HASIL PENELITIAN
4.7 Hasil Wawancara
4.7.1. Perilaku Seksual
Pada wawancara yang dilakukan dengan informan, awalnya peneliti mengalami kendala untuk mendapatkan data , karena informan cenderung tertutup ( kurang terbuka ) mengenai perilaku seksualnya selama ini dengan pecarnya. Namun dengan kegigihan, Peneliti akhirnya mendapatkan informasi tentang perilaku seksual yang informan lakukan dengan pasangannya masing-masing.
Informan 1 (I-1) E.F., perempuan, berumur 17 tahun, kelas II SMK, anak pertama dari 3 bersaudara. Ayah bekerja sebagai mandor bangunan.Perilaku seksual informan dengan pacarnya, seperti pertanyaan berikut :
“Saat ini saya sudah punya pacar, saya mulai pacaran sejak SMK kelas 1,sampai saat ini saya sudah berpacaran selama 3 kali. Pacar Pertama teman sekelas saya lama pacaran hanya 2 bulan, pacar kedua temen kakak sepupu saya lama berpacaran hanya 5 bulan dan pacar ketiga kakak kelas saya sampai saat ini ± sudah 6 bulan berpacaran”.
“Hubungan saya dengan pacar pertama biasa saja, karna pacar saya anak a terlalu pendiam. Pacar kedua saya orang a baik dan selalu memenuhi keinginan saya, kami layaknya berpacaran seperti orang dewasa walaupun kami masih remaja.
Dengan pacar kedua ini saya tau tetang seks. Pacar yang ketiga istimewa bagi saya
karena dia sangat dewasa dn romantic. Untuk masalah aktifitas seks selama pacaran, dari pacar kedua dan ketiga saya mengetahui tentang ciuman bahkan lebih dari itu, seperti meraba payudara saya.”
“Aktifitas seks biasanya pacar saya yang memulai duluan.Saya dicium, dipeluk-peluk selayaknya orang pacaran. Saya juga pernah diraba-raba oleh pacar saya dibagian payudara dan paha saya, biasanya kalo kami sedang berduaan atau ditempat yang sepi, bahkan kami pernah menyewa hotel kecil disitulah kesucian saya terenggut oleh pacar ketiga saya. Sebenarnya saya menyesal melakukan hal itu, tapi mau gimana lagi saya cinta banget dengan pacar saya ini”
Awalnya saya tidak mau melakukan hubungan seks,tapi pacar saya terus merayu saya dan berjanji tidak akan meninggalkan saya, sebelum melakukan hubungan seks saya diajak pacar saya menonton video porno dr Hp nya buk, ya,,,, kalau nonton gituankan jadi merangsang nafsu buk, hingga akhirnya saya mau melakukannya, alasan lain saya juga sayang dengan pacar saya. Dan akhirnya pacar saya merenggut kesucian saya, kami sudah 4 kai melakukan hubungan seks. Saat melakukan hubungan seks, kami nggak pernah menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, karena pacar saya tidak mau, katanya tidak enak.Jadi biar tidak hamil pacar saya bilang “tembak” diluar aja. Masalah bahaya melakukan hubungan seks saya gak tau buk (menggeleng).”
Informan 2 (I-2). S.P, perempuan berumur 17 tahun, kelas II SMK. Ayah saya bekerja sebagai tukang mebel, saat ini ayah dan ibu saya sudah bercerai karna ayah
saya berselingkuh. Berpacaran sudah 5 kali sejak SMP. Perilaku seks informan dengan pacarnya, seperti berikut :
“Saat ini saya sudah punya pacar. Tapi saya pernah berpacaran sudah 4 kali.
Yang pertama waktu saya SMP kelas 1. yang kedua waktu saya kelas 1 juga, yang ketiga waktu saya SMP kelas 3 dan yang keempat saat saya SMK Kelas 2 sampai saat ini ”.
“Dengan pacar saya yang pertama dan kedua kami menjalin hubungan selayaknya anak remaja berpacaran, berjalan-jalan, telpon-telponan, sms-smsan dan yang lainnya. Tapi saya sudah pandai berciuman buk…., pacar saya itu yang mengajari. Sedangkan pacar saya yang ketiga orangnya baik dan pendiam. Tapi lebih dari ciuman sudah kami lakukan, seperti raba-raba payudara dan kemaluan saya. Awalnya saya menolak, karna takut. Takut orang tua saya tau dan takut kebablasan buk. Tapi setiap ketemu pacar saya selalu meminta dan merayu saya agar permintaannya saya turuti. Sampai akhirnya saya mau melakukan aktivitas seksual seperti ciuman, raba-raba payudara dan kemaluan saya.”.
“Masuk SMK saya punya pacar keempat, orangnya sangat baik dan perhatian sekali sama saya, tapi dibalik sifat baik dan penuh perhatiannya dia mempunyai sifat yang lain. Kata temen-teman saya sih singkatan dari kunaf (Kuat nafsu) buk. Setiap kami berduaan dia meminta hal yang sama dengan pacar saya yang ketiga. Karna saya pun sudah pernah melakukannya akhirnya saya bersedia melakukannya.
Namanya juga sudah pernah merasakannya buk, jadinya ketagihan. Nggak sampe disitu aja buk, pacar saya meminta lebih dari hanya ciuman, raba-raba payudara
saya dan kemaluan saya. Tapi dia juga meminta saya agar saya mau meraba-raba kemaluan pacar saya juga buk sampai akhirnya ada keluar cairan dari kemaluan pacar saya.”
“Setiap kali bertemu kami selalu melakukan aktivitas seksual yang sama seperti sudah ketagihan buk. Hingga suatu saat dirumah saya tidak ada orang, pacar saya datang kerumah saya dan kami pun melakukannya lagi seperti biasanya, tanpa ada rasa ragu lagi tapi kali ini saya bener-bener takut karna kami kebablasan buk.
Kami sampai melakukan hubungan seks dan pacar saya itu merenggut kesucian saya”.
“Itu pertama kalinya saya melakukan hubungan seks yang tidak pernah terfikirkan oleh saya,tetapi pacar saya terus meminta untuk melakukannya lagi dan tidak perduli akan hal takut, karna pacar saya melihat saya baik-baik saja dan tidak hamil.Dan sampai saat ini kami melakukan hubungan seks pada saat ada waktu yang mendukung. Saat kami melakukan hubungan seks pertama kali kami tidak menggunakan alat kontrasepsi (KB), tetapi selanjutnya pacar saya memakai kondom buk, takut saya hamil karna kami masih sekolah buk”.
Informan ke 3(I-3). A.L., laki-laki, berumur 17 tahun, kelas II SMK, anak tunggal, berasal dari keluarga broken home, tinggal dengan orang tua perempuan, ayah menikah lagi. Ibu bekerja sebagai pedagang sayuran. Hingga saat ini informan sudah 4 kali berpacaran. Perilaku seksual informan dengan pacarnya, seperti pernyataan berikut :
“Saya pacaran sejak SD kelas 6 dengan teman rumah saya, lalu SMP kelas 1 dan kelas 3, lalu SMK kelas 2 sampai saat ini. Dari semua pacar saya itu yang paling berkesan yaitu pacar saya yang pertama dan yang sekarang. Karna waktu masih SD masih cinta pertama masih belum paham yang namanya pacaran bisa dibilang cinta-cinta monyet. Belum mengerti arti cinta-cinta tapi sudah pacaran.”
“Kalau pacar saya yang sekarang, dia perhatian dan orangnya romantis.
Biasanya kami pacaran pergi kebioskop, main kerumah temenya dan kadang kerumahnya buk. Untuk masalah seks, dia pernah ngasih respon untuk melakukan seks, seperti pegang-pegangan tangan, ciuman pipi, ciuman bibir dan cium mulut/lidah. Saya tidak tidak pernah melakukan hubungan seks dengan pacar saya, tapi kalau mencium dari leher kebawah (payudara)saya pernah buk. Kalau menempelkan alat kelamin tidak pernah buk ”.
“Kalau masalah siapa yang sering memulai aktivitas seksual itu pacar saya buk, bukan saya. Tiba-tiba dia mencium, memeluk saya dan menyodorkan bibirnya.
Dia bilang, kitakan sudah dewasa jadi tidak apa-apa melakukan itu.Namanya saya laki-laki ya nggak mau nolak buk, seperti buaya dikasih bangkai ya gak mau nolak buk..Dia juga pernah meminta saya untuk memegang kemaluannya tapi saya nggak mau. Takut berkelanjutan jadi lakuin hubungan seks saya takut pacar saya hamil buk, padahal sebenarnya saya tidak menolak-nolak kali buk.”
“Saya pernah cabut sekolah buk diajak temen saya, kami pergi kerumah temen saya yang pada saat itu tidak ada orang. Dirumah temen saya disediakan wifi yang bebas digunakan. Disitu kami melakukan hal sesuka hati kami sampai saya
membuka situs-situs porno.Saya jadi ketagihan. Setiap kali kerumah teman saya selalu mengapload video porno dan menontonnya ”.Hingga akhirnya nafsu saya naik dan saya ingin sekali melakukan hubungan seks yang sudah saya tonton.
“Saya tidak berani melampiaskan nafsu saya pada pacar saya, takut pacar saya hamil. Jadi untuk memuaskan nafsu saya, saya melampiaskan dengan berhubungan seks dengan perek (pelacur/PSK). Saya sudah dua kali berhubungan seks dengan perek. Saat melakukan hubungan seks dengan PSK saya merasa enak/nikmat, sering muncul rasa ketagihan setelah melakukan hubungan seks itu.
Tempat yang sering saya datangi yaitu tidak begitu jauh dari sekolah saya, sering disebut dengan pantai cemol karna berada dipinggiran sungai, disana ada gubuk-gubuk kecil yang sering digunakan oleh PSK tersebut.”
Informan 4 (I- 4). B.S., laki-laki berumur 17 tahun, kelas II SMK, anak ketiga dari enam bersaudara,. Sudah berpacaran sejak kelas II SMP. Hingga saat ini, informan mengaku tidak ingat berapa kali berpacaran, lebih dari 10 kali. Perilaku seksual informan dengan pacarnya, seperti pernyataan berikut :
“Saya pacaran sejak dari kelas 6 SD. Dari semua pacar saya yang bagi saya istimewa adalah pacar saya waktu saya kelas III SMP buk. Dia terima saya apa adanya buk, baik penuh pengetian. Masalah hubungan seks dengan pacar sudah terjadi saat SMP kelas 1 buk. Waktu saya ajak berhubungan seks dia mau aja buk, katanya karna dia juga udah gak perawan, kesuciannya sudah direnggut oleh pacar sebelumnya buk. Saya selalu menikmati hubungan seks saya dengan pacar saya tanpa alat pengaman buk. Kami berpisah karna ada masalah sedikit. Waktu disaat
saya tidak punya pacar, saya sering melakukan onani buk, mainkan kemaluan saya sendiri sampai nembak buk. Habisnya saya keingat masa saya berhubungan seks sama pacar saya, ingin saya lampiaskan nggak tau mau sama siapa buk”.
“Sedangkan kalau sama pacar teristimewa saat kelas III, pacar saya ini yang selalu mengajak saya berhubungan seks buk, awalnya kami hanya berciuman dan berpelukan, trus saya pegang-pegang payudara pacar saya, saling memegang alat kemaluan kamu buk, saya cium-cium alat kelamin pacar saya, sampai kami sama-sama nembak buk. Kami juga pernah melakukan hubungan seks lebih dari 3 kali buk.. Kami melakukan seks lebih 3 kali tanpa pengaman buk karna pacar saya tidak suka buk, katanya tidak enak, tapi pacar saya itu tidak hamil buk, saya bertanya kepada pacar saya ternyata dia minum pil KB buk.Hubungan kami semakin baik setiap harinya tapi akhirnya kami putus juga buk, karna dia selingkuh buk.”
“Nafsu saya tidak berhenti dengan putus a saya dengan pacar teristimewa saya buk, selanjutnya dengan pacar-pacar saya yang lain, saya juga melakukan hal yang sama buk tapi tidak sampai melakukan hubungan seksual,saya hanya mencium area payudara keatas buk.Terkadang pengen melakukan hubungan seksual lagi seperti pacar saya yang lalu, tapi saya masih ada rasa takut buk, saya punya adik perempuan takut kena karmanya buk.”
Informan 5 (I-5). J.K, laki-laki, berumur 17 tahun, kelas II SMA, anak kedua dari tiga bersaudara. Saat ini, informan mengaku baru pertama kali berpacaran.. Perilaku seks informan dengan pacarnya, seperti pernyataan berikut:
“Saat ini saya sedang berpacaran selama 1 tahun 5 bulan sampai saat ini bisa dikatakan ini cinta pertama saya, tapi saya sudah menjadi orang ketiga yang dipacari pacar saya, pacar saya sangat baik, perhatian, dan rendah hati. Dia selalu mengingat kan saya saat saya nakal. Setiap hari saya selalu menjemput dia pulang sekolah untuk mengantarnya pulang. ”
“Hubungan kami sudah lumayan lama, dan masalah seks kami juga sudah tidak biasa lagi layaknya anak remaja lainnya. Kami sudah pernah melakukan hubungan seksual. Waktu itu pacar saya disuruh bukdeknya untuk menjaga rumahnya, karna semua keluarga bukdeknya mau pergi undangan, jadi saya disuruh pacar saya untuk datang menemaninya. Kalau sudah berduaan pasti ada orang ketika yaitu setannya buk. Awalnya kami hanya berciuman buk, lalu tiba-tiba tangan saya dipegangan sama pacar saya diarahkan kepayudaranya buk, namanya juga sudah nafsu ya saya mau aja buk, saya raba payudaranya buk lalu lama kelaman turun kebawah sampai kemaluannya buk, semakin kami terhanyut dengan nikmatnya buk, saya mulai membuka semua pakaiannya buk satu persatu buk. Sampai kami melakukan hubungan seks, dan disitu saya meenggut kesucian pacar saya buk.”
“Ada rasa kecewa dan sedih buk, kenapa saya bisa lakuin hal itu kepacar yang saya sayangi. Tapi pacar saya enjoy aja buk. Dia bilang kita sudah dewasa jadi nggak papa. Dan sampai sekarang hal tersebut kami lakukan jika ada kesempatan buk, tapi saya pakai pengaman, saya takut pacar saya hamil buk. Kami kan masih sekolah buk, jika pacar saya hamil habis lah kami buk”.
Informan 6 (I-6). S.T, laki-laki, berumur 17 tahun, kelas II SMA, anak pertama dari dua bersaudara. Sudah berpacaran sejak kelas III SMP. Hingga saat ini, informan mengaku baru 2 kali berpacaran.. Perilaku seks informan dengan pacarnya, seperti pernyataan berikut:
“Saya pacaran sejak dari kelas III SMP. Saya berpacaran biasa saja seperti temen-temen saya yang lainnya. Saat ini saya sedang berpacaran dengan teman sekelas saya. Kami sudah berpacaran selama 1 tahun. Bulan pertama sampai bulan ke tiga kami masih melakukan pendekatan lebih dalam, semakin hari saya semakin sayang dengan pacar saya buk”.
“Dengan pacar saya yang sekarang saya tidak pernah melakukan hubungan seksual buk, karna pernah saya meminta ciuman sambil meraba payudaranya dia nggak mau buk dan dia marah besar buk, jadi saya tidak pernah lagi meminta hal itu pada pacar saya buk. Setiap saya nongkrong dengan teman saya, kami sering mengobrol tentang pacar-pacar kami. Tapi teman selalu melakukan hubungan seksual dengan pacarnya. Setiap ketemu selalu yang dibahas teman-teman saya tentang seks, saya kan jadi pingin juga buk.”
“ Saya cerita keteman saya kalau pacar saya tidak mau melakukan hubungan seksual, malah saya diejekin. Saya ditawarin sama temen saya untuk berkenalan sama seorang cewek yang katanya biasa melayani laki-laki yang ingin melampiaskan nafsunya.Awalnya saya ragu, tapi rasa penasaran saya menghantui saya dan akhirnya tanpa sepengetahuan pacar saya yang sekarang, saya berkenalan dengan cewek itu buk melalui Hp lalu janjian untuk bertemu. Pertemuan yang pertama kami
hanya makan dan ngobrol biasa buk, beberapa kali sering kami lakukan hal yang saya. Sampai akhirnya dia menyuruh saya datang kekostnya buk, dan saya pun datang buk.
“Waktu saya masuk kekostannya buk, dia sudah menggunakan celana sangat pendek dan baju bertali satu buk yang memancing nafsu saya keluar buk. Dan dia juga tanpa basa-basi menarik saya dan mengunci pintu, dia langsung menciumi dan memeluk saya penuh dengan nafsu, sampai dia membuka semua baju saya dan saya pun membuka baju cewek itu buk, dan hubungan seksual pun terjadi buk. Waktu saya melakukan hubungan seksual saya merasa cewek itu sudah tidak perawan buk, karna katanya kan kalaw perawan waktu melakukan hubungan seksual ada darahnya buk, ini nggak buk.”
Saya fikir cewek itu seorang PSK buk, rupanya dia mahasiswa yang merantau kemedan buk, dia mau melakukan hal tersebut karna uang buk. Dia mencari uang dengan jalan pintas buk, buat menyenangkan hatinya bisa membeli apa saja yang dia inginkan dengan uang tersebut buk. Asal saya kasih 50 ribu dia juga nggak marah buk, kadang hanya saya beri makanan aja buk. Kan dia tau saya anak sekolahan nggak banyak uangnya. Sampai sekarang pacar saya nggak tau masalah ini buk,kalau tau habis lah saya buk diputusin. Tapi saya sudah lebih dari 5 kali melakukan hubungan seks buk. Kadang jadi nagih saya buk, tapi saya pake pengaman kok buk. Saya takut kena penyakit kelamin buk.
4.7.2. Paparan Pornografi Melalui Media Internet
Untuk mengetahui paparan pornografi melalui media internet pada informan, peneliti menanyakan seberapa sering mengakses internet (dalam satuan minggu), situs apa saja yang paling sering dibuka, berapa lama rata-rata waktu yang digunakan setiap kali mengakses internet, Apakah pernah membuka situs-situs porno (situs dewasa) untuk menonton video, melihat gambar, dan membaca cerita seks, apa yang menyebabkan tertarik menonton video, melihat gambar, dan membaca cerita seks di internet. Dari hasil wawancara dengan keenam informan diperoleh hasil berikut.
“Saya kadang bermain internet dirumah dan kadang-kadang diwarnet. Rata-rata bermain internet 3-4 kali seminggu, antara 3-4 jam setiap kali mengakses internet. Biasanya saya mencari informasi tentang pelajaran, lagu-lagu, mode pakaian dan yang lainnya. Saya tidak pernah mengakses situs porno dirumah, takut ketauan orang tua, paling saya mengaksesnya waktu lagi sma teman-teman saya.”(I-1)
“Saya bermain internet dirumah dan sekali-sekali diwarnet kalau paket internet saya lagi habis. Biasanya 3-5 kali seminggu, rata-rata 2 jam. Biasanya saya buka facebook, main game online dan kadang saya mau membuka situs porno untuk melihat video porno, tapi saya hanya menonton nggak berani menyimpannya. Takut laptop a dibuka adik saya, nanti jadi ketauan kalau saya pernah buka video porno.
(I-2)”
“ Kalau saya maen internet paling sering diwarnet dan dirumah teman saya, kalau diwarnet bareng sama temen-temen biasanya sie main game onlaine . Hampir
setiap hari saya main internet, rata-rata 3-4 jam. Kalau di warnet seringnya sie main game, kadang download lagu, tapi kalau situs porno saya lebih sering buka saat saya dirumah teman saya. Karna rumahnya tersedia wifi, jadi lebih memudahkan kami kalau mengakses video porno. Biasanya kami membuka situs www.redtube.com. Saya lebih suka nonton videonya langsung dan kadang saya juga mau menyimpannya. (I-3)”
“Saya maen internet di rumah dan di warnet. Tapi saya sering maen di warnet deket rumah saya. Tempatnya agak tertutup, dan saya bebas mendownload apa pun yang saya mau. Saya maen internet hampir tiap hari, dan lamanya kira-kira 2-3 jam. Kalo di warnet saya sering buka situs-situs porno karena keluarga saya tidak tahu. Biasanya situs yang sering saya buka seperti www.worldsex dan www.xxx.com. Saya paling suka melihat video dan gambar porno dibandingkan
cerita porno, males bacanya, saya juga sering menyimpan video porno diHp saya jadi kapan saya mau saya tinggal melihatnya. Abis menonton, biasalah buk paling
„sport lima jari‟ (onani)”(I-4).
“Saya main internet lebih sering dari Hp daripada ke warnet. Lebih mudah dari Hp kapan kita mau tinggal buka situs yang diinginkan. Hampir setiap hari saya buka situs internet, selama 2-3 jam lamanya, lebih sering dimalam hari. Saya suka mengakses gambar-gambar seksi, saya juga suka membaca cerita porno, menonton juga sering tapi saya tidak pernah menyimpan video porno.”
“Kalo saya maen internet paling sering di rumah dan sekali-sekali ke warnet sama kawan-kawan. Hampir tiap hari saya maen internet karena internet ditaruh di
kamar saya, rata-rata saya maen 3-4 jam terutama malam hari, karena lebih cepat, kalo di warnet kadang 2 kali seminggu. Saya maen internet kadang nyari tugas pelajaran, kadang download lagu, kadang maen game, kadang membuka situs-situs porno. Situs yang sering saya buka seperti www.youporn.com, www.89.com. Saya lebih suka menonton video porno, sama melihat gambar-gambar erotis. Kalo menonton video dan gambar-gambar di internet lebih hot. (I-6).”
BAB 5 PEMBAHASAN
5.1 Perilaku Seksual
Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik yang dilakukan sendiri, dengan lawan jenis maupun sesama jenis tanpa adanya ikatan pernikahan menurut agama ataupun negara (Sarwono, 2011). Para remaja umumnya memiliki dorongan seksual yang lebih besar sehingga perasaan sayang dan cinta dapat berubah menjadi nafsu birahi yang mendorong mereka melakukan hubungan seksual sebelum waktunya. Menurut Irawati (2002) remaja melakukan berbagai macam perilaku seks bebas yang terdiri atas tahapan-tahapan tertentu yaitu dimulai dari berpelukan, cium kering (bibir), cium basah (mulut dan lidah), memegang atau meraba bagian sensitif, merangsang dari leher ke bawah (necking), saling menempelkan alat kelamin (petting), seks oral, dan bersenggama (sexual intercourse).
Hasil penelitian menunjukkan perilaku seks sebagian besar dalam kategori ringan (54,4%) dan berat (45,6%). Masih ditemukannya siswa yang pernah mempunyai hubungan dengan seseorang yang special (pacar), sering berpergian kencan dengan pacar dan pernah berpegangan tangan dengan pasangan/pacar (70,2%), dan sebanyak 6 orang siswa yang pernah melakukan hubungan seksual dengan seseorang/pacar tanpa ada ikatan pernikahan.
Dalam penelitian ini, terlihat bahwa perilaku seksual remaja dalam berpacaran sudah pada tahap berpelukan, berciuman bibir/mulut dan lidah yang dianggap wajar dan sebagai ungkapan rasa sayang dengan pacar. Penelitian ini juga menemukan adanya 6 orang informan yang mengaku pernah melakukan
Dalam penelitian ini, terlihat bahwa perilaku seksual remaja dalam berpacaran sudah pada tahap berpelukan, berciuman bibir/mulut dan lidah yang dianggap wajar dan sebagai ungkapan rasa sayang dengan pacar. Penelitian ini juga menemukan adanya 6 orang informan yang mengaku pernah melakukan