• Tidak ada hasil yang ditemukan

TA S1 Arsitektur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TA S1 Arsitektur"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

(1)

SEMARANG COMPUTER TRADE CENTER

Penekanan Desain Arsitektur Hi-tech

Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan

TUGAS AKHIR

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Arsitektur

Disusun oleh :

SAPTO BUDIANTO

5151402042

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

(2)

Dosen Pembimbing I

Deva Fosterharoldas S,M.Sc

Dosen Pembimbing II

Ari Rahadini, MT

LEMBAR PENGESAHAN

“ SEMARANG COMPUTER TRADE CENTER “

Penekanan Desain Arsitektur Hi-Tech

Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan

Tugas Akhir Diajukan Kepada

Program Studi Arsitektur

Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Sebagai Salah satu Syarat Untuk Mencapai

Gelar Sarjana teknik Arsitektur

Diajukan Oleh :

SAPTO BUDIANTO

5151402042

Semarang, 14

Mei 2007

Menyetujui :

NIP : 132230372

NIP : 132307550

Ketua Program Studi

Teknik Arsitektur Universitas Negeri Semarang

Ir. Didik Nopianto AN, MT

NIP : 132208841

(3)

D

D

A

A

F

F

T

T

A

A

R

R

I

I

S

S

I

I

LEMBAR JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN ... ii KATA PENGANTAR ... HALAMAN PERSEMBAHAN... ABSTRAKSI ... DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... vi DAFTAR TABEL ... x BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Permasalahan ... 2 1.2.1 Permasalahan Umum... 2 1.2.2 Permasalahan Khusus ... 2

1.3 Tujuan dan Sasaran ... 2

1.3.1 Sasaran ... 2

1.3.2 Tujuan ... 2

1.4 Manfaat ... 2

1.4.1 Akademis ... 2

1.4.2 Praktis ... 3

1.5 Ruang Lingkup Pembahasan ... 3

1.6 Metode Penulisan ... 3

1.7 Sistematika penulisan... 3

1.8 Alur pemikiran ... 5

1.9 Daftar Keaslian Penulis ... 6

BAB II TINJAUAN UMUM COMPUTER TRADE CENTER 2.1 Tinjauan Komputer ... 7

2.1.1 Pengertian Komputer ... 7

(4)

2.1.4 Jenis Komputer ... 12

2.1.5 Aplikasi Komputer dalam Kehidupan Manusia ... 13

2.2 Tinjauan Computer Trade Center ... 14

2.2.1 Pengertian ... 14

2.2.2 Perbandingan prinsip antara Trade Center, Mall dan Plaza ... 15

2.2.3 Tinjauan Pameran ... 17

2.2.4 Fungsi dan Tujuan ... 21

2.2.5 Aktivitas ... 21

2.2.6 Pelaku Kegiatan ... 22

2.2.7 Layanan dan Fasilitas ... 23

2.2.8 Kriteria Lokasi dan Tapak ... 23

2.2.9 Sirkulasi ... 24

2.2.10 Prinsip Tata Ruang ... 25

2.2.11 Tata letak dan dimensi mall ... 27

2.3 Studi Banding ... 27

2.3.1 Mall Mangga Dua ... 27

2.3.2 Orion Mangga Dua ... 33

2.3.3 Kesimpulan Hasil Studi Banding ... 37

2.4 Tinjauan penekanan desain (arsitektur Hi-Tech) ... 38

BAB III SEMARANG COMPUTER TRADE CENTER 3.1 Tinjauan Kota Semarang ... 43

3.1.1 Tinjauan Fisik Kota Semarang ... 43

3.1.2 Tata Guna Lahan ... 43

3.1.3 Kedudukan Fungsi dan Peranan BWK I ... 47

3.1.4 Rencana Pengembangan Kawasan Potensial BWK I ... 48

3.2 Tinjauan Semarang Computer Trade Center ... 50

3.2.1 Pengertian Semarang Computer Trade Center ... 50

3.2.2 Peran dan Fungsi Semarang Computer Trade Center ... 50

3.2.3 Faktor Pendukung Pengembangan Semarang Computer Trade Center ... 54

3.3 Pemilihan Lokasi dan Tapak ... 57

3.3.1 Pemilihan Lokasi ... 57

3.3.2 Persyaratan Pemilihan Lokasi ... 58

3.3.3 Tapak Terpilih ... 65

(5)

BAB IV PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

4.1 Dasar Pendekatan ... 68

4.2 Pendekatan Site ... 68

4.2.1 Pencapaian ... 68

4.2.2 Main Entrance dan Side Entrance ... 69

4.3 Pendekatan Aspek Fungsional ... 69

4.3.1 Pendekatan Fungsi Semarang Computer Trade Center ... 69

4.3.2 Pendekatan Pelaku ... 69

4.3.3 Pendekatan Aktivitas ... 71

4.3.4 Pendekatan Proses Aktivitas dan Sirkulasi ... 72

4.3.5 Pendekatan Jenis Fasilitas ... 76

4.3.6 Pendekatan Kapasitas dan Besaran Ruang ... 78

4.4 Pendekatan Arsitekrtur Bangunan ... 84

4.5 Pendekatan konsep perancangan tata ruang luar ... 87

4.5.1 Pencapaian menuju bangunan ... 88

4.5.2 Sirkulasi ... 91

4.5.3 Analisa tata ruang luar dan lansekap ... 92

4.6 Pendekatan Sirkulasi Perdagangan ... 98

4.7 Pendekatan Sistem Struktur ... 98

4.8 Pemilihan Bahan Bangunan ... 104

4.9 Pendekatan Utilitas ... 104

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Pencapaian Site ... 107

5.2 Konsep tata tapak ... 107

5.2.1 Main entrance dan side entrance ... 107

5.2.2 Zoning ... 108

5.2.3 Tata massa bangunan ... 108

5.3 Konsep bangunan ... 109

5.3.1 Program ruang ... 109

5.3.2 Konsep bentuk ... 110

5.3.3 Konsep pendukung ... 112

5.3.4 Konsep sistem ruang ... 113

5.3.5 Sirkulasi ruang ... 114

5.3.6 Konsep struktur bangunan ... 115

(6)

5.4.2 Sistem pengkondisian udara ... 116

5.4.3 Sound system dan audio visual ... 116

5.4.4 Sistem komunikasi ... 116

5.4.5 Jaringan listrik ... 116

5.4.6 Sistem transportasi vertikal ... 116

5.4.7 Jaringan air bersih ... 117

5.4.8 Jaringan air kotor ... 117

5.4.9 Sistem pemadam kebakaran ... 117

5.4.10 Sistem penangkal petir ... 117

5.4.11 Sistem pembuangan sampah ... 118

5.4.12 Sistem building automation system ... 118

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(7)

D

D

A

A

F

F

T

T

A

A

R

R

G

G

A

A

M

M

B

B

A

A

R

R

Gambar 2.1. Bagan cara kerja pengolahan data komputer ... 8

Gambar 2.2. Komputer mekanik pertama ... 9

Gambar 2.3. Komputer elektronik pertama ENIAC ... 9

Gambar 2.4. Komponen IC pada komputer generasi ke-dua ... 10

Gambar 2.5. Chip mikroprosessor pada komputer ... 10

Gambar 2.6. Interface program windows ... 11

Gambar 2.7. Single user computer ... 12

Gambar 2.8. Multi user computer ... 13

Gambar 2.9. Diagram jenis pameran ... 20

Gambar 2.10. Diagram struktur organisasi pengelola menurut Fred Lawson ... 22

Gambar 2.11. Tipe parkir untuk bongkar muat ... 24

Gambar 2.12. Tipe-tipe koridor pada shopping mall ... 25

Gambar 2.13. Tipe retail dalam bangunan komersial ... 26

Gambar 2.14. Contoh tata letak mall ... 27

Gambar 2.15. Mangga Dua Mall Jakarta ... 27

Gambar 2.16. Lokasi site Mangga Dua Mall yang berlokasi di kawasan Mangga Dua Bussines Center ... 28

Gambar 2.17. Struktur organisasi pengelola Mall Mangga Dua ... 28

Gambar 2.18. Modul vertikal pada lantai 5 Mall Mangga Dua ... 30

Gambar 2.19. Batas ketinggian mobil pada lantai basement Mall Mangga Dua ... 30

Gambar 2.20. Modul horizontal yang dapat dilihat pada denah lantai 4 dan 5 Mall Mangga Dua ... 31

Gambar 2.21. Penempatan tata ruang pada denah lantai 3 dan 4 Mall Mangga Dua ... 32

Gambar 2.22. Hidran dan tabung pemadam pada Mall Mangga Dua ... 32

Gambar 2.23. Panel utilitas serta skylight yang terdapat pada langit-langit Mall Mangga Dua ... 33

Gambar 2.24. Ruang AHU yang terdapat di setiap lantai Mall Mangga Dua ... 33

Gambar 2.25. Foto Orion Mangga Dua yang berlokasi di kawasan Mangga Dua Business Center, Jakarta ... 33

(8)

Gambar 2.27. Area parkir Orion Mangga Dua ... 35

Gambar 2.28. Modul vertikal Orion Mangga Dua ... 35

Gambar 2.29. Modul horizontal yang tampak pada denah latai 2 Orion Mangga Dua ... 36

Gambar 2.30. Hidran dan tabung pemadam pada Orion Mangga Dua ... 37

Gambar 2.31. Ruang AHU pada Orion Mangga Dua ... 37

Gambar 2.32. Panel utilitas serta skylight yang terdapat pada Orion Mangga Dua 37

Gambar 2.33. Sainsbury Center, fasade bangunan menggunakan material kaca .. 41

Gambar 2.34. TEN Arquitectos ... 41

Gambar 2.35. Hongkong and Shanghai Bank ... 42

Gambar 3.1. Peta Semarang ... 43

Gambar 3.2. Wilayah pengembangan Kota Semarang ... 44

Gambar 3.3. Bagian Wilayah Kota Semarang ... 44

Gambar 3.4. Peta BWK I Semarang ... 48

Gambar 3.5. Struktur organisasi APKOMINDO Semarang ... 55

Gambar 3.6. Alternatif tapak Semarang Computer Trade Center ... 59

Gambar 3.7. Kawasan Simpang Lima Semarang ... 60

Gambar 3.8. Alternatif tapak I, Courts Electronic ... 61

Gambar 3.9. Alternatif tapak II, Jl. Pemuda ... 62

Gambar 3.10 Alternatif tapak III, Jl. Gajah Mada ... 63

Gambar 3.11 Tapak terpilih ... 65

Gambar 3.12 Tapak terpilih ... 66

Gambar 4.1. Pencapaian site ... 68

Gambar 4.2 Main entrance dan side entrance ... 69

Gambar 4.3. Pola sirkulasi linear ... 73

Gambar 4.4. Pola sirkulasi radial ... 73

Gambar 4.5. Pola sirkulasi spiral ... 73

Gambar 4.6. Pola sirkulasi grid ... 74

Gambar 4.7. Pola sirkulasi network ... 74

Gambar 4.8. Bentuk ruang sirkulasi ... 75

Gambar 4.9. Bagan aktivitas pengelola Semarang Computer Trade Center ... 75

Gambar 4.10. Bagan aktivitas penyewa kios sewa dan pameran ... 75

Gambar 4.11. Bagan aktivitas penyewa fasilitas ruang penunjang ... 76

Gambar 4.12. Bagan aktivitas pengunjung Semarang Computer Trade Center ... 76

Gambar 4.13. Penonjolan struktur bangunan sebagai ornamen atau sculpture ... 85

(9)

Gambar 4.15. Elemen kaca transparan serta penekanan pada elemen utilitas sebagai suatu yang bergerak sebagai karakteristik bangunan

hi-tech ... 86

Gambar 4.16. Penggunaan warna-warna cerah pada bangunan ... 86

Gambar 4.17. Kolom-kolom penopang pada bangunan hi-tech ... 87

Gambar 4.18. Bangunan-bangunan hi-tech dengan bentuk futuristik ... 87

Gambar 4.19. Pencapaian secara langsung ... 88

Gambar 4.20. Pencapaian tersamar ... 89

Gambar 4.21. Pencapaian memutar ... 89

Gambar 4.22. Pola pencapaian ke dalam site ... 91

Gambar 4.23. Pola pencapaian ruang ... 92

Gambar 4.24. Pola parkir ... 93

Gambar 4.25. Elemen lansekap ... 95

Gambar 4.26. Tanaman sebagai peneduh ... 95

Gambar 4.27. Tanaman sebagai pembatas kawasan dan pengarah ... 96

Gambar 4.28. Tanaman sebagai pembatas ruang ... 96

Gambar 4.29. Tanaman sebagai barrier ... 96

Gambar 4.30. Foot plat ... 99

Gambar 4.31. Pondasi langsung ... 99

Gambar 4.32. Pondasi tiang pancang ... 100

Gambar 4.33. Penggunaan kaca sebagai elemen diding ... 101

Gambar 4.34. Kolom dan balok bangunan ... 101

Gambar 4.35. Struktur baja ... 102

Gambar 4.36. Struktur kabel ... 102

Gambar 4.37. Rangkaian kayu ... 103

Gambar 4.38. Struktur rangka ruang ... 103

Gambar 4.39. Shell structure ... 103

Gambar 4.40. Variasi bahan bangunan ... 104

Gambar 5.1. Pencapaian site ... 107

Gambar 5.2. Main entrance dan side etrance ... 107

Gambar 5.3. Zoning ... 108

Gambar 5.4. Tata massa bangunan ... 109

Gambar 5.5. Progra ruang ... 109

Gambar 5.6. Gabungan beberapa massa yang membentuk bangunan ... 110

Gambar 5.7. Warna yang berani pada bangunan komersial ... 110

(10)

Gambar 5.9. Penerapan layering sebagai ciri bangunan hi-tech juga

pemanfaatan layering pada fasade sebagai sun shading ... 111

Gambar 5.10. Rencana massa bangunan ... 111

Gambar 5.11. Betuk massa bangunan ... 112

Gambar 5.12. Pola pencapaian ke dalam site ... 113

Gambar. 5.13. Pola sirkulasi linear ... 114

Gambar. 5.14. Pola sirkulasi radial ... 114

Gambar. 5.15. Advance structure ... 115

(11)

D

D

A

A

F

F

T

T

A

A

R

R

T

T

A

A

B

B

E

E

L

L

Tabel 1.1. Keaslian judul dan pembahasan ... 6

Tabel 2.1. Aktivitas dan fasilitas pada Mall Mangga Dua ... 29

Tabel 2.2. Aktivitas dan fasilitas pada Orion Mangga Dua ... 35

Tabel 2.3. Kesimpulan hasil studi banding ... 37

Tabel 3.1. Potensi Bagian Wilayah Kota (BWK) Semarang ... 45

Tabel 3.2. Jumlah produsen dan retail komputer di Kota Semarang dalam 5 tahun terakhir ... 51

Tabel 3.3. Jumlah produsen dan retail komputer di Kota Semarang pada tahun 2006 ... 51

Tabel 3.4. Jumlah produsen dan retail komputer yang tergabung dalam APKOMINDO di Semarang ... 55

Tabel 3.5. Analisa penentuan lokasi ... 64

Tabel 4.1. Manajemen dan staff Semarang Computer Trade Center ... 70

Tabel 4.2. Aktivitas pelaku Semarang Computer Trade Center ... 71

Tabel 4.3. Jenis fasilitas Semarang Computer Trade Center ... 76

Tabel 4.4. Pendistribusian dan besaran luas parkir pada Semarang Computer Trade Center ... 81

Tabel 4.5. Perhitungan besaran ruang Semarang Computer Trade Center ... 82

Tabel 4.6. Perbandingan pola pencapaian ke bangunan ... 90

Tabel 4.7. Standar ukuran ruang parkir kendaraan ... 94

Table 4.8. Fungsi dan karakteristik vegetasi lansekap ... 97

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Abad ke-21 dapat dikatakan sebagai era teknologi multimedia, atau dapat dianggap sebagai century of fantasy. Di abad ini dunia penuh dengan ketidakpastian, tetapi abad ini sekaligus juga melahirkan harapan baru, a century of

the internet atau bisa juga disebut sebagai “abad virtual”. (Majalah LARAS, Januari

2006, hal. 59). Hal ini dapat dilihat dengan semakin berkembangnya komputerisasi di segala bidang, bahkan teknologi terbaru saat ini yang sedang banyak dikembangkan adalah teknologi digital. Berkembangnya teknologi digital akhir– akhir ini membawa dampak positif bagi perekonomian khususnya bisnis perdagangan perangkat komputer. Sebagaimana diketahui bersama, keberadaan komputer selain membantu dalam pekerjaan manusia, komputer juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan audio visual. Komputer juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melatih dan meningkatkan kreativitas putra – putri bangsa untuk menciptakan suatu karya, baik itu yang bersifat perangkat lunak (software) maupun hardware (perangkat keras) yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan pengembangan teknologi. Mengingat besarnya kegunaan komputer, mengakibatkan komputer tidak lagi menjadi barang yang langka, sehingga banyak dibutuhkan oleh berbagai kalangan mayarakat.

Di kota-kota besar di Indonesia seperti Semarang, perkembangan teknologi multimedia ditunjukkan dengan maraknya event pameran dan penjualan komputer dalam berbagai skala penjualan. Di samping itu, banyak bermunculan

counter/toko penjualan komputer di berbagai tempat dengan penyebaran lokasi

yang cukup merata di wilayah Semarang. Semua itu bertujuan untuk lebih mengenalkan perkembangan teknologi dan memudahkan jangkauan pemasaran kepada masyarakat (konsumen). Hal ini secara tidak langsung menunjukkan tingkat daya beli konsumen terhadap komputer semakin meningkat.

Namun keberadaan counter penjualan komputer yang ada di berbagai tempat di Semarang masih belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen disebabkan kendala dalam pemasaran, yakni kecenderungan masyarakat hanya mengenal counter yang mempunyai nama (terkenal). Selain itu konsumen dalam memenuhi kebutuhan tersebut mengandalkan event pameran yang hanya dilakasanakan pada periode-periode tertentu.

(13)

Dari uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa di Semarang dibutuhkan sebuah tempat yang dapat mewadahi aktvitas perdagangan komputer

yang modern dalam berbagai skala, sekaligus sebagai sarana untuk memperkenalkan kemajuan teknologi multimedia kepada masyarakat. Oleh karena

itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan tentang Computer Trade Center dengan menggunakan penekanan desain Arsitektur Hi-Tech.

1.2. PERMASALAHAN 1.2.1. Umum

Bagaimana merencanakan dan merancang bangunan Semarang Computer Trade

Center yang mampu memberikan alternatif kepada masyarakat dalam melakukan

jual beli komputer serta mengikuti perkembangan teknologi khususnya teknologi multimedia/komputer, baik lokal maupun internasional.

1.2.2. Khusus

Bagaimana menciptakan Semarang Computer Trade Center yang dapat mendukung perkembangan teknologi digital dan multimedia di Kota Semarang dengan penekanan desain arsitektur hi-tech.

1.3. TUJUAN DAN SASARAN 1.3.1. Sasaran

Sasaran pembahasan ini adalah untuk mengadakan penyusunan data, menganalisa dan merumuskan permasalahan dalam perencanaan dan perancangan sebuah bangunan Semarang Computer Trade Center sesuai degan penekanan desain yang akan digunakan

1.3.2. Tujuan

Menyusun konsep perencanaan dan perancangan bangunan Semarang Computer

Trade Center. Berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan (Design Guide Lines Aspect).

1.4. MANFAAT 1.4.1. Akademis

ƒ Memberikan solusi pemecahan permasalahan yang ditemukan dalam perancangan sebuah sarana publik berdasarkan perancangan arsitekturalnya.

(14)

ƒ Dapat menjadi sumber inspirasi bagi pelajar dan profesional dalam merancang suatu bangunan untuk fasilitas komersial.

1.4.2. Praktis

ƒ Mengenalkan kepada masyarakat akan perkembangan teknologi multimedia. ƒ Menjadi fasilitas yang dapat memudahkan jangkauan pemasaran dalam

bidang multimedia khususnya komputer kepada masyarakat.

ƒ Fasilitas untuk membantu dalam perkembangan teknologi multimedia dan digital.

1.5. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN

Penyusunan konsep dasar perencanaan dan perancangan bangunan

Semarang Computer Trade Center dengan mempertimbangkan berbagai faktor

yang dapat berpengaruh pada perancangan proyek tersebut nantinya dengan lebih menekankan pada konsep arsitektur hi-tech. Lingkup pembahasan menitikberatkan pada berbagai hal yang berkaitan dengan Semarang Computer Trade Center ditinjau dari disiplin ilmu arsitektur. Hal-hal diluar ilmu arsitektur akan dibahas seperlunya sepanjang masih berkaitan dan mendukung masalah utama.

1.6. METODE PENULISAN

ƒ Mengumpulkan dan menyajikan data–data yang diperoleh, baik dari literatur, internet maupun pengamatan langsung terhadap kondisi lingkugan di Kota Semarang sebagai obyek lokasi, serta melakukan studi komparasi terhadap bangunan-bangunan yang sejenis, serupa atau bangunan-bangunan yang masih berkaitan dengan judul.

ƒ Melakukan pengolahan data serta melakukan analisa terhadap data-data yang diperoleh.

ƒ Membuat sintesis yang merupakan hasil akhir dari studi yang dilakukan yang berupa konsep dasar perencanaan dan perancangan yang akan dijadikan acuan dalam proses desain.

1.7. SISTEMATIKA PEMBAHASAN

BAB I. PENDAHULUAN

Merupakan langkah awal penyusunan laporan yang berisi Latar Belakang, Permasalahan, Tujuan dan Sasaran, Manfaat, Ruang Lingkup Pembahasan, Metode Penulisan dan Sistematika Pembahasan.

(15)

BAB II. TINJAUAN UMUM COMPUTER TRADE CENTER

Berisikan kajian teori tentang landasan berpijak yang sesuai dengan judul dan penekanan desain.

BAB III. TINJAUAN SEMARANG COMPUTER TRADE CENTER

Berisikan data-data pokok tentang fenomena wilayah Semarang, lokasi tapak, data fisik dan nonfisik yang nantinya akan digunakan sebagai acuan pada bab berikutnya.

BAB IV. PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Berisikan tentang analisa terhadap data-data yang diperoleh dari kepustakaan dan data yang diperoleh.

BAB V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

Berisikan tentang konsep dan program dasar perencanaan dan perancangan yang nantinya akan digunakan sebagai landasan desain arsitektur.

(16)
(17)

1.9. KEASLIAN PENULISAN

Tabel 1.1. Keaslian Judul dan Pembahasan N

o Tahun Penyusun Judul Fokus Lokus Kesimpulan

1 2004 Aryo Abimanyu Mall Perdagangan Komputer Pendekatan konsep arsitektur Renzo Piano

Semarang Konsep perancangan

mal untuk perdagangan

komputer mengikuti konsep desain arsitektur Renzo Piano yang tercermin pada fasade bangunan.

2 2004 Dhamayanti Dwi Gita Sari

World Trade Center Semarang Penekanan Desain Konsep Arsitekur Renzo Piano

Semarang Konsep desain bangunan pusat perbelanjan(segala bentuk kebutuhan) dengan konsep desain arsitektur Renzo Piano. 3 2000 Astuti Patmarani Shopping Mall Dengan Taman Air di Semarang

Semarang Konsep desain shopping mall baru di

Semarang dengan ornamen air yang mendominasi

bangunan. 4 2005 Supari Riau Trade

Center

Pekanbaru Sebagai bangunan untuk perdagangan terpadu di kawasan Siak, Pekanbaru. 5 2007 Sapto Budianto Semarang Computer Trade Center Penekanan desain Arsitektur Hi-Tech Pada bangunan komersial

Semarang Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan adalah Landasan penulisan konsep perancangan bangunan computer trade center di Semarang yang menampilkan gaya arsitektur hi-tech

untuk jenis bangunan komersil.

(18)

BAB II

TINJAUAN UMUM COMPUTER TRADE CENTER

2.1. TINJAUAN KOMPUTER

2.1.1 Pengertian Komputer

Istilah komputer diambil dari bahasa latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to recon). Ada beberapa definisi tentang komputer yang diutarakan beberapa ilmuwan, antara lain :

1. Menurut Robert H. Blissmer (computer annual) : komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas sekaligus sebagai berikut :

a. Menerima Input.

b. Memproses input tadi sesuai dengan programnya. c. Menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahan. d. Menyediakan output dalam bentuk informasi.

2. Menurut Donald H. Sanders : komputer adalah suatu sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasiklan output di bawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi program yang tersimpan di memori (stored

program).

3. Menurut William M. Fupri (Introduction to Computer, The Tool of

Bussiness), komputer adalah suatu pemrosesan data yang dapat

melakukan penghitungan yang besar dan cepat, termasuk perhitungan aritmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia yang mengoperasikan.

Sumber : www.microsoft.com-Maret 2007

Dapat disimpulkan, bahwa komputer adalah : - Alat elektronik.

- Dapat menerima input dan mengolah data. - Dapat memberikan informasi.

- Menggunakan suatu program dan memiliki hasil pengolahan, dan bekerja secara otomatis.

(19)

Dengan kata lain, komputer adalah suatu mesin yang melaksanakan tugas, seperti kalkulasi atau komunikasi elektronik, dibawah kendali suatu set instruksi suatu program. Program yang berada di dalam komputer diterima dan diproses oleh mekanisme elektronika komputer. Hasil program disimpan atau disalurkan ke alat keluaran (output devices), seperti monitor video atau mesin pencetak (printer). Komputer dapat melaksanakan bermacam-macam aktivitas dengan terpercaya, cepat dan teliti (Microsoft Encarta Reference Library 2005).

Gambar 2.1. Bagan cara kerja pengolahan data komputer Sumber : Microsoft Encarta Reference Library. 2005

2.1.2 Sejarah dan Perkembangan Komputer

Menurut Microsoft Encarta Reference Library 2005, sejarah dan perkembangan komputer dapat dirinci sebagai berikut :

a. Era komputer mekanik

Pertama kali komputer diciptakan dengan sistem mekanik menggunakan tombol-tombol kontrol dengan sistem persneling pada tahun 1832 oleh

Charles Babbage, seorang matematikawan dan penemu dari Inggris, yang

digunakan untuk melakukan perhitungan di dalam kapal dengan menggunakan sistem biner (0/1 – 0 untuk off dan 1 untuk on) yang mempunyai ukuran mesin yang besar. Kemudian dikembangkan dengan melakukan perubahan sistem elektrik dan penggunaan sistem logika yang mulai digunakan tahun 1941. Komputer Mark I sebagai perkembangannya (1939-1941) berukuran kecil (seukuran breadbox) namun memiliki

(20)

Gambar 2.2. Komputer mekanik pertama Sumber : Microsoft Encarta Reference Library. 2005

b. Era Komputer Elektronik

Awal abad ke-20 adalah dasar munculnya komputer non-mekanikal generasi pertama yaitu dengan diciptakannya Atanassoff-Berry Computer (ABC) di Iowa State University yang menggunakan tabung vakum yang kedap udara. Sedangkan generasi pertama komputer elektrik adalah

Electronic Numerical and Calculator (ENIAC) yang menggunakan kilowatt

listrik berukuran 85 m3.

Gambar 2.3. Komputer elektronik pertama ENIAC Sumber : Microsoft Encarta Reference Library. 2005

Pada tahun 1947, muncul komputer generasi ke-dua dengan menggunakan komponen elektronik pada suatu lempengan semi konduktor (chip) silicon atau germanium dengan diproduksinya Intergated Circuit (IC) yang menggabungkan resistor, kapasitor dan transistor pada sekeping chip (1959) sebagai otak sebuah komputer (Personal Computer).

(21)

Gambar 2.5. Chip mikroprosessor pada komputer

Sumber : Microsoft Encarta Reference Library. 2005

Gambar 2.4. Komponen IC pada komputer generasi ke-dua Sumber : Microsoft Encarta Reference Library. 2005

Komputer generasi ke-tiga dimulai awal tahun 1960-an dengan diproduksinya mainframe dan minicomputer oleh IBM yang memungkinkan penyusunan suatu jaringan komputer. Pada tahun 1968, muncullah Intel

Corporation yang melahrkan orang-orang teratas dunia komputer, seperti

Douglas Engelbart, ilmuwan yang menurunkan langsung temuannya pada orang-orang yang menciptakan produk-produk ternama seperti Steve Jobs (Apple dan Pixat), Bill Gates (Microsoft), Marc Anreeseen (Netscape) ataupun Andy Grove (Intel).

Komputer generasi ke-empat adalah komputer dengan microprosessror komersial yang memasukan Central Prosessing Unit (CPU) dan memori komputer sekaligus pada sebuah chip yaitu INTEL 4004, diproduksi tahun 1971. Tahun 1982, Hewlett-Packard memproduksi prosessor 32 bit (satuan kecepatan pemrosesan data). Tahun 1991 Intel memunculkan prosesor 64 bit dengan 2.5 juta transistor pada sebuah chip.

Pada abad millennium, komputer dilengkapi dengan sarana multimedia yang memungkinkan output audio visual yang dalam perkembangannya

(22)

interface dalam jarak jauh. Muncul juga notebook atau laptop sebagai

komputer portable yang dapat dibawa bepergian. Ukuran komputer juga semakin menyusut menjadi semakin kecil bahkan seukuran kotak makan siang (lunch box).

2.1.3 Elemen Komputer

Menurut Microsoft Encarta Reference Library 2005, sebuah komputer sebagai alat pengolah data untuk menghasilkan informasi, memiliki elemen-elemen, yaitu:

a. Hardware (perangkat keras), adalah peralatan pada sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dijamah.

b. Software (perangkat lunak), adalah program yang berisi perintah untuk melakukan pengolahan data.

c. Brainware, adalah manusia yang terlibat di dalam pengoperasian serta mengatur sistem komputer.

Ketiga elemen tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Sehingga tanpa salah satu dari ketiga elemen tersebut maka komputer tidak dapat menjalankn fungsinya. Siklus pengolahan data yang dilakukan komputer telah digambarkan pada gambar 2.1.

Gambar 2.6. Interface program Windows Sumber : dok. pribadi

(23)

2.1.4 Jenis Komputer

Komputer yang digunakan untuk bermacam-macam aplikasi tidak sama. Komputer dapat dibagi menjadi dua berdasarkan :

a. Cara Pengolahan

1. Komputer analog, berhubungan dengan input voltase elektrik dan variabel fisika lainnya. Digunakan dalam proses pengawasan suatu pengolahan (misal dalam laboratorium foto). Ciri dari komputer ini adalah data yang diolah merupakan data kualitatif (pengolahan dilakukan atas pulsa kontinyu), misal untuk mengetahui suhu, tekanan.

2. Komputer digital, komputer yang menampilkan operasi aritmatika dan logika, digunakan dalam pembuatan sistem penagihan rekening listrik, perhitungan hasil tes masuk perguruan tinggi. Ciri dari komputer ini adalah data yang diolah merupakan data kuantitaif (pengolahan dilakukan atas pulsa diskontinyu), misal berupa karakter angka, huruf.

3. Komputer Hybrid, gabungan antara komputer analog dan digital, merupakan komputer yang sekaligus melakukan pengolahan data kualitatif maupun data kuantitatif, misal untuk mensintesa musik.

b. Cara Penggunaan

1. Single User : PC (Personal Computer), mikrokomputer

Gambar 2.7. Single user computer

(24)

2. Multi User : LAN (Local Area Network), superkomputer

Gambar 2.8. Multi user computer

Sumber : Microsoft Encarta Reference Library. 2005

2.1.5 Aplikasi komputer dalam kehidupan manusia

Saat ini, komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematika biasa. Di antaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia. Data yang diproses pun telah banyak berubah, yang semula hanya berupa data bilangan dan karakter merambah ke audio visual (bunyi, suara, gambar, film). Sejauh perkembangan hingga saat ini, seluruh proses menggunakan format data digital dengan satuan bit (binary digit).

Berikut adalah contoh aplikasi komputer dalam beberapa bidang kehidupan manusia pada era millennium ini:

a. Bidang Pendidikan

ƒ Sekolah Dasar, penggunaan desktop komputer untuk media tulis dan gambar oleh siswa.

ƒ Perguruan Tinggi, pendataan administrasi dan pengelolaan nilai mahasiswa.

ƒ Bahasa, penggunaan simulasi suara yang memungkinkan untuk belajar bahasa asing dengan tutorial komputer.

ƒ Perpustakaan, penyimpanan dan display isi buku dalam disket atau compact disk.

(25)

b. Bidang Bisnis

ƒ Perdagangan, pemesanan dan pembayaran dilakukan melalui jaringan

online internet.

ƒ Kantor, mengerjakan pekerjaan kantor diluar ruangan dengan laptop yang portable.

ƒ Kesekretarisan, melakukan penjawaban telepon, pencatatan pesan/memo, mengorganisasikan jadual eksekutif yang padat.

c. IPTEK

ƒ Pengobatan, pencatatan data kesehatan pasien rawat inap serta pengontrolan pemberian obat.

ƒ Pencatatan data cuaca, peraMallan cuaca.

ƒ Perancangan mesin dan bangunan dengan simulasi desain 3D. d. Pemerintahan

ƒ Mendata jumlah penduduk dan membuat statistik kependudukan suatu negara.

ƒ Perhitungan suara dalam pemilihan umum. e. Seni dan Hiburan

ƒ Pembuatan grafis animasi oleh para animator. ƒ Mengkomposisi penulisan lagu oleh musisi.

ƒ Menonton film, bermain games dan mendengarkan musik dengan komputer rumah yang dilengkapi dengan failitas multimedia.

2.2. TINJAUAN COMPUTER TRADE CENTER

2.2.1. Pengertian

Trade center berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari dua kata Trade

dan Center. Di dalam Oxford Learner’s Pocket Dictionary (1991) disebutkan bahwa ‘trade’ adalah “business of buying, selling, or exchanging good or service” atau dalam bahasa Indonesia bermaksud : usaha menyangkut pembelian, penjualan atau pertukaran barang atau jasa. Sedangkan ‘center’ adalah “place for a particular

activity” atau dalam bahasa Indonesia bermaksud : tempat untuk aktivitas tertentu

atau kegiatan khusus.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Trade berarti perdagangan, sedangkan Center berarti pusat. Secara rinci menurut WJS Poerwadarminta (1976), pusat berarti pokok, pangkal atau yang menjadi pimpinan, sedangkan dagang sama dengan perdagangan. Adapun perdagangan seperti yang tercantum dalam Ensiklopedia Umum Indonesia berarti keseluruhan kegiatan (aktivitas) yang

(26)

bersangkutan dengan kegiatan melancarkan arus barang dan jasa dari penghasil kepada pemakai.

Jadi, pusat perdagangan (trade center) dapat diartikan menjadi tempat yang digunakan untuk melakukan perdagangan sebagai kegiatan utama untuk melancarkan arus barang dan jasa.

Sedangkan Computer Trade center dapat diartikan menjadi tempat yang digunakan untuk melakukan perdagangan komputer dan aksesorisnya sebagai kegiatan utama untuk melancarkan arus barang dan jasa.

Adapun Semarang Computer Trade Center adalah pusat perdagangan komputer yang berada di Kota Semarang yang mewadahi kegiatan perdagangan beserta kegiatan pendukung dalam konteks wilayah Semarang dan pihak lain yang berkaitan dengannya.

Computer Trade Center ini nantinya merupakan suatu pusat perdagangan komputer, dari kegiatan utamanya yaitu jual beli, pameran dan workshop komputer kemudian berkembang menjadi pusat kegiatan yang berhubungan dengan komputer. Di antara kegiatan penunjangnya antara lain warung internet, game

center, servis komputer, ATM serta aktivitas penunjang maupun pengelolaan

lainnya yang dapat mendukung fungsi utama dari Semarang Computer Trade

Center.

2.2.2. Perbadingan prinsip antara Trade Center, Mall dan Plaza

Trade Center menjadi populer sejak kesuksesan Duta Pertiwi

memperkenalkan kawasan Mangga Dua dan Roxy dengan International Trade

Center, dan disusul dengan Cempaka, Fatmawati, Kuningan, Harco, dan Permata

Hijau serta Cipulir yang sebelumnya plaza. Merek dagang Trade Center sangat diminati oleh pedagang yang berjualan barang-barang fashion maupun konsumen yang senang berbelanja dengan suasana banyak toko dengan harga yang bisa ditawar.

Perbedaan prinsip antara Trade Center, Mall, dan Plaza adalah status kepemilikan ruangan/kios (Suwito Santoso, 2004). Kepemilikan ruangan di plaza/mall adalah pengembang. Para pedagang menyewa dalam jangka waktu tertentu. Adapun Trade Center, kepemilikan ruangan/kios adalah milik pedagang, seperti Hak Guna Bangunan pada rumah atau ruko, sehingga tidak mempunyai kendala waktu. Sistem yang diberlakukan adalah sistem strata dengan menjual per-meter persegi maka ruangan toko yang disediakan tidak terlalu besar, karena semakin besar akan semakin mahal harga jualnya. Akibatnya, ruangan yang disediakan lebih banyak berukuran 10 m2 agar harga jualnya tidak terlalu mahal.

(27)

Ukuran kios yang kecil mengakibatkan jumlah unit yang tersedia juga banyak sehingga efisiensinya rendah, tetapi jumlah unit akan lebih banyak.

Plaza/mall mempunyai fungsi sebagai saluran distribusi terakhir dan target konsumen terakhir. Barang dagangan yang dijual satuan dan siap dipakai. Adapun

Trade Center adalah sebagai saluran distribusi dari produsen ke pedagang atau

produsen lainnya, jadi barang yang dijual dalam jumlah besar bisa bahan mentah, setengah jadi atau barang jadi.

Harga yang langsug dari produsen/pabrik, mengakibatkan harga jual menjadi berbeda dari toko-toko di mall/plaza sampai lebih dari 50%. Begitu juga untuk barang impor, karena banyak importir yang membeli toko di Trade Center berpeilaku sebagai pedagang juga. Sistem kepemilikan yang berstatus hak milik,, dengan harga yang relatif masih terjangkau serta biaya perawatan/service charge lebih rendah dari plaza/mall, begiitu juga luas toko yang lebih kecil, membuat harga jual produk menjadi lebih murah.

Pada tahun 1970 sampai awal 1980, bermuculan pusat perbelanjaan yang disebut plaza dengan menyediakan ratusan toko yang disewakan kepada pengusaha supermarket, departement store serta toko-toko untuk berdagang sepatu, garmen, tekstil dan restoran fast food yang masuk Jakarta, yang dilengkapi cinema yang dikenal dengan Cinema 21.

Plaza yang dibangun cenderung memakai koridor/selasar. Adapun atrium sebagai pusat aktivitas berada di tengah gedung dan dikelilingi toko-toko yang menjadi lokasi srategis. Toko-toko di selasar kedua kurang dikunjungi pengunjug sehingga banyak toko di selasar ini menutup usahanya.

Melihat rancangan plaza yang kurang efektif, menimbulkan perubahan arus pengunjung yang merata ke setiap toko. Pada awal tahun 1990-an dibangun Pondok Indah Mall di kawasan bergengsi bagi masyarakat Jakarta, dan ternyata mendapat respon positif bagi masyarakat Jabotabek.

Mall adalah sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang mempunyai satu selasar/single coridor yang dikelilingi toko-toko. Pada ujung-ujung selasarnya terdapat toko-toko besar yang serig disebut anchor tenant, seperti department

store, toko buku atau supermarket. Jadi arus pengunjung tidak terpusat di atrium,

tetapi akan berjalan di sepanjang selasar untuk menuju ke anchor tenant yang menjadi salah satu tujuan berbelanja. Pembangunan mall relatif membutuhkan tanah yang lebih luas. Mall biasanya dibangun lebih dari tiga lantai, sehingga untuk menyediakan jumlah toko yang cukup banyak dibutuhkan tapak lantai lebih luas.

(28)

Konsep yang berasal dari negara Paman Sam ini tidak hanya memakai selasar tunggal sehingga memudahkan pengunjung mencapai toko yang dituju, tetapi juga memberi suasana dan kehangatan saat berbelanja.

Persamaan plaza dan mall adalah keduanya dibangun oleh para pengembang untuk disewakan ruagannya kepada para penyewa/pedagang dalam waktu 5 atau 10 tahun, adanya penyewa besar yang sering disebut anchor tenant dan penyewa eceran yang biasanya pemegang merek produk fashion. Selain sebagai pusat perbelanjaan, plaza dan mall dapat juga dinikmati sebagai pusat jajan dan hiburan keluarga.

Terdapat perbedaan paling mendasar antara konsep Trade Center sebagai pusat perdagangan dengan mall atau pusat perbelanjaan. Oleh sebab itu, di dalam pusat perdagangan seharusnya tidak ada tenant utama yang sangat besar (anchor

tenant). Keberadaan peritel besar sebagai tenant utama, dikhawatirkan akan

megancam keberadaan pedagang ritel kecil lainnya. Di dalam mall atau plaza, selalu ada tenant utama atau terbesar, sementara di dalam Trade Center diharapkan semua pedagang memiliki kesempatan yang sama. Seandainya Trade

Center ada tenant besar yang menjual produk fashion misalnya, pasti akan terjadi

persaingan tidak sehat. Mereka pasti akan mengancam pedagang grosir.

2.2.3. Tinjauan Pameran A. Pengertian

Secara harfiah pameran berarti pertunjukan atau hal memperlihatkan. Sehingga dapat diartikan bahwa pameran merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperlihatkan atau mempromosikan suatu barang hasil produksi kepada konsumen sebagai target pemasaran.

B. Fungsi

Fungsi dari ruang pameran adalah sebagai tempat untuk mengadakan pertunjukan atau memamerkan suatu barang dan jasa dengan tujuan mempromosikan dan memberikan informasi tentang produk tersebut, sehingga orang lain menjadi tertarik dan menggunakannya.

Secara khusus, fungsi dari ruang pameran dapat dijabarkan sebagai berikut : ƒ Sarana bagi pengusaha untuk mempromosikan barang hasil produksi kepada

konsumen.

ƒ Sarana informasi akurat yang mudah diakses oleh konsumen mengenai suatu obyek yang sedang dipamerkan.

(29)

C. Jenis Pameran

Jenis pameran dapat ditinjau berdasarkan : a. Barang yang dipamerkan :

1. General Exhibition

Yaitu kegiatan pameran yang memamerkan berbagai barang dalam waktu yang bersamaan.

2. Solo Exhibition

Yaitu kegiatan pameran yang hanya memamerkan satu atau beberapa jenis barang dari suatu perusahaan saja.

3. Specialized Exhibition

Yaitu kegiatan pameran yang hanya memamerkan satu jenis barang dan diikuti oleh beberapa perusahaan.

b. Menurut skala pelayanannya, terbagi menjadi : 1. Skala Internasional

Penyelenggaraan pameran ini strategis untuk komunikasi internasional serta memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.

2. Skala Nasional

Strategis untuk komunikasi nasional dan memiliki sarana serta prasarana dengan mempertimbangkan kemungkinan keikutsertaan negara asing. 3. Skala Regional

Penyelenggaraan pameran ini biasanya mempunyai ciri kedaerahan.

c. Menurut transaksi penjualan produk, dibedakan menjadi : 1. Pameran Konvensional

Yaitu kegiatan yang memperjualbelikan produk yang dipamerkan secara langsung dan dapat langsung dibawa oleh pembeli.

2. Pameran Modern (pameran murni).

Yaitu pameran yang tidak memperjualbelikan produk yang dipamerkan secara langsung, jadi transaksi hanya melalui pesanan atas barang yang dipamerkan.

d. Menurut lama penyelenggaraan, dapat dibedakan menjadi : 1. Pameran temporer

Yaitu kegiatan pameran yang penyelenggaraannya sewaktu-waktu, tidak kontinyu tiap tahunnya. Waktu penyelenggaraan biasanya disesuaikan

(30)

dengan peringatan-peringatan tertentu seperti hari besar nasional atau tema yang diciptakan oleh pihak penyelenggara.

2. Pameran berkala

Yaitu pameran yang penyelenggaraannya berkala setiap tahunnya dan biasanya dilaksanakan selama satu mingu setiap tahun atau setiap tiga bulan sekali.

3. Pameran tetap

Yaitu pameran yang sifatnya tetap berupa showroom. Pameran seperti ini menyewa ruang sepanjang tahun dan lebih didasarkan pada keinginan meningkatkan promosi perdagangan dan industri.

e. Menurut bentuk display, dibedakan menjadi :

1. Display produk

Biasanya dilakukan oleh para produsen tunggal permanen di suatu tempat dengan tujuan mempromosikan produk, biasanya berupa contoh produk berskala kecil (miniatur) dalam suatu ruang pamer.

2. Display per stan

Beberapa pengusaha kecil yang memproduksi barang sejenis/produk-produk yang masih berkaitan, di antaranya memamerkan sejenis/produk-produknya dalam stan-stan yang disediakan oleh penyelenggara pameran.

3. Trade show

Yaitu kegiatan pameran yang dilaksanakan untuk tujuan dagang murni. Biasanya dilakukan oleh suatu asosiasi dan punya sasaran pengunjung khusus.

Kegiatannya diselenggarakan di pusat-pusat konvensi/gedung serbaguna dan penyelenggaranya diikuti dengan kegiatan konvensi.

4. Pameran konsumen

Merupakan suatu pekan raya besar-besaran yang diselenggarakan dalam suatu kompleks area pameran. Dalam keadaan tertentu, pameran jenis ini merupakan penggabungan dari dua atau lebih jenis pameran di atas. Contohnya adalah pekan raya yang diselingi stan-stan pameran berskala kecil.

(31)

JENIS

Menurut barang yang dipamerkan Menurut lama penyelenggaraan Menurut transaksi penjualan produk Menurut skala pelayanan Menurut setting Menurut bentuk display

ƒ General Exhibition ƒ Solo Exhibition ƒ Specialized Exhibition ƒ Internasional ƒ Nasional ƒ Regional ƒ Konvensional ƒ Modern (murni) ƒ Pameran tetap

ƒ Pameran tidak tetap

ƒ Display produk ƒ Display per stan ƒ Trade show ƒ Pameran konsumen

ƒ Ruang terbuka (open

air exhibition)

ƒ Dalam ruang (indoor

exhibition) ƒ Temporer ƒ Berkala ƒ Permanen ƒ Semi permanen ƒ Non permanen f. Menurut setting

Menurut setting-nya, ada dua jenis pameran, yaitu : 1. Pameran diruang terbuka (open air exhibition)

Settingnya seringkali tidak diencanakan, dan suasana pameran sangat dipengaruhi lingkungan/setting walaupun dapat juga dibuat kontras, tanpa memasukkan unsur alam sekitarnya. Obyek pameran pada umumnya berupa barang-barang yang dipakai untuk kepentingan-kepentingan di luar bangunan, contohnya peralatan konstruksi dan alat-alat pertanian. Pameran ini pelaksanaannya bersifat tidak tetap dalam waktu yang relatif singkat.

2. Pameran dalam ruang (indoor exhibition), dibagi menjadi :

ƒ Permanen, yaitu jenis pameran dengan rentang waktu pelaksanaan yang lama.

ƒ Semi permanen.

(32)

2.2.4. Fungsi dan Tujuan

Fungsi Computer Trade Center adalah mewadahi unsur pelaku kegiatan komputer yang memiliki peran masing-masing :

a. Produsen : sebagai ruang untuk mempromosikan, memamerkan ataupun untuk menjual hasil produksinya kepada konsumen.

b. Pedagang komputer : memamerkan dan menjual produk komputer kepada konsumen, di samping itu juga dapat dilengkapi dengan pelayanan servis komputer.

c. Konsumen : sebagai pusat informasi dan wadah untuk melakukan kegiatan transaksi jual dan beli serta melakukan kegiatan lain yang disediakan.

Tujuan didirikannya Computer Trade Center adalah sebagai tempat berkumpulnya pedagang komputer dalam rangka memperluas jaringan pemasaran, sekaligus untuk mempermudah jangkauan konsumen dalam mendapatkan segala kebutuhan yang berhubungan dengan komputer khususnya yang terbaru dan terkini.

Di sisi lain, Computer Trade Center dapat berfungsi sebagai tempat yang dapat menginformasikan perkembangan teknologi, khususnya teknologi multimedia dan komputer.

2.2.5. Aktivitas

A. Aktivitas utama

B. Aktivitas Penunjang :

Aktivitas penunjang merupakan kegiatan pelayanan, yang dapat dikelompokkan menjadi :

Aktivitas pelayanan umum: ƒ Makan dan minum (restaurant). ƒ Lavatory

ƒ Ibadah ƒ ATM

ƒ Memberikan fasilitas komunikasi seperti warnet dan wartel. ƒ Kegiatan penyimpanan: up/download, pergudangan.

(33)

Direktur (Manager)

Kabag (Divisi) Informasi Dan Pengembangan Kabag ( Divisi ) Pemasaran Kabag (Divisi) Administrasi Dan Keuangan Kabag ( Divisi ) Pelayanan Operasional Kabag ( Divisi ) dan Pemeliharaan Sekretaris Karyawan Aktivitas Pengelolaan :

ƒ Promosi kepada pihak luar yang berkepentingan dengan segala hal mengenai perdagangan.

ƒ Melakukan kerjasama dengan Profesional Exhibition Organizer sebagai

penyelenggara pameran.

ƒ Memberikan pelayanan kepada pengguna pusat perdagangan berupa informasi maupun fasilitas yang diperlukan.

ƒ Menciptakan suasana aman dan tertib.

ƒ Melakukan pemeliharaan gedung dan segala fasilitasnya. 2.2.6. Pelaku kegiatan

Pelaku kegiatan yang ada di Computer Trade Center ini antara lain adalah: 1. Pengelola

Pihak yang tergabung dalam struktur badan usaha yang melakukan kegiatan perkantoran dengan memberikan layanan informasi, promosi, dan transaksi mengenai ruang sewa serta pengelolaan gedung.

Gambar 2.10. Diagram struktur organisasi pengelola menurut Fred Lawson (1981)

2. Penyewa

Pihak individu atau badan usaha yang menggunakan ruang dan fasilitas komersial untuk usaha maupun pameran yang disediakan dengan sistem sewa. Penyewa terbagi atas 3 macam :

a. penyewa kecil (sMalll tenant) b. penyewa sedang (medium tenant)

c. penyewa besar (large tenant), yang sekaligus dapat berfungsi sebagai

(34)

Penyewa ini menempati ruang untuk kegiatan antara lain perdagangan komputer, pameran komputer dan teknologi, kegiatan kursus program komputer, warnet, dan kegiatan penunjang lain seperti pujasera, game center, bank (ATM).

3. Pengunjung

Pihak yang mengunjungi gedung dengan tujuan masing-masing antara lain: - pengunjung yang datang untuk berbelanja

- pengunjung yang datang untuk mencari hiburan/refresing

- pengunjung yang datang untuk mencari informasi terbaru tentang komputer.

2.2.7. Layanan dan Fasilitas

Layanan dan fasilitas yang tedapat dalam Computer Trade Center meliputi: 1. Layanan website

Suatu layanan yang berisikan pusat informasi peluang-peluang perdagangan dan komunikasi dengan mudah dengan prospek bisnis komputer bagi calon penyewa.

2. Fasilitas pameran

Suatu fasilitas ruang pamer yang terdapat di tengah atrium gedung yang disediakan untuk mempromosikan produk-produk seputar komputer yang terbaru dan terkini.

3. Fasilitas bisnis dan konsumen

Suatu fasilitas yang terdapat dalam Computer Trade Center meliputi ruang sewa, pujasera, bank, toko buku.

4. Fasilitas penunjang dan pendukung

Suatu fasilitas yang disediakan oleh pengelola Computer Trade Center untuk mendukung kegiatan yang ada. Jenis fasilitas tersebut meliputi ruang multi media/warnet, game center, ruang seminar, restaurant/cafe, gudang, lavatory, tempat parkir dan fasilitas lain yang penting untuk mendukung penyewa dan pengunjung.

2.2.8. Kriteria lokasi dan tapak

Beberapa pertimbangan yang perlu dalam pemilihan lokasi Computer

Trade Center, antara lain :

a. Dalam buku Design for Shopping Center (1982) dikatakan bahwa lokasi

sebuah pusat perdagangan harus berada di kawasan perdagangan, karena kawasan perdagangan sendiri merupakan faktor potensial untuk

(35)

menarik pengunjung. Selain itu lokasi mudah dicapai dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit dalam kawasan CBD, sedangkan yang berada di luar kawasan CBD dapat ditempuh dengan waktu tempuh 25 menit dari kota.

b. Kondisi topografi pada lokasi harus dapat mendukung perencanaan dari segi konstruksi dan ekonomi.

c. Tersedianya jaringan utilitas yang memadai.

2.2.9. Sirkulasi

Semua alur gerak, baik untuk orang, kendaraan, barang ataupun untuk pelayanan bersifat linear dan semua jalan mempunyai titik awal yang membawa pengunjung menyusuri urutan-urutan ruang ke tujuan akhir kita. Sifat konfigurasi jalan mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pola organisasi ruang dengan mensejajarkan polanya. Atau dapat dibuat sangat berbeda dengan bentuk organisasi ruang dan berfungsi sebagai titik perlawanan visual terhadap keadaan yang ada.

Berdasarkan Data Arsitek jilid I (1991), tempat untuk penerimaan/pengiriman barang terpisah dari sirkulasi pengunjung dan berhubungan dengan gudang penyimpanan. Penerimaan/pengiriman barang dapat dilakukan langsung ke gudang penyimpanan. Area parkir penerimaan/pengiriman barang perlu dibuat khusus agar tidak mengganggu lalu lintas parkir kendaraan lain.

Gambar 2.11. Tipe parkir untuk bongkar muat. Sumber : Data Arsitek jilid I (1991).

(36)

2.2.10. Prinsip Tata Ruang

Prinsip tata ruang yang digunakan oleh Computer Trade Center ini mengikuti prinsip dasar ruang shoping mall yang terdapat dalam Time Saver

Standard for Building Types, yang meliputi:

1. Jalur pedestrian utama (pedestrian way) atau koridor utama dengan satu atau lebih tambahan jalur pejalan kaki yng berhubungan dengan koridor utama dan lokasi parkir serta jalan yang berdekatan.

2. Semua penyewa toko menghadap dan memiliki pintu masuk menghadap ke koridor utama maupun koridor tambahan.

A :

magnet primer

: retail

: koridor utama

: koridor tambahan

Gambar 2.12. Tipe-tipe koridor pada shopping mall Sumber: Design for Shopping Center (1982)

3. Dengan semakin sempit dan tingginya harga lahan, maka parkir pada suatu shoping mall dapat dibuat dengan parkir bertingkat (double decked) atau basement, di samping parkir secara konvensional.

4. Mall dapat berupa satu lantai, dua lantai atau lebih. Setiap lantai Mall harus menghindari kemiringan yang curam untuk menjaga agar tidak terjadi kecelakaan pada pengunjung.

A

A

A

Koridor tambahan tak berhubungan dengan magnet primer

Koridor tambahan berhubungan dengan magnet primer

(37)

Gambar 2.13. Tipe retail dalam bangunan komersial Sumber: Time Saver Standard for Building Types (1973)

Mall

retail retail

parkir parkir

Mall dan retail dalam satu lantai dengan parkir rata samping Mall retail retail retail retail parkir parkir parkir parkir parkir parkir

Sistem parkir multi decked pada shopping mall

parkir retail retail retail retail retail parkir retail parkir Mall

Mall dan retail dalam kawasan CBD menjadi tiga lantai dengan parkir basement

Mall dan retail dalam dua lantai dengan parkir rata tiap lantai Mall retail retail retail retail parkir parkir

(38)

Gambar 2.15. Mangga Dua Mall, Jakarta Sumber : www.simasred.com-Maret 2006.

2.2.11. Tata Letak dan Dimensi Mall

Tata letak dan dimensi mall sangat berpengaruh bagi sukses tidaknya suatu mall. Di negara-negara yang sudah maju contohnya Amerika Serikat, umumnya menggunakan tata letak yang sederhana seperti bentuk huruf I, L, dan T.

Gambar 2.14.Contoh tata letak mall

Sumber : Barry Maitland, Shopping Mallls, Planning and Design, Construction, Press London, 1985.

Berdasarkan penelitian di AS, panjang minimal mall adalah 180 mall dan maksimal 240 m. Ketentuan ini tidak mutlak, di mana pada prinsipnya mall tidak boleh terlalu panjang sehingga pengunjung dapat mengakses keseluruh mall.

2.3. STUDI BANDING

A. Mall Mangga Dua

Mangga dua Mall merupakan salah satu pusat perdagangan komputer di Jakarta yang berlokasi di kawasan bisnis dengan aktivitas yang paling padat, yaitu kawasan Mangga Dua

Business Center di Jl. Mangga Dua

Raya, Jakarta Pusat.

Mall Mangga Dua dibangun oleh PT. Duta Pertiwi dan dikelola oleh PT. Simasred.

Bentuk I

Bentuk T

(39)

Direktur Sekertaris Kabag (divisi) Administrasi umum Kabag (divisi) Keuangan Kabag (divisi) Promosi dan Pemasaran Kabag (divisi) Teknik STAF STASIUN KOTA

Pasar Pagi ITC

Malll Mangga Dua Orion Jembatan ITC<Orion Ke Ancol Senen Jembatan M2M<Orion

Gambar 2.16. Lokasi site Mall Mangga Dua yang berlokasi di kawasan Mangga Dua Bussiness Center, Jakarta

Sumber : www.simasred.com-Maret 2006.

Mangga Dua adalah bangunan single building yang terdiri dari enam lantai tipikal dan satu basement, berdiri di atas lahan seluas 23.508 m2 saleable area 28.481 m2 dan luas total lantai bangunan tanpa basement sebesar 88.264 m2. Untuk luasan basement berukuran 18.426 m2. Semua penyewa pada Mall Mangga Dua adalah produsen dan pedagang dengan jumlah seluruh penyewa adalah 761. Adapun tipe penyewa (tenant) pada Mall Mangga Dua, yaitu :

a. SMalll tenant, adalah pedagang kecil yang memiliki area kios dengan luas sekitar 4 m2, 6 m2, 9 m2.

b. Medium tenant, adalah pedagang menengah yang memiliki area kios dengan luas sekitar 15 m2, 20 m2, 24 m2, 27 m2, 36 m2.

c. Large tenant, adalah pedagang besar yang memiliki area kios dengan luas sekitar 42 m2 dan 90m2.

Dalam Mall Mangga Dua juga terdapat sebuah supermarket di lantai 4 dengan luas 2497 m2 dan pujasera dengan luas 736,75 m2

.

Struktur organisasi kepengelolaan Mall Mangga Dua terdiri dari seorang direktur eksekutif, seorang sekertaris serta empat kepala divisi dan 22 stafnya.

(40)

Aktivitas utama Mall Mangga Dua adalah sebagai pusat perdagangan komputer, tetapi di dalamnya juga terdapat aktivitas perdagangan umum. Aktivitas dan fasilitas yang terdapat dalam Mall Mangga Dua adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1. Aktivitas dan fasilitas pada Mall Mangga Dua

No. Aktivitas dan Fasilitas Pelaku Jumlah

ruang Keterangan

1. Perdagangan dan Perkantoran

Kios produsen dan

pedaganag komputer. Penyewa, pengunjung 599

Sebagian lt. 2, 3 & 4, serta seluruh lt. 5

Kios pedagang elektronik Penyewa, pengunjung 110 Sebagian lantai dasar, 1 & 2

Kios pedagang pakaian Penyewa, pengunjung 49 Sebagian lantai dasar dan 1

Supermarket Penyewa, pegawai,

pengunjung 1 Di lantai 4 Bank Penyewa, pegawai,

pengunjung 2 Dilantai dasar Kantor pengelola Pengelola 1 Dilantai 5

2. Pameran elektronik dan komputer - Panitia - Peserta - Pengunjung 1 Disepanjang atrium, koridor utama pada lantai dasar

3 Hiburan

Pujasera Penyewa, pegawai,

pengunjung 1 Dilantai dasar dan lantai 5

4. Servis Parkir indoor Penyewa, pengunjung, pengelola 1300

parkir Lantai basement

Gudang Pengelola 3

Menjadi satu dengan ruang kantor pengelola dilantai 5 Lavatory Penyewa, pengunjung, pengelola 2 pria 2 wanita

Di dalam core, terdapat disetiap lantai bangunan

Telepon umum Pengunjung 2 Disetiap sudut lantai, dekat area servis Tangga darurat Seluruh pengguna

gedung 4 Disetiap sudut core

MEE

R. workshop housekeeping Manajer teknik, staf

teknik 1 Dilantai basement Ruang kontrol security Staf kemanan 1 Di basement

(41)

Building control room Staf teknik, operator 1 Basement R. Mekanikal Elektrikal Staf teknik 1 Basement Lift penumpang Penyewa gedung,

pengunjung 2 lift

Kapaitas 1600 kg (24 orang)

Lift servis Pengelola gedung 2 lift Kapsitas 800 kg Ruang PABX Staf teknik 1 Dilantai basement Ruang AHU Staf teknik 5 Ditiap lantai Ruang water tank & pompa Staf teknik 1 Dilantai 5 Ruang fire service tank Staf teknik 1 Dilantai 5

Energy House Staf teknik 1 bang. r. genset, r. Pompa, r. Mesin AC, r. Water chilled

Sumber : dok. pribadi

Modul vertikal yang digunakan Mall Mangga Dua, yaitu jarak dari lantai ke langit-langit memiliki ketinggian 2,6 m. Sedangkan tinggi dari langit-langit ke lantai di atasnya memiliki ketinggian 1,5 m. Sistem modul vertikal ini terdapat pada lantai-lantai di atas lantai-lantai dasar. Pada lantai-lantai dasar modul ruang vertikal, jarak dari lantai-lantai ke langit-langit adalah 2,75 m. Untuk modul ruang vertikal pada lantai basement yang digunakan sebagai lantai parkir memiliki batas ketinggian bagi mobil setinggi 2,1 m.

1,5 m

2,6 m

Gambar 2.18. Modul vertikal pada lantai 5 Mall Mangga Dua

Sumber : dok. pribadi

Lanjutan

Gambar 2.19. Batas ketinggian mobil pada lantai basement Mall Mangga Dua Sumber : dok. pribadi

(42)

Modul horizontal yang digunakan Mall Mangga Dua, yaitu jarak antar as kolom struktur untuk aktivitas utama memiliki bentang 6 x 9 m. Begitu juga pada lantai basement digunakan modul horizontal dengan bentang 6 x 9 m.

Gambar 2.20. Modul horizontal yang dapat dilihat pada denah lantai 4 dan 5 Mall Mangga Dua Sumber : dok. pribadi

Tata ruang pada Mall Mangga Dua menggunakan prinsip tata ruang yang terdapat pada shopping mall, yaitu penempatan kios atau toko yang menghadap pada koridor utama dan koridor tambahan dan area tengah koridor yang luas sebagai tempat pameran.

(43)

Gambar 2.21. Penempatan tata ruang pada denah lantai 3 dan 4 Mall Mangga Dua Sumber : dok. pribadi

Sistem utilitas bangunan yang terdapat pada Mall Mangga Dua meliputi sistem berikut, yaitu :

a. Sistem transportasi vertikal pada bangunan menggunakan eskalator yang terletak pada ujung-ujung koridor dan lift yang terletak di dalam core bangunan. b. Sistem pengkondisian udara buatan dengan AC central, di mana aliran udara

dialirkan melalui diffuser yang dikontrol oleh ruang AHU ditiap lantainya. c. Sistem pemadam kebakaran menggunakan water sprinkler dan sensor smoke

detector. Selain itu di setiap lantai disediakan hidran tabung pemadam api

dengan jarak 50 m.

d. Sistem pencahayaan yang digunakan oleh Mall Mangga Dua adalah gabungan antara buatan dan alami, yaitu oleh lampu buatan dan cahaya matahari yang menembus skylight pada atap Mall dengan intensitas cahaya yang cukup menerangi dalam ruang Mall.

Gambar 2.22. Hidran dan tabung pemadam pada Mall Mangga Dua

(44)

B. Orion Mangga Dua

Orion Mangga Dua yang berlokasi di kawasan Mangga Dua Bussiness

Center Jakarta Pusat, adalah Mall perdagangan komputer yang terintegrasi dalam

bangunan hotel, yaitu Hotel Dusit. Orion Mangga Dua dibangun oleh PT. Duta Pertiwi Tbk dan dikelola oleh PT. Simasred. Antara Orion Mangga Dua dan Malll Mangga Dua terdapat sebuah jembatan penghubung yang digunakan untuk mempermudah dan mempersingkat jarak antar keduanya, sehubungan dengan kedua bangunan dikelola menjadi satu oleh PT. Simasred.

Gambar 2.25. Foto Orion Mangga Dua yang berlokasi di kawasan Mangga Dua Bussiness Center, Jakarta Pusat.

Sumber : www.simasred.com-Maret 2006.

Gambar 2.23. Panel utilitas serta skylight yang terdapat pada langit-langit Mall Mangga Dua

Sumber : dok. pribadi

Gambar 2.24. Ruang AHU yang terdapat pada setiap lantai Mall Mangga Dua

(45)

STASIUN KOTA

Pasar Pagi ITC

Malll Mangga Dua Orion Jembatan ITC<Orion Ke Ancol Senen Jembatan M2M<Orion

Gambar 2.26. Lokasi site Orion Mangga Dua yang terintegrasi dengan Hotel Dusit pada kawasan Mangga Dua Bussiness Center, Jakarta Pusat.

Sumber : www.simasred.com-Maret 2006.

Orion Mangga Dua termasuk ke dalam jenis bangunan single building yang terdiri dari tiga lantai tipikal, berdiri di atas lahan seluas 13.962 m2 dan dengan luas total lantai bangunan sebesar 28.481 m2. Semua penyewa pada Orion Mangga Dua adalah pedagang yang langsung berhubungan dengan masyarakat konsumen. Jumlah keseluruhan penyewa adalah 135. Adapun tipe penyewa (tenant) pada Orion Mangga Dua, yaitu :

a. Small tenant, adalah pedagang kecil yang memiliki area kios dengan luas sekitar 6 m2.

b. Medium tenant, adalah pedagang menengah yang memiliki area kios dengan luas sekitar 9 m2.

c. Large tenant, adalah pedagang besar yang memiliki area kios dengan luas sekitar 12 m2.

Aktivitas utama Orion Mangga Dua adalah murni sebagai pusat perdagangan komputer. Aktivitas dan fasilitas yang terdapat dalam Orion Mangga Dua adalah sebagai berikut :

(46)

Tabel 2.2. Aktivitas dan Fasilitas pada Orion Mangga Dua

No. Aktivitas dan fasilitas Pelaku Jumlah

ruang Keterangan

1. Perdagangan komputer

Kios pedagang

komputer Penyewa, pengunjung 132

Seluruh lantai dasar, 1 & 2 2. Pameran komputer - Panitia - Peserta - Pengunjung 1

Ditengah atrium, koridor utama pada lantai dasar.

3. Hiburan

Pujasera Penyewa, pegawai,

pengunjung 2 Dilantai dasar

Sumber : dok. Pribadi

Pengelola Orion Mangga Dua menjadi satu dengan pengelola Mall Mangga dua. Pada Orion Mangga Dua tidak terdapat lantai parkir basement. Area parkir Orion Mangga Dua berada pada halaman parkir yang berada di belakang gedung Mall Mangga Dua.

Gambar 2.27. Area parkir Orion Mangga Dua Sumber : dok. pribadi

Modul vertikal yang digunakan Orion Mangga Dua, yaitu jarak dari lantai ke langit-langit memiliki ketinggian 2,75 m. Sedangkan tinggi dari langit-langit ke lantai di atasnya memiliki ketinggian 1,5 m. Sistem modul vertikal ini terdapat pada lantai-lantai di atas lantai-lantai dasar.

Gambar 2.28. Modul vertikal Orion Mangga Dua Sumber : dok. pribadi

2,10 meter 0,65 meter

(47)

Modul horizontal yang digunakan Orion Mangga Dua, yaitu jarak antar as kolom struktur untuk aktivitas utama memiliki bentang 6 x 6 m.

Gambar 2.29. Modul horizontal yang tampak pada denah lantai 2 Orion Mangga Dua Sumber : dok. pribadi

Tata ruang Orion Mangga Dua menggunakan prinsip tata ruang yang terdapat pada shopping mall, yaitu penempatan kios atau toko yang menghadap pada koridor utama dan area tengah koridor yang luas sebagai tempat pameran.

Sistem utilitas bangunan yang terdapat pada Orion Mangga Dua meliputi sistem berikut, yaitu :

a. Sistem transportasi vertikal pada bangunan menggunakan eskalator yang terletak pada ujung-ujung koridor dan lift barang yang terletak di dalam core bangunan.

b. Sistem pengkondisian udara buatan dengan AC central, di mana aliran udara dialirkan melalui diffuser yang dikontrol oleh ruang AHU ditiap lantainya.

c. Sistem pemadam kebakaran menggunakan water sprinkler dan sensor smoke

detector. Selain itu di setiap lantai disediakan hidran dan tabung pemadam api

dengan jarak 65 m.

d. Sistem pencahayaan yang digunakan oleh Orion Mangga Dua adalah gabungan antara buatan dan alami, yaitu oleh lampu buatan dan cahaya

(48)

matahari yang menembus skylight pada atap Mall dengan intensitas cahaya yang cukup menerangi dalam ruang Mall.

C. Kesimpulan hasil Studi Banding

Data hasil studi banding pada Mall Mangga dua dan Orion Mangga Dua dijadikan sebagai pendekatan perencanaan dan perancangan pada Semarang

Computer Trade Center.

Tabel 2.3. Kesimpulan hasil studi banding

Kriteria Mall Mangga Dua Orion Mangga Dua Semarang Computer

Trade Center

Letak tapak Zona perdagangan dan jasa di Jakarta Pusat

Zona perdagangan dan jasa di Jakarta Pusat

Zona perdagangan dan bisnis kota (pusat kota

Semarang )

Skala pelayanan Kota Kota Kota Jenis bangunan Tunggal Tunggal Tunggal

Gambar 2. 30. Hidran dan tabung pemadam pada Orion Mangga Dua.

Sumber : dok. pribadi

Gambar 2. 31. Ruang AHU pada Orion Mangga Dua. Sumber : dok. pribadi

Gambar 2. 32. Panel utilitas serta skylight yang terdapat pada langit-langit Orion Mangga Dua.

(49)

Lanjutan

Tipe lantai bangunan Tipikal Tipikal Tipikal Aktivitas utama Kios dagang dan ruang

pameran

Kios dagang dan ruang pameran

Perdagangan, pameran, workshop Ruang pelengkap Restorant, bank Kafetaria Restorant, bank,

multimedia, game center Penempatan ruang

pengelola

Dilantai paling atas bangunan

Dilantai paling atas bangunan

Dilantai paling atas bangunan Penempatan ruang parkir Berada pada basement

dan parkir luar bangunan

Berada pada area luar bangunan

Berada diluar bangunan

Utilitas bangunan - Transportasi vertikal bangunan - Sistem pengkondisian udara - Sistem pemadam kebakaran

- Lift barang, lift pengunjung, dan eskalator.

- AC central dengan AHU tiap lantai

- Water sprinkler, hidran dan tabung pemadam.

- Lift barang dan eskalator

- AC central dengan AHU tiap lantai

- Water sprinkler, hidran dan tabung pemadam.

- Lift barang, lift pengunjung, dan eskalator

- AC central dengan AHU tiap lantai

- Pemadam dari busa/zat kimia kering/karbon dioksida (CO2), water sprinkler,

hidran dan tabung pemadam.

Sumber : analisa.

2.4. TINJAUAN PENEKANAN DESAIN (Arsitektur Hi-Tech)

Menurut Colin Davies, dalam bukunya High Tech Architecture, pengertian

high tech dalam arsitektur berbeda dengan pengertian high tech dalam industri.

Bila dalam industri pengertian hi-tech diartikan sebagai teknologi canggih seperti elektronik, komputer, robot, silikon chips, mobil sport dan sejenisnya. Sedangkan dalam arsitektur, high tech diartikan sebagai suatu aliran arsitektur yang bermuara pada ide gerakan arsitektur modern yang membesar-besarkan kesan struktur dan teknologi suatu bangunan. Karakteristik yang menjadi referensi arsitektur high tech adalah bangunan yang terbuat dari material sintesis seperti logam, kaca, dan plastik.

Menurut Charles Jenks dalam buku High Tech Maniera, elemen servis dan struktur pada suatu bangunan high tech hampir selalu diperlihatkan di eksteriornya sebagai ornamen dan sculpture. Bangunan high tech juga diperlihatkan dengan menggunakan kaca buram maupun transparan, ducting yang saling tumpang tindih, penggunaan warna pada tangga, eskalator dan lift dengan warna-warna cerah yang bertujuan membedakan fungsi masing-masing elemen struktur dan

Gambar

Gambar 2.1. Bagan cara kerja pengolahan data komputer   Sumber : Microsoft Encarta Reference Library
Gambar 2.3. Komputer elektronik pertama ENIAC  Sumber : Microsoft Encarta Reference Library
Gambar 2.10. Diagram struktur organisasi pengelola menurut Fred Lawson (1981)
Gambar 2.12.  Tipe-tipe koridor pada shopping mall  Sumber: Design for Shopping Center (1982)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Iklan Baliho.. Pada Kawasan Simpang

Bekasi merupakan daerah yang mudah dijangkau karena telah ada sarana transportasi darat dan laut yang cukup memadai, sehingga untuk transportasi pemenuhan bahan baku

Pengembangan pusat kegiatan diserasikan dengan sistem jaringan transportasi, sistem jaringan prasarana dan sarana, dan memperhatikan peruntukan ruang kawasan budi daya di wilayah

Pengembangan pusat perkotaan nasional diserasikan dengan sistem jaringan transportasi, sistem jaringan prasarana dan sarana, dan memperhatikan peruntukan ruang kawasan budi daya

TELEVISI CERITA ALUN – ALUN DI INDONESIA: Studi Kasus Kawasan Simpang Lima Sebagai Pusat Kegiatan Perekonomian Di Kota Semarang dengan baik. Penulis menyadari ketika dalam

Memiliki surat ijin usaha dan sertifikat usaha; Terdapat sarana yang mudah diperoleh; Prasarana yang mudah dijangkau; Proses produksi yang berlangsung secara

Bekasi merupakan daerah yang mudah dijangkau karena telah ada sarana transportasi darat dan laut yang cukup memadai, sehingga untuk transportasi pemenuhan bahan baku

Pengembangan pusat perkotaan nasional diserasikan dengan sistem jaringan transportasi, sistem jaringan prasarana dan sarana, dan memperhatikan peruntukan ruang kawasan budi daya