• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.5. Konsep Partisipasi Masyarakat

Menurut Bryants dan White Colorodow (dalam Friedman, 2002) menyatakan bahwa di negara-negara dunia ketiga (termasuk Indonesia) partisipasi masyarakat dalam pembangunan sangat diperlukan, sehingga masyarakat itu sendiri dapat mempengaruhi atau menentukan masa depannya, maka masyarakat harus dianggap sebagai potensi pembangunan yang harus dibina, dipupuk dan ditingkatkan pengetahuan dan kemampuannya sehingga mau, mampu dan sadar dalam kedudukannya sebagai pelaku atau subjek pembangunan.

Dalam hubungan dengan hal tersebut Friedman juga menyatakan bahwa dengan keterlibatan masyarakat/partisipasi masyarakat di dalam proses pembangunan juga mengandung makna pemberdayaan masyarakat dan sangat erat kaitannya dengan pemantapan pembudayaan dan pengalaman demokrasi, atau “the empowerment approach, which is fundamental to an alternative development, please the emphasis an auotonomy in the decision making of territorially organized communities, local self-reliance (but not antrachy), direct (participatory) democracy and experi-mental

social learning”. (Friedman, 2002)

Dari perumusan ini dapat dikemukakan bahwa partisipasi sosial adalah: 1. Partisipasi seseorang ini dalam suatu kelompok sosial.

2. Kadang kala terbatas pada partisipasi di dalam organisasi secara sukarela khususnya dalam pelaksanaan program atau kegiatan atau proyek masyarakat diluar profesi seseorang atau pekerjaan tertentu.

Menurut Marbun (2003) partisipasi adalah tingkat rasa keterlibatan dan keikatan seseorang berkat sumbangan pikiran dan usulnya sehingga mereka bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri dan ikut berusaha mencapai sasaran suatu tujuan organisasi.

Simatupang (2001) mengemukakan pendekatan mengenai partisipasi sebagai berikut: Partisipasi berarti apa yang dilakukan adalah bagian dari usaha bersama yang dijalankan bahu membahu dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk membangun masa depan bersama. Partisipasi berarti juga sebagai kerja untuk mencapai tujuan bersama di antara semua warga negara yang mempunyai latar belakang kepercayaan yang beraneka ragam dalam negara pancasila atas dasar hak dan kewajiban yang sama untuk memberikan sumbangan demi terbinanya dan terwujudnya masa depan yang baru. Partisipasi tidak hanya mengambil bagian dalam pelaksanaan rencana-rencana pembangunan tetapi juga berarti memberikan sumbangan pengertian kita mengenai pembangunan itu, nilai-nilai kemanusiaan dan cita-cita mengenai keadilan sosial tetap di junjung tinggi. Partisipasi dalam pembangunan berarti mendukung kearah pembangunan yang serasi dan martabat, keadilan sosial dan memelihara alam sebagai lingkungan manusia untuk generasi-generasi yang akan datang.

Bahkan partisipasi merupakan hak dan kewajiban seorang warga negara untuk memberikan kontribusinya kepada pencapaian tujuan kelompok. Sehingga masyarakat diberi kesempatan untuk ikut serta dalam pembangunan dengan mengembangkan inisiatif dan kreatifitas.

Sumbangkan inisiatif dan kreatifitas dapat disampaikan dalam rapat kelompok masyarakat atau pertemuan-pertemuan baik yang bersifat formal maupun informal.

Dalam kelompok pertemuan-pertemuan itu akan saling memberikan informasi antara pemerintah dengan masyarakat. Jadi dalam partisipasi terdapat komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat dan sesama anggota masyarakat.

Dengan demikian dapat disimpulkan yang dimaksud masyarakat adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan tinggal disuatu tempat tertentu yang menghasilan teknologi kemampuan untuk memanfaatkan lingkungannya sebagai sumber penghidupan bersama menurut aturan tertentu.

Menurut Imron (2005) bahwa: “Partisipasi adalah suatu term yang menunjukkan kepada adanya keikutsertaan secara nyata dalam suatu kegiatan”. Menurut Muhajir (dalam Imron, 2005) mengatakan menggolongkan partisipasi masyarakat ke dalam tipologinya ialah partisipasi kuantitatif dan kualitatif, partisipasi kuantitatif menunjukkan kepada frekuensi keikutsertaan terhadap implementasi kebijaksanaan sementara partisipasi kualitatif menunjukkan kepada tingkat dan derajat. Menurut Koentjoroningrat (dalam Imron, 2005) menggolongkan partisipasi masyarakat berdasarkan posisi individu dalam kelompoknya. Pertama, partisipasi

masyarakat dalam aktivitas bersama dalam proyek khusus; kedua, partisipasi anggota masyarakat sebagai individu adalam aktivitas bersama pembangunan.

2. 6. Studi Empiris Penelitian Terdahulu

Adapun penelitian terdahulu yang berhubungan dengan analisis pembiayaan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di kecamatan Stabat antara lain :

Arnodt (2001), dengan menggunakan alat analisis mixed complementary problem (MCP), kesimpulan perlunya studi tentang kredit, teknologi penyimpanan dan informasi akses pasar, diperlukan juga karakter pelaku dalam mempengaruhi penyimpanan dan alur pemasaran.

Akmal (2006), dengan menggunakan alat analisis uji beda dua rata-rata, analisis sensifitas, keberlangsungan dana dan analisis efektifitas program, dengan kesimpulan dampak bantuan ekonomi produktif positif terhadap peningkatan pendatan masyarakat, tingkat keberlangsungan dana yang rendah dan efektivitas program yang sangat tinggi.

Chowdhury (2004), dengan menggunakan alat analisis pendekatan hasil sebagai tolak ukur keberhasilan. Dengan kesimpulan microfinance membantu langsung pada masyarakat miskin dengan sasaran pada kebutuhan dalam mencapai hasil yang lebih baik dan mencapai outcomes yang lebih baik pula.

Khander (2003), dengan menggunakan alat analisis data panel dengan model

fixed effect, kesimpulan microfinance programs membantu meningkatkan konsumsi

per kapita, terutama pada bukan makanan, seperti asset rumah tangga bukan tanah. Quach (2004), dengan menggunakan alat analisis binari probit. Kesimpulan dalam jangka panjang penyediaan kredit pedesaan berdampak positif signifikan terhadap kesehatan rumah tangga, pengeluaran per kapita, pengeluaran makanan per kapita, pengeluaran non makanan per kapita dan status kemiskinan rumah tangga pada tingkat kepercayaan 99%.

Ardiawan (2007), dengan menggunakan alat analisis uji beda dua rata-rata pendapatan masyarakat sebelum dan setelah adanya dana bergulir P2KP. Kesimpulan bahwa bantuan dana bergulir Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) membawa dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat modal usaha kios sembako di Kecamatan Abeli Kota Kendari.

2. 7. Kerangka Berpikir

Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat dalam program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri Pedesaan yaitu bantuan infrastruktur (terdiri atas bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan air bersih dan bantuan sanitasi), bantuan ekonomi bergulir (kredit), dan bantuan beasiswa perorangan.

Berdasarkan dari pandangan tersebut maka dapat dibuat kerangka berpikir tentang analisis partisipasi masyarakat dalam program nasionalpemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan di kecamatan Stabat sebagai berikut:

Bantuan Infrastruktur Bantuan Ekonomi Bergulir

(X2)

Bantuan Beasiswa Perorangan (X3)

Kesejahteraan Masyarakat (Y)

Gambar 2.1 : Kerangka Berpikir Analisis Pengaruh Pembiayaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Kecamatan Stabat

2.8. Hipotesis

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditetapkan hipotesis sebagai berikut:

1. Pembiayaan infrastruktur dari program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

2. Pembiayaan bantuan ekonomi bergulir dari program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

3. Pembiayaan bantuan beasiswa perorangan dari program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BAB III

METODE PENELITIAN 3. 1. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah menganalisis pembiayaan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan terhadap peningkatan kesejahteraanmasyarakatdi kecamatan Stabat.

Dokumen terkait