• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konflik tenurial di Desa Galih Sari yang pernah terjadi adalah konflik masalah tapal batas desa antara P12 (dusun 4) dengan Desa Karang Manunggal (P14) dengan luas lahan yang sengketa kurang lebih 50 Ha. Konflik tersebut terjadi pada tahun 2009. Sempat terjadi gesekan antar warga tetapi tidak sampai menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Sengketa batas desa tersebut juga merupakan batas antar kabupaten yaitu Kec. Lalan Kab. Musi Banyuasin dengan Kec.Pulau Rimau Kab.Banyuasin. Karena itulah sengketa tersebut sampai ke tingkat provinsi bertahun-tahun. Hingga awal Juli 2017 baru ada titik terang mengenai batas tersebut. Kedua epala desa desa dipanggil oleh kecamatan dan batas desa baru disepakati.

Sejauh ini belum ada konflik antara pemegang konsesi HGU PT. SCK dengan warga. Namun yang dirasakan warga adalah muka air yang menyusut sejak adanya PT. SCK yang dapat dilihat dari dangkalnya aliran Parit P11.

Badan Restorasi Gambut

BAB XI

PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN

YANG ADA

Program pembangunan Desa Galih Sari pada tahun 2017 mencapai sejumlah Rp 559.800.000. Terbagi kedalam beberapa program pembangunan fisik berupa Gedung Bumdes, dan 3 Unit Jembatan Komposif. Anggaran Gedung Bumdes yaitu Rp. 242.000 .000 dengan luas bangunan 6x9 M sedangkan untuk 1 unit jembatan memakan biaya Rp. 76.701.700 dengan ukuran bangunan 7x2,4 M. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung di areal persawahan dan perkebunan di Desa Galih Sari. Secara lebih rinci, berikut program dan kegiatan Desa Galih Sari (RPJMDes 2012-2018):

Tabel 22 Lokasi dan Volume Program Kegiatan Pembangunan di Desa Galih Sari

No. BIDANG DAN KEGIATAN LOKASI VOLUME

1. PENGEMBANGAN WILAYAH

1.1 PEKERJAAN UMUM

1.1.1 Pembangunan jalan cor beton Desa 231 m

1.1.2 Pembuatan gedung BUMDes Dusun 1 RT. 3 6 x 9 m

1.1.3 Pembangunan jembatan penghubung

Desa 3 unit

1.1.4 Pengerasan jalan Desa Desa 1 km

1.1.5 Pembangunan Jembatan Kolektor Dusun 2 RT. 8 7x 2,4 m

1.1.6 Pembangunan Jembatan Kolektor Dusun 1 RT. 6 7x 2,4 m

1.1.7 Pembangunan Jembatan Kolektor Dusun 3 RT. 17

8x 2,4 m

1.1.8 Pembangunan jalan setapak Dusun 2.700 m

1.1.9 Rehab berat beton jalan desa Dusun 750 m

1.1.10 Tembok penahan tanah Dusun 99 m

1.1.11 Rehab berat jalan cor beton Dusun 90 m

1.1.12 Pembangunan pagar TPU Dusun 2 400 m

1.1.13 Kantor karang taruna, PKK, dan LPM Dusun 1 unit

1.1.14 Pembukaan lahan kebun sawit rakyat

Dusun 200 Ha

1.1.15 Optimalisasi lahan pertanian Dusun 200 Ha

1.1.16 Penambahan modal usaha BUMDes Desa 115

1.1.17 Pembangunan masjid agung desa Dusun 1 Unit

1.1.18 Pembuatan kandang ternak Dusun 3 Lokasi

1.1.19 Sound System Desa 1 Unit

2 BIDANG EKONOMI

2.1 SEKTOR EKONOMI

2.1.1 Pelatihan Kelompok Wirausaha Dusun 3 Kelompok

2.1.2 Peningkatan Kapasitas Kelompok Petani

Desa 1 kali

2.1.3 Penyertaan Modal Bumdes Desa 1 kali

2.1.4 Sosialisasi dan bimbingan pertanian Dusun 3 kali

2.1.5 Bantuan vaksin dan obat-obatan ternak

Dusun 6 LS

2.1.6 Bantuan pakan ternak Desa 3 kali

2.1.7 Bantuan pupuk dan obat-obatan subsudu pertanian

Desa 3 kelompok

2.1.8 Bantuan bibit sawit Desa 3 kelompok

2.1.9 Peningkatan kelompok pengrajin Desa 3 kelompok

2.1.10 Bibit toga ibu PKK Desa 3 kelompok

1.1.11 Rehab berat jalan cor beton Dusun 90 m

1.1.12 Pembangunan pagar TPU Dusun 2 400 m

1.1.13 Kantor karang taruna, PKK, dan LPM Dusun 1 unit

1.1.14 Pembukaan lahan kebun sawit rakyat

Dusun 200 Ha

1.1.15 Optimalisasi lahan pertanian Dusun 200 Ha

1.1.16 Penambahan modal usaha BUMDes Desa 115

1.1.17 Pembangunan masjid agung desa Dusun 1 Unit

1.1.18 Pembuatan kandang ternak Dusun 3 Lokasi

1.1.19 Sound System Desa 1 Unit

2 BIDANG EKONOMI

2.1 SEKTOR EKONOMI

2.1.1 Pelatihan Kelompok Wirausaha Dusun 3 Kelompok

2.1.2 Peningkatan Kapasitas Kelompok Petani

Desa 1 kali

2.1.3 Penyertaan Modal Bumdes Desa 1 kali

2.1.4 Sosialisasi dan bimbingan pertanian Dusun 3 kali

2.1.5 Bantuan vaksin dan obat-obatan ternak

Dusun 6 LS

2.1.6 Bantuan pakan ternak Desa 3 kali

2.1.7 Bantuan pupuk dan obat-obatan subsudu pertanian

Desa 3 kelompok

2.1.8 Bantuan bibit sawit Desa 3 kelompok

2.1.9 Peningkatan kelompok pengrajin Desa 3 kelompok

2.1.10 Bibit toga ibu PKK Desa 3 kelompok

2.1.11 Bantuan penyuluhan peternakan Desa 3 kali

BAB XII

PERSEPSI TERHADAP RESTORASI GAMBUT

Mayoritas warga Desa Galih Sari menyambut baik program restorasi gambut yang ada di Desa Galih Sari. Meski mereka mengakui sebetulnya sudah tidak ada lagi gambut di desa tersebut, karena sudah banyak dibuka untuk dijadikan perkebunan, terutama untuk menanam sawit. Beberapa dari mereka juga mengatakan bahwa mereka ingin lebih tahu tentang tanaman pertanian apa saja yang dapat dibudidayakan di lahan gambut. Mereka sudah mencoba semuanya, seperti sayur, padi, dan lain sebagainya. Namun tidak ada yang berhasil dengan baik. Mereka ingin diajari tentang strategi memanfaatkan lahan gambut.

Salah satu warga mengakui bahwa tanaman sawit adalah tanaman paling terakhir yang mereka coba tanam di lahan gambut. Sepanjang mereka melakukan penanaman, sawit inilah yang memberikan manfaat yang lebih dari cukup dari yang mereka butuhkan. Tapi di sisi lain, terdapat juga warga yang menyayangkan keberadaan kebun sawit ini, karena menurutnya sawit membuat lahan gambut di Desa Galih Sari menjadi rusak. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa kutipan dari warga Galih Sari terkait restorasi gambut:

1. Kaur Umum Desa Galih Sari

Beliau selaku Kepala Urusan Desa Galih Sari sangat menyambut baik Program Pemetaan Sosial dari BRG untuk pembuatan Profil Desa dan Peta Desa yang selama ini sudah lama tidak diperbarui. Untuk pembahasan gambut beliau mengutarakan bahwa pada tahun 2015 lahan yang terbakar bisa dikatakan 95% berada di area Lahan Plasma HGU PT. SCK. Untuk

lahan yang kosong (lahan Gambut) sudah tidak ada lagi warga yang berani membuka lahan dengan cara membakar hutan.

2. Ketua LPM Desa Galih Sari

Beliau selaku aparatur desa menyambut baik dan antusias dengan adanaya program Desa Pedli Gambut dari BRG dan siap membantu serta menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat dari BRG. Namun beliau sangat menyayangkan kondisi lahan gambut di Desa Galih Sari yang rusak akibat adanya perkebunan sawit.

3. Kadus Dusun 1 Desa Galih Sari dan Tokoh Masyarakat Selaku Kadus Dusun 1 beliau menyambut baik adanya BRG dengan program Desa Peduli Gambut. Beliau menginformasikan kepada seluruh warga untuk memanfaatkan adanya program DPG. Untuk lahan gambut di Desa Galih Sari beliau berpendapat bahwa sudah tidak adalagi lahan gambut di Desa Galih Sari semenjak dibukanya banyak lahan kosong untuk pertanian dan perkebunan terutama Perkebunan Kelapa Sawit.

4. Warga Desa Galih Sari

Menurut beliau BRG yang ada di Desa Galih Sari sudah bagus karena dengan adanya BRG masyarakat jadi lebih paham mengenai gambut, dan bagaimana cara melakukan pengolahan pertanian di lahan gambut. 5. Anggota PKK Desa Galih Sari

Menurut ibu Hartati beliau mendukung adanya program desa peduli gambut (DPG) di Desa Galih Sari, beliau berharap dengan adanya program ini masyarakat Desa Galih Sari dapat memahami bahwa lahan gambut memiliki banyak manfaat jika dikelola dengan baik.

6. Sekretaris Desa Galih Sari

Selaku Sekretaris Desa Beliau yang menjadi pamong tim pemetaan sosial di Desa Galih Sari. Beliau sangat ingin tahu bagaimana pengelohan lahan supaya bisa ditanami tanaan buah atau sayur.

lahan yang kosong (lahan Gambut) sudah tidak ada lagi warga yang berani membuka lahan dengan cara membakar hutan.

2. Ketua LPM Desa Galih Sari

Beliau selaku aparatur desa menyambut baik dan antusias dengan adanaya program Desa Pedli Gambut dari BRG dan siap membantu serta menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat dari BRG. Namun beliau sangat menyayangkan kondisi lahan gambut di Desa Galih Sari yang rusak akibat adanya perkebunan sawit.

3. Kadus Dusun 1 Desa Galih Sari dan Tokoh Masyarakat Selaku Kadus Dusun 1 beliau menyambut baik adanya BRG dengan program Desa Peduli Gambut. Beliau menginformasikan kepada seluruh warga untuk memanfaatkan adanya program DPG. Untuk lahan gambut di Desa Galih Sari beliau berpendapat bahwa sudah tidak adalagi lahan gambut di Desa Galih Sari semenjak dibukanya banyak lahan kosong untuk pertanian dan perkebunan terutama Perkebunan Kelapa Sawit.

4. Warga Desa Galih Sari

Menurut beliau BRG yang ada di Desa Galih Sari sudah bagus karena dengan adanya BRG masyarakat jadi lebih paham mengenai gambut, dan bagaimana cara melakukan pengolahan pertanian di lahan gambut. 5. Anggota PKK Desa Galih Sari

Menurut ibu Hartati beliau mendukung adanya program desa peduli gambut (DPG) di Desa Galih Sari, beliau berharap dengan adanya program ini masyarakat Desa Galih Sari dapat memahami bahwa lahan gambut memiliki banyak manfaat jika dikelola dengan baik.

6. Sekretaris Desa Galih Sari

Selaku Sekretaris Desa Beliau yang menjadi pamong tim pemetaan sosial di Desa Galih Sari. Beliau sangat ingin tahu bagaimana pengelohan lahan supaya bisa ditanami tanaan buah atau sayur.

7. Kaur. Pemerintahan Desa Galih Sari

Menurut buk Reni lahan yang ada di desa semua tanaman cocok untuk ditanam akan tetapi hasilnya tidak terlalu subur perlu adanya pupuk yang bagus dan cocok agar tanaman menjadi subur sebagai contoh tanaman dasawisma ibu-ibu PKK semuanya tumbuh akan tetapi hasilnya tidak terlalu bagus karna tidak adanya pupuk.

8. Tokoh Agama Desa Galih Sari

Menurut pengalamannya sawah yang digarap oleh Pak Komarudin hasilnya tidak sesuai yang diharapkan karena dilahannya tidak terlalu subur untuk persawahan sehingga ia sangat mengharapkan petugas bisa mengecek tanaman apa selain padi yang bagus ditanam atau bagaimana cara membuat tanah agar subur ditanami padi, sayur, dll.

9. Kadus Dusun 2

Lahan warga yang ada didusun 2 rata-rata sudah ditanami sawit, karet, dan persawahan dan bermacam-macam jenis tumbuhan semuanya tumbuh akan tetapi karena kurangnya keterampilan dalam menanam tumbuhan dan hasil sawit lebih menjanjikan maka warga lebih memilih sawit,karet, padi padahal jika berkebun kopi atau tumbuhan yang lain hasilnya juga berpotensi maka selaku wakil warga mengharapkan nantinya ada pelatihan atau pemberdayaan tentang bercocok tanam sampai ke pendistribusian.

Badan Restorasi Gambut

BAB XIII

PENUTUP

Setelah dilakukan pemetaan sosial dan spasial maka dapat disimpulkan bahwa Tim Pemetaan Sosial di Desa Galih Sari telah menyelesaikan tugas dengan harapan hasil dari pemetaan sosial ini dapat bermanfaat bagi Desa Galih Sari dan juga dapat di gunakan sebagai bahan acuan bagi Fasilitator Desa untuk mengembangkan program yang telah atau belum berjalan di masyarakat.

Desa Galih sendiri memiliki potensi yang sangat besar baik dari segi sumber daya manusia maupun sumber daya alam, namun di balik potensi ini masih perlu banyak yang diperbaiki baik dari segi birokrasi, pendidikan, tenaga kesehatan, keterampilan dalam mengolah lahan, budidaya ikan,dan beternak, karena sampai sekarang potensi sumber daya yang ada belum benar-benar di optimalkan. Meskipun demikian Desa Galih Sari termasuk masih sangat menjaga nilai-nilai kemajemukan dalam bermasyarakat seperti gotong royong, menjaga budaya-budaya yang mereka bawa, menjaga kerukunan antar ummat beragama, minimnya konflik baik antar warga maupun dengan perusahaan sehingga kondisi kehidupan mereka damai dan aman walaupun di tengah kekurangan dan keterbatasan.

DAFTAR PUSTAKA

LO Pengaman Sosial Desa Peduli Gambut BRG 2017 RKAPDes Desa Galih Sari 2017

RPJMDES Desa Galih Sari 2017

Dishutbun Sumsel. 2017. Info Publik Harga Komoditi Perkebunan. Dapat diakses di: http://disbun.sumselprov.go.id/harga-tbs-bulan-november-periode-i-tahun-2017/

Iskandar S dan Anggara T. 2015. Kontribusi Pendapatan Petani Padi sebagai

Tenaga Kerja di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Surya Cipta Kahuripan terhadap Pendapatan Petani Padi di Desa Galih Sari P11 Karang Agung Tengah Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. Societa (IV): 2 hal 86-90

DAFTAR PUSTAKA

LO Pengaman Sosial Desa Peduli Gambut BRG 2017 RKAPDes Desa Galih Sari 2017

RPJMDES Desa Galih Sari 2017

Dishutbun Sumsel. 2017. Info Publik Harga Komoditi Perkebunan. Dapat diakses di: http://disbun.sumselprov.go.id/harga-tbs-bulan-november-periode-i-tahun-2017/

Iskandar S dan Anggara T. 2015. Kontribusi Pendapatan Petani Padi sebagai

Tenaga Kerja di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Surya Cipta Kahuripan terhadap Pendapatan Petani Padi di Desa Galih Sari P11 Karang Agung Tengah Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. Societa (IV): 2 hal 86-90

Gedung Sekretariat Negara, Jalan Teuku Umar No. 10-11, Menteng, Jakarta Pusat T. +62 21 319 012 608

Badan Restorasi Gambut @BRG_Indonesia @BRG_Indonesia

Badan Restorasi Gambut - BRG Badan Restorasi Gambut-BRG

www.brg.go.id

“ Pulihkan Gambut,

Pulihkan Kemanusiaan.”

BADAN RESTORASI GAMBUT 2016 - 2020

DESA PEDULI GAMBU T

%

!"

#"$

&'()*+"(, -"./0

)

PETA JALAN RESTORASI

GAMBUT INDONESIA

2016-2020

Dokumen terkait