• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam Konpensi

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 79-94)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

MENGADILI SENDIRI

A. Dalam Konpensi

1.Dalam Provisi

- Menyatakan para Tergugat sah menurut hukum untuk menguasai dan mengusahai atas objek perkara.

- Menolak sita jaminan (conservatoir beslaag) B.Dalam Ekspresi

- Mengabulkan ekspresi Tergugat I

- Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (Niet Onvankelijkeverklaard)

Dalam Pokok Perkara

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 80 dari 94 hal

1. Menolak Gugatan Penggugat seluruhnya atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima menurut hukum.

2. Menyatakan tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum akta hibah nomor 81/Siborong borong /1990 Tanggal 26 Februari 1990 yang dikeluarkan Camat Siborong borong selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah seluas 60.000 M2 (Enam Puluh Ribu Meter Persegi) dengan batas-batas sebagai berikut.

Utara : Pinus Milik Kehutanan.

Timur : Tanah Milik G.M Panggabean/Hantus Tampubolon. Selatan : Pinus Milik Almarhum ST.Julianus Siahaan

Barat : Pinus Pargolmulan/Tanah Viktor Hutagaol/Tanah Milik Karlos Sianturi.

3. Menyatakan Penggugat tidak sah dan tidak mempunyai dasar hukum untuk mengajukan Gugatan kepada Tergugat I.

4. Menyatakan Penggugat tidak mempunyai hubungan hukum denan tanah perkara Objek Perkara III.

5. Menyatakan tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum akta pernyataan kesaksian nomor 03 Tanggal 2 Mei 20005 yang diterbitkan turut Tergugat III dan akta pernyataan Karlos Sianturi nomon 4 Tanggal 2 Mei 2005.

6. Menyatakan sah dan mempunyai kekuatan hukum sertifikat hak milik nomor 206 tahun 2001 Tanggal 28 Februari 2001 yang diterbitkan Turut Tergugat I.

7. Menyatakan sah dan mempunyai kekuatan hukum akta jual buli nomor 80/PRK/SBGN/2003 Tanggal 3 Juni 2003 yang diterbitkan turut tergugat III. Menimbang, bahwa Kuasa Hukum Terbanding V /Tergugat V telah mengajukan kontra memori banding tanggal 25 Januari 2016, dengan alasan hukum adalah sebagai berikut

1. Bahwa Terbanding V/Tergugat V mengakui dan membenarkan atas pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama yang menyatakan

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 81 dari 94 hal

Para Penggugat tidak dapat mempertahankan dan membuktikan seluruh dalil-dalil gugatannya serta mengadili dan menolak gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya.

2. Bahwa di dalam memeriksa dan mengadili perkara, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarutung telah mempertimbangkan secara rasional dan objektiv serta adil menurut hukum,yaitu fakta persidangan,alat bukti surat,dan saksi-saksi serta Pemeriksaan Setempat sehingga disimpulkan sebagai kesimpulan hukum yang di jatuhkan dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarutung dalam Perkara Perdata No.17/Pdt.G/2015/PN.Trt tanggal 24 November 2015,harus dipertahankan dan harus diterima secara sah menurut hukum.

3. Bahwa di depan persidangan Para Pembanding/Para Penggugat telah mengajukan fakta-fakta dan terutama saksi Wilson Sianturi,Painton Sianturi,Koster Siahaan,dan Gerlan Hutagaol,Martahan Tampubolon,dan saksi tersebut menyatakan: saksi tidak mengalami,tidak melihat,dan tidak menyaksikan sendiri bahwa Renatus Sianturi memberikan objek perkara aquo kepada Julianus Siahaan dan saksi hanya mengetahui dan hanya mendengar Cerita. Dan semua saksi penggugat tidak mengetahui dari mana asal usul Renatus Sianturi memiliki tanah objek sengketa. Sementara Renatus Sianturi bertempat tinggal di Tanah milik marga Tampubolon hanya sebagai penumpang (menantu marga Tampubolon) yaitu dikampung sebelah rumah Kusen Tampubolon (saksi Tergugat I) di Sipintu Pintu desa Pariksabungan Kecamatan Siborong Borong. Maka keterangan saksi Pembanding/Para Penggugat adalah tidak mempunyai landasan sumber pengetahuan yang sah dan tidak mempunyai syarat tentang kepemilikan tanah objek sengketa III.

4. Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam pertimbangannya sudah tepat dan menganalisa alat bukti Para Pembanding/Penggugat yaitu P-1.P-2,P-4 secara rasional dan objektif menurut ketentuan hukum .

Bukti P-1 yaitu Acta Hibah No.81/Siborong borong/1990 tidak dapat dipertahannkan oleh Para Pembanding/Penggugat karena Victor Hutagaol yang menurut Pembanding adalah pihak yang membuat/menandatangani Acta Hibah tersebut tidak dapat

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 82 dari 94 hal

dihadirkan Penggugat di depan persidangan dan menyatakan Victor Hutagaol sudah almarhum (bukti isi gugatan). Akan tetapi para Terbanding/Tergugat dapat menghadirkan Victor Hutagaol di persidangan ternyata masih hidup dan sehat dan dapat memberikan kesaksian di persidangan dan menyatakan bahwa Ia (Victor Hutagaol): tidak ada menandatangani Acte Hibah No.81/Sbb/1990 bersama sama dengan Karlos Sianturi dan tidak ada pergi kehadapan Pejabat Pembuat Acta Tanah (PPAT).Camat Kepala Wilayah Kecamatan Siborong Borong yaitu M.Sitanggang BA serta menyatakan dipersidangan tidak ada memberikan tanah objek perkara kepada St Julianus Siahaan serta tidak memiliki tanah objek perkara aquo. Serta Victor Hutagaol menyatakan tidak ada menandatangai dan tidak mengetahui tentang proses bentuk dan isi pembuatan surat pernyataan penyerahan tanah tanggal22April2015 seperti bukti P-4.

Bahwa bukti P-2 adalah tidak sah karena Victor Hutagaol tidak menghadiri/menghadap dan menandatangani surat Acta Hibah No.81/Sbb/1991 di hadapan PPAT bersama sama dengan Karlos Sianturi serta tidak ada menyerahkan tanah objek perkara aqou kepada St Julianus Siahaan. Bahwa Victor Hutagaol tidak ada menyatakan dan menandatangani Surat Pernyataan di hadapan Notaris Emmi Banjarnahor,SH/Turut Tergugat III sehubungan penyerahan Tanah Hibah kepada St Julianus Siahaan. Sehingga bukti P-1,P-2,P-4 Para Pembanding /Para Tergugat mengandung rekayasa pemalsuan maka harus di tolak menurut hukum.

5. Bahwa dengan dibantahnya tandatangan saksi Victor Hutagaol,Majelis Hakim Pengadilan Hakim Tingkat Pertama bahwa kebenaran isi surat P-1,P-2,P-4 tersebut diragukan dan ada unsur pemalsuan adalah pendapat yang tepat dan bersifat objektif menurut hukum. Bahwa Victor Hutagaol membantah dan menyangkal tandatangannya dan bentuk dan isi serta proses pembuatan terjadinya surat tersebut sehingga perbuatan hukum dan hubungan hukum tersebut tidak mempunyai kekuatan pembuktian menurut hukum. Maka para Pembanding/Penggugat tidak mempunyai hubungan hukum dengan Terbanding V/Tergugat V dan tidak mempunyai hubungan hukum dengan objek sengketa I,II.

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 83 dari 94 hal

Bahwa keterangan saksi Pembanding/Para Penggugat yaitu Wilson Sianturi dan saksi Painton Sianturi tentang kebenaran tandatangan Victor Hutagaol adalah suatu keterangan yang di buat buat dan mengada ada serta tidak berdasar hukum karena tidak di dukung oleh fakta dan peristiwa di dalam persidangan dan telah di sangkal oleh Victor Hutagaol di dalam persidangan sehingga ditolak menurut hukum. 6. Bahwa dalil dalil Para Pembanding/Para Penggugat yang menyatakan

dalam point 10 kemungkinan dapat diduga bahwa keterangan yang diberikan oleh saksi Victor Hutagaol adalah keterangan palsu di persidangan.

Bahwa dalil Para Pembanding/Para Penggugat di atas adalah dalil perasaan yang mengada ada dan subjektif yang tidak berdasar dan tidak berichtikat tidak baik karena Victor Hutagaol memberikan keterangan yang sebenarnya di atas Sumpah dan telah di uji kebenaran fakta dan peristiwanya dihadapan Majelis Hakim yang dihadiri kuasa hukum Para Penggugat dan kuasa Hukum Tergugat I,II,III,V, Turut Tergugat II,IV,dan masing masing kepada pihak Majelis Hakim ,Kuasa Hukum Para Penggugat,dan Kuasa Hukum Tergugat diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan. Bahwa Victor Hutagaol(saksi Tergugat) memberikan keterangan sebagai saksi di hadapan Majelis Hakim adalah keterangan saksi berdasarkan pengalaman sendiri,penglihatan sendiri,dan pendengaran sendiri yang menurut hukum telah mempunyai landasan sumber pengetahuan yang dianggap sah dan memenuhi syarat menurut hukum.

Bahwa Pembanding/Para Penggugat sengaja menghubunghubungkan tanda tangan yang terdapat dalam bukti P-1 dan P4 dengan tandatangan yang terdapat dalam bukti yang lain adalah suatu bentuk dalil yang tidak relevan dengan hukum dan tidak berdasarkan hukum serta mengada ada sehingga harus ditolak menurut hukum.

7. Bahwa Majelis Hakim Tingkat Pertama sudah tepat dan saksama mempertimbangkan alasan-alasan Hukum yang berdasarkan hukum pada point 14,karena di depan persidangan dan di bawah sumpah Saut Martua Tampubolon menerangkan bahwa tanah objek perkara aquo adalah tanah milik Hantus Tampubolon yang diperoleh dari Bapaknya

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 84 dari 94 hal

yaitu Andoni Tampubolon gelar Sintua Portibi dan mengetahuinya karena tanah saksi persis berbatasan langsung dengan tanah objek sengketa yaitu disebelah baratnya. Saksi sering melihat sewaktu kecil Hantus Tampubolon mengusahai tanahnya dengan menanam pinus,eukaliptus,dan kolam ikan mas yang berupa kolam ikan karena saksi sering lewat sewaktu mengembalakan ternak kerbau,dan saksi diberitahukan juga oleh ibunya bahwa tanah objek sengketa adalah tanah milik Hantus Tampubolon,saksi juga menyatakan bahwa disekitar wilayah tanah objek sengketa adalah tanah Hak Ulayat Marga Tampubolon dan telah mempunyai/dibagi batas Hak masing masing pemiliknya.Demikian juga Marudin Sianturi menyatakan bahwa objek sengketa adalah milik Hantus Tampubolon ( Bapak Tergugat V ) yang diwariskan kepada anaknya Judika Tampubolon. Pada tahun 1970 saksi pernah disuruh oleh Hantus Tampubolon untuk mengambil ikan mas dari kolam ikan miliknya serta melihat tanah objek sengketa diusahai oleh Hantus Tampubolon. Jadi di atas tanah objek sengketa Hantus Tampubolon telah mengusahai kolam ikan mas,menanam pinus,dan eukaliptus karena saksi Marudin Sianturi mempunyai tanah yang jaraknya 150 m (seratus lima puluh meter) dari batas tanah objek sengketa milik Hantus Tampubolon. Adapun tanah saya adalah tanah warisan dari Ibu saya. Adapun tanah saksi tersebut adalah tanah warisan dari Ibu saya Boru Tampubolon yang diberikan dan berasal dari ibu saksi Marga Tampubolon (kakek saksi dari pihak Ibu). Saksi diberitahukan oleh ibu saksi bahwa tanah objek sengeta adalah milik Hantus Tampubolon dan mengetahuinya bahwa di tanah hak Ulayat Tampubolon dan telah dibagi bagi dan mempunyai hak dan batas masing masing.

Bahwa saksi kenal dan saudara dengan Renatus Sianturi karena nenek saksi dengan nenek Renatus Sianturi adalah kakak adik kandung dan tinggal menumpang di kampung Marga Tampubolon di Sipintu Pintu,Silangit sebagai menantu Marga Tampubolon.

Maka oleh karena itu dalil Para Pembanding/Penggugat (point 14) yang menyatakan pertimbangan Hakim telah keliru dan tidak berdasarkan fakta dan dalam menerapkan fakta hukum adalah suatu dalil yang dicari cari dan tidak relevan serta tidak mempunyai dasar

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 85 dari 94 hal

hukum/fakta sehingga harus ditolak menurut hukum.

8. Bahwa dalil Pembanding /Penggugat menyatakan bahwa point 15,bahwa Majelis Hakim Tingkat Pertama telah melakukan Pemeriksaan Setempat tanggal 3 November 2015 di tempat objek sengketa di Silangit desa Pariksabunngan Kecamatan Siborong Borong yang dihadiri 3 (tiga) orang Majelis Hakim dalam perkara aquo,Panitera Pengganti, Penggugat berserta Kuasa Hukumnya,Keluarga Tergugat beserta Kuasa Hukum Tergugat I,II,III,,V,Mantan Kepala Desa Pariksabungan Pongat Simanjuntak (batas sebelah selatan objek perkara), Kusen Tampubolon (Abang Wesli Tampubolon batas sebelas Utara). Setelah dibuka sidang maka Majelis Hakim bertanya tentang objek sengketa,dan bertanya sampai mana batas objek sengketa lalu dijawab : Terbanding/Tergugat bahwa batasnya Timur berbatas dengan Parik/tanah Purba/tanah Sinaga;Barat berbatas dengan Parik/tanah milik Saut Tampubolon,Wesli Tampubolon Selatan berbatas dengan Pongat Simanjuntak;Utara berbatas dengan tanah Pinus.

Dengan pertanyaan Majelis Hakim selanjutnya kepada Tergugat ada apa di atas tanah ini? Lalu dijawab Kuasa Hukum Tergugat I,V,bahwa diatas tanah objek sengketa ada kolam ikan lalu Majelis Hakim Meninjau langsung ke lokasi yang masih Berada di atas tanah objek sengketa,ternyata ada kolam ikan yang masih terjaga dan berada di atas tanah objek sengketa yaitu dengan dibentuknya agar dapat mengalir air ke kolam ikan dan airnya masih mengalir sampai sekarang. Bahwa Pemeriksaan Setempat telah dilakukan menurut ketentuan hukum dan telah sesuai dan tepat pertimbangan Majelis Hakim yang berdasarkan fakta dan bukti serta peristiwa di lapangan bahwa di atas tanah objek perkara ada kolam ikan yang masih terjaga keberadaannya. Dan lokasi kolam ikan milik Hantus adalah di tengah-tengah lokasi tanah objek sengketa yaitu antara batas Timur (parik) dengan batas Barat (tanah Saut Tampubolon). Maka dalil Para Pembanding/Para Penggugat menyatakan diatas tanah objek sengketa tidak ada di temukan fakta Hukum bahwa masih ada kolam ikan yang masih terjaga keberadaannya di tanah objek perkara melainkan tali air itu, pun berada di luar objek perkara adalah suatu dalil Para Pembanding/Penggugat yang tidak beralasan dan tidak berdasarkan

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 86 dari 94 hal

fakta dan peristiwa di lapangan serta merupakan rekayasa untuk menggelapkan/mengelabui fakta hukum yang sebenarnya karena telah dibuktikan/diuji oleh Majelis Hakim,Penggugat,dan Kuasa Hukum Para Pembanding/Para Penggugat dan Kuasa Hukum Tergugat I,II,III,V hadir di lokasi melihat dan menyaksikan serta terlibat langsung berada di atas tanah objek perkara sengketa I,II,III.

9. Bahwa Para Pembanding/Para Penggugat sengaja untuk mencari kelemahan sebagian fakta fakta dan bukti-bukti Terbanding V/Tergugat V dalam pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tingkat Pertama dan tidak mempertimbangkan secara keseluruhan akan fakta-fakta dan peristiwa,keterangan saksi,bukti-bukti,dan pemeriksaan setempat yang diperoleh atau didapatkan selama proses pemeriksaan persidangan Majelis Hakim sehingga dengan segala cara yang tidak berdasarkan ketentuan hukum,Para Pembanding/Para Penggugat dapat menuntut maksud-maksud yang tidak berdasarkan hukum seperti point 18.

Pengadilan Negeri Tingkat Pertama telah tepat dan sesuai serta tidak kontradiktif mempertimbangkan keseluruhan bukti-bukti Terbanding V/Tergugat V yang sejalan dengan fakta-fakta persidangan yang dapat membuktikan bahwa objek tanah sengketa 1 dan 2(satu dan dua) adalah milik Terbanding V /Tergugat V yaitu bahwa berdasarkan fakta persidangan objek perkara adalah tanah Ulayat Marga Tampubolon dan masing-masing sudah mendapat hak warisan masing-masing pihak Tampbolon. Bahwa Terbanding I/Tergugat I memperoleh hak waris dari orang tuanya yaitu Hantus Tampubolon dan Hantus Tampubolon memperoleh warisan dari Bapaknya yaitu Andoni Tampubolon dengan gelar Sintua Portibi (kakek Judika Tampubolon),dan bahwa fakta dan bukti ini adalah berdasarkan keterangan saksi Saut Martua Tampubolon,Marudin Sianturi,dan Kusen Tampubolon.

Bahwa bukti T.I-1 kwartir cabang Tapanuli Utara.

Bahwa T.I-1 ini membuktikan bahwa kwartir Pramuka Cabang Tapanuli Utara hendak menanami pinus disekitar tanah milik Hantus Tampubolon/Marga Tampubolon yaitu di tanah objek sengketa,bahwa kwartir Pramuka Cabang Tapanuli Utara memberikan surat T.I-1 tersebut kepada Hantus Tampubolon/Marga Tampubolon, karena

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 87 dari 94 hal

menurut Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara tanah objek sengketa adalah milik Hantus Tampubolon.

Bukti T.I-2 yaitu bukti Surat Kematian Hantus Tampubolon tanggal 4 Juli 2003 di Silangit Kecamatan Siborong Borong yang dikeluarkan

oleh Pendeta Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pariksabungan oleh Pendeta Herry.SW.Pasaribu.STH. Bahwa T.I-2 membuktikan Hantus Tampubolon adalah penduduk asli yang berdomicili /mempunyai tempat kediaman hidup baik lahiriah maupaun rohaniah di Pariksabungan Kecamatan Siborong borong. Sedangkan St Julianus Siahaan adalah berdomisili di desa Pohan Tonga Keamatan Siborong borong.

Bukti T.I-3 adalah bukti tanah sengketa 3 adalah pemilik tanah yaitu Judika Tampubolon (Terbanding I/Tergugat I) berdasarkan sertifikat hak milik No.206 tertanggal Februari 2001.

Bahwa sertifikat bukti hak milik tersebut dibuat berdasarkan prosedur dan syarat-syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang. Bahwa Terbanding I/Tergugat I sebagai penduduk asli (awal) desa Pariksabungan Kecamatan Siborong borong adalah pemilik berdasarkan warisan yang diwarisi secara turun menurun dari orang tuanya bernama Hantus Tampubolon dan Hantus Tampubolon memperolehnya dari Bapaknya yaitu Andoni Tampubolon gelar Sintua Portibi (kakek Terbanding I)dan belum pernah dialihkan atau dijual kepada siapa pun,yang kemudian Terbanding I/Tergugat I mengurus sertifikat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tapanuli Utara dengan melengkapi syarat-syarat dan Prosedur Ketentuan Hukum yang berlaku. Atas permohonan Terbanding I kepada BPN maka BPN menerbitkan sertifikat hak milik No.206 Tahun 2001 atas pemegang hak Judika Tampubolon (Terbanding I/Tergugat I).

Maka berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti di atas menunjukkan secara khusus pihak-pihak di sekitar pemilik tanah batas-batas objek perkara mengetahui,bahwa tanah objek perkara adalah tanah milik Hantus Tampubolon yang diwariskan kepada Terbanding I (Judika Tampubolon) dan secara umum masyarakat desa Pariksabungan telah

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 88 dari 94 hal

mengetahui bahwa tanah objek pekara adalah tanah Hantus Tampubolon yang diwarisakan kepada Judika Tampubolon (Terbanding I/Tergugat I).

Bahwa menurut Para Pembanding/Para Penggugat point 18 bahwa pertimbangan hukum Majelis Hukum terkesan terlalu dipaksakan karena tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya. Hal ini adalah dalil pendapat Para Pembanding yang menurut perasaan mengada ada tanpa dibarengi dengan pikiran yang rasional dan objektif dan tidak berdasarkan fakta hukum dan bukti-bukti hukum. Dalil para pembanding yang menyatakan objek perkara yang dialihkan/dijual/diserahkan oleh Hantus Tampubolon dan Terbanding I/Tergugat I kepada Tergugat/Terbanding IV ( I c objek perkara I dan II ) jika dikaitkan dengan bukti T.V-1 yaitu surat penyerahan tanah dari Hantus Tampubolon kepada Terbanding IV/Tergugat IV terdapat kekaburan adalah dalil yang sesat dan gelap serta tidak berdasar karena tidak sesuai dengan fakta yang terdapat di persidangan serta tidak pernah dinyatakan/dibuktikan dalam persidangan sehingga harus ditolak menurut hukum. Bahwa surat penyerahan tanah dari Hantus Tampubolon/Judika Tampubolon kepada Terbanding IV/Tergugat IV adalah palsu dan mengada ada karena Hantus Tampubolon/Terbanding I tidak pernah memberikan tanah objek perkara I,II kepada Terbanding IV/Tergugat IV. Dan Para Pembanding/Para Penggugat sengaja membuat dalil yang kabur dan tidak relevan serta mengada ada karena tidak berdasar kepada fakta yang diperoleh dalam persidangan.

Bahwa selama proses persidangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarutung,Terbanding I/Tergugat I dan Terbanding V/Tergugat V hanya memberikan bukti Tergugat V yaitu T.V-1 mengenai surat penyerahan tanah oleh Hantus Tampubolon kepada Guntar Manurung tanggal 18 Desember 2000 seluas 39.843 m2 ( tiga puluh Sembilan ribu delapan ratus empat puluh tiga meter) yang disaksikan oleh:

1. Judika Tampubolon ( Terbanding I ) 2. Lina Sianipar (Timbul Sianipar) 3. Kamsyah Saragi

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 89 dari 94 hal

Bahwa Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam pertimbangannya,telah merinci dan objektif dengan saksama menurut hukum mempertimbangkan fakta-fakta dan alat-alat bukti bahwa semasa hidupnya Hantus Tampubolon tanggal 18 Desember 2000 telah menyerahkan sebagian tanahnya yakni objek sengketa I dan II seluas 39.843 m2 ( tiga puluh Sembilan ribu delapan ratus empat puluh tiga meter) kepada Guntar Manurung sesuai dengan bukti T.V-1 yaitu Surat Penyerahan Tanah,sehingga secara sah dan mempunyai kekuatan hukum bahwa Tergugat V adalah pemilik atas objek sengketa I dan II.

10. Bahwa Majelis Hakin Tingkat Pertama tidak keliru dantelah mempertimbangkan dengan saksama dan rinci menilai segala fakta dan keterangan saksi,bukti-bukti yang ditemukan dalam persidangan terutama keterangan saksi Terbanding V,yaitu:

a. Saksi Tergugat V yaitu Timbul Sianipar (A.Lina Sianipar) mengatakan di depan persidangan yang sejalan dengan bukti T.V-3 yaitu telah terjadi penyerahan tanah secara hukum oleh Hantus Tampubolon kepada Guntar Manurung seluas 39.843 m2 ( tiga puluh Sembilan ribu delapan ratus empat puluh tiga meter) dengan batas-batas Sebelah Timur :Parit/G.M Panggabean,Sebelah Selatan :Marga Tampubolon,Sebelah Barat :Saut Tampubolon,Sebelah Utara :Wesli Tampubolon.

b. Saksi Tergugat V yaitu Kamsyah Saragi menyatakan di depan persidangan Telah menyerahkan tanah miliknya seluas 39.843 m2 (tiga puluh Sembilan ribu delapan ratus empat puluh tiga meter) kepada Guntar Manurung sebagai pelunasan utung dan jasa moril yaitu tanah yang berada di Pariksabungan,Silangit,Kecamatan Siborongborong yang sesuai dan sejalan dengan yang lokasinya dengan pernyataan Tergugat I dan saksi Tergugat V yaitu Timbul Sianipar karena mereka bersamaan sewaktu menandatangani surat penyerahan tersebut/T.V-1. c. Terbanding I/Tergugat I yaitu Judika Tampubolon sebagai saksi

penyerahan tanah adalah mengetahui jelas tanah yang diserahkan oleh ayah Hantus Tampubolon kepada Guntar Manurung/Terbanding V mengenai lokasi dan batas-batas tanah yang diserahkan yaitu seluas 39.843 m2 (tiga puluh Sembilan ribu delapan ratus empat puluh tiga meter) dengan batas-batas batas Sebelah Timur :Parit/G.M

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 90 dari 94 hal

Panggabean,Sebelah Selatan :Marga Tampubolon,Sebelah Barat :Saut Tampubolon,Sebelah Utara :Wesli Tampubolon. Bahwa Terbanding I selalu bersama sama dan terlibat dengan Bapaknya Hantus Tampubolon mengusahai tanah tersebut dengan menanam

pinus,eukaliptus,merawat kolam ikan mulai dari kecil sampai dengan diserahkannya tanah tersebut serta mengetahui sampai sekarang batas-batas tanah tersebut yaitu pada saat pertanyaan Pemeriksaan Setempat oleh Majelis Hakim kepada Terbanding I kepada Tergugat I tanggal 3 November 2015.

Bahwa Terbanding I/Terrgugat I kemudian menjual tanah objek perkara 3 kepada Mangaraja Panggabean sebagaimana sertifikat hak milik 206 tertanggal 2001 pemegang hak Judika Tampubolon yang dikeluarkan Turut Tergugat III berdasarkan Akta Jual Beli No.80/PRK/SPGN/2003 tanggal 3 Juli 2003 yang diperbuat Turut Tergugat III. Bahwa kemudian pihak Mangaraja Panggabean mewariskan kepada Halida Hanoem Lubis (Turut Terbanding II) pada tahun 2013 berdasarkan surat keterangan ahli waris tanggal 28 Januari 2011 yang disertai Surat Pernyataan/Penyerahan/Penolakan Hak Waris tanggal 25 Juni 2015 yang masing-masing dibuat dibawah tangan yang disaksikan dan

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 79-94)

Dokumen terkait