KAJIAN PUSTAKA A. Konsep Dasar Media Pembelajaran
D. Konsep Dasar Prestasi Belajar 1.Pengertian Belajar 1.Pengertian Belajar
Azhar Arsyad (2011: 1) mendefinisan belajar sebagai suatu proses yang kompleks dan terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan orang lain atau lingkungannya. Belajar tidak hanya dapat terjadi di dalam kelas, namun belajar dapat terjadi di mana saja berada dan kapanpun. Sementara itu, Cronbach sebagaimana dikutip oleh Mukhamad Murdiono (2012: 11) menjelaskan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku seorang individu dari hasil pengalaman yang diperoleh. Menurut Burton (2003) sebagaimana dikutip oleh Mukhamad Murdiono (2012: 12) menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.
Kriteria keberhasilan dalam belajar diantaranya ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar. Seperti yang dikemukakan oleh Azhar Arsyad (2011: 1) apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal di sekolah tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri peserta didik secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Jadi belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan diri seseorang. Perubahan
sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap, dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar.
Dengan demikian, belajar merupakan suatu hasil dari pengalaman yang dialami oleh seorang individu dengan lingkungannya yang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja tanpa mengenal adanya batasan waktu dan tempat. Dalam proses kehidupan seseorang tidak dapat terlepas dari proses belajar, karena proses belajar berlangsung seumur hidup.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Agar dapat mencapai keberhasilan belajar yang maksimal, tentu harus memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar tersebut. Pemahaman itu juga penting untuk menentukan latar belakang dan penyebab kesulitan belajar yang mungkin dialami.
Secara garis besar, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar itu dapat dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang terdapat di dalam diri individu itu sendiri, seperti kesehatan jasmani dan rohani, kecerdasan (intelegensia), daya ingat, kemauan, dan bakat. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri individu yang belajar, seperti keadaan lingkungan rumah,
sekolah, masyarakat, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan semua lingkungan tersebut (Ninis Ristiani Septiliana, 2011: 40).
Dari pemaraparan di atas maka keberhasilan dari suatu proses pembelajaran hanya akan tercapai apabila guru dan peserta didik saling bekerjasama demi tercapainya prestasi belajar yang optimal. Faktor internal memang dapat dikatakan faktor bawaan peserta didik yang dapat didukung oleh faktor eksternal dari lingkungan sekolahnya. Guru berperan penting untuk mempengaruhi keberhasilan belajar peserta didik. Jika guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan tentu peserta didik akan lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran sehingga prestasi belajarnya juga akan lebih optimal.
3. Pengertian Prestasi Belajar
Poerwanto (2007) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport. Selanjutnya Winkel (1997) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar sesuai dengan bobot yang dicapainya. Sedangkan menurut Nasution (1987) prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat, prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni kognitif, afektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga
kriteria tersebut (Ghullam Hamdu, 2011: 92). Sementara itu menurut Wayan Nurkancana, dkk., (1982: 1) berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. Proses tersebut dilakukan untuk menentukan nilai sesuatu (tujuan, kegiatan, proses, orang, objek, dan yang lain) berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian. Penilaian dilaksanakan dengan evaluasi pada proses belajar mengajar sehingga akan diketahui nilai dari prestasi belajar peserta didik.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai seorang peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk nilai, baik huruf maupun angka yang mencerminkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan tentang materi pelajaran yang telah disampaikan, khususnya pada mata pelajaran PPKn. Maka prestasi belajar merupakan penentu berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran.
4. Prestasi Belajar PPKn
Prestasi belajar PPKn pada dasarnya merupakan dampak dari proses pembelajaran PPKn. Hal ini berarti optimalnya hasil belajar PPKn pada peserta didik tergantung juga pada proses pembelajaran PPKn yang dipandu oleh guru. Dapat dikatakan juga bahwa prestasi belajar PPKn dapat diartikan sebagai suatu kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik dalam menguasai konsep PPKn melalui proses pembelajaran PPKn dan kemampuan para peserta didik untuk menerapkan konsep PPKn dalam kehidupan nyata. Secara
umum kemampuan yang didapat sebagai hasil dari pembelajaran PPKn yang berupa pengetahuan yang dapat dilihat wujudnya setelah seseorang melaksanakan proses pembelajaran yang kemudian diperoleh hasilnya melalui evaluasi pembelajaran.
Indikator dari prestasi belajar menurut Muhibbin Syah (2006) sebagaimana dikutip oleh Nur Cahyo Dwi Kiswanto (2012: 19) dapat dijabarkan pada bagian pengamatan, yaitu dapat menunjukkan, dapat membandingkan, dapat menghubungkan, sedangkan pada bagian ingatan, yaitu dapat menyebutkan, dapat menunjukkan kembali, kemudian pada bagian pemahaman, yaitu dapat menjelaskan, dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri, selanjutnya pada bagian penerapan, yaitu dapat memberikan contoh, dapat menggunakan secara tepat, dan pada bagian analisis, yaitu dapat menguraikan, dapat mengklasifikasikan atau memilah-milah, serta pada bagian sintesis, yaitu dapat menghubungkan materi-materi, sehingga menjadi kesatuan baru, dapat menyimpulkan, dapat menggeneralisasikan (membuat prinsip umum) yang seharusnya dapat dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas.
Prestasi belajar PPKn hanya dapat tercapai apabila peserta didik telah memenuhi indikator prestasi belajar. Melalui proses pembelajaran yang interaktif, peserta didik akan dapat mengasah kemampuan dirinya masing-masing, sehingga diharapkan peserta didik dapat mencapai prestasi belajar yang opimal karena peserta didik banyak terlibat langsung dalam proses pembelajaran.