BAB III CARA PENELITIAN
B. Tema dan Konsep
Konsep pembuatan karya foto prewedding di Capture Multimedia Production dilakukan pada luar ruangan (outdor) dan di dalam ruangan (indorr), pemotretan dilakukansetelah konsultasi dengan pelanggan untuk penggunaan tema, tempat, kostum, dan make up yang akan digunakan.
Capture menggunakan beberapa tema atau tema pada pembuatan foto
prewedding, dengan perincian sebagai berikut :
a. Fotografi Prewedding dengan Tema Natural
Natural dalam kamus besar bahasa indonesia yaitu sesuatu yang bersifat alami atau asli bukan buatan. Fotografi natural adalah fotografi mengambil objek yang alami, dalam hal ini tempat pemotretan seperti hutan, pengunungan, sungai, dan laut sangat menunjang terciptanya foto natural.
Fotografi prewedding tema natural yaitu pemotretan pasangan menggunakan tempat pemotretan di alam, walaupun dalam proses pembuatannya dilakukan pengaturan posisi, tema, kostum dan make up yang dipakai namun foto yang dihasilkan tampak alami atau natural
Sebagai kajian foto prewedding tema natural pada penelitian ini peneliti menggunakan contoh foto seperti berikut :
Gambar 1. Contoh foto prewedding natural (Sumber : Prewedding Blombok.blogspot.com)
Gambar 2. Contoh foto prewedding natural (Sumber : busanamuslimodis.com)
Dari foto diatas persawahan sebagai pengankat tema natural, pengambilan foto manusia dibuat senatural mungkin guna mendapatkan foto prewedding yang benar-benar terlihat natural.
Peneliti menggunakan foto dari pasangan Riska dan radit sebagai kajian penelitian foto prewedding tema natural
Gambar 3. Foto rewedding natural (Sumber : Capture Multimedia Production)
Pemotretan foto tersebut dilakukan di pertemuan Sungai Progo dan Elo Megelang, pada pemotretan foto ini menggunakan peralatan seperti berikut ini:
1. Kamera 2. Lensa 3. Flash 4. Triger 5. Tripod 6. Lightstand
Pengaturan pemotretan menggunakan kamera adalah manual, dengan rincian sebagai berikut :
a. F-Stop F/2.8
b. Ekposure Time 1/125
c. ISO speed 100
Untuk mendapatkan kesan natural, pengambilan foto dilakukan pada sore hari pukul 15.00, menggunakan dua buah flas yang masing-masing ditempatkan pada samping kanan untuk menyorot wajah pria dan dikiri tenda untuk menyorot wajah wanita. Posisi objek membelakangi matahari guna mendapatkan cahaya kuning sore hari.
b. Fotografi prewedding dengan tema monokrom
Monokrom berarti satu warna, atau lebih diartikan warna hitam putih, dalam fotografi pembuatan foto monokrom memberikan efek yang lebih dramatis dan klasik. Berikut ini contoh gambar prewedding menggunaan efek monokrom
Gambar 4. Contoh foto prewedding monokrom (Sumber : ekasusila-photography.com)
Gambar 5. Contoh foto prewedding monokrom (Sumber: quinna.com)
Peneliti menggunakan foto prewedding Ima dan Aswin sebagai kajian dari foto prewedding tema monokrom.
Gambar 7. Foto prewedding monokrom karya Capture (Sumber : Capture Multimedia Production)
Lokasi pengambilan foto berada di Hutan Pinus Manguan, pada pemotretan foto ini menggunakan peralatan seperti berikut ini :
1. Kamera 2. Lensa 3. Flash 4. Triger 5. Tripod 6. Lightstand
Pengaturan pemotretan menggunakan kamera adalah manual, dengan rincian sebagai berikut :
a. F-Stop F/2.8
b. Ekposure Time 1/125
c. ISO speed 1600
Untuk mendapatkan kesan monokrom foto dilakukan pada pukul 18.3, menggunakan satu buah flas yang ditempatkan dibelakang objek untuk mendapatkan efek siluet.
c. Fotografi prewedding dengan tema vintage atau klasik
Klasik dalam kamus besar Bahasa Indonesia berarti bersifatsederhana, serasi, dan tidak berlebihan, atau dalam arti lain yaitu termasyhur karena bersejarah. Fotografi tema vintage atau klasik adalah fotografi yang mengangkat tema masa lampau, dengan menggunakan lokasi dan aksesoris pendukung yang mampu mengangkat tema ini maka pembuatan foto dengan kesan klasik dapat dibuat.
Berikut ini contoh foto prewedding dengan tema vintage atau klasik
Gambar 8. Contoh foto prewedding klasik (Sumber: alexander.com)
Gambar 9. Contoh foto prewedding klasik (Sumber : pesonahijabcantik.com)
Peneliti menggunakan foto milik Listi dan Agus sebagai kajian penelitian tentang foto prewedding tema vintage atau klasik.
Gambar 10. Foto prewedding klasik atau vintage karya capture (Sumber : Capture Multimedia Production)
Lokasi pengambilan foto ini berada di Kota Tua Semarang, pada pemotretan foto ini menggunakan peralatan seperti berikut ini :
1. Kamera 2. Lensa 3. Flash 4. Triger 5. Tripod 6. Lightstand
Pengaturan pemotretan menggunakan kamera adalah manual, dengan rincian sebagai berikut :
a. F-Stop F/6.3
b. Ekposure Time 1/60 c. ISO speed 640
Pembuatan foto dilakukan pada pukul 17.30, menggunakan dua buah flas yang masing-masing ditempatkan didepan sepeda untuk menyorot wajah objek dan dikiri objek menghadap kebawah untuk menghilangkan shadows pada objek wanita.
d. Fotografi prewedding dengan tema urban
Urban dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu berkenaan dengan kota; bersifat kekotaan; atau orang yang berpindah dari desa ke kota. Fotografi dengan tema Urban biasanya pengambilan lokasi foto dilakukan di tempat-tempat keramaian seperti pasar, terminal, stasiun, bahkan didalam bus, atau biasa disebut public area. Berikut ini contoh foto prewedding dengan tema urban :
Gambar 11. Contoh foto prewedding urban (Sumber : ramandhikafotografi.com)
Gambar 12. Contoh foto prewedding urban (Sumber : quinna.com\)
Peneliti menggunakan foto milik Trias dan Fuad sebagai kajian penelitian tentang fotografi prewedding dengan tema urban
Gambar 13. Foto prewedding urban karya Capture (Sumber : Capture Multimedia Production)
Lokasi pengambilan foto ini berada di Kuala Lumpur Malaysia, pada pemotretan foto ini menggunakan peralatan seperti berikut ini :
1. Kamera 2. Lensa 3. Tripod
Pengaturan pemotretan menggunakan kamera adalah manual, dengan rincian sebagai berikut :
a. F-Stop F/5.6 b. Ekposure Time 1/400 c. ISO speed 200
Pada pembuatan foto ini dilakukan pada pukul 10.6, dengan kondisi siang hari serta cerah pembuatan foto tanpa menggunakan flas, kamera dihadapkan lebih keatas guna meminimalisir kebocoran objek lain.
e. Fotografi prewedding dengan tema glamour
Glamour dalam Kamus Basar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang serba
gemerlapan, sedangkan dalam fotografi glamour lebih seperti foto fashion. Fashionatau fesyen adalahtema atau kebiasaan berpakaian yang mengacu pada trend terahir dalamdunia mode yang digemari. Berikut ini contoh foto prewedding dengan tema glamour :
Gambar 14. Contoh foto prewedding glamour (Sumber : Donjuan.com)
Gambar 15. Contoh foto prewedding glamour (Sumber : Donjuan.com)
Peneliti menggunakan foto milik Deasy dan Arya sebagai kajian penelitian tentang fotografi prewedding glamour
Gambar 16. foto prewedding glamour karya Capture (Sumber : Capture Multimedia Production) pada pemotretan foto ini menggunakan peralatan seperti berikut ini :
1. Kamera 2. Lensa 3. Flash 4. Triger 5. Tripod 6. Lightstand
Pengaturan pemotretan menggunakan kamera adalah manual, dengan rincian sebagai berikut :
a. F-Stop F/11 b. Ekposure Time 1/200 c. ISO speed 400
Pembuatan foto dilakukan distudio Capture pada pukul 17.30, menggunakan dua buah flas yang masing-masing ditempatkan dikanan dan kiri objek untuk menyorot wajah objek.
f. Fotografi prewedding dengan tema eksperimen
Eksperimen dalam kamus besar bahasa indonesia adalah percobaan yang bersistem dan berencana, dalam dunia fotografi dilakukan beberapa eksperimen dalam tema foto, Capture membuat foto ini dengan mengkreasiakan trend foto prewedding saat ini. Berikut ini contok foto prewedding tema eksperimen :
Gambar 17. Contoh foto prewedding eksperimen (Sumber : Protetofotografi.com)
Gambar 18. Contoh foto prewedding eksperimen (Sumber : Protetofotografi.com)
Peneliti menggunakan foto milik Ima dan Aswin sebagai kajian dari penelitian fotografi prewedding tema eksperimen
Gambar 19. Foto prewedding eksperimen karya Capture (Sumber : Capture Multimedia Production)
Lokasi pengambilan foto di Hutan Pinus Mangunan, pemotretan dilakukan pada pukul 15.29, pada pemotretan foto ini menggunakan peralatan seperti berikut ini : 1. Kamera 2. Lensa 3. Flash 4. Triger 5. Tripod 6. Lightstand
Pengaturan pemotretan menggunakan kamera adalah manual, dengan rincian sebagai berikut :
a. F-Stop F/2
b. Ekposure Time 1/100 c. ISO speed 400
Pembuatan foto dilakukan pada pukul 17.30, menggunakan dua buah flas yang masing-masing ditempatkan dikanan dan kiri objek untuk menyorot wajah objek.
2. Bahan dan Alat a. Bahan
Bahan pemotretan adalah bahan untuk mendukung objek seperti background,kostum, make up, aksesoris, dan lain lain, sedangkan bahan
hasil seperti CD, foto cetak, dan album foto. b. Alat
1. Kamera
Kamera yang digunakan sangat berfariasi namun sebagaian besar menggunakan kamera merk Canon, seperti Canon 60D, Canon 550D, dan Canon 600D.
2. Lensa
Penggunaan lensa di Capture sangat bervariasi tergantung menurut kebutuhan, semisal dalam pengambilan foto dengan background alam ataupun gedung, rata-rata Capture menggunakan lensa wide.
3. Peralatan Pendukung Pemotretan
Peralatan pendukung pemotretan di Capture terdapat Flash Youngnuo, Nissin, Laigtstain, Umbrella, dan Reflektor
4. Komputer
Komputer yang digunakan adalah komputer rakitan dengan spesifikasi sebagai berikut :
a. Prosesor : AMD Athlon(xm) IIX2 250 Procesor 3.00 GHz
b. RAM : 8 GB
c. System : 64-bit
d. Matherboard : Biostar A880 Gz
e. VGA : AMD Readon HD 7700
Series
f. Monitor : LCD Philips 19 Inc g. Hardisk : 2 Tera
h. Pure Power : 400 Wacth 5. Perangkat lunak
Peranggakat lunak atau software yang digunakan untuk pengeditan foto prewedding adalah Photoshop CS 3, Photoshop CS 6,dan Photoshop ACC.
C. Langkah-Langkah Perwujudan
Untuk hasil photo prewedding yang akan diberikan pada konsumen lebih menarik, Capture Multimedia Production melakukan pengeditan menggunakan aplikasi adobe photoshop, bermacam teknik digunakan untuk mendapatkan komposisi foto yang sesuai ataupun menghilangkan cacat pada hasil karya pemotretan, maka dari itu Capture melakukan beberapa perbaikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yaitu sebagai berikut:
a. Pengaturan posisi dan croping
Terkadang dalam pemotretan masih banyak terjadi kesalahan yang menjadikankomposisi dan angle pada foto menjadi kurang menarik, sehingga dilakukan perubahan posisi ataupun pemotongan atau croping untuk mendapatkan angle yang diharapkan.
Pemotongan foto yang dilakukan Capture menggunakan photoshop lebih sering menggunakan menu transfrom atau pada keyboard dengan shortcut ctrl+t dimana sisi tepi foto terdapat garis untuk mempermudah penyesuaian ukuran agar mendapatkan komposisi yang lebih bagus setelah di crop.
Proses tersebut digunakan hampir pada semua foto yang dicropig oleh Capture, selain lebih mudah pemakaianya penempatan komposisi foto juga lebih
pas tanpa mengubah ukuran foto. Photoshop juga menyedian berbagai tool untuk melakukan perubahan posisi ataupun croping, berikut contoh nama tools dan fungsinya :
1. Crop Tools
Crop Tools atau shortcut (C), digunakan untuk memotong gambar
ataupun foto. Pemotongan dengan alat ini dilakukan secara permanen mengubah bentuk dimensi lebar dan tinggi foto. Pemotongan dilakukan dengan menentukan area potong berbentuk kotak dari sebuah foto.
2. Move Tools
Move tools atau shortcut (V), digunakan untuk memindahkan posisi layer dalam satu foto atau memindahkan sebuah foto atau layer dalam sebuah foto ke foto yang lain / foto yang berbeda.
3. Rectangular Marquee Tools
Rectangular marquee tools atau shortcut (M), digunakan untuk menyeleksi objek yang berbentuk kotak. Klik kanan disaping bawah alat ini maka akan muncul alat lain dari kelompok marquee tool seperti eliptical marquee tools yang berfungsi membuat seleksi objek berbentuk lingkaran atau elips. Single row marquee tools untuk membuat seleksi bidang garis mendatar dan single column marquee tools untuk membuat seleksi bidang garis tegak atau vertikal..
4. Lasso Tools
Lasso Tools atau shortcut (L), digunakan untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas, alat ini akan membentuk seleksi sesuai dengan gerakan mouse, penggunaan alat ini sangat bergantung dengan gerakan mouse sehingga cukup sulit mengendalikan dan mencapai hasil yang maksimal, sehingga tools eraser berguna untuk memperbaiki hasil pemotongan dan pemindahan tools tersebut. 5. Eraser Tools
Eraser Tools atau shortcut (E), digunakan untuk menghapus foto atau
gambar dalam sebuah layer. 6. Spot Headling Brush Tools
Spot headling brush tools atau shortcut (J), digunakan untuk menutup warna noda dengan mengambil sempel warna lain.
b. Pengaturan pencahayaan dan warna
Pencahayaan juga termasuk dalam dalam komposisi fotografi, sehingga photoshop sangat membantu apabila terjadi overexposure atau underexoposure
photoshop,Gambar yang kekurangan cahaya tentu kurang menarik untuk dilihat
oleh mata, namun jika kelebihan cahaya gambar maupun foto akan nampak kurang bagus.
Foto yang kekurangan cahaya akan terlihat gelap, sedangkan objek yang terkena langsung dengan sumber cahaya akan terlihat terang. Gelap terang dalam sebuah gambar tersebut disebut brightness. Sedangkan jarak tingkat kesamaan dari titik terang ke titik gelap disebut contrast.
Brightness, dan contrast merupakan bagian dari tonal sehingga dalam pengeditan yang berhubungan dengan brightness, dan contrass disebut dengan tonal.Tonal merupakan karakter dari suatu gambar yang berhubungan dengan tingkat pencahayaan, gelap terang dan tingkat kontras pada sebuah gambar. Adobe Photoshop memiliki alat koreksi yang sangat bagus dan lengkap untuk
memperbaiki warna yang pudar, pucat, gelap serta kesalahan lain yang berhubungan dengan pencahayaan dan warna. berikut adalah contoh pengaturan pencahayaan pada photoshop:
1. Pengaturan brightness, atau contras
Fungsi dari brightness,/contrast adalah untuk mengatur terang dan gelapnya warna.Pengaturan brightness, pada photoshop adalah dengan cara klik image – adjustment – Brightness,/contras atau tekan Alt – I – A – C
Gambar 20. Pengaturan brigtness/contras (Sumber : Screenshots)
Pengaturan dilakukan dengan menggeser slider ke kanan dan kekiri sesuai kondisi foto. Menggeser slider brigtness ke kanan berarti menambah terang foto pada semua bagian. Begitu juga sebaliknya. Menggeser slider contras ke kanan berakibat foto atau gambar di photoshop menjadi semakin kontras yaitu perbedaan gelap dam terang foto semakin besar, begitu sebaliknya bila slider di geser ke kiri., setelah brightness, dan contras foto sudah sesuai maka klik OK.
2. Pengaturan level
Fasilitas ini tersedia untuk mengatur brightness,, contrast, dan interval (posisi higlight, Midtones, Shadows),untuk menggunakanya dengan cara pilih Image –
Adjustment – Levels, atau dengan menekan shortcut Ctrl + L
Gambar 21. Pengaturan levels
(Sumber : Screenshots)
Penggunaan fasilitas ini juga hampir sama dengan pengaturan
brigthness/contras bedanya pada level terdapat pilihan auto sehingga bila hasilnya sesuai yang diinginkan lebih mempercepat pengeditan.
3. Pengaturan Curves
Curves juga berfungsi hampir sama dengan levels, yaitu untuk mengatur
brightness, dan contrast pada highligt, Midtones dan Shadows. Bedanya pada
curves di gambarkan dengan kurva. Untuk menggunakan fasilitas ini pilih
Gambar 22. Pengaturan curves (Sumber : Screenshots) 4. Pengaturan Saturasi
Fasilitas ini berguna untuk mengatur Hue Saturation dan Lightness dari warna-warna utama spektrum. Biasanya digunakan untuk mengubah foto hitam putih menjadi warna atau sebaliknya juga.Untuk menggunakan fasilitas ini dengan klik Image > Adjustment > Hue /Saturation.
Gambar 23. Pengaturan hue/saturation (Sumber : Screenshots)
5. Penggunaan Color Balance
Fasilitas ini biasa digunakan untuk meningkatkan suatu warna atau beberapa warna dengan cara menggeser slider yang telah disediakan, Untuk menggunakan fasilitas ini dengan klik Image > Adjustment > Color Balance.
Gambar 24. Pengaturan color balance (Sumber : Screenshots)
6. Penggunaan Filter
Fasilitas ini menggunakan teknik meniru pengambilan filter yang diwarnai dalam lensa kamera bagian depan utnuk menyesuaikan keseimbangan warna dan temperatur warna yang memancar melalui lensa dan membuka film tersebut.
Photo filter digunakan untuk menambahkan efek warna tertentu pada foto,
photo filter pada photoshop berfungsi hampir sama dengan filter pada lensa
kamera, namun pada photoshop filter warna sangat mudah diatur dan disesuaikan pada kebutuhan warna yang digunakan. Untuk menggunakan fasilitas ini dengan cara klik Image > Adjusment > Photo filter.
Gambar 25. Pengaturan photo filter (Sumber : Screenshots)
7. Penggunaaan Channel Mixer
Channel Mixer bisa dengan bebas mengatur masing-masing channel warna
serta dapat membuat keseimbangan sepia berkualitas tinggiatau gambar lain yang diwarnai.Untuk menggunakan fasilitas ini dengan klik Image > Adjustment > Channel Mixer
Gambar 26. Pengaturan channel mixer (Sumber : Screenshots)
8. Penggunaaan Gradient Map
Fasilitas ini digunakan untuk membuat efek gradasi yang unik dengan cara memilih beberapa warna yang digunakan hampir seperti photo filter, yaitu untuk menimbulkan efek warna tertentu pada foto. Cara penggunaan fasilitas ini dengan klik Image > Adjusment > Gradient Map
Gambar 27. Pengaturan gradient map (Sumber : Screenshots)
9. Penggunaaan Black and White
Fasilitas ini digunakan untuk membuat warna hitam putih atau
monocrom, adapun cara penggunaanya adalah dengan klik Image >
Adjusment > Black & White
Gambar 28. Pengaturan black and white
(Sumber : Screenshots) c. Pemberian efek
Pada menu bar banyak sekali fasilitas yang dapat digunakan untuk menambah efek pada foto, Photoshop menarawarkan berbagai tool sehingga dalam pemberian efek pada gambar dapat dibuat dengan
sangat fariasi, namun dalam pada foto-foto yang diedit Capture pemberian efek sebatas penyempurnaan ataupun penambahan komposisi foto itu sendiri semisal Croping, filter, font, dan beberapa efek lainnya untuk mendapatkan komposisi yang benar-benar pas pada foto tersebut.
D. Bagan Rancangan Pembuatan Foto Prewedding Capture Multimedia