• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Aktualisasi

Dalam dokumen RANCANGAN AKTUALISASI (Halaman 24-30)

Dalam sistem pebelajaran Pelatihan Dasar Calon PNS pada kurikulum yang menekan pada pembentukan karakter PNS, setiap peserta pelatihandituntut untuk mampu mengaktualisasikan substansi materi pembelajaran yang telah dipelajari melalui proses pembiasaan diri. Aktualisasi memiliki pengertian sebagai suatu proses untuk menjadikan pengetahuan dan pemahaman yang telah dimiliki terkait substansi mata pelatihan yang telah dipelajari dapat menjadi akyual/nyata/terjadi/sesungguhnya ada. Proses yang perlu dilakukan berdasarkan pengertian aktualisasi dalamproses pembelajaran atau pelatihan adalah bentuk kemampuan peserta dalam menginternalisasi substansi mata pelatihan kedalam praktik, mengubah konsep menjadi konstruk, menjadi gagasan sebagai kegiatan dengan memperhatikan nilai-nilai dasar ASN, kedudukan ASN dan perasn ASN dalam NKRI. Terdapat enam rangkaian kegiatan aktualisasi yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta Latihan Dasar CPNS, yaitu 1) merancang aktualisasi nilai dasar profesi ASN, 2) mempresentasikan rancangan aktualisasi, 3) mengaktualisasikan nilai dasar ditempat tugas, 4) melaporkan pelaksanaan aktualisasi nilai dasar, 5) mempresentasikan laporan aktualisasi dan 6) menyusun rencana aksi penyempurnaan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN.

Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu sumber daya pemerintahan. ASN berperan sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, dan perekat serta pemersatu bangsa. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, seorang ASN haruslah bersikap profesional dalam menjalankan perannya sebagai pelayan publik. Oleh karena itu, seorang ASN haruslah

17

memahami mengenai wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela negara serta menanamkan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi atau yang diakronimkan menjadi ANEKA dan peran dan kedudukan ASN.

Nilai-nilai dasar ASN akan menjadi acuan dan pondasi dasar yang akan membentuk karkter ASN yang berdaya saing dan kompeten untuk menyambut cita-cita ASN berkelas dunia tahun 2045. Melalui kegiatan aktualisasi ini diharapkan nilai-nilai dasar ASN tertanam di dalam diri setiap Calon PNS.

Nilai-nilai dasar ASN yang wajib untuk diimplementasikan terangkum dalam rangkuman sebagai berikut:

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanhnya yaitu menjamin terwujudnya nilai-nilai publik antara lain, mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok, dan pribadi; memiliki pemahamahan dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan ASN dalam praktek politik praktis. Untuk mencipatakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa indikator nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus diperhatikan, yaitu tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral, mendahulukan kepentingan publik, adil, transparan, konsisten dan partisipatif.

2. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan sikap cinta terhadap bangsa dan negara.

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN, karena dengan jiawa nasionalisme yang kuat pegawai ASN memiliki orientasi

18

berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Sikap jiwa nasionalisme dapat ditunjukkan dengan cara mengamalkan setiap sila dari Pancasila di kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Nilai-nilai dasar dari nasionalisme adalah implementasi nilai-nilai Pancasila, dengan indikator sebagai berikut:

a. Sila pertama: Religius, toleran, etoas kerja, transaparan dan amanah b. Sila kedua: Berempati, humanis, tenggang rasa, persamaan derajat,

saling menghormati dan tidak diskriminatif

b. Sila ketiga: Cintah tanah air, rela berkorban, menjaga ketertiban, mengutamakan kepentingan publik dan gotong royong

c. Sila keempat: musyawarah mufakat, kekeluargaan, mengharagi pendapat dan bijaksana

d. Sila kelima: bersikap adil, tolong menolong, kerja keras dan sederhana

3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tentang standar, normal yang menentukan baik buruk, benar salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayana publik. Adapun nilai-nilai dasar etika publik yang harus dimiliki oleh seorang ASN, yaitu: Jujur, bertanggung jawab, berintegritas, cermat, disiplin, hormat, sopan santun, taat pada peraturan perundangundangan, taat perintah dan menjaga rahasia.

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan komitmen untuk menampilkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada customer sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan melampui harapannya.

19

Komitemen mutu menjamin tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Peran seorang PNS salah satunya adalah bagaimana memberikan perbaikan mutu layanan dan organisasi. Untuk memberikan mutu pelayanan dan organisasi yang baik, penting bagi pegawai ASN untuk memiliki komitmen mutu dengan indikator nilainya yaitu efektivitas, efisiensi, inovasi, berorientasi mutu, kualitas terjaga, dan profesional. Menurut Zeithmalh et al. (1990) dalam Modul Pelatihan Dasar CPNS terdapat 10 ukuran dalam menilai mutu pelayanan, yaitu tanngible (nyata/berwujud), reliability (keandalan), responsiveness (cepat tanggap), competence (kompetensi), access (kemudahan), courtesy (keramahan), communication (komunikasi), credibillity (kepercayaan), security (kemanan), dan understanding the customer (pemahaman pelanggan).

5. Anti korupsi

Korupsi dapat dikatakan sebagai tindakan penyalahgunaan jabatan resmi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian negara, namun dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi juga jangka panjang. Sehingga penting bagi pegawai ASN untuk bertindak anti korupsi. Anti korupsi sendiri merupakan tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan korupsi.

Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi. Untuk menghindari tindakan korupsi, pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai anti korupsi dalam menjalankan tugas jabatannya. Adapun nilai-nilai dasar anti

20

korupsi yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil.

Pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan Instansi Pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Sedangkan perannya adalah sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Untuk dapat menjalankan perannya dengan baik, Pegawai ASN memiliki fungsi sebagai: 1) Pelaksana kebijakan publik, 2) Pelayan publik, dan 3) Perekat dan pemersatu bangsa.

Kedudukan dan peran ASN dalam NKRI juga diimplementasikan dalam rancangan kegiatan aktualisasi melalui penerapan manajemen ASN, pelayanan publik dan whole of goverment (WoG). Kedudukan dan peran ASN dalam NKRI yang diimplementasikan terangkum dalam rangkuman sebagai berikut:

1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan neoptisme.

Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai, sehingga diharapkan akan tersedia sumber daya ASN yang unggul dan selaras dengan perkembangan jaman. Hal-hal yang tercakup dalam manjamen ASN sesuai dengan UU ASN adalah mengenai pengelolaan ASN untuk menghasilkan ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi publik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan neoptisme. Pengelolaan atau manajemen ASN pada dasarnya

21

adalah kebijakan dan praktek dalam mengelola aspek manusia atau sumber daya manusia dalam organisasi termasuk dalam hal ini adalah pengadaan, penempatan, mutasi, promosi, pengembangan, penilaian dan penghargaan. Manajemen ASN terdiri dari penyusunan dan penetapan kebutuhan, pengadaan, pengadaan, pangkat dan jabatan, pengembangan karier, pola karier, promosi, penilaian kinerja, penggajian dan tunjungan, penghargaan, disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, dan perlindungan. Dalam pengelolaan ASN terdapat asas-asas yang harus diterapkan, yaitu kepastian hukum, profesionalitas, proporsionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif fan efisien, keterbukaan, non diskriminatif, persatuan, kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan

2. Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah segala bentuk kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggaraan publik. Untuk memberikan pelayanan prima, penyelenggaraan pelayanan publik berasaskan kepentingan umum, kepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, keprofesionalan, partisipatif, persamaan perlakuan tidak diskriminatif, keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, ketepatan waktu, dan kecepatan, kemudahan, dan keterjangkuan.

Tercapainya kualitas pelayanan prima dapat tercermin dari: transparansi, efektif dan efisien, kelengkapan sarana dan prasaran, akuntabilitas, dan aksesibel.

22 3. Whole of Goverment (WoG)

Whole of Goverment (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Singakatnya WoG merupakan pendekatan penyelenggaraan pemerintahan dengan menekankan aspek kebersamaan dan menghilangkan sekat-sekat sektoral melalui pendekatan formal maupun informal untuk menjadi kesatuan menuju tujuan bersama. Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mengapa WOG menjadi penting dan tumbuh sebagai pendekatan yang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pertama, adalah adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Selain itu perkembangan teknologi informasi, situasi dan dinamika kebijakan yang lebih komplek juga mendorong pentingnya WoG dalam menyatukan institusi pemerintah sebagai penyelenggara kebijakan dan layanan publik. Nilai-nilai indikator yang ada dalam WoG yaitu komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan integrasi.

B. Isu Aktualisasi

Dalam dokumen RANCANGAN AKTUALISASI (Halaman 24-30)

Dokumen terkait