BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
B. Konsep Pendekatan Makro
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi dengan menentukan kriteria-kriteria yang diperlukan antara lain :
a. Sesuai dengan Rencana Induk Kota (RIK)
b. Pencapaian, terjangkau oleh sarana dan prasarana kota Kendari c. Tersedia sistem fasilitas utilitas kota Kendari
d. Dekat dengan aktivitas kota yang mendukung keberadaan gedung bioskop mini tetapi tidak mengganggu daerah pemukiman penduduk. e. Luas areal cukup, mencakup luas areal yang diperlukan.
Berdasarkan kriteria di tersebut atas, kriteria yang paling dominan dan memiliki nilai tertinggi adalah sesuai dengan RIK, seperti yang tergambar dalam peta rencana pemanfaatan lahan dan kawasan Kelurahan Wowawanggu Kecamatan Kadia. Lokasi gedung bioskop mini berada di kota Kendari yang dimana nantinya keberadaan gedung bioskop mini ini dapat menjadi orientasi utama dalam memberikan pelayanan dan mempermudah akses bagi pengunjung yang datang.
Dalam pemilihan lokasi dapat dipilih satu tempat yang sangat strategis di Kota Kendari untuk dibangun gedung bioskop mini yang dapat dikembangkan berdasarkan fungsi dan kegunaannya, dimana lokasi terletak di Kota Kendari jalan M. T. Haryono Kelurahan wowawanggu Kecamatan Kadia. Lokasi tersebut letaknya sangat strategis selain mudah dijangkau juga memiliki daya tarik dan nilai komersial yang dapat memberikan keuntungan bagi gedung bioskop mini itu sendiri. Lokasi berada di dalam pusat kota yang merupakan komponen utama dalam perancangan gedung bioskop mini serta dalam pengembangannya berdasarkan rencana tata guna bangunan Pemerintah Kota Kendari.
2. Pemilihan Site
Untuk memperoleh site yang tepat bagi perencanaan gedung bioskop mini di kota Kendari berdasarkan pada :
a. Dasar Pertimbangan
1) Luasan lahan yang cukup 2) Kondisi daya dukung tanah
3) Status tanah
4) Rencana umum tata ruang kota Kendari 5) Letak site yang strategis
6) Kondisi fisik site
7) Fasilitas dan jaringan utilitas b. Kriteria Penentu
1) Tersedianya lahan yang cukup dan mampu menampung kegiatan dalam ruang gedung bioskop mini.
2) Berada pada zona peruntukan lahan yang sesuai dengan RUTRK Kota Kendari yaitu gedung bioskop mini.
3) Site dekat sarana hiburan lainnya dan sarana pendukung lainnya. 4) Relatif mudah dicapai dari fasilitas yang mendukung fungsi dan
kegiatan pariwisata, pedagang dan jasa.
5) Faktor lingkungan tapak yang mendukung penampilan bangunan. 6) Kondisi lingkungan dengan tingkat kenyamanan yang memadai. 7) Tersedia fasilitas atau jaringan utilitas kota Kendari
Gambar 4.1. Site Lokasi
Sumber : Sketsa Pribadi
3. Kriteria Tapak
Tapak terpilih yaitu :
a. Sebelah Utara berhadapan dengan kantor simpatik dan ruko b. Sebelah Selatan berbatasan dengan perumahan penduduk. c. Sebelah Timur berbatasan dengan ruko dan Lippo Plaza. d. Sebelah Barat berbatasan dengan PT. GPP dan ruko.
4. Faktor-faktor Penunjang Tapak
Adapun faktor-faktor penunjang tapak harus sesuai dengan ketentuan, kondisi dan unsur-unsur yang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah :
a. Orientasi Matahari
Mengingat tapak menghadap ke arah Selatan maka membutuhkan banyak bukaan pada bangunan.
Gambar 4.2. Orientasi Iklim
Sumber : Sketsa Pribadi
b. View
Lokasi site yang terpilih menunjang view yang baik terhadap penampilan bangunan yang direncanakan. Hal ini disebabkan posisi bangunan pada tapak menghadap ke arah jalan utama.
Gambar 4.3. View Tapak
Sumber : Sketsa Pribadi
U
View dari jalan M. T. Haryono dan Kantor Simpatik View dari arah samping
kiri yaitu Ruko PT. GPP
View dari arah samping kanan yaitu Ruko View dari pemukiman
penduduk
c. Kebisingan atau Noise
Zona bising pada tapak perencanaan berhubungan langsung dengan jalan raya yang merupakan sumber utama kebisingan. Zona ini digunakan sebagai area parkir dengan penempatan massa bangunan yang berada agak tengah pada tapak demi mengantisipasi kebisingan yang berlebihan. Untuk reduksi kebisingan yang berasal dari jalur lalu lintas kendaraan pada sisi barat maka digunakan barrier berupa pagar dan pohon. Penempatan massa bangunan tidak terlalu dekat dengan jalan dan meminimalisasi bukaan pada bangunan yang menghadap ke jalan juga bisa mengatasi kebisingan yang lebih terutama pada fasilitas gedung.
Gambar 4.4. Noise Tapak
Sumber :Sketsa Pribadi
5. Konsep Sistem Sirkulasi
Adapun faktor yang mempengaruhi dalam penataan sistem sirkulasi pada site adalah :
a. Penampilan bangunan di sekitar site
b. Kemudahan dan kenyamanan pencapaian site khususnya pejalan kaki c. Aktivitas pelaku kegiatan
d. Perletakan jalur masuk, parkir dan jalan keluar e. Pengaturan jalur yang menghindari crossing
Skema 4.1. Sirkulasi Ruang 6. Konsep Tata Lingkungan dan Analisa Tapak
Berdasarkan pada studi literatur maka untuk mendapatkan penataan gedung bioskop mini, yang sesuai dengan tata lingkungan dan analisa tapak harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
a. Mudah dilihat dari segala arah sebagai bangunan komersial
SERVICE ENTRANCE
PARKIRKHUSUS
GEDUNG BIOSKOP MINI SIDE ENTRANSE
PARKIR UMUM
MAINENTRANCE
(KENDARAAN)
(PEJALAN KAKI)
b. Tidak berdekatan dengan sarana-sarana pendidikan, peribadatan, perkantoran dan kesehatan, untuk menghindari kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas hiburan.
c. Adanya space penerima ke arah bangunan d. Berada pada lingkungan perdagangan dan jasa
7. Konsep Penampilan Bangunan
a. Bentuk Dasar
Pemilihan bentuk dasar atas pertimbangan : 1) Aktivitas / kegiatan
2) Pemanfaatan ruang yang seefektif mungkin 3) Sirkulasi/pencapaian yang efektif dan efisien
Adapun pola dasar bentuk ruang, sebagai berikut : 1) Bentuk ruang terkesan lembut 2) Penggunaan bentuk tidak fleksibel 3) Terdapat ruang yang terbuang
Bentuk ruang terkesan kuat dan stabil 1) Efektivitas ruang yang sangat optimal 2) Fleksibilitas pengembangan bentuk 3) Sesuai dengan arah pergerakan
Bentuk ruang terkesan dinamis dan ekspresif
1) Menerima pengaruh psikologis yang kuat
2) Banyak ruang yang terbuang b. Penampilan Bangunan
Penampilan bangunan harus dapat mencerminkan fungsi sebagai bangunan komersial dengan ciri tertentu.
1) Karakter bangunan sebagai bangunan pelayanan umum yang berkesan mengundang.
2) Kejelasan orientasi pencapaian 3) Keserasian dengan lingkungan tapak
4) Adanya unsur estetika : kesinambungan, skala dan proporsi
C. Konsep Pendekatan Mikro