Saluran-saluran lingkungan saat ini banyak yang terputus dan belum terintegrasi secara maksimal dengan drainase tersier akibat konstruksi saluran yang masih berupa saluran tanah yang mengalami pendangkalan sehingga perlu diintegrasikan dan ditingkatkan konstruksinya. Saluran lingkungan yang berada di kiri dan kanan jalan lingkungan R O W 6, R O W 5 dan R O W 4 ditingkatkan dengan konstruksi pasangan lebar 0.5 m, 0.4 m dan 0.3 m dengan kedalaman masing-masing 1.5x lebar.
1* 41 ’L U 42'L U 101 23’ BT 24’ BT
K A W A S A N P E R M U K IM A N P R IO R IT A S P U R N A M A & B A G A N K E L A D I
rL
K E M E N T R IA N PE K E R JA A N U M UM D IR E K TO R A T JE N D E R A L C IPTA KARYASATUAN KERJA PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERBATASAN RIAU
PROVINSI RIAU TAHUN ANGGARAN 2011
JUDUL GAMBAR
RENCANA JARINGAN DRAINASE KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS
PURNAMA & BAGAN KELADI
KETERANGAN
— >
Batas Delineasi
Rencana Peningkatan Saluran Sekunder L=2.5 - 3 M
■ ■ ■ Rencana Peningkatan Saluran Tersier L = 1 - 1 .5 M
Normalisasi Saluran Drainase Permanen
Rencana Peningkatan Saluran Air L = 0.5 M
Rencana Penambahan Saluran Air Baru L = 0.5 M
--- --- Parit I Selokan Alam Sungai Mesjid
NAMA KEGIATAN
PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP)
KOTA DUMAI LOKASI KEGIATAN
KELURAHAN PU RN AM A & BAGAN KELADI KECAMATAN DUMAI BARAT
KOTA DUMAI KEY MAP KEC. DUMAI BARAT
NAMA KONSULTAN
PT. KARSA HARYAMULYA
JALAN TAMAN PASIR MAS NO. 93 KOTA SEMARANG - PROVINSI JATENG
Telp. 024-354117 Fax. 024-3540888 NO. GAMBAR J LH HALAMAN
3. Rencana Pengembangan Air Bersih
penelitian/kajian teknis dan kelayakannya mengenai posisi cekungan air tanah sebelum melakukan pengeboran. Begitupun dengan pengembangan sistim instalasi pengolahan air bersih skala ibu kota kecamatan (SPAM IKK) memerlukan penelitian/kajian awal mengenai kelayakan dan teknologi yang digunakan. Selain itu juga perlu dilakukan reassesment terhadap jaringan distribusi air bersih yang telah terpasang apakah bisa dilanjutkan dan disambungkan dengan SPAM IKK atau harus membangun jaringan distribusi baru dan instalasi sambungan rumah baru.Rencana pengembangan air bersih diarahkan untuk menyediakan air bersih yang sehat dan layak minum bagi masyarakat di kawasan permukiman prioritas dan untuk menambah ketersediaan cadangan air bersih terutama dalam menghadapi saat-saat musim kemarau panjang. Rencana pengembangan air bersih kawasan permukiman ini diluar dari program pipanisasi air bersih yang telah dilaksanakan oleh pemerintah kota dumai namun sampai laporan ini disusun pekerjaan belum selesai dan belum dilanjutkan karena ada kendala dalam proses penyelesaiannya. Sehingga konsep pengembangan air bersih lebih diarahkan untuk mencari alternative sistem pengolahan air bersih skala kawasan (IKK) dan menambah cadangan ketersediaan air bersih bagi warga permukiman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk itu rencana pengembangan air bersih di kawasan permukiman prioritas purnama-bagan keladi ini adalah dengan menyediakan prasarana air bersih yang dapat dipergunakan bersama untuk kepentingan umum pada setiap RT yang masuk dalam kawasan permukiman prioritas. Prasarana air bersih yang direncanakan adalah dengan menambah 2 unit tangki komunal (hydrant umum) di setiap RT yang ditempatkan pada lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh warga. Kondisi saat ini disetiap RT dikawasan permukiman purnama telah mendapat bantuan 1 unit tangki air komunal dari pemerintah Kota Dumai sedangkan untuk kawasan permukiman bagan keladi belum ada sama sekali. Untuk penyediaan air bersihnya dapat dilakukan oleh mobil tangki air PDAM yang dikirim secara berkala sesuai kebutuhan.
Sedangkan kebutuhan untuk sumber air bersih alternative dapat dilakukan dengan cara mengembangkan sumur artesis di beberapa titik di kawasan permukiman dan membuat sistim instalasi pengolahan air (IPA) dengan sistem R/O untuk skala kawasan ibu kota kecamatan (SPAM IKK) dengan sumber air baku berasal dari sungai mesjid. Pengembangan sumur air bersih baru ini baru dapat dilakukan apabila ada kepastian bahwa program pipanisasi kota dumai tidak dilanjutkan minimal untuk beberapa tahun ke depan sehingga masyarakat memiliki kepastian belum bisa menikmati air bersih. Selain itu rencana pengembangan sumur artesis ini memerlukan
1* 41 'L U 42'L U 101 23’ BT 24' BT FAK. PEftlKANAN
KELURAHAN BANGS AL'AC EH KECAMATAN SUNGAI SEMBILAN
□flctftlQ D
AREA TPI__
KELURAHAN PURNAMA KECAMATAN DUMAI BARAT
KELURAHAN PANGKALAN SES/5 KECAMATAN DUMAI BARAT
KELURAHAN BAGAN. KECAMATAN BARAT
NAMA KONSULTAN
PT. KARSA HARYAMULYA
JALAN TAMAN PAS R MAS NO. 93 KOTA SEMARANG - PROVINSI JATENG
Telp. 024-354117 Fax. 024-3540888 NO. GAMBAR JLH HALAMAN
K A W A S A N P E R M U K IM A N P R IO R IT A S P U R N A M A & B A G A N K E L A D I
K E M E N T R IA N PE K E R JA A N UMUM
D IR E K TO R A T JE N D E R A L C IPTA KARYA
SATUAN KERJA PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERBATASAN RIAU
PROVINSI RIAU TAHUN ANGGARAN 2011
JUDUL GAMBAR
RENCANA AIR BERSIH KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS
PURNAMA & BAGAN KELADI
KETERANGAN
Batas Delineasi
Rencana Pengadaan IPA
Rencana Usulan Lokasi Sumur Artesis
Rencana Pengadaan Hydrant Umum (AHU)
Rencana Jamban/WC Umum
Jalan
Parit Kecil/ Drainase Tersier
Sungai Mesjid
NAMA KEGIATAN
PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP)
KOTA DUMAI LOKASI KEGIATAN
KELURAHAN PURNAM A & BAGAN KELADI KECAMATAN DUMAI BARAT
KOTA DUMAI KEY MAP KEC. DUMAI BARAT
4. Rencana Pengembangan Air Limbah
Rencana pengembangan air limbah tergantung pada kebutuhan dan tingkat kesadaran warga di kawasan permukiman terhadap pentingannya menjaga tanah dan lingkungan dari unsur-unsur yang mencemarinya dan salah satu yang dapat mencemari adalah limbah rumah tangga. Mengingat teknologi penanganan air limbah saat ini tidak sekedar hanya menyediakan penampungan air limbah semata namun juga harus ramah lingkungan. Untuk itu ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam pengembangan prasarana air limbah, yaitu;
a. Untuk sistem IPAL O N SITE, dalam rangka meningkatkan kesehatan lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan / air tanah kedepan perlu dilakukan peningkatan tekhnologi septic tank menuju tekhnologi yang aman dan ramah lingkungan. Septick tank pada jamban keluarga dirancang untuk tampungan selama 2 tahun dan pengurasan setiap 2 tahun sekali. Peningkatan teknologi septic tank yang aman dan ramah lingkungan pada masyarakat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, membangun tanki septic tank percontohan dan program bantuan perbaikan septic tank masyarakat.
b. Selain sistem IPAL on site untuk kawasan permukiman yang mengelompok atau yang dibangun dengan konsep LISIBA (Lingkungan Siap Bangun) perlu dikembangkan sistem IPAL O FF SITE dengan membangun jaringan instalasi pengolahan air kotor. Sistem IPAL O FF SITE juga dapat dilakukan di lokasi tanah kavlingan yang telah ditata ulang bersamaan dengan rencana pengembangan infrastruktur kawasan melalui program konsolidasi lahan. Efektifitas penerapan sistem ini nantinya sangat tergantung pada kesiapan lahan untuk pembangunannya, menyusun zona pengembangan sistem IPAL dan menerapkan peraturan/kebijakan yang ketat khususnya pengembangan prasarana air limbah di kawasan LISIBA dalam rangka pengendalian pembangunan.
c. Untuk meningkatkan pelayanan sistem pengolahan air limbah maka ke depannya di setiap kelurahan perlu dikembangkan sistem/instalasi pengolahan air limbah
terpadu (IPLT) yang dikelola oleh pihak kelurahan/masyarakat. IPLT dibangun sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan tingkat pertumbuhan penduduk, ketersediaan lahan dan kemampuan keuangan daerah. Untuk tahap awal mempertimbangkan lokasi kawasan merupakan ibu kota kecamatan maka perlu dibangun 1 unit IPLT dikelurahan Purnama untuk lingkup pelayanan ibu kota kecamatan. Apabila kedepannya permukiman telah lebih ramai dan berkembang demikian pesat maka dapat dipertimbangkan untuk penambahan IPLT baru masing-masing di kelurahan Bagan Keladi dan Purnama dimana pemilihan lokasinya harus memperhatikan radius pelayanan dari IPLT yang telah ada sebelumnya.
d. Meningkatkan pelayanan umum dan mengantisipasi kerusakan pada jamban keluarga. Penyediaan jamban umum diperlukan untuk prasarana pelayanan umum, untuk mengantisipasi terjadinya masalah pada jamban keluarga dan mengantisipasi perkembangan permukiman dan kawasan yang akan datang. Jamban umum direkomendasikan ditempatkan pada pada fasilitas-fasilitas umum dan sosial.
1* 41 11 1 42 'L U
5. Rencana Pengembangan Persampahan
Rencana pengembangan persampahan diarahkan pada upaya mengelola persampahan yang ada secara mandiri oleh masyarakat dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dari timbunan sampah. Rencana pengembangan persampahan tersebut dilakukan dengan cara;
a. Pengelolaan sampah dilakukan oleh masyarakat yang ada dilingkungan permukiman secara mandiri dengan wilayah pengelolaan di tingkat RT. Pengelolaan sampah tersebut dilakukan melalui pembentukan unit yang bertanggung jawab dalam mengumpul dan mengelola sampah serta mengadakan pelatihan sistem pengelolaan sampah mandiri. Pemerintah Kota Dumai melalui kelurahan perlu menfasilitasi pembentukan ini dan mengadakan pelatihan pengelolaan sampah non organik yang hasilnya dapat dijual ke industry pengolahan.
b. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai persampahan dan memfasilitasi pengadaan dua jenis tong sampah untuk setiap 1-2 unit rumah/yang berdekatan terdiri atas tong sampah organik dan non organik.
c. Sampah dari tong sampah diangkut oleh unit pengumpul dengan menggunakan gerobak/motor sampah yang memiliki kapasitas minimal 1m3 menuju ke tempat penampungan sementara. Kebutuhan gerobak/ motor pengumpul sampah ini disesuaikan dengan jumlah sampah dan intensitas pengangkutan 1x sehari dengan rincian 3 unit untuk permukiman di Bagan Keladi dan 5 unit untuk permukiman di Purnama.
d. Penyediaan tempat penampungan sementara (TPS) yang memiliki kapasitas 12 m3 atau bak container sebanyak 8 unit dengan rincian 3 unit di permukiman Bagan Keladi dan 5 unit di permukiman Purnama. Pengadaan TPS ini hendaknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Ritasi pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA dapat dilakukan 2 kali sehari atau sesuai kebutuhan. Perletakan lokasi TPS harus dekat dengan jalan utama dan jalan lokal sehingga mudah dilalui kenderaan truk pengangkut sampah dan juga mempertimbangkan manuver kenderaan untuk truk amrol saat mengangkat bak container.
IV - 13
e. Pembangunan tempat penampungan sementara terpadu (TPST) dengan konsep 3R minimal untuk skala pelayanan ibu kota kecamatan. Sampah-sampah non organik yang telah dipisahkan dengan sampah organik terlebih dahulu diolah di TPST dan sisa hasil pengolahan dapat dikirim ke TPA. Sampah non organik yang ada TPST ini kemudian di daur ulang dan hasilnya dijual kembali ke pasar atau industri pengolahan. Sedangkan sampah organik yang telah dipisahkan baik ketika di bak sampah atau saat dibawa oleh kenderaan angkut sampah ke TPS dapat dikirim langsung ke TPA.
1" 4 1' LU 42 ’ L U
4.5. STRATEGI PENANGANAN KAWASAN
4.5.1. Strategi Penanganan
1. Penataan Permukiman
a. Tata Ruang
• Mengoptimalkan pemanfaatan ruang-ruang kawasan untuk pengembangan perumahan dan fasilitas permukiman yang mendukung fungsi utama kawasan sebagai kawasan pertanian.
• Mengembangkan ruang-ruang untuk kegiatan sosial, budaya dan ekonomi yang berpijak pada potensi, karakteristik kawasan sesuai yang telah ditetapkan dalam rencana tata ruang.
b. Aksesibilitas
• Meningkatkan aksesibilitas dan pergerakan internal kawasan sebagai upaya untuk mendukung kegiatan ekonomi kawasan.
• Menyediakan rute angkutan umum yang dapat melayani akses keluar/masuk kawasan.
• Menguatkan struktur jaringan jalan lingkungan (lokal) untuk mendukung aksesibilitas internal kawasan.
c. Lahan
• Melakukan penertiban batas dan kepemilikan lahan di dalam kawasan permukiman melalui program sertifikasi.
• Mengembangkan ruang-ruang yang belum terbangun untuk pembangunan perumahan dan sarana prasarana kawasan yang mendukung fungsi permukiman.
• Menyediakan ruang-ruang sisa kawasan yang dapat dijadikan sebagai taman bermain, taman olahraga dan ruang hijau.