BAB V KONDISI ANALISIS DAN PREDIKSI, KONDISI KELEMBAGAAN,
5.3 Kinerja Operasional Sarana dan Prasarana
1) Bidang limbah cair PDAM Kota Surakarta mempunyai tugas sebagai berikut : a) melaksanakan administrasi bidang limbah cair
b) melaksanakan penyusunan program dan rencaana kerja Bidang Limbah Cair
c) melaksanakan pembinaan oranisasi dan tata laksana Seksi Perencanaan Limbah Cair, Seksi Instalasi Limbah Cair dan Seksi Penolahan Limbah Cair
d) melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis Seksi Perencanaan Limbah Cair, Seksi Instalasi Limbah Cair dan Seksi Pengolahan Limbah Cair
e) mengawasi dan mengevaluasi kegiatan Seksi Perencanaan Limbah Cair, Seksi Instalasi Limbah Cair dan Seksi Pengolahan Limbah Cair
f) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain.
2) Seksi Perencanan Limbah Cair mempunyai tugas sebagaai berikut : a) melaksanakan administrasi Seksi Perencanaan Limbah Cair
b) menyusun program dan rencana kerja Seksi Perencanaan Limbah Cair c) mengumpulkan dan mengolah data sebagai bahan perencanaan limbah
cair
d) melaksanakan survei dan pengukuran dalam rangka perencanaan limbah cair
e) menyusun anggaran biaa dan jadwal pelaksanaan dalam rangka perencanaan limbah cair
f) menentukan penggunaan peralatan yang paling sesuai ditinjau dari segi kualitas standar dan harga dalam rangka perencanaan limbah cair
g) membuat, memelihara, menyimpan dan menggandakan gambar perencanaan limbah cair
55 h) merencanakaan pembuatan, penggantian, penambahan, dan perluasan
instalasi limbah cair
i) melaksanakan perencanaan pemasangan sambungan baru limbah cair j) melaksankan koordinasi dengan unit kerja lain.
3) Seksi Instalasi Limbah Cair mempunyai tugas sebagai berikut : a) melaksanakan administrasi Seksi Instalasi Limbah Cair
b) menyusun program dan rencana kerja Seksi Instalasi Limbah Cair c) melaksanakan penyambungan dan pemutusan instalasi limbah cair
d) melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan kerusakan/gaangguan instalasi limbah cair
e) melaksanakan pengoperasian serta menjamin kelancaran dan berfungsinya operasional instalasi limbah cair
f) melaksanakan pemantauan dan pengecekan instalasi limbah cair
g) melaksanakan pembuatan, penggantian, penambahan, dan perluasan instalasi limbah cair
h) melaksanakan pemasangan sambungan baru limbah cair
i) melaksanakan pengelolaan perlengkapan dan peralatan teknik limbah cair j) melaksanakan pengendalian kebocoran pada instalasi limbah car
k) melaksanakan koordiasi dengan unit kerja lain.
4) Seksi Pengolahan Limbah Cair mempunyai tugas sebagai berikut : a) melaksanakan administrasi Seksi Pengolahan Limbah Cair
b) menyusun prograam dan rencana kerja Seksi Pengolahan Limbah Cair c) menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar pengolahan
limbah cair
d) melaksankan pemantaun dan pengecekan terhadap proses dan hasil pengolahan limbah cair
e) melaksanakan pengoperasian serta menjamin kelancaran dan berfungsinya operasional pengolahan limbah cair
f) mengendalikan pencemaran limbah cair
56 g) menjamin kualitas hasil pengolahan limbah cair
h) melaksanakan pemeliharaan dan perbaiakan kerusakan/gangguan pengolahan limbah cair
i) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain.
57
BAB VI
ARAH PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA AIR LIMBAH
6.1 Pembagian Zona Perencanaan
Dalam melaksanakan pentahapan pengembangan sanitasi yang sesuai untuk Kota Surakarta, Pokja Sanitasi menetapkan beberapa sistem berdasarkan pertimbangan kepadatan penduduk, karakteristik tata guna lahan/Center of Business Development (CBD, komersial atau rumah tangga), klasifikasi wilayah (perkotaan atau perdesaan), risiko sanitasi, dan arah pengembangan wilayah sesuai RTRW. Sub bab ini akan menyajikan peta-peta tahapan pegembangan sanitasi per sub sektor beserta arahan/
rekomendasi pembangunan.Dalam Instrumen profil Sanitasi, muncul pembagian daerah prioritas dan non prioritas atau disebut dengan zonasi.
6.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT bertujuan untuk memberikan gambaran secara keseluruhan tentang kondisi internal dan eksternal yang dihadapi oleh suatu perusahaan, serta hubungan di antara kedua kondisi tersebut dalam membentuk arah perkembangan perusahaan. Analisis internal mencakup evaluasi terhadap beberapa faktor utama di dalam PDAM yang terkait dengan Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses) PDAM tersebut, seperti aspek teknis, aspek keuangan dan administrasi, aspek organisasi dan sumber daya manusia,serta aspek pelayanan pelanggan. Sebaliknya, analisis eksternal mengkaji faktor-faktor diluar PDAM yang berpengaruh terhadap Peluang (Opportunities) dan Tantangan (Threats) yang dihadapi PDAM, seperti kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat, kondisi makro ekonomi, aspek geografis, dukungan dari pemerintah (baik pusat maupun daerah), aspek hukum, dan sebagainya.
Hasil analisis terhadap faktor-faktor internal dan eksternal, pada akhirnya, dapat digunakansebagai suatu acuan dalam menetapkan strategi umum pengembangan usaha suatu PDAM.
58 6.2.1 Analisis Internal
Analisis internal dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan (strengths) dan kelemahan(weaknesses) yang dimiliki oleh PDAM Kota Surakarta. Hal ini dilakukan dengan cara mengevaluasi dan mengkaji beberapa aspek internal utama, seperti :
1. Aspek teknis, terdiri dari:
a. Ketersediaan air baku.
b. Ketersediaan idle capacity c. Sistem perpipaan
d. Perawatan dan pemeliharaan.
e. Jumlah kendaraan sedot tinja f. Sarana penunjang
g. Pemanfaatan limbah lumpur tinja
2. Aspek keuangan dan administrasi, terdiri dari:
a. Kinerja keuangan PDAM Kota Surakarta b. Nominal tariff pengelolaan limbah c. Kegiatan administrasi
d. Sumber Investasi
e. Aspek pelayanan konsumen
3. Aspek organisasi dan sumber daya manusia, terdiri dari:
a. Jumlah karyawan bidang air limbah b. Tingkat pendidikan / keahlian c. Hubungan antar unit kerja (SOP)
d. Jenjang karir, program penghargaan dan penghasilan e. Struktur organisasi
f. Keseimbangan tenaga teknik dan non teknik
Dengan mengevaluasi faktor-faktor internal seperti tersebut di atas, Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh PDAM Kota Surakarta dapat diidentifikasi, seperti yang terlihat pada tabel berikut.
59 Tabel VI-1. Analisis Kondisi Internal
No Uraian Skor Keterangan Bobot Nilai Total
Kekuatan
Nilai Total Kelemahan I Aspek Teknik dan
Operasional Kekuatan Kelemahan 24.96% 11.30% 3.00%
1
Kondisi sistem penyediaan air minum
2 0
Sistem penyediaan air minum telah tersedia dan bekerja cukup baik. Sumber air berasal dari mata air Cokrotulung (kapasitas terpasang 387 l/det), 22 buah sumur dalam (kapasitas terpasang 382,65 l/det), dan sumber air baku yang berasal dari Sungai Bengawan Solo (kapasitas 154 l/det).
Tingkat elayanan air minum (jumlah sabungan (58231 SR), tingkat pelyanan (80,94%), kemungkinan pelanggan air minum menjadi pelanggan air buangan(minimal 60%))
5.84% 2.92% 0.00%
2 Kapasitas Idle sistem 3 0
Terdapat tiga pengolahan besar yakni IPAL Mojosongo ( kapasitas 50 L/det), IPAL Pucangsawit ( kapasitas 40 L.det) dan IPLT Putri Cempo (kapasitas 26 m3/hari), dimana kapasitas yang terpasang masih belum maksimal
4.78% 3.59% 0.00%
3 Sistem perpipaan 3 0
Jaringan perpipaan telah mencakup 34 kelurahan dari 51 kelurahan yang ada di Kota Surakarta dan ditunjang dengan infrastruktur yang baik.Jumlah sambungan rumah masih dapat ditingkatkan lagi
4.78% 3.59% 0.00%
4 Operasional dan
pemeliharaan 0 2
Kegiatan operasi dan pemeliharaan masih belum baik berdasarkan keluhan dari warga dan masih kekurangan segi teknis
2.39% 0.00% 1.20%
5 Jumlah kendaraan
sedot tinja 0 3
Jumlah truk sedot tinja masih terbatas 20 buah sehingga
masih belum mencukupi kebutuhan target. 2.39% 0.00% 1.80%
60
Sarana laboratorium khusus air buangan telah tersedia di lokasi IPAL Semanggi. Parameter yang diuji masih terbatas.
Untuk sarana prasarana penunjang lainnya dapat menggunakan fasilitas PDAM Kota Surakarta
2.39% 0.60%
dimanfaatkan kembali untuk pupuk atau tanah penutup TPA 2.39% 0.60% 0.00%
II Aspek Keuangan
dan Administrasi 23% 11.75% 2.51%
1 Kinerja Keuanngan
PDAM Surakarta 3 0
Berdasarkan aurdit BPKP mulai tahun 2011 hingga 2014 kondisi PDAM Kota Surakarta termasuk kategori sehat secara keuangan
3.35% 2.51% 0.00%
2 Nominal tariff
pengelolaan limbah 0 3 Pada pengolahan off site, biaya retribusi masih dibawah
harga biaya pengolahannya. 3.35% 0.00% 2.51%
3
Klasifikasi tariff jasa pengelolaan limbah cair
2 0 tarif jasa pengelolaan limbah cair telah dibagi sesuai dengan
peruntukan bangunan (niaga, komersil, dan rumah tangga) 3.35% 1.68% 0.00%
4 Kegiatan administrasi 2 0 Kegiatan administrasi bergabung dengan administrasi air
bersih sehingga lebih efisien 4.32% 2.16% 0.00%
5 Sumber investasi 2 0
Selama beberapa lima tahun terakhir telah masuk berbagai bantuan dana hibah yang sangat besar dari pemerintah terkait pembangunan infrastruktur air limbah
4.32% 2.16% 0.00%
6 Aspek pelayanan konsumen
3 0 Pelanggan air buangan dan air bersih memiliki stadar pelayanan yang sama terhadap keluhan, pembayaran rekening, dan pemasangan sambungan baru .
4.32% 3.24% 0.00%
61
III Aspek Organisasi
dan SDM 23,08% 7.7175% 5.25%
1 Jumlah Karyawan
bidang air limbah 0 2
Jumlah karyawan / pegawai, untuk petugas teknis khusus di bidang air limbah masih kurang hanya 20 orang. Sedangkan bagian administrasi masih bersamaan dengan air bersih
4.33% 0.00% 2.17%
2 Tingkat
pendidikan/keahlian 2 0
Cukup, mayoritas berpendidikan SLTA dan diploma3 Sedangkan bagian Kepala Seksi dan Kepala bidang berpendidikan sarjana. PDAM telah melakukan peningkatan kualitas SDM melalui training, dll
5.77% 2,885% 0.00%
3 Hubungan antar unit
kerja (SOP)/SOTK) 3 0 Secara konsep kegiatan telah tertulis, namun untuk SOP
setiap karyawan limbah mempunyai kesempatan yang sama untuk berkarir dalam PDAM. Pegawai ari limbah dapat
rotasi ke pegawai air bersih 2.165% 1.0825% 0.00%
5 Struktur organisasi 0 3
Jika melihat Permendagri No 2 Tahun 2007 tentang organ dan kepegawaian PDAM, pelanggan kurang dari 30.000 seharusnya terdapat 1 dreksi. Sedangkan pada kondisi saat ini masih kepala bidang dengan jumlah pelanggan 14.924 SR.
4.33% 0.00 3.2475%
6 keseimbangan tenaga
teknik dan non teknik 1 0
Jumlah pegawai teknik berjumlah 20 orang meliputi seksi perencanaan, seksi instalasi dan seksi pengeloaan limbah cair. Sedangkan pegawai non teknik bergabung dengan
Sumber : Analisis Penyusun, 2015
62 6.2.2 Analisis Eksternal
Analisis eksternal dilakukan untuk mengidentifikasi peluang (opportunities) dan ancaman(threats) yang dihadapi oleh sebuah PDAM. Hal ini dilakukan dengan cara mengevaluasi dan mengkaji beberapa faktor eksternal penting yang terkait dengan perkembangan sebuah PDAM. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1. Aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat, terdiri dari:
a. Kondisi ekonomi masyarakat.
b. Pola pemakaian air.
c. Kesediaan membayar retribusi d. Minat menjadi pelanggan PDAM.
2. Aspek Ekonomi Nasional dan Daerah, terdiri dari:
a. Kenaikan harga BBM, listrik, dan sebagainya.
b. Kenaikan UMR (Upah Minimum Regional).
c. Kenaikan harga air curah
3. Aspek dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD, terdiri dari:
a. Dukungan penyesuaian tarif dari Pemda dan DPRD b. Dukungan dalam bentuk dana atau material
c. Perda d. Otoda
e. Kerjasama swasta
4. Aspek geografis, tata ruang, dan lingkungan, terdiri dari:
a. Topografi dan lokasi daerah pemukiman.
b. Kelestarian sumber air c. Pengambilan air tanah
d. Kondisi tingkat pencemaran badan air penerima di Kota Surakarta e. Kondisi prasarana lingkungan lainnya
f. Kondisi Tingkat Pencemaran Air Tanah
Dengan mengevaluasi faktor-faktor eksternal seperti tersebut di atas, Peluang (Opportunities) dan Tantangan (Threats) yang dihadapi oleh PDAM Kota Surakarta dapat diidentifikasi, eperti yang terlihat pada tabel berikut.
63 Tabel VI-2. Analisis Kondisi Eksternal
No Uraian Skor Keterangan Bobot I Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya
masyarakat Peluang Ancaman 18.75% 4.75% 6.94%
1 Kondisi Ekonomi Masyarakat 3 0
PDRB Kota Surakarta mengalami peningkatan yang patut diapresiasi. Dimana sektor perdagangan , hotel dan restoran memiliki kenaikan yang cukup bagus hingga 12
%. Adapun secara keseluruhan PDRB Kota Surakarta naik menjadi 27.165.236,49 dari kisaran 24.345.146,88
4.75% 3.56% 0.00%
2 Pelanggan jasa pengelolaan air
limbah 1 0 Setiap tahun, pelanggan yang mau berlangganan dalam
pengolahan limbah cair selalu meningkat. 4.75% 1.19% 0.00%
3 Kesediaan membayar retribusi 3
Warga / pelanggan masih memiliki persepsi keberatan dengan tarif yang ditetapkan karena kurangnya kesadaran akan mengolah limbah
4.50% 0.00% 3.38%
4 Minat menjadi pelanggan PDAM 0 3
Cakupan pelayan sambungan air limbah mencapai 14.924 SR dimana pertumbuhan sebagian besar dari golongan bertarif rendah dengan skema hibah. keinginan memasang sambungan air limbah masih rendah ditunjukkan dari pertumbuhan serapan SR dari tahun 2011 sebesar 11 000 SR manjadi 15.000 SR tahun 2014.
4.75% 0.00% 3.56%
II Aspek ekonomi Nasional dan Daerah
18.75% 1.56% 7.72%
1 Kenaikan harga BBM/Listrik, Dll 0 2
terjadi kenaikan inflasi rata-rata nasional 7%/tahun dimana penyesuaian tarif pembuangan air limbah berlangsung lambat
6.25% 0.00% 3.13%
2 Kenaikan tarif air curah
3 kenaikan tarif naik 30% setiap 3 tahun sekali, sebesar 50
l.dt 6.25% 0.00% 4.69%
2 Kenaikan upah minimum Regional 1 0 naik tiap tahun rata2 7% 6.25% 1.56% 0.00%
64
III Aspek Dukungan dari Pemda 31.25% 16.% 0.00%
1 Dukungan penyesuaian tarif dari
Pemda dan DPRD 1 0 sangat mendukung, tiap tahun ada penyesuaian tarif di
atas inflasi 6.25% 1.56% 0.00%
2 Peraturan Daerah 2 0
mendukung, telah terbit beberapa perda terkait kewajibaan pengelolaan limbah, perda ABT, perda LLTT
6.25% 3.25% 0.00%
3 Dukungan dalam bentuk dana atau
material 3 0
mendukung, untuk mencapai target layanan MDG pada tahun 2019 dimana anggaran telah tertuang dalam RPJM Kota Surakarta
6.25% 4.69% 0.00%
4 Otonomi daerah 2 0 Mendukung 6.25% 3.25% 0.00%
5 Kerjasama swasta 2 0 Telah dilakukan kerjasama dalam pengadaan truk sedot
tinja antara PDAM dan pihak swasta 6.25% 3.25% 0.00%
IV Aspek Geografis, Tata Ruang Dan Lingkungan
25.02% 18.04% 12.44%
1 Kondisi topografi dan kondisi
daerah permukiman 2 0 cukup mendukung, dengan kontur yang landai cocok
untuk sistem off site 5.44% 2.72% 0.00%
2 Kelestarian sumber air 1 0
Kelestarian sumber air sekitar daerah Kota Surakarta semakin terancam jika pembuangan limbah tanpa diolah menjadi semakin meningkat
5.44% 1.36% 3.31%
3 Pengambilan Air tanah 3 0 terjadi penyedotan air tanah oleh industri, pemukiman,
komersil yang mengurangai air tanah 5.17% 3.88% 3.11%
4 Kondisi tingkat pencemaran badan
air penerima di Kota Surakarta 3 0 Menurut hasil pantauan BLH Kota Surakarta, sebanyak 6
sungai yang berada di Kota surakarta statusnya tercemar 5.05% 3.78% 3.02%
5 Kondisi prasarana lingkungan
lainnya 2
Pengembangan sarana dan prasarana air limbah akan ditunjang dengan perbaikan prasarana lingkungan lain semisal drainase, persampahan
5.05% 2.52% 0.00%
6 Kondisi Tingkat Pencemaran Air
Tanah 3 0 Beberapa lokasi Air tanah telah tercemar dengan bakteri
e.Coli 5.05% 3.78% 3.02%
Jumlah 100,00% 40.35% 27.1%
Selisih Peluang dan Ancaman 13.25%
65 6.2.3 Posisi SWOT PDAM Kota Surakarta
Setelah melakukan evaluasi internal dan eksternal, langkah selanjutnya dapat ditentukan posisi strategis PDAM Kota Surakarta. Posisi tersebut akan menentukan orientasi yang sebaiknya dianut oleh PDAM dalam menentukan sasaran dan strategi pengembangan usaha. Posisi PDAM ditentukan berdasarkan hasil perhitungan selisih nilai kekuatan dan kelemahan dan selisih nilai peluang dan ancaman, dengan pedoman sebagai berikut:
1. Posisi I (Survival/Defensif), Apabila mempunyai kondisi internal negatif dan eksternal negatif
2. Posisi II (Stabilisasi/Rasionalisasi), Apabila memiliki kondisi internal negatif dan eksternal positif
3. Posisi III (Pertumbuhan/Agresif), Apabila mempunyai kondisi internal positif dan eksternal positif
4. Posisi IV (Orientasi ke luar), Apabila memiliki kondisi internal positif dan eksternal negatif
Berdasarkan hasil analisis SWOT didapat koordinat internal (20) dan ekternal (13,25), sehingga posisi strategis PDAM Kota Surakarta dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
Gambar VI-1. Posisi Strategis PDAM Kota Surakarta
20
66 Grafik di atas menggambarkan, saat ini PDAM Kota Surakarta berada pada posisi III (Pertumbuhan / Agresif), Agresif , artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal. Dengan demikian PDAM dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untukmemaksimalkan peluang yang tersedia.
Perlu diperhatikan bahwa dalam aspek internal, penyumbang nilai positif sebagian besarkarena PDAM memiliki nilai yang sangat baik dalam hal pengelolaan perusahaan, sistem teknik dan non teknik atau keuangan dan sistem operasi perusahaan.
Pada sisi eksternal diketahui bahwa penyebab utama lebih terbukanya peluang daripada ancaman dikarenakan beberapa hal. Kondisi ekonomi masyarakat yang baik tentunya mendorong minat yang tinggi untuk berlangganan PDAM merupakan hal-hal yang menjadikan peluang PDAM Kota Surakarta untuk mengembangkan usahanya cukup terbuka.
6.2.4 Pengembangan Strategi Umum
Strategi umum yang akan menentukan arah dan program bidang pengembangan usaha PDAM Kota Surakarta diperoleh dengan menggunakan matriks SWOT, seperti yang terlihat di bawah ini
67 Tabel VI-3. Strategi Umum
Kekuatan Kelemahan
Tersedia air baku yang cukup, sebagian besar diambil dari mata air (Cokrotulung), masih ada potensi sumber air permukaaan (Sungai Bengawan Solo dan anak sungai yang mengalir membelah Kota Surakarta). Ditambah dengan sekitar 22 buah sumur dalam
Idle capacity 10%, dalam waktu dekat sudah bisa disalurkan ke pelanggan, saat ini masih dalam perbaikan kualitas air dengan kapasitas 10 l/dt
Jaringan perpipaan telah terpasang dan mampu menjangkau 34 kelurahan dari 51 kelurahan di Kota Surakarta. Tingkat pelayanan mencapai 80,94% dan akan terus bertambah.
Sarana penunjang, misal: laboratorium uji dan training center, telah tersedia dan dapat digunakna untuk berbagai keperluan.
Lumpur tinja yang disedot dan diolah oleh PDAM telah dapat dimanfaatkan untuk pupuk ataupun tanah penutup di TPA.
Pengelolaan keuangan PDAM Surakarta terhitung baik. Hal ini dibuktikan dari hasil audit BPKP selama tahun 2011 – 2014 yang menyatakan bahwa kondisi keuangan PDAM Surakarta masuk kategori sehat.
Tarif jasa pengelolaan limbah cair telah dibagi sesuai dengan klasifikasinya. Dimana terdapat kategori rumah tangga, niaga, komersil
Banyak bantuan dari berbagai pihak dalam pelaksanaan pengelolaan air limbah di Kota Surakarta, baik berupa bantuan dana hibah ataupun peralatan operasional.
Tingkat pendidikan setiap pegawai telah memenuhi standar dan bekerja di bidang yang sesuai
Struktur organisasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) telah terbentuk dan siap untuk dijalankan
Jumlah truk pengangkut tinja masih belum mencukupi kebutuhan operasional sehingga dapat menghambat jadwal yang telah ditetapkan
Kualitas operasional dan pemeliharaan masih dirasa kurang dan masih ada keluhan dari warga
Biaya operasional dan pemeliharan hampir 50%
dari jumlah pendapatan air.
Tenaga atau karyawan yang bekerja khusus di bidang air limbah masih terlalu sedikit. Dan masih bergabung dengan pelayanan air bersih
Diperlukan direksi khusus untuk penanganan air limbah di Kota Surakarta agar pembagian kerja dapat lebih fokus
68
Peluang STRATEGI KEKUATAN - PELUANG STRATEGI KELEMAHAN - PELUANG
Kondisi ekonomi masyarakat membaik, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta yang dilihat melalui PDRB dimana terjadi kenaikan sejumlah Rp 27.165.236,49 dari kisaran Rp 24.345.146,88
Warga yang ingin menjadi pelanggan selalu bertambah dari setiap tahunnya. Namun, hal ini dikarenakan program hibah pemerintah.
UMR naik tiap tahun rata2-rata sebesar 7%.
Adanya dukungan kuat penyesuaian tarif dari Kota dalam mencapai target MDG‟s dan berbagai pihak swasta
Adanya dukungan Peraturan Daerah
Adanya dukungan otonomi daerah
Kondisi topografi dan kontur kota yang cenderung datar, memudahkan pemasangan pipa
Meningkatkan cakupan pelayanan Kota Surakarta dengan berbagai regulasi dan kebijakan yang telah dibuat
Memanfaatkan jaringan perpipaan yang telah terpasang semaksimal mungkin dan memanfaatkan kondisi topografi yang mendukung
Meningkatkan atau menambah kapasitas pengelolaan air limbah di setiap instalasi
Melakukan penyesuaian tarif untuk menambah ketersediaan dana yang dibutuhkan.
Mengurangi tingkat kehilangan air ke tingkat wajar.
Ancaman STRATEGI KEKUATAN - ANCAMAN STRATEGI KELEMAHAN -
ANCAMAN
Kesediaan membayar retribusi masih menjadi ancaman. Hal ini dikarenakan persepsi masyarakat tentang air buangan.
Minat warga secara umum masih tergolong rendah walaupun masih ada peningkatan
Kenaikan tarif air curah sebesar 30% setiap 3 tahun sekali
Kenaikan tariff BBM yang fluktuatif dan TDL
Melakukan sosialisasi kondisi pelayanan kepada pelanggan bersama forum pelanggan yang sudah ada.
Melakukan sosialisasi penyesuaian tarif untuk mengatasi meningkatnya biaya operasional BBM dan listrik.
Melakukan sosialisasi lingkungan hidup bersama forum pelanggan kepada masyarakat di daerah tangkapan air.
Melakukan sosialisasi pola hidup bersih, kepada masyarakat yang belum berlangganan PDAM
Meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan.
Meningkatkan pemanfaatan kapasitas idle.
Memperoleh tambahan modal dari Pemprov Jateng dan Pusat untuk mendukung perbaikan sistem.
Melakukan penyesuian tarif secara periodik untuk mengantisipasi inflasi biaya produksi.
69
sebesar 7% setiap tahunnya yang akan membebani pada pengoperasian unit – unit pengolahan
Kondisi badan air di beberapa sungai di Surakarta sudah dalam kondisi tercemar.
Kelestarian sumber air tidak terjaga (terjadi penebangan di sekitar sumber mata air)
Terjadi penyedotan air tanah oleh industri besar
Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan pelanggan
Meningkatkan efisiensi biaya usaha dan meningkatkan kemampuan SDM
70
6.3 Arah Pengembangan Sarana dan Prasarana Air Limbah
Grand strategi kuadran III : Pengembangan agresif sistem off-site, Mengembangkan sarana dan prasarana Air Limbah terpusat skala kota.
Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang, Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif, artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal.
Dalam rangka mencegah, mengurangi dan menanggulangi dampak negatif dan meningkatkan dampak positif, maka penggelolaan lingkungan akan didasarkan pada kegiatan sebagai sumber dampak dan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak. Komponen kegiatan mencakup kegiatan pembangunan jalan termasuk pengadaan tanah. Komponen lingkungan hidup mencakup komponen fisik kimia (kualitas udara, kualitas air, tanah, topografi, geologi, hidrologi), komponen biologi (flora, fauna dan biota air), sosial ekonomi budaya (keresahan, aset, mata pencaharian, utilitas, budaya, kesehatan masyarakat dan kenyamanan).
Pengelolaan lingkungan hidup bidang layanan air limbah domestik mencakup kegiatan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup bidang layanan air limbah domestik, pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup bidang layanan air limbah domestik dan pemantauan pengelolaan lingkungan hidup bidang layanan air limbah domestik.
Perencanaan pengelolaan lingkungan hidup bidang layanan air limbah domestik adalah kegiatan merencanakan dan menentukan upaya-upaya pengelolaan lingkungan hidup pada tahap perencanaan pembangunan bidang layanan air limbah domestik;
Pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup bidang layanan air limbah domestik adalah suatu kegiatan yang menerapkan atau melaksanakan upaya-upaya pengelolaan lingkungan hidup bidang layanan air limbah domestik yang telah direncanakan atau direkomendasikan pada tahap perencanaan untuk tahap pelaksanaan pembangunan layanan air limbah domestik;
71
BAB VII RENCANA INDUK AIR LIMBAH
7.1 Arah Perencanaan
Daerah rencana merupakan daerah pelayanan yang diusahakan mencakup keseluruhan kota dengan pendekatan bertahap dan efektifitas serta efisiensi. Daerah rencana merupakan daerah target dimana air limbah akan disalurkan, ditampung dan diolah menuju bangunan instalasi pengolahan air limbah domestik.
Dari dua pendekatan di atas, maka pembangunan dilakukan dengan cara bertahap, mengingat keterbatasan sumber daya serta adanya kebutuhan lain yang juga mendesak. Oleh karena itu, perlu dilakukan prioritas daerah pelayanan yang akan dibangun. Beberapa kriteria yang penting namun tidak dimasukkan seperti kondisi topografi karena daerah Kota Surakarta relatif landai dan sebagaian besar telah memiliki sistem penyaluran limbah off site. Sedangkan tingkat kesehatan secara keseluruhan memiliki data yang hampir sama di setiap kecamatan dan kelurahan sehingga tidak terlalu nampak untuk di skoring. Untuk melakukan prioritas ini, ditentukan dengan memasukkan kriteria, seperti:
Kepadatan penduduk,
Peruntukan Struktur Ruang RTRW
Peruntukan Lahan
Resiko Air Limbah / Pemetaan Strategi Sanitasi Kota 1. Kepadatan Penduduk
Nilai prioritas kepadatan penduduk diperoleh dari Peta RTRW Kepadatan Penduduk Kota Surakarta tahun 2011-2031. Nilai kriteria meliputi:
• Nilai 1 jika penduduk > 300 jiwa/km2
• Nilai 2 jika penduduk 200-300 jiwa/ km2
• Nilai 3 jika penduduk 100-200 jiwa/ km2
• Nilai 4 jika penduduk <100 jiwa/ km2
72 2. Peruntukan Struktur Ruang RTRW
Nilai prioritas peruntukan struktur ruang RTRW diperoleh dari Peta Rencana Struktur Ruang Kota Surakarta tahun 2011-2031. Pada peta ini terdapat wilayah pusat
Nilai prioritas peruntukan struktur ruang RTRW diperoleh dari Peta Rencana Struktur Ruang Kota Surakarta tahun 2011-2031. Pada peta ini terdapat wilayah pusat