• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep dan Ur gensi Pancasila sebaga i Sistem Et ika 1 Konsep Pancasila seb ag ai Sistem Etika

Dalam dokumen BUKU AJAR MATA KULIAH WAJIB UMUM (Halaman 190-200)

a. Pengertian Etika

Pernahkah An da m endengar istilah “ etika” ? Kalaupun Anda pern ah m endengar istilah tersebu t, tah ukah An da apa artinya? Istilah “ etika” berasal dari bahasa Yunani, “Et ho s” yang artinya tem pat tinggal yang b iasa, padang rum p ut, kandang , kebiasaan, adat, watak, perasaan, sikap, dan cara b er pikir. Secara etim o lo gis, etika berarti ilm u t entan g segala sesuatu yang biasa dilakukan at au ilm u tentang adat kebiasaan. Dalam ar ti ini, et ika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang b aik, tat a cara hid up yang baik, baik pada dir i seseorang m aupun m asyarakat. Keb iasaan hidup yang baik in i dianu t d an diwariskan dari satu g en erasi ke generasi yang lain. Dalam a rtian in i, et ika sam a m aknanya dengan m or al. Etika dalam arti yang luas ialah ilm u yang m em bahas tentang kriteria baik dan buru k (Berten s, 19 9 7: 4 - - 6 ). Et ika p ad a um um nya d imen ger ti seb agai pem ikiran filosofis m engenai segala sesuatu yang diangg ap baik atau buru k dalam perilaku m an usia. Keseluru han p er ilaku m anusia den gan norm a dan prin sip- prinsip yang m engatur nya itu ker ap kali disebut m oralitas atau etika (Sast rapratedja, 20 0 2: 8 1).

Etika selalu terkait den gan m asalah nilai sehin gga perb incang an tentang etika, pada um um nya m em bicarakan t en tang m asalah nilai (baik atau buru k). Apakah yang An da ketahui tent ang nilai? Frond izi m enerangkan bahwa nilai m erupakan kualitas yang tid ak real karena n ilai itu tid ak ada untuk dir inya sendir i, nilai m em butuh kan p en gem b an un tuk ber ada (2 00 1:7 ). Misaln ya, nilai kejuju ran m elekat pada sikap dan kep ribadian seseorang. Istilah nilai m engandung penggunaan yan g kom pleks dan bervar iasi. Lacey m enjelaskan bahwa paling tidak ada en am p engertian n ilai dalam peng gunaan secar a um um , yait u seb agai b er iku t:

1 . Sesuatu yang fu ndam en tal yang d icari orang sepan jang hidu pnya. 2 . Suatu kualitas atau tin dakan yang berharga, kebaikan , m akn a at au

1 76

3 . Suatu kualit as atau tind akan sebagian mem bent uk identit as seseo rang sebagai pengevaluasian d iri, pengin terpretasian diri, dan pem bentukan diri.

4 . Suatu kriteria fund am ental bagi seseo rang un tuk m emilih sesuatu yang baik di antara berb ag ai kem ung kinan t indakan.

5 . Suatu stand ar yang fund am ental yang d ipegan g oleh seseo rang ketika bertin gkah laku bagi dirinya dan o rang lain.

6 . Suatu ”objek nilai”, suatu hubung an yang tepat dengan sesuatu yan g sekaligus m em bentu k hidup yang berh ar ga dengan ident itas kepr ibadian seseorang. Objek nilai m encakup karya seni, teor i ilm iah, tekno lo gi, objek yang disucikan, b udaya, tradisi, lem baga, o rang lain, d an alam itu send iri. (Lacey, 1 9 99 : 23 ).

Den gan d em ikian, nilai sebagaim ana pengert ian bu tir kelim a (5 ), yaitu sebagai standar f undam ental yang m en jadi pegangan b agi seseo rang d alam bertin dak, merup akan krit er ia yang penting u ntuk m engu kur karakter seseorang. Nilai sebagai standar fundam ental ini pula yang diterapkan seseorang dalam pergaulannya dengan or an g lain sehin gga perbuatannya dapat dikategorikan etis atau tidak.

Nam un , tahukah Anda bahwa dalam bahasa p er gaulan or ang acap kali m encam pur ad ukkan istilah “etika” dan “etiket” ? Padahal, kedu anya m engandung perbedaan m akna yang hakiki. Et ika berarti mo ral, sedangkan etiket lebih m en gacu p ad a peng er tian sop an sant un, ad at istiadat . Jika d ilihat dari asal usul kat anya, etika berasal dar i kata “et h os”, sed ang kan etiket berasal dari kata “et iqu et t e”. Ked uanya m em ang men gatu r perilaku m an usia secara norm atif . tetapi Etika lebih m engacu ke filsaf at m or al yang m erupakan kajian kritis tentang baik dan bur uk, sed ang kan etiket m engacu kepada cara yang tepat, yang diharapkan, sert a ditentukan d alam suatu kom u nitas tertent u. Cont oh, m encuri term asuk pelang garan m o ral, t idak penting apakah dia m encu ri den gan tangan kanan atau t an gan kiri. Etiket , m isalnya terkait dengan tata car a berper ilaku d alam pergaulan, seperti makan dengan tangan kanan diangg ap lebih so pan atau beretiket (Bertens, 1 99 7: 9 ).

Anda diper silakan unt uk m encerm ati gamb ar berikut dan d im inta un tuk m em bedakan per soalan etika, perso alan et iket, dan kode etik pro fesi.

1 77

Gambar VI.1: Tidak mencontek merupakan salah satu etika dalam melaksanakan ujian sekolah

Sumber: http://yumnaku.blogspot.com/2012/06/mencontek.html

Gambar VI.2: Meminta doa restu orang tua merupakan salah satu etika sebelum berangkat sekolah

1 78

Gambar VI.3: Korupsi merupakan penyakit moral yang kronis yang perlu disembuhkan. (Sumber: http://loperkoran.wordpress.com/)

Anda dipersilakan untuk menelusuri konsep dan pengertian etika, etiket, dan kode etik dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, mendiskusikannya dengan teman sekelompok Anda untuk menganalisis perbedaan di antara ketiganya dan melaporkannya secara tertulis.

b. Aliran- aliran Etika

Ada b eb er ap a aliran etika yang diken al dalam bidan g filsafat , m eliputi etika keutam aan, teleo lo gis, deonto lo gis. Et ika keutam aan atau etika kebajikan adalah t eo ri yan g m emp elajari keutam aan (virt ue), artinya m em pelajari tentang perbu at an m anusia itu baik at au bu ruk. Etika kebajikan in i m engarahkan perhatiannya kepada keber adaan m anusia, leb ih m enekankan pada What sh ould I be?, atau “ saya har us m enjadi or ang yang b agaim ana?”. Beberapa watak yang terkandu ng dalam nilai keutam aan adalah baik hati, ksatr iya, belas kasih, terus terang, bersahabat, m ur ah h at i, ber nalar, percaya diri, penguasaan diri, sadar, suka bekerja ber sam a, ber an i, santun, jujur , teram pil, adil, setia, ugahari (bersahaja), disiplin, m andir i, bijaksana, pedu li, d an toleran (Mudhof ir, 20 09 : 21 6 - - 2 19 ). Orang yang m em elihar a m etabolism e tubu h u ntuk m endapatkan kesehatan yang prim a ju ga dap at dikatakan sebagai ben tuk pengu asaan dir i d an disiplin, sebagaim ana nasih at Hippocrates ber ikut ini.

1 79

“All p a rt s o f t h e b od y w h ich ha ve a fu n ct io n , if u se m od era t io n an d exer cise in la b ou r s in w h ich each is a ccu st o m ed, b eco m e t h ereb y h ea lt h y, w ell - d evelo p ed a nd ag e slo w ly, b u t if u n u sed an d left id le t h ey b eco m e l iab le t o d isease, d efect ive g ro w t h , an d a g e q u ickly” 1

Etika teleo logis adalah t eori yang m enyatakan bahwa hasil dar i tin dakan m o ral m enentukan nilai tind akan atau kebenaran tindakan dan dilawan kan d en gan kewajiban. Seseorang yang m ungkin bern iat sang at baik atau m engikuti asas- asas m o ral yang tert in ggi, akan tetapi hasil tin dakan m oral itu b er bahaya atau jelek, m aka tindakan tersebu t din ilai secar a m o ral sebagai tin dakan yang t idak etis. Et ika teleologis ini m enganggap nilai m oral d ar i su atu tin dakan dinilai berdasarkan pada efektivitas tind akan tersebut dalam m encapai t ujuannya. Etika teleolog is ini ju ga m en gan ggap bahwa di dalam nya kebenaran d an kesalah an suatu t indakan dinilai berd asarkan tujuan akhir yang diin ginkan (Mudhofir , 2 00 9 : 21 4). Aliran - aliran et ika teleolog is, m eliputi eudaem o nism e, hedon ism e, u tilitarianism e.

Etika deonto lo gis adalah teor i etis yang b er sang kutan dengan kewajib an m or al sebagai h al yang benar d an bukannya m em b icarakan tujuan at au akibat. Kewajiban m o ral b er talian d en gan kewajiban yang sehar usnya, keben aran m or al atau kelayakan, kep atu tan . Kewajiban m or al m engandun g kem estian un tuk m elakukan tind akan . Pertim b ang an tentang kewajiban m or al leb ih diutam akan darip ada pert im ban gan tentang nilai m oral. Konsep - konsep nilai m or al (yan g b aik) dapat didefinisikan berdasar kan pada kew ajiban m or al atau kelayakan rasional yang tid ak dapat ditur unkan dalam ar ti tidak dapat dian alisis (Mudho fir, 2 00 9 : 14 1).

Aliran Etika dan Karakteristiknya

Aliran Orientasi Watak nilai Keterangan

Etika Keutamaan

Keutamaan atau kebajikan

Disiplin, kejujuran, belas kasih, murah hati, dan seterusnya

Moralitas yang didasarkan pada agama kebanyakan menganut etika keutamaan.

1 80 Teleologis Konsekuensi atau akibat Kebenaran dan kesalahan didasarkan pada tujuan akhir

Aliran etika yang berorientasi pada konsekuensi atau hasil seperti: Eudaemonisme, Hedonisme, Utilitarianisme. Deontologis Kewajiban atau keharusan Kelayakan, kepatutan, kepantasan

Pandangan etika yang mementingkan kewajiban seperti halnya pemikiran Immanuel Kant yang terkenal dengan sikap imperatif kategoris, perbuatan baik dilakukan tanpa pamrih.

Ketiga mainstream dalam bidang etika sebagaimana diuraikan di atas mewarnai sikap dan perilaku masyarakat dewasa ini.

Anda dipersilakan untuk menelusuri dan menemu kenali (mengidentifikasi) konsep dan pengertian Eudaemonisme, Hedonisme, Utilitarianisme dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda! Kemudian, Anda diminta untuk mendiskusikannya dalam kelompok Anda tentang keunggulan dan kelemahan masing-masing aliran etika tersebut dan melaporkannya secara tertulis.

c. Etika Pancasila

Setelah And a m endapat gam baran tentang p engertian etika dan alir an et ika, m aka selan jutnya perlu d irum uskan pengert ian etika Pan casila, dan aliran yang leb ih sesuai den gan etika Pan casila. Etika Pan casila adalah cabang filsafat yang dijabar kan dar i sila- sila Pan casila untu k m eng atur perilaku keh idupan ber m asyarakat, berbangsa, dan bernegara d i Indonesia. Oleh karena itu, dalam etika Pan casila terkan dung nilai- nilai ketuhanan, kem anusiaan, p er sat uan , kerakyatan, dan keadilan . Kelim a nilai tersebut m em bentuk p er ilaku m anu sia Indonesia d alam sem ua aspek kehidu pan nya. Sila ketuhanan m engandung dim ensi m or al berupa nilai sp iritualitas yang m endekatkan diri m anusia kep ada Sang Pencipta, ketaat an kepada nilai agama yang dianut nya. Sila kem anusiaan m engandung dim ensi hu m an us, artinya m en jad ikan m anusia lebih m anusiawi, yaitu upaya m eningkatkan kualitas kem anu siaan d alam pergaulan antar sesam a. Sila persatuan m engandung dimensi nilai solidarit as, r asa kebersam aan (m it sein), cin ta tanah air. Sila ker akyatan m engandung dim ensi n ilai beru pa sikap m enghargai or ang lain, m au m endengar pendapat o rang lain, t idak m em aksakan kehendak kep ada or ang lain . Sila keadilan m engand ung dim ensi n ilai m au pedu li atas nasib o rang lain, kesediaan mem bantu kesulitan orang lain.

1 81

Etika Pan casila itu leb ih dekat pada pengert ian etika keutam aan atau etika kebajikan, m eskip un corak kedu a m ainst ream yang lain , d eo ntolog is dan teleo lo gis t er m uat pu la di dalam nya. Nam un, etika keut am aan lebih dom in an karena etika Pan casila tercerm in dalam emp at tabiat saleh, yait u kebijaksan aan, kesed er han aan, ket eg uhan, dan keadilan. Kebijaksanaan artinya m elaksanakan suatu tindakan yang didor ong oleh kehendak yang tertu ju p ad a kebaikan serta at as dasar kesatuan akal – rasa – keh en dak yang berup a kepercayaan yang ter tuju pada kenyataan m utlak (Tuh an) d en gan m em elihara nilai- nilai hidu p kem anusiaan dan nilai- nilai hidu p religius. Keseder haaan artinya m em batasi d iri dalam arti tidak m elam paui batas dalam hal kenikm atan. Keteguhan artinya m em batasi dir i dalam ar ti tidak m elam paui batas d alam m en ghindari p en der itaan. Kead ilan artinya m em ber ikan sebagai rasa wajib kepad a diri sen diri dan m anu sia lain, sert a ter hadap Tuhan terkait dengan seg ala sesuatu yan g telah m enjadi h aknya (Mudho fir, 2 00 9 : 3 8 6 ).

Anda dipersilakan untuk menelusuri konsep dan pengertian Pancasila sebagai sistem etika sebagaimana yang terkandung dalam sila 1, 2, 3, 4, dan 5 sehingga penamaan etika Pancasila sebagai Common Denominator dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah-filosofis.

Kemudian mendiskusikan tentang etika Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia dalam kelompok Anda dan melaporkannya secara tertulis.

2 . Urgensi Pancasila seb ag ai Sistem Etika

Pentingnya Pan casila sebagai sistem et ika terkait dengan pr oblem yang dihadapi bangsa Ind onesia sebagai berikut. Per t am a, banyaknya kasus koru psi yang m eland a negara Indo nesia sehingg a dapat m elem ahkan sendi- sendi keh idupan berb an gsa dan bern eg ara. Kedua, m asih terjadinya aksi t er orism e yang m en gat asn am akan agam a sehingg a d ap at m erusak sem angat to ler an si dalam kehid upan ant ar um at beragam a, d an m eluluhlantakkan sem an gat persatuan at au m engancam disintegr asi bangsa. Ket iga, m asih t er jadinya pelan ggaran hak asasi m anusia (HAM) d alam kehidupan b er negar a, seperti: kasus penyer buan Lem baga Pem asyarakatan Cebo ngan Yogyakar ta, pada tahun 2 01 3 yang lalu. Keem pat , kesenjangan ant ar a kelom pok m asyarakat kaya dan m iskin m asih m enandai keh idupan m asyar akat In donesia. Kelim a, ketidakadilan hukum yang m asih m ewarnai p roses peradilan di Indon esia, seperti putusan bebas bersyarat atas peng edar narko ba asal Australia Schapell Co rby. Keenam, banyaknya or ang kaya yang tidak bersedia

1 82

m em bayar pajak dengan benar, sepert i kasus penggelap an pajak o leh perusahaan, kasus panam a pap er s yang m enghin dar i atau m engurang i pem bayaran pajak. Kesem u anya itu m em perlih at kan pen tingnya dan m endesaknya peran d an ked udukan Pan casila sebagai sist em etika karena dapat m enjadi tun tunan atau sebag ai Leading Principle bagi warga negara untu k b er perilaku sesu ai dengan n ilai- nilai Pan casila.

Etika Pan casila dip er lu kan d alam keh idupan berm asyarakat, berb ang sa, d an bernegara sebab berisikan tun tunan nilai- nilai m or al yan g hidup . Nam un , diper lukan kajian kritis- rasion al t er hadap nilai- nilai m or al yang hid up tersebu t agar tidak terjebak ke dalam pandang an yang bersifat m it os. Misalnya , korupsi terjadi lantaran seorang pejabat d iberi hadiah oleh seseor ang yang m em erlukan bantuan atau jasa si pejabat agar ur usan nya lancar. Si pejabat m enerim a hadiah t anp a m emikirkan alasan or ang tersebu t m em berikan hadiah. Dem ikian pula halnya d en gan m asyarakat yang m enerim a sesuatu dalam kon teks politik sehin gga dapat dikategorikan sebagai b en tuk suap, seperti co ntoh berikut:

Gambar VI.4: Salah satu etika dalam berdemokrasi adalah menolak berbagai macam bentuk suap dalam proses pemilihan wakil-wakil rakyat.

Sumber: kompas.com

Anda diharapkan untuk menelusuri dan mendiskusikan dalam kelompok Anda berbagai contoh yang terkait dengan pemberian hadiah yang tulus dan hadiah yang mengandung unsur gratifikasi sehingga Anda dapat membedakan antara suatu pemberian itu dikatakan suap dan hadiah atau pemberian yang tulus atau pemberian tanpa pamrih. Kemudian, buatlah laporan hasil diskusi tersebut secara tertulis.

1 83

Menanya Al asan Diper lukannya Pancasila sebagai Sist em Et ika Anda perlu meng et ah ui bahwa Pan casila sebagai sistem etika tidaklah m uncul begitu saja. Pancasila sebagai sistem etika diperlukan dalam kehidup an p olitik untu k m eng atu r sistem p enyelen ggaraan negara. And a dapat bayang kan apabila dalam penyelengg ar aan kehidup an bernegara tid ak ada sistem etika yang m enjad i guidance atau tu ntunan bag i p ar a penyelenggara n eg ar a, niscaya negara akan hancur. Beberapa alasan m engapa Pan casila sebagai sistem etika itu diperlukan dalam penyelenggaraan keh idupan bern eg ar a d i Indonesia, m eliputi h al- hal sebagai berikut :

Pert am a, dekadensi m or al yang m elanda kehidu pan masyar akat, terut am a generasi mu da sehing ga m em bahayakan kelang sungan h idup bernegara. Generasi m uda yang tid ak m endapat pendid ikan karakter yang m em adai dihadapkan pada plu ralitas nilai yang m elan da Ind onesia sebagai akibat globalisasi sehingga m ereka keh ilangan arah. Dekad en si m oral itu terjadi ketika pengaru h globalisasi tid ak sejalan dengan n ilai- nilai Pan casila, tetapi justr u nilai- nilai dari luar berlaku do m inan . Con toh - contoh dekadensi m oral, antara lain: penyalahgun aan narkoba, kebebasan tanpa batas, r endahnya rasa hor m at kepad a or ang t ua, m en ipisnya rasa kejujur an, tawuran di kalan gan para pelajar. Kesem uanya itu m enun jukkan lem ahnya tatanan nilai mo ral dalam kehidup an bangsa In donesia. Oleh kar en a itu , Pan casila sebagai sistem etika d iperlukan kehadir an nya sejak dini, terut am a d alam bentu k p en didikan karakter di sekolah- seko lah.

Kedua, korupsi akan bersim ahar ajalela karena para penyeleng gar a negara tidak m em iliki r am bu - ram bu no rm atif dalam m enjalankan tug asnya. Para penyelenggara negara tidak dapat m em bedakan batasan yang boleh dan tidak, pantas dan tidak, b aik dan bur uk (good and bad). Pancasila sebagai sistem etika terkait den gan pemaham an atas kriteria baik (good) dan bur uk (bad). Arch ie Bahm d alam Axiology of Science, m enjelaskan bahwa baik dan bur uk m eru pakan dua hal yang t er pisah. Nam un, baik dan buruk itu eksis dalam kehidu pan m anusia, m aksudnya godaan untuk m elakukan perb uat an bur uk selalu m uncul. Ketika seseo rang m enjadi pejabat dan m emp unyai peluang untu k m elakukan tin dakan buruk (koru psi), m aka hal tersebu t dapat terjadi pada siap a saja. Oleh kar en a itu , sim pulan Ar chie Bahm , ” Maksim alkan kebaikan , m in im alkan kebu rukan” (Bahm , 1 9 98 : 58 ).

1 84

Ket iga, kurangnya rasa perlu berkon tr ibusi dalam pem bangunan m elalui pem bayaran p ajak. Hal tersebut t er lihat dari kepatuh an pajak yang m asih rendah, padahal p er an an pajak dari tahun ke tahun sem akin m eningkat d alam m em biayai APBN. Pan casila sebagai sistem etika akan dap at m engarahkan wajib pajak untuk secara sadar m em en uhi kewajiban p er pajakannya dengan baik. Dengan kesadar an pajak yang tinggi m aka pr ogram p em bang unan yang tertu ang dalam APBN akan dapat d ijalankan dengan sum ber penerim aan dari sekt or perpajakan. Berikut ini diperlih atkan g am bar tentang iklan layanan m asyarakat ten tan g pend idikan yang dibiayai den gan pajak.

Gambar VI.5: Pajak yang telah dibayar oleh masyarakat salah satunya digunakan untuk membiayai pendidikan di Indonesia, membangun gedung sekolah, mendanai Bantuan

Operasional Sekolah, maupun untuk membeli buku-buku pelajaran agar jutaan anak Indonesia dapat terus bersekolah. (Sumber: www.pajeglempung.com)

Keem pat , pelan ggaran hak- hak asasi m anusia (HAM) dalam kehidupan bernegara di Indonesia ditandai dengan m elem ahnya p en ghargaan seseor ang terhadap hak pihak lain. Kasu s- kasus pelan ggaran HAM yan g dilapor kan di berbagai m edia, seperti p en gan iayaan terhadap pem bantu r um ah tangga (PRT), penelantaran an ak- anak yatim oleh pih ak- pih ak yang seh ar usnya m elindungi, kekerasan dalam rum ah tangga (KDRT), d an lain- lain. Kesem uanya itu m enunjukkan bahwa kesad aran m asyarakat terhadap nilai-

1 85

nilai Pan casila sebagai sistem etika belum berjalan m aksim al. Oleh kar en a itu , di sam ping diper lu kan sosialisasi sistem etika Pan casila, dip er lukan pula penjabaran sistem etika ke dalam peratur an peru ndang- und ang an tent an g HAM (Lihat Un dang- Undang No. 3 9 Tahun 19 99 t entang HAM).

Kelim a, ker usakan lin gkun gan yang berdam pak terhadap berbagai asp ek keh idupan m anusia, seperti kesehatan , kelancaran pen er ban gan, n asib generasi yan g akan datan g, global w arm ing, perubahan cuaca, d an lain sebagainya. Kasu s- kasus tersebut m en unjukkan bah wa kesadaran t erhadap nilai- nilai Pan casila sebagai sistem etika b elum m endapat temp at yang tepat di hat i m asyarakat. Masyarakat Indo nesia dewasa ini cenderun g m em utuskan tind akan berdasarkan sikap em osio nal, m au m enang sendir i, keuntun gan

Dalam dokumen BUKU AJAR MATA KULIAH WAJIB UMUM (Halaman 190-200)