BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
5.3 Konsep bangunan
5.3.1. Program Ruang
Program ruang pada bangunan Semarang Computer Trade Center direncanakan sebagai berikut :
Gambar 5.5. Program ruang Sumber : pemikiran
U
Penggunaan Bentuk Dasar geometri dengan variasi curving dan penambahan bentuk diharapkan dapat memenuhi kriteria denah dan bentuk bangunan yang diinginkan sesuai dengan penekanan desain arsitektur hi-tech serta dengan bentuk yang seperti ini pemanfaatan energi alam dapat maksimal, selain itu bentuk seperti ini memberikan kemudahan pengaturan sirkulasi dalam bangunan. Mekanikal elektrikal Parkir Pengelola R. Penunjang lavatory Hall Ruang Pengelola R E T A I L Main Entrance Parkir pengunjung
Servis Side Entrance
Makro Atrium/ ruang pameran R E T A I L R E T A I L R. Penunjang lavatory Plaza
5.3.2. Konsep Bentuk
Konsep bentuk Semarang Computer Trade Center memiliki kriteria bangunan sebagai berikut:
b. Menampilkan kesan bangunan komersial dengan bentuk single building yang berteknologi.
c. Mengutamakan persyaratan dan kenyamanan ruang-ruang, baik di dalam maupun di luar ruangan.
d. Menampilkan tujuh unsur pokok dalam arsitektur, yaitu:
- Wujud : diterapkan melalui susunan massa yang solid dengan bukaan-bukaan agar menimbulkan kesan ringan, mengolah masa mengikuti pola jalan atau pola bangunan sekitar, metafora terhadap hal yang berkaitan dengan fungsi bangunan.
- Dimensi : menyesuaikan dimensi massa bangunan dengan ruang-ruang di dalam bangunan sesuai dengan kegiatannya.
- Warna : warna-warna yang dapat mengekspresikan suatu daya tarik di dalamnya.
kaca
Permainan solid-void pada massa maupun fasadenya.
Bangunan terdiri dari beberapa massa bangunan dan diolah menjadi bentuk yang menarik.
Gambar 5.6. Gabungan beberapa massa yang membentuk bangunan Sumber : Pemikiran
Gambar 5.7. Warna yang berani pada bangunan komersil Sumber : dok. pribadi
- Tekstur : kombinasi tekstur material dengan kesan hi-tech yaitu material-material modern, seperti kaca, beton, besi dan baja.
- Posisi : bangunan posisinya relatif memusat dengan komposisi serta konfigurasi masa bangunan diarahkan untuk dapat menciptakan ruang publik.
Struktur expose Struktur expose
Gambar 5.8. Kombinasi tekstur pada bangunan hi-tech Sumber : pemikiran
U
Bentuk massa merespon bentuk site
Gambar 5.10. Rencana massa bangunan Sumber : pemikiran
Gambar 5.9. Penerapan layering sebagai ciri bangunan hi-tech, juga pemanfaatan layering pada fasade sebagai sun shading
- Orientasi : orientasi bangunan mengikuti akses kota, serta orientasi terhadap peredaran matahari sebagai sumber pencahayaan alami. - Inersia visual : bentuk bangunan yang stabil ditinjau dari proporsinya
dengan bagian bangunan sebagai sculpture ditampilkan menjadi sebuah
point of interest.
5.3.3. Konsep Pendukung
Konsep pendukung bangunan Semarang Computer Trade Center adalah:
a. Penampilan bangunan, penampilan bangunan Semarang Computer Trade
Center mempertimbangakan:
1) Karakter bangunan yang ingin ditampilkan yaitu memberikan kesan komersil.
2) Memperhatikan unsur-unsur estetika, baik eksterior maupun interior. 3) Mampu mencerminkan aktivitas bangunan, terutama aktivitas
perkomputeran. b. Massa Bangunan
Penempatan massa Semarang Computer Trade Center merespon bentuk site, yaitu menghadap ke arah Simpang Lima. Adapun pengambilan bentuk massa dari Semarang Computer Trade Center yaitu :
Atraktif menarik pengunjung
Geometris ruang menjadi efektif dan efisien Dinamis tidak membosankan
c. Pencapaian Bangunan
1) Kemudahan dan kejelasan entrence bagi kendaraan dan pejalan kaki.
2) Kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki.
3) Tidak mengganggu sirkulasi kendaraan di sekitar tapak.
Gambar 5.12. Pola pencapaian kedalam site Sumber : pemikiran
d. Sirkulasi pada Tapak
1) Jalur utama pejalan kaki dan kendaraan dibedakan dengan batas yang jelas, yaitu dengan adanya pedestrian path dengan tekstur yang berbeda.
2) Perpotongan antara pejalan kaki dan kendaraan dibuat seminimal mungkin.
5.3.4. Konsep Sistem ruang
Penataan ruang didasarkan pada pertimbangan kelompok kegiatan yang ada di dalam Semarang Computer Trade Center, antara lain :
a. Kelompok Ruang
Pengelompokan ruang disesuaikan dengan aktivitas yang ada yaitu kelompok ruang kegiatan utama (perdagangan dan pameran), kelompok ruang penunjang dan kelompok ruang servis.
b. Sistem Hirarki Ruang
Prisinp sistem hirarki ruang didasarkan pada sifat kegiatan dan bentuk pelayanan. Hal tersebut dibagi dalam tiga ruang, yaitu ruang publik, ruang semi publik dan ruang privat. Ruang publik terdiri dari kelompok kegiatan servis. Ruang semi publik merupakan kelompok kegiatan yang berhubungan dengan kelompok pengguna tertentu, yaitu kelompok kegiatan perdagangan, pameran serta kegiatan penunjang. Ruang privat merupakan kelompok
Pencapaian ke dalam site ditambah vegetasi pengarah untuk memperkuat kesan telah memasuki kawasan.
Gambar 5.14. Pola sirkulasi radial
ruang yang melayani kelompok pengguna yang terbatas pada kepentingan yang dengan fungsi ruang tersebut, yaitu ruang pengelola.
5.3.5. Sirkulasi ruang
Penataan sirkulasi ruang dibedakan dan dipisahkan sesuai dengan kepentingannya, yaitu :
Sirkulasi pengunjung, tuntutan yang utama adalah mampu memberikan arah yang jelas, sehingga pengunjung dapat tertarik untuk terus mengikuti alur sirkuasi.
Sirkulasi pengelola, mengutamakan kemudahan dalam pengawasan dan pemeliharaan.
Pola sirkulasi yang diterapkan pada ruang adalah : → Pola sikulasi linier / melalui ruang-ruang
Pola sirkulasi ini mempunyai karakter yaitu kesatuan dari tiap-tiap ruang dipertahankan, konfigurasi jalan yang fleksibel dan ruang-ruang perantara dapat dipergunakan untuk menghubungkan jalan dengan ruangnya.
Pola ini menghubungkan satu area dengan area lainnya secara linier atau segaris.
→ Pola sirkulasi radial
Pola ini diterapkan pada area ruang pameran/atrium sehingga dari ruang ini pengunjung dapat langsung menuju ke ruang lainnya dengan arah sirkulasi radial melalui selasar. Gambar 5.13. Pola sirkulasi linier
5.3.6. Konsep Struktur Bangunan
Sistem struktur bangunan yang direncanakan diterapkan pada perancangan Semarang Computer Trade Center adalah gabungan atara struktur konvensional dengan advance structure, yang dapat memberikan citra arsitektur
hi-tech. Di antaranya adalah dengan penggunaan bahan-bahan untuk struktur
yang terbaru dan modern seperti baja, aluminium, fiberglass dan lain-lain. Jenis
advance structure antara lain : cable, shell structure, space frame structure,
struktur lipat dan lain-lain.
Gambar 5.15. Advance structure. Sumber : www.fosterandpartners.com-Mei 2007
5.4. KONSEP UTILITAS