IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.10. Konsentrasi Logam Pb, Cd dan Cu dalam organ kerang darah
Kerang dapat mengakumulasi logam berat dalam organ/jaringan seperti hewan air lainnya (ikan dan udang). Hewan air memiliki derajat akumulasi logam berat yang sama, namun kerang lebih banyak mengakumulasi logam berat dibandingkan dengan hewan air lainnya karena sifatnya yang menetap, lambat
menghindar dengan adanya pengaruh polusi, dan mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap konsentrasi logam tertentu, sehingga jenis-jenis kerang merupakan indikator yang sangat baik untuk memonitor suatu pencemaran lingkungan (Darmono, 2001).
Hasil analisis laboratorium terhadap konsentrasi logam Pb, Cd dan Cu dalam kerang darah (Anadara granosa) yang sampling pada setiap lokasi penelitian yang terdiri dari lima stasiun dan ulangan sebanyak tiga kali pengamatan, menunjukkan bakwa konsentrasi logam berat sangat bervariasi dan tergantung pada jumlah cemaran logam seperti Pb, Cd dan Cu.
Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi Pb dalam insang berkisar antara 2,5768-3,3129 mg/kg dengan nilai tertinggi pada ST1 dan nilai terendah ST4. Konsentrasi Pb dalam hepatopankreas (hati) berkisar antara 2,9824-3,6652 mg/kg dengan nilai tertinggi pada stasiun ST1 dan nilai terendah ST4, sedangkan konsentrasi Pb dalam daging (otot) berkisar antara 1,8925-2,5753 mg/kg dengan nilai tertinggi pada ST1 dan nilai terendah ST4 (Gambar 18).
Gambar 18. Konsentrasi rata-rata logam Pb dalam organ kerang pada setiap stasiun pengamatan
Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi logam Cd dalam insang berkisar antara 0,1007-0,1620 mg/kg dengan nilai tertinggi pada ST1 dan nilai terendah ST5. Konsentrasi Cd dalam hepatopankreas berkisar antara 0,1095-0,1915 mg/kg dengan nilai tertinggi pada ST1 dan nilai terendah ST5, sedangkan konsentrasi logam Cd dalam daging berkisar antara 0,0501-0,1375 mg/kg dengan nilai tertinggi pada ST1 dan nilai terendah ST5 (Gambar 19).
0.15 0.20 0.25 Konst. Cd dlm organ (mg/kg) Baku mutu 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 Konst. Pb dlm orgam (mg/kg) ST1 ST2 ST3 ST4 ST5 Stasiun pengamatan Insang Hati Daging
Gambar 19. Konsentrasi rata-rata logam Cd dalam organ kerang pada setiap stasiun pengamatan
Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi logam Cu dalam insang berkisar antara 2.8091-3.6595 mg/kg dengan nilai tertinggi pada ST1 dan nilai terendah ST5. Konsentrasi Cu dalam hepatopankreas berkisar antara 4,1704-5,0208 mg/kg dengan nilai tertinggi pada ST1 dan nilai terendah ST5, sedangkan konsentrasi Cu dalam daging berkisar antara 0,0501-0,1375 mg/kg dengan nilai tertinggi pada ST1 dan nilai terendah ST5 (Gambar 20). Baku mutu Baku mutu 0 2.5 5 7.5 10 12.5 15 17.5 20 Konst. Cu dlm organ (mg/kg) ST1 ST2 ST3 ST4 ST5 Stasiun pengamatan Insang Hati Daging
Gambar 20. Konsentrasi rata-rata logam Cu dalam organ kerang pada setiap stasiun pengamatan
Limbah logam berat dalam air jarang di jumpai dalam bentuk atom tersendiri, tetapi biasanya terikat oleh senyawa lainnya. Ikatan tersebut berupa garam organik, seperti senyawa metil, etil, fenil,maupun garam anorganik berupa oksida, klorida, sulfida, karbonat dan hidroksida. Bentuk ion biasanya banyak ditemukan dalam air kemudian bersenyawa dengan pasangannya, sehingga dapat terlarut dan diserap oleh hewan maupun tumbuhan air. Logam berat yang nonesensial yang bersenyawa dengan protein jaringan dan terakumulasi serta berikatan dengan protein yang disebut metalotionin dan bersifat toksik. Organ kerang (insang) sebagai alat pernapasan, juga digunakan sebagai alat pengatur tekanan antara air sekitarnya dan air dalam tubuh organisme (Osmoregulasi). Oleh sebab itu insang merupakan organ yang penting terutama pada organisme air (kerang), di samping itu insang juga sangat peka terhadap pengaruh limbah sehingga organisme lain bisa menghindar akan tetapi kerang tidak demikian, sehingga kerang cenderung mengakumulasi logam berat lebih besar dari hewan air lainnya. Hepatopankreas (hati) merupakan organ yang berperan untuk mengeleminasi (detosikasi) limbah, logam esensial maupun nonesensial sebelum di distribusikan ke semua jaringan terlebih dahulu melalui proses di hati dan yang tidak di butuhkan akan dikeluarkan (ekskresi) melalui ginjal. Logam berat Pb Cd dan Cu yang masuk ke jaringan daging melalui darah dan dengan bantuan enzim. Pada Gambar 19 dan 20 diatas memperlihatkan bahwa konsentrasi logam pada setiap stasium cenderung bervariasi. Hasil analisis pada setiap stasiun pengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi logam Pb dalam organ insang, hepatopankreas maupun daging tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh SNI (2,0 mg/kg). Penyerapan Pb yang terus meningkat dalam organ kerang dimungkinkan oleh beberapa jalur penyerapan antara lain melalui pakan, penyerapan langsung dari air dan proses difusi melalui kulit. Konsentrasi logam Pb dalam organ kerang terakumulasi paling besar pada hepatopankreas,
insang dan terkacil terdapat pada daging. Konsentrasi logam Cd, baik insang, hepatopankreas maupun daging terlihat bahwa rata-rata konsentrasi logam Cd masih dibawah baku mutu (0,2 mg/kg).
sedangkan konsentrasi logam Cu dalam insang, hepatopankreas dan daging kerang juga memnuhi baku mutu (20,0 ppm).
Meningkatnya konsentrasi logam berat dalam setiap organ baik insang, hepatopankreas maupun daging kerang disebabkan karena kerang secara kontinyu menerima limbah logam berat yang berasal dari limbah rumah tangga (sampah), limbah industri, transportasi yang menggunakan aditif Pb serta logam berat yang ada di alam secara alamiah. Sifat kerang yang hidupnya menetap dalam lumpur dan tidak mampu menghindar bila terkena limbah, sehingga dalam waktu yang panjang akan mengkonsumsi dan mengakumulasi logam berat seperti Pb, Cd dan Cu akibatnya konsentrasi logam dalam organ kerang (insang, hepatopankreas dan daging) lebih tinggi dibandingkan konsentrasi logam Pb, Cd dan Cu dalam air dan sedimen. Penyerapan logam esensial (Cu) dan logam non- esensial (Pb, Cd) melalui insang, saluran pencernaan, kemudian diangkut oleh darah serta di distribusikan ke seluruh tubuh. Logam tersebut akan berikatan dengan protein dan jika berlebihan akan di keluarkan (terutama logam esensial seperti Cu), sedangkan logam Pb dan Cd juga berikatan dengan protein tetapi bersifat permanen dan mempunyai waktu paruh yang cukup lama (Biological half life). Pada Tabel 10 terlihat bahwa organ kerang darah (Anadara granosa) seperti insang, hepatopankreas dan daging ternyata daya akumulasi logam berat tertinggi secara berturtu-turut terdapat pada organ hepatopankreas, insang dan daging. Darmono (2001) mengemukakan bahwa jaringan yang paling banyak mengakumulasi logam berat berturut-turut adalah hepatopankreas, insang dan daging.Davis et. al. 1981 dalam Darmono 2001 juga mengemukakan bahwa pada kepiting laut (Cancer pagurus) mengabsorpsi logam melalui pakan yang dimakan dimana logam kadmium (Cd) paling banyak terakumulai dalam hepatopankreas.
Konsentrasi logam berat Pb, Cd dan Cu di perairan Teluk Kupang umumnya masih dibawah baku mutu kecuali logam Pb. Tingginya konsentrasi logam dalam suatu perairan berasal dari kegiatan-kegiatan industri, seperti logam Cd berasal dari industri kimia, plastik, dan elektroplating dan logam Pb berasal dari industri kimia, pengeboran minyak lepas pantai, baterai dan cat sedangkan logam Cu berasal dari industri cat, alat-alat listrik, pengawetan kayu dan lain-lain (Darmono, 2001). Pada manusia logam berat seperti Pb akan mengakibatkan anemia, kerusakan sistem syaraf yaitu kerusakan pada otak. Penyakit yang
berhubungan dengan otak sebagai akibat dari keracunan Pb adalah epilepsi, halusinasi, delirium (sejenis penyakit gula) urinaria (kerusakan pada saluran ginjal), dan mempengaruhi sistem reproduksi, keracunan logam Cd dapat menimbulkan gangguan terhadap organ tubuh antara lain sistem urinaria (ginjal), sistem respirasi (pernapasan/paru-paru), ssistem sirkulasi darah dan jantung dan keracunan logam Cu dapat menimbulkan penyakit Wilson (kerusakan pada otak, penurunan kerja gijnal dan pengendapan Cu dalam kornea mata) . Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut maka diperlukan upaya pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu, berkesinambungan dan berwawasan lingkungan bagi upaya memproduksi bahan yang higienis sehingga aman bagi konsumen.