• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

2.4 Konsep Asuhan Kebidanan Kehamilan

Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Sarwono, 2002).

Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati yang menandai awal periode antepartum (Varney, 2006).

Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester, yaitu: 1. Trimester I : 0-12 minggu.

2. Trimester II : 13-28 minggu.

3. Trimester III : 29-40 minggu.

Tanda-tanda dan Gejala Kehamilan.

commit to user 1. Gejala kehamilan tidak pasti.

a. Tidak haid.

b. Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan.

c. Mengidam.

d. Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal. e. Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.

f. Kadang-kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan awal kehamilan.

g. Tidak nafsu makan. 2. Tanda kehamilan tidak pasti.

a. Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira-kira terjadi di atas minggu ke-12 kehamilan.

b. Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.

c. Gusi bengkak terutama pada bulan-bulan pertama kehamilan. d. Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.

e. Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.

f. Tes kehamilan memberikan hasil positif. 3. Tanda pasti kehamilan.

a. Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.

commit to user

b. Bila didengarkan menggunakan alat Doppler, maka akan terdengar detak jantung janin.

c. Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.

d. Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

Pemeriksaan kehamilan adalah asuhan yang diberikan untuk ibu hamil sebelum kelahiran (JHPIEGO, 2001).

Pemeriksaan kehamilan adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan memberikan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Yasin S., 2006).

Pemeriksaan kehamilan adalah pemeriksaan kehamilan yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang profesional seperti dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan, perawat terlatih yang sesuai dengan standar minimal pelayanan antenatal.

Tujuan dari pemeriksaan kehamilan antara lain:

1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.

2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.

commit to user

3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.

4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.

5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.

6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

(Yasin, 2006)

Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir, Keluarga berencana serta Kesehatan reproduksi.

Ibu hamil adalah seorang perempuan yang sedang mengandung (Sarwono, 2007). Ibu hamil adalah sebutan untuk orang perempuan yang telah mengandung, wanita yang telah bersuami, panggilan yang lazim pada wanita hamil (Depdiknas, 2008).

1. Perkembangan, Perubahan Fisik dan Psikologis Ibu Hamil a. Perkembangan dan perubahan fisik pada ibu hamil meliputi : 1) Rahim atau uterus

Rahim yang semula beratnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan hiperplasia sehingga menjadi seberat 1000

commit to user

gram saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.

2) Vagina atau liang senggama

Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan.

3) Ovarium atau indung telur

Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu.

4) Payudara

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron dan somatomatotropin.

Penampakan payudara pada ibu hamil adalah sebagai berikut : a) Payudara menjadi lebih besar

b) Areola payudara makin hiperpegmentasi / menghitam c) Glandula montgomery makin tampak

d) Puting susu makin menonjol

e) Pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin belum berfungsi karena hambatan dari PIH untuk mengeluarkan ASI.

commit to user

f) Setelah persalinan hambatan prolaktin tidak ada sehingga pembuatan ASI dapat berlangsung.

5) Sirkulasi darah ibu a) Volume darah

Volume darah semakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodilusi), dengan puncaknya pada umur hamil 32 minggu. Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 25 sampai 30% sedangkan sel darah bertambah sekitar 20 %.

b) Sel darah

Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dan rahim. Tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Sel darah putih meningkat dengan mencapai jumlah jumlah sebesar 10.000/ml. Dengan hemodilusi dan anemia fisiologis maka laju endap darah semakin tinggi dan dapat mencapai 4 kali dari angka normal.

6) Sistem respirasi

Pada kehamilan terjadi juga perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan O2. disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur hamil 32 minggu. Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan bernafas lebih sekitar 20 sampai 25% dari pernafasan

commit to user

biasanya. Seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam dan bagian bawah toraksnya juga melebar ke sisi. Dan sesudah partus kadang-kadang menetap jika tidak dirawat dengan baik.

7) Sistem pencernaan

Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat menyebabkan :

a) Pengeluaran air liur berlebihan (hipersaliva) b) Daerah lambung terasa panas

c) Terjadi pusing kepala d) Muntah

e) Muntah berlebihan sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari. f) Gerak usus makin berkurang dan dapat menyebabkan konstipasi. 8) Traktus urinarius

Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi pada hamil tua terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering kencing.

9) Perubahan pada kulit

Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone lobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada stria gravidarum, livida atau alba, areola mammae, papilla mammae, linea nigra, dan cloasma gravidarum.

commit to user

Dengan terjadinya kehamilan metabolisme tubuh mengalami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan memberikan ASI.

Perubahan metabolisme adalah :

a) Metabolisme basal naik sebesar 15 % sampai 20% dari semula terutama pada trimester ketiga.

b) Keseimbangan asam basa mengalami penurunan yang disebabkan oleh hemodilusi darah dan kebutuhan mineral yang dibutuhkan janin. c) Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan

perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan dan persiapan laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi sekitar ½ gr/kg BB atau sebutir telur ayam sehari.

11) Berat badan ibu hamil bertambah

Berat badan ibu hamil akan bertambah antara 6,5 sampai 16,5 kg selama hamil atau terjadi kenaikan berat badan sekitar ½ kg/minggu.

Memperhatikan hal tersebut dapat dikemukakan bahwa ibu hamil memerlukan makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi. Oleh karena itu perlu diperhatikan susunan makanan empat sehat lima sempurna (Prawirohardjo, 2009).

b. Perkembangan psikologis 1) Trimester Pertama

commit to user

Pada trimester pertama ibu hamil mengalami perubahan emosional, hasrat seksual akan menurun karena lelah dan muntah. Perubahan emosi (suasana hati) mungkin lebih kelihatan, mulai dari kegembiraan sampai depresi karena letih, khawatir dan sakit. Ibu mulai merasa bahwa bentuk tubuh mulai berubah dan kurang menarik.

2) Trimester Kedua

Perubahan emosional, pada bulan kelima kehamilan sudah tampak nyata karena bayi sudah mulai bergerak. Perubahan emosi sudah mulai berkurang. Pada saai ini perhatian mulai tertuju pada bayi dan mulai banyak memikirkan apakah bayi akan dilahirkan dengan selamat dan sehat. Rasa cemas akan meningkat sejalan dengan usia kehamilan.

3) Trimester Ketiga

Perubahan emosional, pada bulan terakhir kehamilan biasanya terasa gembira bercampur takut karena kelahiran telah dekat. Kekhawatiran akan apa yang terjadi pada saat melahirkan, apakah bayi akan lahir sehat dan memikirkan tugas baru sebagai ibu. Pemikiran dan perasaan seperti ini sangat biasa terjadi pada ibu hamil. Kemukakan perasaan ini pada suami, jika ibu hamil mendengarkan cerita-cerita kuno mengenai melahirkan bayi, jangan dipikirkan terlalu serius, bila ibu merasa ragu, segera konsultasikan ke dokter (Solihah, 2006).

b. Hal yang harus dilakukan oleh ibu hamil :

commit to user b) Hindari pekerjaan yang berat

c) Cukup istirahat selama perjalanan : Ada baiknya tiap beberapa jam sekali berhenti untuk istirahat, buang air kecil dan makan. Berapa lama sekali harus berhenti, tergantung kondisi masing-masing, tapi sebaiknya tidak lebih dari 6 jam. Usahakan cukup tidur selama perjalanan.

d) Bila dirasa ada keluhan, sebaiknya segera kontrol ke dokter kandungan. Akibat kelelahan biasanya timbul keluhan berupa sakit perut bagian bawah atau kontraksi. Bila hal itu terus terjadi selama perjalanan, sebaiknya segera kontrol ke dokter.

e) Waspadai bila sampai keluar flek. Flek adalah tanda pertama terjadinya keguguran. Bila sampai ada flek, sebaiknya segera ke dokter kandungan.

f) Bawalah "bekal" obat yang dirasa perlu. Sebelum bepergian, saat berkonsultasi, sebaiknya minta dokter untuk membekali dengan obat tertentu, seperti penahan kontraksi, penghilang rasa sakit yang aman untuk ibu dan kehamilannya (Sarwono, 2005).

Dokumen terkait