• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tentang Konpensi

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 35-43)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

I. Tentang Konpensi

1. Bahwa Tergugat-II,III dan turut tergugat-II menolak dengan tegas dalil-dalil gugatan para penggugat sepanjang tidak mengakui

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 36 dari 94 hal

kebenaran dalil-dalil jawaban II, III dan turut tergugat-II,IV dibawah ini;

2. Bahwa untuk tidak mengulang-ulangi apa yang didalilkan tergugat-II, III dan turut tergugat-II,IV dalam eksepsi diatas mohon dalil-dalil tersebut merupakan satu kesatuan dengan dalil konpensi dibawah ini;

3. Bahwa tidak benar tanah perkara khusunya yang dibeli tergugat-II, III dan dari turut tergugat-II milik penggugat, karena dasar-dasar kepemilikan para penggugat atas objek perkara sebagaimana didalilkan para penggugat dalam surat gugatannya tidak jelas;

4. Bahwa tergugat-II, III membeli tanah perkara dari turut tergugat-II telah bersertifikat dan dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) turut tergugat-IV bukan dibeli dibawah tangan;

5. Bahwa jual beli antara tergugat-II, III dengan turut tergugat-II dilakukan dihadapan turut etrgugat IV selaku PPAT sah menurut hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata, sehingga dalil-dalil para penggugat tidak beralasan karena menurut hukum pembeli yang beritikad baik harus dilindungi vide Kaidah Yurisprudensi Mahkamah Agung R.I Putusan MA No. 1230 K/Sip/1980;

6. Bahwa sebelum II, III membeli tanah dari turut tergugat-II terlebih dahulu tergugat-tergugat-II, tergugat-III memeriksa dokumen-dokumen kepemilikan turut tergugat-II atas tanah perkara serta berkonsultasi dengan Turut tergugat-IV selaku Pejabat Pembuat Akte Tanah yang sah dan resmi ditunjuk Undang-undang untuk memproses suatu jual beli atas tanah yang telah bersertifikat, dan selain itu tergugat-II, III dan turut tergugat-IV telah juga melakukan cek bersih ke Kantor BPN Tapanuli Utara (turut tergugat-I) untuk mendapat penjelasan dan ketegasan apakah objek yang akan dibeli tergugat-II, III dalam keadaan sengketa, dan sesuai penjelasan dari Turut I kepada tergugat-tergugat-II,III bahwa tanah perkara tidak bermasalah selanjutnya

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 37 dari 94 hal

7. jual beli antara turut tergugat-II dengan tergugat-II,III dilakukan; 8. Bahwa tergugat-II,III bersedia membeli tanah perkara seluas

49.996 m2 dari Turut Tergugat-II karena Turut Tergugat-II memiliki tanah tersebut berdasarkan warisan dari suaminya yaitu Alm. Mangaraja Panggabean dan Alm. Mangaraja Panggabean memiliki tanah tersebut berdasarkan pembelian dari tergugat-I; 9. Bahwa suami Turut Tergugat-II bersedia membeli tanah perkara

dari Tergugat-I karena tanah perkara telah bersertifikat atas nama tergugat-I, dan jual beli dilakukan suami tergugat-IId dengan Tergugat-I dibuat dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yaitu Turut Tergugat-III bukan dibeli/dibuat dibawah tangan;

10. Bahwa jual beli yang dilakukan tergugat-I dengan suami turut tergugat-II dihadapan turut tergugat-III telah sah menurut hukum sebagaimana diatur dalam pasal 1320 KUHPerdata sehingga menurut hukum pembeli yang beritikad baik harus dilingungi; 11. Bahwa dalil para penggugat pada gugatan point 2 (tanpa

halaman) sangat tidak beralasan dan tidak logika karena dasar kepemilikan orangtua para penggugat atas tanah perkara tidak jelas;

12. Bahwa para penggugat mendalilkan dalam surat gugatannya, orangtua para penggugat dimasa hidupnya ada memiliki sebidang tanah yang diperoleh dari hula-hulanya yaitu Alm. Renatus Sianturi tanpa menjelaskan dimana tanah yang diuloskan berapa ukuran dan siapa batas-batasnya, selanjutnya lagi para penggugat mendalilkan tanah terperkara dimiliki orangtua para penggugat sejak tahun 1960 tanpa dibuatkan suratnya;

13. Bahwa dalil-dalil para penggugat yang menyebutkan penyerahan tanah perkara berupa ulos-ulos dari Alm. Renatus Sianturi kepada orangtua para penggugat tanpa menjelaskan ukuran dan batas-batas serta tidak dibuatkan surat merupakan dalil yang aneh karena mana mungkin tanah seluas yang diuloskan Alm.

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 38 dari 94 hal

Renatus Sianturi kepada orangtua para penggugat tanpa dibuatkan surat;

14. Bahwa pengertian penyerahan ulos-ulos berupa tanah kepada marga boru menurut hukum ada batak Tapanuli ada beberapa jenis antara lain : Ulos Nasora buruk, Pauseang, dan Indahan Arian, Pemberian semacam ini lazimnya antara Bapak kepada Putri kandungnya atau dari orangtua kandung kepada cucu tertua dari putrid kandungnya atau dari tulang (paman) kepada bere ( keponakan kandung), dan pemberian seperti ini disertai dengan pembuatan surat dan dilakukan secara adat makan bersama dengan mengundang tetangga saksi-saksi serta adanya pemberian piso-piso dari pihak yang menerima ulos-ulos tersebut (bandingkan dengan Buku Masyarakat Adat Batak Toba Karangan J.C Vergowen halaman 67 s/d halaman 73, dengan demikian dalil-dalil para penggugat tersebut tidak beralasan menurut hukum;

15. Bahwa para penggugat tidak menegaskan berapa ukuran tanah yang diuloskan dan siapa batas-batas tanah dan oleh sebab apa serta bagaimana proses terjadinya pemberian ulos-ulos dari Alm. Renatus Sianturi kepada orangtua para penggugat, sehingga dalil-dalil para penggugat tersebut tidak logika terlalu mengada-ada dan tidak punya dasar hukum mengada-adat batak;

16. Bahwa selanjutnya para penggugat mendalilkan lagi, setelah Alm. Renatus Sianturi meninggal dunia oleh ahliwarisnya yaitu Karlos Sianturi telah membuat surat penyerahan bersama-sama dengan Alm. Viktor Hutagaol yang kebetulan memiliki tanah berbatasan langsung dengan tanah milik Alm. Renatus Sianturi sehingga tanah milik Alm. Julianus Siahaan menjadi seluas 60.000 meter persegi (6 hektar) vide gugatan poin 3;

17. Bahwa dalil-dalil para penggugat tersebut sangat tidak masuk akal dan tidak jelas karena para penggugat tidak menegaskan tahun berapa tanah tersebut diserahkan, berapa ukuran dan siapa batas tanah yang diserahkan Karlos Sianturi dan kepada siapa diserahkan, begitu juga Viktor Hutagaol berapa ukuran luas

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 39 dari 94 hal

tanah yang diserahkan dan kepada siapa diserahkan serta siapa-siapa batas tanah yang diserahkan sehingga tanah Alm. Julianus Siahaan mejadi 6 hektar, oleh karenanya semakin terbukti dalil-dalil para penggugat hanya berupa karangan belaka;

18. Bahwa dalil gugatan para penggugat poin 4 pantas untuk ditolak karena sangat janggal dan tidak lazim pemberian tanah dilakukan 3 (tiga) kali : pertama : pemberian ulos dari Alm. Renatus Sianturi kepada Alm. Julianus Siahaan tahun 1960 tanpa surat, kedua : atas tanah yang sama Karlos Sianturi bersama-sama dengan Alm. Viktor Hutagaol menyerahkan kembali tanah berikut tanah dari Alm. Viktor Hutagaol dan penyerahan tanah tersebut dilengkapi dengan surat penyerahan namun surat penyerahan tersebut tidak dijelaskan para penggugat tanggal dan tahun penyerahan, dan ketiga : atas tanah yang sama disahkan kembali jadi milik Alm. Julianus Siahaan pada tanggal 26 Februari 1990 dihadapan Camat SIborongborong selaku Pejabat Pembuat Akte Tanah sesuai dengan Akte Hibah No.81 tanggal 26 Februari 1990;

19. Bahwa Akta Hibah yang diperbuat dihadapan Camat Siborongborong selaku Pejabat Pembuat Akte Tanah yaitu AKte Hibah No.81 tanggal 26 Februari 1990 cacat hukum/ tidak sah, karena objek tanah yang dihibahkan Karlos Sianturi dengan Viktor Hutagaol bukan satu perwarisan artinya dua objek hukum yang berbeda perwarisan tidak dibenarkan digabung kedalam satu akte Hibah;

20. Bahwa dalil gugatan para penggugat poin 5 pantas untuk ditolak karena tidak logika lebih sedikit ukuran tanah warisan Alm. Julianus Siahaan yang diperoleh dari orangtuanya daripada luas tanah yang diberikan pihak lain secara Cuma-Cuma kepada Alm. Julianus Siahaan artinya tanah Alm. Julianus Siahaan yang diperoleh dari orangtuanya hanya seluas 4 (empat) hektar tetapi yang diberikan Karlos Sianturi dengan Viktor Hutagaol berupa hibah kepada Alm. Julianus Siahaan seluas 6 (enam) hektar padahal Hibah adalah pemberian secara Cuma-Cuma;

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 40 dari 94 hal

21. Bahwa dalil gugatan para penggugat poin 6 tidak benar, karena Alm. Julianus Siahaan tidak pernah mengusahai tanah perkara dan tidak eprnah diketahui penduduk Desa Pohan Tonga dan Penduduk Desa Parik Sabungan Alm. Julianus Siahaan sebagai pemilik tanah perkara, lagipula dalil gugatan para penggugat poin 6 bertolak belakang dengan dalil gugatan para penggugat poin 8, dalam poin 6 para penggugat mendalilkan tanah perkara selalu diusahai Alm. Julianus Siahaan sedangkan pada poin 8 didalilkan tidak mengharuskan Alm. Julianus Siahaan ataupun keturunannya setiap hari keladangnya, oleh karenanya dalil-dalil tersebut pantas dikesampingkan menurut hukum;

22. Bahwa seandainya benar tanah perkara diketahui penduduk Desa Pohan Tonga dan Penduduk Desa Parik Sabungan adalah milik Alm. Julianus Siahaan bahwa pada saat BPN Tapanuli Utara melakukan pengukuran tanah dan membuat pengumuman selama 90 hari untuk penerbitan sertifikat hak milik ke atas nama tergugat-I Judika Tampubolon sudah pasti Penduduk Desa Parik Sabungan memberitahukan hal pengukuran tersebut kepada Alm. Julianus Siahaan ataupun kepada keturunannya, begitu juga Kepala Desa Parik Sabungan pada masa itu tidak akan membuat surat keterangan pendukung hak ke atas nama Tergugat-I Judika Tampubolon kalau tanah perkara adalah milik Alm. Julianus Siahaan, akan tetapi karena Penduduk Desa Pohan Tonga dan Penduduk Desa Parik Sabungan dan Kepala Desa Parik Sabungan mengetahui tanah perkara bukan milik Alm. Julianus Siahaan maka pengukuran tanah yang dilakukan BPN Tapanuli Utra atas permintaan Tergugat-I untuk peningkatan alas hak berupa sertifikat terlaksana dengan baik tanpa mendapat gangguan ataupun protes dari pihak manapun; 23. Bahwa dalil gugatan para penggugat poin 11 tidak jelas karena

Alm. Hantus Tampubolon tidak pernah berhubungan hukum dengan Tergugat-II,III mengenai jual beli tanah perkara, tetapi yang berhubungan hukum dengan tergugat-II,III adalah turut tergugat-II;

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 41 dari 94 hal

24. Bahwa dalil gugatan para penggugat poin 11 huruf e tidak benar karena turut tergugat-II tidak pernah menjual tanah dihadapan turut tergugat-IV kepada tergugat-IV tetapi yang benar adalah turut tergugat-II menjual tanah kepada Tergugat-II, III dihadapan turut tergugat-IV sesuai Akte Jual Beli No.03/2014 tanggal 6 Januari 2014;

25. Bahwa Tergugat-II, III dan turut tergugat-II tidak pernah mengklaim tanah perkara jadi hak milik tanpa dasar tetapi Tergugat-II,III membeli tanah dari Turut tergugat-II tanah yang sudah bersertifikat yaitu Sertifikat Hak Milik No. 206 Desa Parik Sabungan tanggal 28 Februari 2001 dan turut tergugat-II memilikinya berdasarkan warisan dari suaminya bernama Alm. Mangaraja Panggabean sedangkan Alm. Mangaraja Panggabean memilikinya berdasarkan Jual Beli atas tanah yang sudah bersertifikat atas nama I, dengan demikian Tergugat-II,III dan turut tergugat-II sah selaku pemilik berdasarkan jual beli atas tanah yang telah bersertifikat, dengan demikian dalil-dalil gugatan para penggugat point 11 tidak berdasar hukum karena tindakan tergugat-II,III dan turut tergugat-II bukan termasuk tindakan yang melakukan perbuatan melawan hukum (onrech matige daad);

26. Bahwa turut tergugat-IV tidak menyalahgunakan wewenang dan tidak melakukan perbuatan melawan hukum menerbitkan Akte Jual Beli atas objek sertifikat hak milik No. 206 Desa Parik Sabungan tanggal 28 Februari 2001 karena menurut Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 1998 PPAT adalah Pejabat Umum yang diberi kewenangan melakukan peralihan hak atas tanah yang telah bersertifikat kecuali atas tanah yang belum bersertifikat tidak boleh dilakukan dihadapan PPAT, oleh karenanya dalil-dalil gugatan para penggugat poin 16 ngawur tidak beralasan menurut hukum;

27. Bahwa dalil para penggugat poin 17 membuktikan dalil gugatan para penggugat kabur karena tanah yang dibeli tergugat-II,III dari turut tergugat-II sebagaimana tertera dalam Sertifikat Hak Milik No. 206 Desa Parik Sabungan tanggal 28 Februari 2001 seluas

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 42 dari 94 hal

49.996 m2 (kurang dari 5 hektar) sedangkan menurut dalil gugatan para penggugat tanah yang digugat para penggugat yang masuk kedalam sertifikat tersebut hanya lebih kurang 2 (dua) hektar, dengan demikian dalil-dalil gugatan para penggugat kabur;

28. Bahwa dalil gugatan para penggugat poin 19 pantas untuk ditolak tergugat-II,III dan Turut tergugat-II karena para penggugat tidak pernah melarang tergugat-II,III membeli tanah perkara dari turut tergugat-II tetapi setelah tergugat-II,III membeli tanah perkara dari turut tergugat-II baru kemudian para penggugat mengklaim tanah yang sudah dibeli tergugat-II,III dari turut tergugat-II seolah milik para penggugat, lagipula para penggugat mendalilkan memiliki tanah hanya 2 hektar sementara objek sertifikat No. 206 Desa Parik Sabungan tanggal 28 Februari 2001 seluas 5 hektar, oleh karenanya dalil-dalil para penggugat tidak beralasan menurut hukum sehingga pantas untuk ditolak;

29. Bahwa dalil para penggugat poin 21 yang menyatakan perbuatan tergugat-II, III dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum karena telah mengusahai tanah perkara tidak benar, karena tergugat-II,III mengusahai tanah perkara berdasarkan jual beli dengan turut etrgugat-II, dan seandainya tanah yang dibeli tergugat-II,III belum bersertifikat tergugat-II, III tidak akan membeli tanah tersebut, tetapi karena tergugat-II, III mengetahui tanah yang akan dibeli dari turut tergugat-II telah bersertifikat dan telah cek bersih ke BPN Tapanuli Utara dan tidak ada masalah maka tergugat-II, III membeli tanah perkara dari turut tergugat-II dan jual belinya dilakukan dihadapan turut tergugat-IV;

30. Bahwa karena tergugat-II, III membeli tanah dari turut tergugat-II sudah dalam keadaan bersertifikat dan terlebih dahulu dilakukan cek bersih ke BPN Tapanuli Utara maka tergugat-II, III dikategorikan pembeli yang beritikad baik sehingga harus dilindungi menurut hukum;

31. Bahwa dalil gugatan para penggugat poin 22 tidak beralasan menurut hukum karena tanah perkara bukan milik para

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 155/PDT/2016/ PT. MDN Halaman 43 dari 94 hal

penggugat tetapi milik tergugat-II,III berdasarkan jual beli, dan karena jual beli tanah perkara dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akte Tanah maka tergugat-II,III tidak dapat dikategorikan sebagai pihak yang melakukan perbuatan melawan hukum;

32. Bahwa dalil para penggugat point 23 pantas dikesampingkan karena surat-surat kepemilikan tergugat-II,II atas tanah perkara sah dan berharga karena diterbitkan Pejabat dan instansi yang berwenang, sehingga dalil-dalil para penggugat yang memohonkan agar segala surat-surat yang terbit atau diterbitkan dan menimbulkan hak bagi tergugat-II,III tidak beralasan menurut hukum;

33. Bahwa dalil gugatan para penggugat point 26 tidak beralasan menurut hukum karena dasar tergugat-II, III memiliki tanah perkara berdasarkan peralihan hak atas tanah yang sah dan dilakukan dengan itikad baik, sehingga tidak ada alasan bagi para penggugat memohon agar tanah perkara dikosongkan dan diserahkan kepada para penggugat;

34. Bahwa dalil gugatan para penggugat point 27,28 tidak beralasan menurut hukum karena tergugat-II, III sah selaku pemilik tanah perkara berdasarkan jual beli sehingga tidak layak permohonan para penggugat meminta agar dilakukan Corservatoir beslag atas tanah perkara, begitu juga putusan Uit Voraad yang dimohonkan para penggugat pantas dikesampingkan karena bukti-bukti untuk mendukung permohonan tersebut tidak beralasan menurut hukum.

Berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menolak gugatan para penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (Niet Onvanklijk verklaard).

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 35-43)

Dokumen terkait