Bakteri Salmonella thypi
2.4 Konsep Asuhan Keperawatan pada Demam Thypoid
Berdasarkan tanda dan gejala penyakit demam thypoid, maka asuhan keperawatan yang prioritas ditegakkan adalah berisikan tentang pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi.
2.4.1.Pengkajian
Langkah awal pada proses keperawatan melalui kegiatan pengumpulan data yang akurat dari pasien untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada. Perawat harus dapat menciptakan hubungan saling membantu, membangun kepercayaan dalam melakukan pengkajian atau melakukan pemeriksaan fisik keperawatan (Hidayat Alimul, 2012).
Demam thypoid pada umumnya menyerang anak-anak dan anak muda antara umur 5-19 tahun.Pada anak umur 5 tahun keatas merupakan masa
anak mulai mengenal lingkungan dan mengkonsumsi makanan serta minuman yang belum diketahui kebersihannya secara jelas.
Riwayat penyakit :
1) Keluhan utama : Pada umumnya klien dengan demam thypoid mengeluh tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing, kurang semangat serta nafsu makan berkurang (pada masa inkubasi).
2) Riwayat kesehatan sekarang : Apa yang dirasakan atau dialami klien hingga masuk rumah sakit (perjalanan penyakit).
3) Riwayat kesehatan dahulu : Apakah sudah pernah mengalami sakit demam thypoid sebelumnya dan pernah di rawat di rumah sakit dengan penyakit yang sama.
a) Riwayat kehamilan dan kelahiran :
Keadaan ibu saat hamil, gizi dan obat-obatan yang pernah dikonsumsi.
b) Riwayat pertumbuhan dan perkembangan :
Pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usia. c) Imunisasi
Apakah anak mendapat imunisasi secara lengkap sesuai dengan usianya dan jadwal pemberian serta efek sampingnya seperti panas dan alergi.
d) Riwayat kesehatan keluarga
Apakah di dalam keluarga pasien ada yang pernah mengalami demam thypoid.
Psikososial sangat mempengaruhi terhadap psikologi pasien, dengan timbul gejala-gejala yang di alami.Apakah pasien dapat menerimanya.
1. Pola nutrisi dan metabolisme
Terjadi penurunan nafsu makan karena terjadi gangguan pada usus halus.
2. Pola eliminasi alvi dan urine
Penderita mengalami konstipasi karena tirah baring dan diare.Sedangkan eliminasi urine tidak mengalami gangguan. 3. Pola istirahat tidur
Selama sakit penderita merasa tidak dapat istirahat karena pasien merasa sakit perutnya mual.
4. Pola aktivitas dan latihan
Aktivitas pasien akan terganggu katena tirah baring total, agar tidak terjadi komplikasi maka segala kebutuhan pasien dibantu. 5. Pola kognitif
Apakah pasien mengalami keluhan tentang panca indera. 4) Pemeriksaan fisik
1) Kesadaran dan keadaan umum
Mengetahui berat ringannya prognosis penyakit pasien. 2) Kepala
Rata-rata rambutnya tipis dan agak kemerahan jika anak mengalami kekurangan nutrisi.
3) Mata
Jika hemoglobin rendah maka konjungtiva akan pucat, pupil isokor.
4) Hidung
Tidak ada nyeri tekan, mukosa lembab dan tidak ada pernafasan cuping hidung.
5) Mulut
Mukosa bibir kering, bibir pecah-pecah dan lidah tampak kotor. 6) Toraks dan paru
Tidak ada keluhan sesak nafas, bentuk dada simetris, irama nafas teratur.
7) Abdomen
Di dapat limpa hati membesar dengan konsistensi lunak serta nyeri tekan pada abdomen.Perkusi di dapatkan perut kembung serta pada auskultasi pristaltik usus meningkat.
8) Ekstremitas dan persendian
Pergerakan sendi bebas, tidak ada kelainan ekstremitas, turgor menurun, akral hangat, pasien lemah.
2.4.2.Analisa Data
Upaya untuk memberikan justifikasi pada data yang telah di kumpulkan dengan melakukan perbandingan data subyektif dan obyektif yang dikumpulkan dari berbagai sumber berdasarkan standart nilai normal
untuk menemukan kemungkinan pengkajian ulang atau pengkajian tambahan tentang data yang ada (Hidayat Alimul, 2012).
2.4.3.Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai seseorang, keluarga, atau masyarakat sebagai akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan yang actual dan potensial. Diagnosa keperawatan ini dapat memberikan dasar pemilihan intervensi untuk menjadi tanggung gugat perawat.Kategori diagnosis keperawatan.
1) Diagnosa keperawatan aktual
Diagnosa keperawatan aktual terdiri pernyataan masalah (problem, P), pernyataan penyebab (Etiologi, E) dan pernyataan tanda dan gejala (symptom, S).
2) Diagnosa keperawatan resiko tinggi
Diagnosis keperawatan ini merupakan keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentang terhadap masalah dibandingkan pihak lain ada situasi yang sama atau hampir sama.
3) Diagnosis keperawatan kemungkinan
Pernyataan tentang masalah-masalah yang di duga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko.
Diagnosayang sering muncul pada demam thypoidmenurut (NANDA, 2015): 1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan tidak ada nafsu makan dan mual. 2. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi.
2.4.4Intervensi Keperawatan
Proses penyusunan rencana keperawatan yang dibutuhkan untuk mencegah dan menghilangkan masalah-masalah pasien. Rencana-rencana tersebut bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin muncul.
Diagnosa 1: Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak ada nafsu makan dan mual.
Tabel 2.3 intervensi : Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh. Diagnosa Keperawatan/
Masalah Kolaborasi
Rencana Keperawatan
Tujuan dan kriteria hasil Intervensi Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh Batasan Karakteristik:
1. Berat badan 20% atau lebih di bawah rentang berat badan ideal
2. Bising usus hiperaktif 3. Cepat kenyang setelah makan 4. Diare
5. Gangguan sensasi rasa 6. Kehilangan rambut berlebihan 7. Kelemahan otot pengunyah 8. Kelemahan otot untuk
menelan 9. Kerapuhan kapiler 10.Kesalahan informasi 11.Kesalahan persepsi 12.Ketidakmampuan memakan makanan 13.Kram abdomen 14.Kurang informasi
15.Kurang minat pada makanan 16.Membran mukosa pucat 17.Nyeri abdomen NOC : Status Nutrisi Indikator: 1. Asupan Gizi 2. Asupan Makanan 3. Asupan Cairan 4. Energi
5. Rasio berat badan/tinggi badan 6. Hidrasi Skala: 1. Sangat menyimpang 2. Banyak menyimpang 3. Cukup menyimpang 4. Sedikit menyimpang 5. Tidak menyimpang Nafsu makan Indikator:
1. Hasrat/keinginan untuk makan 2. Mencari makanan
3. Menyenangi makanan 4. Merasakan makanan 5. Energi untuk makan
NIC :
Monitor Nutrisi
1. Timbang berat badan pasien 2. Monitor pertumbuhan dan
perkembangan
3. Monitor adanya penurunan berat badan
4. Monitor kekeringan, rambut kusam dan mudah patah 5. Monitor adanya warna pucat,
kemerahan dan jaringan konjungtiva yang kering 6. Monitor turgor kulit 7. Monitor kulit kering 8. Identifikasi abnormalitas
eliminasi bowel
9. Identifikasi perubahan nafsu makan
10.Monitor adanya mual muntah 11.Monitor diet asupan kalori
Terapi Nutrisi
1. Lengkapi pengkajian nutrisi sesuai kebutuhan
18.Penurunan berat badan dengan asupan makan adekuat 19.Sariawan rongga mulut 20.Tonus otot menurun
6. Intake makanan 7. Intake nutrisi 8. Intake cairan
9. Rangsangan untuk makan Skala: 1. Sangat terganggu 2. Banyak terganggu 3. Cukup terganggu 4. Sedikit terganggu 5. Tidak terganggu
makanan/cairan dan hitung masukan kalori per hari 3. Kaji kebutuhan nutrisi
parenteral
4. Ciptakan lingkungan yang membuat suasana yang menyenangkan
5. Berikan perawatan mulut sebelum makan sesuai kebutuhan
6. Pastikan makanan lunak, lembut dan tidak
mengandung asam sesuai kebutuhan
2.4.5.Implementasi
Merupakan tahap keempat dalam proses keperawatan dengan melaksanakan berbagai tindakan keperawatan yang telah direncanakan (Hidayat Alimul, 2012).
2.4.6.Evaluasi
Tahap akhir dari proses keperawatan dengan menilai sejauh mana rencana dan tindakan perawat yang telah dilakukan. Serta perbandingan keadaan pasien dan kriteria hasil (Nikmatur & Saiful, 2012).
1. Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan. 2. Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan.
3. Menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dan menelan. 4. Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti.
30
BAB III