• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP & RENCANA PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

Dalam dokumen KATA PENGANTAR PT. KARSA HARYA MULYA (Halaman 52-55)

IV - i

Sehingga Sasaran Pengembangan Permukiman Kota Dumai adalah;

1. Terwujudnya permukiman dan infrastruktur kota yang berjati diri, produktif dan berkelanjutan.

2. Terwujudnya kualitas pelayanan publik bagi semua warga kota dibidang permukiman dan infrastruktur kota sesuai dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik.

3. Terwujudnya keswadayaan masyarakat yang mampu mewujudkan kualitas lingkungan permukiman dan infrastruktur kota yang berjati diri, produktif dan berkelanjutan.

4.2. SKENARIO PENANGANAN KAWASAN PRIORITAS

A . Permukiman

Terbangunnya permukiman yang sehat, layak dan berkeadilan bagi seluruh warga di kawasan permukiman prioritas.

B. infrastruktur

1. Terbangunnya sistem infrastruktur kawasan permukiman yang terintegrasi baik antar kawasan permukiman maupun kawasan permukiman dengan sistem kota. 2. Terbangunnya infrastruktur kawasan permukiman dengan kualitas pelayanan yang

lebih baik dan mendukung fungsi pelayanan kota.

C Sosial Ekonom i dan Budaya

1. Tersedianya ruang-ruang untuk pengembangan ekonomi, sosial dan budaya yang lebih baik dan lebih aksesible.

2. Terjangkaunya perbaikan dan pembangunan rumah oleh masyarakat M B R melalui peningkatan skema kredit rumah dan kerjasama dengan pihak swasta/perbankan.

D. Alam dan Lingkungan

Terlestarikannya alam dan lingkungan sekitar kawasan permukiman dengan meminimalisir ekses pembangunan terhadap lingkungan serta orientasi pembangunan yang ramah lingkungan.

E. Regulasi dan Pengelolaan

Terkelolanya kawasan permukiman dengan perencanaan, pemrograman dan penganggaran yang lebih terintegrasi antar pelaku pembangunan (pemerintah, swasta & masyarakat).

4.3. KONSEP PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

Kawasan permukiman prioritas Bagan Keladi dan Purnama memilik karakteristik sebagai kawasan permukiman pertanian yang mendukung salah satu fungsi kota sebagai kawasan pusat perdagangan dan jasa. Sehingga dari potensi dan karakteristik diatas maka disusun tema Penataan Kawasan Permukiman Purnama dan Bagan Keladi diarahkan untuk;

" Menata kawasan perm ukim an prioritas Purnama dan Bagan Keladi sebagai Kawasan

Permukiman Agro dan Wisata Tepian”.

Dari tema penataan diatas maka konsep penanganan Kawasan Permukiman Purnama dan Bagan Keladi diarahkan untuk:

1. Menciptakan infrastruktur kawasan yang lebih berkualitas, terintegrasi dan mendukung fungsi pelayanan kota.

2. Memadukan pengembangan prasarana dan sarana kawasan permukiman dan antara kawasan permukiman dengan sistem kota.

3. Mengembangkan ruang-ruang publik bagi aktifitas sosial, ekonomi dan budaya dalam rangka peningkatan vitalitas kawasan.

4. Melestarikan dan meningkatkan kualitas lingkungan disekitar kawasan permukiman. 5. Mendorong terciptanya peran yang lebih aktif bagi masyarakat dalam peningkatan

kualitas lingkungan dan pengelolaan kawasan.

Dari arahan pengembangan diatas maka dapat disusun konsep pengembangan lingkungan permukiman dan infrastruktur perkotaan meliputi;

1.

River Front Improvement

, adalah peningkatan kualitas permukiman dan infrastruktur yang berada disekitar tepian sungai dan laut termasuk lingkungan permukiman kumuh tepian.

2.

Agro Settlement Development

, adalah peningkatan kualitas permukiman pertanian dan infrastruktur lingkungannya yang mendukung dan memperkuat karakteristiknya sebagai kawasan permukiman pertanian.

3.

New Properti Revelopment

, adalah pengembangan permukiman dan infrastruktur

lingkungannya yang mendukung konsep pengembangan LISI BA dan penataan permukiman dan infrastruktur lingkungan yang telah ada.

4. Main Entrance,

adalah pembangunan baru gerbang kawasan permukiman sebagai

pintu masuk dan batas wilayah pengembangan kawasan permukiman prioritas terpadu.

1' 4 1' LU 42 'L U

4.4. RENCANA PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN

4.4.1. Rencana Pengembangan Jaringan Jalan dan transportasi

Rencana pengembangan jaringan jalan diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas jaringan jalan melalui pembangunan dan peningkatan jaringan jalan yang ada beserta prasarana pelengkap jalan, pembangunan sarana dan prasarana transportasi angkutan umum serta penyediaan trayek angkutan umum yang dapat menjangkau segala aktifitas dalam kawasan dengan mengacu pada rencana tata ruang kawasan. Sehingga rencana pengembangan jaringan jalan dan transportasi meliputi;

a. Meningkatkan Aksesibilitas Utama Kawasan

Jalan Batu Bintang-Dermaga-Dr.Wahidin dan Raja Ali Haji atau yang sekarang bernama Jl. Cut Nyak Dien merupakan akses jalan utama kawasan yang membelah zigzag pusat kegiatan dan kawasan permukiman kelurahan Purnama adalah jalan Arteri Primer yang perlu ditingkatkan konstruksinya sehingga dapat mempermudah aksessibilitas dari dan menuju kawasan sekitarnya. Mengingat jalan tersebut saat ini merupakan satu-satunya akses utama dari dan menuju kawasan industri lubuk gaung dan banyak dilalui oleh kenderaan beban berat seperti truk barang dan truk container maka konstruksi jalan ini harus dirancang agar mampu mendukung beban berat dari kenderaan tersebut. Ke depannya dalam rangka mengurangi tingkat kepadatan lalu-lintas yang tinggi terutama pada beberapa titik pertemuan ruas jalan, perlu dikembangkan sistim sirkulasi yang dapat memecahkan arus lalu lintas kenderaan berat ini sehingga dapat mengurangi beban jalan yang notabene merupakan jalan umum bukan jalan lintas kenderaan berat. Penentuan lokasi dan jenis persimpangan merupakan alternatif lain yang perlu dikembangkan disamping upaya pengalihan jalur lalu lintas padat ke jalur lalu lintas lainnya. Untuk arus lalu lintas di kawasan ini kedepannya perlu segera dilakukan pelebaran jalan Batu Bintang-Dermaga-Dr.Wahidin dan Raja Ali Haji sampai R O W 12 dan pengembangan baru beberapa jalan alternative yang memiliki potensi strategis sebagai titik pertemuan dan sekaligus pemecah arus lalu lintas menjadi jalan kolektor sekunder baru seperti rencana pengembangan baru jalan Muh. Yamin tembus langsung ke Jalan Raja Ali Haji, peningkatan jalan Parit

Sadak dan pelebaran Jalan Dr. W ahidin menjadi jalan kolektor sekunder kawasan dengan R O W 10, terdiri dari lebar badan jalan 6M , dan bahu jalan masing-masing 2M termasuk saluran drainase, jalur hijau dan jalur pejalan kaki dikiri dan kanan jalan. Jalan ini yang memiliki akses langsung ke terminal Akap melewati Jalan Ratus Sima serta rencana pengembangan jalan alternative lainnya di kelurahan Bagan Keladi yang memiliki akses langsung ke Bangsal Aceh dan hal ini telah ditetapkan dalam rencana tata ruang sehingga dapat mengurangi beban kemacetan yang terjadi terutama saat konvoi kenderaan berat .

Dalam dokumen KATA PENGANTAR PT. KARSA HARYA MULYA (Halaman 52-55)