BAB 4 HASIL PENELITIAN
4.3 Risiko Kecelakaan Kerja pada Pengguna Scaffolding di
4.3.2 Konsekuensi
4.3.2.1 Pemasangan Bata
Tiga orang pekerja yang melakukan pemasangan bata dapat terjatuh dari lantai 8 atau ketinggian 27,2 m dan tertimpa main frame yang memiliki berat 480 – 640 kg akibat main frame yang digunakan sudah banyak yang bengkok dan berkarat. Selain itu papan pijakan pekerja yang terbuat dari kayu atau triplek dapat patah karena tidak sebanding dengan berat tubuh pekerja sehingga pekerja yang sedang memasang bata dapat terjatuh dari lantai 8. Terjatuhnya pekerja kemudian tertimpa
main frame dapat menyebabkan luka berat pada pekerja, patah tulang, kecacatan bahkan pekerja dapat mengalami kematian.
Pekerja yang memasang bata dengan sikap kerja berdiri membutuhkan energi yang lebih banyak terlebih para pekerja melakukan pemasangan bata selama 3 jam yang tentu akan menyebabkan kelelahan pada otot-otot skeletal, ketegangan pada kaki dan betis dan kenyerian pada pinggang. Dalam pemasangan bata pekerja juga banyak membungkuk ketika akan mengambil batu bata. Tidak memakai alat pelindung diri yang benar seperti topi yang terbuat dari bahan plastik yang kuat akan menyebabkan pekerja yang sedang memasang bata dapat kejatuhan benda-benda dari
lantai atas sehingga pekerja dapat mengalami luka yang cukup serius hingga dapat menyebabkan kehilangan 1 hari kerja.
Besi-besi pada main frame yang sering digunakan pekerja untuk memanjat dan turun dapat patah dan mempengaruhi kekuatan main frame. Ketika sedang memanjat dan turun, kaki pekerja dapat terperosok dan tergores besi-besi yang berkarat yang dapat menyebabkan pekerja mengalami luka-luka ringan khususnya bagian tangan dan kaki. Selain itu pekerja juga dapat mengalami luka ringan akibat tertimpa atau tertiban bata ketika mengangkat bata yang berat dan pasangan bata yang telah dipasang tidak kuat sehingga roboh dan mengenai pekerja. Tergores pecahan bata yang berserarakan, tertumbuk atau terkena ujung sekop semen ketika memukul bata dan tersandung material yang diletakkan dibawah pekerja dapat menyebabkan luka yang sangat ringan pada pekerja atau tidak ada luka khususnya pda bagian kaki dan tangan. Untuk lebig rincinya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.4 Konsekuensi Risiko Kecelakaan Kerja pada Pengguna Scaffolding saat Memasang Bata di Proyek Pembangunan Hotel Gatot Subroto Medan Tahun 2012
No. Lokasi Pekerja Konsekuensi
1. Lantai 8 a. Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan bahkan hingga kematian
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka-luka ringan khususnya bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan bahkan hingga kematian
d. Terjatuh yang menyebabkan luka-luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
e. Kelelahan yang dikarenakan harus bekerja selama 3 jam dengan sikap berdiri
f. Tertiban atau tertimpa bata yang menyebabkan luka ringan khususnya bagian tangan dan kaki dan hanya memerlukan P3K
g.Tergores yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kaki
h.Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khusunya pada bagian jari tangan
i. Tersandung material yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian jari kaki
j. Tertimpa bata yang menyebabkan luka ringan khususnya pada bagian kaki dan memerlukan P3K
k.Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material dari lantai atas yang menyebabkan luka yang cukup serius hingga dapat menyebabkan kehilangan 1 hari kerja
4.3.2.2 Pemelesteran
Dalam proses pemelesteran para pekerja dapat terjatuh dan tertimpa main frame yang diakibatkan dari kondisi main frame yang bengkok, berkarat dan menggunakan papan triplek sebagai tempat pijakan. Terjatuhnya pekerja dari ketinggian yang berbeda dapat menimbulkan efek yang berbeda pula terlebih pekerja tidak dilengkapi dengan tali pengait tubuh (body harness). Pekerja yang terjatuh dari ketinggian 6,8 m saat memplester di lantai 2 dapat menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja. Pekerja yang terjatuh dari ketinggian 20,4 m atau dari lantai 6 dapat menyebabkan cedera yang lebih parah hingga kehilangan beberapa hari kerja. Sedangkan jika pekerja terjatuh dari ketinggian 23,8 m dan 27,2 m saat memplester di lantai 7 dan 8 bukan hanya menyebabkan luka berat, patah tulang dan kecacatan tetapi juga dapat menyebabkan kematian pekerja. Memanjat dan turun dari besi-besi pada main frame yang dilakukan pekerja dapat menyebabkan pekerja terperosok karena besi-besi tersebut patah sehingga pekerja mengalami luka-luka ringan khususnya bagian tangan dan kaki.
Pekerja saat memplester ada yang dalam posisi berdiri dan jongkok. Selang waktu pekerja memplester berbeda-beda. Pekerja yang memplester dengan sikap kerja berdiri dan jongkok selama 60 menit menyebabkan kelelahan yang tidak begitu berat dibandingkan dengan pekerja yang memplester dengan sikap kerja berdiri selama 5 jam. Hal ini tidak hanya menyebabkan kelelahan tetapi juga menyebabkan ketegangan pada kaki dan betis dan kenyerian pada pinggang. Tidak dipakainya alat pelindung diri seperti topi tidak dapat melindungi pekerja ketika kejatuhan benda-benda dari atas sehingga pekerja dapat saja mengalami cedera atau sakit dan kehilangan satu hari kerja.
Terplesetnya pekerja akibat papan pijakan (triplek) yang licin karena banyak tumpahan semen dan air dapat menyebabkan luka ringan jika pekerja yang terpleset sedang memplester di lantai 2. Papan pijakan yang licin tidak hanya menyebabkan terplesetnya pekerja yang sedang memplester di lantai 6 tetapi ketika terpleset pekerja dapat terjatuh sehingga menyebabkan cedera dan harus kehilangan beberapa hari kerja. Terlebih jika pekerja sedang berada di lantai 7 dan 8, selain terpleset pekerja juga dapat terjatuh dan akibat yang ditimbulkan akan lebih berat yaitu menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan bahkan hingga kematian. Salah satu alat yang digunakan dalam pemelesteran adalah sekop semen. Ketika memplester, pekerja dapat tertumbuk atau terkena ujung sekop semen, terciprat campuran semen dan air karena banyak yang bertumpahan dan terbentur batu bata ketika memplester dibagian dalam dinding. Kesemua hal tersebut dapat menyebabkan pekerja mengalami luka sangat ringan namun ada juga yang tidak menimbulkan luka. Untuk lebih rinci mengenai konsekuensi pemelesteran dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.5 Konsekuensi Risiko Kecelakaan Kerja pada Pengguna Scaffolding saat Pemelesteran di Proyek Pembangunan Hotel Gatoto Subroto Medan Tahun 2012
No. Lokasi Pekerja Konsekuensi
1. Lantai 2 a.Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka-luka ringan khususnya bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
d. Terjatuh yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
e. Kelelahan yang dikarenakan sikap kerja berdiri dan jongkok selama 60 menit
f. Terpleset yang menyebabkan luka ringan
g. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen
yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian tangan
h. Terciprat adukan semen yang menyebabkan luka ringan
i. Terbentur yang terjadi pada saat melakukan plesteran yang menyebabkan luka yang sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kepala
j. Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material
yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
2. Lantai 6 a. Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka ringan khususnya pada bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja
d. Terjatuh yang menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja
e. Kelelahan yang disebabkan karena sikap kerja berdiri dan jongkok selama 60 menit
f. Terpleset dan terjatuh yang menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja
g. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen
yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian tangan
h. Terciprat adukan semen yang menyebabkan luka ringan atau tidak ada luka
i. Terbentur yang terjadi pada saat melakukan plesteran yang menyebabkan luka yang sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kepala
j. Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material
yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
3. Lantai 7 a. Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka ringan khususnya pada bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
d. Terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
e. Kelelahan yang disebabkan sikap kerja berdiri selama 60 menit
f. Terpleset dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
g. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen
yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian tangan
h. Terciprat adukan semen yang menyebabkan luka ringan atau tidak ada luka
i. Terbentur yang terjadi pada saat melakukan plesteran yang menyebabkan luka yang sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kepala
j. Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material
yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
4. Lantai 8 a. Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka ringan khususnya pada bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga
kematian
d. Terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
e. Kelelahan yang dikarenakan harus bekerja selama 5 jam dengan sikap berdiri dan sangat memungkinkan menyebabkan pekerja terjatuh
f. Terpleset dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
g. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen
yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian tangan
h. Terciprat adukan semen yang menyebabkan luka ringan atau tidak ada luka
i. Terbentur yang terjadi pada saat melakukan plesteran yang menyebabkan luka yang sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kepala
j. Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material
yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
4.3.2.3 Pengacian
Terjatuhnya pekerja akibat kondisi main frame yang bengkok dan berkarat dapat menimbulkan efek yang berbeda pada pekerja. Hal ini dikarenakan ketujuh pekerja yang melakukan pengacian berada di lantai yang berbeda. Terjatuhnya pekerja juga dapat diakibatkan dari papan pijakan yang terbuat dari triplek yang dapat patah karena tidak kuat untuk menopang pekerja. Pekerja yang terjatuh dari ketinggian 10,2 m dapat menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja. Terjatuh dari ketinggian 20,4 dapat menyebabkan cedera yang lebih parah dan menyebabkan kehilangan beberapa hari kerja. Terjatuh dari ketinggian 23,4 m dan 27,2 m dapat menyebabkan dampak yang paling parah yaitu luka berat, patah tulang, kecacatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Tidak hanya terjatuh, pekerja juga dapat tertimpa main frame yang berat. Semakin tinggi keberadaan pekerja maka
ketika terjatuh konsekuensinya tentu akan semakin berat. Terperosoknya kaki pekerja ketika memanjat dan turun dari besi-besi pada main frame dapat menyebabkan luka ringan pada pekerja seperti luka gores khususnya bagian kaki.
Pekerja yang berdiri dan jongkok ketika memplester selama 90 menit dan 2 jam dapat menyebabkan kelelahan pada otot-otos skeletal, terlebih pekerja yang berdiri dan jongkok selama 6 jam, tentu kelelahan yang dialami pekerja lebih lelah dan pekerja juga mengalami kenyeriaan pada pinggang serta ketegangan pada betis dan kaki. Terplesetnya pekerja karena papan pijakan yang licin akibat banyaknya tumpahan semen dan air dapat menyebabkan luka ringan apabila terjadi pada pekerja yang berada di lantai 3. Namun jika pekerja berada di lantai 6, tidak hanya terpleset tetapi pekerja juga dapat terjatuh ketika terpleset sehingga menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja. Begitu pula pekerja yang berada di lantai 7 dan 8 akan mengalami efek yang lebih berat yaitu berupa luka berat, patah tulang, kecacatan bahkan kematian.
Tertimpa atau kejatuhan benda dari atas dapat terjadi pada pekerja akibat pekerja yang tidak memakai salah alat pelindung diri seperti topi, yang dapat menyebabkan pekerja mengalami cedera atau sakit sehinggan kehilangan satu hari kerja. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen dan terciprat semen tidak menyebabkan luka dan jika ada hanya luka sangat ringan yang dapat hanya memerlukan P3K. untuk lebih rinci menegenai konsekuensi pengacian dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.6 Konsekuensi Risiko Kecelakaan Kerja pada Pengguna Scaffolding saat Mengaci di Proyek Pembangunan Hotel Gatoto Subroto Medan Tahun 2012
No. Lokasi Pekerja Konsekuensi
1. Lantai 3 a. Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka-luka ringan khususnya bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
d. Terjatuh yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
e. Kelelahan dan terjatuh yang dikarenakan sikap kerja berdiri dan jongkok selama 6 jam dan memerlukan P3K
f. Terpleset yang menyebabkan luka ringan
g. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen
yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian tangan
h. Terciprat adukan semen yang menyebabkan luka ringan
i. Terbentur yang terjadi pada saat melakukan plesteran yang menyebabkan luka yang sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kepala
j. Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material
yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
2. Lantai 6 a. Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka ringan khususnya pada bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja
d. Terjatuh yang menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja
e. Kelelahan yang disebabkan karena sikap kerja berdiri selama 90 menit
f. Terpleset dan terjatuh yang menyebabkan cedera dan kehilangan beberapa hari kerja
g. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen
ada luka khususnya pada bagian tangan
h. Terciprat adukan semen yang menyebabkan luka ringan atau tidak ada luka
i. Terbentur yang terjadi pada saat melakukan plesteran yang menyebabkan luka yang sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kepala
j. Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material
yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
3. Lantai 7 a. Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka ringan khususnya pada bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
d. Terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
e. Kelelahan yang disebabkan sikap kerja berdiri selama 2 jam
f. Terpleset dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
g. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen
yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian tangan
h. Terciprat adukan semen yang menyebabkan luka ringan atau tidak ada luka
i. Terbentur yang terjadi pada saat melakukan plesteran yang menyebabkan luka yang sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kepala
j. Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material
yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
4. Lantai 8 a.Terjatuh dan tertimpa main frame yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
b. Tergores dan tergelincir yang menyebabkan luka ringan khususnya pada bagian tangan dan kaki
c. Terperosok dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
d. Terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
e. Kelelahan yang dikarenakan sikap kerja berdiri selama 90 menit
f. Terpleset dan terjatuh yang menyebabkan luka berat, patah tulang, kecacatan hingga kematian
g. Tertumbuk atau terkena ujung sekop semen
yang menyebabkan luka sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian tangan
h. Terciprat adukan semen yang menyebabkan luka ringan atau tidak ada luka
i. Terbentur yang terjadi pada saat melakukan plesteran yang menyebabkan luka yang sangat ringan atau tidak ada luka khususnya pada bagian kepala
j. Tertimpa benda jatuh atau kejatuhan material
yang menyebabkan cedera atau sakit dengan kehilangan satu hari kerja
4.3.3 Penilaian Risiko