TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Konsep Dasar Remaja
Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang melibatkan berbagai perubahan, baik dalam hal fisik, kognitif, psikologis, spiritual, maupun sosial dan ekonomi. Perubahan fisik merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja dan perubahan psikologis muncul antara lain sebagai akibat dari perubahan-perubahan fisik tersebut. Salah satu contoh dari perubahan fisik yang terjadi adalah semakin matangnya organ-organ reproduksi. Kematangan biologis menyebabkan remaja memiliki dorongan-dorongan seksual.
Dalam Sarwono (2011) WHO (World Health Organization) memberikan defenisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Dalam defenisi tersebut dikemukakan 3(tiga) kriteria, yaitu : biologis, psikologis dan sosial ekonomi.
1. Remaja adalah suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
2. Remaja adalah suatu masa dimana individu mengalami perkembangan psikologis dan pola indentifikasi dari kanak-kanak menjadi ddewasa.
3. Remaja adalah suatu masa dimana terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan relative lebih mandiri.
2.3.1 Ciri-Ciri Masa Remaja
Masa remaja mempunyai cirri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Ciri-ciri tersebur akan diterangkan secara singkat dibawah ini :
a. Masa remaja sebagai periode yang penting, yaitu perubahan-perubahan yang dialami pada masa remaja akan memberikan dampak langsung terhadap sikap dan prilaku dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
b. Masa remaja sebagai periode peralihan disini dijelaskan bahwa sebuah peralihan dari suatu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Pada masa ini, remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa. Dalam setiap periode peralihan, status individu tidaklah jelas akan peran yang harus dilakukan,dengan status remaja tidak jelas, keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.
c. Masa remaja sebagai periode perubahan, tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik,selain itu juga ada perubahan tingginya emosi, perubahan tubuh, minat dan peran, perubahan minat dan pola prilaku sertakeinginan dan kebebasan.
d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas,
e. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan f. Masa remaja sebagai yang tidak realistikms
g. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa (Hurlock, 2012).
2.3.2 Karakteristik Remaja Berdasarkan Umur
Karakteristik remaja berdasarkan umur sebagai berikut : 1. Masa remaja awal (10-12 tahun)
a. Lebih dekat dengan teman sebaya b. Ingin bebas
c. Lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya d. Mulai berfikir abstrak
2. Masa remaja pertengahan (13-15 tahun) a. Mencari identitas diri
b. Timbul keinginan untuk berkencan c. Mempunyai rasa bercinta yang mendalam d. Berkhayal tentang aktivitas seks
3. Remaja akhir (17-21 tahun) a. Pengungkapan kebebasan diri
b. Lebih selektif dalam mencari teman sebaya
c. Mempunyai citra tubuh (body image) terhadap dirinya sendiri d. Dapat mewujudkan rasa cinta (Kumalasari, dkk 2012).
2.3.3 Perkembangan Fisik Pada Remaja
Sarwono (2011), menyatakan bahwa masa remaja adalah masa peraligan dari anak-anak ke dewasa, bukan hanya dalam artian psikologis, tetapi juga fisik (El-Hakim 2014). Pada masa ini terjadi suatu perubahan fisik yang cepat disertai banyak perubahan, termaksud didalamnya pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ
seksual) untuk mencapau kematangan yang ditujukan dengan kemampuan melaksanakan fungsi reproduksi. Perubahan yang terjadi pada pertumbuhan tersebut diikuti munculnya tanda-tanda sebagai berikut :
1. Tanda-tanda seks primer
Tanda-tanda seks primer yang dimaksud adalah yang berhubungan langsung dengan organ seks. Dalam Modul Kesehatan Reproduksi Remaja (Depkes, 2002) disebutkan bahwa ciri-ciri seks primer pada remaja yaitu :
a. Remaja wanita, ditandai dengan kematangan organ reproduksi yaitu ditandai dengan datangnya menstruasi (menarche). Hala ini berlangsung terus sampai menjelang masa menopause yaitu ketika seorang berumursekitar 40-50 tahun.
b. Remaja laki-laki, sudah bias melakukan fungsi reproduksi bila telah mengalami mimpi basah, biasanya terjadi pada remaja laki-laki usia 10-15 tahun. Ini adalah pengalaman yang normal bagi semua remaja laki-laki.
2. Tanda-tanda seks sekunder
Ciri-ciri seks sekunder pada remaja adalah sebagai berikut : a. Remaja laki-laki
Lengan dan tungaki kaki bertambah panjang, Bahu melebar,
Pertumbuhan rambut disekitar alat kelamin, ketiak, dada, tangan dan kaki, Tumbuh jakun, suara menjadi besar,
Penis dan buah zakar membesar,
Produksi keringat menjadi lebih banyak.
b. Remaja wanita
Lengan dan tungaki kaki bertambah panjang, Pinggul lebar, bulat dan membesar,
Tumbuh bulu-bulu halus disekitar ketiak dan vagina
Pertumbuhan payudara yang menjadi lebih besar dan lebih bulat serta puting susu membesar dan menonjol,
Suara menjadi lebih penuh dan semakin merdu
Otot semakin besar dan semakin kuat, terutama pada pertengahan dan menjelang akhir masa puber, sehingga memberikan bentuk pada bahu, lengan dan tungkai (Kumalasari, dkk 2012).
2.3.4 Perkembangan Psikologis
Secara psikologis usia remaja adalah usia ketika seseorang mengalami masa peralihan antara usia anak-anak dan dewasa. Usia remaja sebagai usia yang penuh badai dan tekanan, suatu tahapan ketika sifat-sifat manusia yang baik dan yang buruk tampil secara bersamaan. Mulyati (2007), mengungkapkan bahwa perubahan psiko-sosial yang terjadi pada masa remaja yaitu mencakup hal-hal berikut :
a. Bersifat ingin tahu, kadang-kadang ingin mencoba melakukan eksperimen, misalnya cara berpakaian, gaya rambut dan sebagainya.
b. Protes terhadap orangtua, yaitu remaja cenderung tidak menyetujui tata nilai hidup orang tua, mereka menuntut kebebasan mencari tata nilai sendiri dan mencari berusaha identitas diri dengan cara menjauhkan diri dari orangtua.
c. Setia kawan dengan kelompok sebaya. Dalam hal ini remaja merasa ada ketertarikan dan bersamaan dengan kelompoknya.
d. Menuntut keadilan. Dalam hal ini remaja cenderung melihat dari sisi mereka sendiri tanpa memperhitungkan keadaan orang tua/masyarakat, sehingga dapak mereka seperti kurang toleransi tidak mau berkompromi.
e. Perilaku yang labil, dalam hal ini kadang-kadang mereka bertanggung jawab namun dilain waktu tampak cuek atau masa bodoh. Selain itu remaja juga sangat sensitive, mudah tersinggung dan mudah marah (El-Hakim, 2014).