat survey dilakukan, produksi PT. Asia Multi Investama
Kondisi Perbatubaraan Nasional
Kajian Implikasi Penetapan Kebijakan Nilai Tambah Upgrading Batubara untuk Ekspor thd Pengusahaan Batubara di Indonesia…2011,.Bambang Yunianto, dkk. IV - 21
berhenti berproduksi dan masih terdapat stok batubara telah dikeringkan sebesar 100.000 ton yang belum laku terjual.
Jenis alat pengering batubara (coal drying) yang dimiliki PT. Titan Mining Indonesia adalah rotary kiln buatan China (Gambar 4.6 dan Gambar 4.7). Kapasitas coal drying tersebut adalah : input batubara 100 ton setiap 2 jam menghasilkan output batubara kering sebanyak 70 ton. Harga alat processing tersebut Rp. 40 milyar, ditambah generator set berkapasitas 3 sampai 4 MW untuk penggerak peralatan mekanik.
Kebutuhan energi untuk mesin coal drying berupa kayu untuk pemantik batubara awal sebanyak 4 m³ (awal pembakaran saja), batubara sebanyak 5 ton (untuk 2 jam), dan solar untuk pembangkit generator sebanyak 2.500 liter setiap 24 jam.
Adapun tenaga kerja yang terserap dalam proses pengeringan ini sebanyak 35 orang untuk 2 ship kerja yang mayoritas didatangkan dari Cirebon. Dari hasil perhitungan berdasarkan data perolehan dari PT. Titan Mining Indonesia, diketahui bahwa biaya coal drying dengan menggunakan alat tersebut setiap ton ± 6 $ US.
Jika batubara dengan kadar air tinggi tersebut dijual tanpa proses coal drying dengan harga ± 60 $ US, maka batubara setelah melalui proses coal drying dijual dengan harga ± 110 $ US. Dengan demikian batubara tersebut setelah melalui proses drying akan memiliki nilai tambah harga jual sebesar : Output – Input = (0,7 ton x 110 $ US) – (1 ton x 60 $ US) = ± 9,7 $ US per ton (untuk lebih jelasnya lihat Tabel 4.17).
Tabel 4.17. Biaya Coal Driyng Batubara PT. Titan Mining Batubara Indonesia
NO. U R A I A N JUMLAH
Kondisi Perbatubaraan Nasional
Kajian Implikasi Penetapan Kebijakan Nilai Tambah Upgrading Batubara untuk Ekspor thd Pengusahaan Batubara di Indonesia…2011,.Bambang Yunianto, dkk. IV - 22
17. Harga jual Batubara kadar air
tinggi/ton 18. Depresiasi umur mesin drying dan generator listrik
diasumsikan 20 tahun
Sumber Data: Hasil Pengolahan Data, 2011
Gambar 4.6. Pabrik pengeringan batubara PT.
Titan Mining Indonesia
Gambar 4.7. Teknologi proses pengeringan batubara PT. Titan Mining Indonesia
4.4. Pengusahaan Stockpile Batubara di Jawa dan Pemanfaatannya