• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mata pencaharian utama masyarakat Galih Sari saat ini adalah sebagai Pekerja PT. SCK, petani sawit, petani karet, petani padi, dan peternak. Jenis pekerjaan lain yang digeluti oleh masyarakat yaitu sebagai pedagang, pegawai negeri maupun swasta, tukang bangunan, pembuat tempe, penyedia jasa (penggilingan padi) dan pembudidayaan sarang burung walet. Berikut rincian jenis pekerjaan dan jumlah warga Desa Galih Sari yang bekerja disetiap bidangnya.

Tabel 13 Jumlah Penduduk Desa Galih Sari berdasarkan Jenis Pekerjaan

JENIS PEKERJAAN JUMLAH (jiwa)

Petani 407 Buruh Bangunan 36 Buruh Tani/ PT. 845 PNS 4 Peternak 7 Budidaya Perikanan 10 Pedagang 20 Bengkel motor 3 Tukang Bangunan 36 Usaha Walet 15 Pengusaha tempe 6 Guru 45 Sopir 2 Pengusaha Transportasi 2

Selain bertani, petani Galih Sari juga bekerja di PT. SCK sebagai buruh perkebunan sawit (Iskandar dan Anggara 2015). Sehingga ada dua pemasukan yang dimiliki oleh rumah tangga tani: pertama yang berasal dari hasil panen, kedua yang berasal dari gaji buruh tani. Hasil panen didapatkan bergantian, antara padi, kelapa, dan karet. Jika dirupiahkan hasil panen padi dapat mencapai Rp 15.997.079 per delapan bulan, kurang lebih sekitar Rp 2.000.000 per bulannya.

Jenis padi yang ditanam oleh masyarakat Galih Sari adalah IR42 dan Ciherang. Bibit ini diperoleh masyarakat dari toko-toko pertanian yang ada di desa maupun di luar desa. Harga bibit Padi Ciherang per bungkusnya adalah Rp. 100.000/5 kg. Kedua bibit ini dipilih karena tahan terhadap hama werang cokelat dan cocok ditanam di daerah gambut.

Tabel 14 Harga Pedi berdasarkan Jenis Hasil Panen Jenis Hasil Panen Padi Harga (Rp/ kg)

Padi Basah 3.500

Padi Kering 4.500

Beras 7.000

Penghasilan dari kelapa dan karet dapat didapatkan setiap saat manakala mereka membutuhkan. Karena Kelapa dan karet merupakan tanaman tahunan yang ketika masuk pada masa produktif dapat dipanen setiap harinya. Sebagai buruh tani sawit, petani mendapatkan gaji sebesar Rp 7.570.956 yang diberikan tiap empat bulan (Iskandar dan Anggara 2015). Artinya selama per bulan buruh tani sawit ini mendapatkan pemasukan kurang lebih sebesar Rp 1.892.739.

Tabel 15 Produksi Rata-Rata Hasil Pertanian Desa Galih Sari Jenis Hasil Pertanian Produksi Rata-rata (kg/Ha)

Padi 1 – 1,5 ton / 180 hari

Sawit 5 – 10 ton / bulan

Selain bertani, petani Galih Sari juga bekerja di PT. SCK sebagai buruh perkebunan sawit (Iskandar dan Anggara 2015). Sehingga ada dua pemasukan yang dimiliki oleh rumah tangga tani: pertama yang berasal dari hasil panen, kedua yang berasal dari gaji buruh tani. Hasil panen didapatkan bergantian, antara padi, kelapa, dan karet. Jika dirupiahkan hasil panen padi dapat mencapai Rp 15.997.079 per delapan bulan, kurang lebih sekitar Rp 2.000.000 per bulannya.

Jenis padi yang ditanam oleh masyarakat Galih Sari adalah IR42 dan Ciherang. Bibit ini diperoleh masyarakat dari toko-toko pertanian yang ada di desa maupun di luar desa. Harga bibit Padi Ciherang per bungkusnya adalah Rp. 100.000/5 kg. Kedua bibit ini dipilih karena tahan terhadap hama werang cokelat dan cocok ditanam di daerah gambut.

Tabel 14 Harga Pedi berdasarkan Jenis Hasil Panen Jenis Hasil Panen Padi Harga (Rp/ kg)

Padi Basah 3.500

Padi Kering 4.500

Beras 7.000

Penghasilan dari kelapa dan karet dapat didapatkan setiap saat manakala mereka membutuhkan. Karena Kelapa dan karet merupakan tanaman tahunan yang ketika masuk pada masa produktif dapat dipanen setiap harinya. Sebagai buruh tani sawit, petani mendapatkan gaji sebesar Rp 7.570.956 yang diberikan tiap empat bulan (Iskandar dan Anggara 2015). Artinya selama per bulan buruh tani sawit ini mendapatkan pemasukan kurang lebih sebesar Rp 1.892.739.

Tabel 15 Produksi Rata-Rata Hasil Pertanian Desa Galih Sari Jenis Hasil Pertanian Produksi Rata-rata (kg/Ha)

Padi 1 – 1,5 ton / 180 hari

Sawit 5 – 10 ton / bulan

Karet 300-400 kg / minggu

Kelapa 1 – 2 ton / bulan

Sejak pertanian padi kurang menghasilkan, banyak warga yang mengalihkan sawahnya menjadi kebun sawit. Hal ini terutama marak terjadi setelah PT. SCK masuk ke wilayah Galih Sari. Tanaman kelapa sawit yang dimiliki setiap KK bisa mencapai 130 – 150 batang/ ha. Umur kelapa sawit yang ada di Desa Galih Sari sudah memasuki masa perawatan dan panen. Saat ini tanaman sawit yang dimiliki oleh warga sudah berada dalam tahap produksi.

Dalam satu batang pohon, biasanya terdapat 5-7 tandan yang dipanen setiap 2 minggu sekali. Dalam satu bulan panen mampu mencapai kurang lebih 5-10 ton per hektar

1

yang setara dengan Rp 8.000.000

2

. Harga untuk satu kilogram kelapa sawit sebelum hari Raya Idul Fitri tahun 2017 sebesar Rp.1050/kg sedangkan saat ini harga turun mencapai Rp. 800/Kg.

Penerimaan harga yang didapatkan masyarakat tergantung dari apakah kelapa sawit masih berada di pohon atau sudah bersih dan diantarkan ke “Bos” atau tengkulak yang ada di desa. Harga kelapa berbeda-beda tergantung dari jenis bibit kelapa sawit tersebut. Kelapa sawit milik warga tidak diterima oleh perusahaan dikarenakan kadar minyak yang terkandung dalam kelapa sawit milik masyarakat tidak memenuhi standar perusahaan. Setiap dua minggu sekali tengkulak akan melakukan pengiriman dan penjualan kelapa sawit ke pengepul besar. Setiap pengiriman kelapa sawit Desa Galih Sari dapat mencapai 35 ton.

Selain pertanian, beberapa warga Desa Galih Sari membudidayakan ikan (10 orang atau 0,69%). Ada tiga jenis ikan yang dibudidayakan, yaitu Lele (Clarias batrachus), Nila (Oreochromis niloticus), dan Patin (Pangasius sp.). Harga penjualan ikan tergantung pada jenis ikan dan sistem

1 Mayoritas warga memiliki lahan seluas 1-2 hektar.

2 Dengan asumsi harga per kilogram tandan buah sawit (TBS) segar

pada bulan November 2017 adalah sebesar Rp 1600 (Disbun Sumsel 2017).

bagaimana pembudidaya membeli bibitnya. Sistem pembelian bibit tersebut ada dua, Yarnen yaitu sistem pembayaran bibit yang dibayarkan setelah panen; dan kontan ketika pembayaran bibit dilakukan pada hari itu juga ketika bibit dibeli. Bibit ikan nila yang dibayar yarnen dihargai Rp 25.000/kg, sedangkan yang dibayar kontan memiliki harga Rp 20.000 per kilogram.

Tabel 16 Harga Jual Hasil Tambak di Desa Galih Sari

Jenis Hasil Tambak Harga (Rp/Kg)

Ikan Nila 20.000-25.000

Ikan Lele 15.000

Ikan Patin 15.000

Komoditi peternakan di Galih Sari dilakukan secara turun temurun atau tradisional baik itu ternak besar (sapi dan kambing) maupun kecil (ayam, bebek, dan mentok). Sangat sedikit sekali warga desa yang mempunyai ternak karena kurangnya pengetahuan warga tentang peternakan. Secara rinci jenis komoditi ternak di Desa Galih Sari dapat dilihat dibawah ini :

Tabel 17 Populasi dan Jumlah Rumah Tangga Pemilik Ternak

No Jenis Ternak Populasi Ternak (ekor) Jumlah Rumah Tanggal Pemilik (RTP) Sumber Dana Swadaya (ekor) Bantuan (ekor) 1 Sapi 28 5 28 - 2 Kambing 243 47 243 - 3 Ayam Daging 3750 252 3750 - 4 Itik/Bebek 1428 203 1428 -

Beberapa warga memiliki pendapatan dari usaha pengolahan kayu. Pengolahan kayu yang termasuk ke jenis usaha kecil dan menengah ini adalah kayu gelam, kayu sengon, kayu dan akasia yang ditanam warga di kebun. Pengolahan kayu

bagaimana pembudidaya membeli bibitnya. Sistem pembelian bibit tersebut ada dua, Yarnen yaitu sistem pembayaran bibit yang dibayarkan setelah panen; dan kontan ketika pembayaran bibit dilakukan pada hari itu juga ketika bibit dibeli. Bibit ikan nila yang dibayar yarnen dihargai Rp 25.000/kg, sedangkan yang dibayar kontan memiliki harga Rp 20.000 per kilogram.

Tabel 16 Harga Jual Hasil Tambak di Desa Galih Sari

Jenis Hasil Tambak Harga (Rp/Kg)

Ikan Nila 20.000-25.000

Ikan Lele 15.000

Ikan Patin 15.000

Komoditi peternakan di Galih Sari dilakukan secara turun temurun atau tradisional baik itu ternak besar (sapi dan kambing) maupun kecil (ayam, bebek, dan mentok). Sangat sedikit sekali warga desa yang mempunyai ternak karena kurangnya pengetahuan warga tentang peternakan. Secara rinci jenis komoditi ternak di Desa Galih Sari dapat dilihat dibawah ini :

Tabel 17 Populasi dan Jumlah Rumah Tangga Pemilik Ternak

No Jenis Ternak Populasi Ternak (ekor) Jumlah Rumah Tanggal Pemilik (RTP) Sumber Dana Swadaya (ekor) Bantuan (ekor) 1 Sapi 28 5 28 - 2 Kambing 243 47 243 - 3 Ayam Daging 3750 252 3750 - 4 Itik/Bebek 1428 203 1428 -

Beberapa warga memiliki pendapatan dari usaha pengolahan kayu. Pengolahan kayu yang termasuk ke jenis usaha kecil dan menengah ini adalah kayu gelam, kayu sengon, kayu dan akasia yang ditanam warga di kebun. Pengolahan kayu

sampai menjadi papan dan dijual per meter kubiknya dengan harga sekitar Rp. 1.000.000 s/d Rp. 1.500.000 per kubik.

Perdagangan dengan sistem kios atau warung juga ditekuni oleh warga. Barang yang dijual adalah sembako, minyak (solar, bensin dan minyak tanah), dan barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Umumnya kios dibangun di depan rumah atau menyatu langsung dengan rumah. Para pedagang membeli langsung barang dagangan dari pedagang-pedagang bermotor dari Sungai Lilin dan juga pedagang pasar yang buka setiap hari Senin di Pasar Kalangan Desa Galih Sari.

Ada 15 gedung di Galih Sari yang digunakan untuk usaha budidaya walet. Biasanya di dalam gedung tersebut dipasang CD yang memainkan suara burung walet. Hal ini dilakukan untuk menarit minat burung walet agar bersarang di lokasi tersebut. Saat ini harga lendir burung walet yang ada di Desa Galih Sari mencapai Rp 8.000 – 10.000/ kg.

Dokumen terkait